Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Meningkatan Hasil Belajar IPA Materi Energi dan Perubahannya Melalui Metode Proyek Suprapti, Sri
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 1 No 2 (2021): Volume 1, Nomor 2, Desember 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v1i2.243

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu : 1) Mendeskripsikan metode proyek dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi Energi dan Perubahannya. 2) Mendeskripsikan pelaksanaan metode proyek dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi Energi dan Perubahannya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus yang masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SD Negeri Banjarjo 1 Kecamatan Plemahan yang berjumlah 23 siswa meliputi 9 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Instrumen penilaian meliputi RPP, lembar observasi guru, lembar observasi guru dan siswa, dan tes evaluasi. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data secara deskriptif dengan menggunakan rumus persentase, apabila ≥ 85% siswa tuntas belajar maka siklus dihentikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran proyek dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi Energi dan Perubahannya pada siswa kelas VI SD Negeri Banjarjo 1 Kecamatan Plemahan tahun 2018. Peningkatan ketuntasan belajar siklus I terdapat 13 siswa (57%) tuntas belajar dan 10 siswa (43%) tidak tuntas belajar dengan nilai rata-rata 66,52. Siklus II diperoleh data 16 siswa (70%) tuntas belajar dan 7 siswa (30%) tidak tuntas belajar dengan nilai rata-rata 68,70. Siklus III terdapat 20 siswa (87%) tuntas belajar dan 3 siswa (13%) tidak tuntas belajar dengan nilai rata-rata 73,91. Hasil data tersebut dapat diketahui bahwa nilai hasil belajar siswa dari siklus II ke siklus III ternyata mengalami peningkatan 17%. Pelaksanaan pembelajaran pada siklus III sudah memenuhi kriteria ketuntasan belajar yang telah ditetapkan yaitu ≥ 85% dari jumlah seluruh siswa sudah tuntas belajar, karena yang dicapai adalah 87% sehingga penelitian tindakan kelas dihentikan pada siklus III ini.
Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Layanan Bimbingan Kelompok dengan Menggunakan Teknik Diskusi pada Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 4 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2017/ 2018 Suprapti, Sri
JURNAL PENDIDIKAN Vol 30 No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v30i3.1717

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui bimbingan kelompok dengan teknik diskusi pada kelas VIII A SMP Negeri 4 Sukoharjo tahun pelajaran 2017/ 2018. Desain penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi.Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 4 Sukoharjo tahun pelajaran 2017/ 2018 sebanyak 6 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah  data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan-tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, evaluasi dan refleksi. Untuk menjaga objektivitas data hasil observasi dengan menggunakan teknik triangulasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan-tahapan observasi dan perencanaan, refleksi tindakan, monitoring penelitian, refleksi hasil penelitian dan pengembangan. Hasil penelitian tindakan kelas diperoleh nilai mean motivasi belajar pada prasiklus sebesar 51,56 %. Pada siklus I diperoleh mean sebesar 61,45% dan siklus II diperoleh mean sebesar 85,41%. Berdasakan hasil penelitian menunjukkan siswa mulai menyadari pentingnya motivasi belajar. Hal ini dapat dilihat siswa yang mulai bersemangat mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Dari uraian hasil penelitian dapat disimpulkan  bahwa telah terjadi peningkatan motivasi belajar siswa melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi.
The Influence of Promotion, Service Quality, and Brand Image on Students' Decisions to Study Choose at Universitas Widya Husada Semarang Pratama, Adri Aditya; Suparmi, Suparmi; Suprapti, Sri
Untag Business and Accounting Review Vol 2, No 1: April 2023
Publisher : Faculty of Economics and Business UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/ubar.v2i1.3908

