Claim Missing Document
Check
Articles

Ekspresi Gen Penyandi Peroksidase Cabai Merah (Capsicum Annuum L.) (Caper) sebagai Respons terhadap Fusarium Oxysporum Athried Elsima; Rejeki Siti Ferniah; Hermin Pancasakti Kusumaningrum
Jurnal Akademika Biologi Vol. 8 No. 2 Juli 2019
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.391 KB)

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas pertanian penting di Indonesia yang sering terkena serangan OPT ( organisme pengganggu tanaman) misalnya Fusarium oxysporum. Tanaman cabai merah memiliki sifat ketahanan kimiawi aktif yaitu mengekspresikan peroksidase sebagai respons terhadap infeksi patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekspresi gen penyandi peroksidase pada tanaman cabai merah sebagai respons terhadap jamur F. oxysporum. Penelitian ini diawali dengan inokulasi jamur pada tanaman cabai merah dilakukan dengan metode rendaman akar. Analisis ekspresi gen penyandi peroksidase menggunakan qRT-PCR dilakukan pada gen CaPer dengan gen 18s rRNA sebagai gen pembaku, pada interval 6, 48, dan 96 jam setelah inokulasi. Hasil penelitian gen CaPer terekspresi paling tinggi pada 6 jam setelah inokulasi. 
The Effect of Various Salinity Level on the Growth and Characterization of Dunaliella sp Isolated from Jepara Waters Hermin Pancasakti Kusumaningrum; Endang Kusdiyantini; Triwibowo Yuwono; Joedoro Sudarsono
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 9, No 3 (2004): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.064 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.9.3.136-140

Abstract

Dunaliella adalah salah satu biota dengan kandungan β-carotene cukup tinggi. Upaya optimalisasi produksi bcarotene pada Dunaliella berhadapan dengan beberapa masalah kultivasi, untuk mendapatkan species yang paling potensial. Hal ini terkait dengan keterbatasan pengetahuan karakteritik ecophysiologi. Alga hijau Dunaliella diketahui dapat tumbuh pada media dengan kandungan garam yang cukup tinggi, namun karena pemahaman characteristik yang keliru dapat menyebabkan identifikasi yang salah pada satu species dalam genus Dunaliella. Kultur laboratoris pada media microcosms berdasarkan salinitas telah dilakukan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan dan karakterisasi Dunaliella sp. dari perairan Jepara. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Dunaliella sp. dapat beradaptasi pada salinitas 0 sampai dengan 30 ‰. Berdasarkan kepada perubahan warna pigmen Dunaliella sp. yang tidak menjadi merah pada media pemeliharaan sampai dengan 25 ‰, maka jenis yang dijumpai di Jepara mempunyai karakter dan secara taksonomis berafiliasi dengan Dunaliella viridis.Kata kunci: Dunaliella sp, Salinity, Growth, CharacterizationDunaliella is one the most enriched β-carotene eucaryotic organism known. The attempt to optimize bcarotene production from Dunaliella has faced with several problems related to its growth management,which was suspectedly unable to meet the needs of the cultured species. This is primarily because the ecophysiological characteristic affecting growth of Dunaliella have not been sufficiently understood. It wasknown that the halophilic species of the green alga Dunaliella was grown in concentrated salt solutions, but based on this characterization, some misnamed of species in genus Dunaliella also have arisen due to wrongcharacterization understanding. Laboratory cultures and mixed-species microcosms were used to asses the growth and characterization of Dunaliella sp. from Jepara Coastal Region with special emphasis on the several factors that affecting growth of organisms including salinity. The result showed that Dunaliella sp. could adapted to a variety of salt concentration from as low as 0.0 % to salt saturation of about 30 ‰. Based on its pigment colour that Dunaliella sp. doesn’t turn red in the growth on salinities up to 25 ‰, it can be characterized and affiliated taxonomically as Dunaliella viridis.Key words: Dunaliella sp, Salinity, Growth, Characterization
Molecular Determination of a Gren Algae Isolate to Detecting 1-Deoxy-D-Xylulose-5-phosphate Synthase (DXS) Gene in Improvement of Carotenoid Production Hermin Pancasakti Kusumaningrum; Joedono Soedarsono
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 11, No 2 (2006): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.166 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.11.2.79-86

