Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pemetaan Kesesuaian Ujian Keterampilan Klinis di Program Studi Kedokteran di Bali Giri, Made Kurnia Widiastuti; Lasmawan, I Wayan; Putra , Adnyana
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 11 No 2 (2022): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.767 KB) | DOI: 10.23887/jpiundiksha.v11i2.23327

Abstract

The learning process for students in the faculty of medicine has some objectives according to cognitive and skill. Especially for skills, some indicators were listed in a form of clinical skills assessment. Thus, indicators in the assessment of clinical skills were set based on established competency standards. Clinical skills examination was designed and implemented by health programs including medical science study programs. The health sciences study program should carry out learning with uniformity of patterns in the applied curriculum. This study to analyze the problems in conducting clinical examination on faculty of medicine. The results of this studied obtain a complete description of the needs in implementation of the Objective Structured Clinical Skills Examination (OSCE) for medical study programs with a descriptive qualitative method as an initial step in developing the OSCE exam model that aims to improve the competency abilities of clinical skills of students. This research presents descriptive qualitative data in a structured way in presenting data obtained through narrative stages of the preparation, implementation and evaluation of OSCE implementation. As the conclusion of this research, there was no similar pattern between medical study programs due to the absence of curriculum review activities so that uniformity in the implementation of OSCE cannot be carried out optimally. This study provides further recommendations to medical study programs to conduct an associate relationship in curriculum review because by reviewing the competencies of each graduate from a different university medical study program will be in the equivalent category.
Pendampingan Kelompok Remaja Cerdas dan Sehat Reproduksi di Kabupaten Jembrana Giri, Made Kurnia Widiastuti
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.245 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i1.21432

Abstract

AbstrakMasa pubertas menandai bahwa seseorang secara fisik mulai siap untuk reproduksi. Hadirlah terpaan kekhawatiran dan kebingungan seorang ibu utamanya akan perubahan biologis pada putra-putri mereka. Remaja dan Ibu merupaka pilar utama ketangguhan kesehatan reproduksi dewasa ini karena ketidaktersediaan alat barier yang lazim digunakan dalam hubungan sah suami istri sehingga menjaga kesehatan reproduksi dari inti sebuah keluarga menjadi sangat krusial disamping ketangguhan agama dan kesetiaan dalam rumah tangga. Jumlah kasus penyakit menular seksual yang cukup tinggi dilaporkan terjadi di Kabupaten Jembrana pada tahun 2018. Pendidikan kesehatan reproduksi sangat diperlukan remaja oleh karena itu kegiatan pendampingan ini bertujuan mempersiapkan remaja yang cerdas dan sehat reproduksi serta membentuk kelompok pendidik teman sebaya. Tujuan kegiatan ini adalah menigkatnya pengetahuan dan sikap reproduksi yang cerdas dan sehat di kelompok remaja di Kabupaten Jembrana.  Metode pelatihan dan pendampingan dengan pemaparan materi dan workshop yang meibatkan pakar serta monitoring evauasi kegiatan pendidik teman sebaya dilakukan dengan tatap muka dan media surat elektronik. Hasil perbandingan pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap kesehatan reproduksi di kelompok remaja di kabuoaten jembrana. Kesimpulan : Metode pelatihan dan pendampingan merupakan metode yang efektif bagi pendidikan kesehatan reproduksi remaja dan da.at membangun kemandirian di kalangan remaja melalui pembentukan peer group. Kata kunci: Remaja,Cerdas,Sehat,Reproduksi 
PELATIHAN MENU SEHAT SEIMBANG UNTUK DIABETES DI DESA BINAAN KERAMBITAN Giri, Made Kurnia Widiastuti; Nugraha, Arya; Putra, Adnyana; Dharmapala, Ekanova; Setiawan, Komang Hendra
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.803 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i2.38966

