Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Tugas Pokok Fungsi Aparatur Terhadap Kualitas Pelayanan Kepada Masyarakat di Kantor Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor Setiawan, M Agil; Saprudin, Saprudin; Iskandar, Abubakar
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Maret - April 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v6i4.4479

Abstract

Memberikan pelayanan terhadap khalayak yang profesional dan bermutu adalah satu dari tiga kewajiban Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023. Tanggung jawab untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat merupakan kewajiban pekerja pemerintah sebagai pelayan publik. Peran pemerintah dalam penyelenggaraan layanan publik memiliki signifikansi yang besar, mengingat hal ini berkaitan dengan kepentingan umum masyarakat. Pemerintah beroperasi untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi, dan bertujuan menciptakan lingkungan yang memungkinkan semua individu untuk berkembang dan mencapai tujuan kolektif. Tugas dan peran pegawai pemerintah dalam melaksanakan fungsi pemerintahan dikenal sebagai aktivitas pelayanan masyarakat. Pegawai pemerintah diamanatkan untuk melaksanakan tugas mereka sebagai pelayan masyarakat dan negara sebagaimana dijelaskan pada konteks pelaksanaan layanan kepada publik oleh unit-unit pelayanan yang penuh tanggung jawab atas penyelenggaraan fungsi dan tugas tersebut. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasionalis dan tugas pokok serta fungsi aparatur terhadap mutu pelayanan pada masyarakat di Kantor Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian yang dilakukan menggunakn metode penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian mencakup seluruh masyarakat di Cibungbulang, dengan pengambilan spesimen memakai metode voluntary response sampling. Sampel terdiri dari individu dengan cara sukarela berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui perangkat kuesioner yang telah dilakukan pengujian reliabilitas juga validitasnya. Penganalisisan dilakukan dengan cara regresi linear berganda, di mana dugaan sementara diuji melalui uji F dan uji t menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis regresi mengindikasikan bahwa 83,2% ragam kualitas pelayanan bisa dijelaskan dengan faktor-faktor pada variabel kepemimpinan transformasional dan tugas pokok fungsi aparatur, sedangkan 16,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak menjadi fokus dalam penelitian. Adapun pengujian F memberikan hasil bahwa variabel cara memimpin transformasional dan tugas pokok fungsi aparatur secara simultan mempunyai pengaruh yang positif kepada kualitas pelayanan, dengan nilai Fhitung (245,796) yang lebih besar daripada Ftabel (2,700). Selain itu, hasil uji t memperlihatkan bahwasanya variabel kepemimpinan transformasional menghasilkan nilai thitung (17,544), sementara ttabel (1,660), yang membuktikan bahwa variabel itu memiliki efek yang signifikan terhadap kualitas pelayanan secara parsial.
Pengaruh Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, dan Etos Kerja Terhadap Kinerja Penyuluh di Kabupaten Boven Digoel Fitri, Rina Nuzulia; Rahmawati, Rita; Iskandar, Abubakar
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Maret - April 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v6i4.4617

Abstract

Penyuluh memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas petani melalui transfer pengetahuan dan teknologi, yang berdampak pada produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Di Kabupaten Boven Digoel, terbatasnya jumlah penyuluh dan kondisi geografis yang menantang menghambat optimalisasi kinerja penyuluhan. Selain itu, faktor internal seperti motivasi kerja, kepuasan kerja, dan etos kerja diyakini mempengaruhi efektivitas penyuluhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana karakteristik tersebut mempengaruhi kinerja penyuluh di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Boven Digoel. Penelitian ini menggunakan desain asosiatif dan metodologi kuantitatif. Dengan menggunakan teknik pengambilan sampel acak proporsional, 45 penyuluh diberikan survei dengan kuesioner Skala Likert untuk mengumpulkan data. Regresi linier berganda dan uji asumsi klasik digunakan dalam proses analisis data untuk memastikan model statistik dapat diandalkan. Temuan menunjukkan bahwa, meskipun motivasi kerja dan kepuasan kerja tidak memiliki dampak yang signifikan (p>0,05), etos kerja memiliki dampak yang besar terhadap kinerja penyuluh (p<0,05). Secara bersamaan, dengan nilai R2 sebesar 76,7%, ketiga faktor tersebut secara signifikan mempengaruhi kinerja penyuluh. Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya meningkatkan etos kerja melalui pelatihan yang berkelanjutan, dukungan infrastruktur, dan program insentif berbasis kinerja untuk mendukung keberhasilan penyuluhan. Penelitian ini menjadi dasar bagi penelitian di masa depan di bidang terkait dan memberikan wawasan yang signifikan bagi manajemen sumber daya manusia secara umum.