Abstract

Sintesis karotenoid alami belum pernah melebihi produk sintetik pada skala komersial. Kurangnya pemahaman mengenai aspek mikrobiologis dan ekofisiologis isolat penghasil karotenoid menyebabkan terjadinya kesalahan penamaan spesies. Satu isolat lokal alga hijau dari BBAP Jepara yang digunakan sebagai pakan alami sumber karotenoid hewan-hewan perikanan, pada mulanya dianggap sebagai Dunaliella. Namun pengembangan produksi karotenoid menggunakan teknologi rekayasa genetik dan rekayasa metabolit terhadap isolat algahijau lebih lanjut memperlihatkan ketidaksesuaian hasil dengan penamaan yang ada. Akumulasi karotenoid jalur non-MVA pada alga hijau ditentukan oleh enzim D-1-Deoksixilulosa 5-fosfat Sintase, yang disandi oleh gen D-1-deoksixilulosa 5-fosfat sintase (DXS). Determinasi spesies secara molekuler menjadi penting dilakukan untuk menentukan spesies isolat dan jalur biosintesis karotenoid yang digunakan. Hasil determinasi digunakan untuk analisis keserupaan putative partial fragment gen DXS Isolat alga hijau yang telah berhasil diperolehpada penelitian sebelumnya. Tujuan utama penelitian ini adalah menentukan spesies satu isolat lokal alga hijau secara molekuler menggunakan 23S rRNA untuk mendeteksi keberadaan gen DXS penyandi biosintesis karotenoid. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Isolat alga hijau menunjukkan keserupaan yang tinggi dengan anggota-anggota Sianobakteria. Keserupaan tertinggi dimiliki dengan  Cyanobacterium sp. MBIC 1021 sebesar 99 %, diikuti Synechocystis PCC6308 sebesar 95 %. Satu-satunya anggota Cyanobacteria yangmemiliki gen DXS adalah Synechocystis. Hasil analisis keserupaan parsial gen DXS isolat alga hijau terhadap tujuh parsial gen DXS pada daerah lestari yang telah ditemukan, memperlihatkan bahwa putative partialfragment gen DXS Isolat lokal alga hijau juga memiliki keserupaan tertinggi dengan gen DXS Sianobakteria Synechocystis.Kata kunci: isolasi alga hijau, Dunaliella, gen DXS, 23S rRNA, Cyanobacteria, SynechocystisCarotenoids production levels are not yet competitive with carotenoid levels presently produced by fermentation, synthesis and isolation. It needs application of metabolic engineering and genetic engineeringtechniques in improving their production. An attempt to optimize carotenoid production from local isolate of green algae from BBAP Jepara has faced several problems, primarily related to the microbiological and ecophysiological characteristic which affecting growth that have not sufficiently been understood. A misnamed of species also have arisen due to wrong characterization. One local isolate of an algal species from BBAPJepara was found potentially useful as source of carotenoids in food additives or as food supplement in fish farming. It was suspected as representing a strain of Dunaliella. Previous studies to improve carotenoidproduction using molecular approach on have shown unagreement. Therefore, the present study aimed to determinate the species of green algae isolate from Jepara waters based on molecular techniques using 23S rRNA approach for detecting DXS gene. Molecular analysis by 23S rRNA alignment showed the close relationship among isolate of green algae and most all of member of Cyanobacteria. Closest similarities wasshowed by Cyanobacterium sp. MBIC 1021 with 99 % similarity and Synechocystis PCC6308 with 95 % similarity. Synechocystis was the only member of Cyanobacteria which have DXS gene. Multiples aligmentsequences of partial DXS gene on the conserve region among seven species confirmed this result. The DXS gene analysis also showed closest relationship between partial DXS gene of Cyanobacteria Synechocystis anda green algae isolate. The result of this analysis proven as valuable parameter for the interpretation of the relation among DXS gene of a green algae isolate and Cyanobacteria and increase the possibility in getting the complete DXS gene from local isolate of green algae by designing primers from DXS gene of Synechocystis as a member of Cyanobcteria.Key words: a green algae isolate, Dunaliella, DXS gene, 23S rRNA, Cyanobacteria, Synechocystis
Indonesian red chilli (Capsicum annuum L.) capsaicin and its correlation with their responses to pathogenic Fusarium oxysporum Rejeki Siti Ferniah; Sri Pujiyanto; Hermin Pancasakti Kusumaningrum
NICHE Journal of Tropical Biology Vol. 1, No. 2, Year 2018
Publisher : Department of Biology, Faculty of Sciences and Mathematics, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.917 KB) | DOI: 10.14710/niche.1.2.7-12

