Claim Missing Document
Check
Articles

Tantangan Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Madrasah di Aceh Barat Mulasi, Syibran; Jarjani Usman; Sri Suyanta; Musayyada, Musayyada
ISTIFHAM Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Seutia Hukamaa Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71039/istifham.v2i1.50

Abstract

Implementing the independent curriculum in the West Aceh District madrasah certainly poses challenges for teachers and the Ministry of Religious Affairs. On one hand, the independent curriculum strongly supports the development of students' potential. Still, there are obstacles, especially in meeting the requirements as supporters of implementing this curriculum. This study examines the challenges teachers and madrasah in West Aceh face regarding implementing the new curriculum. The research was conducted using a descriptive qualitative method, and data collection was done through observation, interviews with teachers and school principals, and individuals who could provide information on the implementation of the independent curriculum. The results of the study found that there were several challenges faced by madrasahs in the West Aceh District, including improving teacher competencies through training in teaching methods and understanding student differentiation to adapt learning to the talents and potentials of students, as well as in the field of approaches and teaching methods. Adequate facilities and infrastructure are needed to support the curriculum, and a comprehensive understanding is required for teachers approaching retirement to implement this curriculum effectively. In improving the quality of the implementation of the independent curriculum, cooperation from all parties is needed to evaluate each step in implementing this curriculum.
METODE PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PENEGAKAN DISIPLIN DAN PEMBENTUKAN AKHLAK MAHASISWA STIT AL- HILAL SIGLI Mustafa; Suyanta, Sri; Walidin, Warul
Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2023): Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi PAI, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jt.v17i1.471

Abstract

Penelitian ini meneliti tentang metode pendidikan agama Islam terhadap penegakan disiplin dan pembentukan akhlak mahasiswa, Melihat kenyataan yang terjadi sangat berbeda dari yang diharapkan, sekarang masih sangat banyak Mahasiswa yang melanggar disiplin Kampus, Mahasiswa suka bolos tidak mengikuti jadwal belajar sebagaimana mestinya ,masuk Kampus tidak tepat waktu, tidak membuat Pekerjaan rumah (PR), melawan dengan Dosen, dan tidak menjaga kebersihan diKampus. Bahan penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian membuktikannya Metode PAI Terhadap Penegakan Disiplin Dan Pembentukan Akhlak Mahasiswa, berjalan sesuai apa yang diinginkan, penggunaan Metode PAI dan menciptakan Akhlak Mahasiswa sangat tergantung kepada keseriusan serta langkah-langkah yang dilakukan oleh Dosen untuk menegakkan kedisiplinan Mahasiswa, hal ini dikarenakan respon yang terlihat dari upaya pemahaman Mahasiswa yang di amati oleh peneliti telah menunjukkan adanya perubahan yang positif, peningkatan kemampuan pemahaman yang terjadi dari para Mahasiswa secara perlahan dan efektif.
IMPLEMENTASI PARENTING DI SD ISLAM TERPADU KOTA BANDA ACEH Herawati, Herawati; AK, Warul Walidin; Suyanta, Sri; Silahuddin, Silahuddin; Zulfikar, T
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v10i2.4340

