Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengalaman Spiritualitas dengan Perilaku Self Management pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Gianyar I Ni Made Sri Dharmayanti; Desak Made Widyanthari; I Kadek Saputra
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2022): May 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.555 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v6i1.1058

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan peran aktif penderitanya untuk melaksanakan self management agar mencegah terjadinya berbagai komplikasi yang mengancam nyawa. Self management diabetes merupakan hal penting dalam mencapai penatalaksanaan diabetes yang optimal dan pengalaman spiritualitas merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan self management. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengalaman spiritualitas dengan perilaku self management pasien diabetes melitus di Puskesmas Gianyar I. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Total 37 responden dipilih melalui teknik consecutive sampling. Pengambilan data dilakukan selama satu bulan dari Maret hingga April 2021. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Daily Spiritual Experience Scale (DSES) dan Diabetes Self Management Questionnaire (DSMQ). Hasil uji statistik spearman’s rank (α = 0,05) didapatkan p value= 0,007; r = 0,437 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengalaman spiritualitas dengan perilaku self management pasien diabetes. Pengalaman spiritualitas memberikan dukungan, kekuatan dan kepercayaan dalam menghadapi suatu penyakit sehingga akan berhubungan dengan perilaku self management. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan landasan bagi pelayanan kesehatan dan perawat agar lebih memperhatikan aspek pengalaman spritualitas dan perilaku self management diabetes pasien.
HUBUNGAN KADAR GULA DARAH PUASA DENGAN FATIGUE PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 I Wayan Edi Sanjana; Desak Made Widyanthari; Kadek Cahya Utami
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i06.p09

Abstract

Fatigue adalah salah satu manifestasi klinis pasien diabetes mellitus (DM) tipe 2 dan paling sering dikeluhkan oleh pasien. Salah satu faktor yang mempengaruhi fatigue adalah kadar gula darah. Kadar Gula Darah Puasa (KGDP) merupakan alat ukur yang bagus untuk mengetahui kadar gula darah karena pasien harus berpuasa selama 8-10 jam sebelum diperiksa gula darahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar gula darah puasa dengan fatigue pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Desain penelitian ini korelatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan teknik purposive sampling dan jumlah sampel 30 orang. Multidimensional Fatigue Inventory (MFI) dan glucometer digunakan untuk pengukuran fatigue dan KGDP. Hasil menunjukkan rata-rata usia responden 62,77 ± 9,5 tahun dengan mayoritas perempuan dan tingkat pendidikan SD. Rata-rata KGDP responden 146,53 ± 53,22 dan rata-rata nilai fatigue 48,03 ± 10,03 yang termasuk dalam kategori sedang. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji Spearman Rank. Analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,186 yang memiliki makna tidak adanya hubungan secara statistik antara kadar gula darah puasa dengan fatigue pada pasien DM tipe 2. Hasil tersebut didapatkan karena dari responden ada yang memiliki skor fatigue tinggi, sedangkan nilai KGDPnya rendah dan sebaliknya. Responden pada lokasi penelitian masih dapat melakukan aktivitas keseharian dengan baik yang kemungkinan memberikan kontribusi pada skor MFI. Pemeriksaan HbA1c diperlukan untuk mengetahui kadar gula darah yang dimiliki pasien.
PENGETAHUAN DAN PERSEPSI IBU HAMIL TERHADAP PEMERIKSAAN TRIPLE ELIMINASI (HIV, SIFILIS, HEPATITIS B) DI KOTA DENPASAR Widyanthini, Desak Nym; Kurniasari, Ni Made Dian; Harjana, Ngakan Putu Anom; Widyanthari, Desak Made
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 11 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2024.v11.i01.p21

