Claim Missing Document
Check
Articles

Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Kenanga (Cananga Odorata) Terhadap Mikroorganisme Terhadap Isolat Bakteri Tanah Damaiyani, Damaiyani; Salsabilah, Talita; Nura S, Alfi; Denisa, Rifka; Fauziah, Ennita; Gultom, Endang Sulistyarini; Situmorang, Nurbaity
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kenanga (Cananga odorata) terhadap bakteri isolat tanah. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium (in vitro) dengan menggunakan metode difusi cakram pada media Mueller-Hinton Agar (MHA). Daun kenanga diekstraksi menggunakan etanol 96% melalui metode maserasi dan remaserasi hingga diperoleh ekstrak kental, kemudian diuji pada konsentrasi 100% dan diamati secara kualitatif berdasarkan terbentuknya zona hambat setelah inkubasi selama 24 jam pada suhu 37°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kenanga memiliki aktivitas antibakteri dengan zona hambat sebesar 8,5 mm dan 8,16 mm yang tergolong kategori sedang. Aktivitas antibakteri ini disebabkan oleh kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan minyak atsiri. Meskipun daya hambatnya lebih rendah dibandingkan antibiotik kloramfenikol (22–24 mm), hasil ini menunjukkan bahwa daun kenanga berpotensi sebagai sumber antibakteri alami yang efektif dan ramah lingkungan.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri e.coli Nasution, Ayyu Rizkia; Manullang, Hanna Mawarni; Nafisa, Katri; Fadilla, Raudatul; Siregar, Sania; Gultom, Endang Sulistyarini; Hafzari, Rini
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7727

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun jambu biji (Psidium guajava L.) terhadap pertumbuhan Escherichia coli sebagai alternatif antibakteri alami. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Universitas Negeri Medan menggunakan desain eksperimen laboratorium. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada konsentrasi ekstrak 50%, 75%, dan 100%. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran diameter zona hambat, dengan kloramfenikol sebagai kontrol positif dan etanol 96% sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jambu biji memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli pada seluruh konsentrasi yang diuji, dengan peningkatan diameter zona hambat seiring meningkatnya konsentrasi ekstrak. Konsentrasi 100% menghasilkan daya hambat tertinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jambu biji berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri alami, meskipun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan antibiotik standar.
Analisis Senyawa Metabolit Sekunder Buah Tin (Ficus carica) yang Berpotensi Sebagai Antibakteri dengan Metode Molecular Docking Nainggolan, Tiara; Gultom, Endang Sulistyarini
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i01.p8

Abstract

Penyakit infeksi oleh bakteri patogen menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Penggunaan antibiotik merupakan terapi utama untuk mengatasi penyakit infeksi, namun penggunaan yang tidak sesuai dosis dan tidak tepat target dapat menyebabkan munculnya resistensi bakteri. Permasalahan ini mendorong pencarian obat berbasis bahan alam. Tanaman tin (Ficus carica) merupakan salah satu tanaman yang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki berbagai efek farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dari buah tin (Ficus carica) serta menganalisis potensi, sebagai dasar untuk pengembangan agen antibakteri baru. Metode ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Identifikasi senyawa metabolit sekunder dilakukan menggunakan GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry). Senyawa hasil GC-MS dilanjutkan menguji potensi dengan metode molecular docking. Berdasarkan hasil identifikasi didapatkan 6 senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri, yaitu 5-hydroxymethyl furfural, 4H-pyran-4-one, 2,3-dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl-, 2,5-furandicarboxaldehyde, n-hexadecanoic acid, 2-furancarboxaldehyde, 5-methyl-, serta ficusin. Berdasarkan molecular docking, senyawa ficusin memiliki energi ikatan terbaik, yaitu sebesar –7,2 kcal/mol pada bakteri Pseudomonas aeruginosa (LasR). Peneltian ini menunjukkan bahwa buah tin (Ficus carica) memiliki potensi sebagai sumber senyawa metabolit sekunder untuk pengembangan agen antibakteri alami.
Analisis Senyawa Metabolit Sekunder Buah Tin (Ficus carica) yang Berpotensi Sebagai Antibakteri dengan Metode Molecular Docking Nainggolan, Tiara; Gultom, Endang Sulistyarini
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i01.p8