Abstract

The company uses an integrated marketing strategy with the aim of increasing student purchasing decisions in making choices. The purpose of this study was to analyze the effect of promotion, service quality, and brand image on student decisions. This research was conducted using a survey method on 85 students at Universitas Widya Husada Semarang. Data analyzed using multiple linear regression. The results of the study found that promotion, service quality, and brand image had a positive and significant effect on student decisions.
PENGARUH PERSEPSI PERIKLANAN HIJAU DAN CITRA MEREK TERHADAP NIAT BELI RAMAH LINGKUNGAN DIMODERASI KEPEDULIAN LINGKUNGAN Ida Ayu Made Krisna Dewi; Ni Wayan Sri Suprapti
E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana VOLUME.14.NO.11.TAHUN.2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis peran kepedulian lingkungan dalam memoderasi pengaruh persepsi periklanan hijau dan citra merek terhadap niat beli produk ramah lingkungan dengan objek produk perawatan kulit merek Avoskin.  Data dikumpulkan dari 112 orang melalui survei dengan menyebarkan kuesioner secara luring dan daring,  kemudian dan dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi terhadap periklanan hijau tidak berpengaruh signifikan terhadap niat beli dan citra merek tidak berpengaruh signifikan terhadap niat beli. Kepedulian lingkungan tidak mampu memoderasi pengaruh persepsi periklanan hijau, tetapi mampu memoderasi pengaruh citra merek terhadap niat beli produk ramah lingkungan dengan arah yang positif. Artinya makin peduli konsumen terhadap lingkungan, maka citra merek mampu menimbulkan niat beli atau dengan kata lain bagi konsumen yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, mereka menilai bahwa citra merek menyebabkan mereka berniat untuk membeli produk perawatan kulit merek Avoskin. Secara teoritis, temuan ini menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan memperkuat pengaruh citra merek terhadap niat beli. Secara praktis, hasilnya mendorong Avoskin untuk menargetkan konsumen yang berorientasi lingkungan.   This study aims to examine and analyse the role of environmental concern in moderating the influence of green advertising perception and brand image on the intention to purchase environmentally friendly products, using Avoskin skin care products as the focal product. Data were collected from 112 people via a survey, distributed both offline and online, and analysed using Moderated Regression Analysis (MRA). The results showed that perceptions of green advertising and brand image had no significant effect on purchase intention. Environmental awareness did not moderate the influence of perceptions of green advertising. Still, it did moderate the impact of brand image on the intention to purchase environmentally friendly products in a positive direction. This means that the more consumers care about the environment, the more brand image can generate purchase intention. In other words, consumers who care about the environment believe that brand image causes them to intend to purchase Avoskin brand skin care products. Theoretically, these findings show that environmental concern strengthens the influence of brand image on purchase intention. In practice, the results encourage Avoskin to target environmentally conscious consumers.
Penguatan Ekonomi Melalui Green Strategic Management pada Usaha Budidaya Cacing Tanah Di Desa Ketan Ireng Kota Pasuruan Yani, Fitri; Suprapti, Sri; Fajri Rinanti, Rosyida
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1698

Abstract

Budidaya cacing tanah memiliki nilai ekonomis yang besar, mudah diterapkan, serta memberikan keuntungan ekologis dalam pengelolaan limbah organik dan peningkatan kesuburan tanah. Latar belakang kegiatan adalah minimnya pemanfaatan potensi lokal dan tingginya masalah limbah organik rumah tangga yang belum dikelola baik. Cacing tanah dipilih sebagai subjek pengembangan karena memiliki potensi dalam industri farmasi, maupun pupuk organik, dan berkontribusi dalam menjaga ekosistem tanah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam mengelola usaha budidaya cacing tanah yang berlandaskan konsep ekonomi hijau di Desa Ketan Ireng Kota Pasuruan. Selain itu, mampu meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan pendapatan masyarakat dengan menciptakan lapangan kerja di sekitar desa seiring permintaan budidaya cacing tanah serta meningkatkan keterampilan manajemen mitra, khususnya Green Strategic Management dalam kualitas cacing tanah dan penciptaan lingkungan bersih melalui pengelolaan limbah organik yang efektif. Metode pelaksanaannya meliputi pelatihan dan pendampingan pada mesin pencacah dan mesin pengaduk, pencatatan laporan keuangan, penggunaan APD serta strategi pemasaran yang berlandaskan Green Strategic Management. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mitra mengenai ekonomi hijau, keterampilan mengelola budidaya cacing tanah, serta motivasi yang lebih baik untuk menjadikan usaha ini sebagai sumber penghasilan bagi masyarakat setempat. Kegiatan ini juga mendorong pemahaman pentingnya praktik ekonomi berkelanjutan yang sejalan dengan kesejahteraan sosial dan pelestarian lingkungan.
Pola Penggunaan Obat Antipsikotik pada Pasien Skizofrenia di Seluruh Puskesmas Kota Yogyakarta Styawan, Yulis; Suprapti, Sri; Utami, Artha Woro
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v6i1.2244

