Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Penghijauan Dengan Jati Putih Untuk Membangun Lingkungan Berkelanjutan Di Desa Darmasari Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur Jupri, Ahmad; Azhari, Eli; Siddiq, Muhammad Faqih; Isrowati; Rahayu, Rachmawati Noviana; Virgota, Arben; Farista; Rozi, Tapaul; Fadli
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.9260

Abstract

Penghijauan adalah proses penanaman pohon di lahan-lahan yang gundul atau rusak untuk mengembalikan fungsi ekosistem alami. Kegiatan ini berperan penting dalam mengurangi erosi tanah, meningkatkan ketersediaan air, serta menurunkan suhu lingkungan. Masalah yang berkaitan dengan penghijauan lingkungan di Desa Darmasari Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur adalah bagaimana menjadikan masyarakat sadar akan manfaat penghijaun bagi lingkungan dan pentingnya penghijauan lingkungan. Penghijauan dilakukan dengan melakukan penanaman pepohonan. Penghijauan adalah salah satu upaya penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi dampak perubahan iklim. Di Desa Darmasari, sebuah inisiatif penghijauan sedang gencar dilakukan, di mana pohon jati putih dipilih sebagai spesies utama dalam program ini. Pohon jati putih (Gmelina arborea) dikenal sebagai salah satu jenis pohon yang memiliki banyak manfaat, baik dari segi lingkungan maupun ekonomi. Pohon jati putih memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya menjadi pilihan ideal untuk penghijauan di Desa Darmasari. Pohon ini dikenal memiliki pertumbuhan yang cepat dan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi tanah. Selain itu, pohon jati putih memiliki daya serap air yang tinggi, sehingga dapat membantu menjaga ketersediaan air tanah dan mencegah erosi.
Penanaman Tanaman Herbal Pada Pekarangan Sebagai Bentuk Pemanfaatan Lahan Untuk Apotek Hidup Di Desa Darmasari Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur Jupri, Ahmad; Halwani, Muhammad Fuad; Hidayat, Wahyu; Ahyadi, Hilman; Widianti, Astrini; Supardiono; Suripto; Ernawati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.9261

Abstract

Pekarangan adalah tanah di sekitar rumah atau halaman rumah. Kegiatan penanaman pekarangan di sekitar rumah biasanya dilakukan dengan jumlah yang sedikit dan beranekaragam tanaman. Kecamatan Sikur terdiri dari banyak desa diantaranya adalah desa lokasi pengabdian yaitu desa Darmasari. Kegiatan pengabdian ini dipusatkan di desa Darmasari. Perumahan di kawasan pedesaan memiliki jarak antar rumah yang yang agak renggang dengan halaman rumah yang cukup luas. Menanam tanaman yang produktif di pekarangan sekitar rumah dapat memberikan dampak yang baik bagi estetika, kesehatan dan ekonomi. Tanaman apotik hidup merupakan tanaman herbal yang dapat ditanam di sekitar rumah yang dapat memberikan banyak manfaat. Tetapi tanaman apotik hidup atau tanaman herbal keluarga (toga) belum banyak ditanam masyarakat di pekarangan rumah warga desa Darmasari. Berdasarkan hal tersebut maka diadakan pengabdian ini dengan metode pelaksanaan pengabdian berupa penyuluhan tentang manfaat penanaman tanaman apotik hidup di pekarangan rumah serta membuat demplot tanaman apotik hidup yang biasanya mudah ditemui yaitu tanaman jahe, kunyit, rosella, lengkuas dan serai. Hasil dari pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan masyarakat tentang manfaat menanam tanaman apotik hidup di halaman pekarangan rumah serta penyediaan obat-obatan herbal bagi keluarga,
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN BERBASIS PERUBAHAN IKLIM PADA SMK UNTUK MEMPERSIAPKAN SISWA MENGHADAPI TANTANGAN LINGKUNGAN Prasetyo, Dhani Trie; Jupri, Ahmad
Journal of Professional Education Vol. 13 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Yayasan Pendidikan Perintis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan yang berfokus pada perubahan iklim di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan inisiatif strategis untuk membekali siswa dalam menghadapi masalah lingkungan global yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi pendidikan perubahan iklim ke dalam kurikulum SMK dan dampaknya terhadap kesiapan siswa untuk terlibat dalam pelestarian lingkungan. Data dikumpulkan dengan menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, yang meliputi wawancara dengan pendidik dan siswa, serta pemeriksaan dokumen kurikulum. Temuan menunjukkan bahwa memasukkan konten perubahan iklim ke dalam kurikulum independen meningkatkan pengetahuan siswa tentang masalah lingkungan dan memberi mereka keterampilan ramah lingkungan yang relevan untuk tenaga kerja yang berkelanjutan. Selain itu, pendidikan perubahan iklim di SMK mendorong partisipasi siswa dalam inisiatif nyata, seperti program penghijauan dan pengurangan sampah, yang mendorong pengembangan individu yang sadar lingkungan. Penelitian ini mengadvokasi lebih banyak kolaborasi antara lembaga pendidikan, badan pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang berkelanjutan yang memfasilitasi pendidikan perubahan iklim.
the Ethnoecological Study of Local Community Food in Supporting the Development of Culinary Ecotourism in the Sekotong Region, West Lombok Rohyani, Immy Suci; Jupri, Ahmad; Supardiono, Supardiono; Ahyadi, Hilman; Isrowati; Reda; Saputra, Kurniawan Adi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 4 (2024): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i4.6113

