Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE PADA REMAJA PUTRI SMAN 1 KRUENG BARONA JAYA Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Ulfa Husna Dhirah; Sahbainur Rezeki; Naura Azkia; Riska Amalia Putri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5241

Abstract

AbstrakAnemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya cukup tinggi, terutama pada kelompok remaja putri. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada remaja usia 15–24 tahun sebesar 32%, sementara penelitian lain melaporkan angka anemia pada remaja putri dapat mencapai 48,9%. Kondisi ini berdampak pada terganggunya pertumbuhan, penurunan konsentrasi belajar, serta menurunnya produktivitas. Upaya pencegahan anemia salah satunya adalah melalui konsumsi tablet Fe secara teratur, namun tingkat kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet Fe masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada remaja putri SMAN 1 Krueng Barona Jaya. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan pre-test dan post-test control group design. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling dan dibagi ke dalam kelompok intervensi serta kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan lembar observasi untuk menilai kepatuhan konsumsi tablet Fe. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test untuk menilai perubahan sebelum dan sesudah intervensi dalam kelompok, serta independent t-test untuk membandingkan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan (p < 0,05) dan kepatuhan konsumsi tablet Fe (p < 0,05) pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan: Edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada remaja putri. Disarankan agar pihak sekolah bersama tenaga kesehatan melaksanakan program edukasi secara rutin untuk mendukung upaya pencegahan anemia di kalangan remaja.Kata kunci: anemia, remaja putri, edukasi kesehatan, kepatuhan, tablet Fe
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 12-24 BULAN DI DESA CIPARI PARI TIMUR KECAMATAN SULTAN DAULAT KOTA SUBULUSSALAM Ulfa Husna Dhirah; Sahbainur Rezeki; Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Finaul Asyura; Nurhayati Nurhayati; Syarifah Yanti Astryna; Fauziah Andika
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5246

Abstract

AbstrakStatus gizi balita merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan masyarakat, terutama pada usia 12–24 bulan yang merupakan periode emas pertumbuhan. Faktor pola asuh orang tua, khususnya ibu, sangat berpengaruh dalam menentukan asupan makanan dan status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan status gizi balita usia 12–24 bulan di Desa Cipari Pari Timur, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh balita usia 12–24 bulan di Desa Cipari Pari Timur, dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk menilai pola asuh dan pengukuran antropometri (BB/U, TB/U, BB/TB) untuk menentukan status gizi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola asuh yang baik (58%) dan status gizi balita normal (62%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan status gizi balita (p-value < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah pola asuh orang tua, khususnya dalam pemberian makanan dan perawatan sehari-hari, berhubungan erat dengan status gizi balita. Disarankan kepada orang tua untuk meningkatkan praktik pola asuh gizi yang baik serta kepada tenaga kesehatan desa agar terus memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi optimal pada balita. 
STRATEGI REKONSTRUKSI EKONOMI PASCABENCANA MELALUI STIMULUS MODAL BERGULIR DAN PENDAMPINGAN MANAJEMEN BISNIS KONTINJENSI Marniati Marniati; Sahbainur Rezeki
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STRATEGI REKONSTRUKSI EKONOMI PASCABENCANA MELALUI STIMULUS MODAL BERGULIR DAN PENDAMPINGAN MANAJEMEN BISNIS KONTINJENSI
PENYELENGGARAAN POSKO KESEHATAN TERPADU DAN PELATIHAN PSYCHOLOGICAL FIRST AID PASCA-BENCANA BANJIR ACEH Sahbainur Rezeki; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENYELENGGARAAN POSKO KESEHATAN TERPADU DAN PELATIHAN PSYCHOLOGICAL FIRST AID PASCA-BENCANA BANJIR ACEH
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI BERBASIS BUDAYA LOKAL TERHADAP KESIAPAN MENTAL DAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE SAAT MENARCHE PADA REMAJA PUTRI Sahbainur Rezeki; Nuzulul Rahmi; Raudhatun Nuzul ZA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 8 No. 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1972

