Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS LATIHAN MAT PILATES TERHADAP KESTABILAN TEKANAN DARAH PEREMPUAN DEWASA MUDA Cut Vidya Aslina; Ilham Ilham; Ely Yuliawan; Alek Oktadinata
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i2.36296

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, sehingga pengendalian tekanan darah sejak usia muda menjadi penting. Mat Pilates merupakan latihan low-impact yang menekankan kontrol postur, pernapasan, dan stabilitas inti, serta berpotensi menjadi strategi non-farmakologis untuk membantu mengelola tekanan darah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh latihan Mat Pilates terhadap tekanan darah pada perempuan dewasa muda berusia 22–35 tahun. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental one-group pretest-posttest dengan enam partisipan yang dipilih secara purposive. Program latihan dilaksanakan selama empat minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu (12 sesi) dan durasi sekitar 60 menit per sesi. Tekanan darah diukur menggunakan sfigmomanometer digital sebelum dan sesudah program. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 121 mmHg menjadi 105 mmHg (p = 0,059; d = 0,69), dan tekanan darah diastolik menurun dari 78 mmHg menjadi 68 mmHg (p = 0,089; d = 0,60). Meskipun kedua perubahan tersebut belum mencapai signifikansi statistik, besar pengaruh (effect size) tergolong sedang, yang mengindikasikan potensi manfaat praktis dari latihan Mat Pilates dalam membantu mengelola tekanan darah. Diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar untuk mengonfirmasi temuan ini.
PEMAHAMAN PELATIH DAN ATLET TERHADAP PERATURAN BARU DALAM PENCAK SILAT (STUDI KASUS ATLET POPNAS PROVINSI JAMBI) Muhamad Irsyad; Endarman Saputra; Yusradinafi -; Alek Oktadinata
Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 8 No 2 (2025): Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/rjpo.v8i2.20965

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menggali seberapa baik pelatih dan atlet memahami aturan-aturan terbaru dalam olahraga pencak silat, dengan fokus khusus pada atlet yang terlibat dalam ajang POPNAS di Provinsi Jambi. Latar belakang penelitian ini didasari oleh adanya pembaruan regulasi oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) menjelang pelaksanaan POPNAS 2025, yang meliputi sistem penilaian elektronik, kategori usia, serta aturan teknis pertandingan. Perubahan ini menuntut kesiapan pelatih dan atlet dalam memahami dan menerapkan aturan secara tepat agar tidak menimbulkan kesalahan saat bertanding. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan total sampling, yang melibatkan sebanyak 14 responden yaitu 4 orang pelatih dan 10 atlet. Untuk mengumpulkan data, digunakan instrumen berupa kuesioner yang memakai skala Likert, dan instrumen ini sudah melalui pengujian validitas serta reliabilitas. Dari hasilnya, ternyata tingkat pemahaman para pelatih dan atlet soal peraturan baru itu masuk kategori sangat baik, dengan persentase keseluruhan yang lebih dari 80%. Pemahaman tertinggi terdapat pada indikator sikap terhadap peraturan baru, sedangkan indikator terendah pada aspek sosialisasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pelatih dan atlet pencak silat Provinsi Jambi telah memahami dengan baik peraturan baru pencak silat, meskipun diperlukan peningkatan dalam penyebaran informasi dan pelatihan terkait regulasi terbaru.
Comparative study of TKPN test results based on gender among high school students in jambi province Krisvoniawati Hidayah; Nabil Afiqra Febriza; Muhammad Fathan Arisyi; Herudi Lubis; Alek Oktadinata; Ely Yuliawan
Jurnal Patriot Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Patriot
Publisher : Department of Coaching, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/patriot.v7i4.1192

