Claim Missing Document
Check
Articles

EKSPRESI GEN PENYANDI PEROKSIDASE CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) (CaPer) SEBAGAI RESPONS TERHADAP Fusarium oxysporum Elsima, Athried; Kusumaningrum, Hermin Pancasakti; Ferniah, Rejeki Siti
Berkala Bioteknologi Vol. 6, No. 1, April 2023
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas pertanian penting di Indonesia yang sering terkena serangan OPT ( organisme pengganggu tanaman) misalnya Fusarium oxysporum. Tanaman cabai merah memiliki sifat ketahanan kimiawi aktif yaitu mengekspresikan peroksidase sebagai respons terhadap infeksi patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekspresi gen penyandi peroksidase pada tanaman cabai merah sebagai respons terhadap jamur F. oxysporum. Penelitian ini diawali dengan inokulasi jamur pada tanaman cabai merah dilakukan dengan metode rendaman akar. Analisis ekspresi gen penyandi peroksidase menggunakan qRT-PCR dilakukan pada gen CaPer dengan gen 18s rRNA sebagai gen pembaku, pada interval 6, 48, dan 96 jam setelah inokulasi. Hasil penelitian gen CaPer terekspresi paling tinggi pada 6 jam setelah inokulasi.
Pemberdayaan UMKM Atsiri Desa Selokarto Batang dalam Pembuatan Cat Aromaterapi Antimikroba dan Aplikasinya Kusumaningrum, Hermin Pancasakti; Hersugondo, Hersugondo; Zainuri, Muhammad; Sugiarti, Lilis
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 4 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i4.20440

Abstract

Tanaman atsiri merupakan unggulan ciri khas Kabupaten Batang dimana produk minyak atsirinya menempati peringkat ke 3 di Indonesia dan utamanya terdiri dari minyak cengkeh, nilam, dan serai wangi. Minyak atsiri Indonesia mempunyai pangsa pasar lebih dari 90% kebutuhan dunia atau sekitar 35-40% dari total nilai ekspor minyak atsiri. Kabupaten Batang memiliki sekitar 30 UMKM yang bekerja secara sinergis di bidang wirausaha produksi dan pengolahan minyak atsiri. Meskipun demikian, harga minyak atsiri sangat mudah naik turun bergantung pada pasar. Hal ini menyebabkan perlunya upaya diversifikasi berbagai produk berbasis atsiri yang dapat dikerjakan oleh UMKM (Usaha Menengah Kecil dan Mikro) dan Kelompok Wanita Tani (KWT)  dan diversifikasi produk berbasis atsiri yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi. Pengabdian Masyarakat yang dilakukan bertujuan melatih pembuatan diversifikasi produk berbasis atsiri.  Kegiatan dilakukan melalui pelatihan diversifikasi produk atsiri berupa pembuatan bahan tambahan cat aromaterapi antimikroba. Hasil kegiatan memperlihatkan UMKM dan KWT mengerti dan mampu membuat produk yang disuluhkan dengan baik dan bernilai ekonomi. Selain itu mereka juga sangat tertarik untuk mengaplikasikan cat aromaterapi antimikroba di lingkungan mereka agar tercipta lingkungan yang lebih sehat.
MOLECULAR IDENTIFICATION AND MORPHOLOGICAL CHARACTERIZATION OF PATCHOULI (Pogostemon sp.) FROM BATANG REGENCY, CENTRAL JAVA PROVINCE Kusumaningrum, Hermin Pancasakti
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2022.1787

Abstract

Patchouli (Pogostemon cablin Benth.) is an essential oil-producing plant from Batang Regency that has excellence in patchouli alcohol contents and highly survives in any condition. Molecular identification has been done in the ITS region because DNA sequences in the ITS rRNA region evolved faster than in other areas. This study aimed to get the molecular and morphological identity of patchouli (Pogostemon sp.) from BPP Kabupaten Batang. The study consisted of sample preparation, DNA isolation, amplification, electrophoresis, sequence data analysis, and phylogenetic analysis using MEGA X. All parts of plant were morphologically identified and compared with patchouli from Sidikalang, Aceh, Java, and China. Extraction DNA produced 301.7 ng ?L–1 concentration and 1.93 purity. Amplification of ITS fragment patchouli produced a 670 bp-sized single band. Phylogenetic analysis showed patchouli BPP related to Pogostemon cablin (KR608752.1) with 98% coverage identity. BPP patchouli showed 62,5% morphological similarity with Sidikalang patchouli compared to Java patchouli. In conclusion, BPP patchouli is a Sidakalang patchouli P. cablin that has undergone environmental adaptation.
MOLECULAR CHARACTERIZATION, PHYTOCHEMICALS SCREENING, AND MOLECULAR DOCKING OF CARDAMOM (Wurfbainia compacta), AND SAMBILOTO (Andrographis paniculata) AGAINST COVID-19 Kurniawati, Mufida Budi; Budiharjo, Anto; Kusumaningrum, Hermin Pancasakti; Ferniah, Rejeki Siti
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2024.3005

