p-Index From 2021 - 2026
16.183
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL MAGISTER HUKUM UDAYANA LAW REFORM AL-Daulah Jurnal Dinamika Hukum Rechtsidee Jurnal IUS (Kajian Hukum dan Keadilan) Jurisprudentie Jurnal Daulat Hukum Sriwijaya Law Review Jurnal Akta International Journal of Law Reconstruction Hasanuddin Law Review JURNAL CENDEKIA HUKUM Jurnal Ius Constituendum Substantive Justice International Journal of Law Jambe Law Journal Negara Hukum: Membangun Hukum untuk Keadilan dan Kesejahteraan ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum JUSTISI Cepalo SIGn Jurnal Hukum JURNAL PEMBANGUNAN HUKUM INDONESIA Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Hukum Sasana JURNAL USM LAW REVIEW Jurnal Suara Hukum BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Paulus Law Journal Jurnal Supremasi Istinbath : Jurnal Hukum Uti Possidetis: Journal of International Law Indonesia Private Law Review Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat International Journal of Business, Law, and Education Batulis Civil Law Review TATOHI: Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Yustitia Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal Equity of Law and Governance Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum Indonesian Journal of Innovation Studies Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Jurnal Hukum Kesehatan Indonesia Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi Syiah Kuala Law Journal Journal of Law, Poliitic and Humanities Jurnal Ilmu Hukum Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora (JURRISH) Student Research Journal Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Kanun: Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia SASI Indonesian State Law Review (ISLRev) Indonesian Journal of Advocacy and Legal Services Consensus : Jurnal Ilmu Hukum Kertha Semaya : Journal Ilmu Hukum Vidhisastya: Journal for Legalscholars
Claim Missing Document
Check
Articles

Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah Elektronik Sebagai Alat Bukti: Urgensi Harmonisasi Kebijakan Bella Kharisma; I Gede Agus Kurniawan
Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal) Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMHU.2022.v11.i02.p07

Abstract

The development of the 5.0 era, namely the era of the internet of things, made Land Deed Maker Officials required to follow the development of digitalization, one of which was by making an electronic Land Deed Making Official deed. The purpose of this research is to examine and analyze the arrangement and strength of the proof of the deed which is made electronically. This study uses a normative legal research method with statute approach and an analytical approach. The study indicates that the arrangement for the deed of granting mortgage rights is made by the Land Deed Making Officer submitted in electronic form as stipulated in Article 9 paragraph (4) of the Minister of ATR/KBPN No. 5 of 2020 which is related to Article 86 of PP 18/2021, but is still experiencing a blurring of norms because it is not clear what PPAT deeds are made electronically so that they do not provide legal certainty, and the power of proof of deeds made electronically does not have the power of proof which is perfect as an authentic deed and cannot be used as legal evidence in court so that it cannot be enforced because it is not in accordance with the provisions of Article 5 paragraph (4) letter b of the ITE Law. Therefore, it is urgent to harmonize policies related to electronic deeds Perkembangan zaman era 5.0 yaitu era internet of things membuat Pejabat Pembuat Akta Tanah dituntut harus mengikuti perkembangan digitalisasi salah satunya dengan membuat akta Pejabat Pembuat Akta Tanah secara elektronik. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dan menganalisa pengaturan dan kekuatan pembuktian akta tersebut yang dibuat secara elektronik. Studi ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan Perundang-Undangan dan pendekatan Analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan akta pemberian hak tanggungan dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah disampaikan dalam bentuk elektronik sebagaimana ketentuan Pasal 9 ayat (4) Permen ATR/KBPN No. 5 Tahun 2020 yang memiliki keterkaitan dengan Pasal 86 PP 18/2021, namun masih mengalami kekaburan norma karena belum jelasnya akta-akta PPAT apa saja yang dibuat secara elektronik sehingga tidak memberikan kepastian hukum, serta kekuatan pembuktian akta yang dibuat secara elektronik tidak memiliki kekuatan pembuktian yang sempurna selayaknya akta otentik serta tidak dapat dijadikan alat bukti yang sah di pengadilan sehingga tidak dapat diberlakukan karena tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 5 ayat (4) huruf b UU ITE. Oleh karenanya, urgen harmonisasi kebijakan yang terkait dengan akta elektronik.
The Role of Human Rights and Customary Law to Prevent Early Childhood Marriage in Indonesia Anak Agung Istri Ari Atu Dewi; Ni Ketut Supasti Dharmawan; Anak Agung Istri Eka Krisnayanti; Putu Aras Samsithawrati; I Gede Agus Kurniawan
Sriwijaya Law Review Volume 6 Issue 2, July 2022
Publisher : Faculty of Law, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28946/slrev.Vol6.Iss2.1885.pp268-285

