Claim Missing Document
Check
Articles

OFFAL INTERNAL ITIK BALI YANG DIBERI RANSUM KOMERSIAL DENGAN SUPLEMENTASI DAUN PEPAYA (Carica Papaya,L) Nugroho E.; Nuriyasa IM.; Siti N.W
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.702 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui offal internal itik bali yang diberi ransum komersial dengan suplementasi daun pepaya (Carica papaya, L.) telah dilaksanakan di kandang itik milik Bapak I Ketut Sunatra yang berlokasi di Kecamatan Kediri-Tabanan. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan mulai Mei sampai dengan Agustus 2012. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan, setiap ulangan menggunakan 5 ekor itik bali jantan yang beratnya homogen.  Keempat perlakuan tersebut adalah ransum komersial tanpa tepung daun pepaya (A), 98% ransum komersial + 2% tepung daun pepaya (B), 96% ransum komersial + 4% tepung daun pepaya (C), dan 94% ransum komersial + 6% tepung daun pepaya (D).  Variabel yang diamati meliputi berat proventrikulus, ventrikulus, hati, ginjal, limpa, pankreas, empedu, tenggorokan, kerongkongan itik bali.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berat proventrikulus, ventrikulus, dan hati meningkat nyata (P<0,05) dengan suplementasi tepung daun pepaya level 2-6%.  sedangkan, berat ginjal, limpa, pankreas, dan tenggorokan menunjukan hasil berbeda tidak nyata (P>0,05).  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa offal internal itik bali yang diberi ransum komersial dengan suplementasi daun pepaya (Carica papaya L.) pada level 2-6% dapat meningkatkan offal internal, terutama proventrikulus, ventrikulus, hati, empedu dan kerongkongan, namun belum berpengaruh terhadap ginjal, limpa, pankreas, dan tenggorokan.
Performans Ternak Kelinci Lokal ( Lepus nigricollis ) yang Diberi Level Konsentrat Berbeda dengan Pakan Dasar Limbah Daun Wortel (Daucus carota L.) Pertiwi I G. N. S. D.; A. W. Puger; I M. Nuriyasa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.747 KB)

Abstract

Research on the performance of local rabbits fed concentrate at different levels with carrot leaf base feed was conducted in Dajan Peken Village, Tabanan Subdistrict, Tabanan Regency were reread for 12 weeks. The design used in this research was a randomized block design, with five replications and used 20 unit object. The rabbits were allocated randomly into four treatments, namely rabbits is fed without concentrate (R0), concentrate of 15 g/head/day (R1), concentrate of 30 g/head/day (R2), concentrate of 45 g/head/day (R3). Carrots leaf and water fed ad_libitum. Results of the research, it was found that the rabbits with treatment of R3 consume least carrot leaf and consume more concentrate, so that weight gain and the body weight are the highest (p<0,05), while the obtained FCR is not significantly different from the other treatments. Performance of local rabbits fed control rations plus concentrate 45 g/head/day (R3) showed higher results from treatment of R0 (without concentrate) and the others treatments. Keywords: Local rabbits, concentrate, carrot leaf, performance
PENGARUH SUPLEMENTASI MULTI NUTRIENT BLOCK TERHADAP PENAMPILAN KELINCI BETINA LOKAL (Lepus negricollis) Wiguna I G. D. A.; I M. Nuriyasa; A. W. Puger
Jurnal Peternakan Tropika Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.911 KB)