Abstract

Cardamom and Sambiloto are phytopharmaceutical plants that produce phytochemical compounds that have the potential to be used to increase immunity against COVID-19. because they contain carotenoids, phenols, anthocyanins, saponins, alkaloids and steroids. This research aims to obtain the molecular characteristics of Cardamom and Sambiloto plants from the Gunungpati area, Semarang by ITS primer, testing phenolic phytochemicals, tannins, flavonoids, saponins and alkaloids followed by molecular docking tests with the 6WX4 protein. SARS-CoV-2. Molecular characterization results show that Cardamom and Sambiloto are similar to Wurfbainia compacta MF802556.1 (100%) and Andrographis paniculate LC646073.1 (84.47%). The results of the phytochemical test screening showed that both plants contain flavonoids. Molecular docking tests were carried out with the compounds Quercetin, Avicularin, Naringenin, 5-hydroxy-7,8,2',5' tetramethoxyflavone, and Retinoic Acid. Retinoic Acid as a test ligand has the greatest potential in inhibiting the 6WX4 protein in the SARS-CoV-2 virus with a binding affinity value of -7.28 and RMSD 0.00.
SALTED FISH PRESERVATION MENGGUNAKAN HERBS EDIBLE COATING DARI NANOPARTIKEL BAWANG PUTIH, DAUN PANDAN DAN SERAI DAPUR Doktorasaintifika, Heradita Kaniaazzahra; Nurkertamanda, Denny; Shasabila, Analies Devi; Kusumaningrum, Hermin Pancasakti; Sugiarti, Lilis; Wahyuningsih, Candra; Herida, Azalia Puspa; Hapsari, Hererapratita Aysha
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 3 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i3.385

Abstract

Global consumption trends show a tendency to choose natural food preservatives, especially those derived from plants, especially to avoid chemical and synthetic preservatives that are harmful to health. Nanotechnology is an important development and an efficient choice to extend the shelf life of food. This study aims to create and carry out seafood preservation using herbs edible coating from garlic nanoparticles, pandan leaves and lemongrass to determine its use as a preservative for salted mackerel and tigawaja salted fish. As a comparison, a mixture of the three ingredients. The study used four treatments where each was repeated 3 times. A hedonic test was also carried out in the form of observations of dryness, color, texture and odor of salted fish. The research method consisted of making garlic nanoparticle extract, pandan leaf extract, lemongrass extract, and a mixture of the three ingredients followed by microscopic observation. Antibacterial activity was carried out using the TPC test. The hedonic test was carried out to see the potential of consumers for the product. Furthermore, a PASS analysis was carried out to see the potential of antimicrobial compounds in the three ingredients. The results showed that the edible coating layer was made into nanoparticle form. Edible coating from pandan is most suitable for use on salted mackerel. Edible coating from garlic is most suitable for use on tigawaja salted fish. The TPC test results showed that garlic, pandan and lemongrass were able to prevent microbial growth effectively for 48-96hours and have the potential to be used as edible coating.
KKN Tematik: Pemberdayaan KWT melalui Aplikasi TTG Produk Sabun Pembersih Lantai berbantuan Atsiri Hutan dan Eco-enzyme di KHDTK Wanadipa Undip dan E-commerce Kusumaningrum, Hermin Pancasakti; Zainuri, Muhammad; Ngestiningsih, Dwi; Isnaeni, Aissya Safriliana; Razana, Aqila Khaira; Alfiatuzzahra, Diva; Kurniantoro, Vangga Deswanto Prasetyo; Badzlin, Zahrah Syahmina; Maulidya, Shaula Dzikra; Hidayati, Bintang Nurul; Ardan, Kanaya Chandra Ajeng Sotya; Pasha, Muhammad Affan; Maharani, Prabaswara Nasywa
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 17, No 1 (2026): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v17i1.25024

