Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH IOD (INDIAN OCEAN DIPOLE) TERHADAP VARIABILITAS NILAI SERTA DISTRIBUSI SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-a PADA PERIODE UPWELLING DI PERAIRAN SEKITAR BUKIT BADUNG BALI Hafizhurrahman, Irfan; Kunarso, Kunarso; Suryoputro, Agus Anugroho Dwi
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6740.44 KB)

Abstract

Perairan Badung Bali merupakan salah satu perairan dengan sumber daya perikanan yang tinggi. Pemahaman IOD terhadap variabilitas suhu permukaan laut dan klorofil-a dapat digunakan untuk membantu menentukan daerah potensi perikanan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh IOD terhadap variabilitas nilai serta distribusi suhu permukaan laut dan klorofil-a di perairan Badung Bali. Penelitian ini menggunakan data citra MODIS (Moderate-Resolution Imaging Spektroradiometer) level 3(tiga) berupa data SPL dan klorofil-a periode bulanan, data angin, data arus insitu dan permodelan serta data DMI (Dipole Mode Index) periode upwelling pada bulan Agustus-November setiap tahunnya yang dianalisis tahun 2010-2014. Distribusi parameter diolah menggunakan software ArcGIS 10.0, sedangkan data pendukung disajikan dengan software SMS 10.0. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu studi kasus dan pengambilan data arus insitu menggunakan metode Lagrange. Berdasarkan hasil analisis terjadinya variabilitas nilai SPL dan klorofil-a. SPL mengalami peningkatan pada bulan Agustus-November pada setiap tahun yang dianalisis (2010-2014). Hasil sebaliknya pada konsentrasi klorofil-a yang mengalami penurunan. Nilai SPL tertinggi pada tahun 2010 dan terendah pada tahun 2011. Konsentrasi klorofil-a tertinggi pada tahun 2012 dan terendah pada tahun 2010. SPL tinggi dengan nilai maksimal 33,88⁰C, hal ini berkaitan dengan fenomena IOD negative. SPL rendah dengan nilai minimal 24,00⁰C, hal ini berkaitan dengan fenomena IOD positif. Pada sisi lain, konsentrasi klorofil-a di lokasi kajian tersebar di beberapa daerah, dengan nilai maksimal 4,47 mg/m3. Hal ini juga dipengaruhi transport massa air dari lapisan bawah dengan meningkatnya intensitas upwelling, sehingga memicu pertumbuhan produktivitas primer yang mengakibatkan terjadinya peningkatan klorofil-a. Proses hidrodinamika yang mempengaruhi SPL dan Klorofil-a di perairan Badung Bali secara dominan adalah arus ke barat laut dengan kecepatan berkisar 0,0980-0,2083 m/s.
KETERKAITAN VARIBILITAS ANGIN TERHADAP PERUBAHAN KESUBURAN DAN POTENSI DAERAH PENANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN JEPARA Prasetyo, Damar Aji; Kunarso, Kunarso; Satriadi, Alfi
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya optimalisasi pemanfaatan sumberdaya perikanan laut di perairan Jepara melalui pendugaan potensi daerah penangkapan ikan. Faktor oseanografi yang memiliki keterkaitan dengan pendugaan potensi daerah penangkapan ikan salah satunya adalah angin. Hal tersebut disebabkan variabilitas angin mempengaruhi klorofil-a dan suhu permukaan laut sebagai dasar indikator dalam pendugaan potensi daerah penangkapan ikan. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui pola sirkulasi angin dan  kaitannya dengan klorofil-a, SPL (Suhu Permukaan Laut) dan potensi daerah penangkapan ikan untuk nelayan kecil di perairan Jepara. Penelitian ini dilakukan pada 4-5 November 2015 di perairan Jepara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Penentuan lokasi pengambilan titik lokasi dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan angin dalam satu tahun mengalami peningkatan dua kali, peningkatan kecepatan angin pertama terjadi pada musim barat (bulan Februari) sebesar 5,17 m/dtk dan peningkatan kedua terjadi pada musim timur (bulan Juli) sebesar 4,94 m/dtk. Penurunan kecepatan angin terjadi pada musim peralihan 1 dan musim peralihan 2, yang puncak terendah terjadi pada bulan April dan November  masing-masing kecepatannya sebesar 1,40 m/dtk dan 1,34 m/dtk. Potensi daerah penangkapan ikan mengikuti pola peningkatan klorofil-a dan SPL (Kunarso et al.,2015), dimana potensi daerah penangkapan ikan di perairan Jepara tertinggi terjadi pada bulan Februari dan Juli. Sedangkan distribusi potensi daerah penangkapan ikan secara spasial kategori tinggi dominan berada di tiga lokasi yaitu, disebelah barat Kecamatan Kedung, di utara Kecamatan Donorojo dan di utara Kecamatan Keling.
VARIABILITAS MUSIMAN POLA ARUS DI PERAIRAN SURABAYA JAWA TIMUR Saputra, Vito Hardika; Rifai, Aziz; Kunarso, Kunarso
Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1538.443 KB)