Abstract

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) pada dasarnya merupakan sekolah berbasis Islam yang berkomitmen dalam menerapkan parenting dan keterlibatan orangtua sebagai salah satu program utama penentu keberhasilan pendidikan anak, karena sistem sekolah terpadu artinya sekolah dan orangtua bekerjasama dan terpadu dalam hal mendidik anak. Namun demikian masih ditemukan sejumlah SDIT yang belum menerapkan program parenting sejak awal didirikannya dan hal ini tentu saja bertentangan dengan makna dan sistem sekolah terpadu itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan; (3) monitoring dan evaluasi; serta (4) tantangan dan kendala implementasi parenting di SDIT Kota Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan pada SDIT Nurul Islah Banda Aceh dan SDIT Bayyinah Tahfizhul Qur’ani Banda Aceh menggunakan metode penelitian kualitatif melalui proses observasi, wawancara, dan telaah dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa impelementasi parenting di SDIT Kota Banda Aceh: (1) Perencanaan parenting belum melibatkan orangtua secara komprehensif, belum memiliki panduan baku, dan kegiatan perencanaan pada setiap rapat kerja awal tahun ajaran baru dan tinjauan perencanaan pada awal semester berikutnya sekaligus rapat evaluasi pelaksanaan program parenting yang terkendala, dan hal terkait lainnya. Aspek-aspek yang ditetapkan dalam perencanaan meliputi penetapan: waktu, tempat, materi dan pemateri, serta media yang dibutuhkan dalam pelaksanaan parenting; (2) Pelaksanaan dikategorikan menjadi 3 program, yaitu: (a) program tahunan; dilakukan dua kali per tahun berupa: pertemuan di awal tahun ajaran baru dan setiap akhir semester dalam bentuk: sharing class dan seminar/workshop terkait parenting, dll; (b) program mingguan; setiap akhir pekan, berupa kegiatan: tahsin quran, kajian keislaman, buku penghubung, dll; serta (c) program parenting insidental; khusus bagi anak yang membutuhkan bantuan orangtua wali dalam penyelesaian masalah dan konsultasi tentang anak dengan waktu yang tentatif; (3) Monitoring dan evaluasi dilakukan setiap akhir semester atau per dua bulan sekali, sekaligus dilakukan monitoring efektifitas program dan analisis kendala dan kekurangan program yang dihadapi untuk selanjutnya didiskusikan dan dievaluasi di akhir semester pada saat rapat evaluasi sekolah guna memudahkan adanya tindak lanjut keberhasilan parenting Islam di masa mendatang; serta (4) Tantangan dan kendala implementasi parenting di SDIT Kota Banda Aceh, terdiri dari 2 (dua) faktor, yaitu: (a) Faktor internal, terdiri dari: (1) belum adanya kurikulum dan panduan baku, (b) fasilitas dan prasarana sekolah untuk beberapa kegiatan yang belum memadai, dan (3) belum maksimalnya pelibatan orangtua dalam perencanaan pelaksanaan kegiatan parenting di sekolah, dll; dan (b) Faktor eksternal, meliputi: (1) keterbatasan waktu orangtua karena kesibukan bekerja dan/atau menjaga anak balita, (2) kurangnya kesadaran sebagian kecil orangtua akan pentingnya parenting, dan (3) kurangnya peran serta para ayah secara kontinu dalam kegiatan parenting dengan alasan yang sama, yaitu sibuk bekerja; sehingga yang umumnya lebih berperan adalah para ibu.Kata Kunci: Implementasi Parenting Islam, Anak Usia Pendidikan Dasar, Sekolah Dasar Islam Terpadu Integrated Islamic Primary Schools (SDIT) are basically Islamic-based schools that are committed to implementing parenting and parental involvement as one of the main programs that determine the success of children's education, because an integrated school system means that schools and parents work together and are integrated in terms of educating children. However, there are still a number of SDITs that have not implemented parenting programs since their inception and this is of course contrary to the meaning and system of the integrated school itself. The aim of this research is to find out: (1) planning; (2) implementation; (3) monitoring and evaluation; and (4) challenges and obstacles to implementing parenting at SDIT Banda Aceh City. This research was conducted at SDIT Nurul Islah Banda Aceh and SDIT Bayyinah Tahfizhul Qur'ani Banda Aceh with conducted by qualitative research methods in the the process of observation, interviews and documentations review. As the results of the analysis showing the four outcome in  the implementation of parenting at SDIT Banda Aceh City; (1) Parenting planning does not involve parents comprehensively, does not have standard guidelines, and planning activities at each work meeting at the beginning of the new school year and planning reviews at the beginning of the next semester as well as implementation evaluation meetings hampered parenting programs, and other related matters. Aspects determined in the planning including the determining: time, place, materials and presenters, as well as the media needed for implementing parenting; (2) Implementation is categorized into 3 programs, namely: (a) Annual program; held twice per year in the form of: meetings at the beginning of the new academic year and at the end of each semester in the form of: sharing classes and seminars/workshops related to parenting, etc.; (b) the weekly program; every weekend, in the form of activities: tahsin quran, Islamic studies, connecting books, etc.; and (c) incidental parenting programs; especially for children who need help from guardians in solving problems and consulting about children at a tentative time; (3) Monitoring and evaluation is carried out at the end of each semester or once every two months, as well as monitoring the effectiveness of the program and analyzing the obstacles and shortcomings of the program faced for further discussion and evaluation at the end of the semester during the school evaluation meeting to facilitate follow-up on the success of Islamic parenting. in the future; and (4) Challenges and obstacles to implementing parenting at SDIT Banda Aceh City, consisting of 2 (two) factors, namely: (a) Internal factors, consisting of: (1) Lack of standard curriculum and guidelines, (b) the facilities and infrastructure schools for several activities that are not adequate, and (3) less of maximum involvement of parents in planning the implementation of parenting activities at school, etc.; and (b) the external factors, including: (1) parents' limited time due to busy work and/or looking after toddlers, (2) a small number of parents' lack of awareness of the importance of parenting, and (3) lack of continuous participation of fathers in activities. parenting for the same reason, namely being busy at work; therefore the ones who  generally play a bigger role in this section are the mothers.Keywords: Implementation of Islamic Parenting, Primary Education Age Children, Islamic Integrated Primary Schools
The Mandatory Program is Able to Read the Quran and its Impact on The Morale of Syiah Kuala University (USK) Students Banda Aceh Muchlinarwati, M; Hamzah, Muhammmad; Suyanta, Sri; Salami, S
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2023: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.5434

