Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Beban Kerja Mental dan Iklim Panas terhadap Kinerja Karyawan dalam Produksi Wafer Stick Rizky Abiyyanto, Naufal; Handoko, Lukman; Mahfudzi, Imam
Journal of Safety, Health, and Environmental Engineering Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Safety, Health, and Environmental Engineering
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jshee.v3i1.55

Abstract

Industri makanan di Indonesia, khususnya produksi wafer stick di Kabupaten Gresik, menghadapi tantangan besar terkait beban kerja mental dan iklim kerja panas yang mempengaruhi kinerja pekerja. Beban kerja mental yang tinggi dapat menyebabkan stres, kelelahan, dan penurunan produktivitas. Iklim kerja panas berisiko mengurangi kinerja dan kesehatan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat beban kerja mental dan iklim kerja panas pada pekerja di area baking wafer stick. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei dan analisis data statistik. Seluruh populasi pekerja di area baking wafer stick, sebanyak 60 pekerja, dijadikan sampel. Kuesioner NASA-TLX digunakan untuk mengukur beban kerja mental, sedangkan iklim kerja panas diukur menggunakan Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) Meter. Data dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan konsistensi hasil pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43,33% pekerja mengalami beban kerja mental sangat tinggi, 10% tinggi, 5% agak tinggi, 20% sedang, dan 21,67% rendah. Pengukuran iklim kerja panas menunjukkan seluruh titik pengukuran berada di atas Nilai Ambang Batas (NAB) dengan rata-rata suhu 32,5°C, yang termasuk kategori sangat tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja di area baking wafer stick sangat panas sehingga dapat mempengaruhi kinerja dan kesehatan pekerja. Untuk mengatasi masalah ini, ada beberapa rekomendasi yang dapat diberikan antara lain dengan memberikan program pelatihan manajemen stres bagi pekerja serta penjadwalan istirahat yang lebih sering dan lebih panjang di area yang lebih sejuk
Pengenalan Budaya Keselamatan Kerja dalam Kegiatan Melaut Nelayan Desa Kalibuntu Probolinggo untuk Meningkatkan Keselamatan Bekerja Amrulloh, Haidar Natsir; Khairansyah, Mades Darul; Handoko, Lukman; Rahmat, Mohammad Basuki; Rochmawati, Nur Wakhidatur; Sheila, Sindy Yurisma
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol. 8 No. 2 (2022): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v8i2.93-99

Abstract

Aktifitas nelayan penangkap ikan di desa Kalibuntu, Probolinggo berisiko tinggi mengalami kecelakaan kerja yang disebabkan oleh usia perahu, cuaca, dan ombak. Untuk meningkatkan produktivitas nelayan sangat perlu diterapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Berdasarkan hasil prosentasi survei pada tanggal 20 Maret 2021 kepada 12 ketua kelompok nelayan dengan anggota berjumlah 175 orang di desa Kalibuntu terdapat 58.3% nelayan yang tidak memahami tentang budaya K3, 83.3% nelayan menganggap bahwa perlengkapan keselamatan saat melaut itu penting, 58,3% tidak membawa perlengkapan keselamatan, 58,3% saat melaut nelayan pernah mengalami kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja seringkali tidak bisa di prediksi, membuat nelayan harus mengetahui prosedur keselamatan ketika bekerja. Sehingga diadakanlah pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan pentingnya budaya K3 yang dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja saat melaut. Kegiatan Pengabdian ini ditekankan pada kegiatan workshop mengenai budaya K3 mengingat keluhan para nelayan.  Hasil pengabdian yang telah diadakan sebesar 90% masyarakat telah memahami serta menyadari pentingnya budaya K3 dan pentingnya membawa perlengkapan keselamatan saat melaut.
Analysis of the Effect of PWHT on the Corrosion Test of API 5L X65 Material in Submerged Arc Welding Kusminah, Imah Luluk; Anggara, Dika; Wardani, Dianita; Widodo, Eriek Wahyu Restu; Nafi, Maula; Handoko, Lukman; Djati, Anggoro Ludiro; Trianto, Ryo Andika
Eksergi Vol. 20 No. 03 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/eksergi.v20i03.5828

