Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK AKSEPTOR DAN POLA DISKONTINUITAS KONTRASEPSI MODERN: ANALISIS DATA SDKI 2012 Izzatul Arifah; Sukamdi Sukamdi; Siswanto Agus Wilopo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.857 KB)

Abstract

Memahami karakteristik akseptor berdasarkan jenis kontrasepsi dan pola diskontinuitasnya membantu provider meningkatkan kualitas pelayanan guna meningkatkan kontinuitas penggunaan kontrasepsi. Penelitian bertujuan mengkaji karakteristik akseptor dan pola diskontinuitas kontrasepsi modern. Penelitian merupakan studi observasional dengan rancangan kohort-retrospektif. Peneliti menganalisis data longitudinal menggunakan data kalender SDKI 2012. Sampel yaitu 8.656 WUS pernah kawin yang pernah menggunakan kontrasepsi pil, suntik, IUD dan implan. Analisis diskontinuitas berdasarkan prediktornya dilakukan dengan cox proportional hazard model dengan Confidence Interval (CI) 95% dan tingkat kemaknaan p 0,05. Kelompok responden dengan tingkat ekonomi sangat kaya, tinggal di kota dan tingkat pendidikan tinggi persentase terbesar merupakan akseptor IUD. Berkebalikan dengan akseptor implan yang mayoritas tingkat ekonomi sangat miskin, tinggal di desa, tingkat pendidikan rendah serta pengguna sumber pelayanan KB sektor pemerintah. Pil dan suntik merupakan pilihan mayoritas responden yang berusia 20-35 tahun, tingkat ekonomi menengah, pendidikan menengah dan pengguna sumber pelayanan KB sektor pemerintah. Tingkat diskontinuitas lebih tinggi pada metode kontrasepsi jangka pendek seperti suntik dan pil. Risiko diskontinuitas berdasarkan sumber pelayanan paling tinggi terdapat pada akseptor implan sumber pelayanan sektor swasta HR 1,63(1,14-2,36) Terdapat perbedaan yang signifikan karakteristik akseptor masing-masing metode kontrasepsi modern. Perbedaan ini menentukan pendekatan provider dalam menyelenggarakan pelayanan KB berkualitas demi meningkatkan kontinuitas penggunaannya.
PENDAMPINGAN BIDAN DESA DAN KADER KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT IBU HAMIL DI MASA PANDEMI MELALUI PROGRAM “IBU PERI” Vinami Yulian; Edi Karyadi; Adisty Rose Artistin; Yuli Kusumawati; Izzatul Arifah; Tsani Khoirun Niswatin; Halimatus Sakdiyah; Her Supristyani; Dini Nur Rohmah; Meliana Fitria Salichah; Devi Wulandari; Ana Riolina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10355

Abstract

Abstrak: Masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil terjadi karena tidak adanya usaha preventif yang dilakukan sebelumnya, serta keterbatasn pelayanan kesehatan. Masalah kesehatan gigi dan mulut yang tidak teratasi dapat berkaibat buruk pada ibu dan janin. Promosi perawatan kesehatan dini selama kehamilan telah terbukti meningkatkan kesehatan mulut secara keseluruhan pada anak-anak. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai tindakan pencegahan masalah gigi dan mulut dengan program edukasi melalui modul dan video edukasi. Metode pengabdian dilakukan dengan pelatihan dan pendampingan kepada satu bidan desa dan 36 kader Posyandu Desa Gedongan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo . Pengabdian ini dilakukan melalui lima tahap yaitu need asessment, pembuatan modul, pelatihan bidan dan kader, pendampingan dan tahap evaluasi program. Hasil evaluasi menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan pada kader setelah diberikan pelatihan dan pendampingan, serta peningkatan pengetahuan pada ibu hamil setelah mendapat penyuluhan kesehatan.Abstract : Dental and oral health problems in pregnant women occur because of the absence of previous preventive efforts, as well as limited health services. Dental and oral health problems that are not resolved can have bad consequences for the mother and fetus. Promotion of early health care during pregnancy has been shown to improve overall oral health in children. The purpose of this service is to increase the knowledge of pregnant women about preventive measures for dental and oral problems with educational programs through educational modules and videos. The service method is carried out by training and mentoring one village midwife and 36 cadres in Gedongan Village, Baki District, Sukoharjo Regency. This service is carried out through five stages; need assessment, module making, training for midwives and cadres, mentoring and program evaluation stages. Results showed that there was an increase in knowledge of cadres after being given training and assistance, as well as an increase in knowledge of pregnant women after receiving health counseling.
TINGKAT PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DI KOTA SURAKARTA: LEVEL OF HEALTH PROTOCOL IMPLEMENTATION IN THE CITY OF SURAKARTA Nabilla Hasna Roichatul Ulayya; Sahasika Apta Kirana; Ayu Nabila; Salma Widya Azhari; Muchammad Arif Septiawan; Izzatul Arifah
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711 KB) | DOI: 10.36082/qjk.v16i1.411

