Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Kegiatan Utama Pelayanan Posyandu Di Kecamatan Jatinangor Regina Chintya Fani; Sefita Aryuti Nirmala; Tina Dewi Judistiani
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.523 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i1.13966

Abstract

Posyandu adalah Pos Pelayanan Terpadu yang merupakan bentuk peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan yang dibentuk oleh dan untuk masyarakat itu sendiri. Pelayanan Posyandu dilaksanakan kader dan saat ini seluruh desa di wilayah Provinsi Jawa Barat telah memiliki kader kesehatan, hanya saja dalam pelaksanaannya masih terdapat kegiatan utama pelayanan Posyandu yang tidak dilaksanakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kegiatan utama pelayanan di Posyandu Kecamatan Jatinangor. Metode Penelitian ini menggunakan metode obsevasional bersifat kuantitif dengan pendekatan potong lintang. Penelitian dilaksanakan di Posyandu pada tanggal 05 Agustus - 20 Agustus 2016. Pengumpulan data dlakukan dengan menggunakan daftar tilik dan teknik consecutive sampling yang berjumlah 14 Posyandu dari 10 Desa di kecamatan Jatinangor dan menggunakan analisis Univariat. hasil penelitian ini menunjukan 15,9% ibu hamil yang periksa mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan, 27,8% pelayanan yang dibutuhkan, konseling akseptor KB dilaksanakan dan 0.31% pemberian oralit yang dilaksanakan. Simpulan penelitian ini adalah kegiatan utama pelayanan Posyandu masih belum terlaksana dengan baik, sehingga masih perlu evaluasi dan tindak lanjut secara berkala terhadap kegiatan utama yang telah dikerjakan di posyandu.Kata Kunci : Kegiatan utama, Pelayanan, Posyandu
Faktor Predisposisi Bidan dalam Pelaksanaan Program Stimulasi, Deteksi Dini dan Intervensi Tumbuh Kembang (SDIDTK) Dhea Nevira Khairunnisa; Dini Saraswati Handayani; Sefita Aryuti Nirmala; Sri Astuti; Tina Dewi Judistiani
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.205 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i4.18498

Abstract

     Pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas diselenggarakan melalui kegiatan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK). Program SDIDTK adalah program pokok Puskesmas DTP Kota Bandung yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan khususnya oleh bidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor predisposisi bidan dalam pelaksanaan program SDIDTK. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah seluruh bidan yang bekerja di Puskesmas DTP Kota Bandung, berjumlah 75 bidan. Data yang digunakan adalah data primer diperoleh dari kuesioner yang diberikan kepada bidan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli  - Agustus 2016. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bidan berumur 26-30 tahun 37 orang (49,3%), berpendidikan D3 66 orang (88,0%), lama bekerja >5 tahun 37 orang (49,3%), pernah pelatihan 15 orang (20,0%) dan lama pelatihan <1 tahun,1-2 tahun, >3 tahun masing-masing 5 orang (6,7%). Gambaran bidan yang memiliki pengetahuan cukup 39 orang (52,0%) dan memiliki sikap positif 39 orang (52,0%) Simpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap bidan yang merupakan faktor predisposisi dalam pelaksanaan program SDIDTK dapat dikatakan masih dalam kategori cukup. Pelatihan SDIDTK, seminar atau workshop mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sangat disarankan dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan bidan mengenai SDIDTK.Kata Kunci : Bidan, Faktor Predisposisi, SDIDTK
PENGARUH PELATIHAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF TERHADAP PENGETAHUAN MENYUSUI KELOMPOK PENDUKUNG ASI DI DESA MEKARGALIH DAN CIPACING KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG sri astuti; Ari indra susanti; Tina Dewi Judistiani
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.027 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i3.10360

