Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN KECEPATAN LARI 40 METER PADA ANAK LAKI-LAKI USIA 10-12 TAHUN DENGAN NORMAL FOOT DAN FLAT FOOT DI SEKOLAH DASAR NEGERI 8 DAUH PURI Ni Made Maya Risna Ayu; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; Agung Wiwiek Indrayani
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 8 No 1 (2020): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.138 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2020.v08.i01.p01

Abstract

Kemampuan lokomotor yang penting dimiliki oleh anak untuk melakukan aktivitas sehari-hari adalah kecepatan lari. Kecepatan lari dipengaruhi oleh berbagai kondisi, salah satunya yaitu kondisi flat foot. Kondisi flat foot mengakibatkan terjadinya hiperpronasi forefoot yang akan mengurangi kecepatan lari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kecepatan lari 40 meter pada anak laki-laki usia 10-12 tahun dengan normal foot dan flat foot. Rancangan penelitian menggunakan cross sectional analitik dengan total sampel 48 orang dan dilakukan pada bulan Maret 2019. Penelitian dilakukan dengan memeriksa bentuk arkus pedis normal foot dan flat foot menggunakan Staheli Arch Index dan mengukur kecepatan lari menggunakan lintasan lari sepanjang 40 meter. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk Test dan uji hipotesis Independent T Test untuk mengetahui perbedaan nilai kecepatan lari pada kelompok normal foot dan flat foot. Hasil Independent T Test mendapatkan nilai p=0,003 (p<0,05) yang berarti terdapat perbedaan kecepatan lari 40 meter yang signifikan pada kelompok normal foot dan flat foot. Hasil penelitian juga menunjukkan nilai rerata kecepatan lari pada kelompok normal foot dan flat foot masing masing 8,18 ± 0,61 dan 8,87 ± 0,88. Simpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan kecepatan lari 40 meter pada anak laki-laki usia 10-12 tahun dengan normal foot dan flat foot, dimana kelompok normal foot memiliki kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok flat foot Kata Kunci: Flat Foot, Normal Foot, Kecepatan Lari 40 meter, Usia 10-12 Tahun, Staheli Arch Index
KOMBINASI INFRARED DAN CONTRACT RELAX STRETCHING SAMA BAIK DENGAN KOMBINASI INFRARED DAN DEEP TRANSVERSE FRICTION TERHADAP PENURUNAN DISABILITAS LEHER KONDISI TENSION-TYPE HEADACHE PADA APARATUR SIPIL NEGARA DI KANTOR GUBERNUR BALI Komang Sri Mirawati; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; I Wayan Gede Sutadarma
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 5 No 2 (2017): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.596 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2017.v05.i02.p03

Abstract

ABSTRACT Persistent contraction of the muscles of the neck will causes neck disability so it can be tension-type headache.The purpose of this study was to compare the combination of infrared and contract relax stretching with the combination of infrared and deep transverse friction to the decrease of neck disability in tension-type headache condition. This research is experimental with pre-test and post-test group design. The sample of research are 28 people divided into two groups. Group 1 was given combination of infrared and contract relax stretching while group 2 was given combination of infrared and deep transverse friction. Measurement of neck disability is using Neck Disability Index( NDI) . Hypotension tested in each group using Paired sample t-test was obtained p = 0.000 for group 1 and p = 0.000 for group 2. The result showed that at each groups had a significant decrease in neck disability. To compare the results of the decrease of neck disability after intervention using Independent sample t-test in both groups obtained p = 0.741 (p> 0.05). The conclusion is the combination of infrared and contract relax stretching showed no significant difference as combination of infrared and deep transverse friction to the reduce of neck disability with tension-type headache conditions. A deep transverse friction can be used if the patient wants a more comfortable when given intervention and very recommended for client that loss of understanding. Keywords: infrared, contract relax strtching, deep transverse friction, neck disability index (NDI), tension type-headache.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION DIBANDINGKAN AROMATHERAPY MASSAGE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR PADA PEKERJA PEREMPUAN DI RUMAH SAKIT BALI ROYAL DENPASAR Ni Made Nuari Diahputri; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; Luh Made Indah Sri Handari Adiputra
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 5 No 2 (2017): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.426 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2017.v05.i02.p01

