Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN BEBAN KERJA STATIS TERHADAP GEJALA CARPAL TUNNEL SYNDROME PADA PEGAWAI DINAS TENAGA KERJA KABUPATEN GRESIK Firdaus, Riza Rahma; Wiediartini; Handoko, Lukman; Raharjo, M Setyo Puji
The Health Researcher's Journal Vol. 2 No. 4 (2025): The Health Researchers Journal
Publisher : The SDGS Forum Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.00000/5vb0ar77

Abstract

Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik dipimpin oleh Kepala Dinas dan memiliki empat bidang utama. Berdasarkan observasi awal, pegawai bekerja secara intensif dalam sehari di depan komputer dan menunjukkan gejala Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yang diasumsikan murni berasal dari faktor pekerjaan setelah skrining riwayat medis. CTS merupakan gangguan saraf pada pergelangan tangan akibat tekanan pada nervus medianus yang ditandai nyeri, kesemutan, dan kelemahan tangan, terutama dialami oleh pengguna komputer dengan postur kerja tidak ergonomis dan gerakan berulang dalam durasi lama. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh karakteristik individu (jenis kelamin, usia, masa kerja) dan faktor pekerjaan (lama penggunaan komputer, tangan dominan, postur saat mengetik, frekuensi gerakan berulang) terhadap gejala CTS. Data dikumpulkan dari 35 responden menggunakan Boston Carpal Tunnel Questionnaire dan observasi lapangan, kemudian dianalisis dengan regresi logistik ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin (p-value = 0,001), usia (p-value = 0,001), lama penggunaan komputer (p-value = 0,041), postur tangan ketika mengetik (p-value = 0,018), dan frekuensi gerakan berulang (p-value = 0,01) berpengaruh signifikan terhadap gejala CTS, sementara masa kerja (p-value = 0,899) dan tangan dominan (p-value = 0,802) tidak. Rekomendasi mencakup kebijakan kerja baru, sosialisasi active stretching program, pemeriksaan kesehatan rutin, pengaturan kerja yang efektif, serta penggunaan wrist support apabila diperlukan.
Arima Modeling for High-Frequency Channel Response in Equatorial Region Jaya, Indra; Nawawi, Muhammad; Handoko, Lukman; Alfiah, Agry
Circuit: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : PTE FTK UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/5yvm4332

Abstract

Indonesia, an archipelagic country located along the equator, is highly vulnerable to natural disasters. At the same time, its geographical conditions require reliable telecommunications to strengthen connectivity across its many islands. One effective solution is the utilization of High-Frequency (HF) communication technology, which enables long-distance communication and supports broadcasting-based telecommunications. This approach can expand available frequency channels, making HF radio communication an important tool for disaster-prone regions like Indonesia. To optimize HF communication, researchers have developed various models of HF channel radio systems, often represented statistically and implemented through channel simulators. Among these approaches, the Auto Regressive Integrated Moving Average (ARIMA) model has been identified as particularly suitable. This is because ARIMA can handle the non-stationary characteristics of time-series data, such as those found in HF channel attenuation measurements. In the modeling process, several ARIMA configurations were tested, including ARIMA (0,1,1), (0,0,5), (1,0,0), (1,0,1), (1,0,2), and (0,0,4). From these options, two models—ARIMA (1,0,0) and ARIMA (1,0,2)—showed the closest fit to the observed data. The final selection was made using the Akaike Information Criterion (AIC), where the ARIMA (1,0,2) model emerged as the best. This model provides the most accurate representation for predicting HF channel attenuation, supporting more reliable telecommunications systems for Indonesia.
Analisis Beban Kerja Mental dan Iklim Panas terhadap Kinerja Karyawan dalam Produksi Wafer Stick Rizky Abiyyanto, Naufal; Handoko, Lukman; Mahfudzi, Imam
Journal of Safety, Health, and Environmental Engineering Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Safety, Health, and Environmental Engineering
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jshee.v3i1.55