Abstract

This research raised the topic of the mandatory program to be able to read the Quran and its impact on the morale of USK students. This research was conducted based on the fact that there are still a number of USK students who cannot read the Quran. In addition, there were also some obstacles for USK students in reading the Quran, it seems that they have not understood the correct makhraj letters and laws in tajwid. Therefore, the university of Shia Kuala (USK), organizes a program, namely UP3AI (the unit of development of a companion program for Islamic religious courses). This program, it can help students in reading the Quran. This program must be followed by all USK students as a condition of taking Islamic courses. The UP3AI program aims to form a generation that is Qurani and has a charitable character. This method uses qualitative and quantitative methods. The results of the student's research are that they have not been able to read the Quran properly. This program has not been implemented effectively, due to factors of lack of discipline, especially time, communication in teaching and learning is not good, and some mentors have not mastered the material and are said to be effective, namely the learning process between mentors and students has gone well, this can be seen in terms of the teaching and learning process, the time used is good, the methods used can be understood by students and techniques in teaching well. The success rate has not reached well due to the decline in the ability to not be able to read the Quran decreased quality of Quranic teaching in both mosques and Musalla, no stable teaching methods, limited hours of Quranic teaching, the elimination of teaching curricula, the influence of television shows and others. The implementation of the Quran reading program does not experience moral changes for students, but by practicing the Quran students will form good morals.
Know, Want to Know, Learned Strategy: An Effort to Improve Student Learning Outcomes in Islamic Cultural History Learning Suyanta, Sri
Jurnal Pengembangan Profesi Guru dan Dosen Vol. 1 No. 2 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Barkah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63228/jppgd.v1i2.9

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes in Islamic religious education learning by using Know, Want to Know, Learned Strategy. This study is a classroom action research that uses four steps, namely planning, action, observation and reflection. The subjects of this study were high school students. The data for this study were obtained by test and observation techniques. Tests are used to measure learning outcomes and observations are used to analyze teacher and student learning activities. The data analysis technique used in this study is descriptive statistics by comparing the results obtained with indicators of research success. The results of the study indicate that Know, Want to Know, Learned Strategy can improve student learning outcomes in Islamic religious education learning. This can be seen from the increase in the percentage of student learning completion in each cycle with details of the pre-cycle 48.71%, the first cycle 66.39% and in the second cycle it increased to 89.66%. Thus, the use of Know, Want to Know, Learned Strategy can be used as an alternative to improve student learning outcomes in Islamic religious education learning.
Analisis Dimensi Kognitif Aspek Faktual Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Barmawi, Barmawi; Jamaluddin, Jamaluddin; Suyanta, Sri; Silahuddin, Silahuddin; Aridhona, Julia
Fathana Vol. 2 No. 2 (2024): Fathana: Jurnal Psikologi Ar-Raniry
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/fjpa.v2i2.564

