Putu Oka Yuli Nurhesti
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

HUBUNGAN STATUS PSIKOLOGIS DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI BANJAR KAJENG KOTA DENPASAR Mariska, Luh Putu Melda; Nurhesti, Putu Oka Yuli; Jagat Raya, Nyoman Agus; Sani Utami, Putu Ayu
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i02.p03

Abstract

Proses penuaan yang dialami lansia menyebabkan lansia rentan mengalami perubahan status psikologis yang dapat berpengaruh terhadap tekanan darah lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan status psikologis dengan tekanan darah pada lansia di Banjar Kajeng Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional yang dilakukan selama satu minggu pada bulan Maret 2023. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling (n=45). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner The Depression Anxiety Stress Scales 21 (DASS-21) dan sfigmomanometer digital. Hasil penelitian yang didapatkan melalui uji spearman rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara status psikologis dengan tekanan darah lansia di Banjar Kajeng Kota Denpasar dengan p=0,004, r=0,419 untuk hubungan status psikologis dengan tekanan darah sistolik dan nilai p=0,044, r=0,302 untuk hubungan status psikologis dengan tekanan darah diastolik. Kontribusi status psikologis terhadap peningkatan tekanan darah sistolik yaitu 17,56%, sedangkan kontribusi status psikologis terhadap peningkatan tekanan darah diastolik yaitu 9,12%. Status psikologis berhubungan dengan tekanan darah yang berarti jika nilai status psikologis tinggi, maka tekanan darah juga akan tinggi. Pelaksanaan kegiatan khusus bagi lansia, seperti posyandu, senam lansia, dan penyuluhan kesehatan dapat dilakukan untuk membantu menjaga kestabilan status psikologis dan tekanan darah lansia.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP KERJA DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PENGRAJIN GAMELAN DI DESA TIHINGAN Purnama, Pande Made Dwi Ayu; Nurhesti, Putu Oka Yuli; Manangkot, Meril Valentine
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i05.p07

Abstract

Low back pain merupakan bagian dari gangguan muskuloskeletal yang sering terjadi selama aktivitas kerja. Keluhan low back pain banyak dialami oleh masyarakat umum dan paling banyak terjadi pada pekerja, salah satunya adalah pengrajin gamelan. Proses pembuatan gamelan yang melalui beberapa tahapan menimbulkan keluhan nyeri yang dirasakan pada tubuh. Salah satu faktor yang mempengaruhi timbulnya nyeri tersebut yaitu sikap kerja. Sikap kerja yang tidak ergonomis akan meningkatkan risiko terjadinya low back pain pada pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sikap kerja dengan keluhan low back pain pada pengrajin gamelan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 57 orang, yang didapatkan dengan teknik total sampling. Sikap kerja dan keluhan low back pain diukur dengan menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan REBA. Analisa data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan kuat dengan arah korelasi positif antara sikap kerja dengan keluhan low back pain pada pengrajin gamelan p-value < 0,0001 dengan nilai r = 0,653. Koefisien determinan menunjukkan hasil sebesar 42,6% yang berarti sikap kerja memiliki hubungan dengan keluhan LBP pada pengrajin gamelan sebesar 42,6% sehingga dalam hal ini pekerja pengrajin gamelan diharapkan lebih menyesuaikan posisi tubuh dan memperhatikan durasi dalam bekerja agar terhindar dari risiko kesehatan seperti low back pain.
GAMBARAN RISIKO PENYAKIT KARDIOVASKULAR PADA PEKERJA KANTORAN DALAM DUA DEKADE MENDATANG Astari, Ni Made Winda; Suarningsih, Ni Kadek Ayu; Prapti, Ni Ketut Guru; Nurhesti, Putu Oka Yuli
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i02.p15

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan kontributor utama penurunan kualitas hidup dan kecacatan dengan angka kejadian yang terus meningkat setiap tahunnya. Penyakit kardiovaskular memiliki periode asimtomatik yang panjang sehingga upaya pencegahan dan pengendalian sangat penting dilakukan, salah satunya adalah melalui penilaian risiko penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran risiko penyakit kardiovaskular pada pekerja kantoran dalam dua dekade mendatang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di salah satu bank yang berlokasi di Kabupaten Gianyar. Sampel dari penelitian ini adalah 30 orang pegawai yang dipilih menggunakan teknik probability sampling jenis total sampling. Penelitian ini terdiri dari pengukuran antropometri dan penilaian risiko penyakit menggunakan kuesioner Healthy Heart Score yang berfokus terhadap penilaian sembilan gaya hidup yang diketahui paling efektif dalam menilai risiko penyakit kardiovaskular. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 46,7% responden memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang tinggi dalam dua dekade mendatang dan sebanyak 40% lainnya memiliki risiko sedang. Selain itu, hasil analisis pola hidup menunjukan bahwa mayoritas responden mengonsumsi buah dan sayur tidak sesuai rekomendasi (76,7%), sebagian besar mengonsumsi minuman manis (67,3%), sebagian tidak melakukan aktivitas fisik (50%) dan sebagian rutin mengonsumsi alkohol (50%) dalam satu tahun terakhir. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang tinggi dalam dua dekade mendatang yang dinilai berdasarkan gaya hidup.
Preoperative Anxiety in Elective Oncology Surgery: A Descriptive Study Kusuma, Putu Aldi Dana; Raya, Nyoman Agus Jagat; Nurhesti, Putu Oka Yuli; Prapti, Ni Ketut Guru
Jendela Nursing Journal (JNJ) Vol 9 No 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v9i2.13377