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan mental yang menyebabkan seseorang mengalami disfungsional secara fisiologis untuk dirinya sendiri maupun interaksi sosial. Prevalensi skizofrenia di Indonesia tahun 2018 yaitu sebanyak 6,7 per 1000 rumah tangga. Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki prevalensi tertinggi kedua yaitu 10,4 per 1.000 rumah tangga. Pasien skizofrenia dapat ditangani dengan terapi pengobatan antipsikotik. Obat antipsikotik merupakan golongan obat-obat tertentu yang diawasi penggunaannya karena rawan disalahgunakan. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui gambaran pola penggunaan obat antipsikotik pada pasien skizofrenia di puskesmas wilayah Kota Yogyakarta bulan Oktober-Desember 2020. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif. Populasi penelitian adalah data resep obat pasien dengan diagnosis skizofrenia yang mendapatkan obat antipsikotik di seluruh puskesmas wilayah Kota Yogyakarta bulan Oktober-Desember 2020. Teknik sampling secara total sampling. Sampel penelitian sebanyak 574 data resep. Data yang diteliti yaitu karakteristik pasien, jenis skizofrenia, dan golongan obat antipsikotik yang diresepkan. Data dianalisis secara univariat, ditampilkan dalam bentuk tabel persentase dan diuraikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik pasien skizofrenia di puskesmas wilayah Kota Yogyakarta dominan berjenis kelamin laki-laki (60,94%) dan berumur pada masa dewasa (26-45 tahun) sebesar 48,44%. Jenis skizofrenia yang paling banyak yaitu F20.9 Schizophrenia unspecified (19,79%). Golongan obat antipsikotik yang sering digunakan adalah golongan antipsikotik tipikal (82,06%) dan kombinasi obat yang paling banyak digunakan adalah klorpromazin-haloperidol (56,27%).   
Gambaran Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Kotagede II Bulan November-Desember 2020 Natasia, Amaris; Suprapti, Sri; Trilestari, Trilestari
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v6i2.2595

Abstract

Prevalensi hipertensi di Indonesia tahun 2018 berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk usia 18 tahun sebesar 34,1%. Studi sebelumnya oleh Hussain menunjukkan bahwa hanya 9% orang dewasa dengan hipertensi yang mencapai tekanan darah terkontrol di Indonesia. Pengobatan hipertensi di Indonesia bergantung pada pelayanan kesehatan primer. Namun untuk mencapai tekanan darah terkontrol masih menjadi tantangan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antihipertensi yang sering digunakan sebagai di Puskesmas Kotagede II.  Jenis penelitian merupakan penelitian deskriptif studi survei yang bersifat retrospektif dengan rancangan cross sectional.  Sampel penelitian adalah data rekam medis pasien hipertensi di Puskesmas Kotagede II ada bulan November sampai Desember tahun 2020 yang berjumlah 184.  Teknik sampling secara Total Sampling. Data diolah secara persentase dan disajikan dalam bentuk tabel.  Berdasarkan penelitian diperoleh karakteristik pasien hipertensi di Puskesmas Kotagede II yang dominan berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan sebesar 114 (62%), berdasarkan umur adalah 61-70 tahun sebesar 70 (38,0%). Penggunaan obat antihipertensi terapi tunggal lebih banyak digunakan daripada terapi kombinasi yaitu sebesar  90,22%. Terapi tunggal yang paling banyak diresepkan adalah amlodipine 5 mg sebanyak 81 kali peresepan, terapi kombinasi yang paling banyak diresepkan adalah amlodipine 10 mg dan hidroklortiazid yaitu 12 kali peresepan. Jenis obat antihipertensi yang paling sering digunakan adalah amlodipine 5 mg diresepkan  sebanyak 82 kali (40,59%). Golongan obat antihipertensi yang banyak diresepkan adalah CCB (Calcium Channel Blocker) sebesar 159 kali (70,71%) meliputi amlodipin 5 mg, amlodipin 10 mg dan nifedipin. Frekuensi cara penggunaan obat antihipertensi yang paling sering adalah 1 x 1 (satu kali sehari satu minum obat).
Gambaran Pola Pengobatan dan Komplikasi Pada Pasien Diabetes Melitus (DM) Tipe II di RSUD Panembahan Senopati Bantul Estiningsih, Daru; Pratama, Joni Yoga; Sarwadhamana, Raden Jaka; Wulandari, Ari Susiana; Suprapti, Sri
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v8i2.5135

