Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN TINGKAT CANCER-RELATED FATIGUE PADA PASIEN KANKER PAYUDARA PASCA KEMOTERAPI Putu Agus Permana Indrajaya; Putu Oka Yuli Nurhesti; Desak Made Widyanthari
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p11

Abstract

Cancer-related fatigue (CRF) dapat dijumpai pada pasien kanker yang menjalani berbagai jenis perawatan seperti kemoterapi, radioterapi, transplantasi sumsum tulang, dan metode perawatan kanker lainnya. Kemoterapi adalah prosedur pemberian obat yang ditujukan untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Terapi kemoterapi melibatkan penggunaan obat-obatan yang menghambat pertumbuhan sel. Terdapat beberapa efek samping yang terjadi dari prosedur ini, diantaranya adalah mual, muntah, kebotakan, kelelahan, kulit kering, perubahan pada kulit dan kuku yang menyebabkan mereka menjadi lebih gelap, serta penurunan kadar hemoglobin. Perubahan kadar hemoglobin salah satunya disebabkan oleh peningkatan kerusakan sel darah merah akibat dari proses kemoterapi yang dijalani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan kadar hemoglobin dengan tingkat CRF pada pasien kanker payudara pasca kemoterapi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross-sectional yang dilaksanakan selama Januari-Maret 2024. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling (n=30). Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan kuesioner Multidimensional Fatigue Inventory (MFI-20) dan data sekunder hasil pemeriksaan kadar hemoglobin. Hasil penelitian yang didapatkan menggunakan Uji Pearson’s Product Moment menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kadar hemoglobin dengan tingkat CRF pada pasien kanker payudara pasca kemoterapi dengan nilai p=0,017 dan nilai r=-0,432. Dapat disimpulkan bahwa kadar hemoglobin berhubungan dengan tingkat CRF dengan arah hubungan negatif yaitu semakin tinggi kadar hemoglobin semakin rendah tingkat CRF pada responden. Responden dalam penelitian ini diharapkan dapat mengetahui dan melakukan manajemen terhadap CRF yang dialami seperti rutin melakukan aktivitas fisik dan mengatur pola serta asupan nutrisi setiap harinya.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYA Ni Gusti Ayu Made Aprillia Adwinayanti; Made Oka Ari Kamayani; Desak Made Widyanthari; Ni Putu Emy Darma Yanti
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p02

Abstract

Perawat merupakan tenaga kesehatan profesional yang bertugas dalam pemberian layanan kesehatan yaitu asuhan keperawatan. Pemberian asuhan keperawatan dipengaruhi oleh perilaku caring perawat. Komponen perilaku caring pada perawat salah satunya adalah efikasi diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan perilaku caring perawat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif menggunakan kuesioner melalui google form kepada 85 orang perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya. Kuesioner yang digunakan adalah Nursing Competence Self-Efficacy Scale untuk mengukur efikasi diri dan Instrumen Perilaku Caring Swanson yang dimodifikasi untuk mengukur perilaku caring perawat yang sudah teruji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas efikasi diri perawat dalam kategori tinggi sebanyak 73 orang (85,9%), sedangkan mayoritas perilaku caring perawat dalam kategori sedang sebanyak 55 orang (62,7%). Hasil uji spearman rank didapatkan nilai p = 0,011 dan r = 0,276. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan positif lemah antara efikasi diri dengan perilaku caring perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya. Semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi pula perilaku caring yang diberikan oleh perawat. Perawat diharapkan dapat mempertahankan efikasi diri yang tinggi dan meningkatkan perilaku caring melalui primary service, seminar, workshop, volunteer, pengabdian masyarakat, dan lainnya.
GAMBARAN INDEKS MASSA TUBUH DAN ASUPAN ZAT GIZI PADA KELOMPOK VEGETARIAN DI ASHRAM SRI RADHA MADHAVA Ni Luh Christina Yanthi; Desak Made Widyanthari; Nyoman Agus Jagat Raya; Ni Kadek Ayu Suarningsih
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p14

