Claim Missing Document
Check
Articles

Self-Spiritual Healing Therapy on Anxiety Conditions in Diabetes Type II in the Lovina Tourism Area Made Kurnia Widiastuti Giri
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 12 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v12i1.59711

Abstract

After pandemic, post-acute care is being important to maintain wellness in patient with chronic disease. Diabetes type II (diabetes mellitus) is a degenerative chronic disease whose number of cases is increasing from time to time. This increase is also in line with the increasing interest of individuals in spiritual healing and this spiritual healing method is efficient because it can be done independently and with online tutorials. This study aims to prove the effectiveness of spiritual healing in reducing anxiety levels in diabetes type II patients. This research is Quasi-experimental research (quasi-experimental). A quasi-experiment is an experiment that requires treatment but does not use random assignment in creating comparisons to conclude that there is a change due to treatment. This research in the first year uses quantitative and descriptive qualitative analysis techniques according to the characteristics of the data needed to describe each research problem. Based on the results of data analysis and discussion, it was concluded that anxiety is a condition where our bodies experience feelings of anxiety and restlessness that can arise from the presence of a trigger (stressor). The role of yoga in reducing anxiety in most journals is said to be positively related and proven to have a significant effect.
POTENSI FETAL BOVINE SERUM PADA MODIFIKASI MEDIUM KULTUR JONES DALAM DIAGNOSIS Blastocystis hominis: STUDI MENGENAI GAMBARAN MORFOLOGI DAN UJI PH Kadek Intan Arta Sarita; Putu Sathiya Adi Janendra; Kadek Indira Maheswari; Kadek Edy Sukarma; Made Bayu Permasutha; Made Kurnia Widiastuti Giri
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 13 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v13i1.78206

Abstract

Diarrhea is the third leading cause of death among children under the age of five worldwide. Diarrhea can result from bacterial infections, viral infections, or parasitic infestations that disrupt the functioning of the digestive system. Therefore, research on the morphology of Blastocystis hominis is necessary to aid in the diagnosis of diarrhea. This study is an experimental investigation conducted on Jones culture medium that has been altered with fetal bovine serum. The study consists of five trial groups with different volume: P1 (0.1 mL), P2 (0.5 mL), P3 (1.0 mL), P4 (1.5 mL), and P5 (2.0 mL). The morphological findings of Blastocystis hominis in each trial group, with pH averages P1 (7.29), P2 (7.27), P3 (7.30), dan P4 (7.31), were examined microscopically. The results were found to be optimal, with a statistical value of P>0.05 in the independent t-test. The P5 test group (6.15) differed significantly from the gold standard at P<0.001. The fetal bovine serum can be utilized for clinical reasons at a volume of 0.1 mL and a pH of 7.29, as it is already capable of displaying morphological results.
Fenomena Zoom Fatigue Pada Mahasiswa Kedokteran di Indonesia Selama dan Setelah Pandemi COVID-19 Pratistha, Putu Stithaprajna; Sastri, Ni Luh Putu Pranena; Giri, Made Kurnia Widiastuti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zoom Fatigue, kelelahan fisik dan mental yang muncul sebagai fenomena selama pandemi dan tetap menjadi isu relevan di era pasca-pandemi seiring diterapkannya model pembelajaran Hybrid. Mahasiswa kedokteran merupakan kelompok yang rentan terhadap kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena Zoom Fatigue pada mahasiswa kedokteran di Indonesia melalui pendekatan tinjauan pustaka sistematis. Artikel dikumpulkan dari database Google Scholar, repositori perguruan tinggi, dan jurnal terakreditasi Sinta dengan kriteria yang ditentukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran Hybrid menjadi model yang disukai karena fleksibilitas dan dampak positifnya terhadap kinerja akademik, komponen daringnya secara konsisten berkontribusi pada kelelahan. Ditemukan bahwa mahasiswa kedokteran mengalami kelelahan (fatigue) dan kejenuhan (burnout) pada kategori sedang hingga berat. Terdapat beberapa faktor dominan yang mempengaruhinya terjadinya Zoom Fatigue. Disimpulkan bahwa Zoom Fatigue bukanlah masalah transisi pandemi semata, melainkan tantangan berkelanjutan dalam sistem pembelajaran Hybrid bagi mahasiswa kedokteran yang memerlukan perhatian khusus untuk menjaga kesehatan mental dan fisik mahasiswa.
Yoga for Sleep Quality in Menopausal Women: A Scoping Review Wilwadana, I Putu Dimasatya; Giri, Made Kurnia Widiastuti; Rahmayani, Irma
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.914

