Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Various Salinity Level on the Growth and Characterization of Dunaliella sp Isolated from Jepara Waters Hermin Pancasakti Kusumaningrum; Endang Kusdiyantini; Triwibowo Yuwono; Joedoro Sudarsono
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 9, No 3 (2004): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.064 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.9.3.136-140

Abstract

Dunaliella adalah salah satu biota dengan kandungan β-carotene cukup tinggi. Upaya optimalisasi produksi bcarotene pada Dunaliella berhadapan dengan beberapa masalah kultivasi, untuk mendapatkan species yang paling potensial. Hal ini terkait dengan keterbatasan pengetahuan karakteritik ecophysiologi. Alga hijau Dunaliella diketahui dapat tumbuh pada media dengan kandungan garam yang cukup tinggi, namun karena pemahaman characteristik yang keliru dapat menyebabkan identifikasi yang salah pada satu species dalam genus Dunaliella. Kultur laboratoris pada media microcosms berdasarkan salinitas telah dilakukan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan dan karakterisasi Dunaliella sp. dari perairan Jepara. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Dunaliella sp. dapat beradaptasi pada salinitas 0 sampai dengan 30 ‰. Berdasarkan kepada perubahan warna pigmen Dunaliella sp. yang tidak menjadi merah pada media pemeliharaan sampai dengan 25 ‰, maka jenis yang dijumpai di Jepara mempunyai karakter dan secara taksonomis berafiliasi dengan Dunaliella viridis.Kata kunci: Dunaliella sp, Salinity, Growth, CharacterizationDunaliella is one the most enriched β-carotene eucaryotic organism known. The attempt to optimize bcarotene production from Dunaliella has faced with several problems related to its growth management,which was suspectedly unable to meet the needs of the cultured species. This is primarily because the ecophysiological characteristic affecting growth of Dunaliella have not been sufficiently understood. It wasknown that the halophilic species of the green alga Dunaliella was grown in concentrated salt solutions, but based on this characterization, some misnamed of species in genus Dunaliella also have arisen due to wrongcharacterization understanding. Laboratory cultures and mixed-species microcosms were used to asses the growth and characterization of Dunaliella sp. from Jepara Coastal Region with special emphasis on the several factors that affecting growth of organisms including salinity. The result showed that Dunaliella sp. could adapted to a variety of salt concentration from as low as 0.0 % to salt saturation of about 30 ‰. Based on its pigment colour that Dunaliella sp. doesn’t turn red in the growth on salinities up to 25 ‰, it can be characterized and affiliated taxonomically as Dunaliella viridis.Key words: Dunaliella sp, Salinity, Growth, Characterization
Indonesian red chilli (Capsicum annuum L.) capsaicin and its correlation with their responses to pathogenic Fusarium oxysporum Rejeki Siti Ferniah; Sri Pujiyanto; Hermin Pancasakti Kusumaningrum
NICHE Journal of Tropical Biology Vol. 1, No. 2, Year 2018
Publisher : Department of Biology, Faculty of Sciences and Mathematics, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.917 KB) | DOI: 10.14710/niche.1.2.7-12

Abstract

Red chili is a commercial crop for the food industry in Indonesia. There are some categories of red chili based on their pungency. The hot chili usually has more capsaicin than the sweet chili. Some cultivars may have more resistance to pathogen infection than the others. This research aimed to analyze the disease resistance of red chili cultivars from Indonesia against pathogenic Fusariumoxysporum and the correlation with capsaicin contents. Disease resistance was examined by determination of the Disease Severity Index (DSI) 15 dpi (days post inoculation). The correlation was analyzed by the regression coefficient. The result showed that the most resistance cultivar against F. oxysporum was Branang, while Lembang-1displayed the contrary. There was not a correlation of capsaicin content with the chili resistance to F. oxysporum.
CHARACTERIZATION OF 18S RIBOSOMAL RNA FRAGMENT FROM Solanum tuberosum L. var. Granola POTATO Yunior William Susanto; Hermin Pancasakti Kusumaningrum; Siti Nur Jannah; Sri Rustini
Scripta Biologica Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.814 KB) | DOI: 10.20884/1.sb.2018.5.1.760

