Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENGGUNAAN JENIS MINYAK BERBEDA DALAM RANSUM TERHADAP POTONGAN KOMERSIAL KARKAS AYAM KAMPUNG JOPER Arini, N.P.T.; I K. Sukada; I M. Nuriyasa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 11 No 1 (2023): Vol. 11 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis minyak berbeda dalam ransum terhadap potongan komersial karkas ayam kampung. Penelitian dilaksanakan di Tabanan pada bulan Juli-Agustus selama 8 minggu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Masing-masing unit percobaan menggunakan 3 ekor ayam kampung sehingga total ayam kampung yang dipergunakan sebanyak 60 ekor. Perlakuan ransum (R) terdiri dari: R0: Ransum tanpa menggunakan minyak, R1: Penggunaan 3% minyak kelapa sawit dalam ransum, R2: Penggunaan 3% minyak jelantah dalam ransum, R3: Penggunaan 3% minyak ikan dalam ransum, dan R4: Penggunaan 3% minyak babi dalam ransum. Variabel yang diamati meliputi bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, persentase dada, persentase sayap, persentase paha, dan persentase punggung. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan 3% minyak babi pada ransum (R4) menghasilkan rataan tertinggi dan nyata pada variabel bobot potong dan bobot karkas. Penggunaan jenis minyak berbeda pada ransum tidak berpengaruh terhadap persentase karkas, persentase dada, persentase sayap, persentas paha, dan persentase punggung ayam kampung. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan 3% minyak babi dalam ransum ayam kampung menghasilkan bobot potong dan bobot karkas ayam kampung yang lebih tinggi.Kata kunci: Ayam kampung, ransum, minyak, potongan komersial, karkas
PENGGUNAAN KULIT PISANG TERFERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP KOMPOSISI FISIK KARKAS DAN DISTRIBUSI LEMAK ABDOMEN AYAM JOPER Simamora C.; A. W. Puger; I M. Nuriyasa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 11 No 1 (2023): Vol. 11 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi fisik karkas dan distribusi lemak ayam kampung Jowo dan Super (Joper) yang diberi ransum berisi kulit pisang terfermentasi. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Masing-masing ulangan menggunakan 3 ekor ayam joper dengan umur 2 minggu. Perlakuan yang diberikan adalah ransum tanpa kulit pisang terfermentasi (TP) sebagai kontrol, Penggunaan kulit pisang terfermentasi dalam ransum sebanyak 3%, 6% dan 9% sebagai perlakuan P1, P2 dan P3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kulit pisang (Musa paradisiaca L. var sapientum) terfermentasi dengan kadar 6% menghasilkan rataan tertinggi dan nyata (P<0,05) pada komposisi fisik karkas berat potong, berat karkas, dan berat daging. Distribusi lemak tidak berbeda nyata pada semua perlakuan (P>0,05). Dari hasil penelitan ini dapat disimpulkan bahwa pemberian kulit pisang terfermentasi dalam ransum dengan kadar maximal 6% mampu meningkatkan komposisi fisik karkas ayam kampung pada variabel berat potong, berat karkas, dan berat daging. Kulit pisang terfermentasi dalam ransum belum dapat mempengaruhi komposisi fisik karkas ayam joper pada variabel persentase tulang dan persentase kulit. Kulit pisang terfermentasi dalam ransum belum dapat mempengaruhi komponen lemak abdomen ayam joper. Kata kunci: ayam joper, ransum, kulit pisang terfermentasi, karkas, distribusi lemak abdomen
PENGARUH PENGGUNAAN KULIT PISANG FERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP KARKAS DAN POTONGAN KOMERSIAL KARKAS AYAM JOPER Noviyanti K.R.; I M. Nuriyasa; A. W. Puger
Jurnal Peternakan Tropika Vol 11 No 1 (2023): Vol. 11 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of the use of fermented banana peel in the ration on carcasses and commercial pieces of joper chicken. The research was conducted in Tabanan for 8 weeks. The study used a completely randomized design (CRD), with 4 treatments and 5 replications. Each experimental unit used 3 joper chickens so that a total of 60 joper chickens were used. The ration treatment consisted of: TP: the use of 0% fermented banana peel in the ration; P1: the use of 3% fermented banana peel in the ration; P2: the use of 6% fermented banana peel in the ration; P3: the use of 9% fermented banana peel in the ration. Banana peel fermentation was carried out with EM4 material. The Variables observed included slaughter