Abstract

Preventing early childhood marriage (ECM) can protect children’s rights from the perspective of human rights. There are several rules regarding the age limit for marriage. In Indonesia, the minimum age for marriage is nineteen years. However, in fact, early child marriage is still relatively high, with the seventh highest ranking in the world. This study aims to elaborate on the rights of children, which ECM potentially violates, and to identify who is responsible for minimizing and/or combating this phenomenon. This normative legal research with a human rights approach occurs in the childhood protection context. The results show that ECM has implications for violations against the right to life, the right to education, the right to develop, and the right to health. Thus, more stringently applying international and national law and combining with local wisdom (Balinese Customary Law) in protecting children's rights in the context of preventing ECM can prevent ECM effectively and minimize violations of other children's rights. Moreover, it is believed that the responsibility to reduce and combat ECM not only belongs to the government but also to all stakeholders within the community, such as families, academics, the media, non-profit organizations, entrepreneurs, and customary.
SOSIALISASI CARA MENDAFTARKAN MEREK DAGANG DI KEDISAN KINTAMANI I Gede Agus Kurniawan
Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.945 KB) | DOI: 10.38043/parta.v2i2.3289

Abstract

Sejak pandemi Covid-19 banyak usaha baru yang muncul di masyarakat termasuk masyarakat di pedesaan. Guna menunjukkan identitas maupun kekhasan produk dagang yang dimilikinya maka dibuatkanlah merek dagang. Permasaahannya adalah merek ini membutuhkan pendaftaran terlebih dahulu agar mendapat perlindungan hukum. Metode kegiatan yang dilakukan adalah dengan observasi dan sosialisasi. Hasilnya masyarakat dapat mengikutinya terkait cara membuat merek dagang serta tahap-tahap dalam melakukan pendaftaran mereknya.
SOSIALISASI CARA MENDAFTARKAN MEREK DAGANG DI KEDISAN KINTAMANI I Gede Agus Kurniawan
Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.945 KB) | DOI: 10.38043/parta.v2i2.3289

Abstract

Sejak pandemi Covid-19 banyak usaha baru yang muncul di masyarakat termasuk masyarakat di pedesaan. Guna menunjukkan identitas maupun kekhasan produk dagang yang dimilikinya maka dibuatkanlah merek dagang. Permasaahannya adalah merek ini membutuhkan pendaftaran terlebih dahulu agar mendapat perlindungan hukum. Metode kegiatan yang dilakukan adalah dengan observasi dan sosialisasi. Hasilnya masyarakat dapat mengikutinya terkait cara membuat merek dagang serta tahap-tahap dalam melakukan pendaftaran mereknya.
Digitalization of Business Law: Urgency and Orientation of the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 I Gede Agus Kurniawan
Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi Vol. 5 Issue 2 (2022) Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi
Publisher : Faculty of Sharia, Universitas Islam Negeri (UIN) Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/volksgeist.v5i2.6847

Abstract

The digitalization of business law is one of the impacts of the development of technology and information. The development of technology and information is identical to the phenomenon of digitization, especially in the context of legal practice. This research gap is the existence of voids and overlapping legal rules related to technological developments in business where there should be legal rules that are general in nature and can accommodate business developments. This study aims to analyze the urgency and orientation of business law in the midst of the development of technology and information, especially with the development of the industrial revolution 4.0 and society 5.0. This research is a normative legal research. The results of the study confirm that the urgency of digitizing business law is by establishing laws and regulations that are in accordance with the needs of digitizing business law as well as the need for harmonization and revision of various existing regulations so that the law. In this case, the law can meet the demands of digital business practices in society. Laws in this case are regulations made by the central government to regulate and anticipate developments in business law so that one law with another may not overlap which has an impact on legal uncertainty in society. The orientation of business law in treading the era of the industrial revolution 4.0 and society 5.0 is that business law, especially business contracts, will become an instrument that is often used, especially digital business contract instruments. Furthermore, it is necessary to harmonize and even establish various laws and regulations using the omnibus law method to facilitate various overlapping laws and regulations as well as efforts to facilitate business development.
FUNGSI PENGAWASAN KOMISARIS TERKAIT KESEHATAN BANK PERKREDITAN RAKYAT: PENDEKATAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN ASAS ITIKAD BAIK Ni Ketut Supasti Dharmawan; I Gede Agus Kurniawan
LAW REFORM Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.192 KB) | DOI: 10.14710/lr.v14i2.20871