Abstract

Potato (Solanum tuberosum L.) is a prime horticultural commodity. One of the varieties of potato that widely cultivated in Indonesia is Granola. This study characterized the variety Granola based on the 18S sequences of rRNA gene fragment. The 18S sequences were used to distinguish the Granola and determine the differentiating characters from other Solanum based on those sequences data. The characterization was completed in three main steps including DNA isolation from potato leaf using Doyle & Doyle method, amplification of the 18S gene fragment, and DNA sequencing. The amplification of 18S gene fragment by a PCR method obtained 528 bp sequences. The BLAST search using NCBI web service confirmed that Granola potato has 99% matching sequence with S. tuberosum. The phylogenetic reconstruction further indicates the S. tuberosum var. Granola used in this study deeply nested with the reference sequence X67238.1, a potato from Europe.
INOVASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA DALAM PEMBUATAN PRODUK HAND SANITIZER BERBASIS MINYAK ATSIRI UNTUK PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI BLADO BATANG hermin pancasakti kusumaningrum
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak atsiri merupakan produk unggulan Desa Blado Kabupaten Batang. Kendala pemasaran yang utama pada minyak nilam umumnya adalah mata rantai perdagangan yang dipermainkan harga pasar yang tidak stabil. Inovasi TTG berupa produk berbasis minyak atsiri sangat diperlukan untuk membantu perekonomian petani pada saat harga minyak atsiri turun. Tujuan dari kegiatan ini adalah pembuatan hand sanitizer melalui aplikasi teknologi  yang mudah dbuat oleh kelompok wanita tani dan bernilai ekonomi cukup tinggi. Seluruh proses pembuatan merujuk kepada modul Produk Olahan Nilam dengan hak cipta nomor EC00201845071. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui penyuluhan dan praktek pembuatan produk hand sanitizer, yang dilakukan secara berulang-ulang dan dilakukan pengujian produk secara rutin. Produk tersebut telah mampu dibuat ibu-ibu kelompok wanita tani dan telah dijual dengan harga yang cukup ekonomis. Pada akhir kegiatan, inovasi TTG berbasis atsiri tidak hanya memberi pengetahuan baru melalui  aplikasi teknologi  bagi kelompok wanita tani namun juga telah meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Blado Kabupaten Batang.
IDENTIFIKASI MOLEKULER JERUK NIPIS TEGAL BERDASARKAN FRAGMEN GEN 18S RIBOSOMAL RNA Yumna Rahmadias Hanifa; Sri Pujiyanto; Rejeki Siti Ferniah; Hermin Pancasakti Kusumaningrum
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 8 No. 2 (2021): December 2021
Publisher : Balai Bioteknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.43 KB) | DOI: 10.29122/jbbi.v8i2.4883