Abstract

Upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui tindakan promotif dan preventif membutuhkan adanya perubahan perilaku hidup sehat di kalangan masyarakat desa yang bersifat mendasar dan fundamental. Program pengabdian kepada masyarakat ini berangkat dari potensi dan kebutuhan dari masyarakat Desa Kerambitan. Desa Kerambitan dipilih sebagai tempat pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat dikarenakan adanya beberapa data yaitu adanya 1) tingginya kebutuhan edukasi dan pendampingan holistik bagi lansia dengan penyakit diabetes ; 2) rendahnya pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam menyusun menu pencegahan penyakit degenerative seperti diabetes. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan solusi dari kedua permasalahan di kelompok sasaran. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan kognitif dan keterampilan melalui hasil pretest dan post test serta hasil penilaian ceklis keterampilan menyusun menu seimbang untuk pasien diabetes yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan. Kegiatan pendampingan di dua generasi ini telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dari kedua kelompok sasaran dan menjadi cikal bakal pengembangan desa sehat di desa Kerambitan.. Kata kunci: promotif, sehat,diabetes
PELATIHAN PEMBIMBING PROGRAM KERJA LAPANGAN BAGI STAF PUSKESMAS BULELENG II SEBAGAI WAHANA PENDIDIKAN FIELD LAB Putra, Adnyana; Wahyuni, Ni Putu Dewi Sri; Giri, Made Kurnia Widiastuti; Pasek, Made Suadnyani
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v12i2.53605

Abstract

Puskesmas Buleleng II telah menjadi salah satu wahana program kerja lapangan untuk field lab kedokteran pariwisata Prodi Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha. Melalui program pengabdian ini para staf puskesmas dapat dibekali wawasan sebagai pembimbing. Dengan demikan diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap para tenaga kesehatan. Sasaran program ini adalah staf Puskesmas Buleleng II sebanyak 10 orang. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang antara lain: dokter, perawat, bidan, kesehatan masyarakat, farmasi, dan gizi. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan dan pelatihan. Evaluasi dilaksanakan dalam bentuk pretest dan posttest berbentuk tes tulis esai. Pada hasil pretest didapatkan bahwa umumnya peserta lebih terfokus pada aspek disiplin dan tanggung jawab. Pada posttest didapatkan hasil dimana fokus bertambah pada umpan balik yang konstruktif, memasukkan isu-isu terkini di bidang kesehatan, bagaimana bersosialisasi, dan koordinasi antar profesi. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan pengetahuan pada tenaga kesehatan dalam hal membimbing mahasiswa dalam field lab, yaitu perubahan wawasan dari  fokus pada aspek konten dan output mahasiswa menjadi fokus pada aspek kualitas pembimbingan. Disarankan agar pelaksanaan pengabdian yang serupa perlu diberikan pada tenaga kesehatan di tingkat fasilitas kesehatan yang sama dan juga berperan sebagai pembimbing pada field lab
POSTPARTUM HEMORRHAGE: KEGAWATDARURATAN DALAM PERSALINAN IBU HAMIL Julieta, Ni Putu Narithya; Widiastuti Giri, Made Kurnia
Ganesha Medicina Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.517 KB) | DOI: 10.23887/gm.v1i1.31709

Abstract

Postpartum hemorrhage merupakan penyebab kematian tertinggi pada ibu hamil utamanya pada negara berkembang. Hal ini disebabkan oleh berbagai kondisi yang di kelompokkan dalam 4T yaitu tone, tissue, trauma, dan trombosis namun atoni uteri yang termasuk dalam kelompok tone menempati posisi teratas. Tingginya angka kematian di negara berkembang memiliki korelasi dengan penatalaksanaan manajemen aktif kala tika. Ketersediaan oksitosin dan uterotonikyang terbatas di berbagai wilayah menyebabkan manajemen aktif kala tiga tidak bisa dilakukan, hal ini berpotensi tinggi berujung pada postpartum hemorrhage. Di lain sisi, aspek kultur budaya, sosial, ekonomi, dan tingkat pendidikan dari masyarakat juga mempengaruhi tingkat mortalitas dari postpartum hemorrhage. Postpartum hemorrhage terjadi dengan cepat dan tak terprediksi sehingga klinisi harus segera menyadari saat hal ini terjadi. Hingga saat ini belum ada algoritma tatalaksana yang pasti terkait pencegahan postpartum hemorrhage namun kunci dari keberhasilan penanganan adalah identifikasi penyebab perdarahan yang akurat dan cepat. Identifikasi dari postpartum hemorrhage dapat dilakukan dengan Obstetric Shock Index (OSI), sistem pengukuran menggunakan Quantitative Blood Loss (QBL), dan The Rule of 30. Penatalaksanaan terkait postpartum hemorrhage disesuaikan dengan kondisi dari ibu saat persalinan dan juga tahapan persalinan. Pasien dengan resiko postpartum hemorrhage akan mendapatkan tatalaksana yang berbeda baik pada kala satu, kala dua, dan kala tiga. Kunci dari pencegahan postpartum hemorrhage adalah dengan pemberian oksitosin dan uterotonik. Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan program pengenalan dan pemanfaatan fasilitas kesehatan serta melakukan manajemen aktif kala tiga Kata kunci: Postpartum hemorrhage, kematian, ibu hamil
KAJIAN TERHADAP KLAIM “ARAK BALI DAN KOPI CAMPUR ARAK SEMBUHKAN COVID-19” Muderawan, I Wayan; Giri, Made Kurnia Widiastuti; Budiawan, Made; Suja, I Wayan
Ganesha Medicina Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.123 KB) | DOI: 10.23887/gm.v1i2.38386