Abstract

Perairan Surabaya, Jawa Timur merupakan daerah pesisir yang cukup potensial untuk dikembangkan. Banyaknya aktivitas pelayaran yang ada di perairan Surabaya membutuhkan informasi tentang kondisi dinamika perairan untuk menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran. Informasi mengenai arus dan pasang surut diperlukan untuk mendukung hal tersebut. Pola arus yang teridentifikasi di daerah pantai adalah pola arus yang disebabkan oleh pasang surut dan pola arus yang disebabkan oleh angin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan variabilitas arah dan kecepatan pola arus musiman (Musim Barat, Musim Timur, dan Musim Peralihan) di perairan Surabaya Jawa Timur tahun 2015. Pengukuran arus laut di lapangan dilakukan dengan metode Lagrangian, sementara permodelan arus 2D menggunakan modul hidrodinamika. Berdasarkan hasil analisis dari data arus lapangan, pola angin, model pola arus dan pasang surut, menunjukkan jenis arus yang dominan terdapat di perairan Surabaya merupakan arus pasang surut. Pola arus Musim Barat mengarah ke Barat Laut dan Tenggara, sementara pada Musim Timur mengarah ke Barat dan Tenggara. Kecepatan arus tertinggi pada Musim Barat (Februari), sementara kecepatan arus terendah terjadi pada Musim Peralihan II (November).
PENGARUH ARUS TERHADAP SEBARAN MATERIAL PADATAN TERSUSPENSI DI PT. PERTAMINA RU VI PERAIRAN BALONGAN, KABUPATEN INDRAMAYU, JAWA BARAT Sukoro, Wali Baiq; Setiyono, Heryoso; Kunarso, Kunarso
Journal of Oceanography Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas pada pelabuhan khusus PT. Pertamina RU VI Balongan Indramayu menyebabkan kondisi perairan di sekitar lokasi pelabuhan menjadi dinamis. Proses hidro-oseanografi memberikan pengaruh terhadap tingginya suatu nilai padatan tersuspensi di suatu lokasi. Dalam hal ini perlu dilakukan penelitian mengenai pola arus laut terhadap sebaran material padatan tersuspensi di PT. Pertamina RU VI Perairan Balongan Indramayu, Jawa Barat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arus laut terhadap sebaran MPT di PT. Pertamina RU VI Perairan Balongan Indramayu. Penelitian dimulai dari tahap pengambilan data di lapangan pada tanggal 8-15 November 2014 di PT. Pertamina RU VI Perairan Balongan Indramayu dan tahap pengolahan data serta analisis data hasil pengukuran lapangan. Materi yang digunakan meliputi data primer berupa arus dan sampel air sedangkan data sekunder berupa data pasut dan peta batimetri Tanjungpriok hingga Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bersifat eksploratif, penentuan lokasi pengambilan sampel air menggunakan metode sampling purposive, pengambilan data arus menggunakan metode lagrange. Model matematik yang digunakan adalah model ADCIRC untuk pola arus dan ArcGIS untuk sebaran MPT. Berdasarkan hasil sebaran MPT di PT. Pertamina RU VI Perairan Balongan mempunyai nilai konsentrasi rerata MPT pada saat menuju pasang sebesar 122 mg/l dan saat menuju surut sebesar 89 mg/l. Dalam proses penyebaran nilai konsentrasi di perairan tidak hanya dipengaruhi oleh arus melainkan ada faktor lain, yaitu faktor kedalaman dan aktivitas kapal. 
SEBARAN HORIZONTAL NITRAT DAN ORTOFOSFAT DI PERAIRAN MUARA SUNGAI SILUGONGGO KECAMATAN BATANGAN KABUPATEN PATI Purwadi, Ferri Septia; Handoyo, Gentur; Kunarso, Kunarso
Journal of Oceanography Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1079.253 KB)

