Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Umpan Terhadap Hasil Tangkapan Traps di Sungai Nilo Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau Wulandari, Ayu; Yani, Alit; Brown, Arthur
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 10 No. 3 (2022): oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Sungai Nilo, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau selama 10 hari penelitian pada tanggal 17-27 Januari 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian umpan yang berbeda terhadap hasil tangkapan bubu. Umpan yang digunakan adalah inti sawit dan daging buah kelapa yang mudah didapatkan di Desa Kesuma sehingga dapat digunakan sebagai umpan dalam pengoperasian bubu. Kedua jenis umpan tersebut digunakan untuk melihat keefektifan umpan yang diujikan terhadap hasil tangkapan bubu. Kedua jenis umpan tersebut berpengaruh terhadap hasil tangkapan. Pada daging buah kelapa (U1) diperoleh hasil 210 ekor dengan berat 1235,8 g, inti sawit (U2) sebanyak 279 ekor dengan berat 1636,5 g dan alat tangkap tanpa umpan (K) sebanyak 133 ekor dengan berat 711,8 g. Ikan Selais dan Baung merupakan tangkapan dominan dari dua jenis umpan yang digunakan. Umpan inti sawit merupakan umpan yang mendapatkan hasil tangkapan paling banyak. Analisis Varians menunjukkan bahwa semua umpan memiliki pengaruh terhadap hasil tangkapan. Kemudian dilakukan pengujian lebih lanjut dengan menggunakan BNT, hasilnya menunjukkan bahwa umpan kelapa sawit memiliki pengaruh tertinggi terhadap hasil tangkapan dengan nilai rata-rata 46,5 sedangkan pengaruh terendah adalah bubu tanpa umpan dengan nilai 22,16.
Pengaruh Lama Pembusukan Umpan Usus Ayam terhadap Hasil Tangkapan Kepiting Bakau (Scylla sp) pada Alat Tangkap Pento di Kelurahan Sapat Kecamatan Kuala Indragiri Kabupaten Indragiri Hilir, Riau Wardana, Wildan Eka; Zain, Jonny; Brown, Arthur
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.2.250-256

Abstract

Nelayan di Desa Sapat umumnya menangkap kepiting bakau (Scylla sp.) dengan menggunakan alat tangkap pento. Pento dioperasikan dengan menggunakan umpan sebagai faktor utama yang mempengaruhi hasil tangkapan. Nelayan sering memilih ikan malong (Muraenesox cinereus) sebagai umpan karena mudah didapat. Namun, harga ikan malong cukup mahal, sehingga perlu dicari cara yang lebih efektif untuk menangkap rajungan dengan hasil yang maksimal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode experimental fishing, yaitu ikut serta dalam operasi penangkapan dengan menggunakan alat tangkap pento yang diberi perlakuan umpan membusuk. Untuk menguji keefektifan masing-masing umpan, digunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) satu faktor dengan 4 taraf perlakuan. Data yang dikumpulkan adalah jumlah tangkapan kepiting rajungan (ekor) dan berat (gram) selama 6 hari penelitian. Hasil tangkapan Pento terdiri dari kepiting bakau jenis Scylla serrata yang berjumlah 14 ekor pada umpan usus ayam segar, 16 ekor pada umpan usus ayam busuk 1 hari, 5 ekor pada umpan usus ayam busuk 2 hari, dan 3 ekor pada umpan usus ayam busuk 3 hari. Jadi umpan yang paling disukai kepiting adalah usus ayam yang sudah dibusukkan selama 1 hari. Namun dari segi kualitas hasil tangkapan yang didapat, menggunakan umpan usus segar masih menjadi pilihan yang efektif untuk digunakan. Hal ini dikarenakan penangkapan dengan menggunakan umpan usus segar dapat menghasilkan kepiting dengan kategori grade yang lebih baik dibandingkan dengan umpan usus busuk yang sudah 1 hari
Perbedaan Hasil Tangkapan Bubu Naga pada Siang dan Malam Hari di Perairan Kelurahan Pamak Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau Nabilah, Muhana Firza; Brown, Arthur; Isnaniah, Isnaniah
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.2.277-283

