Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Arima Modeling for High-Frequency Channel Response in Equatorial Region Jaya, Indra; Nawawi, Muhammad; Handoko, Lukman; Alfiah, Agry
Circuit: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : PTE FTK UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/5yvm4332

Abstract

Indonesia, an archipelagic country located along the equator, is highly vulnerable to natural disasters. At the same time, its geographical conditions require reliable telecommunications to strengthen connectivity across its many islands. One effective solution is the utilization of High-Frequency (HF) communication technology, which enables long-distance communication and supports broadcasting-based telecommunications. This approach can expand available frequency channels, making HF radio communication an important tool for disaster-prone regions like Indonesia. To optimize HF communication, researchers have developed various models of HF channel radio systems, often represented statistically and implemented through channel simulators. Among these approaches, the Auto Regressive Integrated Moving Average (ARIMA) model has been identified as particularly suitable. This is because ARIMA can handle the non-stationary characteristics of time-series data, such as those found in HF channel attenuation measurements. In the modeling process, several ARIMA configurations were tested, including ARIMA (0,1,1), (0,0,5), (1,0,0), (1,0,1), (1,0,2), and (0,0,4). From these options, two models—ARIMA (1,0,0) and ARIMA (1,0,2)—showed the closest fit to the observed data. The final selection was made using the Akaike Information Criterion (AIC), where the ARIMA (1,0,2) model emerged as the best. This model provides the most accurate representation for predicting HF channel attenuation, supporting more reliable telecommunications systems for Indonesia.
Analisis Beban Kerja Mental dan Iklim Panas terhadap Kinerja Karyawan dalam Produksi Wafer Stick Rizky Abiyyanto, Naufal; Handoko, Lukman; Mahfudzi, Imam
Journal of Safety, Health, and Environmental Engineering Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Safety, Health, and Environmental Engineering
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jshee.v3i1.55

Abstract

Industri makanan di Indonesia, khususnya produksi wafer stick di Kabupaten Gresik, menghadapi tantangan besar terkait beban kerja mental dan iklim kerja panas yang mempengaruhi kinerja pekerja. Beban kerja mental yang tinggi dapat menyebabkan stres, kelelahan, dan penurunan produktivitas. Iklim kerja panas berisiko mengurangi kinerja dan kesehatan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat beban kerja mental dan iklim kerja panas pada pekerja di area baking wafer stick. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei dan analisis data statistik. Seluruh populasi pekerja di area baking wafer stick, sebanyak 60 pekerja, dijadikan sampel. Kuesioner NASA-TLX digunakan untuk mengukur beban kerja mental, sedangkan iklim kerja panas diukur menggunakan Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) Meter. Data dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan konsistensi hasil pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43,33% pekerja mengalami beban kerja mental sangat tinggi, 10% tinggi, 5% agak tinggi, 20% sedang, dan 21,67% rendah. Pengukuran iklim kerja panas menunjukkan seluruh titik pengukuran berada di atas Nilai Ambang Batas (NAB) dengan rata-rata suhu 32,5°C, yang termasuk kategori sangat tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja di area baking wafer stick sangat panas sehingga dapat mempengaruhi kinerja dan kesehatan pekerja. Untuk mengatasi masalah ini, ada beberapa rekomendasi yang dapat diberikan antara lain dengan memberikan program pelatihan manajemen stres bagi pekerja serta penjadwalan istirahat yang lebih sering dan lebih panjang di area yang lebih sejuk
Pengenalan Budaya Keselamatan Kerja dalam Kegiatan Melaut Nelayan Desa Kalibuntu Probolinggo untuk Meningkatkan Keselamatan Bekerja Amrulloh, Haidar Natsir; Khairansyah, Mades Darul; Handoko, Lukman; Rahmat, Mohammad Basuki; Rochmawati, Nur Wakhidatur; Sheila, Sindy Yurisma
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol. 8 No. 2 (2022): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v8i2.93-99

Abstract

Aktifitas nelayan penangkap ikan di desa Kalibuntu, Probolinggo berisiko tinggi mengalami kecelakaan kerja yang disebabkan oleh usia perahu, cuaca, dan ombak. Untuk meningkatkan produktivitas nelayan sangat perlu diterapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Berdasarkan hasil prosentasi survei pada tanggal 20 Maret 2021 kepada 12 ketua kelompok nelayan dengan anggota berjumlah 175 orang di desa Kalibuntu terdapat 58.3% nelayan yang tidak memahami tentang budaya K3, 83.3% nelayan menganggap bahwa perlengkapan keselamatan saat melaut itu penting, 58,3% tidak membawa perlengkapan keselamatan, 58,3% saat melaut nelayan pernah mengalami kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja seringkali tidak bisa di prediksi, membuat nelayan harus mengetahui prosedur keselamatan ketika bekerja. Sehingga diadakanlah pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan pentingnya budaya K3 yang dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja saat melaut. Kegiatan Pengabdian ini ditekankan pada kegiatan workshop mengenai budaya K3 mengingat keluhan para nelayan.  Hasil pengabdian yang telah diadakan sebesar 90% masyarakat telah memahami serta menyadari pentingnya budaya K3 dan pentingnya membawa perlengkapan keselamatan saat melaut.
Analysis of the Effect of PWHT on the Corrosion Test of API 5L X65 Material in Submerged Arc Welding Kusminah, Imah Luluk; Anggara, Dika; Wardani, Dianita; Widodo, Eriek Wahyu Restu; Nafi, Maula; Handoko, Lukman; Djati, Anggoro Ludiro; Trianto, Ryo Andika
Eksergi Vol. 20 No. 03 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/eksergi.v20i03.5828