Abstract

Combining the concept of ecotourism with culinary delights based on local food resources in coastal communities in West Lombok district is one form of appropriate development strategy that will make the West Lombok district region have its own development characteristics leading to sustainable tourism and tourism support which will become the concept of future tourism development. This research examines in more depth the ethnoecological aspects of coastal communities, especially regarding local food. Through this research, data will be obtained regarding the diversity of local food types in coastal communities, mapping community wisdom in processing and utilizing local food. Local community interactions and perceptions of local food diversity. The type of research used is descriptive exploratory with research techniques in the form of exploration. The sampling techniques used in the research were purpose sampling and snowball sampling. Research data collection uses several techniques, including random observation to obtain qualitative and quantitative data on local food typical of the island of Lombok, which uses an open questionnaire targeting local communities according to predetermined criteria. The research results show that coastal communities have more food resources originating from marine resources, both fish and non-fish, these food resources are still protected because most people still harvest the results using simple equipment. There are around 11 types of processed food as a family practice. Tuna fish has the highest ICS (Index of Cultural Significance) value while mackerel fish has the highest variety of uses. Shrimp is the fish group that has the highest ICS value, while cassava leaves have the highest ICS value for the vegetable group. The local wisdom of the community which originates from their ancestors in order to protect their environmental resources is still maintained today.
Weeds Ethnobotanical Studies: Use of Midicinal Plant as A Self-Medication by The Community of Bayan Traditional Village, North Lombok District, West Nusa Tenggara Farida, Nihla; Ngawit, I Ketut; Jupri, Ahmad
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 11 (2024): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i11.7231

Abstract

The study aimed to describe and inventory the diversity of medicinal plant species used by the people of Bayan traditional village. The study used descriptive methods and data collection using survey techniques and semi-structured interviews. The survey location was determined by random sampling in the yards of the Sasak, Balinese, and Javanese tribes, each with three sampling points. Parameters observed were population characteristics, morphology, and how to use medicinal plants. The results showed that medicinal plants were found in the yards of the Javanese tribe in 50 species with 1197 individuals, the Balinese tribe in 47 species with 974 individuals, and the Sasak tribe in 35 species with 548 individuals. The dominant species with the highest abundance index were star gooseberry, agathi, turmeric, ginger, white tumeric, halviva, cat's whiskers, and noni. The medicinal plant species found have been used to treat 28 kinds of diseases. The form of plant life that is widely used for medicine is herbaceous. The part of the plant organ that is most widely used for traditional medicine raw materials is the leaf. The most common way to process medicinal plants is by boiling them, then drinking boiled water, finely grinding them, and drinking the juice.
Sosialiasi Upaya Konservasi Tanaman Pangan dan Kecantikan di Kawasan Ruang Terbuka Hijau Udayana Isrowati, Isrowati; Rohyani, Immy Suci; Jupri, Ahmad; Ernawati, Ernawati; Rahayu, Rachmawati Noviana; Pratama, Lalu Galih Putra
Sinergi dan Harmoni Masyarakat MIPA Vol. 1 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sinonim.v1i1.5563

