Putu Oka Yuli Nurhesti
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

HUBUNGAN STATUS PSIKOLOGIS DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI BANJAR KAJENG KOTA DENPASAR Mariska, Luh Putu Melda; Nurhesti, Putu Oka Yuli; Jagat Raya, Nyoman Agus; Sani Utami, Putu Ayu
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i02.p03

Abstract

Proses penuaan yang dialami lansia menyebabkan lansia rentan mengalami perubahan status psikologis yang dapat berpengaruh terhadap tekanan darah lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan status psikologis dengan tekanan darah pada lansia di Banjar Kajeng Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional yang dilakukan selama satu minggu pada bulan Maret 2023. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling (n=45). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner The Depression Anxiety Stress Scales 21 (DASS-21) dan sfigmomanometer digital. Hasil penelitian yang didapatkan melalui uji spearman rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara status psikologis dengan tekanan darah lansia di Banjar Kajeng Kota Denpasar dengan p=0,004, r=0,419 untuk hubungan status psikologis dengan tekanan darah sistolik dan nilai p=0,044, r=0,302 untuk hubungan status psikologis dengan tekanan darah diastolik. Kontribusi status psikologis terhadap peningkatan tekanan darah sistolik yaitu 17,56%, sedangkan kontribusi status psikologis terhadap peningkatan tekanan darah diastolik yaitu 9,12%. Status psikologis berhubungan dengan tekanan darah yang berarti jika nilai status psikologis tinggi, maka tekanan darah juga akan tinggi. Pelaksanaan kegiatan khusus bagi lansia, seperti posyandu, senam lansia, dan penyuluhan kesehatan dapat dilakukan untuk membantu menjaga kestabilan status psikologis dan tekanan darah lansia.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP KERJA DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PENGRAJIN GAMELAN DI DESA TIHINGAN Purnama, Pande Made Dwi Ayu; Nurhesti, Putu Oka Yuli; Manangkot, Meril Valentine
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i05.p07

Abstract

Low back pain merupakan bagian dari gangguan muskuloskeletal yang sering terjadi selama aktivitas kerja. Keluhan low back pain banyak dialami oleh masyarakat umum dan paling banyak terjadi pada pekerja, salah satunya adalah pengrajin gamelan. Proses pembuatan gamelan yang melalui beberapa tahapan menimbulkan keluhan nyeri yang dirasakan pada tubuh. Salah satu faktor yang mempengaruhi timbulnya nyeri tersebut yaitu sikap kerja. Sikap kerja yang tidak ergonomis akan meningkatkan risiko terjadinya low back pain pada pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sikap kerja dengan keluhan low back pain pada pengrajin gamelan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 57 orang, yang didapatkan dengan teknik total sampling. Sikap kerja dan keluhan low back pain diukur dengan menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan REBA. Analisa data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan kuat dengan arah korelasi positif antara sikap kerja dengan keluhan low back pain pada pengrajin gamelan p-value < 0,0001 dengan nilai r = 0,653. Koefisien determinan menunjukkan hasil sebesar 42,6% yang berarti sikap kerja memiliki hubungan dengan keluhan LBP pada pengrajin gamelan sebesar 42,6% sehingga dalam hal ini pekerja pengrajin gamelan diharapkan lebih menyesuaikan posisi tubuh dan memperhatikan durasi dalam bekerja agar terhindar dari risiko kesehatan seperti low back pain.
GAMBARAN RISIKO PENYAKIT KARDIOVASKULAR PADA PEKERJA KANTORAN DALAM DUA DEKADE MENDATANG Astari, Ni Made Winda; Suarningsih, Ni Kadek Ayu; Prapti, Ni Ketut Guru; Nurhesti, Putu Oka Yuli
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i02.p15

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan kontributor utama penurunan kualitas hidup dan kecacatan dengan angka kejadian yang terus meningkat setiap tahunnya. Penyakit kardiovaskular memiliki periode asimtomatik yang panjang sehingga upaya pencegahan dan pengendalian sangat penting dilakukan, salah satunya adalah melalui penilaian risiko penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran risiko penyakit kardiovaskular pada pekerja kantoran dalam dua dekade mendatang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di salah satu bank yang berlokasi di Kabupaten Gianyar. Sampel dari penelitian ini adalah 30 orang pegawai yang dipilih menggunakan teknik probability sampling jenis total sampling. Penelitian ini terdiri dari pengukuran antropometri dan penilaian risiko penyakit menggunakan kuesioner Healthy Heart Score yang berfokus terhadap penilaian sembilan gaya hidup yang diketahui paling efektif dalam menilai risiko penyakit kardiovaskular. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 46,7% responden memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang tinggi dalam dua dekade mendatang dan sebanyak 40% lainnya memiliki risiko sedang. Selain itu, hasil analisis pola hidup menunjukan bahwa mayoritas responden mengonsumsi buah dan sayur tidak sesuai rekomendasi (76,7%), sebagian besar mengonsumsi minuman manis (67,3%), sebagian tidak melakukan aktivitas fisik (50%) dan sebagian rutin mengonsumsi alkohol (50%) dalam satu tahun terakhir. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang tinggi dalam dua dekade mendatang yang dinilai berdasarkan gaya hidup.