Abstract

This research discusses the method of making distribution pipes using the Submerged Arc Welding (SAW) welding process, especially for pipes with spiral connections. The material used is API 5L X65. SAW pipes with spiral joints are more commonly used for low-pressure piping systems. However, in certain cases, the production of SAW pipes for Sour Service distribution requires special treatment. Sour Service pipes have a high level of corrosion and residual stress, so Post Weld Heat Treatment (PWHT) is required to prevent Hydrogen Induced Cracking (HIC). HIC occurs due to the absorption and accumulation of hydrogen gas in the metal, causing the formation and growth of cracks, which is also influenced by residual stress. PWHT is applied to reduce residual stress to reduce the risk of corrosion. PWHT is a process to change the structure of the weld metal by heating the metal at a certain temperature and time. This research shows that variations in PWHT temperature produce an average residual stress that is not much different with less difference than 2%, In corrosion testing with the HIC method shows crack evidence but is still satisfactory NACE MR0175 criteria for pipe PWHT temperature variation conditions.
Analisis Ergonomi Postur Kerja Pekerja Box Preparation Berdasarkan SNI 9011:2021 di Perusahaan Pengolahan Kelapa Sawit nanda, salma; Handoko, Lukman; Natsir Amrullah, Haidar
The Health Researcher's Journal Vol. 1 No. 04 (2024): The Health Researchers Journal
Publisher : The SDGS Forum Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.00000/q0bx8p51

Abstract

Industri pengolahan kelapa sawit merupakan salah satu sektor utama perekonomian Indonesia. Seiring berkembangnya industri, tentu terdapat tantangan dalam meningkatkan efisiensi produksi dan memastikan kesejahteraan pekerja. Dalam hal ini aspek keselamatan dan kesehatan kerja perlu diperhatikan, salah satunya adalah aspek ergonomi. Pada pekerjaan box preparation ini pekerja bertugas untuk menyiapkan box, merakit box dan melakukan sealing box bagian bawah. Pekerjaan dilakukan secara berulang dengan posisi leher menekuk, rotasi lengan bawah secara cepat, gerakan lengan intensif, dan berdiri dalam jangka waktu yang lama. Berdasarkan hasil survei keluhan Gangguan Otot Rangka Akibat Kerja (GOTRAK) didapatkan hasil bahwa seluruh pekerja pernah mengalami rasa sakit/nyeri atau ketidaknyamanan akibat bekerja dengan tingkat risiko bahaya tinggi sebesar 19%. Tingkat risiko bagian tubuh paling tinggi adalah bagian tangan, kaki, pinggul, dan betis sehingga diperlukan adanya analisis ergonomi pada pekerjaan box preparation sesuai dengan SNI 9011:2021. Hasil dari analisis menunjukan bahwa pekerjaan box preparation berada pada kategori berbahaya dengan total skor sebesar 8. Diperlukan rekomendasi perbaikan dengan memberikan usulan perbaikan stasiun kerja yang disimulasikan menggunakan software CATIA. Rekomendasi usulan perbaikan stasiun kerja memiliki efektivitas untuk menurunkan total skor dari 8 (berbahaya) menjadi 6 (perlu dikaji lebih jauh dan diperbaiki).  
Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat Melalui Edukasi P3K di Desa Mojorejo Mojokerto Dhani, Mey Rohma; Santoso, Mochamad Yusuf; Kurniasih, Dewi; Santiasih, Indri; Handoko, Lukman; Puspandari, Lusia Eni; Sulistiya, Yossa Mahendra; Putri, Nila Rizqiyah Hanik Maha
Jurnal Cakrawala Maritim Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Cakrawala Maritim
Publisher : P3M Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jcm.v9i1.78