Abstract

Vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk memutus rantai tali penyebaran Covid-19 dan upaya untuk mencapai herd immunity Covid-19. Individu yang telah melakukan vaksinasi COVID-19 dimungkinkan menerapkan protokol kesehatan lebih longgar. Oleh karena itu studi tentang penerapan protokol kesehatan pada individu yang telah melakukan vaksinasi COVID-19 perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat penerapan protokol kesehatan pada warga yang telah melakukan vaksinasi COVID-19 di Kota Surakarta. Desain penelitian ini adalah descriptive cross-sectional. Sampel sejumlah 86 responden dengan kriteria inklusi masyarakat Surakarta kelompok usia remaja sampai lansia yang sudah divaksinasi Covid-19 yang bersedia menjadi responden.Teknik sampel yaitu accidental sampling. Data diperoleh dari pengisian kuisioner yang dilakukan secara online menggunakan google form. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 6 - 27 September 2021. Data disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas remaja merupakan kaum muda. Mayoritas responden (69,8%) selalu menggunakan masker. Penggunaan masker merupakan protokol kesehatan yang paling banyak dilakukan oleh responden dibanding mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi bepergian, dan makan bersama di luar. Sementara itu terdapat 16,3% responden sering makan bersama di luar rumah. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa protokol kesehatan yang lebih sering dilanggar pada usia muda (17 – 25 tahun) adalah makan bersama diluar rumah, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Sementara protokol kesehatan yang paling sering dilakukan adalah yang menggunakan masker. Oleh sebab itu, edukasi dan kampanye tentang kesadaran dan manfaat penerapan protokol kesehatan perlu dilakukan melalui berbagai media dan berfokus pada usia muda (17 – 25 tahun)
STUDI DESKRIPTIF PERSEPSI KEBUTUHAN INFORMASI DAN PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA SISWA: NEED PERCEPTION OF REPRODUCTIVE HEALTH INFORMATION AND SERVICE ON STUDENTS: A DESCRIPTIVE STUDY Izzatul Arifah; Yullynar Hayyunisha Aninda
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2022): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v16i2.560

Abstract

Pemanfaatan pelayanan kesehatan reproduksi pada remaja di Indonesia sangat rendah (kurang dari 10%). Salah satu faktor yang mempengaruhi pemanfaatan yakni persepsi kebutuhan pada pelayanan tersebut. Persepsi kebutuhan remaja pada informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi masih belum banyak diketahui. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan persepsi kebutuhan dan preferensi informasi serta pelayanan kesehatan reproduksi pada siswa SMK N 2 Blora. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kuantitatif di SMK Negeri 2 Blora yang dilakukan bulan Februari 2021. Sampel penelitian berjumlah 178 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan metode Proportional Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari setengah responden mempersepsikan membutuhan informasi kesehatan reproduksi (51,7%). Preferensi sumber informasi kesehatan reproduksi yang disenangi adalah guru (48,3%), tenaga kesehatan (43,3%), dan media sosial seperti youtube (45,9%) dan instagram (23,8%). Selain itu, lebih banyak responden yang memiliki kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan reproduksi (52,8%). Siswa menyenangi pelayanan kesehatan reproduksi dengan bentuk kombinasi pelayanan online dan offline (53,9%). Kebutuhan informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi remaja tersebut belum terpenuhi dengan pelayanan yang ada saat ini. Diharapkan penyelenggara pelayanan kesehatan reproduksi melakukan perbaikan program sesuai dengan sumber dan media yang disenangi remaja serta pelayanan kesehatan diberikan dalam kombinasi online dan offline agar sesuai dengan kebutuhan remaja.
Hubungan Perilaku Ibu dalam Pemenuhan Gizi Balita dengan Status Gizi Berdasarkan Indeks TB/U pada Balita di Puskesmas Purwantoro 1 Sudrajah Warajati Kisnawaty; Izzatul Arifah; Jesian Viviandita; Indah Pramitajati; Dina Nur Hanifah
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13923