Abstract

Berkembangnya kegiatan penduduk di Daerah Aliran Sungai (DAS) Silugonggo, seperti bertambahnya permukiman penduduk, kegiatan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo, kegiatan industri, dan kegiatan pertanian dapat mempengaruhi kualitas air sungai. Hal ini dapat ditinjau dari konsentrasi nitrat dan ortofosfat yang berkaitan dengan faktor fisika dan kimia perairan yaitu suhu, DO, salinitas, kecerahan dan pH. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi nitrat dan ortofosfat serta arah sebaran konsentrasinya saat kondisi menuju pasang dan menuju surut di perairan Muara Sungai Silugonggo, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan untuk penentuan lokasi pengambilan sampel air menggunakan metode purposive sampling. Data yang dikaji adalah konsentrasi nitrat dan ortofosfat, suhu, oksigen terlarut (DO), salinitas, kecerahan, derajat keasaman (pH), serta permodelan arus laut menggunakan Mike 21. Pengolahan data menggunakan software ArcGIS 10.0 sehingga menghasilkan output berupa distribusi spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi nitrat dan ortofosfat saat menuju pasang lebih kecil dibandingkan dengan saat menuju surut. Konsentrasi nitrat saat kondisi menuju pasang berkisar antara 0,1855 - 0,9272 mg/l, dan untuk ortofosfat berkisar antara 0,0169 - 0,2068 mg/l, sedangkan saat kondisi menuju surut konsentrasi nitrat berkisar antara 0,2201 - 1,0849 mg/l dan konsentrasi ortofosfat berkisar antara 0,0729 - 0,5791 mg/l. Arah sebaran konsentrasi nitrat dan ortofosfat mengikuti arah arus yang terjadi yaitu ke arah timur saat kondisi arus menuju surut dan ke arah barat saat kondisi arus menuju pasang.  
IDENTIFIKASI VARIABILTAS UPWELLING BERDASARKAN INDIKATOR SUHU dan KLOROFIL-A DI SELAT LOMBOK Yuhendrasmiko, Randy; Kunarso, Kunarso; Wirasatriya, Anindya
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.326 KB)

