Claim Missing Document
Check
Articles

PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA MADURA DI SEKOLAH Akhmad Sofyan
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan problematika pembelajaran Bahasa Madura di sekolah selama ini serta mencari solusi atas problematika tersebut. Problematika pembelajaran BM di sekolah secara umum bersumber dari 2 persoalan pokok, yakni ketersediaan bahan ajar dan kompetensi pengajar. Kedua persoalan pokok tersebut harus segera ditangani secara sinergis dan simultan. Dalam hal ketersediaan bahan ajar, sampai sekarang belum ada buku pegangan yang dapat digunakan sebagai materi pembelajaran BM yang lengkap, praktis, dan mudah. Untuk itu, perlu segera disusun buku ajar BM yang materinya: lebih mudah dipelajari baik oleh guru maupun oleh siswa, sesuai dengan GBPP,  dan sesuai dengan tingkat sekolah. Dalam hal kompetensi pengajar, saat ini, tidak seorang pun guru yang  memiliki kompetensi sebagai guru BM. Tidak jarang pembelajaran BM di banyak sekolah dilakukan oleh guru yang  ketika bersekolah dulu tidak mendapatkan pelajaran BM. Bahkan di beberapa sekolah ada guru yang bukan penutur asli BM. Untuk mengantisipasi problematika ketersediaan guru BM, perlu segera dilakukan pembukaan Jurusan Pendidikan Bahasa Madura di perguruan tinggi di Jawa Timur.  Kata Kunci: guru, kompetensi, pembinaan, regenerasi, dan solusi.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA MADURA DI SEKOLAH Akhmad Sofyan
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan problematika pembelajaran Bahasa Madura di sekolah selama ini serta mencari solusi atas problematika tersebut. Problematika pembelajaran BM di sekolah secara umum bersumber dari 2 persoalan pokok, yakni ketersediaan bahan ajar dan kompetensi pengajar. Kedua persoalan pokok tersebut harus segera ditangani secara sinergis dan simultan. Dalam hal ketersediaan bahan ajar, sampai sekarang belum ada buku pegangan yang dapat digunakan sebagai materi pembelajaran BM yang lengkap, praktis, dan mudah. Untuk itu, perlu segera disusun buku ajar BM yang materinya: lebih mudah dipelajari baik oleh guru maupun oleh siswa, sesuai dengan GBPP, dan sesuai dengan tingkat sekolah. Dalam hal kompetensi pengajar, saat ini, tidak seorang pun guru yang memiliki kompetensi sebagai guru BM. Tidak jarang pembelajaran BM di banyak sekolah dilakukan oleh guru yang ketika bersekolah dulu tidak mendapatkan pelajaran BM. Bahkan di beberapa sekolah ada guru yang bukan penutur asli BM. Untuk mengantisipasi problematika ketersediaan guru BM, perlu segera dilakukan pembukaan Jurusan Pendidikan Bahasa Madura di perguruan tinggi di Jawa Timur. Kata-kata Kunci: guru, kompetensi, pembinaan, regenerasi, dan solusi.
Ungkapan Kritik dalam Ranah Keluarga Masyarakat Madura di Besuki Raya Akhmad Sofyan; Panakajaya Hidayatullah; Ali Badrudin
MOZAIK HUMANIORA Vol. 21 No. 1 (2021): MOZAIK HUMANIORA VOL. 21 NO. 1
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mozaik.v21i1.26282