Abstract

Setiap spesies ikan memiliki tingkah laku yang berbeda pada siang dan malam hari, sehingga peluang untuk ditangkap berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tangkapan pada waktu yang berbeda siang dan malam hari pada alat tangkap bubu naga di perairan Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau dengan metode survei. Jumlah tangkapan pada siang hari adalah 17, 14 kg (413 ekor) dan jumlah tangkapan pada malam hari adalah 24, 44 kg (558 ekor). Dalam perhitungan uji-t yang menunjukkan bahwa Thit lebih besar dari Ttab berdasarkan hipotesis, H1 diterima, ini menyatakan bahwa ada perbedaan tangkapan siang dan malam hari. Terdapat pengaruh kecepatan arus terhadap tangkapan, dapat dibuktikan dengan dilakukannya analisis regresi linier bahwa hasil yang diperoleh pada siang hari nilai korelasi x dan y adalah 0,815, termasuk kategori kuat, nilai penentuan 0,641. Nilai signifikansi, alfa = 0,05 atau 5% sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara variabel x dan y. Sedangkan hasil pada malam hari diperoleh, nilai korelasi x dan y sebesar 0,862, termasuk kategori kuat, nilai penentuan 0,726.
Perbedaan Hasil Tangkapan Trammel Net Pagi dan Malam Hari oleh Nelayan di Perairan Air Bangis Provinsi Sumatera Barat Fitri, Sri Afifah; Brown, Arthur; Nofrizal, Nofrizal
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.2.244-249

Abstract

Pengoperasian alat tangkap trammel net dilakukan pada pagi dan malam hari hasil tangkapannya adalah udang dan ikan yang memiliki tingkah laku yang berbeda dan keberadaan di perairan juga berbeda. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil tangkapan trammel net pada pagi dan malam hari dan perbandingan hasil tangkapan dalam jumlah berat (kg), individu (ekor), jenis (spesies). Metode yang digunakan adalah metode survei. Hasil tangkapan pada malam hari dalam jumlah jenis lebih banyak dari pada pagi hari, nilai uji t adalah Thit = 8,230 > Ttab = 2,048, artinya ada perbedaan jumlah jenis hasil tangkapan pagi dan malam hari. Hasil tangkapan malam hari dalam jumlah berat (kg) lebih banyak dari pagi hari, nilai uji t adalah Thit = 6,866 > Ttab = 2,048, artinya ada perbedaan jumlah berat (kg) hasil tangkapan pagi dan malam hari. Hasil tangkapan pada malam hari lebih banyak dalam jumlah individu dari pagi hari, nilai uji t adalah Thit = 48,611 > Ttab = 2,048, artinya ada perbedaan jumlah individu (ekor) hasil tangkapan pagi dan malam hari. Hasil regresi linear berganda menunjukkan bahwa kecepatan arus, suhu, salinitas tidak berpengaruh karena p value ≥ dari 0,05
Status Keberlanjutan Perikanan Tangkap Bubu Tiang di Kepenghuluan Raja Bejamu Kecamatan Sinaboi, Rokan Hilir Hazman, Fazil; Brown, Arthur; Zain, Jonny
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.2.303-308

Abstract

Status keberlanjutan perikanan tangkap adalah konsep yang menekankan pada pelestarian sumber daya perikanan selama proses penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai status keberlanjutan metode penangkapan ikan menggunakan bubu tetap berdasarkan aspek ekologi, ekonomi, teknologi, kelembagaan, dan sosial di Desa Raja Bejamu, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2024 di Desa Raja Bejamu, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir. Metode survei digunakan untuk mengumpulkan data terkait aspek keberlanjutan perikanan bubu tetap, dengan menggunakan kuesioner. Analisis keberlanjutan dilakukan menggunakan metode Rapid Appraisal for Fisheries (RAPFISH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keberlanjutan multidimensional penangkapan ikan bubu tetap adalah 63,85 (cukup berkelanjutan). Indeks ini diperoleh dari 38 atribut pada lima aspek: aspek ekologi dengan indeks 46,26 (tidak berkelanjutan), aspek ekonomi dengan indeks 52,00 (cukup berkelanjutan), aspek teknologi dengan indeks 81,29 (berkelanjutan), aspek kelembagaan dengan indeks 54,11 (cukup berkelanjutan), dan aspek sosial dengan indeks 81,73 (berkelanjutan)
Komposisi Hasil Tangkapan Bubu Naga pada Pagi dan Siang Hari di Perairan Desa Permai, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti Tarigan, Isdayani; Brown, Arthur; Nasution, Polaris
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.2.298-302