Abstract

Penyakit infeksi oleh bakteri patogen menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Penggunaan antibiotik merupakan terapi utama untuk mengatasi penyakit infeksi, namun penggunaan yang tidak sesuai dosis dan tidak tepat target dapat menyebabkan munculnya resistensi bakteri. Permasalahan ini mendorong pencarian obat berbasis bahan alam. Tanaman tin (Ficus carica) merupakan salah satu tanaman yang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki berbagai efek farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dari buah tin (Ficus carica) serta menganalisis potensi, sebagai dasar untuk pengembangan agen antibakteri baru. Metode ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Identifikasi senyawa metabolit sekunder dilakukan menggunakan GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry). Senyawa hasil GC-MS dilanjutkan menguji potensi dengan metode molecular docking. Berdasarkan hasil identifikasi didapatkan 6 senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri, yaitu 5-hydroxymethyl furfural, 4H-pyran-4-one, 2,3-dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl-, 2,5-furandicarboxaldehyde, n-hexadecanoic acid, 2-furancarboxaldehyde, 5-methyl-, serta ficusin. Berdasarkan molecular docking, senyawa ficusin memiliki energi ikatan terbaik, yaitu sebesar –7,2 kcal/mol pada bakteri Pseudomonas aeruginosa (LasR). Peneltian ini menunjukkan bahwa buah tin (Ficus carica) memiliki potensi sebagai sumber senyawa metabolit sekunder untuk pengembangan agen antibakteri alami.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) Terhadap Bakteri Uji pada Cangkang Telur Pandiangan, Putri Patricia; Lumbantoruan, Lamtiurma; Ndaha, Gebyta Yani; Ester, Ester; Kaban, Hairen Br; Gultom, Endang Sulistyarini; Situmorang, Nurbaity
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol bunga kecombrang (Etlingera elatior) terhadap bakteri yang diisolasi dari permukaan cangkang telur. Kontaminasi bakteri, khususnya Salmonella sp., sering ditemukan pada cangkang telur dan berpotensi menyebabkan penyakit bawaan pangan (foodborne disease). Bunga kecombrang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan minyak atsiri yang berpotensi sebagai antibakteri alami. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorik in vitro dengan rancangan post-test only control group design. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan tiga perlakuan: ekstrak etanol bunga kecombrang (hasil evaporasi), kontrol positif (kloramfenikol), dan kontrol negatif (DMSO). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ekstrak etanol bunga kecombrang menghasilkan zona hambat 4,18 mm (vertikal) dan 4,49 mm (horizontal) yang tergolong lemah, sedangkan kontrol positif menghasilkan zona hambat 27,44 mm (sangat kuat) dan kontrol negatif tidak menunjukkan hambatan. Hasil ini membuktikan bahwa ekstrak bunga kecombrang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri cangkang telur, meskipun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan antibiotik standar. Senyawa flavonoid, tanin, dan minyak atsiri diduga berperan dalam aktivitas antibakteri melalui mekanisme perusakan membran sel dan penghambatan sintesis protein. Dengan demikian, bunga kecombrang berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri alami pengganti antibiotik sintetis.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa Efimah Sidabutar; Helen Veronita Hutapea; Ninta Dumaria Matanari; Astrida Joice Angelica Batubara; Endang Sulistyarini Gultom
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9945

Abstract

The escalating crisis of antibiotic resistance necessitates the exploration of novel antibacterial agents from natural sources. Green betel leaf (Piper betle L.) is a traditional medicinal plant empirically known for its antiseptic properties. This study aimed to scientifically evaluate the antibacterial activity of its ethanol extract against the opportunistic pathogen Pseudomonas aeruginosa. Extraction was performed via maceration with 96% ethanol, followed by phytochemical screening and antibacterial testing using the disc diffusion method at concentrations of 15%, 20%, and 25% (w/v). Chloramphenicol and 96% ethanol served as positive and negative controls, respectively. Phytochemical analysis confirmed the presence of phenolics, tannins, alkaloids, and terpenoids. The extract exhibited antibacterial activity against P. aeruginosa, with inhibition zones of 3.32 mm, 2.58 mm, and 3.59 mm for the 15%, 20%, and 25% concentrations, respectively, categorizing all as "moderate" activity. While significantly lower than the positive control (22.37 mm), this activity confirms the extract's potential. The highest activity at the 25% concentration suggests a dose-dependent relationship. These findings support the traditional use of betel leaf and provide a scientific basis for its development as a complementary natural antibacterial agent against resilient pathogens like P. aeruginosa.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SYZYGIUM POLYANTHUM TERHADAP PSEUDOMONAS AERUGINOSA Odor Debora Pita Uli Sinaga; Greace Enita Purba; Shela Estica Saragi; Tania Valentina Pasribu; Endang Sulistyarini Gultom
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10723