Abstract

Survei kesehatan (Riskesdas) tahun 2010 melaporkan bahwa ibu yang melakukan pemberian ASI eksklusif hanya sekitar 15,3% di Indonesia. Pada tahun 2013, ibu yang melakukan pemberian ASI eksklusif sebesar 25,4% di wilayah Jawa Barat. Angka ini semakin menurun terutama di tingkat kecamatan. Hal ini berperan dalam peningkatan prevalensi gizi buruk pada anak-anak di bawah usia 6 bulan yang akhirnya akan berdampak pada peningkatan angka kematian anak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan pemberian ASI Eksklusif terhadap pengetahuan menyusui Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI) yang dilaksanakan di Desa Mekargalih dan Cipacing, Kecamatan Jatinangor kabupaten Sumedang. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental pretest posttest design yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik purposive sampling sebanyak 100 responden dari Desa Mekargalih dan Desa Cipacing. Penelitian ini menggunakan data primer dengan memberikan kuesioner kepada responden sebelum dan sesudah diberikan pelatihan dan pembentukan KP-ASI. Untuk menganalisis pengaruh (hubungan)  pelatihan pemberian ASI Eksklusif terhadap pengetahuan menyusui KP-ASI digunakan analisis T-Test dan Rank Spearman. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan tentang pemberian ASI pada kelompok pendukung ASI di kedua desa sebelum dan setelah pelatihan terbanyak kurang, dan  menunjukkan pengaruh yang bermakna pelatihan pemberian ASI Eksklusif terhadap pengetahuan menyusui KP- ASI  (p<0.05). Pembentukan dan pelatihan KP-ASI dapat meningkatkan pengetahuan menyusui KP-ASI sehingga mendorong para ibu untuk melakukan pemberian ASI Eksklusif.Kata kunci: ASI eksklusif, pengetahuan, KP-ASI
Tinjauan Kasus Kegawatdaruratan Maternal Dan Neonatal Sefita Aryuti Nirmala; R. Tina Dewi Judistiani; Sri Astuti; Wulan Tanti Aprianti
SEAJOM: The Southeast Asia Journal of Midwifery Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : AIPKIND (Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.583 KB) | DOI: 10.36749/seajom.v4i2.35

Abstract

The maternal mortality (AKI) and the neonatal mortality (AKN) in Kabupaten Sumedang is caused by the maternal urgency and neonatal. The maternal urgency is a dangerous phenomena that can be a life-threatening caused by the problems of pregnancy, labor, and postpartum. It is the phenomena that threatens the life of newborn babies in the range of 0-28 days old. This study aimed to investigate the maternal and neonatal urgency in Puskesmas PONED Tanjungsari in 2015. Descriptive method with cross sectional approachment was used in this study. The data was retrospectively gained from the medical record of the patients that experienced maternal and neonatal urgency in Puskesmas PONED Tanjungsari Kabupaten Sumedang in 2015. The cases of maternal urgency that frequently happened in Puskesmas Tanjungsari was premature rupture of membranes that reached 28 cases or 37,8%. Meanwhile, in 2015, there was no neonatal urgency happened and recorded in Puskesmas PONED Tanjungsari. The characteristics of maternal age that experienced the maternal urgency was about 20-35 years ord with 51 cases happened or 68,9%. The number of live birth in range of 2-3 reached 37 cases or 50%. The referal cases with a healthy condition reached 72 cases or 97,3% and for them who got complicated cases reached 2 cases or 2,7%. The cases of maternal and neonatal urgency that happened in Puskesmas Tanjungsari mostly caused by the premature rupture of membranes with the characteristics of maternal age about 20-35 years old and the number of live birth in range of 2-3. Puskesmas Tanjungsari has followed the clinic procedure before referring the patients to the nearest PONEK hospital by doing stabilization to the patients. Moreover, the condition of the patients reffered to the nearest PONEK hospital were mostly in a good and health condition.
Presepsi Ibu Tentang Asuhan Balita Oleh Mahasiswa Tingkat III Dalam Program Mitra Keluarga Ranti Febriyani; Sri Astuti; R. Tina Dewi Judistiani; Sefita Aryuti Nirmala
SEAJOM: The Southeast Asia Journal of Midwifery Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : AIPKIND (Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.239 KB) | DOI: 10.36749/seajom.v5i1.43

