Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengaruh Green Marketing Dan Konten Digital Terhadap Keputusan Menginap Studi Kasus Hotel Di Kawasan Nusa Dua Dengan Mediasi Brand Image Arjawa, I Ketut; Sri Wisudawati, Ni Nyoman
YUME : Journal of Management Vol 9, No 1
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yume.v9i1.10989

Abstract

Kajian ini ditunjukkan untuk mengidentifikasi dampak dari penerapan green marketing dan strategi konten digital terhadap pertimbangan akhir menginap wisatawan pada hotel di kawasan Nusa Dua dengan brand image diteliti sebagai variabel mediasi dalam studi ini. Metode survei diterapkan dalam pendekatan kuantitatif penelitian ini.. Adapun yang menjadi populasi dalam kajian ini adalah wisatawan yang pernah menginap di hotel kawasan Nusa Dua. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling dan melibatkan 140 partisipansebagai sampel. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada mereka menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis dengan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa green marketing dan konten digital memiliki pengaruh yang menguntungkan dan nyata terhadap persepsi brand image dan keputusan menginap. Brand image juga memiliki pengaruh yang menguntungkan dan nyata terhadap keputusan menginap. Lebih lanjut, brand image terbukti menjadi variabel mediasi yang signifikan. Dengan kata lain, green marketing dan konten digital berpengaruh terhadap keputusan menginap, sebagian besar karena kemampuannya membangun citra merek yang positif. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi pemasaran ramah lingkungan yang dikomunikasikan secara efektif melalui konten digital dapat memperkuat citra merek hotel dan meningkatkan keputusan wisatawan untuk menginap. Studi ini diharapkan mampu memberikan panduan atau landasan bagi pengelola hotel dalam merancang strategi pemasaran berkelanjutan dalam rangka peningkatan daya saing di industri perhotelan.
Membuka Potensi: Evaluasi Komprehensif Augmented Reality dan Virtual Try-On Dalam Membentuk Persepsi Konsumen Sari, Desak Made Febri Purnama; Wibisono, Stefanus Rendhy; Sari, Putu Ratna Juwita; Wisudawati, Ni Nyoman Sri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi komprehensif terhadap pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Try-On (VTO) dalam membentuk persepsi konsumen pada industri kosmetik di Bali. Latar belakang penelitian adalah pesatnya transformasi digital industri kosmetik global, di mana merek-merek besar seperti L'Oréal dan Maybelline telah sukses mengimplementasikan AR/VTO untuk meningkatkan pengalaman berbelanja. Di Bali, meskipun tingkat literasi digital masyarakat tinggi (87,15%), terdapat kesenjangan signifikan antara kesiapan konsumen dengan kemampuan adopsi teknologi imersif oleh UMKM kosmetik lokal yang masih bergantung pada pemasaran konvensional. Mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggali makna dan pengalaman subjektif secara mendalam. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan delapan informan yang terdiri dari konsumen (pengguna dan non-pengguna AR/VTO), produsen (pengguna dan non-pengguna teknologi), beauty influencer, serta seorang pengamat ekonomi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, dengan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AR/VTO berperan krusial dalam meningkatkan kepercayaan konsumen (brand trust), mengurangi ketidakpastian produk, dan menciptakan pengalaman belanja yang personal, interaktif, dan menyenangkan (hedonic motivation). Namun, UMKM lokal dihadapkan pada tantangan berupa keterbatasan modal, literasi digital, dan akses terhadap teknologi. Penelitian ini memberikan implikasi strategis bagi pelaku UMKM untuk mempertimbangkan adopsi AR/VTO guna meningkatkan daya saing, serta memberikan kontribusi teoretis pada kajian pemasaran digital dan perilaku konsumen.
Karakter Merek di Era Digital: Pengaruh Brand Personality Dan Viral Marketing Terhadap Intensi Pembelian Melalui Brand Awareness Coffee Shop di Denpasar Saputra, Kadek Aditya Dharma; Wisudawati, Ni Nyoman Sri
AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis Vol. 6 No. 1 (2026): AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/jmeb.v6i1.1788

