Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Bakteri Endofit Buah Tin ( Ficus carica L.) yang Menunjukkan Aktivitas Enzim Ekstraseluler Wijaya, Ulfah Rianda; Gultom, Endang Sulistyarini
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 2 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i2.2516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri endofit yang terdapat pada buah Tin (Ficus carica L.) yang menunjukkan aktivitas enzim ekstraseluler. Penelitian dilakukan secara deskriptif eksploratif dengan isolasi bakteri endofit dari buah Tin. Lima isolat bakteri berhasil diperoleh dan dianalisis karakteristik morfologinya secara makroskopis dan mikroskopis. Pengujian aktivitas enzim ekstraseluler dilakukan terhadap empat jenis enzim, yaitu amilase, protease, selulase, dan lipase. Hasil menunjukkan bahwa seluruh isolat menghasilkan enzim protease dengan variasi tingkat aktivitas. Dua isolat (E1 dan E2) menghasilkan enzim lipase, satu isolat (E4) menghasilkan enzim selulase, dan tidak ditemukan isolat yang menghasilkan enzim amilase. Identifikasi biokimia menunjukkan bahwa empat isolat (E1, E2, E4, E5) diduga berasal dari genus Clostridium  dan Bacillus sp, sedangkan satu isolat (E3) dari genus Neisseria. Hasil ini menunjukkan bahwa buah Tin berpotensi sebagai sumber isolat bakteri endofit penghasil enzim ekstraseluler yang dapat dimanfaatkan dalam bidang bioteknologi dan industri.
Identifikasi Bakteri Rumen Sapi Penghasil Enzim Selulase Alztara, Salsha; Gultom, Endang Sulistyarini
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 2 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i2.2518

Abstract

Antibacterial Activity Test of Karamunting Leaf Extract (Melastoma malabathricum L.) Against Eggshell Bacteria Manda, Yutha Nadiroh; Pakpahan, Amkani Angelita; Bazura, Hughes; Sihotang, Joseph Raja Oloan; Susanto, Rafli; Situmorang, Nurbaity; Gultom, Endang Sulistyarini
BIOPENDIX: Jurnal Biologi, Pendidikan dan Terapan Vol 13 No 1 (2026): Biopendix: Jurnal Biologi, Pendidikan & Terapan
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unpatti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biopendixvol13issue1page33-40

Abstract

This study aimed to evaluate the antibacterial activity of karamunting leaf extract (Melastoma malabathricum L.) against bacteria isolated from eggshells. Eggshells are known as one of the primary contamination sources for foodborne bacteria, which can pose potential health risks to consumers. The ethanolic extract of karamunting leaves was tested using the disk diffusion method with amoxicillin as the positive control and 96% ethanol as the negative control. The inhibition zones were measured after 24 hours of incubation at 37°C. The results showed that karamunting leaf extract produced an inhibition zone of 3.35 mm, categorized as weak antibacterial activity. In contrast, the positive control, amoxicillin, generated a much larger inhibition zone of 22.89 mm, while the negative control showed no inhibition. The antibacterial effect of the extract is believed to result from the presence of bioactive secondary metabolites, including flavonoids, tannins, saponins, steroids, and phenolic compounds, which function by disrupting bacterial cell walls, altering membrane permeability, denaturing proteins, and inhibiting enzyme activity. Although the antibacterial potential of karamunting leaf extract is lower than that of synthetic antibiotics, it still demonstrates promising potential as a natural antibacterial agent that is safer and more environmentally friendly. Further studies are recommended to assess the activity at different extract concentrations and solvent fractions to achieve more optimal antibacterial effects.
Ekstraksi Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC,) Sebagai Obat Kumur Herbal (Herbal Mouthwash) Mustasfa, Sinta Wulida; Dalimunthe, Aina Mardiah; Mutia, Diska Qolbu; Elisabet, Melfa Romanna; Saragih, Putri Fransiska; Gultom, Endang Sulistyarini; Situmorang, Nurbaity
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7325