Abstract

This research discusses the method of making distribution pipes using the Submerged Arc Welding (SAW) welding process, especially for pipes with spiral connections. The material used is API 5L X65. SAW pipes with spiral joints are more commonly used for low-pressure piping systems. However, in certain cases, the production of SAW pipes for Sour Service distribution requires special treatment. Sour Service pipes have a high level of corrosion and residual stress, so Post Weld Heat Treatment (PWHT) is required to prevent Hydrogen Induced Cracking (HIC). HIC occurs due to the absorption and accumulation of hydrogen gas in the metal, causing the formation and growth of cracks, which is also influenced by residual stress. PWHT is applied to reduce residual stress to reduce the risk of corrosion. PWHT is a process to change the structure of the weld metal by heating the metal at a certain temperature and time. This research shows that variations in PWHT temperature produce an average residual stress that is not much different with less difference than 2%, In corrosion testing with the HIC method shows crack evidence but is still satisfactory NACE MR0175 criteria for pipe PWHT temperature variation conditions.
Analisis Ergonomi Postur Kerja Pekerja Box Preparation Berdasarkan SNI 9011:2021 di Perusahaan Pengolahan Kelapa Sawit nanda, salma; Handoko, Lukman; Natsir Amrullah, Haidar
The Health Researcher's Journal Vol. 1 No. 04 (2024): The Health Researchers Journal
Publisher : The SDGS Forum Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.00000/q0bx8p51

Abstract

Industri pengolahan kelapa sawit merupakan salah satu sektor utama perekonomian Indonesia. Seiring berkembangnya industri, tentu terdapat tantangan dalam meningkatkan efisiensi produksi dan memastikan kesejahteraan pekerja. Dalam hal ini aspek keselamatan dan kesehatan kerja perlu diperhatikan, salah satunya adalah aspek ergonomi. Pada pekerjaan box preparation ini pekerja bertugas untuk menyiapkan box, merakit box dan melakukan sealing box bagian bawah. Pekerjaan dilakukan secara berulang dengan posisi leher menekuk, rotasi lengan bawah secara cepat, gerakan lengan intensif, dan berdiri dalam jangka waktu yang lama. Berdasarkan hasil survei keluhan Gangguan Otot Rangka Akibat Kerja (GOTRAK) didapatkan hasil bahwa seluruh pekerja pernah mengalami rasa sakit/nyeri atau ketidaknyamanan akibat bekerja dengan tingkat risiko bahaya tinggi sebesar 19%. Tingkat risiko bagian tubuh paling tinggi adalah bagian tangan, kaki, pinggul, dan betis sehingga diperlukan adanya analisis ergonomi pada pekerjaan box preparation sesuai dengan SNI 9011:2021. Hasil dari analisis menunjukan bahwa pekerjaan box preparation berada pada kategori berbahaya dengan total skor sebesar 8. Diperlukan rekomendasi perbaikan dengan memberikan usulan perbaikan stasiun kerja yang disimulasikan menggunakan software CATIA. Rekomendasi usulan perbaikan stasiun kerja memiliki efektivitas untuk menurunkan total skor dari 8 (berbahaya) menjadi 6 (perlu dikaji lebih jauh dan diperbaiki).  
Co-Authors Agung Nugroho Aldi Purnomo, Rochmad Alfiah, Agry Alma Lia Hakim Amrullah, Haidar Natsir Amrulloh, Haidar Natsir Andrian, Dedek Anggara, Dika Anitasar, Bestfy Apriyanto, Mulono Ari Setiawan Arief Subekti Arief Subekti Arninputranto, Wibowo As'ad, Ihwana Dardjito, Hanandyo Dewi Handayani Dewi Rizqi Maimunah Dhani, Mey Rohma Dianita Wardani Dika Anggara Dika Rahayu Widiana Djati, Anggoro Ludiro Egyt Yusuf Hidayat Eric Cantona, Maftuchan Eriek Wahyu Restu Widodo Faizatul Ummah Firdaus, Riza Rahma Gustirini , Ria Haidar Natsir Amrulloh Hakim, Alma Lia Hidayat, Egyt Yusuf Imah Luluk Kusminah Indra Adi Ramana Indra Jaya Indri Santiasih Indriani, Ririn Indriyani Indriyani Indriyati, Citra Irma Kesaulya Khairas, Eri Ester Kusminah, Imah Luluk Lubis, Siti Rahmah Hidayatullah Mades Darul Khairansyah Mades Darul Khairansyah Mahfudzi, Imam Maimunah, Dewi Rizqi Mashudi, Sugeng Maula Nafi Maureen Alice Tuapattinaja Mey Rohmadhani Minarni Wartiningsih Mochammad Syamzidan Rabani Mohammad Basuki Rahmat Mohammad Basuki Rahmat, Mohammad Basuki Muhammad Nawawi Najirah Umar nanda, salma Natsir Amrullah, Haidar Noviani, Doris Nugroho, Agung Nur Wakhidatur Rochmawati Nuraini, Arsita Nurul Pujiastuti Prulley Annette Uneputty Rabani, Mochammad Syamzidan Rachmat, Aulia Nadia Raharjo, M Setyo Puji Ramana, Indra Adi Rizky Abiyyanto, Naufal Rochmawati, Nur Wakhidatur Sara Haumahu Sheila, Sindy Yurisma Sindy Yurisma Sheila Sri Gunani Partiwi Sri Mulyani Sri Murlianti Sufiyanto, Mohammad Imam Sugiyatmi, Tri Astuti Sutiharni, Sutiharni T.N. Saifullah Tri Martiana Trianto, Ryo Andika Urzais, Mazdra Wahyuningtyas, Wahyuningtyas Wiediartini Wiediartini Yuldashev, Azim Abdurakhmanovich Zahirah Alifia Maulida