Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kebutuhan Pengembangan Instrumen Asesmen untuk Mengukur Kemampuan Memecahkan Masalah Anak Usia 5-6 Tahun Lailatus Sangadah; Harun Harun
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1951

Abstract

Asesmen yang tepat merupakan elemen penting dalam pembelajaran anak usia dini, khususnya untuk mengukur kemampuan memecahkan masalah anak melalui kegiatan bermain. Namun, praktik asesmen di lapangan masih di dominasi penilaian sumatif dan belum terdapat instrument yang terstandar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan guru TK terhadap pengembangan instrument asesmen kemampuan memecahkan masalah anak usia dini. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melibatkan 21 guru dari 10 TK di Kabupaten Kediri. Pengumpulan data melalui survey dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah penyajian data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap pentingnya keterampilan memecahkan masalah dan sering memberikan stimuasi melalui pembelajaran berbasis proyek namun belum didukung oleh instrument yang valid dan terstandar. Guru membutuhkan instrumen asesmen yang autentik, berbasis kinerja, mudah diterapkan saat bermain, serta dilengkapi indikator perilaku yang jelas. Temuan ini menjadi dasar pengembangan buku pedoman asesmen pemecahan masalah (ASPA).
Analisis Guru dalam Penilaian Capaian Pembelajaran Anak Usia Dini SIti Balqis Syafitri; Harun Harun; Prayitno Prayitno
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1233

Abstract

Penilaian perkembangan anak usia dini memegang peran penting dalam mendukung tumbuh kembang optimal dan pengelolaan pembelajaran yang efektif di PAUD. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman guru PAUD dalam melaksanakan penilaian perkembangan peserta didik dan tantangan yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan instrumen wawancara dan survei, melibatkan tujuh guru. Data dianalisis menggunakan triangulasi untuk memperoleh gambaran komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas guru masih mengandalkan penilaian manual yang kurang melibatkan orang tua secara optimal dan menghadapi kendala dalam akurasi serta efisiensi. Implikasi hasil menekankan kebutuhan pengembangan media penilaian digital dan pelatihan guru untuk meningkatkan kualitas dan kolaborasi penilaian secara efektif di PAUD
Pembelajaran Coding sebagai Strategi Penguatan Computational Thinking di PAUD: Systematic Literature Review Dedeh Kurnia; Harun Harun; Nur Hayati; Ika Budi Maryatun
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 2 (2026): Maret-Agustus 2026
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1436

Abstract

Kemampuan computational thinking (CT) merupakan keterampilan yang harus dimiliki di abad 21 yang penting dikembangkan sejak usia dini untuk memperkuat dasar berfikir logis dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan kegiatan coding dalam pengembangan CT pada anak usia dini. Melalui metode systematic literature review (SLR) dan menggunakan panduan PRISMA, data dikumpulkan dari 77 artikel dari Scopus, ERIC, ScienceDirect, dan Google Scholar, dan terseleksi 16 artikel yang relevan. Penelitian ini menghasilkan tiga tema utama, yaitu: (1) efektivitas unplugged coding dalam membangun keterampilan dasar CT; (2) kontribusi plugged coding terhadap literasi digital dan kemampuan algoritmik; dan (3) tantangan implementasi pada konteks PAUD, termasuk kesiapan guru dan sarana. Kesimpulan menunjukkan bahwa kegiatan coding—baik unplugged maupun plugged—secara konsisten meningkatkan aspek CT seperti pengenalan pola, berpikir algoritmik, dan pemecahan masalah.  
Development of Three-Tier Diagnostic Test to Measure Misconceptions of Grade 5 Students about Fractions Ariza Fitriani Safira; Harun Harun
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 9, No 2 (2024): Volume 9 Number 2 September 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jetl.v9i2.5857

Abstract

This research developed a measuring instrument in the form of a three-tier diagnostic test to measure students' misconceptions in fraction material in grade V. This research aims to determine (1) the validity, reliability, and item characteristics of the three-tier diagnostic test and (2) the level of misconceptions of grade V elementary school students in Pontianak. This research used quantitative approach and test development model by Mardapi, that has nine steps. The subjects were fifth-grade students in Pontianak City, and the developed test instruments focused on addition-subtraction of fractions, each with two sets of questions A and B. The instrument were analyzed for content and construct validity, reliability, and item characteristics based on IRT using Partial Credit Model (PCM). The results show that the developed test instrument demonstrated strong content and construct validity. Reliability analysis shows high reliability, with Cronbach's Alpha values >0,7. Item fit analysis reveal that 91% and 73% were fit, therefore the unfit items were fixed or eliminated. The analysis of misconceptions shows that 39.52% of students do not understand the concept of fractions’ addition and subtraction, and 29.09% experienced misconceptions. Additionally, 12.61% have false positives, and 8.97% have false negatives. Only 6.30% understood the concept correctly, and 3.52% guessed correctly or understood but had doubts. Generally, the final test instrument demonstrated good validity, reliability and item qualities.
The Influence of Fable Fairytale and Listening Ability Into Young Children Students’ Speaking Skill of Sleman Yogyakarta Nada Salwa; Harun Harun; Hully Hully
International Journal of Educational Narratives Vol. 2 No. 4 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/ijen.v2i4.1133

Abstract

Language skills are not separate from the four components of language itself: listening, speaking, pronouncing, and writing. And one of the efforts in improving the ability of fable storytelling for young students can be done by speaking and listening skills. The study aims to test the influence of fable storytelling and fictional abilities on speaking B-class of young children of the sleman district. The research method used is quantitative research of the causality type using ex post facto research methods. The research was carried out on five districts in the district of Sleman, which are: Tempel, Godean, Mlati, Ngaglik, and Prambanan. Total samples are 202 children, with proportional sampling tehnique. Data collection techniques using angket via google form. Data analysis techniques using multiple regression analysis with SPSS 27. The results of the study show that (1) the fable ability variable (X1) has a positive and significant influence with t counting 6.077 and p-value 0,000 against speaking (Y); (2) the speech variable(X2) has a significant influency with t-counting 12.985 and p –value 0,000 against speech (Y); (3) the fairy tale ability variables (X1) and speech capacity (X2) jointly have a positive influence and significance with F- counting 679.297 and a speech p-valuation 0,000. (Y)