Abstract

Upwelling merupakan proses terangkatnya massa air dalam yang kaya nutrien ke lapisan permukaan. Fenomena upwelling sangat membantu dalam menyediakan nutrien dengan konsentrasi tinggi. Selat Lombok memiliki produktivitas perairan yang tinggi akibat adanya fenomena upwelling yang terjadi secara musiman di Selat Lombok, maka diperlukannya analisa suhu dan klorofil-a sebagai indikator pendugaan daerah upwelling yang dikaitkan dengan pola angin di perairan Selat Lombok.        Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabilitas SPL secara musiman dan pengaruhnya terhadap klorofil-a, mengetahui waktu kejadian upwelling di Selat Lombok serta mengetahui  pengaruh angin muson terhadap kejadian upwelling di Selat Lombok.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini   adalah metode kuantitatif yang deskriptif  yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan SPL dan klorofil-a di perairan Selat Lombok yang digunakan untuk menentukan daerah upwelling, kemudian dihubungkan dengan angin dari ECMWF. Survei lapangan dilakukan dengan pengukuran Suhu secara vertikal dengan CTD.                                                                  Hasil penelitian ini menunjukkan nilai SPL pada musim timur (Juni-Agustus) dan peralihan II (September-November) lebih dingin (23,380C-29,540C) dibandingkan dengan musim barat (Desember-Februari) dan Musim peralihan I ( Maret-Mei) (25,460C-33,320C). Hal ini tidak mempengaruhi kadar klorofil-a di Selat Lombok yang ditunjukkan dengan korelasi (r) Sebesar 0,19. Upwelling terjadi pada bulan Juni sampai dengan bulan November 2015 dengan puncak terluas terjadi pada bulan Juni. Angin muson tenggara tampak berpengaruh positif terhadap kejadian upwelling dengan indikator korelasi antara kecepatan angin dan SPL sebesar -0,88.
PEMODELAN RIP CURRENT MENGGUNAKAN MODEL GELOMBANG TIPE BOUSSINESQ (WILAYAH KAJIAN : PANTAI KLAYAR JAWA TIMUR) Deskaranti, Rani; Prasetyawan, Indra Budi; Kunarso, Kunarso
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.561 KB)

Abstract

Wisata pantai merupakan salah satu jenis wisata yang paling diminati oleh wisatawan di Indonesia.Namun, wisata pantai memiliki resiko kecelakaan yang tinggi.Jumlah korban wisatawan yang terseret arus dapat meningkat setiap tahunnya.Hal ini, dikarenakan kurangnya pengetahuan mengenai kondisi pantai yang dikunjungi.Pantai Klayar merupakan salah satu pantai wisata di Jawa Timur yang termasuk ramai dikunjungi wisatawan karena keindahannya. Namun, terhitung dari tahun 2011 hingga 2016 jumlah korban kecelakaan yang terseret arus mencapai 30 orang. Arus balik atau rip current yang menyeret para korban ke tengah laut, sangat berbahaya bila diamati secara langsung di lapangan. Untuk itu, dapat dilakukan pendekatan lain seperti melalui pendekatan pemodelan numerik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mensimulasikan dan menganalisis rip current di Pantai Klayar Jawa Timur melalui pemodelan numerik. Materi yang digunakan adalah peta batimetri tahun 2002, data angin tahun 2005-2016, Damping Layer dan Wave Maker dari BOUSS-2D dan citra Google Earth tahun 2015. Pemodelan numerik dilakukan menggunakan modul BOUSS-2D untuk mengetahui simulasi pola pergerakan rip current.Modul ini berkerja berdasarkan persamaan Boussinesq.Simulasi dilakukan selama 4 musim, yaitu musim barat, musim peralihan I, musim timur dan musim peralihan II. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pola pergerakan rip current di tiap musim nya berbeda-beda dikarenakan tinggi gelombang yang ada berbeda-beda. Simulasi model menunjukkan kecepatan rip currentakan semakin berkurang ketika bergerak semakin jauh menuju laut lepas. Selain itu, semakin besar tinggi gelombang yang terjadi di suatu perairan, akan mempengaruhi besarnya kecepatan dan pola rip current.
STUDI PENGARUH EL NINO SOUTHERN OSCILLATION (ENSO) DAN INDIAN OCEAN DIPOLE (IOD) TERHADAP VARIABILITAS SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-A DI PERAIRAN KARIMUNJAWA Seprianto, Abdal; Kunarso, Kunarso; Wirasatriya, Anindya
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.737 KB)