Abstract

ABSTRACT Sleeping quality is someone’s satisfaction about his or her sleeping to rest their body and mind in order to reduce fatigue. The Progressive Muscle Relaxation (PMR) and Aromatherapy Massage are some of the therapy relaxation used to improve the sleeping quality. The Wilcoxon Sign Rank Test showed significant results with p value=0,007 (p<0,05) in Progressive Muscle Relaxation (PMR) group and p value=0,006 (p<0,05) in Aromatherapy Massage group, that means there was significance difference of the increase of sleeping quality before and after intervention. The result of Mann-Whitney U-test revealed there was no difference on mean of sleeping quality score improvement between Progressive Muscle Relaxation (PMR) and Aromatherapy Massage group, with p value=0.738 (p>0.05). It can be concluded that Progressive Muscle Relaxation (PMR) is as good as Aromatherapy Massage in improving sleeping quality of women employees in Bali Royal Hospital Denpasar. Keyword: Sleeping quality, Progressive Muscle Relaxation, Aromatherapy Massage, Pittsburgh Sleep Quality Index Questioner.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN DAYA TAHAN KARDIOVASKULER PADA REMAJA DI DENPASAR Kadek S Prima Dewi S; M. Widnyana; Nila Wahyuni; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 1 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2022.v10.i01.p08

Abstract

Pendahuluan: Remaja merupakan penduduk usia 10-19 tahun, usia remaja diasosiasikan dengan masa transisi dari anak-anak menuju tahapan dewasa. Adapun faktor yang mempengaruhi daya tahan kardiovaskuler yaitu IMT dan aktivitas fisik. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan IMT dengan daya tahan kardiovaskuler dan apakah ada hubungan aktivitas fisik dengan daya tahan kardiovaskuler pada Remaja di Kota Denpasar.Metode: Penelitian ini termasuk penelitian observasional analitik dengan menggunakan metode cross-sectional yang dilkukan bulan maret 2021. Penelitian ini melibatkan 93 orang siswa dengan metode pengambilan sample non – probability sampling menggunakan teknik consecutive sampling. Variabel bebas penelitian yaitu IMT dan aktivitas fisik dengan variabel terikat yaitu daya tahan kardiovaskuler. Variabel kontrol adalah usia. Teknik analisis menggunakan uji statistika univariat dengan presentatif atau deskriptif dan analisis bivariat dengan chi-square.Hasil: Hasil analisis chi square menunjukkan bahwa adanya hubungan IMT dengan daya tahan kardiovaskuler pada remaja di Denpasar dengan nilai p sebesar 0,002 yang menunjukkan bahwa nilai p<0,05. Kurangnya asupan gizi yang dimiliki seseorang dengan kategori underweight adalah proses energi senyawa ATP menjadi energi gerak membuat responden menjadi cepat lelah tentunya berpengaruh pada daya tahan kardiovaskulernya. Terdapat hubungan aktivitas fisik dengan daya tahan kardiovaskuler pada remaja di Denpasar dengan nilai p sebesar 0,005 yang menunjukkan nilai p<0,05.Simpulan: Semakin aktif seseorang melakukan aktivitas fisik maka akan semakin kuat daya tahan kardiovaskuler. Jantung berfungsi untuk pemompa darah yang menjadi traspoter bahan makanan dan oksigen harus lebih keras lagi memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara meningkatnya kekuatan otot jantung oleh karena itu kualitas pompa jantung akan meningkat. Kata Kunci: indeks massa tubuh (IMT), aktivitas fisik, daya tahan kardiovaskuler
HUBUNGAN GLENOHUMERAL INSTABILITY TERHADAP TERJADINYA SWIMMER’S SHOULDER PADA KLUB RENANG DI KABUPATEN BADUNG Dewa Ayu Diah Agung Maheswari; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati; Ni Wayan Tianing
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 9 No 3 (2021): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2021.v09.i03.p02