Studi Kasus Perceraian Aparatur Sipil Negara Melalui Pendekatan Sosiologi di Wilayah Bogor Abubakar Iskandar; Makbul Hijab; Sugiyanto Sugiyanto; Stevanie Nathalya
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v8i2.33016

Abstract

Dalam masyarakat, kehidupan keluarga dan perkawinan diorganisasi dan dikontrol oleh perasaan cinta, solidaritas, dan pertimbangan ekonomi. Namun, seiring waktu, terjadi pergeseran dari integrasi dan kolaborasi yang kuat menjadi terpecah akibat perilaku menyimpang. Faktor-faktor penyebabnya meliputi masalah ekonomi, perselingkuhan suami, suami memiliki wanita idaman lain, suami tidak memenuhi kebutuhan batin istri, kekerasan fisik oleh suami, istri berzina, dan istri sering pulang malam, yang semuanya dapat berujung pada perceraian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pergeseran dari cinta dan solidaritas dalam keluarga ke dominasi faktor ekonomi, menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perceraian, dan menjelaskan prosedur perceraian menurut Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1990. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah: menjelaskan bagaimana dan mengapa pergeseran dari cinta dan solidaritas ke dominasi faktor ekonomi terjadi dalam keluarga, menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perceraian, serta menjelaskan prosedur perceraian menurut Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1990. perceraian, Menjelaskan prosedur perceraian menurut undang-undang nomor 45 tahun 1990. Penelitian ini menggunakan paradigma “Positivisme”. Oleh karena itu pendekatan yang digunakan adalah “kuantitatif deskriptif” Teknik pengambilan data adalah observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan content analysis. Penelitian menunjukan ada tiga pengkategorisasian keluarga yaitu keluarga inti, luas dan keturunan. Penelitian juga menunjukan 44,4% perceraian disebabkan oleh factor ekonomi, sedangkan 25,9% perceraian disebabkan oleh suami berselingkuh dengan wanita lain dan sebanyak 7,4% mengatakan perceraian disebabkan oleh suami melakukan kekerasan fisik terhadap isteri, Permohonan Perceraian dari isteri sebanyak 92,5% dan permohonan perceraian dari suami sebanyak 7,5%. Kesimpulan penelitian ini adalah masalah keuangan menjadi penyebab utama pertengkaran, terutama di kalangan ekonomi menengah ke bawah, sementara faktor lain seperti ketidaksetiaan dan kekerasan dalam rumah tangga juga berperan.   In society, family life and marriage are organized and controlled by feelings of love, solidarity and economic considerations. However, over time, there is a shift from strong integration and collaboration to fragmentation due to deviant behavior. Contributing factors include economic problems, husband's infidelity, husband having another woman, husband not fulfilling wife's inner needs, physical violence by husband, wife committing adultery, and wife often coming home at night, all of which can lead to divorce. The purpose of this study is to explain the shift from love and solidarity in the family to the dominance of economic factors, analyze the factors that lead to divorce, and explain the divorce procedure according to Law Number 45 of 1990. The specific objectives of this research are: explain how and why the shift from love and solidarity to the dominance of economic factors occurs in the family, analyze the factors that cause divorce, and explain the divorce procedure according to Law Number 45 of 1990. divorce, Explain the divorce procedure according to law number 45 of 1990. This research uses the “Positivism” paradigm. Therefore, the approach used is “descriptive quantitative” The data collection techniques are observation and documentation. The data was analyzed by content analysis. The research shows that there are three categorizations of families, namely nuclear, extended and descendant families. The research also showed that 44.4% of divorces were caused by economic factors, while 25.9% of divorces were caused by husbands having affairs with other women and as many as 7.4% said divorce was caused by husbands physically abusing their wives, Divorce applications from wives were 92.5% and divorce applications from husbands were 7.5%. The conclusion of this study is that financial problems are the main cause of quarrels, especially in the middle and lower economic circles, while other factors such as unfaithfulness and domestic violence also play a role.