weight, carcass weight, carcass percentage, and the percentage of commercial pieces of carcasses (chest percentage, wing percentage, thigh percentage, drumstick percentage, and back percentage). The results showed that the weight of the carcass and the percentage of carcasses in the treatment of P1 and P2 were actually higher (P<0.05) than TP, while in P3 showed an unreal difference result (P>0.05). Commercial deductions of carcasses on P1, P2, and P3 treatments show no noticeable difference (P>0.05) with TP. In the results of the study, it can be concluded that the use of fermented banana peels in rations by as much as 6% can increase the weight of carcasses and the percentage of carcasses in joper chicken, but give the same result to commercial pieces of joper chicken carcasses. Keywords : joper chicken, fermented banana peel, carcass, carcass commercial pieces
KECERNAAN PAKAN KELINCI LOKAL (Lepus nigricollis) YANG DIBERI PAKAN MULTI NUTRIENT BLOCK BERBASIS RUMPUT LAPANGAN Puger, A. W.; Nuriyasa, I. M.; Puspani, E.; Mastika, I. M.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 19 No 3 (2016): Vol 19, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.633 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2016.v19.i03.p07

Abstract

Peningkatan produktivitas ternak kelinci dapat diukur dari kecernaan pakan yang diberikan dan dapat dilakukandengan memberikan suplementasi Mineral Nutrient Block (MNB). Penelitian dilaksanakan dengan menggunakanRangcangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah R0: pakan kontrol(rumput lapangan) dengan kandungan energi termetabolis 1830 kkal/kg dan CP:9,1%, R1: ransum kontrol yangdisuplementasi MNB 5 g/ekor/hari, R2: ransum kontrol yang disuplementasi MNB 10 g/ekor/hari, R3: ransumkontrol yang disuplementasi MNB 15 g/ekor/hari. Rumput lapangan diberikan secara ad libitum dalam bentuksegar dan dipotong-potong dengan panjang 5 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai cerna bahan kering,nilai cerna energi dan nilai cerna protein tertinggi pada R3 yaitu masing-masing 59,22%, 68,88% dan 43,72%.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian Multi Nutrient Block sebanyak 15% memberikankecernaan tertinggi pada kecernaan bahan kering, energi dan protein pakan.
PENGARUH TINGKAT PENGGANTIAN RANSUM KOMERSIAL DENGAN JAGUNG TERHADAP KOMPOSISI FISIK KARKAS BROILER YANG DIPELIHARA PADA KETINGGIAN TEMPAT ( ALTITUDE ) YANG BERBEDA PUSPANI, ENY; NURIYASA, I.M.; CANDRAWATI, DSK.P.M.A.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.315 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di dua tempat yaitu di banjar Pande Desa Dajan Peken Tabanan dengan ketinggiantempat 50 m dari permukaan laut (dpl) merupakan dataran rendah dan di Stasiun Penelitian Fapet Unud, di DesaSobangan yang merupakan dataran sedang, dengan ketinggian tempat 300 m dpl. Tujuan penelitian adalah untukmengetahui tingkat penggantian ransum komersial dengan jagung, yang paling sesuai pada ketinggian tempatpemeliharaan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola split-splot 2×3 dengan 3 kali ulangan.Sebagai main plot adalah Altitude atau ketinggian tempat pemeliharaan (A) yang terdiri dari daerah dataranrendah (A1) dan daerah dataran sedang (A2). Sebagai petak tambahan sub plot adalah tingkat penggantian ransumkomersial (R) yang terdiri dari (R0) 100% ransum komersial, tingkat penggantian ransum komersial dengan 10%jagung (R1) dan tingkat penggantian ransum komersial dengan 20% jagung (R2). Peubah yang diamati adalahberat hidup, berat karkas, prosentase karkas, prosentase komposisi fisik karkas (tulang, daging, lemak), serta datapenunjang yaitu suhu udara, kelembaban udara, megap-megap, konsumsi ransum, konsumsi energi, konsumsiprotein dan FCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan ayam pedaging pada perlakuan (A2) menghasilkanberat hidup, berat karkas, prosentase daging karkas nyata lebih tinggi (P<0,05) dari perlakuan (A1). Ayampedaging yang mendapat perlakuan R0 menghasilkan berat hidup, prosentase karkas dan prosentase lemak yangnyata lebih tinggi (P<0,05) dari perlakuan (R2). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tidakterjadi interaksi yang nyata antara ketinggian tempat pemeliharaan dengan tingkat penggantian ransum komersialdengan jagung terhadap komposisi fisik karkas ayam pedaging.