Abstract

Red chili is a commercial crop for the food industry in Indonesia. There are some categories of red chili based on their pungency. The hot chili usually has more capsaicin than the sweet chili. Some cultivars may have more resistance to pathogen infection than the others. This research aimed to analyze the disease resistance of red chili cultivars from Indonesia against pathogenic Fusariumoxysporum and the correlation with capsaicin contents. Disease resistance was examined by determination of the Disease Severity Index (DSI) 15 dpi (days post inoculation). The correlation was analyzed by the regression coefficient. The result showed that the most resistance cultivar against F. oxysporum was Branang, while Lembang-1displayed the contrary. There was not a correlation of capsaicin content with the chili resistance to F. oxysporum.
CHARACTERIZATION OF 18S RIBOSOMAL RNA FRAGMENT FROM Solanum tuberosum L. var. Granola POTATO Yunior William Susanto; Hermin Pancasakti Kusumaningrum; Siti Nur Jannah; Sri Rustini
Scripta Biologica Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.814 KB) | DOI: 10.20884/1.sb.2018.5.1.760

Abstract

Potato (Solanum tuberosum L.) is a prime horticultural commodity. One of the varieties of potato that widely cultivated in Indonesia is Granola. This study characterized the variety Granola based on the 18S sequences of rRNA gene fragment. The 18S sequences were used to distinguish the Granola and determine the differentiating characters from other Solanum based on those sequences data. The characterization was completed in three main steps including DNA isolation from potato leaf using Doyle & Doyle method, amplification of the 18S gene fragment, and DNA sequencing. The amplification of 18S gene fragment by a PCR method obtained 528 bp sequences. The BLAST search using NCBI web service confirmed that Granola potato has 99% matching sequence with S. tuberosum. The phylogenetic reconstruction further indicates the S. tuberosum var. Granola used in this study deeply nested with the reference sequence X67238.1, a potato from Europe.
INOVASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA DALAM PEMBUATAN PRODUK HAND SANITIZER BERBASIS MINYAK ATSIRI UNTUK PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI BLADO BATANG hermin pancasakti kusumaningrum
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak atsiri merupakan produk unggulan Desa Blado Kabupaten Batang. Kendala pemasaran yang utama pada minyak nilam umumnya adalah mata rantai perdagangan yang dipermainkan harga pasar yang tidak stabil. Inovasi TTG berupa produk berbasis minyak atsiri sangat diperlukan untuk membantu perekonomian petani pada saat harga minyak atsiri turun. Tujuan dari kegiatan ini adalah pembuatan hand sanitizer melalui aplikasi teknologi  yang mudah dbuat oleh kelompok wanita tani dan bernilai ekonomi cukup tinggi. Seluruh proses pembuatan merujuk kepada modul Produk Olahan Nilam dengan hak cipta nomor EC00201845071. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui penyuluhan dan praktek pembuatan produk hand sanitizer, yang dilakukan secara berulang-ulang dan dilakukan pengujian produk secara rutin. Produk tersebut telah mampu dibuat ibu-ibu kelompok wanita tani dan telah dijual dengan harga yang cukup ekonomis. Pada akhir kegiatan, inovasi TTG berbasis atsiri tidak hanya memberi pengetahuan baru melalui  aplikasi teknologi  bagi kelompok wanita tani namun juga telah meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Blado Kabupaten Batang.
IDENTIFIKASI MOLEKULER JERUK NIPIS TEGAL BERDASARKAN FRAGMEN GEN 18S RIBOSOMAL RNA Yumna Rahmadias Hanifa; Sri Pujiyanto; Rejeki Siti Ferniah; Hermin Pancasakti Kusumaningrum
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 8 No. 2 (2021): December 2021
Publisher : Balai Bioteknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.43 KB) | DOI: 10.29122/jbbi.v8i2.4883