Abstract

Kurangnya kesiapan mental dan kecemasan saat mengalami menarche pada remaja putri di pedesaan sering kali bersumber dari benturan norma budaya setempat dan minimnya informasi tepercaya (Sutoyo & Handayani, 2020; Ningsih & Andayani, 2021). Penelitian kuasi-eksperimen ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan reproduksi berbasis budaya lokal terhadap tingkat kesiapan mental dan perilaku personal hygiene saat menarche pada remaja putri (Asmoro & Rahayu, 2021). Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2022 di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Subjek penelitian berjumlah 68 remaja putri usia 10–12 tahun (34 kelompok intervensi di Desa Lamreh dan 34 kelompok kontrol di Desa Neuheun) setelah memperhitungkan drop out. Intervensi dilakukan selama 4 minggu melalui modul edukasi terintegrasi nilai kearifan lokal. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rerata skor kesiapan mental dari 54,20 ± 8,50 menjadi 73,80 ± 7,15 (p=0,002) pada kelompok intervensi. Pendekatan kultural terbukti efektif mereduksi kecemasan menarche dan meningkatkan higiene personal tanpa mengabaikan norma lokal (Petro-Nustas et al., 2018; Aryanti et al., 2021). Kata kunci: Kesehatan Reproduksi Remaja, Menarche, Personal Hygiene, Budaya Lokal, Aceh Besar
EKSPLORASI KEPERCAYAAN BUDAYA LOKAL DAN MITOS TERKAIT KESEHATAN REPRODUKSI DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERNIKAHAN USIA DINI DI WILAYAH RURAL Sahbainur Rezeki; Alfitri Wahyuni; Asmaul Husna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 9 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2876

Abstract

Maraknya pernikahan usia dini di wilayah rural sering kali terikat kuat dengan dogma kearifan lokal, persepsi tabu atas edukasi kesehatan reproduksi, serta mitos perlindungan kehormatan keluarga. Penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografer ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam kepercayaan budaya lokal dan mitos kesehatan reproduksi yang memengaruhi keputusan pernikahan dini di pemukiman terpencil. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga March 2023 di Gampong Lhoong, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, sebuah wilayah rural pesisir dengan angka pernikahan dini yang terdaftar relatif tinggi. Informan penelitian ditentukan secara purposive berjumlah 12 orang, terdiri dari 4 remaja putri terancam/pernah nikah dini, 4 orang tua/tokoh keluarga, 2 tokoh adat/keuchik, dan 2 bidan desa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dan diskusi kelompok terarah (FGD), kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik (Miles & Huberman). Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama: (1) Mitos "pamali perawan tua" jika menolak lamaran pertama, (2) Tabu pembicaraan organ reproduksi yang dianggap mendorong pergaulan bebas, dan (3) Kepercayaan bahwa pernikahan dini merupakan solusi terbaik mencegah perzinaan (mengikis aib). Temuan ini menegaskan perlunya reformulasi edukasi kesehatan reproduksi berbasis advokasi kultural bersama pemangku adat setempat. Kata kunci: Kesehatan Reproduksi, Pernikahan Usia Dini, Mitos Budaya, Wilayah Rural, Gampong Lhoong
ANALISIS PERILAKU PANTANG MAKAN BERBASIS BUDAYA (FOOD TABOO) TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DAN IMPLIKASINYA PADA PELAYANAN ASUHAN KEBIDANAN Sahbainur Rezeki; Faradilla Safitri; Eva Rosdiana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 10 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4089