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan jumlah dan komposisi hasil tangkapan alat tangkap bubu naga yang dioperasikan pada pagi dan siang hari di Perairan Desa Permai. Metode yang digunakan adalah survei dengan pengambilan data melalui observasi langsung terhadap operasi dua unit bubu naga selama sepuluh hari. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji-t, dan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tangkapan pada pagi hari lebih tinggi dibandingkan siang hari, baik dari segi berat (11,64 kg pada pagi hari dan 7,675 kg pada siang hari) maupun jumlah individu (1.282 ekor pada pagi hari dan 1.024 ekor pada siang hari). Hasil tangkapan terdiri dari empat spesies: udang putih (Litopenaeus sp), udang merah (Penaeus monodon), ikan duri (Hexanematichthys sagor), dan ikan gulamah (Johnius trachycephalus). Spesies dominan adalah udang putih, terutama pada pagi hari. Kesimpulannya, alat tangkap bubu naga lebih efektif digunakan pada waktu pagi hari di perairan Desa Permai.
Status Keberlanjutan Perikanan Tangkap Bubu Lipat di Kelurahan Patam Lestari Kecamatan Sekupang Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau Simanjuntak, Mega Sri Devi; Isnaniah, Isnaniah; Brown, Arthur
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.2.236-243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai status keberlanjutan perikanan tangkap bubu lipat di Kelurahan Patam Lestari, Kecamatan Sekupang, Kota Batam berdasarkan lima aspek: ekologi, ekonomi, teknologi, sosial, dan kelembagaan. Penelitian ini menggunakan metode survei dan wawancara, dengan analisis data melalui metode RAPFISH (Rapid Appraisal for Fisheries) yang mencakup analisis Multidimensional Scaling, leverage, dan Monte Carlo. Hasil menunjukkan bahwa aspek ekologi tergolong kurang berkelanjutan (26,86%), sementara aspek ekonomi (54,35%), teknologi (64,95%), sosial (69,57%), dan kelembagaan (53,22%) tergolong cukup berkelanjutan. Secara keseluruhan, indeks keberlanjutan mencapai 56,25% (cukup berkelanjutan). Diperlukan pengelolaan yang lebih baik, khususnya pada aspek ekologi dan kelembagaan, untuk mendukung keberlanjutan perikanan dan kesejahteraan nelayan
Productivity of Sondong Fishing Gear in Selat Akar Village of Kepulauan Meranti Regency Dewi, Ajeng Triyana; Brown, Arthur; Zain, Jonny
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 27 No. 3 (2022): October
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

This study aims to analyze the catch of Sondong as the main information in managing fishing, the availability of data and information about the productivity of Sondong fishing gear fisheries in Selat Akar Village and with the management in the utilization of fish resources, the sustainability of Sondong fishing business can be maintained. The research method used in this research is a survey method used to obtain the necessary data directly from the research site. The results showed that the production of Sondong ship fluctuated. The results showed that the production of Sondong ship fluctuated. So that the annual production value of Sondong ship for 5 years also fluctuates. The productivity value of Sondong ships varies where the highest values in 2017 and 2019 show that the period was a good year in producing fishing using these fishing gear. The low productivity in 2018 was due to temporary weather anomalies, where weather conditions worsened which affected the success of the capture process. and the lowest was in 2020. And the results of the Trend of Sondong fishing gear production show that there is a high correlation that indicates that produce results in the next 3 years will increase and show that the initial production value of sondong fishing gear is relatively high.
Productivity and Seasonal Index of Anchovy (Stolephorus sp) Fishing on Bagan Boat Fishing Gear at UPTD Regional Fisheries Port I (PPW1) Carocok Tarusan, West Sumatra Lestari, Mega; Brown, Arthur; Zain, Jonny
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 30 No. 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.30.2.194-202