Abstract

Tanaman andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) merupakan rempah asli Sumatera Utara yang kaya akan senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin, yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi potensi ekstrak andaliman dalam pembuatan obat kumur berbasis herbal. Ekstraksi bahan dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, kemudian diuji aktivitas antibakterinya terhadap mikroorganisme penyebab bau mulut seperti Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak andaliman mampu menghambat pertumbuhan bakteri secara efektif dengan terbentuknya zona hambat yang jelas. Formulasi obat kumur dari ekstrak andaliman juga menunjukkan keamanan penggunaan serta memberikan efek penyegaran alami di rongga mulut. Oleh karena itu, andaliman dapat dijadikan sebagai alternatif bahan alami yang potensial untuk dikembangkan menjadi obat kumur herbal yang efektif dan ramah lingkungan.
Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Kenanga (Cananga Odorata) Terhadap Mikroorganisme Terhadap Isolat Bakteri Tanah Damaiyani, Damaiyani; Salsabilah, Talita; Nura S, Alfi; Denisa, Rifka; Fauziah, Ennita; Gultom, Endang Sulistyarini; Situmorang, Nurbaity
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kenanga (Cananga odorata) terhadap bakteri isolat tanah. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium (in vitro) dengan menggunakan metode difusi cakram pada media Mueller-Hinton Agar (MHA). Daun kenanga diekstraksi menggunakan etanol 96% melalui metode maserasi dan remaserasi hingga diperoleh ekstrak kental, kemudian diuji pada konsentrasi 100% dan diamati secara kualitatif berdasarkan terbentuknya zona hambat setelah inkubasi selama 24 jam pada suhu 37°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kenanga memiliki aktivitas antibakteri dengan zona hambat sebesar 8,5 mm dan 8,16 mm yang tergolong kategori sedang. Aktivitas antibakteri ini disebabkan oleh kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan minyak atsiri. Meskipun daya hambatnya lebih rendah dibandingkan antibiotik kloramfenikol (22–24 mm), hasil ini menunjukkan bahwa daun kenanga berpotensi sebagai sumber antibakteri alami yang efektif dan ramah lingkungan.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri e.coli Nasution, Ayyu Rizkia; Manullang, Hanna Mawarni; Nafisa, Katri; Fadilla, Raudatul; Siregar, Sania; Gultom, Endang Sulistyarini; Hafzari, Rini
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7727

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun jambu biji (Psidium guajava L.) terhadap pertumbuhan Escherichia coli sebagai alternatif antibakteri alami. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Universitas Negeri Medan menggunakan desain eksperimen laboratorium. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada konsentrasi ekstrak 50%, 75%, dan 100%. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran diameter zona hambat, dengan kloramfenikol sebagai kontrol positif dan etanol 96% sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jambu biji memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli pada seluruh konsentrasi yang diuji, dengan peningkatan diameter zona hambat seiring meningkatnya konsentrasi ekstrak. Konsentrasi 100% menghasilkan daya hambat tertinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jambu biji berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri alami, meskipun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan antibiotik standar.
Analisis Senyawa Metabolit Sekunder Buah Tin (Ficus carica) yang Berpotensi Sebagai Antibakteri dengan Metode Molecular Docking Nainggolan, Tiara; Gultom, Endang Sulistyarini
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i01.p8

Abstract

Penyakit infeksi oleh bakteri patogen menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Penggunaan antibiotik merupakan terapi utama untuk mengatasi penyakit infeksi, namun penggunaan yang tidak sesuai dosis dan tidak tepat target dapat menyebabkan munculnya resistensi bakteri. Permasalahan ini mendorong pencarian obat berbasis bahan alam. Tanaman tin (Ficus carica) merupakan salah satu tanaman yang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki berbagai efek farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dari buah tin (Ficus carica) serta menganalisis potensi, sebagai dasar untuk pengembangan agen antibakteri baru. Metode ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Identifikasi senyawa metabolit sekunder dilakukan menggunakan GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry). Senyawa hasil GC-MS dilanjutkan menguji potensi dengan metode molecular docking. Berdasarkan hasil identifikasi didapatkan 6 senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri, yaitu 5-hydroxymethyl furfural, 4H-pyran-4-one, 2,3-dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl-, 2,5-furandicarboxaldehyde, n-hexadecanoic acid, 2-furancarboxaldehyde, 5-methyl-, serta ficusin. Berdasarkan molecular docking, senyawa ficusin memiliki energi ikatan terbaik, yaitu sebesar –7,2 kcal/mol pada bakteri Pseudomonas aeruginosa (LasR). Peneltian ini menunjukkan bahwa buah tin (Ficus carica) memiliki potensi sebagai sumber senyawa metabolit sekunder untuk pengembangan agen antibakteri alami.
Analisis Senyawa Metabolit Sekunder Buah Tin (Ficus carica) yang Berpotensi Sebagai Antibakteri dengan Metode Molecular Docking Nainggolan, Tiara; Gultom, Endang Sulistyarini
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i01.p8