Abstract

This study aims to determine the effect of Multi Nutrient Block (MNB) supplementation on the performance of local female rabbits given ground grass feedstock. A randomized block design with four treatments and five blocks as replicates was used in this study, the treatment was a local female rabbit fed field grass onlyas control (R0), a control feed supplemented by MNB 15 g/head/day (R1), a control feedsupplemented MNB 30 g/head/day (R2), control feedsupplemented MNB 45 g/head/day (R3). The observed variabel wasl body weight, weight gain, grass consumption, MNB consumption, total consumption, energy consumption, crude protein intake, and feed conversion. The results showed that the higher the supplementation of MNB, the higher the final body weight, weight gain, MNB consumption, total consumption, energy consumption, and consumption of crude protein but reduced grass consumption compared with treatment without MNB supplementation (R0). It can be concluded that increasing multi nutrient block supplementation from 15g/head/day to 45g/head/day results in the performance of local female rabbit (Lepus nigricollis) also increased. Keywords: Performances, rabbit, multi nutrient block, field grass
Pengaruh Penggantian Tepung Ikan Dengan Tepung Keong Mas Dalam Ransum Terhadap Potongan Karkas Komersial Itik Bali Jantan Resla M. S.; A. W. Puger; I M. Nuriyasa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian tepung ikan dengan tepung keong mas dalam ransum terhadap potongan karkas komersial itik bali jantan umur 10 minggu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari empat ulangan. Setiap ulangan terdiri dari satu ekor itik. Perlakuan tersebut adalah perlakuan R0 sebagai kontrol (penggunaan 15% tepung ikan dalam ransum tanpa tepung keong mas), sedangkan R1, R2, R3 dan R4 mengandung tepung keong mas masing-masing 25%, 50%, 75% dan 100% sebagai pengganti tepung ikan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah berat hidup, persentase karkas dan persentase potongan karkas komersial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian tepung ikan dengan tepung keong mas dalam ransum terhadap berat hidup, persentase karkas dan persentase potongan karkas komersial itik bali jantan dengan pemberian 25%, 50%, 75% dan 100% tidak berbeda nyata (P>0,05) daripada R0. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung keong mas pada ransum dapat menggantikan keseluruhan penggunaan tepung ikan dan tidak mempengaruhi potongan karkas komersial itik bali jantan umur 10 minggu. Kata Kunci: Potongan Karkas Komersial Itik, Tepung Ikan dan Tepung Keong Mas
PERFORMANS KELINCI LOKAL (lepus negricollis) YANG DIBERI RANSUM DENGAN IMBANGAN ENERGI PROTEIN BERBEDA YANG DIPELIHARA PADA KANDANG UNDERGROUND SHELTER Johannes E.O.P; Nuriyasa IM.; Puspani E
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan selama 12 minggu, bertujuan untuk mengetahui performans kelinci yang diberi ransum dengan imbangan energi protein berbeda. Kelinci yang digunakan adalah kelinci lokal jantan umur 5 minggu sebanyak 20 ekor dengan berat badan 189,25  ± 1,54 g. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian ini menggunakan perlakuan yaitu imbangan energi protein (R) yang terdiri dari ransum dengan imbangan energi protein156,89 (R1), imbangan energi protein 154, 98 (R2), imbangan energi protein 153,14 (R3) dan imbangan energi protein 151,50 (R4). Variabel yang diamati adalah variabel konsumsi ransum, konsumsi air minum, pertambahan berat badan, berat badan akhir dan konversi ransum. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam menggunakan program Costat versi 6.4, apabila diantara perlakuan terdapat perbedaan yang nyata (P<0,05) maka analisis dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan (Steel dan Torrie, 1980). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan ransum R3 menyebabkan konsumsi ransum, pertambahan berat badan, berat badan akhir nyata lebih tinggi (P<0,05) daripada R1 dan R2 namun tidak berbeda nyata (P>0,05) dibandingkan dengan R4. Konsumsi ransum tidak dipengaruhi secara nyata (P>0,05) oleh perlakuan ransum dengan imbangan energi protein berbeda. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa ransum dengan energi termetabolis 2603 kkal/kg dan CP17 % dengan imbangan energi protein 153,14 (R3) menghasilkan performans yang lebih tinggi dari pada perlakuan ransum dengan energi termetabolis 2801 kkal/kg dan CP 18,5 % dengan imbangan energi protein 151,50 (R4), ransum dengan energi termetabolis 2402 kkal/kg dan CP15,5 % dengan imbangan energi protein 154,98 (R2), ransum dengan energi termetabolis 2201 dan CP 14 % dengan imbangan energi protein 156,89 (R1).
Pengaruh Suplementasi Konsentrat dengan Aras Berbeda pada Pakan Berbasis Limbah Daun Wortel terhadap Karakteristik Karkas Kelinci Lokal (Lepus nigricollis) Paramartha D. B. K. G. R.; I M. Nuriyasa; E. Puspani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.537 KB)

Abstract

This study has been conducted for 3 months (12 weeks). The aims of this study is to determine the effect of different level concentrate supplementation on the base feed by using carrot leaf waste in characteristics of local rabbit carcass. The rabbits used in this study were local rabbits consisting of 20 rabbits aged 5 weeks. The basic feed used was carrot leaf. This study was using Randomized Block Design(RBD) with four treatments, each treatments ware repeated five times and each unit using one local rabbit. This study used four treatments: concentrate supplementation (R) consisting of not supplementation as control ration (R0), 15g concentrate supplementation (R1), supplementation 30g (R2) and 45g concentrate supplementation (R3). The variables observed were cutting weight, carcass weight, carcass percentage and carcass commercial cutting percentage. The result of this study showed that R3 treatment made the cutting weight and carcass weight was higher (P>0.05) than R0, R1 and R2. The Carcass percentage and carcasses commercial cutting weight including Foreleg, Hind leg, Loin and Rack showed a non significant between R3 treatment and rabbits with different concentrate supplementation (P<0.05). Based on the result of this study, the conclusion can be drawn that the characteristics of local rabbit carcasses given basic feed based on carrot leaf waste supplemented with 45g/day concentrate resulted the higher carcass weight than rabbits given concentrate supplementations 30g/day, 15g/day, and not supplementationconcentrate. Keywords: rabbit, carrot leaf, concentrate, carcass characteristics
Analisis Pendapatan Usaha Penggemukan Kelinci Lokal (Lepus negrocollis) yang Diberi Pakan Dasar Limbah Daun Wortel (Daucus carrota L.) dengan Suplementasi Konsentrat Dewi E. K.; B. R. T. Putri; I M. Nuriyasa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.116 KB)

