Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pigmen Karotenoid dan Uji Aktivitas Antibakteri Serta Karakterisasi Daerah Penanda ITS dari Nannochloropsis oculata Herida, Azalia Puspa; Kusumaningrum, Hermin Pancasakti; Kusdiyantini, Endang
Berkala Bioteknologi Vol. 3, No. 1, April 2020
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nannochloropsis oculata merupakan mikroalga yang umum digunakan pada pakan tambahan budidaya hewan laut. Mikroalga N. oculata mampu menghasilkan pigmen karotenoid salah satunya β-karoten berfungsi sebagai antioksidan serta senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai agen antibakteri. Penamaan mikroalga N. oculata dari Gondol Bali hanya dilakukan berdasarkan pengamatan mikrobiologis, karakterisasi biokimia, dan ekofisiologis tetapi belum dianalisis hingga tingkat molekuler. Identifikasi molekuler mikroalga dapat dilakukan pada daerah penanda ITS (Internal Transcribed Spacer) hingga di tingkat spesies. Tujuan penelitian yaitu, menganalisis kandungan pigmen karotenoid berupa β-karoten, menguji kemampuan N. oculata sebagai agen antibakteri, serta karakterisasi molekuler N. oculata menggunakan daerah penanda ITS. Metode penelitian ini meliputi kultivasi mikroalga, analisis pigmen β-karoten, uji antibakteri kultur N. oculata, isolasi DNA menggunakan metode Doyle & Doyle, amplifikasi daerah ITS menggunakan primer ITS 4 dan ITS 5, sekuensing DNA hasil amplifikasi, analisis filogenetik melalui program BLAST, Clustal X, NJ Plot, dan MEGA 6. Hasil penelitian diketahui bahwa analisis pigmen β-karoten mengalami peningkatan kadar β-karoten selama masa kultur dan menurun pada fase stasioner. Kadar β-karoten tertinggi sebesar 0,08 µg/mL. Kultur N. oculata mampu menghambat pertumbuhan bakteri uji dengan kategori hambat sedang terhadap bakteri Gram negatif Eschericia coli dan Gram positif Staphylococcus aureus. Amplifikasi daerah penanda ITS menggunakan metode PCR menghasilkan sekuens sebesar 985 bp. Hasil BLAST menunjukkan N. oculata memiliki kemiripan sekuen sebesar 99,43% dengan N. oceanica. Penelitian ini disimpulkan bahwa N. oculata memiliki pigmen β-karoten yang dihasilkan selama masa pertumbuhan mikroalga. Kultur N. oculata yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri uji dengan semakin banyak volume yang diberikan daya hambat yang dihasilkan semakin besar. N. oculata berdasarkan pohon filogenetik berkerabat dekat dengan sekuen referensi N. oceanica strain IMP-BG-006.
Antioxidant Activity of Red Ginger Kombucha (Zingiber officinale var. rubrum) with Various Fermentation Time and Palm Sugar Concentrations Choirunnisaa, Nadia Maharani Jasmine; Jannah, Siti Nur; Lunggani, Arina Tri; Pujiyanto, Sri; Kusumaningrum, Hermin Pancasakti
Journal of Applied Food Technology Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Dept. Food Technology, Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17728/jaft.23277