Abstract

Tegal’s lime is a lime that grows in the coastal areas with high salinity, and research on the molecular identification of Tegal’s lime has never been done before. This study aims to determine the molecular identity and its phylogenetic relationship with other oranges in GenBank. DNA isolation was carried out using CTAB. The best DNA purity was 1.883 while the highest DNA concentration was 464.83 ng/?L. DNA amplification was carried out using the PCR method which consisted of denaturation, annealing, and extension steps. DNA was electrophoresed with agarose gel. The DNA band size was 572 bp. The fraqment of 18S rRNA of Tegal’s lime has a greatest similarity of 99,64% with Citrus sinensis, while based on phylogenetic tree it has a closest relationship with C. aurantium (bootstrap value 33%). The alignment of Tegal’s lime against the C. aurantium sample showed that there were 2 gaps and 4 base changes, while the alignment with other oranges and C. medica as an ancestral showed that there were transition and transversion at the 130th and 560th nucleotide respectively. Jeruk nipis Tegal merupakan jeruk nipis yang tumbuh pada daerah pesisir yang memiliki salinitas cukup tinggi dan penelitian tentang identitas jeruk nipis Tegal masih belum pernah dilakukan sebelumnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identitas jeruk nipis Tegal secara molekuler dan mengetahui hubungan kekerabatannya dengan jeruk lainnya pada GenBank. Isolasi DNA dilakukan dengan menggunakan CTAB. Kemurnian DNA terbaik yaitu 1,883 sedangkan konsentrasi DNA tertinggi adalah 464,83 ng/?L. Amplifikasi DNA dilakukan dengan menggunakan metode PCR yang terdiri dari tahap denaturasi, anealing, dan ekstensi. DNA dianalisis menggunakan elektroforesis gel agarosa. Ukuran pita DNA yang didapatkan yaitu 572 pb. Fragmen gen 18S rRNA jeruk nipis Tegal memiliki kesamaan yang paling tinggi dengan Citrus sinensis sebesar 99,64% sedangkan berdasarkan analisis filogenetik, memiliki hubungan kekerabatan yang paling dekat dengan C. aurantium (nilai bootstrap sebesar 33%). Hasil pensejajaran jeruk nipis Tegal terhadap sampel C. aurantium menunjukkan adanya 2 gap dan 4 perubahan basa sedangkan pensejajaran yang dilakukan antara jeruk nipis Tegal dengan jeruk lain dan jeruk nenek moyang C. medica menunjukkan adanya 1 transisi pada basa ke-130 dan 1 transversi pada basa ke-560.
Pelatihan Pembuatan VCO Menggunakan Isolat Bakteri Asam Laktat Asal Usus Ayam dan Pemanfaatan Limbahnya Menjadi Pupuk Cair di Kelurahan Jerakah Semarang Siti Nur Jannah; Hermin Pancasakti Kusumaningrum; Rejeki Siti Ferniah; Sri Pujiyanto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.366 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.822

Abstract

Semarang dengan berbagai kekayaan Sumber Daya Hayati (SDH) yang sangat melimpah, terutama dalam hal ini kelapa belum dimanfaatkan dan diolah secara optimal, sehingga kontribusinya dalam peningkatan ekonomi masyarakat masih belum dirasakan. Berdasarkan latar belakang tersebut, kami akan mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan IPTEKS yang sudah kami lakukan dalam skala laboratorium, berupa diversifikasi produk olahan berbasis santan kelapa yang dapat digunakan untuk membuat VCO (Virgin Coconut Oil). Tujuan program pengabdian masyarakat adalah mengaplikasikan teknologi fermentasi oleh bakteri asamlaktat menggunakan santan kelapa untuk pembuatan VCO dan pupuk cair di kelompok PKK dan guru-guru di Madrasah Ibtidaiyyah Walisongo Jerakah Semarang. Metodologi yang digunakan adalah penyuluhan dan praktek tentang pembuatan VCO dan penanganan limbahnya menjadi pupuk cair. Hasil dari Pengabdian ini adalah produk, metode/teknologi tepat guna, dan publikasi. Diharapkan pembuatan produk VCO dan pupuk cair yang dihasilkan memberi manfaat pengetahuan tentang fermentasi dan dapat digunakan sebagai usaha inisiasi bisnis bagi kelompok PKK dan guru di Jerakah Semarang.
Cloning of a Gene Encoding Protease from Bacillus halodurans CM1 into Escherichia coli DH5α and Expression Analyses of the Gene Product Helianti, Is; Furgeva, Natasha; Mulyawati, Lina; Ferniah, Rejeki Siti; Kusumaningrum, Hermin Pancasakti
Makara Journal of Science Vol. 22, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bacillus halodurans strain CM1 is an Indonesia alkalothermophilic bacterium isolated from Cimanggu Hot Spring, Bandung, West Java. This bacterial strain produces high levels of thermoalkalophilic xylanase. It has also been predicted to produce other potential industrial enzymes, including protease. For production and application of protease in the future, the protease gene from B. halodurans CM1 was cloned into Escherichia coli. The protease gene was isolated from B. halodurans CM1 by the PCR approach using primers designed based on the GenBank. The PCR product was then ligated into pGEM-T Easy vector, transformed into E. coli DH5α, verified, and analyzed based on DNA sequencing data using the BLAST search tool. A 1086-bp protease gene was obtained that exhibited a very high sequence similarity (99%) with that of alkaline protease gene from B. halodurans C-125. When the culture of this positive recombinant E. coli DH5α containing the protease gene was spotted onto calcium caseinate agar, a clear zone appeared after incubation at 50 °C. This result demonstrated that the protease gene was expressed in this recombinant E. coli DH5α.
Identifikasi Molekuler Chlorella sorokiniana menggunakan Marka ITS dan 18S rDNA serta Produksi Karotenoid dengan Perlakuan Cahaya Muhammad Iskandar Zulkarnain; Hermin Pancasakti Kusumaningrum; Nurhayati Nurhayati; Agung Suprihadi; Muhammad Zainuri
Buletin Oseanografi Marina Vol 12, No 2 (2023): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v12i2.46705