Abstract

Ketersediaan sumber daya alam yang melimpah di KHDTK Wanadipa Undip, khususnya tanaman penghasil atsiri belum banyak dimanfaatkan. Kelompok Wanita Tani (KWT) mengalami kesulitan dalam memanfaatkan tanaman atsiri untuk memnghasilkan produk khas hutan yang berkualitas dan bernilai jual tinggi. Kegiatan bertujuan memberikan aplikasi TTG melalui pelatihan pembuatan produk  sabun pembersih lantai berbantuan atsiri hutan dan Eco-enzyme yang mempunyai nilai ekonomi beserta teknik pemasarannya melalui e-commerce. Pengabdian dilakukan dengan metode observasi, dan pelatihan langsung kepada anggota KWT. Hasil yang didapatkan yaitu KWT dapat menghasilkan sabun pembersih lantai atsiri beraroma atsiri hutan dan berbantuan Eco-enzyme secara mandiri yang bernilai jual dan peningkatan keterampilan dalam pemasaran melalui platform e-commerce. Kegiatan yang dilakukan telah terbukti meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dan KWT di sekitar KHDTK Wanadipa Undip secara berkelanjutan.
Exploration of Copper and Lead Resistant Bacteria from Sediments of Kali Baru Estuary Purnomo, Eko; Kusumaningrum, Hermin Pancasakti; Budiharjo, Anto; Lunggani, Arina Tri; Az-Zahra, Salwa Zubaidah; Wardaja, Bodhicitta; Maimunah, Siti; Dinalhaq, Putri Cahya
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2026.014.01.05

Abstract

Heavy metal contamination, particularly by copper (Cu) and lead (Pb), in aquatic ecosystems poses a significant threat to ecological balance, aquatic organisms, microbial diversity and human health. The Kali Baru Estuary in Semarang, Indonesia, has been reported as a heavily polluted area with Cu and Pb concentrations far exceeding environmental safety thresholds, highlighting the urgent need for sustainable remediation strategies. This study aimed to isolate and characterise bacterial strains resistant to Cu and Pb from sediment samples collected from the Kali Baru Estuary in Semarang as potential bioremediation agents. Bacterial isolation was performed using a serial dilution technique up to 10?², in triplicate, spread onto Marine Agar medium, and incubated at 37°C for 24 h. The obtained isolates were purified and characterised based on their macroscopic and microscopic morphological features. Resistance profiling of the isolates was assessed by exposing them to Cu and Pb at concentrations of 100, 200, and 300 mg/L. A total of 32 bacterial isolates were successfully obtained. Among these, two isolates demonstrated resistance to Cu, and 14 isolates exhibited resistance to Pb at the highest concentration tested (300 mg/L). These metal-resistant bacterial isolates exhibit substantial promise for bioremediation applications aimed at remediating Cu and Pb-contaminated aquatic environments.
Tingkat Kontaminasi Tembaga dan Timbal pada Perairan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Eko Purnomo; Hermin Pancasakti Kusumaningrum; Anto Budiharjo; Arina Tri Lunggani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 5 (2025): September 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.5.1378-1384