Abstract

Swimmer’s Shoulder menggambarkan kondisi nyeri bahu yang dialami oleh perenang, salah satu faktor resikonya yaitu glenohumeral instability yang merupakan kondisi ketidakstabilan bahu. Kondisi bahu yang tidak stabil dapat menurunkan performa atlet yang dapat meningkatkan resiko terjadinya swimmer’s shoulder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan glenohumeral instability terhadap terjadinya swimmer’s shoulder pada klub renang di Kabupaten Badung. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analytic dengan pendekatan metode cross sectional study dan teknik nonprobability sampling dengan jenis purposive sampling dalam. Sampel berjumlah 67 orang, yang diukur glenohumeral instability nya menggunakan tes spesifik yaitu apprehension test dan sulcus sign test dengan skala Visual Analog Scale (VAS) dan swimmer’s shoulder menggunakan kuesioner Western Ontario Rotator Cuff (WORC). Analisis data yang digunakan yaitu teknik spearman’s rho dengan nilai p=0,001, sampel dengan kondisi bahu yang stabil berjumlah 50 orang (74,6%) dan dominan berpotensi rendah terjadinya swimmer’s shoulder (74,6%) sedangkan kondisi bahu yang tidak stabil 17 orang (25,4%) dan dominan berpotensi sedang terjadinya swimmer’s shoulder (25,4%). Hasil analisis data ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara glenohumeral instability dengan swimmer’s shoulder pada klub renang di Kabupaten Badung. Kata Kunci: perenang, swimmer’s shoulder, glenohumeral instability
PERBANDINGAN AGILITY LADDER EXERCISE METODE LATERAL RUN DENGAN CIRCUIT TRAINING DALAM MENINGKATKAN KELINCAHAN PEMAIN FUTSAL PADA TIM GRIYA TANSA TRISNA DALUNG Gede Denny Wiradarma; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; I Gusti Ayu Artini
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 5 No 3 (2017): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.125 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2017.v05.i03.p02

Abstract

ABSTRACTAgility is a form of exercise with fast movement and changing direction and agile. Seeing the many agility exercisestargeting the coordination of muscle nerves, reaction speed, balance, muscle strength alone but did not increaseflexibility significantly. This study aims to determine the comparison of agility ladder exercise lateral run method withcircuit training in terms of increased agility.The research design with experimental Pre-Test and Post- Test TwoGroup Design, sample of 18 people divided into 2 groups with simple random sampling. The sample of this researchis futsal team player Griya Tansa Trisna Dalung. Group 1 was given Agility Ladder Exercise Lateral Run method andgroup 2 was given Circuit Training, research for 5 weeks with dose of exercise 3 times in one week. Illinois Agility runtest used before and after training to measure agility. Normality test using Saphiro Wilk, homogeneity using Levene'stest and hypothesis testing using Independent T-test. The data mean group 1 and group 2 were normal and homogeneousdistributed with mean increase in group 1 was 2.89 and group 2 was 4.47. Difference between group 1 andgroup 2 was obtained p = 0,000 (p <0,05) meaning statistically significant difference.This research concludes circuittraining exercises more effective are used to improve agility on the team's futsal player Griya Tansa Trisna Dalung.Keywords: agility, agility ladder exercise, lateral run method, circuit training
PERBEDAAN EFEKTIVITAS INTERVENSI SHOULDER STRENGTHENING EXERCISE DENGAN SHOULDER STABILIZATION EXERCISE DALAM MENGOREKSI SCAPULAR ALIGNMENT PADA REMAJA PENDERITA FORWARD SHOULDER POSTURE DI SMA NEGERI 3 DENPASAR Dewa Ayu Kadek Ari Purnama Dewi; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; Indira Vidiari Juhanna
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 1 (2019): Majalah Imiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.643 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2019.v07.i01.p12

Abstract

Forward Shoulder Posture merupakan maladaptasi postur yang menyebabkan bahu mengarah ke depan melebihi alignment normal tubuh. Postur ini menyebabkan skapula protraksi melebihi pusat gravitasi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas Shoulder Strengthening Exercise dengan Shoulder Stabilization Exercise dalam mengoreksi scapular alignment pada remaja penderita Forward Shoulder Posture. Desain penelitian menggunakan Pre-Post Test Two Group Design dengan total sampel 20 orang. Hasil uji berpasangan diperoleh Kelompok I dan kelompok II p<0,05 berarti ada penurunan acromion distance. Uji beda selisih penurunan acromion distance dengan didapatkan p>0,05 hasil tersebut menunjukan tidak ada perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok. Simpulan penelitian ini adalah shoulder strengthening exercise sama baik dengan shoulder stabilization exercise dalam mengoreksi scapular alignment pada remaja penderita Forward Shoulder Posture di SMAN 3 Denpasar. Kata Kunci: forward shoulder posture, acromion distance, shoulder strengthening exercise, shoulder stabilization exercise.
HUBUNGAN BENTUK UJUNG SEPATU TERTUTUP (CLOSED TOE SHOE) TERHADAP KONDISI ARKUS KAKI PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Made Sri Ambarawati; Ni Luh Nopi Andayani; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 9 No 3 (2021): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2021.v09.i03.p07