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit sistem saluran pernapasan yang disebabkan oleh genus β-coronavirus, severe acute respiratory syndrome coronavirus 2, dari famili Coronaviradae. Covid-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dan percikan cairan pada saat bersin dan batuk. Covid-19 menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, dan berdampak pada sistem kesehatan dan sosial ekonomi masyarakat dunia. Virus korona penyebab Covid-19 sudah mengalami mutasi, menghasilkan varian yang sangat berbahaya, meliputi varian alpa, beta, gamma dan delta.Varian baru ini menyebabkan lonjakan kasus Covid-19.  Sampai saat ini belum ada obat anti virus korona yang dapat menyembuhkan Covid-19. Arak Bali dicampur dengan ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix) dan minyak kayu putih (Eucalyptus) serta kopi canpur arak yang diklaim dapat menyembuhkan Covid-19, sampai saat ini belum terbukti dan tidak bisa diyakini kebenarannya. Ini merupakan klaim subjektif dan tidak didukung oleh data ilmiah.
Tingkat Kesiapan Interprofessional Education Mahasiswa Kedokteran Dalam Pembelajaran Field Lab Travel Medicine Ni Luh Putu Pranena Sastri; Made Kurnia Widiastuti Giri; Komang Hendra Setiawan; Made Bayu Permasutha
Ganesha Medicina Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gm.v5i1.94526

Abstract

Interprofessional education (IPE) menjadi suatu hal yang penting dalam pembelajaran kedokteran dan kesehatan, dengan tujuan untuk meningkatkan kerjasama dalam tim dan pemahaman mahasiswa mengenai peran profesinya dalam perawatan pasien IPE sebagai persiapan dari mahasiswa profesi kesehatan untuk dapat berkolaborasi dan kerjasama tim dalam perawatan pasien sejak dini. Mahasiswa Kedokteran di FK Undiksha mempelajari materi IPE pada mahasiswa semester 7. Beberapa penugasan kuliah IPE terkait dengan pelaksanaan field lab travel medicine yang dilaksanakan di beberapa puskesmas di Kabupaten Buleleng. Field lab ini dilaksanakan pada semester 7 serta berkaitan dengan kesehatan masyarakat dan kedokteran pariwisata. Penelitian ini dilakukan untuk untuk mengetahui tingkat kesiapan pembelajaran IPE mahasiswa dalam pembelajaran field lab. Penelitian ini dilakukan kepada mahasiswa semester 7 Program Studi Kedokteran FK Undiksha yang dipilih secara secara total sampling. Instrumen yang digunakan adalah RIPLS yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasil akan dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui tingkat kesiapan pembelajaran IPE dari mahasiswa pada masing-masing item instrumen. Pada penelitian ini mahasiswa menunjukkan telah memiliki pemahaman yang baik mengenai kerjasama dan kolaborasi antar profesi, identitas professional positif dan identitas professional negative. Kata Kunci : interprofessional education (IPE), field lab travel medicine, kesiapan mahasiswa.   Abstract Interprofessional education (IPE) is important in medical and health education, to improving students’ teamwork and  understanding their profession role in patient care. IPE as a preparation for health profession students to be able to collaborate and teamwork in patient care. Medical students in FK Undiksha are learned IPE on 7th semester. Several IPE assignments are related to the implementation of the travel medicine field lab which is carried out in several health centers in Buleleng Regency. This field lab is carried out in 7th semester and is related to public health and travel medicine. This study was conducted to determine the level of readiness of students' IPE learning on field lab learning. This study was conducted on 7th semester Medical Student in FK Undiksha who were selected by total sampling. The instrument used was RIPLS which has been tested for validity and reliability. The results will be analyzed descriptively to determine the level of readiness of students' IPE learning on each instrument item. In this study, students showed that they had good understanding of cooperation and collaboration between professions, positive professional identity and negative professional identity. Keywords : interprofessional education (IPE), field lab travel medicine, student readiness
Adverse Events Of Atovaquone-Proguanil Compared With Mefloquine as Malaria Chemoprophylaxis Used By Visitors Of Malaria Endemic Country : A Systematic Review And Meta Analysis Tammubua, Jerroll Septian; Giri, Made Kurnia Widiastuti; Rahmadewi, Made Ayu Rahayu Agastyane; Tresnadinata, I Made Lingga; Pradnyadewi, Ni Putu Cempaka Pradnyadewi; Febryanti, Made Devina
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i1.849