Abstract

Tanaman merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat yang berpotensi sebagai pangan dan bahan kecantikan. Lombok memiliki jenis tanaman pangan dan kecantikan yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Pemanfaatan secara optimal dan berkelanjutan merupakan salah satu upaya konservasi. Konservasi tanaman harus melibatkan semua elemen masyarakat. Pengabdian sosialiasi upaya konservasi tanaman pangan dan kecantikan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan terhadap jenis dan pemanfaatan tanaman serta upaya konservasi di kawasan Ruang terbuka Hijau Udayana. Pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahapan persiapan terdiri dari survey lokasi dan diskusi, tahapan pelaksanaan terdiri dari penyampaian materi melalui media poster dan tahapan evaluasi dengan pengisian kueioner oleh peserta. Hasil sosialisasi menunjukan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat terkait jenis dan pemanfaatan tanaman pangan dan kecantikan. Upaya konservasi pemanfaatan secara berkelanjutan oleh masyarakat dilakukan dengan tiga acara yaitu menanam tanaman terlebih dahulu, mengambil langsung di alam dan membeli di pasar. Kegiatan sosialisai mampu meningkatkan partipasi masyarakat dalam upaya konservasi tanaman pangan dan kecantikan. Secara keseluruhan kegiatan pengabdian berjalan dengan baik dan Lancar
Sosialisasi Analisis Kualitas Lingkungan Berdasarkan Bioindikator yang ada di Lingkungan Sekitar Ernawati, Ernawati; Rohyani, Immy Suci; Jupri, Ahmad; Isrowati, Isrowati; Rahayu, Rachmawati Noviana; Reda, Reda
Sinergi dan Harmoni Masyarakat MIPA Vol. 1 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sinonim.v1i2.6630

Abstract

A healthy and sustainable environment is critical for sustaining ecological balance and increasing human well-being. However, other human activities, such as industrialization, urbanization, and the use of chemicals in agriculture, can have a negative impact on the environment. As a result, the community requires an effective and simple way for integrating their surroundings. Bioindicator-based analysis is one approach of assessing environmental quality. Bioindicators are creatures whose presence, quantity, or physical condition can reflect the state of their surroundings. Plankton, macrozobenthos, moss, lichen, soil insects, and other microorganisms are examples of bioindicators. This community service project seeks to raise public awareness of the significance of bioindicators in environmental quality assessment, as well as how to identify the many types of bioindicators found in the surrounding environment and how to utilize them to assess air, soil, and air quality. The community service activity is divided into three stages: preparation (site survey and activity needs, permissions), implementation (socialization and poster exhibition), and assessment (participants completing questionnaires). The community service activity ran successfully. Throughout the socialization activities, all participants were engaged and eager. The material supplied was fresh to the participants and would be fascinating to examine further. Furthermore, participants were interested in attempting to determine environmental quality by observing the presence of bioindicators around them. Socialization activities were also able to instill in participants a sense of awareness and concern for environmental changes, prompting them to take an active role in sustaining the ecosystem in their surrounds.
Pengelolaan Limbah Domestik di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Timur Jupri, Ahmad; Pratama, Hari Arya; Supardiono, Supardiono; Hidayati, Lilik; Fadli, Fadli; Husain, Pahmi
Educatoria : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025): July
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/educatoria.v5i3.711