Abstract

Diabetes melitus (DM) ialah peningkatan kadar gula darah yang disebabkan oleh masalah gangguan sekresi insulin, gangguan kerja insulin atau kombinasi keduanya. Kejadian diabetes melitus di Indonesia menduduki peringat ke empat dari 6,9% menjadi 8,5% dengan prevalensi 8,6% dari total populasi terhadap kasus diabetes melitus tipe II. Kejadian diabetes melitus di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami peningkatan. Berdasarkan Riskesdas tahun 2018 prevalensi rata-rata DM di DIY 3,2% lebih tinggi dari angka rata-rata nasional sebanyak 1,5%. Tingginya prevalensi penyakit DM menjadikan penyakit ini menjadi salah satu penyakit yang mendapatkan pemantauan yang ketat dalam hal  pencegahan, tatal laksana terapi dan risiko terjadinya komplikasi yang akan mempengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola pengobatan dan komplikasi yang terjadi pada pasien DM tipe II rawat jalan di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data retrospektif dan menggunakan simple random sampling. Sampel yang digunakan adalah rekam medis pasien DM tipe II rawat jalan di RSUD Panembahan Senopati Bantul periode Januari 2021–Agustus 2023.  Hasil dari penelitian ini diperoleh pola penggunaan obat yakni pemberian monoterapi OHO  golongan sulfonilurea (10,6%). Biguanida (28,3%), insulin (27,4%), kombinasi 2 OHO  sebesar 23,89% dan kombinasi injeksi insulin dan OHO sebesar 9,7%. Komplikasi dengan persentase yang tertinggi adalah komplikasi hiperosmolaritas 31%, komplikasi nefropati 25%,  dan komplikasi spesifik lainnya 19%. Kesimpulan pola peresepan  pada pasien DM tipe 2 rawat jalan di RSUD Pabenbagan Senopati dengan persentase tiga (3) tertinggi adalah obat golongan biguanid, sulfonilurea dan alfa-glukosidase, sedangkan komplikasi terbanyak yakni hiperosmolaritas
Review Artikel: Perilaku Masyarakat dalam Penggunaan Jamu untuk Pengobatan Suminingtyas, Ifa Aris; Herlina, Tetie; Suprapti, Sri
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i1.5555

Abstract

Jamu merupakan bagian obat tradisional yang penggunaannya dilakukan secara turun temurun merupakan warisan leluhur yang sampai saat ini kelestariannya tetap terjaga. Pemerintah telah mengeluarkan peraturan tentang saintifikasi jamu nasional sebagai upaya untuk mendukung pemanfaatan jamu yang aman, efektif dan bermutu. Tujuan penelitian ini adalah melakukan studi literatur terhadap penelitian yang menyelidiki tentang perilaku masyarakat dalam penggunaan jamu dan efektifitas penggunaan jamu bila digunakan dalam pengobatan. Metode yang digunakan adalah pelaporan naratif. Pencarian artikel diambil dari database online di web https://garuda.kemdikbud.go.id , penelitian hanya dilakukan di Indonesia pada tahun 2016 hingga tahun 2024. Kata kunci yang digunakan dalam penelitian adalah: penggunaan jamu, jamu untuk pengobatan, penggunaan jamu tradisional. Hasil penelitian menunjukkan perilaku masyarakat dalam penggunaan jamu dalam pengobatan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu tingkat pendidikan, pekerjaan, informasi, sumber informasi, usia dan dukungan dari orang lain. Tingkat kepatuhan terhadap penggunaan jamu dapat meningkatkan keberhasilan terapi. Peran pemerintah dalam program otonomi daerah merupakan hal yang sangat penting dalam meningkatkan inovasi pengelolaan jamu
Efektivitas Tepung Porang (Amorphophallus oncophyllus) Dalam Menurunkan Kadar Glukosa Darah dan Meningkatkan Berat Badan Pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin Estiningsih, Daru; Nurwanti, Esti; Kusumawardani, Nurul; Suprapti, Sri
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i2.6568