PENGARUH TIPE LANTAI KANDANG DAN KEPADATAN TERNAK TERHADAP TABIAT MAKAN AYAM PEDAGING UMUR 2-6 MINGGU PUSPANI, ENY; NURIYASA, I.M.; WIBAWA, AAP. PUTRA; CANDRAWATI, DPMA.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 11 No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.291 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh tipe lantai dan kepadatan ternak yang berbeda terhadap tabiat makan ayam pedaging telah dilaksanakan di Tabanan, Bali. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan pola faktorial 3×3 dalam 3 blok. Faktor pertama adalah tipe lantai kandang yang terdiri dari litter sekam di tanah (L1), lantai slat bambu (L2) dan lantai litter panggung (L3). Faktor kedua adalah kepadatan ternak yang terdiri dari 10 ekor/m2 (P1), 12 ekor/m2 (P2), dan 14 ekor/m2 (P3). Hasil penelitian tabiat makan menunjukkan bahwa frekuensi makan, frekuensi minum, frekuensi istirahat pada L1 nyata lebih tinggi (P<0,05) dari L2. Lama makan pada L2 lebih lama dari L1 dan L3 tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05). Lama minum pada L3 nyata lebih lama (P<0,05) dari L1 dan L2. Lama istirahat pada L1 nyata lebih lama (P<0,05) dari L2. Lama panting pada L2 nyata lebih sedikit (P<0,05) dari L1 dan L3. Frekuensi makan pada P1 nyata lebih tinggi (P<0,05) dari P2 dan P3. Frekuensi minum, frekuensi istirahat pada P1 lebih tinggi dari P2 dan P3 tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05). Lama makan pada P1 nyata lebih lama (P<0,05) dari P2 dan P3. Lama minum pada P2 nyata lebih lama (P<0,05) dari P1 dan P3. Lama istirahat dan lama panting pada P3 lebih lama dari P1 dan P2 tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi interaksi antara tipe lantai dan kepadatan ternak terhadap tabiat makan, lantai slat bambu dan litter panggung menghasilkan tabiat makan yan lebih baik dibandingkan litter sekam di tanah. Kepadatan ternak 10 ekor/m2 menghasilkan tabiat makan lebih baik daripada 12 ekor/m2 dan 14 ekor/m2. THE EFFECT OF FLOOR TYPE AND BIRDS DENSITY ON FEEDING BEHAVIOUR OF BROILER AGED 2-6 WEEKS ABSTRACT The experiment aimed to study the effect of floor type and birds density on feeding behaviour of broilers. This experiment was carried out at Tabanan, Bali. The experiment used a completely randomized block design (CRBD) with factorial arrangement (3x3) in tree blocks. The first factor was floor type consisted of deep litter in the ground (L1), bamboo slat floor (L2) and litter podium floor (L3). The second factor was birds density consisted of 10 birds/m¬2 (P1), 12 birds/m2 (P2), and 14 birds/m2 (P3). The results of the experiment showed that the frequency of the eating, the drinking, and the resting at L1 were significantly higher (P<0.05) than L2. Time of feeding at L¬2 was longer than L1 and L3 but there were no significant differences (P>0.05). The time for drinking at L3 was significantly longer (P<0.05) than L1 and L¬2 and the time for resting at L1 was significantly longer (P<0.05) than L2 and also time for painting at L2 was significantly shorter (P<0.05) than L1 and L3. The frequencies of feeding at P1 was significantly higher (P<0.05) than P2 and P3. However, there were no significant differences on drinking and resting frequencies (P>0.05). The time feeding of P1 were significantly longer (P<0.05) than P2 and P3 and time for drinking at P2 were significantly longer than P1 and P3. Time for resting and panting at P3 were longer (P<0.05) than P1 and P2, but no significant differences (P>0.05). It was concluded that bamboo slat floor and litter podium make feeding behaviour better than chaff litter in the ground. There were no differences between density of 10 birds/m2, and 14 birds/m2 at bamboo slat floor and litter podium in feeding behaviour of broilers. Kata kunci : kepadatan kandang, tipe lantai kandang, tabiat makan, ayam pedaging