Abstract

Bay leaf (Syzygium polyanthum) is a tropical plant from the Myrtaceae family widely used in Indonesian traditional medicine. This study aimed to identify secondary metabolite compounds in bay leaf extract through phytochemical screening and evaluate its antibacterial activity against Pseudomonas aeruginosa. Bay leaf extract was prepared using the maceration method with 96% ethanol. Phytochemical screening was conducted to detect alkaloids, phenolics, flavonoids, terpenoids, tannins, and saponins using standard reagents. Antibacterial activity was tested using the agar well diffusion method at concentrations of 20%, 30%, 40%, and 50%, with chloramphenicol (25 mg) as positive control and 96% ethanol as negative control. Results showed that bay leaf extract contained all tested secondary metabolites. The antibacterial activity test demonstrated inhibition zones of 3.25 mm (20%), 4.05 mm (30%), 6.01 mm (40%), and 6.56 mm (50%), indicating weak to moderate activity. Statistical analysis using one-way ANOVA showed significant differences between concentrations (p < 0.05), with higher concentrations producing larger inhibition zones. The positive control showed strong activity (22.31 mm), while the negative control showed no inhibition. This study confirms that bay leaf extract possesses antibacterial potential against Pseudomonas aeruginosa, with activity increasing proportionally to extract concentration, attributed to synergistic effects of multiple bioactive compounds including flavonoids, tannins, terpenoids, and alkaloids.
Potential of Fig Fruit Ethanol Extract (Ficus carica L.) Against Staphylococcus aureus MRSA and Klebsiella pneumoniae ESBL Bacteria Enmia Septia Padang; Rini Hafzari; Endang Sulistyarini Gultom
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.1033-1038

Abstract

Ficus carica L. commonly known as figs originate from West Asia and have bioactive components with antibacterial properties. This study aimed to determine the antibacterial activity of fig ethanol extract in inhibiting the growth of MDR Staphylococcus aureus MRSA and Klebsiella pneumoniae ESBL bacteria, to determine the MIC and MBC values, and the types of compounds contained in fig ethanol extract. The method began with fig extraction using concentrations of 20%, 40%, 60%, 80%, and 100% with 4 repetitions, testing MIC and MBC using the liquid dilution method, TLC-Bioautography test with ethyl acetate: methanol: aquades (7: 2: 1) eluent. The results showed that fig fruit extract had an inhibition zone with an average value of 3.30 mm at a concentration of 100% which was still in the weak category, the MIC value of Staphylococcus aureus MRSA bacteria was a concentration of 100% and Klebsiella pneumoniae ESBL bacteria was a concentration of 80%. The MBC value of MDR bacteria was not obtained because there was still bacterial growth. The results of the TLC-bioautography test of ethanol extract of fig fruit (Ficus carica L.) can inhibit bacterial growth indicated by the presence of a clear zone with an Rf value of 0.5 cm (unidentified), 0.31 cm (Flavonoid), 0.2 cm (Phenol). The compounds that act as antibacterials against Staphylococcus aureus MRSA and Klebsiella pneumoniae ESBL bacteria are the flavonoid and phenol groups.
Wastewater Quality Test Using The MPN (Most Probable Number) Method To Detecte Total Coliform Bacteria Alfiana Ayu; Endang Sulistyarini Gultom
Journal Of Global Research Publications Vol. 2 No. 1 (2025): JGRP - January
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jgrp.v2i1.2025.64