Abstract

Penelitan ini bertujuan mengurai fenomena penggunaan ungkapan kritik dalam ranah keluarga masyarakat Madura di Besuki Raya. Fokus penelitian ini mengungkap tentang (1) bentuk dan model kritik yang digunakan, (2) konteks bagaimana kritik tersebut diproduksi di masyarakat, dan (3) formulasi pemilihan bentuk kritik di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode etnografi komunikasi yang dipadukan dengan teknik simak. Temuan dalam penelitian ini menghasilkan (1) bentuk dan model kritik yang digunakan yakni (a) kritik langsung, (b) kritik menggunakan orang ketiga, (c) kritik menggunakan penanda bunyi, dan (d) kritik menggunakan bahasa metafora; (2) kritik disampaikan dalam beberapa konteks komunikasi dalam ranah keluarga, seperti hubungan orang tua kepada anak, mertua kepada menantu, menantu kepada mertua, istri kepada suami, suami kepada istri, kakek kepada cucu, dan cucu kepada nenek; (3) dalam formulasi pemilihan bentuk kritik di masyarkat Madura dapat dipetakan bahwa ada beberapa kritik yang dapat diterima seperti (a) kritik langsung yang disampaikan dengan pemilihan diksi kalimat yang baik, intonasi yang halus, dan disampaikan secara privat, (b) melalui orang ketiga, (c) penanda bunyi, dan (d) bahasa metafora (kiasan). Adapun bentuk kritik yang dihindari adalah bentuk kritik langsung yang disampaikan secara kasar (menggunakan kalimat yang menyinggung perasan) dan disampaikan secara di depan publik.
STRATEGI TINDAK TUTUR JURU BICARA TIM KAMPANYE NASIONAL DALAM ACARA “DUA ARAH” DI KOMPAS TV Ikromal Hasin; Akhmad Sofyan; Edy Hariyadi
SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik Vol 21 No 1 (2020): Semiotika: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik
Publisher : Diterbitkan oleh Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember bekerja sama dengan Himpunan Sarjana - Kesusastraan Indonesia (HISKI), Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) dan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/semiotika.v21i1.12159

Abstract

Presidential Election is a democratic party to elect new leaders. A spokesperson is needed to attract the public to choose the candidate pairs who compete to win the party. A spokesperson for TKN-Jokowi's National Campaign Team (Indonesian: Tim Kampanye Nasional) is one example of a spokesperson who carried out this task. This article aims to discuss the national campaign team's speech acts strategy in Kompas TV program entitled "Dua Arah". The researcher will categorize articulation carried out by the spokesperson of TKN into four types of speech works: persuasive, defending, attacking, and challenging. The data analysis method used analyses speech based on the specified categories in speech acts, presuppositions, implicatures, cooperative principles, and the principle of manners found in the address based on the context of the talk. The results showed that the spokesperson for the TKN placed persuasive action in the first position, fending effort in the second position, attacking movement in the third position, and challenging activities in the last part. Convincing story at the first position aims to attract the people's sympathy to choose Jokowi-Ma'ruf Amin with the most utterances telling Jokowi's government program's success. The challenging action in the last position contains a request to the spokesman of BPN-Prabowo's election campaign team (Indonesian: Badan Pemenangan Nasional) to do something and explain their statement in detail.
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM INTERAKSI JUAL BELI DI PASAR TEMPUREJO, JEMBER Resti Purnama Sari; Akhmad Sofyan; A. Erna Rochiyati S.
SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik Vol 21 No 2 (2020): Semiotika: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik
Publisher : Diterbitkan oleh Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember bekerja sama dengan Himpunan Sarjana - Kesusastraan Indonesia (HISKI), Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) dan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/semiotika.v21i2.16551