Abstract

Kesehatan bank termasuk Bank Perkreditan Rakyat tidak bisa dilepaskan dari peran Komisaris dalam tata kelola institusi perbankan. Tulisan ini bertujuan untuk mengelaborasi fungsi kontrol dan tanggung jawab Komisaris dalam pengelolaan Bank Perkreditan Rakyat yang sehat dalam kaitannya dengan prinsip GCG serta Asas Itikad Baik. Metode yang digunakan untuk menganalisis relevansi antara asas itikad baik dengan GCG bagi kesehatan bank adalah metode normatif. Jenis pendekatan perundang-undangan serta  pendekatan konsep, diantaranya konsep CSR dipergunakan dalam studi ini. Hasil studi menunjukkan bahwa Komisaris  sebagai wakil pemegang saham berperan penting dalam rangka GCG dan asas itikad baik yaitu bertanggungjawab melakukan pengawasan secara independen  dan  fungsi kontrol  terhadap Dewan Direksi yang menjalankan pengelolaan dalam rangka mewujudkan dan secara berkesinambungan meningkatkan kesehatan bank.Kata kunci: GCG; Asas Itikad Baik; Komisaris; Kesehatan Bank.
Eksistensi Sanksi Administratif Bisnis Digital dalam Perspektif Economic Analysis of Law I Gede Agus Kurniawan; Putu Aras Samsithawrati; Lourenco de Deus Mau Lulo
Jurnal Ius Constituendum Vol 8, No 1 (2023): FEBRUARY
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jic.v8i1.6281

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis atas isu hukum yaitu konflik aturan antara Pasal 65 ayat (6) UU Perdagangan dengan Pasal 80 PP PMSE terkait dengan sanksi administratif dalam perspektif Economic Analysis of Law (EAL). Hal ini karena dalam perspektif EAL, peran pemerintah penting sebagai regulator atas berbagai perkembangan bisnis yang ada. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan. Hasil penelitian menegaskan bahwa problematika hukum terkait sanksi administratif dalam bisnis digital adalah adanya konflik hukum terkait sanksi administratif dalam bisnis digital yaitu sebagaimana dalam ketentuan Pasal 65 ayat (6) UU Perdagangan dengan Pasal 80 PP PMSE. Berdasarkan asas lex superior derogate legi inferior ketentuan Pasal 65 ayat (6) UU Perdagangan lah yang berlaku. Hal ini dikarenakan berdasarkan ketentuan Undang-Undang No. 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (UU P3), maka secara hierarkis kedudukan UU Perdagangan adalah lebih tinggi dari PP PMSE. Hal ini berimplikasi bahwa setiap pelaku usaha bisnis digital yang tidak mencantumkan informasi atau data yang wajib dituangkan dalam bisnis digital sebagaimana dalam Pasal 65 ayat (4) UU Perdagangan, maka dikenakan sanksi administratif berupa pencabutan izin.   Sanksi administratif bisnis digital dalam perspektif EAL adalah tidak memenuhi aspek keberdayagunaan (utility), nilai (value), serta efisiensi (efficiency). Hal ini dikarenakan Pasal 65 ayat (6) UU Perdagangan justru menempatkan sanksi administratif berupa pencabutan izin secara langsung sebagai langkah utama, sehingga dapat berimplikasi pada iklim bisnis yang kondusif di masyarakat. Dengan demikian, mengacu pada analisis EAL maka ketentuan yang relevan adalah diberlakukannya sanksi administratif secara berjenjang sebagaimana dalam Pasal 80 PP PMSE. Oleh karena itu, ke depan perlu adanya revisi ketentuan dalam Pasal 65 ayat (6) UU Perdagangan sehingga dikonstruksikan sesuai dengan rumusan Pasal 80 PP PMSE.
PROMOSI DESA MENGESTA MELALUI VIDEO BRANDING DENGAN PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL I Kadek Galang Suarjana Meranggi; I Gede Agus Kurniawan
Abdimas Galuh Vol 5, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i1.9991

Abstract

Desa Mengesta adalah sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.Desa Mengesta memiliki potensi wisata yang cukup menonjol dengan keasrian alamnya serta pengalaman yang diberikan. Adapun berbagai ragam tempat wisata yang dapat dinikmati oleh wisatawan seperti Air Panas Sahabat Piling dan Belulang. Terlepas dari keindahan yang dimiliki, Desa Mengesta masih belum banyak diketahui oleh warga lokal ataupun wisatawan asing. Dengan itu, upaya yang dilakukan untuk memperkenalkan wisata dari Desa Mengesta yakni dengan melakukan pembuatan video branding bersama masyarakat Desa Mengesta serta Mahasiswa KKN UNDIKNAS yang bertujuan untuk mengajak wisatawan agar berkunjung dan tetap menjaga keindahan serta keasrian alam dari Desa Mengesta, video ini dipublikasikan di media sosial.
Perlindungan Hukum Pemegang Hak Cipta Terhadap Pembajakan Potongan Film Pada Aplikasi Tiktok I Gusti Ayu Eviani Yuliantari; I Gede Agus Kurniawan; Ni Putu Dian Puspita Dewi
Jurnal Hukum Sasana Vol. 9 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : Faculty of Law, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/sasana.v9i1.1866