Abstract

Prevalensi diabetes mellitus tipe 2 meningkat secara signifikan, sehingga diperlukan intervensi berbasis pangan fungsional. Porang (Amorphophallus oncophyllus) mengandung glukomanan yang berpotensi sebagai terapi adjuvan diabetes. Mengetahui efek pemberian tepung porang terhadap kadar glukosa darah dan berat badan tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin (STZ). Penelitian eksperimental dengan desain *pretest-posttest randomized controlled group design* menggunakan 30 ekor tikus jantan galur Wistar. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok: normal, kontrol negatif, kontrol positif (glibenklamid 0,1 mg/kgBB), porang dosis 40 mg/kgBB, dan porang dosis 400 mg/kgBB. Diabetes diinduksi dengan STZ 45 mg/kgBB intraperitoneal. Pengukuran glukosa darah dilakukan hari ke-0, 7, dan 14, sedangkan berat badan diukur hari ke-0, 3, 7, 10, dan 14. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dilanjutkan uji LSD (p<0,05). Kelompok porang dosis 400 mg/kgBB menunjukkan penurunan glukosa darah yang signifikan dari 386,00±24,99 mg/dL menjadi 101,00±21,60 mg/dL (p<0,05), serta peningkatan berat badan dari 130,00±3,24 g menjadi 147,25±12,12 g. Hasil ini setara dengan kelompok glibenklamid dan lebih baik dibandingkan kelompok porang dosis 40 mg/kgBB. Tepung porang dosis 400 mg/kgBB efektif menurunkan glukosa darah dan meningkatkan berat badan pada tikus diabetes yang diinduksi STZ.
Co-Authors A.A. Sg. Ani Ariani Abadiyah, Af’idatul Agung Wibowo Agustina, Pita Alief Noor Farida Alit Suryani Anak Agung Gede Satrya Anggara Putra Arif Suryo Priyatmojo Arya Nugraha Suryaatmaja Chintia Wulansari Claudia Lorenzia Core Dewa Ayu Putu Kusuma Dewi Eka Kartika Endang Swastuti Estiningsih, Daru Fajri Rinanti, Rosyida Fatmawati, Annisa Fatmawati, Fatmawati Fitri Yani Fitriyah, Fatih Luth Gede Hadi Reynaldi Gede Suparna gita ekowati anjarsari Gunawan, Adhi Herlina, Tetie I Ketut Rahyuda I Made Wardana I Nyoman Dayuh Rimbawan I Putu Gde Sukaatmadja I Putu Gede Manik Kartika Yudha Ida Ayu Made Krisna Dewi Ida Ayu Putu Niya Pradnya Santi Issy Yuliasri Iwan Trisna Jaya Jesuina Soares Cabral Juniarto, Galuh Kadek Ciptadi Sujana Ketut Nurcahya Kusumawardani, Nurul Lestari, Ugi Lestari, Ugi Luh Gede Indah Permata Sari Luh Putu Sri Wulandari Semadi Manusu, Abd Sukri S. Melia Melia Muchayatin, Muchayatin Nafi`ah, Likmatun Natasia, Amaris Ni Luh Gede Agis Sapitri Ni Nyoman Kerti Yasa Nosahari Febrin Jokohael Nugraha, Asta Nur Jannah Nuraini, Ira Ayu Fitri Nurchayati Nurchayati Nurinda, Eva Nurwanti, Esti Nuryani, Wiwik Putri Parju, Parju Pasca Kalisa Prastyawan, Hendra Pratama, Adri Aditya Pratama, Joni Yoga Puspitasari, Ade Putri, Annisa Fitri Setiyanto Rahadian Prianata Raka Yasta Vinartha Roslina Lali Wuda Sarwadhamana, Raden Jaka Selvina Juliana Pelupessy Setyabudi, Setyabudi Shiang, Grace Yeh Shiang, Grace Yeh Siti Aminah Solikah, Wahyu Yuliana Sri Maryati Styawan, Yulis Suminingtyas, Ifa Aris Suparmi Suparmi Suroto Suroto Suyati - trilestari, trilestari Utami, Artha Woro W, Widhiyanto Wayan Ardani Wayan Sukmantara Wulan Saraswaty Wulandari, Ari Susiana Yati, Iffah Mardi Yohanes Paulus Hanny Wadhi Yurilla Endah Muliatie, Yurilla Endah