Abstract

Tempurejo Market is a traditional market mostly visited by people who live in Tempurejo Village and its surroundings to varying the speech acts used. Sellers and buyers have an interesting narrative method or strategy so that they achieved a deal. The speech acts that are often used in buying and selling interactions at Tempurejo Market are illocutionary speech acts and bargaining strategies so that the research problem is how illocutionary speech acts and bargaining strategies are used between sellers and buyers in Tempurejo Market, Jember Regency. This study describes illocutionary speech acts and bargaining strategies in buying and selling interactions at this market. The method used in this research is descriptive and equivalent. The second method is used to match the data with illocutionary speech act theory. The results showed five kinds of illocutionary speech acts: assertive, directives, expressive, commissives, and declarative. Illocutionary speech acts often used in buying and selling interactions at Tempurejo Market are assertive speech and expressive speech. The bargaining strategies used in the buying and selling interactions at Tempurejo Market offer strategy, bargaining strategy, the bid approval strategy, and the seller strategy to reject the offering. The bargaining strategy often used in buying and selling interactions at Tempurejo Market is the offering strategy.
Pangalem Tradisional dalam Masyarakat Etnik Madura di Kabupaten Jember Maulidia Hasanah; Akhmad Sofyan; Agus Sariono
SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik Vol 18 No 1 (2017): Semiotika: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik
Publisher : Diterbitkan oleh Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember bekerja sama dengan Himpunan Sarjana - Kesusastraan Indonesia (HISKI), Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) dan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.94 KB) | DOI: 10.19184/semiotika.v18i1.5181

Abstract

Abstract Pangalem is one of the oral traditions of Madurese society in the form of proverb. Pangalem is a proverb containing compliments that is uttered by a speaker when sees others’ beauty of body shape, kindness of attitude, and goodness of characteristic. In Madurese society pangalem is described by using metaphors of fruits, animals, foods, dead things, and natural condition. Such metaphors are used because they see similarity of their shape, color, or attitude. Pangalem is not merely utterances without meaning, because when someone is praising other person, actually there is something implied in his or her mind. For example, when he or she sees beautiful lips, in his or her mind he will imagine to kiss the lips when he or she praises it. Such imagination drives him or her to praise someone with something near to taste sense, such as bibirra jherruk saloné 'her lips are like one segment of an orange'. Therefore, this research will explain kinds of pangalem, the forming of pangalem based on society’s point of view, and Madurese society’s degree of understanding toward such pangalem. I use comparative and semiotic method, because the determination of meaning is not only from the text of pangalem, but also from context of situation and culture. Key words: Madurese society, oral tradition, pangalem, and metaphor.
Campur Kode dan Struktur Bahasa Madura pada Tugas Menulis Teks Berita Siswa Kelas 8 SMP Negeri 1 Mayang Noviarini Indah Astuti; Akhmad Sofyan; Ali Badrudin
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 5 No 1 (2021): Volume 5, Nomor 1, Januari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.027 KB) | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v5i1.332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud campur kode yang ditemukan pada hasil menulis teks berita dan struktur Bahasa Madura yang digunakan campur kode pada tugas menulis teks berita. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata yang mengindikasikan adanya wujud campur kode Bahasa Indonesia dan Bahasa Madura pada tugas menulis teks berita. Pada penelitian ini ditemukan fenomena campur kode dan penggunaan struktur Bahasa Madura dalam tugas menulis kembali teks berita yang telah dibaca. Wujud campur kode yang ditemukan pada tugas menulis teks berita siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Mayang meliputi 1) campur kode berwujud kata berupa campur kode berwujud kata kerja, kata sifat, kata benda, kata tugas, dan 2) campur kode berwujud frasa. Struktur bahasa Madura yang ditemukan pada tugas menulis teks berita siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Mayang anataralain 1) bentuk ulang/ reduplikasi, 2) konstruksi posesif, 3) konstruksi imperatif, 4) konstruksi “berlagak seperti orang...”, serta 5) morfofonemik prefiks N-
Ragam Tindak Ilokusi Guru Bahasa Indonesia dalam Pembelajaran Daring Anggik Budi Prasetiyo; Akhmad Sofyan
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 18, No 1 (2022): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v18i1.3559