Abstract

Stunting atau pendek merupakan kondisi balita dengan status gizi berdasarkan indeks TB/U dengan ambang batas <-2SD. Stunting yang diabaikan dapat berakibat pada risiko morbiditas dan/ mortalitas pada balita. Perilaku pemenuhan gizi merupakan hasil implementasi dari pengetahuan dan sikap ibu balita terkait dengan pemenuhan gizi pada balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dalam pemenuhan gizi balita dengan status gizi balita di Puskesmas Purwantoro 1. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan responden ibu yang memiliki balita berumur 24–60 bulan di wilayah kerja Puskesmas Purwantoro I Kabupaten Wonogiri. Data perilaku ibu balita diambil menggunakan kuesioner perilaku dalam pemenuhan gizi balita dengan kategori baik atau buruk. Data status gizi balita diperoleh dengan pengukuran tinggi badan dan penentuan usia, kemudian penilaian menggunakan indeks TB/U dengan kategori normal atau stunting. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 55,9% ibu balita memiliki perilaku yang baik tentang pemenuhan gizi balita. Tidak ada hubungan perilaku ibu dalam pemenuhan gizi balita dengan status gizi berdasarkan indeks TB/U pada balita di wilayah kerja Puskesmas Purwantoro I Kabupaten Wonogiri.
Anedoc APP: Sistem Pengingat, Pemantau, dan Edukasi Konsumsi Tablet Tambah Darah Ibu Hamil di Puskesmas Sangkrah Kota Surakarta Yanuar Fajrul Falah; Shania Salsabilla Alamsyah; Ananda Arum Dwi Puspita Sari; Nur Ayu Sekar Arum Sari; Zulfikar Setyo Priyambudi; Izzatul Arifah
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 25, No. 3, Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.479 KB) | DOI: 10.23917/warta.v25i3.1025

Abstract

Kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Sangkrah cukup tinggi jika dibandingkan Puskesmas lain di Surakarta, dan daerah lainnya di Indonesia. Anemia pada masa kehamilan paling banyak terjadi akibat kekurangan zat besi yang dapat dicegah dengan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Hasil analisis situasi di Puskesmas Sangkrah menunjukkan mayoritas ibu hamil menyatakan alasan tidak patuh mengonsumsi TTD adalah karena faktor lupa. Selain itu belum dilakukan upaya monitoring untuk konsumsi TTD ibu hamil oleh tenaga kesehatan. Oleh karena itu penulis melakukan pengabdian yang bertujuan untuk menanggulangi tingginya prevalensi ibu hamil anemia di Puskesmas Sangkrah dengan menciptakan sistem pengingat, pemantau, dan edukasi konsumsi TTD menggunakan Aplikasi ANEDOC APP. Metode pengabdian yaitu pembuatan sistem pengingat, pemantau dan edukasi konsumsi TTD melalui ANEDOC APP dan pendampingan melalui kelas ibu hamil/Support Group. Pengabdian dilaksanakan selama 5 bulan yaitu bulan Mei-September 2021. Masyarakat sasaran yang terlibat pada pengabdian ini sejumlah 43 ibu hamil. Hasil dari pengabdian kami yaitu terciptanya ANEDOC APP yang telah digunakan oleh 21 ibu hamil di Puskesmas Sangkrah. Terlaksananya 80 sesi edukasi melalui Support Group yang memberikan hasil meningkatnya pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan anemia berdasarkan hasil pretest dan posttest. Berdasarkan hasil evaluasi juga menunjukkan kepatuhan ibu hamil konsumsi TTD meningkat pada akhir program. Program pengabdian memberikan hasil berupa peningkatan kepatuhan mengonsumsi TTD sehingga diharapkan dapat menanggulangi anemia ibu hamil di Puskesmas Mitra. Diperlukan penelitian untuk menguji efektivitas penanggulangan anemia ibu hamil menggunakan ANEDOC APP.
“Menjadi Nutrition Champion di Media Sosial”: Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan dalam Upaya Pencegahan Anemia Kehamilan Izzatul Arifah; Shania Salsabilla Alamsyah; Erin Tri Cahyanti
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 26, No. 2, April 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.361 KB) | DOI: 10.23917/warta.v26i2.1078