Abstract

Perkembangan zaman memunculkan berbagai model sepatu yang dapat menunjang penampilan khususnya bagi kalangan mahasiswi. Penggunaan footwear dapat memengaruhi kondisi arkus kaki. Perubahan pada kondisi arkus yang abnormal berdampak bagi mahasiswi. Tujuan penelitian ini ialah membuktikan hubungan antara bentuk ujung sepatu tertutup (closed toe shoe) terhadap kondisi arkus kaki pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini berupa studi cross sectional bersifat analitik yang dilakukan di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana pada bulan Desember 2020 – Februari 2021. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 82 orang yang terbagi dua kelompok pengguna ujung sepatu bulat dan pengguna ujung sepatu runcing. Penelitian ini dilakukan secara online dan offline dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19.Uji hipotesis chi square test digunakan dalam menganalisis hubungan bentuk ujung sepatu dan kondisi arkus kaki pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana didapatkan p value 0,154. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara bentuk ujung sepatu tertutup yang digunakan oleh mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan kondisi arkus kaki. Berdasarkan hasil tersebut peneliti memprediksi berbagai faktor yang memengaruhi hasil penelitian menjadi tidak signifikan selama pandemi COVID – 19 diantaranya lama penggunaan sepatu, aktivitas fisik dan pembebanan, serta penggunaan alat ukur. Kata Kunci : ujung, sepatu, arkus, bulat, runcing
PENGARUH DURASI PENGGUNAAN DAN TINGKAT KECANDUAN SMARTPHONE TERHADAP KEJADIAN FORWARD SHOULDER POSTURE PADA REMAJA USIA 16-18 TAHUN DI SMA NEGERI 2 DENPASAR Diana Putri Maharani; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; Ni Nyoman Ayu Dewi
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 2 (2019): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.733 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2019.v07.i02.p09

Abstract

Penggunaan smartphone yang semakin meningkat dan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan timbulnya gangguan muskuloskeletal, salah satunya Forward Shoulder Posture (FSP) apabila seseorang menggunakan smartphone dalam posisi yang tidak benar dalam waktu lama dan berulang. Durasi penggunaan smartphone dan tingkat kecanduan smartphone merupakan faktor penyebab terjadinya beberapa gangguan muskuloskeletal yang sering muncul. Penelitian berikut penelitian observasional analitik cross sectional dengan sampel remaja usia 16-18 tahun di SMA Negeri 2 Denpasar sejumlah 63 orang. Hasil diketahui durasi penggunaan smartphone memiliki efek signifikan pada kejadian FSP, p sebesar 0,028 (p<0,05) serta tingkat kecanduan smartphone terdapat efek terhadap kejadian FSP, p sebesar 0,043 (p<0,05). Hasil regresi logistik, durasi penggunaan smartphone dan tingkat kecanduan smartphone merupakan faktor-faktor yang memengaruhi kejadian FSP pada remaja usia 16-18 tahun di SMA Negeri 2 DenpasarKata kunci : Durasi Penggunaan Smartphone, Tingkat Kecanduan Smartphone, Forward Shoulder Posture
HUBUNGAN PEMBERIAN PROGRAM TAMAN KANAK-KANAK A TERHADAP PERKEMBANGAN FUNGSI MOTORIK ANAK USIA 5-6 TAHUN DI YAYASAN MUTIARA BUNDA PEMOGAN DENPASAR Nacha Najabilubaba; Ni Wayan Tianing; M Widnyana; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 8 No 1 (2020): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.99 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2020.v08.i01.p02