Abstract

This study aims to Test Wastewater Quality Using the Mpn (Most Probable Number) Method to Detect Total COLIFORM Bacteria. This study uses laboratory analysis, which aims to provide an overview of the microbiological quality of wastewater based on the presence and number of Coliform bacteria. The working principle of the Most Probable Number (MPN) method in detecting total Coliform bacteria in wastewater is carried out semi-quantitatively by detecting microbial growth through lactose fermentation which produces gas or turbidity in selective liquid media. The implementation procedure includes a presumptive test stage using Lactose Broth (LB) media, a confirmatory test with Brilliant Green Lactose Bile Broth (BGLB) media, and determining the final value by matching the combination of positive tubes with the standard MPN table. From the results of laboratory testing on three domestic wastewater samples (1224 AL, 1225 AL, and 1226 AL), it was found that all samples showed negative results with a combination of 0-0-0 tubes in the presumptive test. This indicates that the tested sample does not contain Total Coliform bacteria or has a value of less than 1000 MPN/100 mL, so that its microbiological quality is declared very good and has met the quality standard threshold set by the government through the Minister of Environment Regulation No. 5 of 2014 and PP RI No. 22 of 2021
Uji Aktivitas Antibakteri Dari Ekstrak Daun Sirih Terhadap Bakteri Bacillus cereus Ali Ahmatul Umri Hasibuan; Grace Amelia Br Tarigan; Khadra Ulfah Rambe; Sisilia Anabina Tarigan; Endang Sulistyarini Gultom
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 11 No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v11i1.21662

Abstract

This study elucidates the role of secondary metabolites in green betel leaves (Piper betle) as antibacterial agents against Bacillus cereus, a bacterium causing various foodborne illnesses in humans. The experimental research was conducted at the Biology Laboratory, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Medan, utilizing Bacillus cereus bacterial isolates and extracting betel leaves using water. The measurement of inhibition zones was performed to evaluate the antibacterial activity of the betel leaf extract. The research results indicate the presence of an inhibition zone against Bacillus cereus growth, albeit categorized as weak. The measurements varied across repetitions, namely 2.6 mm, 3.35 mm, and 1.05 mm. The average of these three results was 3 mm.
Co-Authors Adinda Laura Munthe Adinda Rizky Pratiwi Agustina Matontang Ahmad Shafwan S. Pulungan Aida Fitriani Sitompul Albert D Situmorang Alfiana Ayu Ali Ahmatul Umri Hasibuan Alyvia Salsabila Alztara, Salsha Amelia Sasmita Br Sianturi Aryeni Aryeni Astrida Joice Angelica Batubara Atika Khovivah Baringbing, Siska Juliana Dalimunthe, Aina Mardiah Damaiyani, Damaiyani Deka Wira Pratama Deka Wira Pratama Barus Denisa, Rifka Dewi Peronika Hutasoit Dewi Peronika Hutasoit Efimah Sidabutar Eko Prasetya Eko Prasetya, Eko Elisabet, Melfa Romanna Enmia Septia Padang Ester Ester Fadilla, Raudatul Fanny Hafifa Fauziah, Ennita Fitri Afifah Nst Ginting, Silvia Margaretta br Grace Amelia Br Tarigan grasella, martha Greace Enita Purba Gultom, Wirda Resinta Habsari, Lilis Harahap, Armansyah Maulana Hasnaul Maritsa Hasruddin Helen Veronita Hutapea Jayawarsa, A.A. Ketut Kaban, Hairen Br Khadra Ulfah Rambe Lumbantoruan, Lamtiurma Lydia Siburian Manullang, Hanna Mawarni Manurung, Dhea Amelia Marbun, Jumita Sari Martina Restuati Mayasari , Ulfayani Mustasfa, Sinta Wulida Mutia, Diska Qolbu Mutiara Sakinah Nafisa, Katri Nainggolan, Tiara Najwa Sarip Nasution, Ayyu Rizkia Nasution, Mhd Yusuf Ndaha, Gebyta Yani Nila Zusmita Wasni Ninta Dumaria Matanari Nur hasanah Nura S, Alfi Nurbaity Situmorang Odor Debora Pita Uli Sinaga Pandiangan, Putri Patricia Pasaribu, Maria Benedikta Priawan, Indra Pulungan, Ahmad Shafwan S Purba, Melpa Yusmawati Qisthy Adha Fajriati Rangkuti, Marlinda Nilan Sari Rasyidah Reni Anggraini Rini Hafzari Rini Hafzari RR. Ella Evrita Hestiandari Salsabilah, Talita Saragih, Elsa Angelina Saragih, Putri Fransiska Sari, Vio Joana Selvia Dewi Pohan Shela Estica Saragi Siregar, Sania Sisilia Anabina Tarigan Siti Nabila Nabila Situmorang, Albert D Situmorang, Nurbaity Syarief Saadillah Lubis Tamba, Gelora Betania Tania Valentina Pasribu Tri Hartanti Uswatun Hasanah Valdo Rekson Nainggolan Widyanti Saragi Wijaya, Ulfah Rianda wulandari, atika Yenda, Azura Nur Zain, Ulfi Khairani