Abstract

Chlorella sorokiniana merupakan salah satu mikroalga penghasil astaxantin. Produksi astaxantin C. sorokiniana dapat meningkat pada kondisi kultur yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan identitas C. sorokiniana secara molekuler menggunakan ITS, dan 18S rDNA, serta untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi astaxantin C. sorokiniana berdasarkan perlakuan cahaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini meliputi kultivasi mikroalga C. sorokiniana, isolasi DNA, uji kuantitatif DNA, identifikasi molekuler melalui proses amplifikasi DNA dengan PCR (Polymerase Chain Reaction) menggunakan marka molekuler ITS dan 18S rDNA, visualisasi hasil PCR dengan elektroforesis menggunakan GelDoc diikuti sekuensing DNA. Produksi astaxantin mikroalga C. sorokiniana dihitung selama 10 hari dibawah perlakuan cahaya matahari dan sinar UV. Identifikasi molekuler C. sorokiniana menggunakan ITS memperoleh dengan ukuran fragmen sebesar 500 pb, sedangkan fragmen 18S rDNA sebesar 600 pb. Pertumbuhan mikroalga C. sorokiniana kontrol pada hari ke-10 dengan kerapatan 15×106 sel/ml, sedangkan pada perlakuan cahaya matahari dan sinar UV pada hari ke-10 dengan kerapatan 38,45×106 sel/ml. Konsentrasi astaxantin yang dihasilkan mikroalga C. sorokiniana pada perlakuan kontrol mencapai tertinggi 0.3306 mg/mL dan pada perlakuan cahaya matahari dan sinar UV meningkat mencapai 0,3874 mg/mL.  Chlorella sorokiniana is one of the astaxanthin-producing microalgae. Astaxanthin production of C. sorokiniana can be increased under optimal culture conditions. This study aims to determine the molecular identity of C. sorokiniana using ITS and 18S rDNA, as well as to determine the growth and production of astaxanthin C. sorokiniana based light treatment. The methods used in this study included C. sorokiniana microalgae cultivation, DNA isolation, DNA quantitative testing, molecular identification through the process of DNA amplification with PCR (Polymerase Chain Reaction) using ITS and 18S rDNA molecular markers, visualization of PCR results by electrophoresis using GelDoc followed by sequencing DNA. The astaxanthin production of C. sorokiniana microalgae was calculated for 10 days under sunlight and UV light treatment. Molecular identification of C. sorokiniana using ITS obtained a fragment size of 500 bp, while the 18S rDNA fragment was 600 bp. The growth of C. sorokiniana microalgae was controlled on day 10 with a density of 15×106 cells/ml, whereas in the treatment of sunlight and UV light on day 10 with a density of 38,45×106 cells/ml. The concentration of astaxanthin produced by C. sorokiniana microalgae in the control treatment reached 0,3306 mg/mL and in the sunlight and UV light treatments it increased to 0,3874 mg/mL.
DIGITALISASI PENGELOLAAN KEUANGAN UMKM KABUPATEN BATANG Clara Yully Diana Ekaristi; Hermin Pancasakti Kusumaningrum; Denis; Maya Aresteria; Eiffeliena Nur'aini Fisikaningputri Purwienanti
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol 4 No 3 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i3.2253