Abstract

Tegal’s lime is a lime that grows in the coastal areas with high salinity, and research on the molecular identification of Tegal’s lime has never been done before. This study aims to determine the molecular identity and its phylogenetic relationship with other oranges in GenBank. DNA isolation was carried out using CTAB. The best DNA purity was 1.883 while the highest DNA concentration was 464.83 ng/?L. DNA amplification was carried out using the PCR method which consisted of denaturation, annealing, and extension steps. DNA was electrophoresed with agarose gel. The DNA band size was 572 bp. The fraqment of 18S rRNA of Tegal’s lime has a greatest similarity of 99,64% with Citrus sinensis, while based on phylogenetic tree it has a closest relationship with C. aurantium (bootstrap value 33%). The alignment of Tegal’s lime against the C. aurantium sample showed that there were 2 gaps and 4 base changes, while the alignment with other oranges and C. medica as an ancestral showed that there were transition and transversion at the 130th and 560th nucleotide respectively. Jeruk nipis Tegal merupakan jeruk nipis yang tumbuh pada daerah pesisir yang memiliki salinitas cukup tinggi dan penelitian tentang identitas jeruk nipis Tegal masih belum pernah dilakukan sebelumnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identitas jeruk nipis Tegal secara molekuler dan mengetahui hubungan kekerabatannya dengan jeruk lainnya pada GenBank. Isolasi DNA dilakukan dengan menggunakan CTAB. Kemurnian DNA terbaik yaitu 1,883 sedangkan konsentrasi DNA tertinggi adalah 464,83 ng/?L. Amplifikasi DNA dilakukan dengan menggunakan metode PCR yang terdiri dari tahap denaturasi, anealing, dan ekstensi. DNA dianalisis menggunakan elektroforesis gel agarosa. Ukuran pita DNA yang didapatkan yaitu 572 pb. Fragmen gen 18S rRNA jeruk nipis Tegal memiliki kesamaan yang paling tinggi dengan Citrus sinensis sebesar 99,64% sedangkan berdasarkan analisis filogenetik, memiliki hubungan kekerabatan yang paling dekat dengan C. aurantium (nilai bootstrap sebesar 33%). Hasil pensejajaran jeruk nipis Tegal terhadap sampel C. aurantium menunjukkan adanya 2 gap dan 4 perubahan basa sedangkan pensejajaran yang dilakukan antara jeruk nipis Tegal dengan jeruk lain dan jeruk nenek moyang C. medica menunjukkan adanya 1 transisi pada basa ke-130 dan 1 transversi pada basa ke-560.
Pelatihan Pembuatan VCO Menggunakan Isolat Bakteri Asam Laktat Asal Usus Ayam dan Pemanfaatan Limbahnya Menjadi Pupuk Cair di Kelurahan Jerakah Semarang Siti Nur Jannah; Hermin Pancasakti Kusumaningrum; Rejeki Siti Ferniah; Sri Pujiyanto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.366 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.822