Abstract

The problem of domestic waste in East Lombok Regency continues to increase along with population growth and community economic activities, so it requires an integrated and sustainable management system. This study aims to describe the domestic waste management system managed by the Environment and Forestry Service (DLHK) of East Lombok Regency and analyze the obstacles and development potential towards sustainable management. The research location consists of a domestic waste collection and sorting site, the Ijo Balit Final Processing Site (TPA), as well as the Integrated Waste Management Site (TPST) and TPS3R East Lombok. The research method uses a qualitative descriptive approach through participatory observation, in-depth interviews with DLH field officers and technical officials, as well as analysis of waste management regulations and technical guidelines. The results of the study show that the average daily waste generation reaches ±110 tons, with a composition of about 65% organic waste that has the potential to be processed into compost. Organic waste management is carried out at the Integrated Waste Management Site (TPST) or TPS3R through the stages of sorting, enumerating, aerobic composting, ripening, sieving, and packaging. The compost products produced are used for agricultural activities, reforestation, and productive plant cultivation. The controlled landfill system implemented at the Ijo Balit Landfill is in accordance with the principles of sustainable environmental management because it is equipped with leachate treatment facilities and methane gas capture channels. However, limited infrastructure, an uneven number of TPS3R, and low public awareness are still the main obstacles in effective waste management. This research emphasizes the need to increase infrastructure capacity, community education, and integration of local government and community programs as important strategies to realize effective and sustainable domestic waste management.
Monitoring Kualitas Air Berdasarkan Parameter Fisika, Kimia, dan Biologi di Sungai Belimbing, Lombok Timur Jupri, Ahmad; Aisyah, Nurul; Supardiono, Supardiono; Hidayati, Lilik; Fadli, Fadli; Husain, Pahmi
Educatoria : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025): July
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/educatoria.v5i3.712

Abstract

River water quality monitoring is necessary to maintain the sustainability of aquatic ecosystems and ensure the availability of clean water. The Belimbing River in East Lombok Regency has the potential to experience quality decline due to domestic and agricultural activities in the surrounding area. This study was conducted in the dry season (April) and the rainy season (October) 2024 with sampling at three points (upstream, middle, and downstream). The sampling method used the grab sampling technique, with three replications at each point. Samples were stored in sterile bottles, placed in a cool box at a temperature of ±4°C, and analyzed a maximum of 24 hours after collection. The parameters analyzed included physical (TSS), chemical (pH, DO, BOD, COD, nitrate, and phosphate), and biological (fecal coliform). The analysis was carried out in the laboratory using the standard method SNI 6989.72:2009, with a UV-Vis spectrophotometer for nitrate and phosphate, an oven for TSS, and a titration method for BOD and COD. Fecal coliform analysis used the Most Probable Number (MPN) method. The results showed that most parameters exceeded the Class II water quality standards set by Government Regulation Number 22 of 2021, especially in the downstream area during the dry season. TSS values ​​reached 134 mg/L, BOD 12 mg/L, COD 115 mg/L, and fecal coliform 9,600 MPN/100 mL. The main sources of pollution were domestic waste, agricultural runoff, and poor sanitation. It can be concluded that the water quality of the Belimbing River indicates moderate to severe pollution. Integrated watershed management, community-based waste management, and environmental education are needed to sustainably restore the river's condition.
Pelatihan Pembuatan Kebun Obat Tradisional Berbasis Tumbuhan Lokal Di Dusun Murpeji Desa Dasan Griya Kabupaten Lombok Barat Rohyani, Immy Suci; Jupri, Ahmad; Ahyadi, Hilman; Isrowati; Rahayu, Rachmawati Noviana; Dujana, Lalu Mahammad Aby; Faudziah, Totum Aurora; Juliani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13410