Abstract

Vegetarian merupakan pola makan yang hanya mengonsumsi makanan dan minuman dari produk nabati dan atau beberapa turunan produk hewani, yang berpotensi menyebabkan kekurangan beberapa asupan zat gizi. Kekurangan asupan zat gizi dapat meningkatkan masalah kesehatan seperti malnutrisi, obesitas, diabetes melitus dan penyakit jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status IMT dan gambaran asupan zat gizi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 64 responden yang diperoleh melalui teknik total sampling dari anggota ashram Sri Radha Madhava. Nilai IMT diperoleh melalui perhitungan tinggi badan dan berat badan sedangkan asupan zat gizi dievaluasi menggunakan lembar food recall 2x24 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden (57,8%) memiliki status IMT normal. Pada asupan zat gizi ditemukan bahwa sebanyak 39,1% responden memiliki status defisit energi dan karbohidrat, 32,8% responden memiliki status defisit protein dan 43,8% responden memiliki status defisit lemak. Status IMT normal tidak diikuti dengan asupan zat gizi yang baik. Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan food recall lebih dari 2x24 jam serta dapat melakukan uji lab asupan zat gizi.
HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN DENGAN PEMANTAUAN GULA MANDIRI (PGDM) PADA PASIEN DM TIPE 2 DI PUSKESMAS 1 DENPASAR BARAT Ni Komang Ana Puspa Sari; Meril Valentine Manangkot; Putu Oka Yuli Nurhesti; Desak Made Widyanthari
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p13

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan seumur hidup untuk mengontrol kadar gula darah dan mencegah komplikasi. Pengelolaan penyakit DM memerlukan pemahaman yang baik salah satunya adalah literasi kesehatan. Literasi kesehatan membantu pasien dalam menentukan keputusan untuk mengelola kadar gula darah tetap dalam batas normal. Pengelolaan penyakit DM dapat dilakukan salah satunya dengan melakukan Pemantauan Gula Darah Mandiri (PGDM). Literasi kesehatan dikatakan mendukung pelaksanaan PGDM karena literasi kesehatan yang tinggi akan mendukung praktik PGDM yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi kesehatan dengan PGDM pada pasien DM tipe 2. Jenis penelitian deskriptif korelatif dengan desain cross sectional pada 71 pasien DM tipe 2 di Puskesmas 1 Denpasar Barat yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Health Literacy Survey Europe 16 Questionnaire (HLS-EU 16 Q) dan Self Monitoring Blood Glucose Questionnaire (SMBG-Q). Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas responden memiliki literasi kesehatan sedang 31 orang (43,7%). Mayoritas responden memiliki PGDM cukup 36 orang (50,8%). Berdasarkan hasil analisis, didapatkan hubungan positif yang sedang antara literasi kesehatan dengan PGDM pada pasien DM tipe 2 (p-value = 0,000 ; r = 0,463) yang artinya semakin baik literasi kesehatan maka semakin baik PGDM responden. Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan dengan PGDM pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas 1 Denpasar Barat.
HUBUNGAN POSTURAL STRESS DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA BURUH SUUN DI PASAR BADUNG Yunda Syahlaila Enasanaj; Desak Made Widyanthari; Gusti Ayu Ary Antari; Putu Oka Yuli Nurhesti
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p08

Abstract

Keluhan muskuloskeletal dapat menyebabkan beberapa gejala berupa kelelahan, nyeri dan pegal yang berdampak pada penurunan aktivitas sehari-hari. Keluhan muskuloskeletal dapat disebabkan oleh postural stress. Postural stress merupakan beban tubuh terhadap proses biomekanik yang terjadi ketika tubuh bekerja dengan gerakan dan postur yang tidak selaras dengan posisi integritas tubuh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan postural stress dengan keluhan muskuloskeletal pada Buruh Suun di Pasar Badung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan studi deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 73 orang buruh suun di Pasar Badung dengan menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan Ovako Work Analisys System (OWAS). Hasil analisis univariat sebanyak 91,8% buruh suun berusia diatas 30 tahun, 98,6%, berjenis kelamin perempuan, 78,1% mengalami overweight, 68,5% buruh bekerja >15 tahun, dan 87,7% buruh suun mengangkat barang >20 kg, 37% buruh suun mengalami postural stress pada kategori 2 (perlu perbaikan dimasa depan), dan 95,9 % keluhan muskuloskeletal buruh suun berada pada kategori rendah. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara postural stress dengan keluhan muskulsokeletal dengan p value 0,028 dan r 0,258 dengan kekuatan hubungan lemah dan arah positif. Buruh suun diharapkan dapat menurunkan risiko postural stress dengan menggunakan alat bantu saat bekerja seperti troli sehingga dapat menurunkan keluhan muskuloskeletal.
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN MANAJEMEN DIRI PADA PASIEN HIPERTENSI Ni Made Karina Wirapradnyani; Gusti Ayu Ary Antari; Desak Made Widyanthari
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p05