Abstract

The rapid expansion of coffee shops in Denpasar has intensified competition, making product differentiation increasingly difficult. As offerings become more homogeneous, digital interaction, brand personality, and viral marketing emerge as decisive factors in shaping consumer behavior. However, empirical studies examining how these elements jointly influence purchase intention particularly through the mediating role of brand awareness remain limited. This study aims to analyze the effects of brand personality and viral marketing on purchase intention by incorporating brand awareness as a mediating variable among coffee shop consumers in Denpasar. A quantitative approach was employed using a structured questionnaire administered to 119 respondents selected through purposive sampling. Respondents were required to be active social media users who had visited local coffee shops and had been exposed to digital promotional content. Data were analyzed using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to evaluate both direct and mediated relationships among variables. The findings reveal that brand personality and viral marketing each exert significant positive effects on brand awareness and purchase intention. Brand awareness also shows a strong and significant effect on purchase intention. Further analysis confirms that brand awareness effectively mediates the influence of brand personality and viral marketing on consumers’ intention to purchase. These results highlight the importance of establishing a compelling brand personality supported by engaging and shareable digital content to enhance brand visibility and strengthen consumer purchasing decisions in a highly competitive market.
Strategi Influencer Marketing dan Dampaknya Terhadap Minat Beli Melalui Analisis Mediasi Brand Image dan First Impression Kerajinan Perak Celuk Kadek Swastuti Lestari; Ni Nyoman Sri Wisudawati
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3596

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya strategi pemasaran digital dalam meningkatkan daya tarik produk kerajinan tradisional agar dapat bersaing di pasar modern. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh strategi influencer marketing terhadap minat beli konsumen kerajinan perak Celuk dengan mempertimbangkan peran mediasi brand image dan first impression. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 150 responden yang diperoleh melalui teknik purposive sampling, kemudian data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) melalui SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer marketing berpengaruh positif signifikan terhadap minat beli baik secara langsung maupun tidak langsung melalui brand image dan first impression. Brand image terbukti memperkuat hubungan antara influencer marketing dan minat beli dengan memberikan persepsi kualitas, eksklusivitas, dan nilai budaya pada kerajinan perak Celuk. Sementara itu, first impression menjadi faktor kunci yang membangun pengalaman awal konsumen dalam menilai produk, sehingga mampu mendorong keinginan membeli. Kesimpulannya, efektivitas strategi influencer marketing tidak hanya terletak pada promosi langsung, tetapi juga pada kemampuan menciptakan citra merek yang positif dan kesan pertama yang menarik. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengrajin maupun pemasar agar lebih optimal dalam mengelola promosi digital dengan memanfaatkan kekuatan influencer sekaligus memperkuat positioning produk.
Menguatkan Daya Tarik Produk Melalui Brand Awarness Dalam Meningkatkan Efektifitas Pemasaran Kerajinan Di Desa Celuk Putu Swasti Adnyani; Ni Nyoman Sri Wisudawati
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4190

Abstract

Studi ini bertujuan menganalisis strategi penguatan daya tarik produk melalui kesadaran merek untuk meningkatkan efektivitas pemasaran Di Desa Celuk , sebuah bisnis kerajinan perak lokal yang menyasar pasar domestik dan internasional. Dalam konteks persaingan yang semakin ketat di industri kerajinan perak, kesadaran merek memainkan peran krusial dalam membangun persepsi positif konsumen, meningkatkan pengenalan produk, dan memengaruhi keputusan pembelian. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pemilik bisnis, karyawan, dan konsumen. Temuan menunjukkan bahwa peningkatan kesadaran merek memperkuat daya tarik produk melalui tiga aspek utama: diferensiasi desain, kualitas produksi yang konsisten, dan pemanfaatan strategi komunikasi pemasaran digital. Keberhasilan upaya ini tercermin dalam keterlibatan konsumen yang lebih tinggi, loyalitas merek yang lebih kuat, dan aktivitas promosi yang lebih efektif dalam memperluas jangkauan pasar. Hasil ini menekankan bahwa kesadaran merek bukan hanya alat untuk pengenalan produk tetapi juga instrumen strategis untuk menciptakan nilai tambah dan daya saing berkelanjutan. Implikasi praktis dari studi ini menyoroti pentingnya bagi Di Desa Celuk untuk terus mengoptimalkan branding melalui inovasi desain, integrasi narasi budaya lokal, dan penggunaan media sosial secara aktif sebagai platform untuk edukasi dan promosi. Oleh karena itu, penguatan kesadaran merek dapat meningkatkan daya tarik produk dan berkontribusi signifikan terhadap efektivitas pemasaran jangka panjang.