Abstract

Sustainable midwifery services, focusing on the aspects of prevention, health promotion and empowerment based on partnerships with the community. The role and function of the midwives of which gives the orphanage on toddlers. The purpose of this research is to know the presepsi of satisfaction towards the care of mothers on toddlers given student level III as a partner of the family. Our satisfaction patients based on reliability, responsiveness, assurance, empathy and physical evidence. This research is quantitative research descriptive research method with the pontong approach of latitude, the population in this research is to foster family found a toddler in the village of Cikeruh and the villages of Cipacing, sampling in the This research uses the technique of total sampling samples used are 46 mother foster family. Data collection is done using primary data and distribute questionnaires.The Research results obtained from 46 mother of our satisfaction in giving care is 52.2% 47.8% feel satisfied and not satisfied against the care given to toddlers. Based on the characteristics of mothers with primary education being satisfied as much as 53.8%, 20-35-year-old mother was satisfied 83.3% and mothers who are not working as much satisfied 95.8%. Our satisfaction about the physical evidence 60.9% were satisfied and about the response of 58.7% were satisfied, regarding the reliability of 58.7% were satisfied, about empathy 52.2% were satisfied and about 52.2% satisfied guarantee. Conclusions on the research of family foster mother that our satisfaction satisfied against the orphanage toddler as much as 52.2%. That's already been given appropriate and expected by the mother.
Kontribusi Stresor dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Tenaga Kependidikan Berdasarkan Uraian Tugasnya di Institusi Pendidikan Kesehatan Karya Husada Kediri (Sebuah Analisis Jalur) Wahyu Nuraisya; Firman F. Wirakusumah; Tina Dewi Judistiani
Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education Vol 2, No 2 (2013): JULI
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.634 KB) | DOI: 10.22146/jpki.25177

Abstract

Background: Quality of management education is an important aspect for the continuity of education and the acquisition of quality outcomes. Human resource management requires good performance of educational personnel in providing services to students and the lecturers themselves supporting the implementation of tasks. For the lecturers, the demand of task implementation is sort of a stressor. A good motivation well-achieved the performance of educational personnel. This study aimed to determine the correlation of stressors and motivation of the lecturers’ performance based on job descriptions in the work of health education institution Karya Husada Kediri.Method: This study is an analytical research correlated with cross-sectional approach. The population is all educational personnel in health education institution Karya Husada Kediri. Study sample was 50 educational staff with a total population of the technique. Collecting date using questionnaire.Results: The results of correlation analysis using Pearson test found that work stressors negatively correlated (r = -0.315) with the performance, and there is a positive correlation (r = 0.408) between work motivation and performance. The results of analysis using path analysis showed a influence between stressors and simultaneously with the performance of work motivation with square values of r = 0.359 and the influence of other variables that are not observed at 0.641.Conclusion: Low work stressors and highly motivation could raise the performance of the educational personnel at health education institute Karya Husada Kediri so in that way there is much more thing to do how to deal with work stressors and motivational improvement to gain better performance.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Melalui Media Kartu Cinta Anak Tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam Meningkatkan Pengetahuan Pasangan Calon Pengantin di KUA Kecamatan Jatinangor Dian Nurlaela; Puspa Sari; Neneng Martini; Merry Wijaya; R. Tina Dewi Judistiani
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 3, No 2 (2018): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.38765

Abstract

Background: The First Thousand Days of Life (Golden Period) is a very critical period from the moment of conception to infant aged 2-year-olds which, if not properly utilized, will have permanent damage such as impaired physical growth, intelligence, and non-communicable diseases. The soon-to-be married couple is one of the target groups to improve health quality in the First 1000 Days of Life (1000 FDL). Improvement of the quality of health can be achieved by providing health education using Kartu Cinta Anak (KCA). Objective: The purpose of this study is to determine the effectiveness of health education using KCA about 1000 FDL in improving the knowledge of soon-to-be married couple in KUA Jatinangor Sub District.Methods: This research used a quantitative method with pre-experimental design in the form of pretest-posttest, conducted in July 2017. The sample of the research are soon-to-be married couples registered in KUA Jatinangor sub district who have never been married and have not had children. The total number of samples are 34 pairs of respondents. Data analysis using Paired Sample t-test.Results: The results showed that the use of KCA was effective in improving soon to be married couple’s knowledge about 1000 FDL, with Paired Sample t-test value of <0,05 (P = 0,000), suggesting that there was significant difference in soon-to-be married couple’s knowledge before and after health education.Conslusion: The conclusion of this research is the use of KCA is effective in improving the knowledge of soon-to-be married couple about the First 1000 Days of Life.
Hubungan Karakteristik Ibu, Asupan Zat Besi, Asam Folat Dan Vitamin C Dengan Status Anemia Ibu Hamil Rizki Nadiya Putri; Sefita Aryuti Nirmala; Irna Kurnia Aprillani; Tina Dewi Judistiani; Merry Wijaya
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 4 (2019): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.44202