Abstract

Perkembangan adalah hasil dari proses pematangan yang berupa bertambahnya kemampuan dan keterampilan dalam fungsi tubuh. Perkembangan pada saat usia anak ini menjadi penting karena ada yang berpendapat bahwa apa yang terjadi pada orang dewasa ditentukan dari perkembangan pada saat masih usia anak-anak. Salah satu upaya pemerintah untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang salah satunya yaitu TK-A. Namun, masih banyak anak usia 5-6 tahun yang belum mengikuti program tersebut sehingga menyebabkan perkembangan motoriknya lebih terlambat dibandingkan dengan anak yang mengikuti program TK-A. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian program TK-A terhadap perkembangan motorik pada anak usia 5-6 tahun di Yayasan Mutiara Bunda Pemogan Denpasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik menggunakan rancangan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Maret 2019. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling dengan sampel berjumlah 42 orang.. Variabel dependen yang diukur adalah perkembangan motorik dengan pemeriksaan menggunakan lembar DDST. Variabel independen dalam penelitian ini adalah program TK-A. Uji hipotesis yang_digunakan_adalah Chi_Square Test untuk menganalisis signifikansi hubungan antara pemberian program TK-A terhadap perkembangan motorik anak. Pada perhitungan analisis data, diperoleh nilai p sebesar 0,571 sehingga p > 0,05. Kesimpulan dari penelitian dan uji statistik tersebut adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian program TK-A terhadap perkembangan_motorik_anak_usia 5-6_tahun di Yayasan Mutiara Bunda Pemogan Denpasar. Kata kunci: anak usia prasekolah, motorik anak, Taman Kanak-kanak A.
Co-Authors Adhitya, I Putu Gde Surya Agung Wiwiek Indrayani Alifia Dwi Lestari Alit Triwahyuni Anak Agung Gede Angga Puspa Negara Anak Agung Gede Eka Septian Utama Andi Hamid Junior Ari Wibawa Aria Wibawa Baiq Leny Suhartati Crisanty, Putu Aristya Desak Made Dwi Kesumayanti Dewa Ayu Diah Agung Maheswari Dewa Ayu Kadek Ari Purnama Dewi Dewi Hana Putri Dian Arisanti, Ni Kadek Diana Putri Maharani Gede Denny Wiradarma Govinda Vittala I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Gede Alit Kamayoga I Dewa Gede Alit Kamayoga I Gusti Ayu Artini I Gusti Ayu Dea Rarassanti I Gusti Ayu Dea Rarassanti I Gusti Ayu Dwita Wahyu Laksmi I Gusti Ayu Putu Armayanthi I Gusti Ayu Rea Vera Wijaya I Gusti Ayu Shanti Dewi I MADE MULIARTA . I Made Niko Winaya I Nyoman Adi Putra I Nyoman Adi Putra I Putu Adiartha Griadhi I Putu Meika Semara Putra I Wayan Gede Sutadarma I Wayan Gede Sutadarma I Wayan Sugiritama Ida Ayu Dewi Wiryanthini Ida Ayu Eka Pradnya Paramita Dewi Paramita Dewi Ida Ayu Harnum Febry Wiguna Ika Pradipta Dewi Indah Pramita Indira Vidiari Juhanna Jovanka Rayhan Susilo Kadek S Prima Dewi S Kamayoga, I Dewa Gede Alit Komang Githa Pradnyamitha Dewi Komang Sri Mirawati Laili Nuriya Istiani Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Putu Ratna Sundari M Widnyana Made Dwipa Maha Indra Made Eva Nata Putri Made Hendra Satria Nugraha Made Sri Ambarawati Made Widnyana Made Widnyana Nacha Najabilubaba Ni Kadek Citra Patmala Ni Kadek Dian Arisanti Ni Koman Gorin Sabatini Ni Koman Gorin Sabatini Ni Komang Artini Yanti Ni Komang Ayu Juni Antar Ni Komang Ayu Juni Antari Ni Luh Nopi Andayani Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati Ni Made Ida Kristina Dewi Ni Made Maya Risna Ayu Ni Made Nuari Diahputri Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Putu Diah Asyana Putri Ni Putu Nirarya Putri Ni Wayan Bintang Mida Suputri Ni Wayan Tianing Nila Wahyuni Nila Wahyuni Pradnyadewi, Putu Premanatara Putra, Dewa Gede Gangga Kusuma Putra, I Putu Yudi Pramana Putri Miucin Putu Ayu Meka Raini Putu Ayu Sita Saraswati Putu Ayu Wulan Purnama Dewi Putu Hemma Pardana Putri Putu Mulya Kharismawan Putu Rama Adhityadharma Ruma, I Made Winarsa Sabatini, Ni Koman Gorin Saraswati, Ni Luh Putu Gita Karunia Sayu Aryantari Putri Thanaya Selvi Sihabuddin Surya Adhitya P.Gd Susy Purnawati Tirza Nanda Kristanti Trisna Damayanti wahyu, I Made Wahyu Pranatha Putra Wati, Putu Erna Sintya Widyaswari, Ni Made Arindra Yudi Pramana