Abstract

Productivity and estimation of fishing season index in marine areas are very much needed to facilitate fishermen's fishing operations, so they are practical and efficient. This research was conducted from February 28, 2024, to March 9, 2024. This research was conducted at the UPTD Fishing Port Region I (PPW1), Carocok Tarusan, West Sumatra Province. This study aimed to calculate fishing productivity and the fishing season index of anchovies (Stolephorus sp) at the UPTD Fishing Port Region I (PPW1), Carocok Tarusan, West Sumatra Province. This research is based on a survey method involving observations and collecting primary and secondary data directly at the UPTD Fishing Port Region I (PPW1), Carocok Tarusan, West Sumatra Province. The highest CPUE value of anchovies occurred in 2021, 142.66 kg/ship. The lowest CPUE occurred in 2019, at 73.30 kg/boats. The peak season for anchovy landings at PPW1 Carocok was identified to occur from April to August, as indicated by an IMP value of more than 100%. The moderate season for anchovy landings was shown to occur from January to March and September to December, as indicated by an IMP value of more than 50%. No month was identified as a lean season where the IMP value was less than 50%.
Sustainability Status of Gillnet Capture Fisheries Based on Economic, Ecological, Technological, Institutional, and Social Aspects in Panipahan Pasir Limau Kapas Sub-District Rokan Hilir District Simanjuntak, Jeremi Nichola; Brown, Arthur; Zain, Jonny
South East Asian Marine Sciences Journal Vol. 3 No. 1 (2025): September
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seamas.3.1.9-18