Abstract

Problems: Differences in physical fitness based on gender are often reported, but variations between schools as a contextual factor in learning readiness have not been empirically explored at the high school level. This study examines these differences by considering the influence of school institutions. Purpose: To analyze differences in the results of the Nusantara Student Fitness Test (TKPN) based on gender and inter-school variations among high school students in Jambi Province. Methods: A comparative quantitative study with a cross-sectional design using data from 85 students (35 male, 50 female) in three high schools. The TKPN components included flexibility, abdominal muscle endurance, leg-arm muscle endurance, and cardiovascular endurance. Statistical analysis used Welch's t-test and two-way ANOVA (gender × school). Results: There was no significant difference in PFT composite scores between males (10.68±1.39) and females (10.74±2.27) (p=0.879). The effect of gender on each component was also insignificant (p>0.05). However, a strong school effect was found on the composite score (F=18.07; p<0.001; ηp²=0.33), with the highest mean at SMAN 5 Kota Jambi (11.97±1.35). Conclusion: Differences in fitness based on gender in this sample were not significant, while variations between schools showed an important contextual influence. This study has limitations in its generalizability due to the limited sample size. The contribution of this study provides an empirical basis for the development of school-based fitness interventions. Suggestions for future research include expanding the sample size and investigating specific school factors such as the quality of facilities and physical education learning.
Hubungan Dukungan Sosial dan Fasilitas Latihan terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Porkes pada Mata Kuliah Tenis Lapangan Fathan Arisyi, Muhammad; Muhammad Ali; Wawan Junresti Daya; Ilham; Ugi Nugraha; Reza Hadinata; Alek Oktadinata; Endarman Saputra
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 9 No. 2 (2026): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/qvf1r616

Abstract

This study aims to analyze the relationship between social support and training facilities on students’ learning motivation in the Sports and Health Education Study Program (PORKES) in tennis courses. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The population consisted of 155 students using total sampling technique. Data were collected using validated questionnaires and analyzed using Pearson correlation and multiple linear regression. The results showed that social support (r = 0.089; p > 0.05) and training facilities (r = 0.079; p > 0.05) had a positive but very weak and non-significant relationship with learning motivation. Regression analysis also indicated that social support (p = 0.379) and training facilities (p = 0.474) did not significantly influence learning motivation. The study's conclusions indicate that social support and training facilities do not significantly influence learning motivation, suggesting that other factors beyond the studied variables may influence student learning motivation. Therefore, a more comprehensive learning strategy is needed to improve student learning motivation. Keywords: Learning Motivation, PORKES Students, Social Support, Tennis Court, Training Facilities.  
Analisis Kemampuan Gerak Dasar Lokomotor Berdasarkan Tes TGMD-2 pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 131 Kota Jambi Erpana, Alya Rivani Putri; Widowati, Atri; Khairunnisa, Fitri; Yuliawan, Ely; Oktadinata, Alek
Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jptd.v11i1.53289

Abstract

Kemampuan gerak dasar lokomotor merupakan aspek penting dalam perkembangan motorik anak usia sekolah dasar karena berkaitan dengan kemampuan bergerak secara efektif dalam aktivitas sehari-hari maupun pembelajaran pendidikan jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan gerak dasar lokomotor siswa kelas I SD Negeri 131 Kota Jambi berdasarkan indikator keterampilan lokomotor pada instrumen Test of Gross Motor Development–Second Edition (TGMD-2), yang meliputi kemampuan berlari, gallop, hop, leap, horizontal jump, dan slide. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek sebanyak 30 siswa kelas I yang dipilih secara acak. Instrumen penelitian menggunakan tes TGMD-2 pada subtes lokomotor. Analisis data dilakukan melalui skor mentah, skor standar, persentil, dan persentase berdasarkan norma TGMD-2. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata Gross Motor Quotient (GMQ) sebesar 115,8 yang berada pada kategori di atas rata-rata. Sebagian besar siswa berada pada kategori di atas rata-rata sebesar 43,33%, diikuti kategori unggul sebesar 26,67%, kategori rata-rata sebesar 26,67%, dan kategori sangat unggul sebesar 3,33%. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan gerak dasar lokomotor siswa kelas I SD Negeri 131 Kota Jambi telah berkembang dengan baik, sehingga dapat menjadi dasar dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani yang lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan.
ANALISIS DAMPAK EVENT OLAHRAGA SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN PEREKONOMIAN DAN PARIWISATA DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR ( Study Kasus : Sumatera Cup Prix ) Fitrianto, Dwiyono; Hadinata, Reza; Junresti Daya, Wawan; Saputra, Endarman; Nugraha, Ugi; Oktadinata, Alek
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48763