Abstract

Penyakit HIV, silifilis dan hepatitis B merupakan infeksi menular seksual yang dapat ditularkan dari ibu ke janin. Kementerian Kesehatan mengadakan program triple elimiasi sesuai dengan rekomendasi WHO untuk mencegah penularannya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional, menggunakan kuesioner tentang pengetahuan dan persepsi ibu hamil terhadap pemeriksaan triple eliminasi, pada Puskesmas II Denpasar selatan dan UPTD Puskesmas II Denpasar Timur. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariate. Dari 85 ibu hamil yang diwawancarai, mayoritas pengetahuan baik (97,6%), persepsi negatif (55,3%). Masing-masing sebanyak 29,4%, 32,9% dan 1,8% ibu hamil mengaku belum melaksanakan tes HIV, sifilis dan Hepatitis B mayoritas pada ibu hamil yang berada di trimester kedua. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa variavel jumlah anak hidup dan pendidikan terakhir berhubungan dengan pengetahuan ibu secara signifikan. Diperlukan penguatan sistem antenatal care terpadu (10T) serta kerjasama dengan praktik bidan mandiri dan praktik dokter kandungan untuk pemeriksaan triple eliminasi sedini mungkin. Kata kunci: HIV, Hepatitis, Ibu Hamil, Kota Denpasar, Sifilis
Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Desa Celuk melalui Edukasi Herbal dan Senam Pencegahan Osteoporosis Widowati, I Gusti Ayu Rai; Widhiantara, I Gede; Sutema, I.A Manik Partha; Maharianingsih, Ni Made; Manuaba, I.A Ratih Wulansari; Widiastini, Luh Putu; Widyanthari, Desak Made; Jawi, I Made
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 6 No. 1 (2024): Juni: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/wuj.v6i1.433

Abstract

Background: The Celuk - Sukawati Village tourist area is one of the favorite tourist attractions in Gianyar Regency. Most of the population work as silver and gold craftsmen. Even though the local community has relatively high income and education, empirically the community still maintains the tradition of using herbal medicine to prevent or treat disease, but they do not understand how to process it and do not understand the correct dosage. Community service activities are organized by Udayana University and Bali International University, to educate the community. Method: the method of implementing this activity includes several important stages, namely socialization of osteoporosis prevention exercises to maintain bone health; followed by education regarding herbal medicines regarding their types and benefits; and ended with a discussion and question and answer session to deepen participants' understanding. The activity closed with a demonstration on making herbal drinks, where participants could see the making process directly and taste the results, so they could practice it themselves at home. Result: This activity involved around 100 people from various age groups, who actively participated in the entire series of events. The activities ran smoothly and were supported by extraordinary attention and positive responses from the community. Conclusion: The target and output of this service program is to provide knowledge and insight to the community about how to make herbal drinks and improve physical health through exercise to prevent osteoporosis. The implementation of community service with various parties needs to be intensified to provide benefits to improve the level of public health.
GAMBARAN PERILAKU PERAWATAN KAKI PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI DESA PEKUTATAN Triani, Ni Komang Sania; Widyanthari, Desak Made; Damayanti, Made Rini
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i02.p11

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang terjadi akibat kondisi hiperglikemia, dimana hiperglikemia kronis dapat menimbulkan komplikasi, salah satunya yakni ulkus kaki diabetes. Upaya pencegahan terkait pengelolaan kaki diabetik dapat dilakukan dengan perawatan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku perawatan kaki pada pasien diabetes melitus di Desa Pekutatan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Responden pada penelitian ini berjumlah 20 orang. Penelitian ini menggunakan kuesioner Diabetes Foot Care Knowledge Scale (DFKS), kuesioner sikap terkait perawatan kaki dan kuesioner questions determining the knowledge and practices about foot care. Mayoritas usia responden berkisar antara usia 56-65 tahun (55%), jenis kelamin laki-laki dan perempuan masing-masing memiliki jumlah yang sama (50%), responden memiliki tingkat pendidikan tamat SMA/MA (85%), dan sebagian besar memiliki pekerjaan (70%). Mayoritas responden mengalami DM ? 5 tahun (60%). Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan sebanyak 12 responden (60%) memiliki tingkat pengetahuan cukup, sedangkan pada kategori sikap dan praktik responden dalam kategori baik (100%). Hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan kepada tenaga kesehatan setempat untuk lebih meningkatkan pemberian edukasi terkait perawatan kaki pada pasien DM dan memotivasi pasien melakukan perawatan kaki agar tidak terjadi komplikasi.
Studi Literatur Manajemen Rasa Haus Dengan Sugar Free Chewing Gum Pada Pasien Hemodialisis: Literature Study Of Thirsty Management With Sugar Free Chewing Gum In Hemodialisis Patients Gusti Ayu Ary Antari; Ni Made Karina Wirapradnyani; Desak Made Widyanthari; Ni Kadek Ayu Suarningsih
Journal of Intan Nursing Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v3i2.250