Abstract

The use of red ginger (Zingiber officinale var. rubrum) as the primary ingredient of kombucha is a diversification to increase the antioxidant activity of kombucha. The presence of gingerol dan shogaol in red ginger acts as a potential antioxidant, while the use of palm sugar serves as an additional source of antioxidants and alternative source of sucrose from regular granulated sugar. The fermentation time and the amount of sugar used are two variables that affect the kombucha’s fermentation process. This study aims to examine the effect of various fermentation times and palm sugar concentrations on the antioxidant activity, pH, alcohol content, and organoleptic properties of red ginger kombucha. The methods used were antioxidant test with DPPH, pH test, alcohol content, and organoleptic test with 20 panelist. The results indicate that variations in fermentation time and concentration of palm sugar have a significanr effect (α = 0.05) on the antioxidant activity with IC50 values ranging from 27.89 ppm to 46.77 ppm, categorized as very strong antioxidant activity. The characteristics of red ginger kombucha includes pH 3.6 to 4.6, alcohol content 0.2% to 0.3%, and organoleptic properties varying from moderately liked to liked. Red ginger kombucha fermented for 12 days with 20% palm sugar showed an IC50 value of 40.28 ppm, which categorized into very strong antioxidant activity and is most preferred by the panelists with organoleptic scores of color attribute at 4, aroma at 3.65, and taste at 4.
Deteksi Gen DXS dan Penentuan Jalur Biosintesis Karotenoid pada Chlorella pyrenoidosa Monalita, Ramadhebi; Kusumaningrum, Hermin Pancasakti; Budiharjo, Anto
Berkala Bioteknologi Vol. 5, No. 1, April 2022
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Natural carotenoid synthesis has never exceeded synthetic products on a commercial scale. Lack of understanding of the microbiological and ecophysiological aspects of carotenoid-producing isolates leads to misidentification of species. One local isolate of green algae is used as a natural food source of carotenoids in the food industry, namely Chlorella pyrenoidosa. Carotenoid accumulation of the nonMVA pathway in green algae is determined by the enzyme D-1-deoxyxylulose 5-phosphate synthase, which is encoded by the D-1-deoxyxylulose 5-phosphate synthase (DXS) gene. The main purpose of this study was to detect the DXS gene as a carotenoid biosynthetic key enzyme encoder in C. pyrenoidosa whether or not to follow the non-MVA pathway for carotenoid biosynthesis or not. Morphological and ecophysiological characterization methods are carried out based on periodic observations and DXS gene detection using the guide Kuzuyama (2000). The results of the analysis of the similarity of the C. pyrenoidosa DXS gene in sustainable areas show that it can detect partial DXS genes from Chlamydomonas reinhardtii. The absence of growth inhibition in C. pyrenoidosa with lovastatin shows a non-MVA pathway that is the pathway used in carotenoid biosynthesis.
Analisis SNP (Single Nucleotide Polymorphism) Promotor GEN IL-10 pada Penderita Filariasis Maria, Atina; Budiharjo, Anto; Kusumaningrum, Hermin Pancasakti
Berkala Bioteknologi Vol. 4, No. 2, November 2021
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filariasis limfatik merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh nematoda dari jenis Wuchereria bancrofti dan Brugia malayi dewasa yang menghuni jaringan limfatik. Filariasis limfatik ini disebarkan oleh empat genus nyamuk, yaitu, Anopheles, Culex, Aedes dan Mansonia. Respon imun terhadap parasit filaria terdiri dari Thelper2 (Th2) dan melibatkan produksi cytokin –IL-4, IL-5, IL-9, IL-10, dan IL-13, isotype antibody—IgG1, IgG4 and IgE, dan meningkatnya populasi eosinophils dan makrofag yang aktif. Polimorfisme pada daerah promotor gen IL-10 diidentifikasi berhubungan dengan tinggi rendahnya produksi IL-10 pada sel darah perifer pada stimulasi in vitro dengan lipopolysacharide (LPS). Sampel diambil dari penderita filariasis, kemudian diekstraksi dan diamplifikasi pada posisi -1082, -819, -592. Hasil amplifikasi kemudian di restriksi dan di sekuensing. Hasil penelitian dari sampel penderita filariasis yang diteliti menunjukan memiliki haplotip ACA pada analisis RFLP. Analisis hasil sekuensing menggunakan dua aplikasi, yaitu DNA baser dan Bioedit. Analisis menggunakan DNA baser dan Bioedit serta dibandingkan dengan tag SNP didapatkan satu SNP. Perbandingan antara sekuens DNA yang didapatkan dengan tag SNP mandapatkan haplotip CC.
EKSPRESI GEN PENYANDI PEROKSIDASE CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) (CaPer) SEBAGAI RESPONS TERHADAP Fusarium oxysporum Elsima, Athried; Kusumaningrum, Hermin Pancasakti; Ferniah, Rejeki Siti
Berkala Bioteknologi Vol. 6, No. 1, April 2023
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas pertanian penting di Indonesia yang sering terkena serangan OPT ( organisme pengganggu tanaman) misalnya Fusarium oxysporum. Tanaman cabai merah memiliki sifat ketahanan kimiawi aktif yaitu mengekspresikan peroksidase sebagai respons terhadap infeksi patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekspresi gen penyandi peroksidase pada tanaman cabai merah sebagai respons terhadap jamur F. oxysporum. Penelitian ini diawali dengan inokulasi jamur pada tanaman cabai merah dilakukan dengan metode rendaman akar. Analisis ekspresi gen penyandi peroksidase menggunakan qRT-PCR dilakukan pada gen CaPer dengan gen 18s rRNA sebagai gen pembaku, pada interval 6, 48, dan 96 jam setelah inokulasi. Hasil penelitian gen CaPer terekspresi paling tinggi pada 6 jam setelah inokulasi.
Tingkat Kontaminasi Tembaga dan Timbal pada Perairan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Purnomo, Eko; Kusumaningrum, Hermin Pancasakti; Budiharjo, Anto; Lunggani, Arina Tri
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 5 (2025): September 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.5.1378-1384