Abstract

Variabilitas iklim El Nino Southern Oscilation (ENSO) dan Indian Oscillation Dipole (IOD) adalah variabilitas iklim global yang dapat mempengaruhi kondisi oseanografi diantarranya SPL dan klorofil-a. Studi tentang pengaruh ENSO dan IOD telah banyak dilakukan sebelumnya di Perairan Indonesia, namun belum ada kajian di Perairan Karimunjawa yang dapat mempengaruhi produktivitas perikanan. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari variabilitas ilkim antar tahunan ENSO dan IOD terhadap variabilitas SPL dan klorofil-a di Perairan Kepulauan Karimunjawa serta mengetahui faktor fisis yang mendasari pengaruh tersebut. Penelitian ini menggunakan data near real-time SPL dan klorofil-a serta indeks ENSO dan IOD dari satelit penginderaan jauh. Data tersebut selanjutnya dianalisis dengan data pendukung angin dan arus laut sehingga menghasilkan kesimpulan yang akan memperjelas mengenai objek yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan pengaruh variabilitas iklim ENSO terhadap SPL dan klorofil-a tampak rendah, dengan masing-masing memiliki indeks korelasi -0,045 dan -0,035, hal serupa juga terlihat pada pengaruh IOD terhadap klorofil-a yang memiliki indeks korelasi sebesar 0,025. Pengaruh variabilitas iklim antar tahunan yang tampak cukup tinggi terjadi antara iklim IOD dengan SPL yang memiliki indeks korelasi sebesar -0,433. Pengaruh ENSO dan IOD terhadap variabilitas SPL dan klorofil-a terjadi pada periode-periode khusus, yaitu ketika fenomena El Nino kuat berlangsung bersamaan dengan IOD(+) kuat memicu terjadinya SPL dingin dan klorofil-a tinggi, selanjutnya ketika fenomena La Nina kuat berlangsung bersamaan dengan IOD(-) kuat memicu terjadinya SPL hangat dan klorofil-a rendah. Pola angin permukaan diduga menjadi faktor fisis yang mendasari keterkaitan antara IOD dengan variabilitas SPL
PENGARUH PARAMETER SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-A TERHADAP CPUE IKAN TENGGIRI (Scomberomorus commersoni) DENGAN ALAT TANGKAP PANCING ULUR DI PERAIRAN KARIMUNJAWA Prabowo, Dibyo Agung; Triarso, Imam; Kunarso, Kunarso
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.402 KB)

Abstract

Penginderaan jarak jauh hadir sebagai solusi tercepat untuk menyediakan informasi mengenai daerah penangkapan ikan melalui pendekatan parameter oseanografi seperti suhu permukaan laut dan klorofil-a. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola distribusi bulanan SPL dan klorofil-a di perairan Karimunjawa serta menganalisis hubungan pamareter SPL dan klorofil-a terhadap CPUE ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) dengan alat tangkap pancing Ulur di perairan Karimunjawa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pengambilan sampel SPL menggunakan metode purposive sampling. Data penelitian meliputi SPL, klorofil-a, kecepatan angin, curah hujan yang diperoleh dari citra satelit serta data SPL, hasil tangkapan dan koordinat tangkapan secara insitu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran temporal suhu permukaan laut tertinggi cenderung terjadi pada musim Peralihan (Maret-Mei dan September-November). Sebaran temporal konsentrasi klorofil-a menunjukkan nilai cenderung tinggi pada musim Barat (Desember-Februari) dan musim Timur (Juni-Agustus). Sebaran suhu permukaan laut cenderung memiliki pola semakin dingin menuju perairan lepas pantai dan semakin hangat menuju perairan pesisir pantai. Sebaran spasial konsentrasi klorofil-a memiliki pola cenderung lebih kecil di perairan lepas pantai dan semakin meningkat kearah pesisir pantai. Secara umum korelasi antara SPL dan klorofil-a terhadap CPUE ikan Tenggiri rendah. Korelasi antara suhu permukaan laut dan klorofil-a terhadap CPUE ikan tenggiri rendah masing – masing sebesar 0,309 dan -0,288. Korelasi konsentrasi klorofil-a terhadap CPUE ikan Tenggiri pada lag time 2 bulan dengan periode Januari – Juli berkisar 0,46-0,64, sedangkan suhu permukaan laut berkisar 0,02 - (-)0,84. Korelasi tersebut dikategorikan rendah. Hubungan positif menunjukkan hubungan yang berbanding lurus, begitupun sebaliknya.
DISTRIBUSI HASIL TANGKAPAN IKAN TERI (Stolephorus spp) ALAT TANGKAP DOGOL SERTA HUBUNGANNYA DENGAN PARAMETER LINGKUNGAN DI PERAIRAN PESISIR KABUPATEN JEPARA Aditya, Farah; Triarso, Imam; Kunarso, Kunarso
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.405 KB)