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat meningkatkan risiko penyakit lainnya, seperti penyakit kardiovaskuler dan serebrovaskuler. Salah satu kunci keberhasilan kontrol hipertensi adalah melakukan manajemen diri. Pelaksanaan manajemen diri yang optimal memerlukan adanya motivasi diri untuk mempertahankan perilaku patuh sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi diri dengan manajemen diri hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan desain cross sectional pada 75 pasien hipertensi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Hypertension Self-Care ProfileHBP-SCP) Motivation Scaledan Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire(HSMBQ). Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata skor motivasi diri adalah 60,32 (SD = 60,32) dengan mayoritas responden memiliki motivasi diri tinggi (52%). Rata-rata skor manajemen diri adalah 95,32 (SD=10,053) dengan mayoritas responden memiliki manajemen diri baik (56%). Berdasarkan hasil analisis, didapatkan hubungan positif lemah antara motivasi diri dengan manajemen diri pada pasien hipertensi (p-value = 0,005; r = 0,320; α = 0,05). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi data dasar dalam pengembangan program inovasi untuk meningkatkan motivasi diri pada pasien hipertensi dalam menerapkan perilaku manajemen diri hipertensi.  
GAMBARAN NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS II NEGARA Muhamad Yuslim Wajidal Muiz; Desak Made Widyanthari; Ni Ketut Guru Prapti; Putu Oka Yuli Nurhesti
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p03

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan gangguan insulin yang menyebabkan hiperglikemia yang jika tidak tertangani dalam waktu yang lama dapat menyebabkan terjadinya Peripheral Artery Disease (PAD). PAD memiliki kecenderungan asymptomatic sehingga penanganan PAD yang tidak adekuat mengakibatkan kondisi yang serius seperti amputasi, gangguan kapasitas fungsional, dan kualitas hidup. Pemeriksaan yang dapat mendeteksi PAD adalah pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI) yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran nilai ABI berdasarkan jenis kelamin, usia, lama menderita, riwayat hipertensi, IMT, GDP, status merokok. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang pasien DM di wilayah kerja Puskesmas II Negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien DM berjenis kelamin wanita sebesar 56,7%, usia tengah (44-59 tahun) 46,7%, tidak merokok 100%, memiliki GDP tinggi 66,7%, IMT kategori normal 76,7%, memiliki riwayat hipertensi 73,3%, lama menderita  tahun 83,3% dan nilai ABI pasien pada rentang normal sebesar 56,7% dan PAD Ringan 43,3%. Pasien DM yang mengalami PAD berjenis kelamin perempuan sebanyak 26,7%, usia lansia 20%, hipertensi 3,3%, IMT normal 30%, GDP tinggi 30%, tidak merokok 43,3% dan lama menderita  tahun 33,3%. Kesimpulan penelitian ini yaitu mayoritas pasien DM yang mengalami PAD memiliki hipertensi, GDP tinggi, pada IMT normal, tidak merokok, lama menderita  tahun dan berjenis kelamin wanita. Diharapkan pada penelitian selanjutnya mengkaji status kesehatan masa lalu seperti status kolesterol, status merokok masa lalu, tingkat aktivitas, hiperlipidemia, dan riwayat penyakit gagal ginjal kronik.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN STRES AKADEMIK PADA MASA PANDEMI CORONA VIRUS DISEASE 2019 Luh Indri Lestari; Desak Made Widyanthari; Ni Putu Emy Darma Yanti
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p12