Abstract

UMKM atau usaha mikro, kecil, dan menengah merupakan bagian yang sangat penting dan strategis dalam peningkatan perekonomian nasional, terutama berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi negara, apalagi saat ini pemerintah sedang berupaya memulihkan keadaan ekonomi pasca Covid-19. UMKM yang tangguh diawali dengan pemahaman pengelolaan keuangan yang baik. Kecamatan Bandar merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Batang yang memiliki banyak potensi sumberdaya yang dapat dikembangkan. UMKM di kecamatan Bandar kabupaten Batang Jawa Tengah yang terdiri dari berbagai jenis usaha yang semakin berkembang. Permasalahan yang dialami UMKM tersebut adalah masalah dan kendala dalam hal pengelolaan keuangan, hal ini disebabkan dengan adanya keterbatasan pemahaman pengelolaan keuangan baik secara sederhana maupun digital. Berlatar belakang dari permasalah ini, kegiatan digitalisasi pengelolaan keuangan UMKM Kabupaten Batang sebagai mitra dalam program ini. Program ini menggunakan metode ceramah dan diskusi. Kegiatan ini diawali dengan memberikan pre tes dan postes. Dilihat dari hasil penyebaran kuesioner peserta yang berprofesi sebagai wirausaha, dan memiliki berbagai jenis usaha. Dilihat dari sebelum sosialisasi digitalisasi pengelolaan keuangan terhadap peserta pelaku UMKM memiliki tingkat pemahaman sebesar 4-18% dan sesudah sosialisasi kegiatan mencapai tingkat pemahaman sebesar 100% meskipun masih tahap awal penggunaan digital. Dengah dilakukannya kegiatan sosialisasi ini, dapat dilihat bahwa tingkat pemahaman dan pengetahuan pengelolaan keuangan secara digital bagi pelaku UMKM unbu kecamatan Bandar mengalami peningkatan sehingga lebih meningkatkan kualitas dan produktivitas UMKM tersebut sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan.
Isolation and Morphological Characterization of Lead Tolerant Bacteria Associated with Perna viridis Yoshua Mario Sumbodo; Fiona Aqhila Dewi; Okti Hajeng Kristiadi; Annisa Nur Ayuningtyas; Heksa Raihan; Muhammad Zainuri; Hermin Pancasakti Kusumaningrum
Buletin Oseanografi Marina Vol 12, No 3 (2023): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v12i3.59350