Abstract

Ikan Teri merupakan tangkapan terbanyak ketiga setelah Ikan Layang dan Ikan Tongkol di kawasan KabupatenJepara yang umumnya ditangkap dengan alat tangkap dogol (Danish Seine). Pengoperasian alat tangkap dogol diJepara masih secara tradisional, sehingga kurang efektif dan efisien. Faktor oseanografi seperti SPL dan klorofiladi perairan dapat dijadikan indikator sebagai penentuan fishing ground.Tujuan penelitian ini adalah untukmenganalisis pola sebaran spasial dan temporal mingguan parameter lingkungan (klorofil-a, Suhu PermukaanLaut (SPL), salinitas, curah hujan) dan keterkaitannya dengan distribusi hasil tangkapan Ikan Teri di perairanpesisir Kabupaten Jepara serta menganalisis hubungan antara SPL dan klorofil-a terhadap hasil tangkapan IkanTeri (Stolephorus spp) dengan alat tangkap dogol. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Datapenelitian yang digunakan adalah data SPL, klorofil-a, salinitas, hasil tangkapan Ikan Teri dan koordinattangkapan secara insitu serta data angin dan curah hujan bulan Maret – April 2017 yang diperoleh dari BMKGkota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsentrasi klorofil-a di perairan Kabupaten Jeparakhususnya di Utara Kecamatan Kedung pada periode bulan Maret – April 2017 memiliki rerata kisaran nilai0,205 mg/m3 – 2,162 mg/m3, SPL memiliki nilai rata-rata berkisar 29,3℃ - 30,6℃, rerata kisaran nilai salinitas26,091‰ – 30,357‰, dan rerata curah hujan 1,286 mm/minggu – 18,714 mm/minggu. Pola sebaran spasialklorofil-a dan SPL tinggi cenderung berada di perairan dekat dengan pantai utara kecamatan Tahunan –kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara. Sedangkan sebaran spasial salinitas berada di perairan yang jaug daridaratan. Sebaran temporal klorofil-a, SPL, salinitas dan curah hujan secara mingguan berubah-ubah tidakmenentu. Korelasi antara SPL dengan hasil tangkapan sebesar 0,519 yang menunjukkan keterkaitan yang sedangantara SPL dengan hasil tangkapan. Sedangkan korelasi antara klorofil-a dengan hasil tangkapan sebesar 0,636yang menunjukkan keterkaitan yang kuat antara keduanya. Korelasi antara salinitas dengan hasil tangkapansebesar -0,885 menunjukkan keterkaitan yang sangat kuat dan korelasi antara curah hujan dengan hasiltangkapan sebesar 0,662 menunjukkan keterkaitan yang kuat. Nilai korelasi yang positif menunjukkan hubunganyang berbanding lurus antara SPL, klorofil-a, curah hujan dengan hasil tangkapan Ikan Teri. Sedangkan nilainegatif menunjukkan keterkaitan yang berbanding terbalik antara salinitas dengan hasil tangkapan Ikan Teri.