Abstract

The aim of this study are to observe the level of farming income in fattening local rabbits which were given a basic feed of carrot leaf waste which was supplemented with concentrates in different levels. This study uses a Randomized Block Design (RBD). Twenty male rabbits aged 7 weeks were divided into four treatments. The treatment of concentrate level 0g (R0 / control), 15g (R1), 30G (R2), and 45g (R3), each consisting of five rabbits used individual cages measuring 70cm x 50cm x 50cm. Forage feed in the form of carrot leaves is given ad libitum. The data used is primary data and secondary data. Management is explained descriptively based on observations. While the analysis of level income in fattening local rabbit is seen based on cost analysis, income analysis, R / C ratio analysis and BEP. The results showed that the largest total revenue was treatment of R3 Rp. 397,350.5 - with a total cost of Rp. 333,823. Based on cash costs, the highest total income is in treatment R0, which is Rp 113,631.9 with an R/C ratio of 1.47 while the revenue is treatment with the addition of concentrate is lower at Rp 83,301.6 (R1); Rp.69,658.1 (R2) and Rp.66,526.5 (R3) as well as an R/C ratio of 1.30 (R1); 1.24 (R2) and 1.19 (R3). BEP unit and BEP prices for each treatment are 2 head (R0); and 3 head (R1); (R2); (R3) with a price of Rp. 48,043.6 (R0); Rp. 54,819.7 (R1); Rp. 58,888.4 (R2) and Rp. 66,764.7 (R3). It was concluded that the addition of concentrate was still less profitable compared to carrot leaf-based maintenance without the addition of concentrates. Keyword: consentrate supplementation, carrot leaves, income analysis, rabbits
Pengaruh Penggantian Tepung Ikan Dengan Tepung Keong Mas Dalam Ransum Terhadap Komposisi Fisik Karkas Dan Lemak Abdominal Itik Bali Jantan Gulita S. S.; A. W. Puger; I M. Nuriyasa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian tepung ikan dengan tepung keong mas dalam ransum terhadap komposisi fisik karkas dan lemak abdominal itik bali jantan umur 10 minggu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) berdasarkan berat badan itik yang berjumlah 20 ekor itik dengan lima perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 4 blok sebagai ulangan dan setiap blok terdiri dari satu ekor itik bali jantan. Perlakuan yang diberikan adalahR0 (penggunaan15% tepung ikan dalam ransum sebanyak sebagai kontrol), R1(penggantian 25% tepung ikan dengan tepung keong mas), R2(penggantian 50% tepung ikan dengan tepung keong mas), R3(penggantian 75% tepung ikan dengan tepung keong mas), dan R4(penggantian 100% tepung ikan dengan tepung keong mas). Variabel yang diamati dalam penelitian ini antara lain persentase daging karkas, tulang, lemak karkas dan lemak abdominal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggantian tepung ikan dengan tepung keong mas dalam ransum tidak berpengaruh pada persentase daging dan lemak abdominal (P0,05) tetapi memberikan pengaruh serta menurunkan persentase tulang dan meningkatkan persentase lemak karkas (P0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggantian tepung ikan dalam ransum dengan tepung keong mas hingga 100% memberikan pengaruh yang sama terhadap persentase daging dan lemak abdominal, penggantian tepung ikan pada level 50% dan 100% nyata menurunkan persentase tulang dan penggantian tepung ikan pada level 50% nyata meningkatkan persentase lemak karkas. Kata Kunci: Itik Bali Jantan, Tepung Keong Mas, Komposisi Fisik Karkas, Lemak Abdominal