Abstract

ABSTRAKPencemaran polutan logam berat tembaga (Cu) dan timbal (Pb) di perairan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang (PTES), diakibatkan oleh dampak aktivitas pelabuhan, pelayaran, proses industri dan buangan limbah domestik perkotaan. Hal ini berdampak negatif pada keberlanjutan ekosistem akuatik dan masyarakat setempat, sehingga diperlukan kajian terkait pencemaran logam berat tembaga dan timbal di perairan PTES. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan referensi mengenai kondisi terkini terkait tingkat pencemaran logam Cu dan Pb di perairan PTES, serta membandingkan tingkat cemaran terhadap standar kualitas lingkungan. Metode penelitian ini mengukur konsentrasi Cu dan Pb pada lapisan sedimen dan perairan di tiga stasiun sampling. Metode pengukuran logam Cu dan Pb menggunakan metode Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Data konsentrasi logam berat yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan standar kualitas sedimen (Sediment Quality Guidelines, SQG) dari U.S. Environmental Protection Agency (US EPA) untuk sampel sedimen dan standar PP RI No. 22 Tahun 2021 untuk sampel air, untuk mendapatkan status cemaran Cu dan Pb. Berdasarkan hasil kajian, status cemaran Cu dan Pb di sedimen berada dalam kategori tidak tercemar (SQG US EPA). Dimana konsentrasi logam berat tertinggi berada pada stasiun 1 dengan konsentrasi Cu yaitu 10.99 ppm dan konsentrasi Pb yaitu 0.03 ppm. Sedangkan status cemaran Cu dalam perairan berada dalam kategori aman dengan konsnetrasi Cu pada semua stasiun yaitu 0.01 ppm. Sementara itu, status Pb dalam perairan berada di atas baku mutu dan tercemar berdasarkan PP RI No. 22 Tahun 2021, dengan konsentrasi Pb pada ketiga stasiun yaitu 1.00 ppm, 1.20 ppm dan 1.60 ppm. Konsentrasi logam berat terutama Pb di perairan dapat mempengaruhi ekosistem akuatik, prioritas penanganan dan penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk mengupayakan teknologi remediasi logam berat di perairan PTES. ABSTRACTThe contamination of heavy metals, particularly copper (Cu) and lead (Pb), in the waters of Tanjung Emas Port, Semarang (PTES), is primarily attributed to maritime operations, industrial processes, and domestic waste. This pollution poses significant threats to the sustainability of aquatic ecosystems and the well-being of surrounding communities. Therefore, an in-depth assessment of Cu and Pb pollution in PTES waters is urgently needed. This study aims to provide an updated reference on the current levels of Cu and Pb contamination in the PTES waters and to compare these concentrations against established environmental quality standards. The research methodology involved measuring Cu and Pb concentrations in both sediment and water samples collected from three stations. The levels of Cu and Pb were determined using AAS. The obtained heavy metal concentration data were compared against the Sediment Quality Guidelines (SQG) set by the US EPA for sediment samples, and the Indonesian Government Regulation (PP R1) No. 22 of 2021 for water samples. The study revealed that the contamination status of Cu and Pb in sediments was classified as "unpolluted" based on the SQG US EPA. The highest concentrations were recorded at Station 1, with Cu at 10.99 ppm and Pb at 0.03 ppm. Copper contamination in water samples from all stations was found to be within safe limits. However, Pb concentrations in water samples exceeded the quality standards set by PP RI No. 22 Tahun 2021, indicating a polluted status. Pb concentrations were recorded at 1.00 ppm, 1.20 ppm, and 1.60 ppm across the three sampling stations, respectively. The elevated levels of Pb in the aquatic environment could significantly impact the local ecosystem, highlighting the urgent need for prioritizing mitigation measures and advancing further research for developing and implementing effective heavy metal remediation technologies in the waters of PTES.
EFEKTIVITAS ANTI JERAWAT EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP Staphylococcus epidermidis SECARA IN SILICO DAN IN VITRO Sekar Meliana; Hermin Pancasakti Kusumaningrum; Marissa Angelina
Berita Biologi Vol 25 No 1 (2026): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2026.13447

