Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Ekstrak Etanol Daun Bawang Batak (Allium chinense G. Don) Sebagai Antibakteri Vio Joana Sari; Adinda Rizky Pratiwi; Amelia Sasmita Br Sianturi; Fanny Hafifa; Najwa Sarip; Endang Sulistyarini Gultom; Nurbaity Situmorang
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 23 No. 3 (2025): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/qodiri.2025.23.3.587-597

Abstract

Abstract: This study aimed to evaluate the antibacterial activity of the ethanol extract of Batak onion leaves (Allium chinense G. Don) against soil bacteria using the disk diffusion method. The treatments included ethanol extract of Batak onion leaves, chloramphenicol as a positive control, and dimethyl sulfoxide (DMSO) as a negative control. The results showed that the ethanol extract exhibited antibacterial activity with an average inhibition zone of 3.16 mm, categorized as weak antibacterial activity. In contrast, the positive control (chloramphenicol) produced an inhibition zone of 28.07 mm, indicating very strong antibacterial activity, while the negative control (DMSO) showed no inhibition zone. These results confirm that the observed antibacterial effect originated from the active compounds in the extract or antibiotic rather than the solvent. The antibacterial potential of A. chinense G. Don is attributed to the presence of secondary metabolites such as flavonoids, saponins, and terpenoids, which can damage bacterial cell walls or inhibit protein synthesis. Therefore, although the inhibitory effect is relatively weak, Batak onion leaves have promising potential as a natural antibacterial source with further optimization of extract concentration and purification methods. Keywords: Allium chinense G. Don, Antibacterial Activity, Ethanol Extract, DMSO, Chloramphenicol, Disk Diffusion Method Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun bawang Batak (Allium chinense G. Don) terhadap bakteri tanah dengan menggunakan metode uji kertas cakram (disk diffusion). Perlakuan yang digunakan meliputi ekstrak etanol daun bawang Batak, antibiotik kloramfenikol sebagai kontrol positif, dan dimetil sulfoksida (DMSO) sebagai kontrol negatif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bawang Batak memiliki daya hambat terhadap bakteri tanah dengan rata-rata zona hambat sebesar 3,16 mm, tergolong dalam kategori aktivitas antibakteri lemah. Sebaliknya, kontrol positif (kloramfenikol) menghasilkan zona hambat sebesar 28,07 mm dengan aktivitas antibakteri sangat kuat, sedangkan kontrol negatif (DMSO) tidak menimbulkan zona hambat sama sekali. Hasil tersebut menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri yang dihasilkan murni berasal dari zat aktif ekstrak maupun antibiotik. Aktivitas antibakteri pada ekstrak daun bawang Batak diduga berasal dari kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, dan terpenoid yang bekerja dengan cara merusak dinding sel bakteri atau menghambat sintesis protein. Dengan demikian, meskipun daya hambatnya masih lemah, daun bawang Batak berpotensi dikembangkan sebagai sumber antibakteri alami melalui optimasi konsentrasi dan metode ekstraksi yang lebih efektif. Kata Kunci: Allium chinense G. Don, Aktivitas Antibakteri, Ekstrak Etanol, DMSO, kloramfenikol, Kertas Cakram
Analisis Senyawa Metabolit Sekunder Buah Tin (Ficus carica) yang Berpotensi Sebagai Antibakteri dengan Metode Molecular Docking Tiara Nainggolan; Endang Sulistyarini Gultom
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i01.p8

Abstract

Penyakit infeksi oleh bakteri patogen menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Penggunaan antibiotik merupakan terapi utama untuk mengatasi penyakit infeksi, namun penggunaan yang tidak sesuai dosis dan tidak tepat target dapat menyebabkan munculnya resistensi bakteri. Permasalahan ini mendorong pencarian obat berbasis bahan alam. Tanaman tin (Ficus carica) merupakan salah satu tanaman yang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki berbagai efek farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dari buah tin (Ficus carica) serta menganalisis potensi, sebagai dasar untuk pengembangan agen antibakteri baru. Metode ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Identifikasi senyawa metabolit sekunder dilakukan menggunakan GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry). Senyawa hasil GC-MS dilanjutkan menguji potensi dengan metode molecular docking. Berdasarkan hasil identifikasi didapatkan 6 senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri, yaitu 5-hydroxymethyl furfural, 4H-pyran-4-one, 2,3-dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl-, 2,5-furandicarboxaldehyde, n-hexadecanoic acid, 2-furancarboxaldehyde, 5-methyl-, serta ficusin. Berdasarkan molecular docking, senyawa ficusin memiliki energi ikatan terbaik, yaitu sebesar –7,2 kcal/mol pada bakteri Pseudomonas aeruginosa (LasR). Peneltian ini menunjukkan bahwa buah tin (Ficus carica) memiliki potensi sebagai sumber senyawa metabolit sekunder untuk pengembangan agen antibakteri alami.
Analisis Senyawa Metabolit Sekunder Buah Tin (Ficus carica) yang Berpotensi Sebagai Antibakteri dengan Metode Molecular Docking Tiara Nainggolan; Endang Sulistyarini Gultom
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i01.p8