Abstract

Pembajakan film yang kini merambah ke aplikasi TikTok. Diperlukannya perlindungan pemegang hak cipta akan tindakan pelanggaran hak cipta khususnya pembajakan film. Penjelasan tersebut terciptanya rumusan masalah yaitu bagaimana pengaturan hukum mengenai pembajakan film dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia serta bagaimana perlindungan hukum pemegang hak cipta terhadap pembajakan potongan film pada aplikasi TikTok. Penulisan ini menggunakan jenis penelitian Normatif yaitu dengan pendekatan penelitian perundang-undangan dan pendekatan penelitian konseptual. Penulisan ini mengkaitkan dengan asas perlindungan, asas kepastian hukum, dan asas lex specialis derogate legi generalis. Selain itu menggunakan teori perlindungan hukum dan teori hak kekayaan intelektual. Hasil dari penelitian ini adalah pengaturan peraturan yang mengatur tentang pembajakan film terdapat pada Undang-Undang Hak Cipta dan Undang-Undang Perfilman, akan tetapi pada pembajakan potongan film pada aplikasi TikTok menggunakan Undang-Undang Hak Cipta. Dibandingkan pada Undang-Undang Perfilman yang hanya mengatur pembajakan film pada film tanpa lulus sensor. Adapun bentuk perlindungan pemegang hak cipta dimuat film pada aplikais TikTok berupa perlindungan preventif dan represif.
The Existence of the Rule of Law’s Problem: Over-regulation of Policy Regulations I Gede Agus Kurniawan
Syiah Kuala Law Journal Vol 6, No 3: Desember 2022
Publisher : Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sklj.v6i3.27307