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Hemodialisis merupakan terapi utama bagi pasien gagal ginjal kronis. Pada pasien hemodialisis, hipervolemia adalah keluhan utama yang dilaporkan. Hal ini dapat berkaitan dengan ketidakpatuhan pasien terhadap manajemen cairan dan ketidakmampuan dalam mengontrol rasa haus. Rasa haus berlebih dan xerostomia memicu pasien untuk meningkatkan asupan cairannya. Akibatnya, terjadi peningkatan Interdialytic Weight Gain (IDWG). IDWG yang berlebih dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti penyakit kardiovaskuler, hospitalisasi dan penurunan kualitas hidup. Tujuan : melakukan kajian literatur mengenai penggunaan permen karet bebas gula (xylitol) dalam mengontrol rasa haus berlebih yang dirasakan oleh pasien hemodialysis Metode : Studi literature dengan artikel diperoleh melalui Google Scholar dan PubMed. Kata kunci yaitu sugar free chewing gum, thirst, hemodialysis, dan interdialytic weight gain serta menggunakan Boolean “OR” dan “AND”. Kriteria artikel adalah artikel yang menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, diterbitkan dalam periode 5 tahun terakhir (2020-2024). Hasil : Hasil studi literatur menunjukkan dari 41 artikel yang ditemukan, terdapat 5 artikel yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Kesimpulan : Mengunyah permen karet bebas gula (xylitol) dapat diterapkan sebagai intervensi alternatif untuk mengontrol rasa haus pasien hemodialisis dan mencegah perburukkan kondisi hypervolemia. Saran : Mengunyah permen karet dapat menjadi strategi untuk meningkatkan kepatuhan pasien hemodialisis terhadap pengontrolan minum harian.
Differences in the Nutritional Status of the Elderly with Hypertension in Rural and Urban Areas Ni Kadek Novi Ansari; Ni Luh Putu Eva Yanti; Desak Made Widyanthari; Putu Ayu Sani Utami
Caring: Indonesian Journal of Nursing Science Vol. 6 No. 2 (2024): Caring: Indonesian Journal of Nursing Science
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijns.v6i2.17318

Abstract

Individuals with excess weight are more likely to experience increased blood pressure compared to those with normal weight. Hypertension is particularly prevalent among the elderly population. Additionally, the living environment whether urban or rural can influence the nutritional status of elderly individuals with hypertension. This study aims to compare the nutritional status of elderly individuals with hypertension residing in rural and urban areas. A quantitative comparative cross-sectional design was employed, and purposive sampling was used to select 152 participants. Data collection included measurements of body weight using digital scales, height or knee height using a stadiometer, and blood pressure using a digital sphygmomanometer. The results, analyzed using an independent t-test, revealed a significant difference in the nutritional status of elderly individuals with hypertension between rural and urban areas (p-value = 0,007), with a mean difference of 1,476. The findings indicate that the nutritional status of elderly individuals in rural areas is better compared to their urban counterparts. This difference is influenced by food intake and physical activity levels. Elderly individuals with hypertension in rural areas tend to consume homegrown foods and agricultural products, contributing to their healthier status. They should continue engaging in physical activities like gardening or farming. In contrast, elderly individuals in urban areas face challenges due to the availability of ready-to-eat or processed foods. It is essential for them to adopt healthier dietary habits and increase physical activity through walking or participating in community-based health programs to improve their nutritional and overall health status.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 I Kadek Jodi; Gusti Ayu Ary Antari; I Made Suindrayasa; Desak Made Widyanthari
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p03