Abstract

Latar Belakang : Anemia ibu hamil bergantung pada banyak faktor risiko, misalnya usia ibu, paritas, status sosial-ekonomi dan trimester kehamilan sebagai faktor risiko potensial anemia. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi anemia pada ibu hamil adalah 37,1%. Hasil penelitian Susanti dkk tahun 2017 di Kecamatan Jatinangor, dari 105 ibu hamil dengan pemeriksaan Complete Blood Count (CBC) diperoleh 21,9% ibu mengalami anemia.Tujuan : Mengetahui gambaran status anemia, karakteristik ibu (usia, paritas, pendidikan dan status gizi), kecukupan asupan zat besi, asam folat dan vitamin C dan hubungan antara karakteristik ibu, asupan zat besi, asam folat dan vitamin C dengan status anemia ibu hamil di Kecamatan Jatinangor.Metode: Penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi adalah ibu hamil di kecamatan Jatinangor yang berjumlah 210 orang. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling dengan jumlah sampel yang didapatkan yaitu sebanyak 66 sampel. Pengukuran asupan zat gizi dengan metode food record dalam waktu tiga hariHasil : Terdapat 31,6,% ibu hamil mengalami anemia, tidak ada hubungan antara usia (p=0,91), paritas (p=0,42), pendidikan (p=0,96), status gizi (0,41), zat besi (0,76), asam folat (0,94) dan vitamin C (0,92) dengan status anemia.Kesimpulan : Sebanyak 31,6% ibu hamil mengalami anemia, tidak ada hubungan antara karakteristik ibu, asupan zat besi, asam folat dan vitamin C dengan status anemia ibu hamil
Survei Asupan Asam Folat dan Seng pada Ibu Hamil di Jawa Barat Sri Rahayu; Lani Gumilang; Sri Astuti; Sefita Aryuti Nirmala; R. Tina Dewi Judistiani
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 3 (2019): Agustus
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.178 KB) | DOI: 10.22146/jkesvo.45557

Abstract

Background: The lack of folic acid and zinc intake has considerable impact on both mother and fetus, and based on this research, the intake of folic acid and zinc among pregnant women in West Java is still quite low.Objective: The purpose of this research was to know the intake and average of folic acid and zinc among pregnant women in West Java.Methods: The method of this research was descriptive using cross sectional research design, and the sample was selected by using total sampling method from research of Academic Leadership Grant (ALG) on all first trimester pregnant women as many as 176 respondents who lived in the city of Sukabumi, Cirebon, Bandung and Cimahi recruited in the period of July 2016 - February 2017. Data source was the secondary data from food diary. The analysis used univariate data.Results: Most of the respondents with the folic acid intake not fulfilled were 97,2% and most of them with the zinc intake not fulfilled were 96%, with the average of folic acid intake 163 μg/day and the average of zinc intake 5,1 mg/day.Conclusion: Most of the respondents are categorized in the not fulfilled folic acid and zinc intake with the average under the Recommended Dietary Allowances (RDA) for pregnant women.
Analisis Kualitas AlatUji Objective Structure Clinical Examination(OSCE) di Pendidikan Diploma III Kebidanan STIKes Rajawali Intan Karlina; Tina Dewi Judistiani; Yuni Susanti Pratiwi; Dany Hilmanto; Endang Sutedja; Oki Suwarsa
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 3, No 2 (2016): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.904 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v3i2.13