Abstract

The proportion of anemia is high among pregnant women in Indonesia making it a priority health problem, especially in various regions, including Central Java Province. Educational efforts to empower pregnant women are necessary. A nutrition Champion is necessary for the optimization of activities. Interviews show that the online pregnant women's class has been carried out but encountered obstacles such as the inactivity of participants and the busyness of each health worker. This service activity aims to increase the capacity of health cadres in becoming nutrition champions on social media for the prevention of anemia during pregnancy. The expected output target is that health cadres have media that are interesting and effective in educating in the form of electronic booklets. As well as an increase in knowledge and motivation of health cadres in becoming nutrition champions on social media to prevent anemia in pregnant women. The activity was carried out in June 2022 and attended by 30 health cadres offline in the Sangkrah Puskesmas work area (100% of the target). Electronic booklets have been disseminated and explained to all cadres. The evaluation results showed that the majority (80%) of cadre knowledge levels increased after training (p-value<0.001). The cadre of the Kratonan Health Center is then expected to become nutrition champions who help overcome the incidence of anemia in pregnant women in Surakarta. Periodic monitoring and education of health cadres need to be carried out to increase their role as nutrition champions for anemia prevention in the community.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Penyakit Demam Berdarah Dengue Masyarakat Desa Jelobo Kabupaten Klaten Latipatul Masruroh; Adji Prayogo; Shinta Listyaningrum; Eny Yusnita; Ayu Ismail; Anggun Dara Tunjung Biru; Luthfi Naaifa Wahyuningtyas; Vinda Prisma Febyola Rahayu; Susanto Susanto; Dwi Handayani; Dwi Astuti; Izzatul Arifah; Nisariati Nisariati
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 26, No. 1, Januari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1528.108 KB) | DOI: 10.23917/warta.v26i1.1583

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is still a serious problem in Indonesia, because the climate in Indonesia supports mosquito breeding and most Indonesians are still not aware of the importance of clean and healthy living behavior which causes many cities in Indonesia to become endemic cases of DHF. This service is carried out in Jelobo Village, Wonosari District, Klaten Regency, which is included in a DHF endemic area. The morbidity rate reaches 1.71 per 100,000 population and the mortality rate reaches 5% which is included in the 3rd rank of death in the Central Java area. Based on the results of the situation analysis and survey, it shows that the people of Jelobo Village still have less knowledge and attitudes in preventing DHF. The purpose of community service is to increase the knowledge of the Jelobo Village community regarding the understanding, symptoms, causes, and prevention of dengue fever. The method used is by providing online counseling in the form of digital posters and videos distributed through Whatsapp Groups as a preventive and promotive effort to prevent dengue. In addition to using posters and videos that are distributed on Whatsapp Groups, education is also carried out by placing posters in public places. Wilcoxon statistical test obtained p value of 0.00 <0.05, meaning that there is a significant effect on the difference in the treatment given to each variable. A significant difference can also be seen from the results of an increase in the pre-test and post-test of 6.178, so that the treatment given after the pre-test showed an increase in participants' knowledge of DHF disease. Increasing public knowledge will open awareness to create good environmental sanitation so that the chain of disease transmission can be broken. It is necessary to collaborate with health workers, the community, and local village cadres to improve education in the community, especially regarding DHF.
Reflective Study of Information Technology Utilization in Maternal Anemia Prevention Programs Shania Salsabilla alamsyah; Yanuar Fajrul Falah; Ananda Arum Dwi Puspita Sari; Nur Ayu Sekar Arum Sari; Izzatul Arifah
Jurnal Kesehatan Vol 16, No 3 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v16i3.2089