Abstract

Introduction: Sleep disturbance is one of the most frequent complaints among menopausal women, strongly associated with hormonal decline and vasomotor symptoms. While pharmacological treatments such as hormone therapy and benzodiazepines are effective, they also carry significant risks, including cardiovascular events, cancer, and cognitive decline. This has led to growing interest in safe, non-pharmacological interventions such as yoga. Method: This scoping review was conducted in accordance with the PRISMA-ScR guidelines. Literature searches were conducted in PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar, encompassing publications from 2015 to 2025. Eligible studies included original research that investigated yoga interventions targeting sleep quality among menopausal or postmenopausal women. Randomized controlled trials (RCTs), quasi-experimental studies, and observational studies were considered if validated measures of sleep quality were reported. Discussion: Yoga interventions, commonly practiced 2–3 sessions per week for 8–12 weeks, consistently demonstrated improvements in subjective sleep quality, sleep latency, and overall well-being. Some studies also reported reductions in anxiety, depression, and vasomotor symptoms. The underlying mechanisms are likely multifactorial, including regulation of the autonomic nervous system, reduction of sympathetic activity, promotion of parasympathetic balance, and hormonal modulation. When compared with other non-pharmacological interventions such as Tai Chi and Qigong, yoga showed comparable benefits. Hormone therapy remains the most effective for vasomotor-related insomnia, yet yoga offers a safer long-term alternative with no reported serious adverse effects. Conclusion: Yoga is a safe, feasible, and effective non-pharmacological intervention to improve sleep quality in menopausal women and may serve as a complementary option alongside conventional treatments.
Telepsikiatri sebagai Inovasi Layanan terhadap Gangguan Cemas dan Depresi: Literature Review Dewa Gede Putra Mahayana; I Komang Gunawan Landra; Made Bayu Permasutha; Made Kurnia Widiastuti Giri
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol : 5 No : 1 : Periode Januari 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i1.7571

Abstract

Gangguan kecemasan dan depresi menimbulkan dampak besar terhadap kualitas hidup berbagai populasi serta beban sosioekonomi yang masif. Hal tersebut mendorong pentingnya tatalaksana terhadap gangguan kecemasan dan depresi. Keterbatasan jumlah psikiater di Indonesia menjadikan telepsikiatri sebagai solusi potensial untuk memperluas akses layanan. Kajian ini bertujuan meninjau efektivitas klinis, kepuasan pasien, serta hambatan dan peluang penerapan telepsikiatri pada gangguan kecemasan dan depresi. Tinjauan literatur naratif dilakukan melalui pencarian artikel di PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar (2015–2025) menggunakan kata kunci terkait telepsikiatri dan gangguan kecemasan/depresi. Studi yang disertakan mencakup penelitian eksperimental, quasi-eksperimental, observasional prospektif, dan meta-analisis pada populasi dewasa. Analisis tematik-deskriptif digunakan untuk mensintesis bukti terkait efektivitas, kepuasan, hambatan, dan peluang penerapan. Sebanyak 5 artikel memenuhi kriteria inklusi. Intervensi telepsikiatri mencakup konsultasi video sinkron, aplikasi psikiatri berbasis mobile, cognitive behavior therapy digital, dan layanan psikologi berbasis chat. Secara umum, telepsikiatri menunjukkan efektivitas setara dengan layanan tatap muka, dengan beberapa intervensi digital intensif menghasilkan efek klinis lebih besar. Kepuasan pasien dilaporkan tinggi, terutama terkait kenyamanan, fleksibilitas, dan mengurangi stigma. Hambatan meliputi keterbatasan aliansi terapeutik, literasi digital yang terbatas, dan infrastruktur yang belum sepenuhnya memadai. Namun, peluang implementasi telepsikiatri luas, termasuk dalam cost-effectiveness dan perluasan akses di daerah terpencil. Telepsikiatri efektif dan diterima baik untuk penatalaksanaan kecemasan dan depresi, serta berpotensi memperkuat sistem layanan kesehatan jiwa di Indonesia.
Studi Literatur: Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia: Literature Study: The Relationship Between Physical Activity and Hypertension in the Elderly Kadek Delvia Riska Pratiwi; Made Kurnia Widiastuti Giri; Ketut Indra Purnomo
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9634