Abstract

Introduction: Chemoprophylaxis plays a crucial role in preventing malaria among travellers to endemic regions. Atovaquone-proguanil and mefloquine are two of the main chemoprophylactic agents recommended by the WHO and CDC to prevent malaria. Both are effective in malaria prophylaxis but are associated with distinct adverse events that can influence their use in travellers. Method: Literature search was conducted in ScienceDirect, and PubMed databases until 2025 without language constraints. Inclusion criteria focused on studies assessed the use of both atovaquone-proguanil and mefloquine as malaria prophylaxis in visitors to malaria-endemic countries. The risk of bias was evaluated using TheNewcastle-Ottawa Scale and Cochrane "RoB" tool. Discussion: A total of 10 studies were included and resulting in 15 categories of adverse events. Reported events were diarrhea (RR 1.07; 95% CI; p = 0.72) mouth ulcers (RR 2.88; 95% CI; p = 0,32), indigestion (RR 1.17; 95% CI; p = 0.80), abdominal pain (RR 1.41; 95% CI; p = 0.10), vomiting & Nausea (RR 0.64; 95% CI; p = 0.16), insomnia (RR 0.25; 95% CI; p = 0.007), dizziness/vertigo (RR 0.41; 95% CI; p = 0.02), tinnitus (RR 0.70, 95% CI; p < 0.00001), anxiety (RR 0.13; 95% CI; p < 0.00001),  depression (RR 0.20; 95% CI; p < 0.00001), nightmares (RR 0.18; 95% CI; p = 0.001), headaches (RR 0.47; 95% CI; p = 0.003), dermatological effects (RR 0.89; 95% CI; p = 0.74), eye disorders (RR 0.42; 95% CI; p = 0.02), and a pooled analysis along with events not specifically mentioned (RR 0.38; 95% CI; p = 0.33). Heterogeneity among included studies was generally low to moderate. Conclusion: Practically, mefloquine is suitable for long-term weekly prophylaxis except for those with psychiatric disorders, whereas atovaquone-proguanil is preferred for short-term travel with the recommendation to administer it with food.
Effect of Fetal Bovine Serum Concentration on Detection and Morphological Identification of Blastocystis hominis in vitro Janendra, Putu Sathiya Adi; Sukarma, Kadek Edy; Sarita, Kadek intan Arta; Maheswari, Kadek Indira; Giri, Made Kurnia Widiastuti; Permasutha, Made Bayu; Pasala, Metamalik
Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Institute of Topical Disease Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijtid.v13i2.64829

Abstract

Diarrhea significantly contributes to the high rates of illness and death among young children. Diarrhea can be caused by bacterial infections, viruses, or even parasites. Blastocystis hominis causes parasitic diarrhea, which can be identified by microscopy, culture, and molecular methods. Previous reports have modified the Jones’ culture medium using three different serums, such as human plasma, donkey serum, and horse serum (in Jones’ medium). This research replaces horse serum with fetal bovine serum for detection tests, morphological observation, and diagnosis of B. hominis. The research encompasses five experimental groups, each subjected to varying concentrations of fetal bovine serum: 2%, 10%, 20%, 30%, and 40%. Detection analysis is conducted using the Mc-Nemar test, while the Wilcoxon test is applied to evaluate ordinal data from morphological assessments. Diagnostic tests and metrics such as accuracy, sensitivity, specificity, positive predictive value (PPV), and negative predictive value (NPV) are performed using MedCalc® software. The findings demonstrate that serum concentrations of 2%, 10%, 20%, and 30% produced effective results in detection tests, morphological identification, and diagnostic evaluations of B. hominis, exhibiting high sensitivity, specificity, PPV, NPV, and accuracy. Fetal bovine serum can be used at a concentration of 2% in a Jones’ medium that has been modified. This depends on the results of detection tests, morphology, and diagnosis.
Modification of the Kato-Katz Diagnosis Technique Using “Canang” Flower Waste Extract as a Staining for Ascaris lumbricoides Eggs Maheswari, Kadek Indira; Janendra, Putu Sathiya Adi; Widnyana, I Komang Tri Yasa; Mahayana, Dewa Gede Putra; Pramesti, Komang Kirana Ardhia; Dwisaputra, Indra; Permasutha, Made Bayu; Wiguna, Nyoman Intan Permatahati; Giri, Made Kurnia Widiastuti
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 33 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.33.1.71-78