Abstract

Industri makanan di Indonesia, khususnya produksi wafer stick di Kabupaten Gresik, menghadapi tantangan besar terkait beban kerja mental dan iklim kerja panas yang mempengaruhi kinerja pekerja. Beban kerja mental yang tinggi dapat menyebabkan stres, kelelahan, dan penurunan produktivitas. Iklim kerja panas berisiko mengurangi kinerja dan kesehatan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat beban kerja mental dan iklim kerja panas pada pekerja di area baking wafer stick. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei dan analisis data statistik. Seluruh populasi pekerja di area baking wafer stick, sebanyak 60 pekerja, dijadikan sampel. Kuesioner NASA-TLX digunakan untuk mengukur beban kerja mental, sedangkan iklim kerja panas diukur menggunakan Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) Meter. Data dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan konsistensi hasil pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43,33% pekerja mengalami beban kerja mental sangat tinggi, 10% tinggi, 5% agak tinggi, 20% sedang, dan 21,67% rendah. Pengukuran iklim kerja panas menunjukkan seluruh titik pengukuran berada di atas Nilai Ambang Batas (NAB) dengan rata-rata suhu 32,5°C, yang termasuk kategori sangat tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja di area baking wafer stick sangat panas sehingga dapat mempengaruhi kinerja dan kesehatan pekerja. Untuk mengatasi masalah ini, ada beberapa rekomendasi yang dapat diberikan antara lain dengan memberikan program pelatihan manajemen stres bagi pekerja serta penjadwalan istirahat yang lebih sering dan lebih panjang di area yang lebih sejuk
Analysis of the Effect of PWHT on the Corrosion Test of API 5L X65 Material in Submerged Arc Welding Kusminah, Imah Luluk; Anggara, Dika; Wardani, Dianita; Widodo, Eriek Wahyu Restu; Nafi, Maula; Handoko, Lukman; Djati, Anggoro Ludiro; Trianto, Ryo Andika
Eksergi Vol. 20 No. 03 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/eksergi.v20i03.5828

Abstract

This research discusses the method of making distribution pipes using the Submerged Arc Welding (SAW) welding process, especially for pipes with spiral connections. The material used is API 5L X65. SAW pipes with spiral joints are more commonly used for low-pressure piping systems. However, in certain cases, the production of SAW pipes for Sour Service distribution requires special treatment. Sour Service pipes have a high level of corrosion and residual stress, so Post Weld Heat Treatment (PWHT) is required to prevent Hydrogen Induced Cracking (HIC). HIC occurs due to the absorption and accumulation of hydrogen gas in the metal, causing the formation and growth of cracks, which is also influenced by residual stress. PWHT is applied to reduce residual stress to reduce the risk of corrosion. PWHT is a process to change the structure of the weld metal by heating the metal at a certain temperature and time. This research shows that variations in PWHT temperature produce an average residual stress that is not much different with less difference than 2%, In corrosion testing with the HIC method shows crack evidence but is still satisfactory NACE MR0175 criteria for pipe PWHT temperature variation conditions.
Analisis Ergonomi Postur Kerja Pekerja Box Preparation Berdasarkan SNI 9011:2021 di Perusahaan Pengolahan Kelapa Sawit nanda, salma; Handoko, Lukman; Natsir Amrullah, Haidar
The Health Researcher's Journal Vol. 1 No. 04 (2024): The Health Researchers Journal
Publisher : The SDGS Forum Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.00000/q0bx8p51