Abstract

Pandemi corona virus disease 2019 memberikan dampakxpada semua sektor, salah satunya sektor pendidikan. Penyesuaian proses pembelajaran dilakukan dari luring menjadi daring. Perubahan metode pembelajaran memberikan dampak kepada mahasiswa salah satunya dampak psikologis yaitu stres akademik yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunyaxadalah efikasi diri. Efikasi diri merupakan suatu keyakinan yang dimiliki seseorang untuk mencapai suatu tujuan sehingga terhindar dari stres akademik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan efikasi diri dengan stres akademik pada masa pandemi corona virus disease 2019 pada Mahasiswa. Program. Studi. Sarjanax Ilmu Keperawatan FakultasxKedokteranxUniversitasxUdayana. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 206. Penelitian ini menggunakan uji statistik Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan arah korelasi negatif dan kekuatan hubungan rendah antara efikasi diri dengan stres akademik (p-value= 0,000; r=-0,268). Mayoritas mahasiswa memiliki tingkat stres akademik dan efikasi diri sedang, yaitu sebanyak 76,7% dan 88,8%. Mahasiswa keperawatan diharapkan dapat mempertahankan atau meningkatkan efikasi dirinya, dengan cara melakukan pendekatan dengan kakak kelas atau berkonsultasi dengan pembimbing akademik untuk meminta bantuan atau saran saat mengalami kesulitan.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN STATUS PSIKOLOGIS PADA PASIEN KANKER PAYUDARA POST KEMOTERAPI Putu Krisna Candra Yoga; Putu Oka Yuli Nurhesti; Ida Arimurti Sanjiwani; Desak Made Widyanthari
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p08

Abstract

Kanker payudara merupakan suatu penyakit kanker dimana terjadi perkembangan tidak terkendali atau pertumbuhan secara berlebih dari sel-sel atau jaringan payudara. Status psikologis merupakan suatu istilah yang mengarah pada kondisi mental, emosional, dan psikologis seseorang pada suatu hal tertentu. Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah psikologis yaitu kelompok perilaku kognitif, terapi atau konseling, dukungan kelompok sebaya, dan dukungan keluarga. Dukungan keluarga merupakan suatu perilaku dari anggota keluarga yang selalu memberikan dukungan, perhatian, pendidikan dengan penuh kasih sayang, bimbingan serta bantuan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan status psikologis pada pasien kanker payudara post kemoterapi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan cross sectional yang dilaksanakan bulan Februari hingga Mei 2024. Teknik pengumpulan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling (n=30). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan status psikologis pada pasien kanker payudara post kemoterapi dengan p-value yaitu 0,007, r= -0,481, R= 23,1%. Arah korelasi negatif berada dalam kategori sedang. Korelasi negatif berarti semakin tinggi dukungan keluarga maka semakin rendah status psikologisnya, sebaliknya semakin rendah dukungan keluarga maka semakin tinggi pula status psikologisnya. Keluarga harus peka dan menyadari apabila dukungan yang diberikan optimal memberikan dampak baik bagi pasien kanker payudara dalam mengatasi masalah psikologis.
Optimalisasi perilaku perawatan kesehatan diri melalui penguatan literasi dan skrining kesehatan untuk mencegah penyakit tidak menular Gusti Ayu Ary Antari; Ni Luh Putu Shinta Devi; Desak Made Widyanthari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35196