Abstract

Tindak tutur ilokusi yang ada dalam pembelajaran daring sangat dimungkinkan beragam dan mempunyai peranan yang sangat penting. Peran penting tersebut ialah sebagai sarana dalam bertutur agar maksud tuturan dapat tersampaikan dengan jelas dan mudah dimengerti. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan dan mendeskripsikan ragam tidak tutur ilokusi yang ada dalam  proses pembelajaran daring. Sumber data penelitian ini ialah video pembelajaran  daring guru Bahasa Indonesia di SMAN Arjasa dengan menggunakan aplikasi Zoom. Kajian ini menjadikan tuturan guru Bahasa Indonesia yang diindikasikan mengandung tindak ilokusi di dalamnya sebagai data. Penelitian ini  dirancang sebagai penelitian kualitatif dengan menerapkan metode deskriptif interpretatif. Pendekatan yang diterapkan dalam rangka analis data ialah pendekatan pragmatik. Proses pengumpulan dilakukan dengan melakukan perekaman pada saat guru melakukan  pembelajaran daring melalui aplikasi Zoom. Kemudian, rekaman tersebut disimak dan dicatat guna mendapatkan data yang sesuai dengan rumusan masalah. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa guru menggunakan tindak tutur ilokusi pada tiap-tiap bagian dalam proses pembelajaran, yaitu pada bagian pembukaan dan apersepsi, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pada tiap bagian tersebut, muncul berbagai tindak ilokusi baik tindak ilokusi asertif, direktif, komisif, ekspresif, maupun deklaratif. Ragam tindak tutur yang ditemukan tersebut diharapkan mampu menjadi bahan pengayaan bagi guru semua mata pelajaran pada umumnya dan lebih khusus mata pelajaran Bahasa Indonesia.  
Konteks Penggunaan dan Penyampaian Kritik Masyarakat Madura dalam Ranah Pergaulan Akhmad Sofyan; Panakajaya Hidayatullah; Ali Badrudin
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol 1 No 2 (2022): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.888 KB) | DOI: 10.21009/Arif.012.01

Abstract

Penelitan ini mengkaji penggunaan ungkapan kritik masyarakat Madura dalam ranah pergaulan dan tetangga di Besuki Raya. Fokus penelitian mengungkap 1) konteks kritik tersebut diproduksi, 2) bentuk dan model kritik, serta 3) fungsi kritik. Penelitian ini menggunakan metode etnografi komunikasi. Penyediaan data menggunakan teknik simak, sumber data berupa ungkapan (lisan) dari masyarakat Madura yang direkam/catat sebagai data primer. Temuan dalam penelitian ini: 1) kritik disampaikan dalam konteks komunikasi dalam ranah keluarga, meliputi utang piutang, antartetangga, dan ketubuhan; 2) bentuk dan model kritik yang digunakan yakni menggunakan metafora, humor, nasihat, bahasa kasar, ancaman halus, nyanyian, orang ketiga, surat tulis, objek benda, objek hewan, sanjungan, dan menggerutu (ngaronyam); 3) fungsi kritik dalam ranah pergaulan dan tetangga meliputi bentuk perhatian dengan mengutarakan kesalahan dan kekurangan orang lain, bentuk keakraban antarteman dan tetangga, ekspresi untuk mengungkapkan kekesalan.
Literacy Strengthening as Character Education through Mamaca Tradition of Madurese Community in Sumenep Agustina Dewi; Akhmad Sofyan; Panakajaya Panakajaya; Dewi Angelina
Pancaran Pendidikan Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : The Faculty of Teacher Training and Education The University of Jember Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.532 KB) | DOI: 10.25037/pancaran.v8i3.240

Abstract

Mamaca belongs to the tradition of Madurese community in which it is conducted by singing the poetry text. This explanation ensures that mamaca uses a beautiful language. The stories contained in mamaca text are very diverse, some are taken from babad story, the stories of the prophets, the stories of historical figures, and fictional stories or figures containing petotor or advices. Based on the diverse contents written on the texts, it makes mamaca plays an important role in the existence and influence on oral mamaca tradition in Madurese community. Its existence in the community is done by strengthening the literacy through mamaca. Literacy strengthening through mamaca was expected to become a medium in strengthening the character of Madurese community, especially by delivering the religious values. Qualitative method was applied in this reserach to understand a social phenomenon holistically (as a whole). This qualitative method allowed us to understand and view people as they expressed their views of themselves.