Abstract

Semarang dengan berbagai kekayaan Sumber Daya Hayati (SDH) yang sangat melimpah, terutama dalam hal ini kelapa belum dimanfaatkan dan diolah secara optimal, sehingga kontribusinya dalam peningkatan ekonomi masyarakat masih belum dirasakan. Berdasarkan latar belakang tersebut, kami akan mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan IPTEKS yang sudah kami lakukan dalam skala laboratorium, berupa diversifikasi produk olahan berbasis santan kelapa yang dapat digunakan untuk membuat VCO (Virgin Coconut Oil). Tujuan program pengabdian masyarakat adalah mengaplikasikan teknologi fermentasi oleh bakteri asamlaktat menggunakan santan kelapa untuk pembuatan VCO dan pupuk cair di kelompok PKK dan guru-guru di Madrasah Ibtidaiyyah Walisongo Jerakah Semarang. Metodologi yang digunakan adalah penyuluhan dan praktek tentang pembuatan VCO dan penanganan limbahnya menjadi pupuk cair. Hasil dari Pengabdian ini adalah produk, metode/teknologi tepat guna, dan publikasi. Diharapkan pembuatan produk VCO dan pupuk cair yang dihasilkan memberi manfaat pengetahuan tentang fermentasi dan dapat digunakan sebagai usaha inisiasi bisnis bagi kelompok PKK dan guru di Jerakah Semarang.
Cloning of a Gene Encoding Protease from Bacillus halodurans CM1 into Escherichia coli DH5α and Expression Analyses of the Gene Product Helianti, Is; Furgeva, Natasha; Mulyawati, Lina; Ferniah, Rejeki Siti; Kusumaningrum, Hermin Pancasakti
Makara Journal of Science Vol. 22, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bacillus halodurans strain CM1 is an Indonesia alkalothermophilic bacterium isolated from Cimanggu Hot Spring, Bandung, West Java. This bacterial strain produces high levels of thermoalkalophilic xylanase. It has also been predicted to produce other potential industrial enzymes, including protease. For production and application of protease in the future, the protease gene from B. halodurans CM1 was cloned into Escherichia coli. The protease gene was isolated from B. halodurans CM1 by the PCR approach using primers designed based on the GenBank. The PCR product was then ligated into pGEM-T Easy vector, transformed into E. coli DH5α, verified, and analyzed based on DNA sequencing data using the BLAST search tool. A 1086-bp protease gene was obtained that exhibited a very high sequence similarity (99%) with that of alkaline protease gene from B. halodurans C-125. When the culture of this positive recombinant E. coli DH5α containing the protease gene was spotted onto calcium caseinate agar, a clear zone appeared after incubation at 50 °C. This result demonstrated that the protease gene was expressed in this recombinant E. coli DH5α.
Identifikasi Molekuler Chlorella sorokiniana menggunakan Marka ITS dan 18S rDNA serta Produksi Karotenoid dengan Perlakuan Cahaya Muhammad Iskandar Zulkarnain; Hermin Pancasakti Kusumaningrum; Nurhayati Nurhayati; Agung Suprihadi; Muhammad Zainuri
Buletin Oseanografi Marina Vol 12, No 2 (2023): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v12i2.46705