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 sering disebut silent killer disease, karena seringkali pasien tidak menyadari dirinya mengalami diabetes hingga muncul komplikasi. Salah satu pilar pengelolaan diabetes melitus yang penting adalah pengaturan diet. Pada penderita diabetes melitus tipe 2, diet merupakan dasar penatalaksanaan yaitu pengaturan makan dengan memberikan dan memperhatikan unsur makanan esensial sesuai dengan kebutuhan energi. Dukungan keluarga adalah salah satu faktor yang berkontribusi kuat untuk mempengaruhi akan kepatuhan diet pada pasien diabetes tipe 2. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet diabetes pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas 1 Denpasar Timur. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study yang dilaksanakan pada Bulan April-Juni 2024. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dan didapatkan 31 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Alat ukur yang digunakan adalah Hensarling Diabetes Family Support scale untuk mengukur dukungan keluarga dan Perceived Dietary Adherence Questionnaire untuk mengukur kepatuhan diet. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dukungan keluarga pada pasien diabetes melitus tipe 2 sebagian besar baik, yaitu sebanyak 28 orang (53,7%). Kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus tipe 2 tertinggi sebanyak 19 orang (61,3%). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif kuat yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet (p-value = 0,000 ; rₛ = 0,634). Dari penelitian ini, diharapkan bagi penelitian selanjutnya dapat menambahkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet.
HUBUNGAN PERSEPSI PENYAKIT DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA LANJUT USIA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TABANAN III Ni Putu Aprilia Olga Pania; Gusti Ayu Ary Antari; Ni Kadek Ayu Suarningsih; Desak Made Widyanthari
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p09

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan serius karena prevalensi yang terus meningkat dan risiko komplikasi penyakit yang tinggi. Untuk meningkatkan outcome klinis, pasien hipertensi harus patuh dalam mengonsumsi obat anti hipertensi. Studi yang ada menunjukkan tingkat kepatuhan pasien masih bervariasi, dimana masalah kepatuhan ini paling sering ditemukan pada kelompok lanjut usia. Salah satu faktor yang berkaitan dengan kepatuhan adalah persepsi penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan pengobatan pada lanjut usia hipertensi. Penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif  korelatif dengan rancangan cross-sectional. Sebanyak 94 sampel terlibat dalam penelitian ini yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner HBM untuk mengukur persepsi penyakit dan kuesioner MMAS untuk mengukur kepatuhan pengobatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi penyakit pada lansia hipertensi sebagian besar dalam kategori sedang yaitu sebanyak 49 orang (52,1%) sedangkan kepatuhan pengobatan pada lansia hipertensi mayoritas dalam kategori tinggi yaitu sebanyak 52 orang (55,3%). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan pengobatan (p-value = 0,001; rs= 0,332). Dari penelitian ini, diharapkan perawat dapat mendukung dan mengembangkan persepsi positif bagi pasien sehingga dapat meningkatkan kepatuhan pengobatan.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KEMAMPUAN PERAWATAN DIRI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PUSKESMAS II DENPASAR BARAT Shanti Tresna Catur Cahyani; Ni Kadek Ayu Suarningsih; Nyoman Agus Jagat Raya; Desak Made Widyanthari
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p10