Abstract

Penyakit infeksi oleh bakteri patogen menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Penggunaan antibiotik merupakan terapi utama untuk mengatasi penyakit infeksi, namun penggunaan yang tidak sesuai dosis dan tidak tepat target dapat menyebabkan munculnya resistensi bakteri. Permasalahan ini mendorong pencarian obat berbasis bahan alam. Tanaman tin (Ficus carica) merupakan salah satu tanaman yang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki berbagai efek farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dari buah tin (Ficus carica) serta menganalisis potensi, sebagai dasar untuk pengembangan agen antibakteri baru. Metode ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Identifikasi senyawa metabolit sekunder dilakukan menggunakan GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry). Senyawa hasil GC-MS dilanjutkan menguji potensi dengan metode molecular docking. Berdasarkan hasil identifikasi didapatkan 6 senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri, yaitu 5-hydroxymethyl furfural, 4H-pyran-4-one, 2,3-dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl-, 2,5-furandicarboxaldehyde, n-hexadecanoic acid, 2-furancarboxaldehyde, 5-methyl-, serta ficusin. Berdasarkan molecular docking, senyawa ficusin memiliki energi ikatan terbaik, yaitu sebesar –7,2 kcal/mol pada bakteri Pseudomonas aeruginosa (LasR). Peneltian ini menunjukkan bahwa buah tin (Ficus carica) memiliki potensi sebagai sumber senyawa metabolit sekunder untuk pengembangan agen antibakteri alami.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) Terhadap Bakteri Uji pada Cangkang Telur Pandiangan, Putri Patricia; Lumbantoruan, Lamtiurma; Ndaha, Gebyta Yani; Ester, Ester; Kaban, Hairen Br; Gultom, Endang Sulistyarini; Situmorang, Nurbaity
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol bunga kecombrang (Etlingera elatior) terhadap bakteri yang diisolasi dari permukaan cangkang telur. Kontaminasi bakteri, khususnya Salmonella sp., sering ditemukan pada cangkang telur dan berpotensi menyebabkan penyakit bawaan pangan (foodborne disease). Bunga kecombrang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan minyak atsiri yang berpotensi sebagai antibakteri alami. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorik in vitro dengan rancangan post-test only control group design. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan tiga perlakuan: ekstrak etanol bunga kecombrang (hasil evaporasi), kontrol positif (kloramfenikol), dan kontrol negatif (DMSO). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ekstrak etanol bunga kecombrang menghasilkan zona hambat 4,18 mm (vertikal) dan 4,49 mm (horizontal) yang tergolong lemah, sedangkan kontrol positif menghasilkan zona hambat 27,44 mm (sangat kuat) dan kontrol negatif tidak menunjukkan hambatan. Hasil ini membuktikan bahwa ekstrak bunga kecombrang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri cangkang telur, meskipun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan antibiotik standar. Senyawa flavonoid, tanin, dan minyak atsiri diduga berperan dalam aktivitas antibakteri melalui mekanisme perusakan membran sel dan penghambatan sintesis protein. Dengan demikian, bunga kecombrang berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri alami pengganti antibiotik sintetis.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa Efimah Sidabutar; Helen Veronita Hutapea; Ninta Dumaria Matanari; Astrida Joice Angelica Batubara; Endang Sulistyarini Gultom
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9945