Abstract

Background: the phenomenon of cancer not only attacks the physical, but also the psychological. One of the actions to deal with physical problems is through elective oncology surgery, which often causes anxiety for patients. This anxiety cannot be considered a small thing because it can have an impact on delaying and even canceling oncology surgery. Objective: this study aims to describe the anxiety level of preoperative patients of elective oncology surgery. Methods: this study employed a descriptive observational study with a cross-sectional approach. Respondents were selected using a purposive sampling technique with specific inclusion and exclusion criteria. Data were collected through the distribution of demographic questionnaires and the Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21) questionnaire and analyzed by descriptive statistics. Results: respondents in this study totaled 106, with 56 respondents who did not experience anxiety (52.8%), 27 respondents who experienced moderate anxiety (25.5%), 12 respondents who experienced severe anxiety (11.3%), 11 respondents who experienced mild anxiety (10.4%), and no one experienced panic attacks. Conclusion: most respondents did not experience anxiety, and almost half of the respondent’s experienced anxiety from low to severe levels. Nurses are expected to innovate in providing counseling, information, and education with digital media and technology related to reducing anxiety before oncology surgery, both in the inpatient and outpatient rooms.
GAMBARAN PERILAKU PERAWATAN KAKI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS III DENPASAR UTARA Sisco, I Made Gede Yogi Febrian; Antari, Gusti Ayu Ary; Widyanthari, Desak Made; Nurhesti, Putu Oka Yuli
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p02

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit yang berlangsung lebih dari enam bulan. Penyakit ini memiliki ciri berupa peningkatan gula darah dalam tubuh yang disebabkan karena resistensi insulin. Salah satu komplikasi dapat terjadi diantaranya neuropati diabetik yang dapat berujung pada luka kaki diabetes dan amputasi jika tidak mendapat penanganan dengan baik. Perawatan kaki sebagai tindakan preventif sangat penting diperhatikan guna dapat mencegah timbulnya komplikasi tersebut. Adapun tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku perawatan kaki pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang berlokasi di Puskesmas III Denpasar Utara. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui teknik non probability sampling, yaitu purposive sampling. Jumlah sampel yang terlibat pada penelitian ini adalah 87 responden yang ditentukan sesuai kriteria inklusi maupun eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden pada usia dewasa tengah (40-60 tahun) sebanyak 55 (63,2%), sebagian besar berjenis kelamin perempuan (57,5%), dan berpendidikan perguruan tinggi (52,9%). Responden dengan perilaku perawatan kaki kategori baik sejumlah 55,2% dan perilaku perawatan kaki kategori kurang baik sejumlah 44,8%. Sebagian besar pasien dengan diabetes melitus tipe 2 sudah menunjukkan perilaku perawatan kaki yang baik, namun masih diperlukan intervensi promotif dan preventif seperti edukasi kesehatan agar kesadaran dan kepatuhan dalam merawat kaki dapat ditingkatkan secara menyeluruh.
HUBUNGAN SIKAP KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA KARGO DI PEMOGAN Ningsih, Lisa Wahyu; Nurhesti, Putu Oka Yuli; Widyanthari, Desak Made; Raya, Nyoman Agus Jagat
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p15

Abstract

Keluhan muskuloskeletal dapat menyebabkan kesemutan, nyeri, pembengkakan, kekakuan, rentang gerak pendek, perubahan keseimbangan tubuh, dan hilangnya fleksibilitas sehingga dapat menyebabkan aktivitas sehari-hari terganggu. Penyebab timbulnya keluhan musculoskeletal, salah satunya yaitu sikap kerja yang salah. Sikap kerja yang salah sering terjadi pada pekerja yang membutuhkan tenaga berlebih sehingga mempengaruhi postur tubuh saat bekerja, salah satunya adalah pekerja angkat angkut yang mengangkat barang dengan jumlah yang banyak dan melebihi kemampuan tubuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja kargo di Pemogan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 22 orang pekerja kargo di Pemogan dengan menggunakan teknik sampling yaitu total sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Nordic Body Maps (NBM) dan kuesioner Ovako Work Analysis System (OWAS). Hasil analisis univariat seluruh responden berjenis kelamin laki-laki, 86,4% responden dengan rentang usia 17-25 tahun, 50% responden bekerja <1 tahun dan 50% responden bekerja rentang 1-5 tahun. Durasi kerja responden >10 jam/hari, 68,2% responden mengalami sikap kerja pada kategori 4 (perlu perbaikan saat itu juga), dan seluruh responden (100%) memiliki tingkat keluhan muskuloskeletal kategori rendah. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal dengan p-value 0,001 dan r = 0,657 dengan kekuatan hubungan cukup erat dan arah positif. Artinya semakin berisiko sikap kerja responden maka semakin tinggi keluhan muskuloskeletal, dan sebaliknya semakin baik sikap kerja responden maka semakin sedikit keluhan muskuloskeletal. Pekerja kargo diharapkan dapat menurunkan risiko sikap kerja dengan menggunakan alat bantu seperti troli sehingga dapat menurunkan keluhan muskuloskeletal.