Abstract

The rule of law must be interpreted comprehensively, including regulation of the community through appropriate legal products. In this case, the phenomenon of many policy regulations requires a separate study related to the conception of the rule of law. This study aims to analyze the number of regulatory and external policy regulations that should be regulated in laws and regulations. This research is a normative legal research with a statutory approach and a conceptual approach. Primary legal materials include: Law no. 12 of 2011, Law no. 15 of 2019, Law no. 30 of 2014 and Law no. 13 of 2022. Secondary legal materials include: books, journal articles, as well as research results related to the legal ambiguity of the meaning of policy regulations in statutory regulations. Non-legal materials include legal dictionaries. The results of the study indicate that the concept of the rule of law actually places the position of laws and regulations as vital in an effort to regulate and organize society. In addition, evaluation of regulatory policy regulations can be carried out by representative institutions of the people and the general public through administrative efforts to the Administrative Court.
Co-Authors A. A. Gde Nararya Indradana Ade Chandra Agustino, Anak Agung Gede Hery Anak Agung Ayu Intan Puspadewi Anak Agung Ayu Ngurah Sri Rahayu Gorda Anak Agung Ayu Ngurah Tini Rusmini Gorda Anak Agung Istri Ari Atu Dewi Anak Agung Istri Eka Krisnayanti Anantari, Ni Komang Saharsa Antari, Putu Eva Ditayani Anti, Ni Made Nina Novi Arini, Ida Ayu Vinda Arjana, Nyoman Ayu Sri Adinda, I Gusti Bagus Gede Ari Rama Bagus Gede Ari Rama Bakhouya Driss, Bakhouya Bella Kharisma Bendesa, Kadek Putri Nadia Indrawati Bestari, Saraossa Suci Bhyasa, Putu Paramaditya Bhaskara Budiana, I Nyoman Candrawati, Ni Komang Ayu D. Tee-anastacio, Princess Alyssa David Christianto Dea cantrika Desak Putu Dewi Kasih Dewa Ayu Putri Sukadana Dewa Ayu Yeni Asmari Dinata, Kadek Indra Prayoga Disantara, Fradhana Putra Duarsa, Putri Yasoda Maharani Dwijayanthi, Putri Triari Dwisadewa, I Dewa Made Satya Eka Krisna Putri, Dewa Ayu Erwin Satria Widana Evita Ai Takeshita Simanjutak Ezzerouali, Souad Ahmed Florensia Calista Putri Tembu Fradhana Putra Disantara Gayatri, Dwi Nita Gede Eka Rusdi Antara Gracia Magdalena Gung Arma Hadi Putra, Wayan Supria Huzaif, Syed Muhammad I Dewa Made Satya Dwisadewa I Gede Permana Aditya Yoga I Gusti Ayu Eviani Yuliantari I Gusti Bagus Yudas Swastika I Kadek Galang Suarjana Meranggi I Komang Mahendra Putra I Made Agastia Wija Prawira I Made Bagus Wiraguna I Made Dwi Aya Praditya I Made Wira Bhawa I Made Wirya Darma I Putu Eky Feroza Negara I Putu Maha Widharta I.G.A Ayu Astri Nadia Swari Ida Ayu Sadnyini Ida Ayu Sukihana Ida Ayu Sukihana Indrawan, I Komang Gede Iriawan, Gadis Jan Alizea Sybelle Juliana Juliana Juliana Juliana Juniati, Ketut Kadek Ayu Diva Larasati Kadek Ayu Kartika Dewi Kadek Januarsa Adi Sudharma Kadek Julia Mahadewi Kapanadze, Maia Karuna Dewi Kawengian, Lavly Mozart Ketut Sherly Nindya Ovitasari Komang Gede Pradnyan Supardi Yasa Komang Hanita Ayu Arisanthi Sujana Komang Putra Febryan Kurniawan, Komang Suputra Lavly Mozart Kawengian Liong, Jerry Lourenco de Deus Mau Lulo Luh Febby Liamitha Luh Made Mirah Rahma Dewi Lulo, Lourenço de Deus Mau Made Cherina Apriliasari Mantrawan Made Jayantara, Made Made Putra Bhaskara Tangkas Mahadnyani, Tjokorda Mirah Ary Maia Kapanadze Mario Binsar Martua Sihombing Mau Lulo, Lourenco de Deus Mustika, Ni Wayan Eka Nadi, Clarissa Devina Nadiasa, I Ketut Nahi Hashim Fathi Aboalela Ngurah Alit Dananjaya Ni Ketut Elly Sutrisni, Ni Ketut Elly Ni Ketut Supasti Dharmawan Ni Ketut Supasti Dharmawan Ni Komang Juliana Dewi Verayanthi Ni Komang Nayati Sukma Dewi Ni Luh Gede Purnamawati Ni Made Ayu Sukma Rindyartini Ni Nyoman Juwita Arsawati Ni Nyoman Sri Wisudawati Ni Putu Anitya Maharani Ni Putu Dian Puspita Dewi Ni Putu Dian Puspita Dewi Ni Putu Julietta Maheswari Putri Widjana Ni Putu Sawitri Nandari Ni Wayan Julia Pradnya Radjani Nikolet, Talabos Dávidné Lukács Ningrat, Ni Nyoman Tara Nutakor, Briggs Samuel Mawunyo Nyoman Arjana Oktaviani. M, Masrianti Pande Putu Indahyani Lestari Pande Putu Indahyani Lestari Praditya, I Made Dwi Aya Prayetno, Faed Prayogi, Akhwan Princess Alyssa Tee-anastacio Puspatara, Rian Ganggas Putra, Anak Agung Gede Bagus Suwendra Putra, I Kadek Ricky Adi Putra, Komang Priangga Putra, Komang Satria Wibawa Putri, Putu Nadia Monica Putu Aras Samsithawrati Putu Aras Samsithawrati Putu Dessy Suwidariyanti Putu Esa Mahendra Kumara Putu Ngurah Dhimas Pratama Sanjaya Putu Samsithawrati Rafika Amalia Rafika Amalia Rama, Bagus Gede Ari Rianthi, Nyoman Desy Sadnyini, Ida Ayu Saraswati, Cinta Sari, Gusti Ayu Widiastiti Simbolon, Herbert Petrus Wiro Sofyan, Carollin Ophelia Souad Ahmed Ezzerouali Sri Fitri Fitriani Sugandha, Made Dwihanjaya Supriajat, Atep Wahyu Suputra, I Dewa Gde Ery Syahnakri, Muhamad Sybelle, Jan Alizea Taufitra, Ayang Ayu Tee-anastacio, Princess Alyssa Thapa, Nar Yan Thuong , Mac Thi Hoai Thuong, Mac Thi Hoai Triwulandari, I Gusti Agung Ayu Mas Wardana, Ketut Ary Wisnu Widiatmika, Rai Widiawan, I Putu Arya Restu Yoga, I Gede Permana Aditya Yolandari Ayu Murti