Abstract

Aspek faktual adalah informasi yang didasarkan pada fakta yang dapat diverifikasi secara objektif sebagaimana pengetahuan yang berdasarkan pada kejadian nyata, observasi, atau data empiris yang dapat diuji kebenarannya. Pengetahuan faktual terbagi menjadi dua subjenis yaitu pengetahuan terminologi dan pengetahuan tentang detail-detail dan elemen-elemen yang spesifik. Aspek pengetahuan faktual dalam Pendidikan agama islam yaitu: sejarah islam, Al-Qur’an, hadis, aqidah, fiqih, akhlak, tasawuf dan kebudayaan islam. Faktor dari faktual dalam pendidikan agama islam yaitu: pemahaman Al-Qur’an dan hadis, sejarah islam, prinsip aqidah dan akhlak, fiqih, konteks sosial dan budaya seta kritisisme dan analisis. Tujuannya adalah untuk mengetahui gambaran dimensi kognitif pengetahuan faktual pendidikan agama islam di perguruan tinggi. Menggunakan metode Review Literatur, yang mana penulis mengidentifikasi sumber literatur yang relevan kemudian mengumpulkan data dari penelitian-penelitian tersebut, serta menganalisis dan mensintesis data penelitian yang sesuai dengan tema yang diangkat. Hasilnya terdapat kaitan yang sangat penting antara Pendidikan Agama Islam, dimensi kognitif, dan pengetahuan faktual dalam membentuk pemahaman yang holistik tentang agama Islam dan bagaimana ia memengaruhi pikiran, perilaku, dan nilai-nilai individu muslim terutama bagi para mahasiswa di perguruan tinggi.
Pemikiran Pembaharuan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) Hasballah, Jasmaludin; Suyanta, Sri
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2025): Juli: Education and Community
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/09n4b627

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Islam yang unik dan beragam. Di antara organisasi Islam terbesar yang berperan penting dalam perkembangan tersebut adalah Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang sejarah muhammadiyah dan NU, untuk mengetahui tentang ide dan gagasan muhammadiyah, mengetahui ide dan gagasan NU (Nahdlatul Ulama), serta mengetahui tentang hubungan NU dan Muhammadiyah dalam Pembaharuan Islam di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kepustakaan. Metode tersebut dipilih agar penelitian ini dapat menghasilkan suatu pemahaman yang komprehensif berdasarkan sumber-sumber data yang relevan.  Peneliti berfokus pada pembahasan secara umum menuju khusus yang diawali dengan penjelasan mengenai sejarah muhammadiyah & NU, kemudian membahas tentang ide dan gagasan muhammadiyah & NU, tawaran yang diberikan muhammadiyah & NU, serta Mengetahui tentang  Hubungan NU dan Muhammadiyah dalam Pembaharuan Islam di Indonesia. Pemikiran pembaharuan Muhammadiyah & NU lahir sebagai respons terhadap kondisi umat Islam yang mengalami stagnasi intelektual dan keterbelakangan sosial pada masa kolonial. Melalui pendekatan rasional dan tekstual terhadap sumber-sumber Islam (al-Qur'an dan Hadis), Muhammadiyah menekankan pentingnya kembali kepada kemurnian ajaran Islam (purifikasi) dan menghilangkan praktik-praktik yang dianggap sebagai bid’ah, khurafat, dan tahayul.
Pembaharuan Muhammad Bin Abdul Wahhab di Arab Saudi Sebagai Gerakan Reformasi dan Ideologi Negara Nafeeza, Nelli; Suyanta, Sri
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2025): Juli: Education and Community
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/nyhzej02