Abstract

Lead is a heavy metal contamination that is released into sea waters and cannot be decomposed so it accumulation and magnification along the food chain. Efforts to explore bacteria that have tolerance and have the potential to become lead reduction agents are a strategic step in remediating lead contamination. One mechanism for lead bioremediation by bioaccumulation is to utilize metallothionein protein which can potentially be obtained from isolates of green mussel associated bacteria. Bacterial isolates associated with green mussels were obtained by isolating the bacteria and testing the tolerance of the bacterial isolates using Luria Bertani media which was added with Pb(NO3)2 at a concentration of 100 ppm and its multiples to determine their tolerance to lead. The bacterial isolates obtained were characterized based on colony and cell morphology. The results of the lead resistance test carried out showed that 11 bacterial isolates were obtained and 3 bacterial isolates had tolerance to lead with a lead concentration of 400 ppm. Bacterial isolates that are tolerant to lead show changes in cell morphology to reduce the impact of exposure to lead which has a lethal effect, because the resulting decrease in cell surface area can reduce lead absorption.
Co-Authors Agung Suprihadi Agung Suprihadi Agus Sabdono Agus Setiadi Agus Subagio Alfiatuzzahra, Diva Anggoro, Naufal Sebastian Annisa Fadillah Annisa Nur Ayuningtyas Anto Budiharjo Anto Budiharjo Ardan, Kanaya Chandra Ajeng Sotya Arina Tri Lunggani Arina Tri Lunggani Aris Ismanto Asih Rismiarti, Asih Athried Elsima Az-Zahra, Salwa Zubaidah Azis Rifai Badzlin, Zahrah Syahmina Baskoro Rochaddi Bintoro Rudi Saputro, Bintoro Rudi Budi Raharjo Christina Ratna Handayani, Christina Ratna Christina Retna Handayani, Christina Retna Clara Yully Diana Ekaristi Denis Denny Nugroho Sugianto Denny Nurkertamanda Dinalhaq, Putri Cahya Dinda Khairunnisa, Dinda Djuara P Lubis Doktorasaintifika, Heradita Kaniaazzahra Dudi Hardianto, Dudi Eiffeliena Nur'aini Fisikaningputri Purwienanti Eko Purnomo Eko Purnomo Elke Gildantia Elsima, Athried Endang Dwi Purbajanti Endang Kusdiyantini Erfianti, Tia Fiona Aqhila Dewi Fitri Arum Sasi, Fitri Arum Furgeva, Natasha Gentur Handoyo Hadi Endrawati Hapsari, Hererapratita Aysha Heksa Raihan Hererapratita Aysha Hapsari Herida, Azalia Puspa Hersugondo Hersugondo Herusugondo Herusugondo Hidayati, Bintang Nurul Imam Misbach Imam Mishbach Indah Sulistyarini Indras Marhaendrajaya Is Helianti IS HELIANTI Isnaeni, Aissya Safriliana Istiana, Rohma Ita Widowati Izzudin, Maulana Zidan Jihadi, Muhammad Shulhan Joedoro Sudarsono Karima, Radhita Kurniantoro, Vangga Deswanto Prasetyo Kurniawati, Mufida Budi Lilis Sugiarti Lilis Sugiarti Lina Mulyawati Maharani, Prabaswara Nasywa Maria, Atina Marissa Angelina Maulidya, Shaula Dzikra Mawarni, Shelina Nurunnisa Maya Aresteria MG Isworo Rukmi Monalita, Ramadhebi Muhammad Amal Nurhakim, Muhammad Amal Muhammad Anwar Djaelani Muhammad Iskandar Zulkarnain Muhammad Iskandar Zulkarnain Muhammad Mulyadi, Muhammad Muhammad Zainuri Mulyawati, Lina Natasha Furgeva Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Okti Hajeng Kristiadi Pasha, Muhammad Affan Rahayu, Annisa Rizky Razana, Aqila Khaira Rejeki Siti Ferniah Retno Hartati Risma Wiharyanti Rizko, Nurmalisa Robertus Triaji Mahendrajaya Roslenawati Roslenawati Rudhi Pribadi Safirah, Dearesty Sarwo Edi Wibowo, Sarwo Edi Sekar Meliana Shasabila, Analies Devi Siti Maimunah Siti Nur Jannah Siti Nur Jannah Sonny Abdi Setiyawan, Sonny Abdi Sri Pujiyanto Sri Pujiyanto Sri Pujiyanto Sri Pujiyanto Sri Rustini Subagiyo Subagiyo Suryani, Oda Gracia Ariela Sutrisno Anggoro Tony Hadibarata, Tony Tri Rahayu, Hesti Triwibowo Yuwono Wahyu Dewi Utari Haryanti Wahyuningsih, Candra Wardaja, Bodhicitta Widianingsih Widianingsih Wijanarka Wijanarka Yann Hardivillier Yason Lukman Sudjito, Yason Lukman Yosef Purwoko Yoshua Mario Sumbodo Yudi Yunanto Yumna Rahmadias Hanifa Yunior William Susanto Yuvita Muliastuti