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat melalui edukasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) di Desa Mojorejo, Mojokerto, yang menghadapi tantangan pengetahuan terbatas terhadap kesiapsiagaan keadaan darurat. Rendahnya pemahaman warga dalam penanganan kondisi darurat secara cepat dan tepat menjadi permasalahan utama yang mendasari program ini. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan warga dengan keterampilan dasar P3K agar mampu memberikan respons awal yang efektif sebelum bantuan medis profesional tiba. Pendekatan partisipatif digunakan pada kegiatan pengabdian ini, dimulai dengan survei kondisi masyarakat untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan P3K dan potensi lokal. Setelah itu, disusun rencana program yang berfokus pada edukasi dan simulasi P3K, mencakup pengenalan prinsip dasar, teknik penanganan cedera ringan (luka terbuka, pingsan, keseleo, perdarahan), serta praktik langsung. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Balai RW dengan melibatkan aktif 29 warga. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, terbukti dari rata-rata nilai pre-test 82,86 menjadi 90,75 pada post-test. Sebanyak 76% peserta berhasil memenuhi nilai minimal, menunjukkan efektivitas pendekatan partisipatif dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Kegiatan ini juga meliputi pendemonstrasian penggunaan perlengkapan P3K dan penyerahan tas P3K pribadi serta kotak P3K. Implikasi dari kegiatan ini adalah penguatan ketahanan kesehatan masyarakat, pembentukan fondasi jaringan pertolongan pertama berbasis komunitas, serta peningkatan literasi bencana di tingkat desa. Keberlanjutan pelatihan secara berkala dan replikasi model ini di desa-desa sekitar disarankan untuk memperluas dampaknya.
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA ANAK TENTANG SENAM OTAK UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR Pujiastuti, Nurul; Handoko, Lukman; Gustirini, Ria; Indriani, Ririn; Sugiyatmi, Tri Astuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22313

Abstract

Abstrak: Gerakan senam otak menghubungkan otak, indera, dan tubuh untuk merangsang sistem saraf pusat, meningkatkan relaksasi, kejernihan pikiran, dan fokus. Adanya gerakan dan tempo yang teratur pada senam otak sehingga dapat dengan mudah diikuti anak. Tujuan pengabdian kepada Masyarakat yaitu memberikan pendidikan kesehatan tentang senam otak pada anak usia sekolah untuk meningkatkan softskill anak dalam konsentrasi belajar di Desa Kemantren Kec. Purwosari Kab. Pasuruan. Metode pengabdian kepada masyarakat melalui penyuluhan kesehatan dengan sasaran anak usia sekolah. Peserta pengabmas sebesar 8 orang. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa anak memiliki konsentrasi belajar sebagian besar kurang saat pre-test dan sebagian besar baik saat post-test. Konsentrasi belajar anak usia sekolah dinilai menggunakan skala tes The Army Alpha. Rata-rata nilai sebelum diberikan senam otak yaitu 2-7 (kategori rendah-sedang). Sedangkan rata-rata nilai setelah diberikan senam otak yaitu 8-12 (kategori tinggi-sangat tinggi). Kesimpulan pendidikan kesehatan tentang senam otak pada anak usia sekolah dapat meningkatkan konsentrasi belajar sebesar 100%.Abstract: Brain gymnastics movements connect the brain, senses, and body to stimulate the central nervous system, enhancing relaxation, mental clarity, and focus. The regular movements and tempo in brain gymnastics make it easy for children to follow. The objective of community service is to provide health education about brain gymnastics to school-aged children to improve their soft skills in learning concentration in Kemantren Village, Purwosari Sub-district, Pasuruan Regency. The method of community service is through health counseling targeting school-aged children. There were 8 participants in the community service program. The results of the community service show that children mostly had inadequate learning concentration during the pre-test and mostly had good concentration during the post-test. The learning concentration of school-aged children was assessed using The Army Alpha test scale. The average score before brain gymnastics was given ranged from 2-7 (low-medium category). Meanwhile, the average score after brain gymnastics ranged from 8-12 (high-very high category). The conclusion is that health education about brain gymnastics for school-aged children can increase learning concentration by 100%.
Factors Contributing To The Development Of Musculoskeletal Disorders Among Employees In The Manufacturing Sector: A Cross-Sectional Study Lukman Handoko; Arsita Nuraini; Aulia Nadia Rachmat; Tri Astuti Sugiyatmi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41270

Abstract

Gangguan muskuloskeletal (MSDs) melibatkan cedera pada otot, tendon, ligamen, saraf, sendi, tulang, atau pembuluh darah di area seperti tangan, kaki, leher, atau punggung. Gangguan ini dapat disebabkan atau diperparah oleh faktor-faktor yang berhubungan dengan pekerjaan. MSDs merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang paling umum terjadi, menempati urutan kedua di Indonesia, dengan tingkat prevalensi 7,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap MSDs di kalangan karyawan manufaktur. Dengan menggunakan desain cross-sectional, data dikumpulkan dari 50 karyawan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi foto/video. Hasilnya menunjukkan bahwa banyak peserta melaporkan MSD pada tubuh bagian atas, dengan postur tubuh yang buruk yang umum terjadi pada karyawan.
Analysis Posture Work For Reduce Risk of Musculoskeletal Disorders (MSDs) With REBA Method in Wooden Ship Manufacturing Industry Abidin, Septa Prastiya; Handoko, Lukman; Santiasih, Indri
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 11 No. 1 (2026): In Progress
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v11i1