Abstract

Penyakit infeksi oleh bakteri patogen menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Penggunaan antibiotik merupakan terapi utama untuk mengatasi penyakit infeksi, namun penggunaan yang tidak sesuai dosis dan tidak tepat target dapat menyebabkan munculnya resistensi bakteri. Permasalahan ini mendorong pencarian obat berbasis bahan alam. Tanaman tin (Ficus carica) merupakan salah satu tanaman yang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki berbagai efek farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dari buah tin (Ficus carica) serta menganalisis potensi, sebagai dasar untuk pengembangan agen antibakteri baru. Metode ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Identifikasi senyawa metabolit sekunder dilakukan menggunakan GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry). Senyawa hasil GC-MS dilanjutkan menguji potensi dengan metode molecular docking. Berdasarkan hasil identifikasi didapatkan 6 senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri, yaitu 5-hydroxymethyl furfural, 4H-pyran-4-one, 2,3-dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl-, 2,5-furandicarboxaldehyde, n-hexadecanoic acid, 2-furancarboxaldehyde, 5-methyl-, serta ficusin. Berdasarkan molecular docking, senyawa ficusin memiliki energi ikatan terbaik, yaitu sebesar –7,2 kcal/mol pada bakteri Pseudomonas aeruginosa (LasR). Peneltian ini menunjukkan bahwa buah tin (Ficus carica) memiliki potensi sebagai sumber senyawa metabolit sekunder untuk pengembangan agen antibakteri alami.
Development of a Science Textbook Contextualized with Local Food Crops for Plant Classification to Enhance Science Teachers' PCK-Based Instructional Planning Suriwahyuni, Suriwahyuni; Harsono, Tri; Gultom, Endang Sulistyarini
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/s1c7cj90

Abstract

This study aimed to develop and evaluate a science textbook contextualized with local food crops on plant classification to enhance science teachers’ instructional planning based on the Pedagogical Content Knowledge (PCK) framework of Morine-Dershimer and Kent. The textbook was designed as a professional learning resource integrating content knowledge, pedagogical knowledge, curriculum knowledge, assessment knowledge, knowledge of students, and contextual knowledge. It consists of nine chapters, including seven chapters representing the PCK components and reflection worksheets to support teachers in analyzing teaching experiences and making pedagogical decisions. The study employed the 4-D development model (define, design, develop, and disseminate). Participants were 14 junior high school science teachers in Langkat Regency selected through purposive sampling. Product quality was evaluated through expert validation, while practicality and effectiveness were assessed using teacher responses and pretest–posttest analysis. The textbook demonstrated high validity, with expert feasibility scores ranging from 90.00% to 92.65% and Aiken’s V values between 0.67 and 1.00. Practicality reached 95.26%. Effectiveness testing showed a significant improvement in teachers’ instructional planning ability, with mean scores increasing from 39.33 to 48.33, supported by a paired-sample t-test (p < .001) and an average N-Gain score of 0.562 (moderate category). These findings indicate that the developed textbook is a valid, practical, and effective resource for supporting PCK-based science instructional planning. 
Internal Control Systems and Financial Performance in an Indonesian Public Service Agency University: Evidence from Universitas BLU OK Sofyan Hidayat; Situmeang, Chandra; Muhammad Ridha Habibi Z; Gultom, Endang Sulistyarini; Azhar Umar
Proceeding of the International Conference on Economics, Accounting, and Taxation Vol. 3 No. 1 (2026): Proceeding of the International Conference on Economics, Accounting, and Taxati
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/iceat.v3i1.214