PENGARUH KEBIJAKAN PUBLIK KOPERASI TERHADAP PROGRAM TANGGUNG JAWAB SOSIAL (CSR) PERUSAHAAN Amir, Sadly; Iskandar, Abubakar; Heryati, Ade
Administratie: Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 1 (2018): Administratie Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan kehadiran generasi milenial dan lebih kompetitifnya setiap negara dalam memajukan ekonomi negaranya masing masing tidak boleh lagi dipandang sebelah mata, terutama dari sisi peran birokrasi pengambil kebijakan publik, pemerintah perlu didorong untuk lebih efektif dalam menghasilkan kebijakan publik yang memberi dampak positif buat seluruh lapisan strata sosial masyarakat, kebijakan publik yang betul betul bisa membangkitkan gairah enterpreunurship, bukan sebaliknya. Berangkat dari hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk, mengetahui dan mendalami, baik dari sisi Undang-undang dan peraturan pemerintah, maupun dari sisi lainnya, Khususnya kebijakan tanggung jawab lingkungan perusahaan (CSR). Mungkinkah dapat menjadi faktor pendukung tumbuh kembangnya Koperasi ditengah-tengah masyarakat Indonesia, dan bagaimana hubungan kebijakan tersebut dapat bertemu dalam satu kepentingan yang sama, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.Untuk itu dalam penelitian ini, digunakan metodologi campuran antara kualitatif dan kuantitatif, yaitu dengan teknik wawancara dan quituioner dengan sampling 32 responden, dengan menerapkan teknik analisis LIKERT. Dari hasil penelitian ini, kami menarik kesimpulan sekaligus saran untuk pengembangan lebih lanjut. 
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI UNIT PENGELOLA TAMAN MARGASATWA RAGUNAN DINAS KEHUTANAN PROVINSI DKI JAKARTA Hardiana, Isep; Iskandar, Abubakar; Heryati, Ade
Administratie: Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 2 (2018): Administratie Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu organisasi akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan, pemimpinlah yang bertanggung jawab atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan. Sumber daya manusia perlu dikelola secara profesional agar terwujud kesimbangan antara kebutuhan pegawai dengan tuntutan dan kemampuan organisasi atau perusahaan Tujuan penelitian ini untuk: 1. Mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kegiatan pegawai. 2. Mengetahui satuan nilai dari tiap butir kegiatan oleh gaya kepemimpinan transformasional. 3. Mengidentifikasi target kualitatif dan target kuantitatif oleh gaya transformasional.  4. Menganalisis gaya kepemimpinan transfprmasional terhadap waktu kegiatan sesuai target kualitatif dan kuantitatif. 5. Menganalisis gaya kepemimpinan transformasional dalam merencanakan biaya sesuai target kualitatif, kuantitatif dan waktu.Populasi dalam penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan yang berjumlah sebanyak 267 orang. Jumlah sampel menggunakan Teknik Slovin setelah dihitung diperoleh sampel sebanyak 62 responden. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Data yang terkumpul selanjutnya diolah menggunakan teknik analisis korelasi dan regresi dengan bantuan perangkat lunak SPSS (Statistical Package for Social Science). Hasil penelitian menunjukkan bahwa :  1. Pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kegiatan pegawainnya diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,209 atau (20,9%). Hal ini menunjukkan bahwa prosentase sumbangan pengaruh variabel bebas yaitu kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap kegiatan pegawainya pada Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan sebesar 20,9%. 