Abstract

Helminthiasis, particularly that caused by Ascaris lumbricoides, is a major global health issue, especially in areas with poor sanitation. One method for preventing and controlling Ascaris lumbricoides infection is through identification via the Kato-Katz diagnostic technique. The use of synthetic dyes, such as methylene blue, in the Kato-Katz method raises concerns for both human health and the environment. In humans, methylene blue causes skin irritation, gastrointestinal issues upon ingestion, and systemic effects. Furthermore, its environmental impact includes reducing light penetration and acting as a toxic component in food chains. An alternative approach involves utilizing post-use offerings from Hindu rituals in Bali, known as canang, which consist of flower components such as Impatiens balsamina L. and Tagetes erecta. The natural dyes found in these flowers serve as an alternative to traditional staining methods. This study examined the efficacy of flower extracts as stainings using the cellophane absorption test, helminth egg detection and morphology identification, pH test, and measurement of heavy metal concentration. The dye made from canang flower waste at 3% did not differ much from manufactured stainings. Thus, canang flower waste is a safe alternative.
Co-Authors ., Luh Putu Dwi Ariesta ., Ni Kadek Ayu Herlina Santika Putri Adnyana Putra Artanayasa, Wayan Arya Nugraha Bagus Firmansyah Bagus Firmansyah, Bagus Dewa Gede Hendra Divayana, Dewa Gede Hendra Dharmapala, Ekanova Drs. I Made Danu Budhiarta,M Pd. . Febryanti, Made Devina Gede Ermawan . I Gede Angga Wiantara . I Gst Lanang Agung Parwata I Kadek Putra Wirasantika . I Nengah Subiakta . I Nyoman Arsudika . I Nyoman Kanca I Putu Panca Adi I Putu Sucipta . I Putu Wisna Ariawan I Wayan Lasmawan I Wayan Muderawan I Wayan Repiyasa . I Wayan Suja Indra Dwisaputra Janendra, Putu Sathiya Adi Julieta, Ni Putu Narithya Kadek Edy Sukarma Kadek Indira Maheswari Kadek Intan Arta Sarita Komang Hendra Setiawan Luh Putu Dwi Ariesta . M.Or S.Pd I Ketut Budaya Astra . Made Bayu Permasutha Made Bayu Permasutha Made Budiawan Made Kusuma Wijaya Made Suadnyani Pasek Made Suadnyani Pasek Mahayana, Dewa Gede Putra Maheswari, Kadek Indira MS Prof. Dr. I Wayan Rai . Muhamad Fahrizal . Ni Kadek Ayu Herlina Santika Putri . Ni Luh Putu Pranena Sastri Ni Luh Putu Pranena Sastri, Ni Luh Putu Pranena Ni Putu Dewi Sri Wahyuni Pasala, Metamalik Pradnyadewi, Ni Putu Cempaka Pradnyadewi Pramesti, Komang Kirana Ardhia Pratistha, Putu Stithaprajna Prof. Dr. I Wayan Rai, MS . Putra , Adnyana Putu Agus Mahendra Nata . Putu Erwan Prastyawan . Putu Sathiya Adi Janendra Rahmadewi, Made Ayu Rahayu Agastyane Rahmayani, Irma Rifandi Rifandi Rifandi, Rifandi Sarita, Kadek intan Arta Sukarma, Kadek Edy Tammubua, Jerroll Septian Tresnadinata, I Made Lingga Wahjoedi Wahjoedi Wahjoedi Widnyana, I Komang Tri Yasa Wiguna, Nyoman Intan Permatahati Wijaya, Made Kusuma Wilwadana, I Putu Dimasatya