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SIRIH MELALUI AIR MINUM TERHADAP EDIBLE OFFALS BROILER Yanto K. A. U; I M. Nuriyasa; I P. A. Astawa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 9 No 1 (2021): Vol. 9 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun sirih melalui air minum terhadap edible offals broiler. Penelitian dilaksanakan di Br. Pande, Desa Dajan Peken, Tabanan, selama 6 minggu. Ayam yang digunakan merupakan DOC yang dibesarkan selama 2 minggu. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 10 ulangan. Masing-masing ulangan berisi 2 ekor broiler sehingga jumlah ayam yang dipergunakan adalah 60 ekor. Perlakuan tersebut adalah (R0) pemberian air minum tanpa menggunakan ekstrat air daun sirih (Piper betle L.), (R1) pemberian 2% ekstrak air daun sirih (Piper betle L.) melalui air minum dan (R2) pemberian 4% ekstrat air daun sirih (Piper betle L.) melalui air minum. Variabel yang diamati adalah persentase kepala, kaki, jantung, hati, usus halus, dan ampela. Hasil penelitian menunjukkan persentase kepala, kaki, jantung, hati, usus halus, dan ampela tidak berbeda nyata (P>0,05) diantara ketiga perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun sirih melalui air minum sampai 4% tidak berpengaruh terhadap persentase edible offals broiler. Kata Kunci: broiler, daun sirih, dan edible offals
PENGARUH PENGGUNAAN JENIS MINYAK BERBEDA DALAM RANSUM TERHADAP KOMPOSISI FISIK KARKAS DAN DISTRIBUSI LEMAK AYAM KAMPUNG Dewantara I P.E.; I K. Sukada; I M. Nuriyasa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 3 (2022): Vol. 10 No. 3 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi fisik karkas dan distribusi lemak ayam kampung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Masing-masing ulangan menggunakan 3 ekor ayam kampung sehingga total ayam kampung yang dipergunakan sebanyak 60 ekor. Perlakuan ransum (R) terdiri atas: R0: Ransum tanpa menggunakan minyak, R1: Penggunaan 3% minyak kelapa sawit dalam ransum, R2: Penggunaan 3% minyak jelantah dalam ransum, R3: Penggunaan 3% minyak ikan dalam ransum, dan R4: Penggunaan 3% minyak babi dalam ransum. Variabel yang diamati meliputi bobot potong, bobot karkas, persentase komposisi fisik karkas (daging, kulit, dan tulang), dan persentase distribusi lemak abdomen (lemak bantalan, lemak mesentrium, dan lemak ventrikulus). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 3% minyak babi pada ransum menghasilkan rataan tertinggi dan berbeda nyata pada variabel bobot potong dan bobot karkas. Penggunaan jenis minyak berbeda dalam ransum menunjukkan hasil yang nyata terhadap persentase distribusi lemak abdomen tetapi tidak berpengaruh terhadap persentase komposisi fisik karkas ayam kampung. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan 3% minyak babi pada ransum dapat meningkatkan bobot potong dan bobot karkas ayam kampung serta penggunaan 3% minyak kelapa sawit, minyak jelantah, minyak ikan, dan minyak babi pada ransum dapat meningkatkan distribusi lemak abdomen pada ayam kampung. Kata kunci: Ayam kampung, jenis minyak, karkas, distribusi lemak
Co-Authors A. W. Puger A.A. P.P Wibawa Adhitya R.P Akbar Y. K. Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi Anak Agung Putu Putra Wibawa Arini, N.P.T. Arsana I. B. G. S. Atmaja C. G. R. Budi Rahayu Tanama Putri Bulu, Sosiawan Candradiarta IP.M DESAK PUTU MAS ARI CANDRAWATI Dewantara I P.E. Dewi E. K. Dewi, G.A.M.K. Dioksa I M. R. DSK.P.M.A. CANDRAWATI E. PUSPANI Eny Puspani Ermelia Maria F. R. Lodang G. A. M. K. Dewi Gulita S. S. Gunawijaya, Gusti Putu Gusti Ayu Mayani Kristina Dewi Gusti Putu Gunawijaya Hartona T.A I G. Lanang Oka Cakra I Gede Mahardika I Gusti Bagus Basudewa I K. Sukada I Ketut Mangku Budiasa I Ketut Nopa Artawiguna I Ketut Sumadi I M. Suasta I NYOMAN ARDIKA I P. A. Astawa I Putu Andhika Putra Setiawan I Putu Ari Astawa I W. Wirawan I WAYAN WIRAWAN I. G. M. Rusdianta I. K. Sukada I. K. SUKADA I. M. Mastika I. M. Mastika I.W Kasa Johannes E.O.P Lodang, Ermelia Maria F. R. M. E. D. PERTIWI M. Wirapartha M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Mayana M.I N. M. INTAN W. Y. K. N. M. S. Sukamawati N. N. Suryani NI LUH GEDE BUDIARI Ni Luh Putu Sriyani Ni Nyoman Candraasih Kusumawati Ni Wayan Siti Ni Wayan Siti Noviyanti K.R. Nugraha G. A. Nugroho E. Paramartha D. B. K. G. R. Pertiwi I G. N. S. D. Pratita N. P. R. Purwaningsih M. Puspani E. R. Rochi Resla M. S. Rochi, R. Roni N. G. K. Saputra E.D Setiawan I P. A. P. Simamora C. Sosiawan Bulu Sudarmawan T Sugiarta I M. P. Sukerta I P. B. Wayan Sayang Yupardhi Wiguna I G. D. A. WIRA SUSANA I W. Wirawan I W. yadnya T. G. B Yanto K. A. U Yasa I W. S.