Abstract

Industri pengolahan kelapa sawit merupakan salah satu sektor utama perekonomian Indonesia. Seiring berkembangnya industri, tentu terdapat tantangan dalam meningkatkan efisiensi produksi dan memastikan kesejahteraan pekerja. Dalam hal ini aspek keselamatan dan kesehatan kerja perlu diperhatikan, salah satunya adalah aspek ergonomi. Pada pekerjaan box preparation ini pekerja bertugas untuk menyiapkan box, merakit box dan melakukan sealing box bagian bawah. Pekerjaan dilakukan secara berulang dengan posisi leher menekuk, rotasi lengan bawah secara cepat, gerakan lengan intensif, dan berdiri dalam jangka waktu yang lama. Berdasarkan hasil survei keluhan Gangguan Otot Rangka Akibat Kerja (GOTRAK) didapatkan hasil bahwa seluruh pekerja pernah mengalami rasa sakit/nyeri atau ketidaknyamanan akibat bekerja dengan tingkat risiko bahaya tinggi sebesar 19%. Tingkat risiko bagian tubuh paling tinggi adalah bagian tangan, kaki, pinggul, dan betis sehingga diperlukan adanya analisis ergonomi pada pekerjaan box preparation sesuai dengan SNI 9011:2021. Hasil dari analisis menunjukan bahwa pekerjaan box preparation berada pada kategori berbahaya dengan total skor sebesar 8. Diperlukan rekomendasi perbaikan dengan memberikan usulan perbaikan stasiun kerja yang disimulasikan menggunakan software CATIA. Rekomendasi usulan perbaikan stasiun kerja memiliki efektivitas untuk menurunkan total skor dari 8 (berbahaya) menjadi 6 (perlu dikaji lebih jauh dan diperbaiki).  
Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat Melalui Edukasi P3K di Desa Mojorejo Mojokerto Dhani, Mey Rohma; Santoso, Mochamad Yusuf; Kurniasih, Dewi; Santiasih, Indri; Handoko, Lukman; Puspandari, Lusia Eni; Sulistiya, Yossa Mahendra; Putri, Nila Rizqiyah Hanik Maha
Jurnal Cakrawala Maritim Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Cakrawala Maritim
Publisher : P3M Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jcm.v9i1.78

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat melalui edukasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) di Desa Mojorejo, Mojokerto, yang menghadapi tantangan pengetahuan terbatas terhadap kesiapsiagaan keadaan darurat. Rendahnya pemahaman warga dalam penanganan kondisi darurat secara cepat dan tepat menjadi permasalahan utama yang mendasari program ini. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan warga dengan keterampilan dasar P3K agar mampu memberikan respons awal yang efektif sebelum bantuan medis profesional tiba. Pendekatan partisipatif digunakan pada kegiatan pengabdian ini, dimulai dengan survei kondisi masyarakat untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan P3K dan potensi lokal. Setelah itu, disusun rencana program yang berfokus pada edukasi dan simulasi P3K, mencakup pengenalan prinsip dasar, teknik penanganan cedera ringan (luka terbuka, pingsan, keseleo, perdarahan), serta praktik langsung. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Balai RW dengan melibatkan aktif 29 warga. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, terbukti dari rata-rata nilai pre-test 82,86 menjadi 90,75 pada post-test. Sebanyak 76% peserta berhasil memenuhi nilai minimal, menunjukkan efektivitas pendekatan partisipatif dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Kegiatan ini juga meliputi pendemonstrasian penggunaan perlengkapan P3K dan penyerahan tas P3K pribadi serta kotak P3K. Implikasi dari kegiatan ini adalah penguatan ketahanan kesehatan masyarakat, pembentukan fondasi jaringan pertolongan pertama berbasis komunitas, serta peningkatan literasi bencana di tingkat desa. Keberlanjutan pelatihan secara berkala dan replikasi model ini di desa-desa sekitar disarankan untuk memperluas dampaknya.
Factors Contributing To The Development Of Musculoskeletal Disorders Among Employees In The Manufacturing Sector: A Cross-Sectional Study Lukman Handoko; Arsita Nuraini; Aulia Nadia Rachmat; Tri Astuti Sugiyatmi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41270

Abstract

Gangguan muskuloskeletal (MSDs) melibatkan cedera pada otot, tendon, ligamen, saraf, sendi, tulang, atau pembuluh darah di area seperti tangan, kaki, leher, atau punggung. Gangguan ini dapat disebabkan atau diperparah oleh faktor-faktor yang berhubungan dengan pekerjaan. MSDs merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang paling umum terjadi, menempati urutan kedua di Indonesia, dengan tingkat prevalensi 7,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap MSDs di kalangan karyawan manufaktur. Dengan menggunakan desain cross-sectional, data dikumpulkan dari 50 karyawan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi foto/video. Hasilnya menunjukkan bahwa banyak peserta melaporkan MSD pada tubuh bagian atas, dengan postur tubuh yang buruk yang umum terjadi pada karyawan.
The impact of Indonesia's decentralized education on vocational skills and economic improvement of students Ari Setiawan; Dedek Andrian; Hanandyo Dardjito; Azim Abdurakhmanovich Yuldashev; Sri Murlianti; Eri Ester Khairas; Lukman Handoko; Ihwana As'ad
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 13 No. 3 (2023)
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpv.v13i3.68026