Abstract

Abstrak Prevalensi penyakit tidak menular terus meningkat dengan determinan utamanya adalah perilaku yang tidak sehat. Meskipun studi menunjukkan berbagai manfaat dari perilaku perawatan kesehatan, penerapannya masih kurang di level masyarakat. Rendahnya literasi, motivasi dan kepatuhan menjadi faktor yang turut berkonstribusi terhadap situasi tersebut. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan melalui edukasi promotif-preventif dan skrining kesehatan dasar. Kegiatan dilaksanakan pada 58 masyarakat Desa Tunjuk, Kabupaten Tabanan, tanggal 18-23 Agustus 2025, dengan metode edukasi dan pemeriksaan kesehatan. Hasil kegiatan yang diperoleh berdasarkan diskusi dan tanggapan peserta menunjukkan bahwa edukasi dinilai mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai perawatan kesehatan diri, Rata-rata indeks massa tubuh 24,41 kg/m2, tekanan darah sistolik 132,29 mmHg, kadar asam urat 5,54 mg/dl, kadar kolesterol 258,92 mg/dl dan kadar gula darah sewaktu 126,63 mg/dl. Peserta telah teredukasi mengenai perawatan kesehatan dan tindak lanjut terhadap hasil skrining kesehatan tersebut. Hasil pengabdian menunjukkan perlunya program edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan untuk mendorong internalisasi perilaku perawatan kesehatan diri secara konsisten. Implikasi dari kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, puskesmas dan masyarakat untuk mengembangkan program perawatan kesehatan diri yang berkelanjutan. Kata kunci: literasi kesehatan; penyakit tidak menular; perawatan kesehatan diri; skrining. AbstractThe prevalence of non-communicable diseases has shown a persistent upward trend, predominantly driven by unhealthy lifestyle behaviors. Although prior research has consistently highlighted the benefits of health-promoting practices, their adoption at the community level remains suboptimal. Contributing factors include limited health literacy, low intrinsic motivation, and inadequate adherence to recommended behaviors. This community engagement initiative was designed to strengthen health literacy through promotive–preventive education and basic health screening. The program was implemented among 58 residents of Tunjuk Village, Tabanan Regency, dated 18-23 August 2025, utilizing structured educational sessions and comprehensive health assessments. Based on participants’ discussions and feedback, the educational activities were considered effective in improving their understanding of self-care, alongside clinical outcomes indicating a mean body mass index of 24.41 kg/m², mean systolic blood pressure of 132.29 mmHg, mean uric acid level of 5.54 mg/dl, mean cholesterol level of 258.92 mg/dl, and mean blood glucose level of 126.63 mg/dl. Participants received targeted education on self-care practices as well as recommendations for appropriate follow-up based on their screening results. The outcomes highlight the critical need for sustained, community-based educational interventions to foster the long-term internalization and consistent practice of health-promoting behaviors. Furthermore, the findings emphasize the importance of collaborative efforts among local authorities, primary healthcare services, and the community to ensure the continuity and sustainability of community-based self-care programs. Keywords: health literacy; non-communicable disease; self-care management; screening
Co-Authors Antari, Ni Made Umala Desak Nyoman Widyanthini Dewa Gede Wirahadi Putra F.S. Kusumaningsih Gusti Ayu Ary Antari Gusti Nyoman Mega Utami Harjana, Ngakan Putu Anom I Gede Widhiantara I Gusti Ayu Julia Arsita Devie I Gusti Ayu Pramitaresthi I Gusti Ayu Putu Anggitha Puja Laskmi Dewi I Gusti Ngurah Juniartha I Kadek Jodi I Kadek Saputra I Made Jawi I Made Oka Adnyana I Made Suindrayasa I Wayan Edi Sanjana I Wayan Surasta Ida Ayu Dwi Nandy Swari Ida Ayu Made Vera Susiladewi Ida Ayu Putu Surya Adnyani Indah Mei Rahajeng Kadek Cahya Utami Kadek Saputra Kadek Sri Rosiani Kadek Verlyanita Septiarini Komang Hadpani Luh Indri Lestari Luh Putu Widiastini M.R. Damayanti Made Oka Ari Kamayani Made Oka Ari kamayani, Made Oka Ari Made Rini Damayanti, Made Rini Maharianingsih, Ni Made Manuaba, I.A Ratih Wulansari Meril Valentine Manangkot Meril Valentine Manangkot Muhamad Yuslim Wajidal Muiz N.L.P.E. Yanti Ni Gusti Ayu Made Aprillia Adwinayanti Ni Kadek Ayu Suarningsih Ni Kadek Danis Lisyaningsih Ni Kadek Desi Ayani Ni Kadek Novi Ansari Ni Kadek Rima Pebrianti Ni Ketut Guru Prapti Ni Ketut Natalia Kristianingsih Ni Komang Ana Puspa Sari Ni Luh Christina Yanthi Ni Luh Putu Eva Yanti Ni Luh Putu Shinta Devi Ni Made Dian Kurniasari Ni Made Dian Sulistiowati Ni Made Karina Wirapradnyani Ni Made Karina Wirapradnyani Ni Made Sri Dharmayanti Ni Putu Aprilia Olga Pania Ni Putu Emy Darma Yanti Ni Putu Giri Karmany P.A.S. Utami P.O.Y. Nurhaesti Pande Ebin Anisa Putri Putu Agus Permana Indrajaya Putu Ayu Asri Damayanti Putu Ayu Sani Utami Putu Krisna Candra Yoga Putu Oka Yuli Nurhesti Ratna Sitorus Sanjiwani, Ida Arimurti Shanti Tresna Catur Cahyani Sutema, Ida Ayu Manik Partha Triani, Ni Komang Sania Widowati, I Gusti Ayu Rai - Yulia - Yunda Syahlaila Enasanaj