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas di Indonesia. Kondisi ini sering dijuluki silent killer atau "pembunuh diam-diam" karena umumnya tidak menimbulkan gejala yang jelas. Seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila tekanan darah sistoliknya ? 130 mmHg dan/atau tekanan darah diastoliknya ? 80 mmHg pada pemeriksaan berulang. Prevalensi hipertensi pada lansia sangat besar, mencapai sekitar 60% hingga 80% pada individu berusia di atas 65 tahun. Salah satu faktor risiko yang dapat dikendalikan dan memengaruhi hipertensi pada lansia adalah kurangnya aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang cukup dapat menguatkan jantung, meningkatkan elastisitas pembuluh darah, dan menurunkan risiko terjadinya hipertensi pada lansia. Analisis literatur diperlukan untuk mengkaji berbagai temuan studi mengenai hubungan ini. Menganalisis dan mengkaji hubungan antara aktivitas fisik dengan hipertensi pada lansia melalui tinjauan literatur. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review. Proses penelusuran artikel dilakukan melalui basis data elektronik seperti Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci seperti "hipertensi", "aktivitas fisik", "lansia", "tekanan darah", "physical activity", "blood pressure", "elderly". Kriteria inklusi dari penelitian ini adalah literatur yang membahas hubungan aktivitas fisik dengan hipertensi pada lansia, memiliki desain yang relevan, dan diterbitkan dalam rentang 10 tahun terakhir. Kemudian, data dari literatur terpilih dianalisis dengan membandingkan masing-masing temuan. Tinjauan terhadap 10 dari 12 penelitian yang relevan menunjukkan bahwa mayoritas penelitian melaporkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia. Aktivitas fisik yang rendah cenderung berkaitan dengan peningkatan risiko terjadinya hipertensi. Meskipun beberapa penelitian tidak menemukan hubungan yang berarti, mayoritas data memperlihatkan pola yang konsisten bahwa aktivitas fisik berperan dalam menurunkan risiko hipertensi. Aktivitas fisik memegang peranan penting dalam menjaga fungsi fisik dan dapat menurunkan risiko hipertensi pada lansia. Peningkatan aktivitas fisik dapat membantu menjaga fungsi kardiovaskular, meningkatkan elastisitas pembuluh darah, dan mengurangi kecenderungan terjadinya hipertensi. Secara umum, literatur menunjukkan bahwa aktivitas fisik merupakan faktor yang efektif dan dapat dimodifikasi dalam pencegahan hipertensi pada lansia.
Studi Literatur: Hubungan Stres Psikologis dengan Munculnya dan Eksaserbasi dari Dermatitis Seboroik dan Psoriasis: Literature Study: The Relationship Between Psychological Stress and the Onset and Exacerbation of Seborrheic Dermatitis and Psoriasis Aurelia Zeva Koespradhanty; Made Kurnia Widiastuti Giri; Oka Udrayana
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9637

Abstract

Dermatitis seboroik dan psoriasis adalah penyakit inflamasi kulit eritropapuloskuamosa yang berbeda, tetapi sering sulit dibedakan. Meskipun merupakan dua kondisi yang berbeda, keduanya dapat dipicu oleh adanya stres psikologis. Dermatitis seboroik dicirikan dengan skuama kuning berminyak di area kaya kelenjar sebasea dan terkait dengan jamur Malassezia, sementara psoriasis adalah penyakit autoimun dengan plak eritema dan skuama tebal putih. Stres psikologis memengaruhi kulit melalui sumbu HPA dan sel-sel imun, memicu pelepasan hormon dan sitokin pro-inflamasi yang dapat memicu dan memperburuk gejala dermatitis seboroik dan psoriasis. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis bukti ilmiah terkait hubungan stres psikologis dengan dermatitis seboroik dan psoriasis. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode studi literatur. Penulisan artikel dimulai dari menentukan topik yang akan diangkat, menentukan kata kunci penelusuran, kemudian melakukan penelusuran pada database dengan menggunakan kata kunci yang telah ditentukan untuk menemukan literatur yang sesuai. 5 penelitian menemukan bahwa stres psikologis dan kondisi mental berpengaruh signifikan terhadap dermatitis seboroik, 2 penelitian menemukan bahwa tidak berpengaruh signifikan. Beberapa penelitian memperoleh hasil yang sesuai dengan teori bahwa stres dapat berpengaruh pada dermatitis seboroik dan psoriasis, tetapi masih diperlukan adanya riset lebih lanjut.
Peran Gender dalam Mendukung Pemulihan Kesehatan Ibu pada Masa Postpartum: Tinjauan Literatur : The Role of Gender in Supporting Maternal Health Recovery in the Postpartum Period: A Literature Review Kumaratungga, I Made Pracheta; Made Kurnia Widiastuti Giri; Komang Hendra Setiawan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9766