Abstract

This study examines how internal control systems are linked to financial performance in an Indonesian public university operating under the Public Service Agency (Badan Layanan Umum, BLU) scheme. Using a descriptive-evaluative case study of Universitas BLU, the analysis draws on 2023 performance accountability records, SAKIP evaluation worksheets, internal audit documentation, budget realization evidence, and audited financial statements. To protect confidentiality, institutional identifiers were anonymized and nominal monetary amounts were proportionally masked, while ratios, scores, predicates, and analytical relationships were preserved. The university obtained a SAKIP score of 80.55 with an A predicate, improving from BB in the preceding year. Performance Measurement (77.00%) and Internal Performance Accountability Evaluation (78.00%) were the weakest control-related components. Gap analysis shows an 11.40-point difference between self-assessment and external assessment, with the largest correction in measurement-related controls. Financially, the anonymized budget ceiling of IDR 376,845,620,000 was realized at IDR 357,325,016,884, equivalent to 94.82% absorption and 5.18% efficiency, while the Budget Performance Value reached 90.49 against a target of 92. The audited financial statements received an unmodified opinion. The study concludes that internal control quality contributes to financial performance through planning discipline, hierarchical measurement, timely reporting, and systematic follow-up.
Co-Authors Adinda Laura Munthe Adinda Rizky Pratiwi Agustina Matontang Ahmad Shafwan S. Pulungan Aida Fitriani Sitompul Aina Mardiah Dalimunthe Albert D Situmorang Alfi Nura S Ali Ahmatul Umri Hasibuan Alyvia Salsabila Alztara, Salsha Amelia Sasmita Br Sianturi Aryeni Aryeni Astrida Joice Angelica Batubara Atika Khovivah Ayyu Rizkia Nasution Azhar Umar Baringbing, Siska Juliana Damaiyani Damaiyani Deka Wira Pratama Deka Wira Pratama Barus Dewi Peronika Hutasoit Dewi Peronika Hutasoit Diska Qolbu Mutia Efimah Sidabutar Eko Prasetya Eko Prasetya, Eko Enmia Septia Padang Ennita Fauziah Ester Ester Fanny Hafifa Fitri Afifah Nst Ginting, Silvia Margaretta br Grace Amelia Br Tarigan grasella, martha Greace Enita Purba Gultom, Wirda Resinta Habsari, Lilis Hanna Mawarni Manullang Harahap, Armansyah Maulana Hasnaul Maritsa Hasruddin Helen Veronita Hutapea Hidayat, OK Sofyan Jayawarsa, A.A. Ketut Kaban, Hairen Br Katri Nafisa Khadra Ulfah Rambe Lumbantoruan, Lamtiurma Lydia Siburian Manurung, Dhea Amelia Marbun, Jumita Sari Martina Restuati Mayasari , Ulfayani Melfa Romanna Elisabet Muhammad Ridha Habibi Z Mutiara Sakinah Najwa Sarip Nasution, Mhd Yusuf Ndaha, Gebyta Yani Nila Zusmita Wasni Ninta Dumaria Matanari Nur hasanah Nurbaity Situmorang Nurbaity Situmorang Odor Debora Pita Uli Sinaga Pandiangan, Putri Patricia Pasaribu, Maria Benedikta Priawan, Indra Pulungan, Ahmad Shafwan S Purba, Melpa Yusmawati Putri Fransiska Saragih Qisthy Adha Fajriati Rangkuti, Marlinda Nilan Sari Rasyidah Raudatul Fadilla Reni Anggraini Rifka Denisa Rini Hafzari Rini Hafzari RR. Ella Evrita Hestiandari Sania Siregar Saragih, Elsa Angelina Selvia Dewi Pohan Shela Estica Saragi Sinta Wulida Mustasfa Sisilia Anabina Tarigan Siti Nabila Nabila Situmeang, Chandra Situmorang, Albert D Situmorang, Nurbaity Suriwahyuni, Suriwahyuni Syarief Saadillah Lubis Talita Salsabilah Tamba, Gelora Betania Tania Valentina Pasribu Tiara Nainggolan Tri Harsono Tri Hartanti Uswatun Hasanah Valdo Rekson Nainggolan Vio Joana Sari Widyanti Saragi Wijaya, Ulfah Rianda wulandari, atika Yenda, Azura Nur Zain, Ulfi Khairani