Abstract

ABSTRAKPencemaran polutan logam berat tembaga (Cu) dan timbal (Pb) di perairan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang (PTES), diakibatkan oleh dampak aktivitas pelabuhan, pelayaran, proses industri dan buangan limbah domestik perkotaan. Hal ini berdampak negatif pada keberlanjutan ekosistem akuatik dan masyarakat setempat, sehingga diperlukan kajian terkait pencemaran logam berat tembaga dan timbal di perairan PTES. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan referensi mengenai kondisi terkini terkait tingkat pencemaran logam Cu dan Pb di perairan PTES, serta membandingkan tingkat cemaran terhadap standar kualitas lingkungan. Metode penelitian ini mengukur konsentrasi Cu dan Pb pada lapisan sedimen dan perairan di tiga stasiun sampling. Metode pengukuran logam Cu dan Pb menggunakan metode Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Data konsentrasi logam berat yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan standar kualitas sedimen (Sediment Quality Guidelines, SQG) dari U.S. Environmental Protection Agency (US EPA) untuk sampel sedimen dan standar PP RI No. 22 Tahun 2021 untuk sampel air, untuk mendapatkan status cemaran Cu dan Pb. Berdasarkan hasil kajian, status cemaran Cu dan Pb di sedimen berada dalam kategori tidak tercemar (SQG US EPA). Dimana konsentrasi logam berat tertinggi berada pada stasiun 1 dengan konsentrasi Cu yaitu 10.99 ppm dan konsentrasi Pb yaitu 0.03 ppm. Sedangkan status cemaran Cu dalam perairan berada dalam kategori aman dengan konsnetrasi Cu pada semua stasiun yaitu 0.01 ppm. Sementara itu, status Pb dalam perairan berada di atas baku mutu dan tercemar berdasarkan PP RI No. 22 Tahun 2021, dengan konsentrasi Pb pada ketiga stasiun yaitu 1.00 ppm, 1.20 ppm dan 1.60 ppm. Konsentrasi logam berat terutama Pb di perairan dapat mempengaruhi ekosistem akuatik, prioritas penanganan dan penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk mengupayakan teknologi remediasi logam berat di perairan PTES. ABSTRACTThe contamination of heavy metals, particularly copper (Cu) and lead (Pb), in the waters of Tanjung Emas Port, Semarang (PTES), is primarily attributed to maritime operations, industrial processes, and domestic waste. This pollution poses significant threats to the sustainability of aquatic ecosystems and the well-being of surrounding communities. Therefore, an in-depth assessment of Cu and Pb pollution in PTES waters is urgently needed. This study aims to provide an updated reference on the current levels of Cu and Pb contamination in the PTES waters and to compare these concentrations against established environmental quality standards. The research methodology involved measuring Cu and Pb concentrations in both sediment and water samples collected from three stations. The levels of Cu and Pb were determined using AAS. The obtained heavy metal concentration data were compared against the Sediment Quality Guidelines (SQG) set by the US EPA for sediment samples, and the Indonesian Government Regulation (PP R1) No. 22 of 2021 for water samples. The study revealed that the contamination status of Cu and Pb in sediments was classified as "unpolluted" based on the SQG US EPA. The highest concentrations were recorded at Station 1, with Cu at 10.99 ppm and Pb at 0.03 ppm. Copper contamination in water samples from all stations was found to be within safe limits. However, Pb concentrations in water samples exceeded the quality standards set by PP RI No. 22 Tahun 2021, indicating a polluted status. Pb concentrations were recorded at 1.00 ppm, 1.20 ppm, and 1.60 ppm across the three sampling stations, respectively. The elevated levels of Pb in the aquatic environment could significantly impact the local ecosystem, highlighting the urgent need for prioritizing mitigation measures and advancing further research for developing and implementing effective heavy metal remediation technologies in the waters of PTES.
Pemberdayaan UMKM Atsiri Desa Selokarto Batang dalam Pembuatan Cat Aromaterapi Antimikroba dan Aplikasinya Kusumaningrum, Hermin Pancasakti; Hersugondo, Hersugondo; Zainuri, Muhammad; Sugiarti, Lilis
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 4 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i4.20440