Abstract

Masa postpartum merupakan periode kritis yang menentukan kesehatan fisik dan psikologis ibu, di mana peran dan konstruksi gender memiliki pengaruh yang signifikan terhadap proses pemulihan. Ketimpangan gender, norma sosial yang kaku, serta minimnya dukungan pasangan dan lingkungan sosial dapat meningkatkan beban fisik, tekanan mental, dan risiko gangguan kesehatan ibu pascapersalinan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran dan konstruksi gender terhadap kesehatan ibu pada masa postpartum, serta mengidentifikasi implikasi kebijakan yang mendukung penerapan kesetaraan gender dalam pelayanan kesehatan maternal. Metode yang digunakan adalah systematic narrative literature review dengan penelusuran artikel pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan BMC Pregnancy and Childbirth menggunakan kata kunci “gender”, “postpartum health”, dan “maternal recovery”. Seleksi artikel mengikuti pedoman PRISMA dengan kriteria inklusi publikasi tahun 2015–2025, berbahasa Inggris atau Indonesia, dan relevan dengan isu gender serta pemulihan kesehatan ibu postpartum. Sebanyak 10 artikel terpilih dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa norma gender yang tidak setara meningkatkan beban kerja fisik dan kognitif ibu, memperburuk kesehatan mental, serta menghambat akses terhadap layanan kesehatan pascapersalinan. Sebaliknya, keterlibatan pasangan, dukungan sosial berbasis keluarga dan komunitas, serta kebijakan berperspektif gender terbukti berkontribusi positif terhadap pemulihan kesehatan ibu. Kajian ini menegaskan pentingnya integrasi perspektif gender dalam sistem pelayanan kesehatan maternal dan perlunya pengembangan intervensi berbasis komunitas yang sensitif terhadap konteks sosial dan budaya untuk meningkatkan kesejahteraan ibu postpartum secara berkelanjutan.
Efektivitas Yoga dalam Menurunkan Stres pada Mahasiswa: Tinjauan Sistematis: Indonesia I Gede Ramadhita Rahajeng Jelantik; Made Kurnia Widiastuti Giri; Made Bayu Permasutha
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2264

Abstract

Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan terhadap stres psikologis akibat tantangan akademik, sosial, dan pribadi. Jika tidak dikelola, stres dapat berkembang menjadi kecemasan, depresi, insomnia, burnout, dan gejala psikosomatis yang berdampak pada penurunan prestasi akademik serta kesejahteraan secara keseluruhan. Yoga semakin banyak diteliti sebagai intervensi komplementer non-farmakologis untuk manajemen stres. Tinjauan sistematis ini bertujuan mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis yoga dalam menurunkan stres dan dampak kesehatan mental terkait pada mahasiswa di Indonesia. Analisis dilakukan terhadap sepuluh studi primer yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025 dengan desain kuasi-eksperimen, uji coba teracak, dan kualitatif. Intervensi meliputi yoga asanas, teknik pernapasan pranayama, yoga berbasis meditasi, dan modul yoga terstruktur. Pada berbagai populasi mahasiswa, yoga secara konsisten menunjukkan manfaat signifikan: menurunkan stres yang dirasakan, mengurangi kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, menurunkan burnout akademik, dan mengatasi gejala psikosomatis. Kesimpulannya, yoga merupakan terapi komplementer yang efektif untuk penurunan stres dan peningkatan kesehatan mental mahasiswa. Yoga direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam program kesehatan mahasiswa di perguruan tinggi. Uji coba teracak berskala besar dan multi-senter diperlukan untuk meningkatkan generalisasi temuan.
Yoga Asana dalam Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2: Implikasi Klinis dan Peran Dokter dalam Konteks Wisata Kesehatan Ni Nyoman Ayu Trisna Anggarini; Made Kurnia Widiastuti Giri; Nyoman Ratih Widya Sari; Kadek Listia Prasetya Dewi; Dewa Ayu Aryantika Anggraeni; Ni Putu Ayu Daneswari Dewi
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v5i1.8390