Abstract

Chlorella sorokiniana merupakan salah satu mikroalga penghasil astaxantin. Produksi astaxantin C. sorokiniana dapat meningkat pada kondisi kultur yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan identitas C. sorokiniana secara molekuler menggunakan ITS, dan 18S rDNA, serta untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi astaxantin C. sorokiniana berdasarkan perlakuan cahaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini meliputi kultivasi mikroalga C. sorokiniana, isolasi DNA, uji kuantitatif DNA, identifikasi molekuler melalui proses amplifikasi DNA dengan PCR (Polymerase Chain Reaction) menggunakan marka molekuler ITS dan 18S rDNA, visualisasi hasil PCR dengan elektroforesis menggunakan GelDoc diikuti sekuensing DNA. Produksi astaxantin mikroalga C. sorokiniana dihitung selama 10 hari dibawah perlakuan cahaya matahari dan sinar UV. Identifikasi molekuler C. sorokiniana menggunakan ITS memperoleh dengan ukuran fragmen sebesar 500 pb, sedangkan fragmen 18S rDNA sebesar 600 pb. Pertumbuhan mikroalga C. sorokiniana kontrol pada hari ke-10 dengan kerapatan 15×106 sel/ml, sedangkan pada perlakuan cahaya matahari dan sinar UV pada hari ke-10 dengan kerapatan 38,45×106 sel/ml. Konsentrasi astaxantin yang dihasilkan mikroalga C. sorokiniana pada perlakuan kontrol mencapai tertinggi 0.3306 mg/mL dan pada perlakuan cahaya matahari dan sinar UV meningkat mencapai 0,3874 mg/mL.  Chlorella sorokiniana is one of the astaxanthin-producing microalgae. Astaxanthin production of C. sorokiniana can be increased under optimal culture conditions. This study aims to determine the molecular identity of C. sorokiniana using ITS and 18S rDNA, as well as to determine the growth and production of astaxanthin C. sorokiniana based light treatment. The methods used in this study included C. sorokiniana microalgae cultivation, DNA isolation, DNA quantitative testing, molecular identification through the process of DNA amplification with PCR (Polymerase Chain Reaction) using ITS and 18S rDNA molecular markers, visualization of PCR results by electrophoresis using GelDoc followed by sequencing DNA. The astaxanthin production of C. sorokiniana microalgae was calculated for 10 days under sunlight and UV light treatment. Molecular identification of C. sorokiniana using ITS obtained a fragment size of 500 bp, while the 18S rDNA fragment was 600 bp. The growth of C. sorokiniana microalgae was controlled on day 10 with a density of 15×106 cells/ml, whereas in the treatment of sunlight and UV light on day 10 with a density of 38,45×106 cells/ml. The concentration of astaxanthin produced by C. sorokiniana microalgae in the control treatment reached 0,3306 mg/mL and in the sunlight and UV light treatments it increased to 0,3874 mg/mL.
Co-Authors Agung Suprihadi Agung Suprihadi Agus Sabdono Agus Setiadi Agus Subagio Anggoro, Naufal Sebastian Annisa Fadillah Annisa Nur Ayuningtyas Anto Budiharjo Arina Tri Lunggani Aris Ismanto Asih Rismiarti, Asih Athried Elsima Azis Rifai Baskoro Rochaddi Bintoro Rudi Saputro, Bintoro Rudi Budi Raharjo Chatarina Umbul Wahyuni Choirunnisaa, Nadia Maharani Jasmine Christina Ratna Handayani, Christina Ratna Christina Retna Handayani, Christina Retna Clara Yully Diana Ekaristi Denis Denny Nugroho Sugianto Dinda Khairunnisa, Dinda Doktorasaintifika, Heradita Kaniaazzahra Dudi Hardianto, Dudi Eiffeliena Nur'aini Fisikaningputri Purwienanti Eko Purnomo Elke Gildantia Elsima, Athried Endang Dwi Purbajanti Endang Kusdiyantini Erfianti, Tia Fiona Aqhila Dewi Fitri Arum Sasi, Fitri Arum Furgeva, Natasha Gentur Handoyo Hadi Endrawati Heksa Raihan Hererapratita Aysha Hapsari Herida, Azalia Puspa Hersugondo Hersugondo Hersugondo Hersugondo Herusugondo Herusugondo Imam Misbach Imam Mishbach Indah Sulistyarini Indras Marhaendrajaya Is Helianti IS HELIANTI Istiana, Rohma Ita Widowati Izzudin, Maulana Zidan Jihadi, Muhammad Shulhan Joedono Soedarsono Joedoro Sudarsono Karima, Radhita Kurniawati, Mufida Budi Lilis Sugiarti Lilis Sugiarti Lina Mulyawati Maria, Atina Mawarni, Shelina Nurunnisa Maya Aresteria MG Isworo Rukmi Monalita, Ramadhebi Muhammad Amal Nurhakim, Muhammad Amal Muhammad Anwar Djaelani Muhammad Iskandar Zulkarnain Muhammad Iskandar Zulkarnain Muhammad Mulyadi, Muhammad Muhammad Zainuri Mulyawati, Lina Natasha Furgeva Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Okti Hajeng Kristiadi Rahayu, Annisa Rizky Rejeki Siti Ferniah Retno Hartati Risma Wiharyanti Rizko, Nurmalisa Robertus Triaji Mahendrajaya Roslenawati Roslenawati Rudhi Pribadi Safirah, Dearesty Sarwo Edi Wibowo, Sarwo Edi Siti Nur Jannah Siti Nur Jannah Solly Aryza Sonny Abdi Setiyawan, Sonny Abdi Sri Pujiyanto Sri Pujiyanto Sri Pujiyanto Sri Pujiyanto Sri Rustini Subagiyo Subagiyo Sulis Setyowati, Sulis Suryani, Oda Gracia Ariela Sutrisno Anggoro Tony Hadibarata, Tony Tri Rahayu, Hesti Triwibowo Yuwono Wahyu Dewi Utari Haryanti Wahyuningsih, Candra Widianingsih Widianingsih Wijanarka Wijanarka Yann Hardivillier Yason Lukman Sudjito, Yason Lukman Yosef Purwoko Yoshua Mario Sumbodo Yudi Yunanto Yumna Rahmadias Hanifa Yunior William Susanto Yuvita Muliastuti