Abstract

Introduction: Anemia is one of the country's top health concerns that must be addressed immediately. The use of information technology (IT) in anemia prevention programs has received little attention in Indonesia. The purpose of the study was to reflect on the experience and consider the limitations and challenges encountered by the team while conducting an IT-based maternal anemia prevention program in Puskesmas Sangkrah, Surakarta. Method: this study was a qualitative study using a case study approach. The data collection methods were reflective writing and interviews. Data validity is achieved through the triangulation of data sources. Content analysis is being used to analyze data. Results: for health providers and participants of the program, it is a new challenging experience of online educational sessions. However, some obstacles and challenges are felt, including the lack of enthusiasm of participants during online education sessions, the lack of engagement between managers and participants in implementing online education compared to offline, and technical constraints from the application. Conclusion: the utilization of information technology in the maternal anemia prevention program has produced positive results, but there are still challenges that can be overcome if the approach is applied to other health programs.
Innovation of the health monitoring system for pregnant and breastfeeding mothers through independent health applications as an effort to reduce stunting Ngadiyono Ngadiyono; Suparmi Suparmi; Ulfah Musdalifah; Izzatul Arifah
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 6, No 5 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v6i5.12561

Abstract

Background: Failure to grow in children or what is often called stunting is one of the focuses of global problems, including Indonesia. Globally, stunting is one of the goals Sustainable Development Goals (SDGs). Stunting is a problem of chronic malnutrition caused by inadequate nutritional intake over a long period of time due to providing food that does not meet nutritional needs. Stunting can occur when the fetus is still in the womb and only appears when the child is two years old. Based on the results of the Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI), the stunting prevalence rate in Indonesia fell from 24.4% in 2021 to 21.6% in 2022. This figure is still above the threshold set by the World Health Organization (WHO), namely 20%. The stunting prevalence rate in Demak Regency was ranked seventh highest in Central Java in 2019 at 50.23% and is one of 60 stunting districts. In 2019 in Demak Regency there were 4.25% or 6,129 toddlers out of a total of 97,212 toddlers who had the potential to experience stunting. This situation is a priority for the Demak Regency government to handle by determining 10 locations that will be prioritized in 2020 and 2021Purpose: To produce monitoring and promotion system application for pregnant and postpartum mothers as well as breastfeeding mothers including toddlers can detect early health problems for mothers and toddlers and is named the child stunting preventive application (ASTA).Method: This research uses research and development methods orResearch and Development (R&D). This research method is used to produce certain products and test the effectiveness of a product. This research was conducted in December 2022. The population of this study was pregnant women in Demak Regency with a sample of 24 people who were divided into two, namely 12 people as the intervention group and 12 people as the control group. The influencing variable in this study is ASTA and the influenced variable is health maintenance behavior during pregnancy, postpartum and toddlers. This research is divided into four stages, namely design, analysis, engineering and evaluation.Results: Based on the statistical test output, it is known that