Abstract

Artikel ini membahas pembaruan keagamaan yang dilakukan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab di Jazirah Arab pada abad ke-18. Berangkat dari kegelisahan terhadap praktik-praktik keagamaan masyarakat yang dianggap menyimpang dari prinsip tauhid, ia merintis gerakan Wahhabiyah yang berupaya mengembalikan Islam kepada ajaran murni berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah. Gerakan ini tidak hanya berpengaruh dalam aspek teologis, tetapi juga politik melalui aliansinya dengan Muhammad bin Saud, yang kemudian melahirkan Negara Saudi Pertama dan menjadi pondasi pembentukan Kerajaan Arab Saudi. Permasalahan utama yang diangkat dalam artikel ini adalah bagaimana gagasan pembaruan Wahhabisme memengaruhi struktur sosial-keagamaan dan politik di Jazirah Arab, serta bagaimana ideologi ini bertahan dan bertransformasi hingga masa kini. Artikel ini menggunakan pendekatan historis-kritis, dengan menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder, termasuk teks keagamaan, dokumen sejarah, serta literatur akademik modern yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Wahhabisme memiliki dampak besar dalam membentuk identitas keislaman Arab Saudi yang bersifat konservatif dan sentralistik. Selain itu, ideologi ini berhasil menciptakan struktur negara yang kuat, namun juga menuai kritik karena dianggap menutup ruang bagi keberagaman pemikiran Islam. Saran dari penelitian ini adalah perlunya dialog terbuka antarmazhab dan reinterpretasi ajaran Wahhabi yang lebih kontekstual agar tetap relevan dalam menghadapi dinamika sosial-keagamaan global di abad ke-21.
Gerakan Pembaharuan Islam Muhammad Abduh di Mesir Fadhilah, Raihan; Suyanta, Sri
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2025): Juli: Education and Community
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/zkarey10

Abstract

Gerakan pembaharuan Islam yang dipelopori oleh Muhammad Abduh di Mesir merupakan bagian dari upaya revitalisasi pemikiran Islam dalam menghadapi tantangan zaman modern. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji latar belakang, gagasan utama, serta pengaruh gerakan pembaharuan yang digagas oleh Abduh terhadap dunia Islam, terutama di Mesir dan Asia Tenggara. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis pemikiran Abduh yang menekankan rasionalitas, ijtihad, dan pembaruan pendidikan sebagai solusi terhadap stagnasi intelektual dan sosial yang dihadapi umat Islam pada abad ke-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammad Abduh mendorong pentingnya integrasi antara ajaran Islam dan ilmu pengetahuan modern, serta penolakan terhadap taklid dan pemikiran konservatif yang membelenggu umat. Pemikirannya memiliki pengaruh signifikan, tidak hanya dalam reformasi pendidikan di Al-Azhar, tetapi juga dalam membentuk gerakan modernisme Islam yang berkelanjutan hingga kini. Artikel ini menyimpulkan bahwa meskipun mendapat tantangan dari kelompok konservatif, pemikiran Muhammad Abduh tetap relevan dan memberikan kontribusi penting terhadap pembaharuan Islam di dunia kontemporer.
Peran Usmani dalam Pembentukan Pemerintahan Konstitusional di Turki Usmani Saputra, Rifki; Suyanta, Sri
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2025): Juli: Education and Community
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/wc2ryn20

Abstract

Penelitian ini membahas kontribusi intelektual gerakan Usmani Muda dalam proses pembentukan pemerintahan konstitusional di Kesultanan Utsmani pada paruh kedua abad ke-19, dengan fokus pada tiga tokoh sentral: Ibrahim Sinasi, Ziya Pasya, dan Namik Kemal. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, kajian ini menelusuri bagaimana ketiga tokoh tersebut merumuskan gagasan-gagasan konstitusionalisme yang menggabungkan pemikiran politik modern Barat dengan nilai-nilai Islam. Ibrahim Sinasi menyebarluaskan ide tentang hak-hak sipil, opini publik, dan pemerintahan konstitusional melalui media tertulis. Ziya Pasya menekankan pentingnya lembaga perwakilan rakyat serta perlunya menyesuaikan sistem pemerintahan modern dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Sementara itu, Namik Kemal memperjuangkan konsep kedaulatan rakyat, sistem perwakilan, dan pemisahan kekuasaan, serta memberikan kontribusi langsung terhadap penyusunan Undang-Undang Dasar 1876. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun belum berhasil mengubah struktur pemerintahan secara langsung, pemikiran para tokoh Usmani Muda telah membentuk landasan penting bagi transisi menuju sistem pemerintahan konstitusional dan modern di Turki.