2. Satuan nilai dari butir-butir kegiatan ditetapkan secara pasti oleh gaya kepemimpinan transformasional menunjukkan bahwa nilai capaian SKP pegawai pada Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini untuk keseluruhan sampel nilai capaian SKPnya masuk dalam kategori baik. 3. Gaya kepemimpinan transformasional mampu mengidentifikasi target kualitatif dan target kuantitatif karena kepemimpinan mampu mempengaruhi proses pencapaian tujuan organisasi, kemudian diberikan nilai kuantitatif sebagai ukuran dari besarnya setiap aspek.  4. Gaya kepemimpinan transformasional mengukur waktu kegiatan sesuai target kualitatif dan target kuantitatif yaitu perilaku pemimpin transformasional mampu bertindak sebagai panutan dan menanamkan kebanggaan, melampaui kepentingan untuk kebaikan kelompok, bertindak dengan membangun rasa hormat, berpenampilan meyakinkan, mempertimbangkan konsekuensi moral dan etis dalam mengambil keputusan. 5. Gaya kepemimpinan transformasional merencanakan biaya sesuai target kualitatif, kuantitatif dan waktu yaitu pemimpin mampu menampilkan dua fungsi penting, yaitu fungsi tugas dan fungsi pemeliharaan. Fungsi tugas berhubungan dengan segala sesuatu yang harus dilaksanakan untuk memilih dan mencapai tujuan-tujuan secara rasional, tugas-tugas tersebut antara lain menciptakan kegiatan, mencari informasi, memberi informasi, memberikan pendapat, menjelaskan, mengkoordinasikan, meringkaskan, menguji kelayakan, mengevaluasi, dan mendiagnosis. Fungsi pemeliharaan berhubungan dengan kepuasan emosi yang diperlukan untuk mengembangkan dan memelihara kelompok, masyarakat atau untuk keberadaan organisasi. Beberapa fungsi tersebut antara lain mendorong semangat, menetapkan standar, mengikuti, mengekspresikan perasaan, menciptakan keharmonisan, dan mengurangi ketegangan. 
PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI MAHKAMAH AGUNG RI Jatismara, Ririh; Iskandar, Abubakar; Rusliandy, Rusliandy
Administratie: Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 2 (2018): Administratie Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai unit penyelenggaraan kediklatan di Mahkamah Agung RI, Pusdiklat Menpim dituntut untuk dapat meningkatkan semua kemampuan SDM (Sumber Daya Manusia) yang dimiliki untuk menjadi pemimpin dalam era globalisasi. Tuntutan keterbukaan publik bagi para pencari keadilan bagi pemimpin adalah tantangan yang perlu dioptimalisasikan karena seorang pemimpin yang berkompeten akan berpengaruh pada kinerja pegawai Mahkamah Agung RI. Hasil penelitian sebanyak 71 (tujuh puluh satu) koresponden dengan kuisoner, wawancara, observasi, laporan, serta dokumentasi yang telah dilakukan, dengan metode kuantitatif, bahwasanya pengaruh variabel kepemimpinan dengan dimensi sifat, tipe, orientasi dan kewenangan kebijakan berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai Mahkamah Agung RI dengan rata – rata 4.079 pada kriteria sangat setuju bahwasanya pemimpin yang telah sesuai dengan indikator pernyataan, dan dapat dipresentasikan 62,3% didukung dengan pemodelan regresi Y = 11,78 + 0,705 X1 + e. 