Asymp. Sig. (2-tailed) is worth 0.025. From this value it can be concluded that H0 rejected. This means that there are differences in the level of potential stunting in the control group respondents in terms of the pre-post treatment results. Meanwhile, it is known that in the intervention group the value of Asymp. Sig. (2-tailed) namely 0.157. This value is >0.05, so it can be concluded that H0 accepted. This means that there is no difference in the level of potential stunting between pre-post treatments in the intervention group given the ASTA application.Conclusion: There is no significant effect of using the ASTA application on the criteria for potential stunting and there is no significant difference in potential stunting data between the control and intervention groups, either before or after treatment. However, the stunting prevalence ratio is 0.7 (<1) indicating that the ASTA application is a factor that can reduce the potential for stunting.
Co-Authors Adi, Muhammad Arsa Bhuwana Adisty Rose Artistin Adji Prayogo Affindha, Anindya Rintha Agustina, Cynthia Ainaya, Filsa Shintya Aji, Dony Prasetyo Alfiana Sahrina Cahyaningrum Almayda, Mutiara Bahi Amalia, Nita Riski Ana Riolina Ananda Arum Dwi Puspita Sari Andhika, Hafidh Putra Andi Subandi Anggun Dara Tunjung Biru Arif Pristianto Arif Setiawan Astutiatmaja, Mulyani Adi Athaya, Muhamad Rivandi Ayati, Afifah Nurhafni Ayu Ismail Ayu Khoirotul Umaroh Ayu Nabila Az Zahra, Qoonitah Azizah, Adelia Nur Bagus Faisal, Imam Brilliyanti, Aulia Suffah Cahyanti, Erin Tri Denny Saptono Fahrurodzi Devi Wulandari Dewangga, Mahendra Wahyu Dewanti, Ririn Cahya Dewiyanti, Very Rizkia Dhea Hanun Kartika Dian Purworini Dina Nur Hanifah Dini Nur Rohmah Dwi Astuti Dwi Handayani Dwi Hendriyaningsih Dwi Lestari Dwi Linna Suswardany Edi Karyadi Eny Yusnita Erin Tri Cahyanti Erin Tri Cahyanti Estu Puji Lestari Estu Werdani, Kusuma Fauziana, Eny Fieryanjodi, Diella Gita, Anggi Putri Aria Had, Fairus El Halimatus Sakdiyah Her Supristyani Hidayah, Siti Nur Rofiatul Inayati, Nurul Latifatul Indah Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah Pramitajati Indah Sulistyowati Isnani Zahwa Azizah Jesian Viviandita K.W, Nur Amaylia Karyanto, Muhammad Dhaffa Kurniawati, Nurdika Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah Laili, Ramadani Nur Latipatul Masruroh Lenni Ayu Kusumawardani Livia, Wardhatul Lubis, Syafana Marasati Luthfi Naaifa Wahyuningtyas Madona, Ade Maharatna, Anaelia Syakilla Mahfudah, Iffah Melati, Anya Cahya Meliana Fitria Salichah Meutia Fildzah Sharfina Mohammad Zen Rahfiludin Muchammad Arif Septiawan Muhammad Rasyid Bintang Abdulmajid Muhammad Salman Ali Muzaky Mukti Aji Wibisono Mulya, Happy Kusuma Musdalifah, Ulfah Nabilla Hasna Roichatul Ulayya Naufal, Adnan Faris Ngadiyono Ngadiyono NiLuh Tantri Nisariati Nisariati Nugraha, Rendra Putra Nur Ayu Sekar Arum Sari Nur Khasanah, Devi Jantika Nuraisyah, Shinta Ramadhania Nurhidayastuti, Ameilia Pramadhana, Raihan Nafi Prasastywy, Kirana Haura’ Arie Pratiwi, Eptiani Cipta Puspita, Widya Galih Putri, Vella Arneta Qinaya, Zahwa Putri Rahma, Alfida Aulia Rahma, Mislaillatul Khollifah Ratnasari Hasibuan Rukmana, Qulbiyani Safari, Afrin Linda Dewi Sahasika Apta Kirana Salma Widya Azhari Santoso, Faturohit Rois Imron Saputro, Ma’arif Ardhi Setia Asyanti Setyawati, Anisa Seviani, Kiky Firda Shabrina Ramadhani, Nur Shania Salsabilla Alamsyah Sharfina, Meutia Fildzah Shinta Listyaningrum Sianty, Amalia Siswanto Agus Wilopo Sudrajah Warajati Kisnawaty Sukamdi Suparmi Suparmi Susanto Susanto Syalma Qurrotu&#039;aini Islami Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Taufik Eko Susilo Trijaya Trijaya Tsani Khoirun Niswatin Utami, Henny Puspitosari Vinami Yulian Vinda Prisma Febyola Rahayu Widananda, Clarisa Widyani, Zahrina Yanuar Fajrul Falah Yeni Indriyani Yuli Kusumawati Yullynar Hayyunisha Aninda Yustisia Imaninditya Puteri Widarini Zulfikar Setyo Priyambudi