Abstract

Rokan Hilir Regency, particularly Pasir Limau Kapas District, has significant potential for capture fisheries. However, ecosystem sustainability depends on high-value fish resources such as senangin and mackerel. Therefore, a sustainable study of fisheries management is needed based on ecological, socioeconomic, community, and institutional dimensions to ensure the sustainable use of fish resources. This research evaluates the sustainability status of gill net capture fisheries in Panipahan, Pasir Limau Kapas District, Rokan Hilir Regency, based on five dimensions: economic, ecological, technological, institutional, and social. The analysis method used is Rapid Appraisal for Fisheries (RAPFISH) with a Multidimensional Scaling (MDS) approach. The results show that the institutional dimension had the highest sustainability index at 92.08%, classified as "sustainable", while the technological dimension had the lowest index at 39.87%, indicating a "less sustainable" status. The economic and social dimensions scored 53.11% and 57.75% respectively, categorised as "moderately sustainable", whereas the ecological dimension scored 43.96%, also "less sustainable". These findings indicate that gill net capture fisheries in Panipahan are not yet fully sustainable, particularly regarding technology and ecology. Therefore, there is a need to enhance environmentally friendly fishing gear use, strengthen local institutional regulations, and increase public education and community involvement to support sustainable fisheries resource management
Co-Authors ', Isnaniah ', Nurkhaira ', Syarifuddin AA Sudharmawan, AA Adha, Ridho Adzandi, Facjri Restu Ahda Rahim Zirli Ahsanur Rizqi Ajeng Triyana Dewi Alan Budiardi Albert Gamot Malau Alhamidi Alhamidi Ali Basri Rangkuti Alit Hindri Yani Alman Aloisius Sirait Amiruddin Rambe Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andre Adrian Mauhid Angga Setia Manalu Angga Sucitra Hendrayana, Angga Sucitra Anisa Putri Anuar Hidayat Ari Harsandi, Ari Arief Setiawan Ayu Wulandari Ayu Wulandari Azandy Bamesyah Bima Guntara Bustari Bustari Bustari Bustari Damayanti, Helisha Dani, Rahma darwis darwis, darwis Dedi Setiadi Deviko, Cavita Dwi Lestari Dewi, Ajeng Triyana Dewi, Lita Juliani Dila Asfariani Donwill Panggabean Elbi Suprianto Emiati Emiati Emma Suri Yanti Siregar Ezra Jesica Simamora Fadhli, Rezky Fatmawati, Riska Faturrahman, M. Zikri Febriani, Wina Resti Feliz Nafidad Ginting Feri Kurniawan Fitri, Sri Afifah Fitriani, Rada Gian Nofrianda Ilyas Ginting, Feliz Guntara, Bima Gustiana Putri Hanny Andriani Harry Decosta Simbolon Harry Kurniawan Hasanah, Camelia Nurul Hasugian, Juniori Hulkman Hazman, Fazil Helmi Rezki Helmi Rizki Helmi Rizki Heni Pujiastuti Hidayat, Anuar Hidayat, Syahyan Fitra Hotmaida, Yemima I Ketut Suada Imanullah, Muhammad Zikri Indah Ayu Lestari Manulang Indra Sanjaya Purba Intan Wardika Putri Irwan Limbong Irwandy Syofyan Isnaniah ' Isnaniah - Isnaniah Isnaniah Isnaniah Isnaniah Isnaniah Isnaniah Isnaniah, Isnaniah Isnaniah1, Isnaniah Isnina Mayang Syafitri Jefri granico Jonny Zain Kartika Rahma Kurniawan Kurniawan Luh Putu Ratna Sundari M. Zikri Faturrahman Mahyudin ' Mai Yunizariani Manalu, Angga Setia Marian Sakban Marnita J Situmorang Mega Lestari Meinaldi, Pani Miptahul akbar, Miptahul Muhammad Muammar Muhammad Muammar Muhammad Natsir Kholis Muhammad Reza Muhammad Zikri Imanullah Nabilah, Muhana Firza Nazzla, Rauzatul Nofri Yanto, Nofri Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nofrizal Octavia, Vanny Putri Oka Mahendra Palti M Sormin Pani Meinaldi Pareng Rengi Pareng Rengi Pareng Rengi Pareng Rengi Pareng Rengi Polaris Nasution Polaris Nasution Pranata, Depa Prawira, Yoshua Satria Yudha Pribadi, Tri Suci Pubra, Rina Ade Citra Purba, Delila Dwi Saputri Purba, Rina Ade Citra Purwaningsih Kaban, Purwaningsih Purwati Purwati putra, Guspa serawal Putri, Yolanda Aidina Rahim, Anni Rakesh Sukrillah Rama Agus Mulyadi Ramadhana, Muhammad Ramahan Tinggi Nasution, Ramahan Tinggi Renny Afri Artika Ridwan Anhar Siregar, Ridwan Anhar Ringgina Rahma Yeza Risandes, Octa Riyan Nando, Riyan Robby Septian Ronald .M Hutauruk Ronald Mangasi Ronald Mangasi Hutauruk Sakban, Marian Samuel Firmando Pakpahan Saputra, Rio Sarah Adriani R. S Sarma Uli Lubis SATRIYAS ILYAS Sembiring, Firma Surmana Sijabat, Ramayanda Kartini Silaban, Recyka Simamora, Valentine Vanda Simanjuntak, Jeremi Nichola Simanjuntak, Mega Sri Devi Siregar, Arfan Efendi Soleha, Siti Soraya Domitta Suherman ' Suheryanto Oktafianus Simanjorang Suprianto, Elbi Surya Arifin Syafura, Titi Syaifuddin Syaifuddin Syere Novia Giovanny Syofyan, Silfia T. Ersti Yulika Sari Tamara, Rani Tanjung, Yenni O. Tarigan, Isdayani Tarmizi ' Titi Syafura Twenty M Sinaga Ukhwatul, Vify Usman ' Usman Usman Wandini, Ganda Ayu Wardana, Wildan Eka Wemphy Hernando Wemphy Hernando, Wemphy Widya Angel Bancin Wiladri, Putri William Disraeli Sinaga Wita, Wirvina Yani, Alit Yaumil Atia Yemima Hotmaida Yolanda Aidina Putri Yoshua Satria Yudha Prawira Yosua Rivaldo Lumbantoruan Yuli Yanti Siregar Yurnida Yurnida Zulkifli '