Abstract

Hipertensi adalah  salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia khususnya di Kota Denpasar. Perawatan diri yang efektif dan dukungan sosial yang kuat memainkan peran penting dalam pengelolaan hipertensi. Penelitian ini berusaha untuk mengeksplorasi hubungan antara dukungan sosial dan kemampuan perawatan diri di antara pasien dengan hipertensi di UPTD Puskesmas II Denpasar Barat. Penelitian ini menggunakan metodologi korelasional kuantitatif dengan desain potong lintang. Sampel untuk penelitian ini terdiri dari 55 responden  menggunakan teknik convenience sampling. Data dukungan sosial diukur menggunakan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) sedangkan data kemampuan perawatan diri diukur menggunakan kuesioner Exercise of Self-Care Agency Scale. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien dengan hipertensi menunjukkan tingkat dukungan sosial yang tinggi (96,4%) dan menunjukkan kemampuan perawatan diri yang sangat baik (87,3%). Temuan dari uji statistik Pearson Product Moment menunjukkan hubungan yang signifikan (nilai p = 0,000), dengan korelasi yang sangat kuat diamati dalam penelitian ini (r = 0,570). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial berperan penting dalam meningkatkan kemampuan perawatan diri pada pasien hipertensi. Partisipasi keluarga, teman, dan orang-orang terdekat perlu dipertimbangkan dalam penanganan hipertensi.
Co-Authors Antari, Ni Made Umala Desak Nyoman Widyanthini Dewa Gede Wirahadi Putra F.S. Kusumaningsih Gusti Ayu Ary Antari Gusti Nyoman Mega Utami Harjana, Ngakan Putu Anom I Gede Widhiantara I Gusti Ayu Julia Arsita Devie I Gusti Ayu Pramitaresthi I Gusti Ayu Putu Anggitha Puja Laskmi Dewi I Gusti Ngurah Juniartha I Kadek Jodi I Kadek Saputra I Made Jawi I Made Oka Adnyana I Made Suindrayasa I Wayan Edi Sanjana I Wayan Surasta Ida Ayu Dwi Nandy Swari Ida Ayu Made Vera Susiladewi Ida Ayu Putu Surya Adnyani Indah Mei Rahajeng Kadek Cahya Utami Kadek Saputra Kadek Sri Rosiani Kadek Verlyanita Septiarini Komang Hadpani Luh Indri Lestari Luh Putu Widiastini M.R. Damayanti Made Oka Ari Kamayani Made Oka Ari kamayani, Made Oka Ari Made Rini Damayanti, Made Rini Maharianingsih, Ni Made Manuaba, I.A Ratih Wulansari Meril Valentine Manangkot Meril Valentine Manangkot Muhamad Yuslim Wajidal Muiz N.L.P.E. Yanti Ni Gusti Ayu Made Aprillia Adwinayanti Ni Kadek Ayu Suarningsih Ni Kadek Danis Lisyaningsih Ni Kadek Desi Ayani Ni Kadek Novi Ansari Ni Kadek Rima Pebrianti Ni Ketut Guru Prapti Ni Ketut Guru Prapti Ni Ketut Natalia Kristianingsih Ni Komang Ana Puspa Sari Ni Komang Ari Sawitri Ni Luh Christina Yanthi Ni Luh Putu Eva Yanti Ni Luh Putu Shinta Devi Ni Made Dian Kurniasari Ni Made Dian Sulistiowati Ni Made Karina Wirapradnyani Ni Made Karina Wirapradnyani Ni Made Sri Dharmayanti Ni Putu Aprilia Olga Pania Ni Putu Emy Darma Yanti Ni Putu Giri Karmany Ningsih, Lisa Wahyu Nyoman Agus Jagat Raya P.A.S. Utami P.O.Y. Nurhaesti Pande Ebin Anisa Putri Putu Agus Permana Indrajaya Putu Ayu Asri Damayanti Putu Ayu Sani Utami Putu Krisna Candra Yoga Putu Oka Yuli Nurhesti Putu Oka Yuli Nurhesti Ratna Sitorus Sanjiwani, Ida Arimurti Shanti Tresna Catur Cahyani Sisco, I Made Gede Yogi Febrian Sutema, Ida Ayu Manik Partha Swandewi, Ni Putu Asri Triani, Ni Komang Sania Widowati, I Gusti Ayu Rai - Yulia - Yunda Syahlaila Enasanaj