Co-Authors Aditya, Farah Adivitasari, Reska Mega Agfanita, Syifa Agnadiva, Alisha Khansa Agus Supangat Akhmad Syafik Alamsyah, M. Zanugera Alfi Satriadi Anastasia Rita Tisisana Dwi K. Anindya Wirasatriya Ardiansyah Desmont Puryajati Ardy Carova Tarigan, Ardy Carova Arif Mustofa Aris Ismanto Arya Muhammad Azis Rifai Aziz Rifai bagus teguh santoso, bagus teguh Bambang Harry R Baskara, Ganesha Lagas Baskoro Rochaddi Bima Andriantama Budi Endarto Budi Purwanto Cahyaningtyas, Annisa Dianti Denny Nugroho Sugianto Deskaranti, Rani Desy Setyaningrum Dharma, Andhika Mustika Dini Oktaviani Duahido, Dhamura Durmont Siahaan Dwi Haryo Ismunarti Dwi Haryo Ismunarti Eka Bathin Putra Elia Hottua Natalia, Elia Hottua Elis Indrayanti Enita, Siti Yasmina Fadhillah, Shafa Nur Fannia Wahyu Ramadhanty Faridah, Idah Ferri Septia Purwadi, Ferri Septia Fikra, Harizal Firman Ramadhan Fuad Ashari Fuji Anida Gemilang, Aulia Surya Gentio Harsono Gentur Handoyo Gita Praspa Ramdhani Goff, Virginia Andrews- Graha, Dorin Satya Hakiki, Azizul Halim, M. Arief Rahman Hariadi Hariadi Hariyadi Hariyadi Harmon Prayogi, Harmon Haryono Haryono Hastuti Hastuti Hatmaja, Rahaden Bagas Heriyanto Heriyanto Hery Widijanto Heryoso Setiyono Himawa, Daenk Imam Triarso Indra Budi Prasetyawan Irfan Hafizhurrahman Islah Islah, Islah Jarot Marwoto Jarot Marwoto Jihadi, Muhammad Shulhan Johannes Hutabarat Latifah, Arlinda Lutfiana Lilik Maslukah M. Albab Al Ayubi, M. Albab Al Mahardiani Putri Naulia Batubara Malik, Kurnia Maro, Jahved Ferianto Maulana, Refaldi Rizky Melanie Rizky Hanuransyah Mufidah, Nuruz Zakiyatul Muh Yusuf Muh Yusuf Muh. Yusuf Muhamad Hafiz Maulavi Haban Muhammad Faiq Marwa Noercholis Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Yafi Arfa Muhammad Zahrul Ghufron Muhammad Zainuri Mulyono S. Baskoro Munandar, Bayu Muslim Muslim Mustaqim, Ikhsan Muthia, Naura Shobihatul Natalia Setyawati, Natalia Niken Dwi Prasetyarini Nining S Ningsih Nining Sari Ningsih Nugroho Agus D Nurindahsari Niken Larasati Oktaviano, Gregorius Parichat Wetchayount Patrick W., Fressan Paulus, James Junior Petrus Subardjo Prabowo, Dibyo Agung Prasetyo, Damar Aji Purwanto Purwanto Putra, Edi Ramawijaya Qotrunada, Yesinia Ayu Rahmadiana Andini Rahmalia, Fahri Rahmawati, Diah Ayu Reksajaya, Puspaningtyas Mutiaraputri Resy Sekar Sari Ridarto, Arij Kemala Yasmin Ridho Tondang Rikha Widiaratih Rizki Kirana Yuniarti Rizky Aditya Rizqullah, Fairus Jamil Rukuh Setiadi Safwan Hadi Safwan Hadi Sapardi, Sapardi Saputra, Vito Hardika Saputra, Yoanes Ryan Saragih, Laurentia Alexandra Sardiyatmo Sardiyatmo Selkofa. M, Warisatul Anbiya Seprianto, Abdal Setyaningrum, Happy Ayu Shafira, Alief Wahyu Siahaan, Jane E V Simatupang, Ariel Oscar Paskario Sri Redjeki Sri Yulina Wulandari Subekti, Puja Sujito Sujito Sulhana, Baiq Lista Azkia Sumaryanto, A. Djoko Surya Risky Graharto Suryoputra, Agus Anugroho Dwi Suwarni, Iin Teguh Prayogo Teuku Fauzan Zul Aufar Tri Widya Laksana Putra Tri Wulandari Santoso Ulfani, Afifa Ulung Jantama Wisha Wali Baiq Sukoro, Wali Baiq Warsito Atmodjo Wetchayont, Parichat Widiaratih, Rikha Widiyono, Eling Widodo S. Pranowo Widodo, Dzaky Malik Putra Yeyen Novita Sari Yuhendrasmiko, Randy Yusuf Jati Wijaya Zandika, Rendy