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) requires comprehensive management beyond pharmacological therapy, including sustainable lifestyle-based interventions. Yoga asana, as a form of mind–body intervention, integrates physical postures, breathing techniques, and relaxation practices that may influence metabolic and psychosocial pathways relevant to T2DM. This article aimed to synthesize evidence regarding the physiological mechanisms, clinical effectiveness, and healthcare implementation context of yoga asana in T2DM management, as well as to discuss the role of physicians in integrating this complementary therapy, including within health tourism settings. A narrative literature review was conducted using scientific databases, focusing on publications addressing yoga asana, mind–body interventions, T2DM, and clinical integration. The findings indicate that yoga asana is associated with improved glycemic control, including reductions in fasting blood glucose, postprandial glucose, and HbA1c, alongside modulation of stress-related physiological parameters and psychological well-being. Beyond clinical outcomes, yoga asana shows potential for community-based and health tourism contexts as part of chronic disease lifestyle management. Physicians play a central role in clinical assessment, patient education, coordination with complementary therapy providers, and ongoing monitoring to ensure safe, evidence-based integration. Although current evidence suggests consistent beneficial trends, methodological heterogeneity highlights the need for more standardized and mechanistic research.
Co-Authors ., Luh Putu Dwi Ariesta ., Ni Kadek Ayu Herlina Santika Putri Adnyana Putra Artanayasa, Wayan Arya Nugraha Aurelia Zeva Koespradhanty Bagaskara, Afrizal Bagus Firmansyah Bagus Firmansyah, Bagus Bintang Leonarda, Rosmaria Dewa Ayu Aryantika Anggraeni Dewa Gede Hendra Divayana, Dewa Gede Hendra Dewa Gede Putra Mahayana Dharmapala, Ekanova Drs. I Made Danu Budhiarta,M Pd. . Febryanti, Made Devina Gede Ermawan . I Gede Angga Wiantara . I Gede Ramadhita Rahajeng Jelantik I Gst Lanang Agung Parwata I Kadek Putra Wirasantika . I Komang Gunawan Landra I Nengah Subiakta . I Nyoman Arsudika . I Nyoman Kanca I Putu Panca Adi I Putu Sucipta . I Putu Wisna Ariawan I Wayan Lasmawan I Wayan Muderawan I Wayan Repiyasa . I Wayan Suja Indra Dwisaputra Indra, Ketut Janendra, Putu Sathiya Adi Jayanti. P, Ni Made Laksmi Devi Julieta, Ni Putu Narithya Kadek Delvia Riska Pratiwi Kadek Edy Sukarma Kadek Indira Maheswari Kadek Intan Arta Sarita Kadek Listia Prasetya Dewi Ketut Indra Purnomo Komang Hendra Setiawan Kumaratungga, I Made Pracheta Luh Putu Dwi Ariesta . M.Or S.Pd I Ketut Budaya Astra . Made Bayu Permasutha Made Bayu Permasutha Made Budiawan Made Kusuma Wijaya Made Suadnyani Pasek Made Suadnyani Pasek Mahayana, Dewa Gede Putra Maheswari, Kadek Indira MS Prof. Dr. I Wayan Rai . Muhamad Fahrizal . Negara, I Komang Aditya Ni Kadek Ayu Herlina Santika Putri . Ni Luh Putu Pranena Sastri Ni Luh Putu Pranena Sastri, Ni Luh Putu Pranena Ni Nyoman Ayu Trisna Anggarini Ni Putu Ayu Daneswari Dewi Ni Putu Dewi Sri Wahyuni Nyoman Ratih Widya Sari Oka Udrayana Pasala, Metamalik Pradnyadewi, Ni Putu Cempaka Pradnyadewi Pramesti, Komang Kirana Ardhia Pratistha, Putu Stithaprajna Prof. Dr. I Wayan Rai, MS . Putra , Adnyana Putri, Komang Della Pramita Putu Agus Mahendra Nata . Putu Erwan Prastyawan . Putu Sathiya Adi Janendra Rahmadewi, Made Ayu Rahayu Agastyane Rahmayani, Irma Rifandi Rifandi Rifandi, Rifandi Sarita, Kadek intan Arta Shivananda Vidyana Puja, I Gede Sukarma, Kadek Edy Tammubua, Jerroll Septian Tresnadinata, I Made Lingga Wahjoedi Wahjoedi Wahjoedi Widnyana, I Komang Tri Yasa Wiguna, Nyoman Intan Permatahati Wijaya, Made Kusuma Wilwadana, I Putu Dimasatya