ANALISIS PENGARUH IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERDA KOTA BOGOR NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG PERANGKAT DAERAH KOTA BOGOR TERHADAP KINERJA PEGAWAI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA BOGOR Sopian, Redy; Iskandar, Abubakar; Rusliandy, Rusliandy
Administratie: Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 2 (2018): Administratie Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pokok penelitian adalah rendahnya kinerja pegawai pada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bogor, diduga belum dilaksanakannya implementasi kebijakan sesuai dengan faktor implementasi kebijakan. Indikasi kinerja pegawai rendah  dilihat dari ketepatan waktu pegawai dan kualitas kerja pegawai rendah. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah explanatory survei. Kesimpulan penelitian secara simultan mengungkapkan bahwa variabel implementasi kebijakan secara empirik telah memberikan pengaruh besar terhadap kinerja pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bogor. Secara partial implementasi kebijakan melalui faktor ukuran dasar dan tujuan kebijakan, sumber-sumber kebijakan, ciri-ciri atau sifat badan atau instansi pelaksana, komunikasi antar organisasi terkait dan kegiatan pelaksanaan, kecenderungan pelaksana dan lingkungan ekonomi, sosial politik telah memberikan pengaruh terhadap kinerja pegawai  Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bogor. 
PENGARUH IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERATURAN BUPATI NOMOR 73 TAHUN 2016 TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA APARATUR SIPIL NEGARA KELURAHAN SEBAGAI PERANGKAT KECAMATAN CIBINONG KABUPATEN BOGOR Kasmiyah, Kasmiyah; Iskandar, Abubakar; Rusliandy, Rusliandy
Administratie: Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 1 (2019): Administratie: Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan di bentuk berdasarkan Peraturan Bupati Nomor. 73 Tahun 2016 tentang Kelurahan sebagai Perangkat Kecamatan yang berpedoman pada  Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor. 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Dalam Pasal 52 dijelaskan bahwa Kelurahan merupakan perangkat Kecamatan yang dibentuk untuk membantu dan melaksanakan sebagian tugas Camat. Rumusan masalahan penelitian ini adalah rendahnya efektivitas kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Kelurahan, diduga belum dilaksanakannya Implementasi Kebijakan. Alasan Efektivitas kerja ASN rendah dilihat dari kualitas SDM dan kebijakan tidak dilaksanakan sesuai rencana. Dalam pelaksanaan kebijakan Peraturan Bupati Nomor. 73 Tahun 2016 masih ditemukan permasalahan yang berkaitan dengan Efektivitas Kerja  Aparatur Sipil Negara Kelurahan. Pelaksanaan Kebijakan Peraturan Bupati Nomor.73 Tahun 2016 harus saling bersinergis dengan baik antara Faktor utama dan factor pendukung , aspek tersebut dimulai dari pelaksanaan keberhasilan Pelaksana Kebijakan dengan aspek Komunikasi, Sumber Daya, Sikap dan Struktur Birokrasi Satu sama lain saling mendukung sehingga efektifitas kerja Aparatur Sipil Negara Kelurahan meningkat lebih baik lagi sesuai Peraturan Bupati Nomor. 73 tahun 2016.
STRATEGI PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI DENGAN PERATURAN GUBERNUR DKI JAKARTA NOMOR 409 TAHUN 2016 TENTANG TUNJANGAN KINERJA DAERAH Pulungan, Afriana; Iskandar, Abubakar; Rusliandy
Administratie: Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 1 (2020): Administratie: Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the State Civil Apparatus who have the same income between diligent employees and those who are not diligent in performing, thus making employees not enthusiastic in carrying out government tasks, therefore, the Governor of DKI Jakarta made Governor Regulation Number 409 of 2016 concerning regional performance allowances as a strategy to improve employee performance. Therefore, research is conducted on the effectiveness of this strategy in improving employee performance, it is important to conduct research, to prove the correlation between the implementation of the governor's Regulation No. 409 of 2016 policy with