Abstract

This research is motivated by the low level of tourist visits and the suboptimal development of the tourism-based economic sector in East Tanjung Jabung Regency. The presence of the Sumatra Cup Prix (SCP) sporting event at the Zabak National Circuit is seen as a potential sports tourism development strategy that can boost the regional economy and tourist appeal. This study aims to analyze the impact of the SCP on economic and tourism growth, identify post-event infrastructure management strategies, and analyze the development of supporting destinations around the circuit area. The research used a qualitative method with a case study approach. Data collection was conducted through observation, in-depth interviews, documentation, and triangulation of data sources. Research informants included the SCP founder, the Tourism Office, MSMEs, accommodation managers, and the surrounding community. Data analysis used data reduction, data presentation, and conclusion drawing, strengthened by NVivo analysis. The results show that the SCP has a positive impact on increasing MSME income, accommodation occupancy, tourist visits, and strengthening the image of East Tanjung Jabung Regency as a sports tourism destination. However, limited supporting infrastructure and the lack of tourist attractions around the circuit remain obstacles to realizing sustainable economic and tourism benefits for the region.
PENGARUH LATIHAN SMALL SIDED GAMES TERHADAP KETEPATAN PASSING BAWAH SISWA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI DI SMA NEGERI 10 TANJUNG JABUNG TIMUR Doni Rianto; Ugi Nugraha; Alek Oktadinata
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.56984

Abstract

This study aimed to determine the effect of small-sided games training on the underhand passing accuracy of volleyball extracurricular participants at SMA Negeri 10 Tanjung Jabung Timur. The study employed an experimental method using a One-Group Pretest–Posttest Design. The sample consisted of 14 volleyball extracurricular participants selected through total sampling. Data were collected using an underhand passing accuracy test and analyzed through the Shapiro–Wilk normality test and the Paired Sample t-test. The results showed that the mean pretest score was 17.14, while the mean posttest score increased to 25.57, indicating an improvement of 8.43 points or 49.10%. The normality test revealed that both pretest and posttest data were normally distributed, with significance values of 0.654 and 0.229, respectively (p > 0.05). The hypothesis test results showed that the calculated t-value (11.640) was higher than the t-table value (2.160) at the 0.05 significance level. Therefore, the research hypothesis was accepted. It can be concluded that small-sided games training has a significant effect on improving underhand passing accuracy in volleyball among extracurricular participants at SMA Negeri 10 Tanjung Jabung Timur.
KEMAMPUAN MOTORIK DAN FUNGSI KOGNITIF: STUDI KORELASI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Alek Oktadinata; Indah Permata Sari; Anggel Hardi Yanto; Atri Widowati; Ely Yuliawan
Jambura Health and Sport Journal Vol 7, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v7i2.31252

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan hubungan antara kemampuan motorik dan fungsi kognitif siswa laki-laki dan perempuan. Sampel penelitian ini mencakup laki-laki dan perempuan, dengan umur 11-12 Tahun yang berjumlah 37 siswa yang terbagi menjadi 22 sampel laki-laki usia rata-rata 11,13 tahun dan 15 sampel perempuan usia rata-rata 11,13 tahun pada siswa sekolah dasar. Penelitian kuantitatif dirancang dengan pendekatan korelasional. Teknik Pengumpulan data menggunakan barrow motor ability test untuk kemampuan motorik yang meliputi: (tes lari shuttle, tes lempar tangkap bola, tes keseimbangan, tes lari sprint) dan untuk mengukur fungsi kognitif digunakan tes concentration grid test. Menurut hasil penelitian, ada korelasi yang signifikan antara kemampuan motorik dan fungsi kognitif sampel laki-laki, dengan signifikansi 0,001, dimana nilai probabilitas (Sig) 0,05. Sedangkan pada sampel Perempuan tidak terdapat hubungan yang signifikan terkait kemampuan motorik dan fungsi kognitif, dengan nilai signifikansi 0,233 dan nilai probabilitas (Sig) 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa perbedaan kemampuan motorik terhadap fungsi kognitif mungkin lebih kuat atau lebih relevan pada siswa laki-laki dibandingkan siswa perempuan. Temuan ini juga menunjukkan pentingnya integrasi aktivitas motorik dalam pembelajaran di sekolah dasar sebagai salah satu upaya untuk mendukung perkembangan kognitif siswa. Program pendidikan sebaiknya disusun dengan mempertimbangkan perbedaan karakteristik antara siswa laki-laki dan perempuan agar intervensi pembelajaran menjadi lebih efektif dan menyeluruh.