Abstract

The escalating crisis of antibiotic resistance necessitates the exploration of novel antibacterial agents from natural sources. Green betel leaf (Piper betle L.) is a traditional medicinal plant empirically known for its antiseptic properties. This study aimed to scientifically evaluate the antibacterial activity of its ethanol extract against the opportunistic pathogen Pseudomonas aeruginosa. Extraction was performed via maceration with 96% ethanol, followed by phytochemical screening and antibacterial testing using the disc diffusion method at concentrations of 15%, 20%, and 25% (w/v). Chloramphenicol and 96% ethanol served as positive and negative controls, respectively. Phytochemical analysis confirmed the presence of phenolics, tannins, alkaloids, and terpenoids. The extract exhibited antibacterial activity against P. aeruginosa, with inhibition zones of 3.32 mm, 2.58 mm, and 3.59 mm for the 15%, 20%, and 25% concentrations, respectively, categorizing all as "moderate" activity. While significantly lower than the positive control (22.37 mm), this activity confirms the extract's potential. The highest activity at the 25% concentration suggests a dose-dependent relationship. These findings support the traditional use of betel leaf and provide a scientific basis for its development as a complementary natural antibacterial agent against resilient pathogens like P. aeruginosa.
Co-Authors Adinda Laura Munthe Adinda Rizky Pratiwi Agustina Matontang Ahmad Shafwan S. Pulungan Aida Fitriani Sitompul Albert D Situmorang Alyvia Salsabila Alztara, Salsha Amelia Sasmita Br Sianturi Aryeni Aryeni Astrida Joice Angelica Batubara Atika Khovivah Baringbing, Siska Juliana Bazura, Hughes Br Tarigan, Grace Amelia Dalimunthe, Aina Mardiah Damaiyani, Damaiyani Deka Wira Pratama Barus Denisa, Rifka Dewi Peronika Hutasoit Efimah Sidabutar Eko Prasetya Eko Prasetya, Eko Elisabet, Melfa Romanna Ester Ester Fadilla, Raudatul Fanny Hafifa Fauziah, Ennita Fitri Afifah Nst Ginting, Silvia Margaretta br grasella, martha Greace Enita Purba Gultom, Wirda Resinta Habsari, Lilis Harahap, Armansyah Maulana Hasibuan, Ali Ahmatul Umri Hasnaul Maritsa Hasruddin Helen Veronita Hutapea Hutasoit, Dewi Peronika Jayawarsa, A.A. Ketut Kaban, Hairen Br Lumbantoruan, Lamtiurma Lydia Siburian Manda, Yutha Nadiroh Manullang, Hanna Mawarni Manurung, Dhea Amelia Marbun, Jumita Sari Martina Restuati Mayasari , Ulfayani Mustasfa, Sinta Wulida Mutia, Diska Qolbu Mutiara Sakinah Nafisa, Katri Nainggolan, Tiara Najwa Sarip Nasution, Ayyu Rizkia Nasution, Mhd Yusuf Ndaha, Gebyta Yani Nila Zusmita Wasni Ninta Dumaria Matanari Nur hasanah Nura S, Alfi Nurbaity Situmorang Odor Debora Pita Uli Sinaga Padang, Enmia Septia Pakpahan, Amkani Angelita Pandiangan, Putri Patricia Pasaribu, Maria Benedikta Priawan, Indra Pulungan, Ahmad Shafwan S Purba, Melpa Yusmawati Qisthy Adha Fajriati Rangkuti, Marlinda Nilan Sari Rasyidah Reni Anggraini Rini Hafzari RR. Ella Evrita Hestiandari Salsabilah, Talita Saragih, Elsa Angelina Saragih, Putri Fransiska Sari, Vio Joana Selvia Dewi Pohan Shela Estica Saragi Sihotang, Joseph Raja Oloan Siregar, Sania Situmorang, Albert D Situmorang, Nurbaity Susanto, Rafli Syarief Saadillah Lubis Tamba, Gelora Betania Tania Valentina Pasribu Tarigan, Sisilia Anabina Tri Hartanti Ulfah Rambe, Khadra Uswatun Hasanah Widyanti Saragi Wijaya, Ulfah Rianda wulandari, atika Yenda, Azura Nur Zain, Ulfi Khairani