employee performance. This study used an associative approach with a population of 260 employees, which were then sampled using a technique from the Krejcie table as many as 155 employees. This sample data was taken using observation techniques, questionnaires, in-depth interviews, and literature studies. then the data taken in the field were analyzed by associative data analysis techniques. The results of the study indicate that there is a significant effect between the implementation of Governor Regulation number 409 of 2016 and employee performance. It is evident from the results of data analysis calculated using SPSS with a value of tcount > ttable (11.549 > 1.960).   Key words: Performance, Regulations, Benefits, Government Employees
PELAKSANAAN HUMAN RELATION DAN PUBLIC RELATION UNTUK MEMBANGUN KERJASAMA DI KECAMATAN CARINGIN Sukmawati, Shara Ratna; Iskandar, Abubakar; Heryati, Ade
Administratie: Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 1 (2020): Administratie: Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cooperation has a central position in government organizations as an effort to achieve organizational goals. This study aims to explain the function of the Head to foster human relations and public relations in building internal and external cooperation; Analyzing human relations and public relations must be done in establishing cooperation; Describe the obstacles in fostering human relations public relations in building cooperation. The research design is descriptive correlational, interview data collection techniques, observations documentations data analysis is quantitative and qualitative—the research samples of 35 respondents. The results showed that 40.0 percent were civil servants with a bachelor's degree, while 70.0 percent were honorary employees with high school education. Research shows that 20 percent conduct population administration service activities. As many as 14.3 percent did employee coaching, as many as 5.0 percent set the administration, as much as 45.7 percent typed, 20.0 percent cleaned the room and yard. The integrity level is 3.7 percent. This cohesiveness through the discipline of carrying out the task, As many as 57.1 percent serve the administration, 14.3 percent attend office activities regularly, as many as 57.1 percent say they serve permits. Key words:  human relations, public relations, integrity, coaching, cooperation
Co-Authors Abd. Rahim Arsyad Abidin, Topan Zenal Ade Suryana Ade Suryana Afina, Khoirun Nisa Agulia, Cita Putri Agus Mantri Agus Suarman Sudarsa Agus Suarman Sudarsa Amir, Sadly Anis Ardi, Muhamad Anisa Cikal Febrianti Anwar Anwar Ariska, Novita Ayu Armanda, Dicky Beddy Iriawan Maksudi Berliana Kartakusumah Cahyono T Wibowo Cut Nya Dhin Denny Hernawan Denny Hernawan Denny Hernawan, Denny E Sukaenih EIIi Eka Pratama, M. Rifa'i Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Evi Sulistiawati Filallba, Muhammad Algiani Adhia Fitri, Rina Nuzulia Gina . Ginung Pratidina Ginung Pratidina Hakanna, Hakanna Hardiana, Isep Hariansyah Heryati, Ade Irma Purnamasari Irmawati Irmawati Jatismara, Ririh Kartakusumah, Berliana Kasmiyah, Kasmiyah M. Subki Tahyudin M. Yamin Saleh M.YGG seran Mahdi Makbul Hijab Malahayatie Mantri, Agus Muhammad Qadaruddin Munawar Rizki Jailani Mustamin, Siti Walidah Mutahharah Prescillia, Angela Pulungan, Afriana Purnamasari, Irma Puspita, Rosana Eri R. Oetje Subagdja RADHIANA Rahmat Saepul Turohman Ramli Rita Rahmawati Rojak Rojak Rojak, Rojak Rusliandy, Rusliandy Salman Faruq Fadhlullah Saprudin Saprudin Saprudin, Saprudin Sarah Sarah, Sarah Sari, Zasmita Maulia Satriani Is, Sitti Sembiring, Febrio Kadanta Seran, M.YGG Setiawan, M Agil Sopian, Redy Stevanie Nathalya Suarman Sudarsa, Agus Subagdja, R. Oetje Sugiyanto Sugiyanto Sukaenih, E Sukmawati, Shara Ratna Sulistiawati, Evi Supriatna, Hendra Susanti, Rani Syafrudin, Oding Syamsul Rijal Tahyudin, M. Subki Tantia Wulan Kurnia Tarihoran, Enjel Romauli Taufiq Togatorop, Faris Meode Tohir, M. Abdullah Turohman, Rahmat Saepul Umami, Ariza Wahyudin, Cecep Wawan Setiawan Wawan Setiawan WULANDARI Yani Rizal Yeyen Suryani Yuli Rahmadhani Zahrul Fuadi