Abstract

Tanaman atsiri merupakan unggulan ciri khas Kabupaten Batang dimana produk minyak atsirinya menempati peringkat ke 3 di Indonesia dan utamanya terdiri dari minyak cengkeh, nilam, dan serai wangi. Minyak atsiri Indonesia mempunyai pangsa pasar lebih dari 90% kebutuhan dunia atau sekitar 35-40% dari total nilai ekspor minyak atsiri. Kabupaten Batang memiliki sekitar 30 UMKM yang bekerja secara sinergis di bidang wirausaha produksi dan pengolahan minyak atsiri. Meskipun demikian, harga minyak atsiri sangat mudah naik turun bergantung pada pasar. Hal ini menyebabkan perlunya upaya diversifikasi berbagai produk berbasis atsiri yang dapat dikerjakan oleh UMKM (Usaha Menengah Kecil dan Mikro) dan Kelompok Wanita Tani (KWT)  dan diversifikasi produk berbasis atsiri yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi. Pengabdian Masyarakat yang dilakukan bertujuan melatih pembuatan diversifikasi produk berbasis atsiri.  Kegiatan dilakukan melalui pelatihan diversifikasi produk atsiri berupa pembuatan bahan tambahan cat aromaterapi antimikroba. Hasil kegiatan memperlihatkan UMKM dan KWT mengerti dan mampu membuat produk yang disuluhkan dengan baik dan bernilai ekonomi. Selain itu mereka juga sangat tertarik untuk mengaplikasikan cat aromaterapi antimikroba di lingkungan mereka agar tercipta lingkungan yang lebih sehat.
MOLECULAR IDENTIFICATION AND MORPHOLOGICAL CHARACTERIZATION OF PATCHOULI (Pogostemon sp.) FROM BATANG REGENCY, CENTRAL JAVA PROVINCE Kusumaningrum, Hermin Pancasakti
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2022.1787

Abstract

Patchouli (Pogostemon cablin Benth.) is an essential oil-producing plant from Batang Regency that has excellence in patchouli alcohol contents and highly survives in any condition. Molecular identification has been done in the ITS region because DNA sequences in the ITS rRNA region evolved faster than in other areas. This study aimed to get the molecular and morphological identity of patchouli (Pogostemon sp.) from BPP Kabupaten Batang. The study consisted of sample preparation, DNA isolation, amplification, electrophoresis, sequence data analysis, and phylogenetic analysis using MEGA X. All parts of plant were morphologically identified and compared with patchouli from Sidikalang, Aceh, Java, and China. Extraction DNA produced 301.7 ng ?L–1 concentration and 1.93 purity. Amplification of ITS fragment patchouli produced a 670 bp-sized single band. Phylogenetic analysis showed patchouli BPP related to Pogostemon cablin (KR608752.1) with 98% coverage identity. BPP patchouli showed 62,5% morphological similarity with Sidikalang patchouli compared to Java patchouli. In conclusion, BPP patchouli is a Sidakalang patchouli P. cablin that has undergone environmental adaptation.
MOLECULAR CHARACTERIZATION, PHYTOCHEMICALS SCREENING, AND MOLECULAR DOCKING OF CARDAMOM (Wurfbainia compacta), AND SAMBILOTO (Andrographis paniculata) AGAINST COVID-19 Kurniawati, Mufida Budi; Budiharjo, Anto; Kusumaningrum, Hermin Pancasakti; Ferniah, Rejeki Siti
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2024.3005