Abstract

Dusun Murpeji Desa Dasan Griya merupakan daerah perbatasan antara kota Mataram dengan kabupaten Lombok Barat. Mata pencarian sebagai besar masyarakat adalah petanian dan perkebunan. Desa ini merupakan desa yang sangat subur karena terdapat banyak sumber mata air dan sungai yang mengaliri sebagian besar sawah masyarakat. Masyarakat belum maksimal memanfaatkan pekarangan mereka untuk sumber obat keluarga, beberapa lahan juga dibiarkan kosong, kebun masyarakat juga banyak ditumbuhi oleh tumbuhan liar yang memiliki potensi sebagai sumber obat yang belum termanfaatkan. Tumbuhan obat lokal sejauh ini belum dikenal dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah adanya kebun obat masyarakat di dusun Murpeji berbasis tumbuhan lokal untuk peningkatan kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Kebun obat juga diharapkan sebagai wadah untuk kegiatan konservasi masyarakat dengan memperbanyak dan membudidayakan tumbuhan lokal sebagai sumber plasma nutfah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Focus Group Discuss (FGD) untuk menentukan kebutuhan dan jenis kegiatan yang sesuai dengan sasaran dan praktik langsung sejak mulai dari persiapan hingga akhir kegiatan. Kegiatan pelatihan pembuatan obat menggunakan pola pembimbingan dimana masyarakat dirangsang untuk terlibat langsung dalam proses pembuatan produk dan membentuk kelompok kerja bersama. Hasil kegaiatan pengabdian di Dusun Murpeji menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta. Masyarakat telah memiliki pengetahuan dasar terkait jenis, manfaat, dan teknik budidaya tumbuhan obat meskipun masih terbatas. Keberhasilan kegiatan pengabdian dapat dilihat dari peningkatan pengetahuan masyarakat dari yang awam tentang tumbuhan obat menjadi tahu terkait tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat dan adanya peta tumbuhan obat di dusun Murpeji berbasis pengetahuan masyarakat.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adelia Adelia, Adelia Afrilia, Dinda Aini, Diah Kurotul Alda, Tri Rahmi Fitri Amrul Jihadi Anggraeni, Marsella Aola, Misrahul Apriadi, Rhandy Asmi Apriani, Rizkia Aqiela, Zulia Ari Hernawan Ariani, Nurul Elda Astri Wulandari Azhari, Eli Billah, Salsa Cahya, Maeliandri Aulia Cahyani, Inda Nur Darussalam, Abdul Azis Diva, Ni Putu Natasa Dujana, Lalu Mahammad Aby Dwiyanti, Amalya Ernawati Ernawati Ernawati Fadli Fadli Fadli Farista Faudziah, Totum Aurora Fira, Nazima Gayatri, Baiq Alon Pramudhya Gazali, Mursal Hakim, Abdurrahman Halwani, Muhammad Fuad Handayani, Nurmala Hanuun, Kamila Hilman Ahyadi Husain, Pahmi I Ketut Ngawit, I Ketut Ichsani, Qatrunnadia Ilhami, Bq Tri Khairina Immy Suci Rohyani Islami, Ekila Al Isrowat Isrowati Isrowati, Isrowati Jannatun, Baiq Haulia Juliani Khairina Ilhami, Bq Tri Khazimi, Ahmad Sadam Komang Adi Kurniawan Saputra Kuncoro, Zain Bagus Kurniawan, Nanda Sofian Hadi L. Sunarwidhi, Anggit Lestari, Bening Sagita Lilik Hidayati, Lilik Madany, Lalu Riffadh Maelia, Wina Maulida, Baiq Rizki Maulida, Khoviva Muhammad Fathurrahman murdiah, murdiah Muthma'innah, Elfira Mutma’innah, Elfira Nihla Farida Ningsih, Niati Nisa, Khaeru Nurhayati, Nurhayati Nurul Aisyah NURUL HIDAYAH P., Eka Sunarwidi Pibiputri, Heppy Tasya Prasedya, Eka Sunarwidhi Prasedya, Eka Sunarwidi Prasetyo, Dhani Trie Pratama, Hari Arya Pratama, Lalu Galih Putra Purnamayanti, Juli Putri, Baiq Ega Zulqaidah Putri, Nurliana Hasan Rabani, M. Restu Rahayu, Rachmawati Noviana Rahmatullah, Dimas Rizky Ramadhani, Baiq Isna Rizka Reda Reda, Reda Rifwan, Moh. Nurkholis Riski, Danu Riski, Tita Nia Ananda Rizki, Danu Royani, Andhini Dwi Mifta Rozi, Tapaul S. Prasedya, Eka Safata, Hendri Oky Sagita, Baiq Vira Emaliyana Saputra, Ranu Arya Siddiq, Muhammad Faqih Sintia, Nuraema Sri Widyastuti Sujendra, Ida Bagus Alit Sukraeni, Komang Ratna Aprilia Sunarpi, Sunarpi Sunarwidi P, Eka Supardiono Supardiono, Supardiono Suripto sydqy, Shohibul Tahsya, Muhammad Abu Uzma, Saadatul Virgota, Arben Wahyu Hidayat Wahyudi, Alpan Widianti, Astrini Wijdan, Ifad Wirahadi, Muhammad Rosyid Wiranadi, Lalu Tindih Wiryan, Lalu Wulandari, Suci Yulia Yulianti Yulianti Zainuri, Lalu Ahmad Fikri Zubair, Rizki Aditia Zulfiani, Rena