RESPONS FISIOLOGI KELINCI LOKAL YANG DIBERI RANSUM MENGGUNAKAN AMPAS TAHU YANG DISUPLEMENTASI RAGI TAPE PADA JENIS KANDANG BERBEDA I M., Nuriyasa; N. G. K., Roni; E., Puspani; D. P. M. A., Candrawati; I W., Wirawan; A. W., Puger
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 17 No 2 (2014): Vol 17, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.616 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2014.v17.i02.p05

Abstract

Penelitian yang bertujuan mempelajari respon fisiologi kelinci jantan lokal telah dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola split-plot 2×3 dengan 4 blok (ulangan). Jenis kandang sebagai main plot yang terdiri dari: kandang under ground shelter (K0) dan kandang battery (K1). Perlakuan ransum sebagai sub plot yang terdiri dari: ransum tanpa menggunakan ampas tahu (R0), ransum menggunakan 15% ampas tahu tanpa suplementasi ragi tape (R1) dan ransum menggunakan 15% ampas tahu yang disuplementasi 0,2% ragi tape (R2).Hasil penelitian mendapatkan bahwa kandang battery menyebabkan suhu dan kelembaban kandang lebih tinggi daripada kandangunder ground shelter. Temperatur dan kelembaban udara lebih tinggi pada K1 menyebabkan denyut jantung dan temperatur kulit lebih tinggi daripada K0. Perlakuan ransum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap temperatur dan kelembaban kandang serta temperatur rektal dan kulit ternak kelinci. Pada kandang K0, perlakuan ransum tidak berpengaruh nyata terhadap laju respirasi. Pada kandang K1, perlakuan ransum R2 menyebabkan laju respirasi kelinci jantan lokal lebih tinggi daripada R1 dan R0. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kelinci jantan lokal yang dipelihara pada kandang under ground shelter menghasilkan respon fisiologi lebih baik daripada kandang battery. Penggunaan ampas tahu dalam ransum kelinci dan suplementasi ragi tape pada penggunaan ampas tahu tidak mempengaruhi respon fisiologi ternak kelinci jantan lokal.
Co-Authors A. W. Puger A.A. P.P Wibawa Adhitya R.P Akbar Y. K. Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi Anak Agung Putu Putra Wibawa Arini, N.P.T. Arsana I. B. G. S. Atmaja C. G. R. Budi Rahayu Tanama Putri Bulu, Sosiawan Candradiarta IP.M DESAK PUTU MAS ARI CANDRAWATI Dewantara I P.E. Dewi E. K. Dewi, G.A.M.K. Dioksa I M. R. DSK.P.M.A. CANDRAWATI E. PUSPANI Eny Puspani Ermelia Maria F. R. Lodang G. A. M. K. Dewi Gulita S. S. Gunawijaya, Gusti Putu Gusti Ayu Mayani Kristina Dewi Gusti Putu Gunawijaya Hartona T.A I G. Lanang Oka Cakra I Gede Mahardika I Gusti Bagus Basudewa I K. Sukada I Ketut Mangku Budiasa I Ketut Nopa Artawiguna I Ketut Sumadi I M. Suasta I NYOMAN ARDIKA I P. A. Astawa I Putu Andhika Putra Setiawan I Putu Ari Astawa I W. Wirawan I WAYAN WIRAWAN I. G. M. Rusdianta I. K. Sukada I. K. SUKADA I. M. Mastika I. M. Mastika I.W Kasa Johannes E.O.P Lodang, Ermelia Maria F. R. M. E. D. PERTIWI M. Wirapartha M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Mayana M.I N. M. INTAN W. Y. K. N. M. S. Sukamawati N. N. Suryani NI LUH GEDE BUDIARI Ni Luh Putu Sriyani Ni Nyoman Candraasih Kusumawati Ni Wayan Siti Ni Wayan Siti Noviyanti K.R. Nugraha G. A. Nugroho E. Paramartha D. B. K. G. R. Pertiwi I G. N. S. D. Pratita N. P. R. Purwaningsih M. Puspani E. R. Rochi Resla M. S. Rochi, R. Roni N. G. K. Saputra E.D Setiawan I P. A. P. Simamora C. Sosiawan Bulu Sudarmawan T Sugiarta I M. P. Sukerta I P. B. Wayan Sayang Yupardhi Wiguna I G. D. A. WIRA SUSANA I W. Wirawan I W. yadnya T. G. B Yanto K. A. U Yasa I W. S.