Abstract

Cardamom and Sambiloto are phytopharmaceutical plants that produce phytochemical compounds that have the potential to be used to increase immunity against COVID-19. because they contain carotenoids, phenols, anthocyanins, saponins, alkaloids and steroids. This research aims to obtain the molecular characteristics of Cardamom and Sambiloto plants from the Gunungpati area, Semarang by ITS primer, testing phenolic phytochemicals, tannins, flavonoids, saponins and alkaloids followed by molecular docking tests with the 6WX4 protein. SARS-CoV-2. Molecular characterization results show that Cardamom and Sambiloto are similar to Wurfbainia compacta MF802556.1 (100%) and Andrographis paniculate LC646073.1 (84.47%). The results of the phytochemical test screening showed that both plants contain flavonoids. Molecular docking tests were carried out with the compounds Quercetin, Avicularin, Naringenin, 5-hydroxy-7,8,2',5' tetramethoxyflavone, and Retinoic Acid. Retinoic Acid as a test ligand has the greatest potential in inhibiting the 6WX4 protein in the SARS-CoV-2 virus with a binding affinity value of -7.28 and RMSD 0.00.
Co-Authors Agung Suprihadi Agung Suprihadi Agus Sabdono Agus Setiadi Agus Subagio Anggoro, Naufal Sebastian Annisa Fadillah Annisa Nur Ayuningtyas Anto Budiharjo Arina Tri Lunggani Aris Ismanto Asih Rismiarti, Asih Athried Elsima Azis Rifai Baskoro Rochaddi Bintoro Rudi Saputro, Bintoro Rudi Budi Raharjo Chatarina Umbul Wahyuni Choirunnisaa, Nadia Maharani Jasmine Christina Ratna Handayani, Christina Ratna Christina Retna Handayani, Christina Retna Clara Yully Diana Ekaristi Denis Denny Nugroho Sugianto Dinda Khairunnisa, Dinda Doktorasaintifika, Heradita Kaniaazzahra Dudi Hardianto, Dudi Eiffeliena Nur'aini Fisikaningputri Purwienanti Eko Purnomo Elke Gildantia Elsima, Athried Endang Dwi Purbajanti Endang Kusdiyantini Erfianti, Tia Fiona Aqhila Dewi Fitri Arum Sasi, Fitri Arum Furgeva, Natasha Gentur Handoyo Hadi Endrawati Heksa Raihan Hererapratita Aysha Hapsari Herida, Azalia Puspa Hersugondo Hersugondo Hersugondo Hersugondo Herusugondo Herusugondo Imam Misbach Imam Mishbach Indah Sulistyarini Indras Marhaendrajaya Is Helianti IS HELIANTI Istiana, Rohma Ita Widowati Izzudin, Maulana Zidan Jihadi, Muhammad Shulhan Joedono Soedarsono Joedoro Sudarsono Karima, Radhita Kurniawati, Mufida Budi Lilis Sugiarti Lilis Sugiarti Lina Mulyawati Maria, Atina Mawarni, Shelina Nurunnisa Maya Aresteria MG Isworo Rukmi Monalita, Ramadhebi Muhammad Amal Nurhakim, Muhammad Amal Muhammad Anwar Djaelani Muhammad Iskandar Zulkarnain Muhammad Iskandar Zulkarnain Muhammad Mulyadi, Muhammad Muhammad Zainuri Mulyawati, Lina Natasha Furgeva Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Okti Hajeng Kristiadi Rahayu, Annisa Rizky Rejeki Siti Ferniah Retno Hartati Risma Wiharyanti Rizko, Nurmalisa Robertus Triaji Mahendrajaya Roslenawati Roslenawati Rudhi Pribadi Safirah, Dearesty Sarwo Edi Wibowo, Sarwo Edi Siti Nur Jannah Siti Nur Jannah Solly Aryza Sonny Abdi Setiyawan, Sonny Abdi Sri Pujiyanto Sri Pujiyanto Sri Pujiyanto Sri Pujiyanto Sri Rustini Subagiyo Subagiyo Sulis Setyowati, Sulis Suryani, Oda Gracia Ariela Sutrisno Anggoro Tony Hadibarata, Tony Tri Rahayu, Hesti Triwibowo Yuwono Wahyu Dewi Utari Haryanti Wahyuningsih, Candra Widianingsih Widianingsih Wijanarka Wijanarka Yann Hardivillier Yason Lukman Sudjito, Yason Lukman Yosef Purwoko Yoshua Mario Sumbodo Yudi Yunanto Yumna Rahmadias Hanifa Yunior William Susanto Yuvita Muliastuti