Abstract

Keanekaragaman hayati di Indonesia yang melimpah menjadikan tanaman obat sebagai sumber potensial penemuan obat baru di tengah meningkatnya resistensi antibiotik. Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) adalah salah satu tanaman yang kaya akan senyawa bioaktif, termasuk flavonoid, dan telah terbukti memiliki beragam aktivitas terapeutik, termasuk antibakteri. Jerawat, masalah kulit umum yang disebabkan oleh bakteri seperti Staphylococcus epidermidis, sering menunjukkan resistensi terhadap antibiotik konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi buah mahkota dewa terhadap S. epidermidis secara in silico dan in vitro melalui identifikasi kandungan kimia. Metode yang digunakan untuk uji in silico yaitu penambatan molekuler terhadap reseptor Filamenting temperature-sensitive mutant Z (FtsZ) yang merupakan salah satu protein utama pada Staphylococcus epidermidis. Metode pengujian in vitro dilakukan melalui penentuan nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM). Hasil LC-HRMS pada ekstrak dan dua fraksi menunjukkan beberapa senyawa aktif seperti quercetin dan naringenin yang berpotensi sebagai agen antijerawat. Hasil in silico menunjukkan bahwa semua ligan uji berpotensi sebagai inhibitor protein FtsZ Staphylococcus epidermidis dengan nilai energi afinitas yang lebih tinggi dari tetrasiklin sebagai ligan pembanding. Nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM) menunjukkan bahwa ekstrak etanol, fraksi etil asetat, dan fraksi butanol buah mahkota dewa memiliki nilai KHM yang berkisar pada konsentrasi 0,25-1% dan KBM pada konsentrasi 0,25-1%. Berdasarkan hasil pengujian in silico dan in vitro dapat disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi buah mahkota dewa memiliki potensi sebagai agen antijerawat.
Co-Authors Agung Suprihadi Agung Suprihadi Agus Sabdono Agus Setiadi Agus Subagio Alfiatuzzahra, Diva Anggoro, Naufal Sebastian Annisa Fadillah Annisa Nur Ayuningtyas Anto Budiharjo Anto Budiharjo Ardan, Kanaya Chandra Ajeng Sotya Arina Tri Lunggani Arina Tri Lunggani Aris Ismanto Asih Rismiarti, Asih Athried Elsima Az-Zahra, Salwa Zubaidah Azis Rifai Badzlin, Zahrah Syahmina Baskoro Rochaddi Bintoro Rudi Saputro, Bintoro Rudi Budi Raharjo Christina Ratna Handayani, Christina Ratna Christina Retna Handayani, Christina Retna Clara Yully Diana Ekaristi Denis Denny Nugroho Sugianto Denny Nurkertamanda Dinalhaq, Putri Cahya Dinda Khairunnisa, Dinda Djuara P Lubis Doktorasaintifika, Heradita Kaniaazzahra Dudi Hardianto, Dudi Eiffeliena Nur'aini Fisikaningputri Purwienanti Eko Purnomo Eko Purnomo Elke Gildantia Elsima, Athried Endang Dwi Purbajanti Endang Kusdiyantini Erfianti, Tia Fiona Aqhila Dewi Fitri Arum Sasi, Fitri Arum Furgeva, Natasha Gentur Handoyo Hadi Endrawati Hapsari, Hererapratita Aysha Heksa Raihan Hererapratita Aysha Hapsari Herida, Azalia Puspa Hersugondo Hersugondo Herusugondo Herusugondo Hidayati, Bintang Nurul Imam Misbach Imam Mishbach Indah Sulistyarini Indras Marhaendrajaya Is Helianti IS HELIANTI Isnaeni, Aissya Safriliana Istiana, Rohma Ita Widowati Izzudin, Maulana Zidan Jihadi, Muhammad Shulhan Joedoro Sudarsono Karima, Radhita Kurniantoro, Vangga Deswanto Prasetyo Kurniawati, Mufida Budi Lilis Sugiarti Lilis Sugiarti Lina Mulyawati Maharani, Prabaswara Nasywa Maria, Atina Marissa Angelina Maulidya, Shaula Dzikra Mawarni, Shelina Nurunnisa Maya Aresteria MG Isworo Rukmi Monalita, Ramadhebi Muhammad Amal Nurhakim, Muhammad Amal Muhammad Anwar Djaelani Muhammad Iskandar Zulkarnain Muhammad Iskandar Zulkarnain Muhammad Mulyadi, Muhammad Muhammad Zainuri Mulyawati, Lina Natasha Furgeva Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Okti Hajeng Kristiadi Pasha, Muhammad Affan Rahayu, Annisa Rizky Razana, Aqila Khaira Rejeki Siti Ferniah Retno Hartati Risma Wiharyanti Rizko, Nurmalisa Robertus Triaji Mahendrajaya Roslenawati Roslenawati Rudhi Pribadi Safirah, Dearesty Sarwo Edi Wibowo, Sarwo Edi Sekar Meliana Shasabila, Analies Devi Siti Maimunah Siti Nur Jannah Siti Nur Jannah Sonny Abdi Setiyawan, Sonny Abdi Sri Pujiyanto Sri Pujiyanto Sri Pujiyanto Sri Pujiyanto Sri Rustini Subagiyo Subagiyo Suryani, Oda Gracia Ariela Sutrisno Anggoro Tony Hadibarata, Tony Tri Rahayu, Hesti Triwibowo Yuwono Wahyu Dewi Utari Haryanti Wahyuningsih, Candra Wardaja, Bodhicitta Widianingsih Widianingsih Wijanarka Wijanarka Yann Hardivillier Yason Lukman Sudjito, Yason Lukman Yosef Purwoko Yoshua Mario Sumbodo Yudi Yunanto Yumna Rahmadias Hanifa Yunior William Susanto Yuvita Muliastuti