Abstract

In the current industrial era, work intensity will increase along with consumer demand. As a result, the workload received by workers must be considered, regardless of whether it is a low, medium, or high workload. The focus of this study is on the workload borne by workers who work in the wooden ship manufacturing industry at a company that produces wood as the main material for making wooden ships. Lifting, cutting, and assembling are jobs that are often done in the production section, which require many repetitions and long times. Therefore, it can be concluded that these activities have a very high risk and have a dangerous impact on workers to experience muscle or bone injuries. The Nordic Body Map (NBM) questionnaire was used to conduct an initial measurement of the workload risk received by workers to determine the risk of workload received. The results showed a high value for complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs). Furthermore, further measurements of ergonomic risks were carried out using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) method , so that design steps can be taken to improve work posture using the CATIA application to reduce the level of complaints that occur.
Co-Authors Abidin, Septa Prastiya Agung Nugroho Aldi Purnomo, Rochmad Alfiah, Agry Alma Lia Hakim Amrullah, Haidar Natsir Amrulloh, Haidar Natsir Andrian, Dedek Anggara, Dika Anitasar, Bestfy Apriyanto, Mulono Ari Setiawan Arief Subekti Arief Subekti Arninputranto, Wibowo Arsita Nuraini As'ad, Ihwana Aulia Nadia Rachmat Dardjito, Hanandyo Dewi Handayani Dewi Kurniasih Dewi Rizqi Maimunah Dhani, Mey Rohma Dianita Wardani Dika Anggara Dika Rahayu Widiana Djati, Anggoro Ludiro Egyt Yusuf Hidayat Eric Cantona, Maftuchan Eriek Wahyu Restu Widodo Faizatul Ummah Firdaus, Riza Rahma Gustirini , Ria gustirini, ria Haidar Natsir Amrulloh Hakim, Alma Lia Hidayat, Egyt Yusuf Imah Luluk Kusminah Indra Adi Ramana Indra Jaya Indri Santiasih Indriani, Ririn Indriyani Indriyani Indriyati, Citra Irma Kesaulya Khairas, Eri Ester Kusminah, Imah Luluk Lubis, Siti Rahmah Hidayatullah Mades Darul Khairansyah Mades Darul Khairansyah Mahfudzi, Imam Maimunah, Dewi Rizqi Mashudi, Sugeng Maula Nafi Maureen Alice Tuapattinaja Mey Rohmadhani Minarni Wartiningsih Mochamad Yusuf Santoso Mochammad Syamzidan Rabani Mohammad Basuki Rahmat Mohammad Basuki Rahmat, Mohammad Basuki Muhammad Nawawi Najirah Umar nanda, salma Natsir Amrullah, Haidar Noviani, Doris Nugroho, Agung Nur Wakhidatur Rochmawati Nurul Pujiastuti Nurul Pujiastuti Prulley Annette Uneputty Puspandari, Lusia Eni Putri, Nila Rizqiyah Hanik Maha Rabani, Mochammad Syamzidan Raharjo, M Setyo Puji Ramana, Indra Adi Rizky Abiyyanto, Naufal Rochmawati, Nur Wakhidatur Sara Haumahu Sheila, Sindy Yurisma Sindy Yurisma Sheila Sri Gunani Partiwi Sri Mulyani Sri Murlianti Sufiyanto, Mohammad Imam Sugiyatmi, Tri Astuti Sulistiya, Yossa Mahendra Sutiharni, Sutiharni T.N. Saifullah Tri Astuti Sugiyatmi Tri Martiana Trianto, Ryo Andika Urzais, Mazdra Wahyuningtyas, Wahyuningtyas Wiediartini Wiediartini Yuldashev, Azim Abdurakhmanovich Zahirah Alifia Maulida