Abstract

Penilaian kemajuan pendidikan perlu dilakukan untuk mengevaluasi kinerja peserta didik dan institusi pendidikan, apakah program pendidikan menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan standar kompetensi bidan yang telah ditetapkan. OSCE merupakan salah satu alat untuk menguji kompetensi keterampilan mahasiswa secara komprehensif meliputi aspek kognitif, psikomotor, dan afektif yang dibentuk melalui penjabaran kurikulum institusi. Kualitas alat uji OSCE mempunyai peran penting dalam menilai keterampilan klinik. Validitas alat uji perlu dianalisis oleh para penguji hingga didapatkan kesepakatan tentang mutu alat uji tersebut.STIKes Rajawali adalah satu dari tujuh institusi kebidanan Jawa Barat yang telah melaksanakan ujian akhir program dengan OSCE sejak 2012, tetapi belum pernah dilakukan evaluasi terhadap alat uji OSCE. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Wawancara mendalam dilakukan kepada empat dosen yang sudah menerapkan OSCE di Universitas Padjadjaran selama bulan Mei−Desember 2015 untuk mengetahui kualitas alat uji OSCE yang sudah diterapkan di STIKes Rajawali. Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis isi.Alat uji OSCE yang sudah ada di STIKes Rajawali mengalami beberapa perbaikan: area kompetensi dalam blueprintharus mencakup perilaku profesional, jenis kasus yang diujikan harus dituliskan dengan jelas dalam blueprint. Penentuan jumlah station dilakukan berdasarkan jumlah kasus dan kompetensi yang akan diujikan. Waktu ujian harus disesuaikan dengan keterampilan yang diujikan sehingga perlu dilakukan uji coba pada kasus yang akan diujikan. Daftar tilik yang digunakan sebelumnya diubah ke dalam bentuk rubrik penilaian, diperlukannya standar pasien saat pelaksanaan OSCE. Bahasa dalam skenario kasus masih kurang jelas.Kualitas alat uji OSCE belum sesuai standar karena kelengkapan, keluasan dan kejelasan dari segi materi dan bahasa masih kurang. Berdasarkan simpulan tersebut maka perlu diadakan workshop mengenai persiapan dan pelaksanaan OSCE.
Co-Authors Abdullah, Sakina Ahmad Rizal Akhmad Yogi Pramatirta, Akhmad Yogi Amillia Siddiq, Amillia Ani Kusumastuti Anita Deborah Anwar Anita Yuliani Anita Yuliani, Anita Annisa Fauziah Annisa Fauziah, Annisa Aprianti, Wulan Tanti Ari indra Susanti Ari Wibowo Astuti Diah Bestari Ayu Alia Bakhtiar Bakhtiar Benny Hasan Purwara Budi Handono Budi Setiabudiawan Budi Setiabudiawan Budi Setiabudiawan Budi Setiabudiawan Chalid, Maisuri Tadjuddin Dani Setiawan Dany Hilmanto Devi Nurlaelasari Dewi Marhaeni Diah Herawati Dhea Nevira Khairunnisa Dian Nurlaela Dian Tjahyadi Dini Hidayat Dini Saraswati Handayani Effendi, Jusuf Endang Sutedja Fani, Regina Chintya Farid Husin Farid Husin Febriani, Dwi Bahagia Fedri Ruluwedrata Rinawan Firman Fuad Wirakusumah Hadyana Sukandar Heryawan, Iwan Intan Karlina Irman Permana Irna Kurnia Aprillani Johannes Cornelius Mose Jusuf Sulaeman Effendi Khairunnisa, Dhea Nevira Lani Gumilang Linasari, Desy Lulu Eva Rakhmilla, Lulu Eva Madjid, Tita Husnitawati Martini, Neneng Mastiur Julianti Meita Dhamayanti Meita Dhamayanti Merry Wijaya Muh. Nasrum Massi Neli Sunarni Neneng Martini Neneng Martini NURUL AZIZAH Nurul Ilma Nurul Ilma, Nurul Oki Suwarsa Pajajaran, Badar Muhammad Puspa Sari Puspa Sari Puspa Sari Puspa Sari, Puspa Rahmiati, Lina Ramdhan, Muhammad Raihan Ranti Febriyani Ratuafni Shafrina Wardani Regina Chintya Fani Reni Ghrahani Ridha Wahyuni, Ridha Rina Masadah Rizki Nadiya Putri Rosalina, Phang Rufaindah, Ervin Sari Puspa Dewi Sefita Aryuti Nirmala Sefty Mariany Samosir Setyorini Irianti Sri Astuti Sri Astuti Sri Astuti Sri Hastuti, Tuti Sri Rahayu Sumawan, Herman Sunjaya, Deni i Kurniad Syahril, Rizalinda Sylvia Rachmayati Tan, Zaki Miftah Nalalindra Tetty Yuniati Tetty Yuniati Tetty Yuniaty Timoty Krisna Sukoco Tita H Madjid Tita Husnitawati Madjid Tri Hanggono Achmad Turyadi Turyadi, Turyadi Tuti Wahmurti Wahyu Nuraisya Wardani, Ratuafni Shafrina Widi Pertiwi Windi Nurdiawan Wiryawan Permadi Wulan Tanti Aprianti Yessika Adelwin Natalia Yuni Susanti Pratiwi Zahrotur R Hinduan