Abstract

This research aims to evaluate the impact of education decentralization through the local curriculum in improving senior secondary school students' vocational and economic skills. This research uses a mixed methods approach with a sequential exploratory design. This design applied a qualitative approach followed by a quantitative approach. Data collection with the qualitative approach used in-depth interviews, while the quantitative approach used questionnaires and documentation of practical exam results. The participants in the qualitative approach were the vice principal and the traditional cookery subject teacher. The sample in the quantitative approach was students who took traditional cookery subjects. Qualitative data analysis used the Miles and Huberman formula, namely data display, data reduction, and conclusions, while quantitative data analysis used descriptive quantitative and MANOVA. The results showed that the impact of decentralization through the local content curriculum on improving students' vocational and economic skills was in the "good" category. The impact of decentralizing education through the local curriculum can reduce the dropout rate of poor students. MANOVA results showed no difference in the impact of the local curriculum on vocational skills across the six schools. However, there is a significant difference in the impact of the local curriculum on students' economic improvement in the six schools.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA HOT WORK DI PERUSAHAAN KONSTRUKSI BAJA Gisella Mega Nanda; lukman Handoko; Aulia Nadia Rachmat
The Health Researcher's Journal Vol. 3 No. 1 (2026): The Health Researchers Journal
Publisher : The SDGS Forum Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.00000/jb5wry41

Abstract

Pada tahun 2024 sektor konstruksi tercatat sebagai penyumbang lebih dari 4000 kasus kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja dapat disebabkan berbagai faktor salah satunya kelelahan kerja. Penelitian ini menganalisis pengaruh beban kerja fisik %CVL), stres kerja (PSS), masa kerja, dan waktu kerja terhadap kelelahan kerja (FAS) pekerja hot work pada sektor konstruksi baja. Pendekatan dalam penelitian menggunakan metode cross sectional study dan penelitian bersifat kuantitatif, dengan jumlah sampel seluruh pekerja hot work 40 orang (total sampling). Uji statistik terhadap data dilakukan menggunakan software SPSS dan metode uji regresi logistik ordinal untuk mengetahui pengaruh antara tiap variabel indepenen terhadap variabel dependen. Hasil dari penelitian adalah variabel independen tidak berpengaruh secara serentak terhadap variabel dependen. Untuk uji pengaruh secara individu diketahui bahwa beban kerja fisik (p-value 0,000) dan stres kerja (p-value 0,001) berpengaruh terhadap kelelahan kerja. Disarankan untuk melakukan pengaturan waktu kerja melalu program coffee break, penjadwalan libur dan lembur, serta pembagian tugas sesuai dengan kompetensi pekerja.
PENGEMBANGAN WEBSITE MANAJEMEN HIRA DAN RAMBU KESELAMATAN UNTUK OPTIMALISASI IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PELAPORAN K3 DI KAWASAN INDUSTRI Savina Dewi Firnanda; lukman Handoko; Wibowo Arninputranto
The Health Researcher's Journal Vol. 3 No. 1 (2026): The Health Researchers Journal
Publisher : The SDGS Forum Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.00000/8zq4n882

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk perancangan sebuah website guna mendukung optimalisasi proses identifikasi bahaya dan pelaporan keselamatan kerja (K3) di kawasan industri. Website ini dirancang khusus untuk mengelola data Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) dan rambu keselamatan dengan pendekatan sistem terintegrasi. Fitur utama dari sistem meliputi pembuatan dan manajemen data HIRA, pelaporan inspeksi rambu keselamatan dengan formulir checklist, unggahan bukti berupa foto, serta dashboard analitik berbasis data untuk membantu pengambilan keputusan. Pengembangan dilakukan menggunakan framework Laravel dan diuji secara fungsional pada 20 skenario, yang menunjukkan tingkat keberhasilan sebesar 95%. Evaluasi juga dilakukan terhadap 15 pengguna melalui kuesioner USE untuk mengukur aspek kegunaan, kemudahan, dan kepuasan. Hasil menunjukkan skor rata-rata 4,3 dari 5, yang menandakan sistem memiliki antarmuka yang ramah pengguna dan mendukung efektivitas pengelolaan keselamatan kerja. Website ini diharapkan dapat menjadi solusi digital yang efisien untuk mendukung transformasi manajemen K3 di lingkungan industri.
Co-Authors Adelia Tanti Ramadhani Adi Wirawan Husodo Agung Nugroho Ahmad Zainal Arifin Al Bayyumi Aldi Purnomo, Rochmad Alfiah, Agry Alma Lia Hakim Amrullah, Haidar Natsir Anda Iviana Juniani Andrian, Dedek Anggara, Dika Ari Setiawan Arief Subekti Arief Subekti Arninputranto, Wibowo Arsita Nuraini Aulia Nadia Rachmat Azim Abdurakhmanovich Yuldashev Dewi Kurniasih Dewi Kurniasih Dewi Rizqi Maimunah Dhani, Mey Rohma Dianita Wardani Dika Anggara Dika Rahayu Widiana Djati, Anggoro Ludiro Edy Prasetyo Hidayat Edy Setiawan Egyt Yusuf Hidayat Eric Cantona, Maftuchan Eriek Wahyu Restu Widodo Estianda Putri Meita Sari Fais Hamzah Faizatul Ummah Fajar Astuti Hermawati Farizi Rachman Firdaus, Riza Rahma Galih Anindita Gisella Mega Nanda Grand Widya Fatiha Salma Gustirini , Ria Haidar Natsir Amrullah Haidar Natsir Amrulloh Hakim, Alma Lia Hanandyo Dardjito Hidayat, Egyt Yusuf I Made Kastiawan Robert Firmandus, I Made Kastiawan I Putu Sindhu Asmara Ihwana As’ad Imah Luluk Kusminah Imam Mahfudzi Indra Adi Ramana Indra Jaya Indri Santiasih Indriani, Ririn Irma Kesaulya Khairas, Eri Ester Kusminah, Imah Luluk Mades Darul Khairansyah Mades Darul Khairansyah Mades Darul Khairansyah Mahfudzi, Imam Maimunah, Dewi Rizqi Mashudi, Sugeng Maula Nafi Melia Chandra Millana Mey Rohmadhani Minarni Wartiningsih Mochamad Yusuf Santoso Mochammad Syamzidan Rabani Mohamad Hakam@ppns.ac.id Mohammad Basuki Rahmat Muhamad Ari Muhammad Nawawi nanda, salma Natsir Amrullah, Haidar Noviani, Doris Novita Anggraini Nur Wakhidatur Rochmawati Nurul Pujiastuti Ponti Almas Karamina Priyambodo Nur Ardi Nugroho Projek Priyonggo Sumangun Lukitadi Prulley Annette Uneputty Puspandari, Lusia Eni Putri, Nila Rizqiyah Hanik Maha Rabani, Mochammad Syamzidan Raharjo, M Setyo Puji Ramana, Indra Adi Reza Fardiyan As’ad Rizky Abiyyanto, Naufal Sara Haumahu Savina Dewi Firnanda Sindy Yurisma Sheila Sri Gunani Partiwi Sri Mulyani Sri Murlianti Sufiyanto, Mohammad Imam Sugiyatmi, Tri Astuti Sulistiya, Yossa Mahendra T.N. Saifullah Tarikh Azis Ramadani Totok Yulianto Tri Astuti Sugiyatmi Tri Martiana Trianto, Ryo Andika Tuapattinaja, M A Urzais, Mazdra Wahyuningtyas, Wahyuningtyas Wiediartini Wiediartini Zahirah Alifia Maulida