Abstract

Tingginya prevalensi anemia pada remaja putri di wilayah rural erat kaitannya dengan kebiasaan batasan asupan nutrisi yang dipengaruhi oleh budaya pantang makan (food taboo). Penelitian observasional analitik dengan pendekatan case-control study ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku pantang makan berbasis budaya terhadap kejadian anemia pada remaja putri serta implikasinya dalam asuhan kebidanan. Penelitian dilaksanakan pada bulan January hingga Maret 2024 di Gampong Blang Kucak, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah. Sampel penelitian berjumlah 60 remaja putri (30 kasus anemia dan 30 kontrol tidak anemia) yang dipilih menggunakan teknik fixed disease sampling. Pengukuran kadar hemoglobin menggunakan alat Hb-meter digital, sedangkan data pantang makan diperoleh melalui kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja putri yang memiliki perilaku pantang makan tinggi berisiko 4,2 kali lebih besar mengalami anemia dibandingkan remaja yang tidak pantang makan (OR = 4,20; 95% CI= 1,38 - 12,74; p = 0,009). Bidan komunitas perlu mengintegrasikan konseling nutrisi peka budaya (culturally sensitive nutritional counseling) dalam pelayanan asuhan kebidanan remaja. Kata kunci: Anemia, Perilaku Pantang Makan, Food Taboo, Remaja Putri, Asuhan Kebidanan, Bener Meriah
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE PADA REMAJA PUTRI SMAN 1 KRUENG BARONA JAYA Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Ulfa Husna Dhirah; Sahbainur Rezeki; Naura Azkia; Riska Amalia Putri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5241

Abstract

AbstrakAnemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya cukup tinggi, terutama pada kelompok remaja putri. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada remaja usia 15–24 tahun sebesar 32%, sementara penelitian lain melaporkan angka anemia pada remaja putri dapat mencapai 48,9%. Kondisi ini berdampak pada terganggunya pertumbuhan, penurunan konsentrasi belajar, serta menurunnya produktivitas. Upaya pencegahan anemia salah satunya adalah melalui konsumsi tablet Fe secara teratur, namun tingkat kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet Fe masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada remaja putri SMAN 1 Krueng Barona Jaya. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan pre-test dan post-test control group design. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling dan dibagi ke dalam kelompok intervensi serta kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan lembar observasi untuk menilai kepatuhan konsumsi tablet Fe. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test untuk menilai perubahan sebelum dan sesudah intervensi dalam kelompok, serta independent t-test untuk membandingkan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan (p < 0,05) dan kepatuhan konsumsi tablet Fe (p < 0,05) pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan: Edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada remaja putri. Disarankan agar pihak sekolah bersama tenaga kesehatan melaksanakan program edukasi secara rutin untuk mendukung upaya pencegahan anemia di kalangan remaja.Kata kunci: anemia, remaja putri, edukasi kesehatan, kepatuhan, tablet Fe
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 12-24 BULAN DI DESA CIPARI PARI TIMUR KECAMATAN SULTAN DAULAT KOTA SUBULUSSALAM Ulfa Husna Dhirah; Sahbainur Rezeki; Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Finaul Asyura; Nurhayati Nurhayati; Syarifah Yanti Astryna; Fauziah Andika
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5246

Abstract

AbstrakStatus gizi balita merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan masyarakat, terutama pada usia 12–24 bulan yang merupakan periode emas pertumbuhan. Faktor pola asuh orang tua, khususnya ibu, sangat berpengaruh dalam menentukan asupan makanan dan status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan status gizi balita usia 12–24 bulan di Desa Cipari Pari Timur, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh balita usia 12–24 bulan di Desa Cipari Pari Timur, dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk menilai pola asuh dan pengukuran antropometri (BB/U, TB/U, BB/TB) untuk menentukan status gizi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola asuh yang baik (58%) dan status gizi balita normal (62%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan status gizi balita (p-value < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah pola asuh orang tua, khususnya dalam pemberian makanan dan perawatan sehari-hari, berhubungan erat dengan status gizi balita. Disarankan kepada orang tua untuk meningkatkan praktik pola asuh gizi yang baik serta kepada tenaga kesehatan desa agar terus memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi optimal pada balita. 
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI KECAMATAN SUMBAWA KABUPATEN SUMBAWA Eva Rosdiana; Rini Juwita; Chairanisa Anwar; Fauziah Andika; Sahbainur Rezeki
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5409

Abstract

Latar Belakang : Masalah pengelolaan sampah menjadi isu penting dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, meningkatkan risiko penyakit, dan menurunkan kualitas hidup masyarakat. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah di Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah pemberian edukasi kesehatan, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat setelah diberikan edukasi kesehatan, dengan nilai signifikansi p < 0,05. Kesimpulan : Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berpengaruh positif terhadap pengetahuan responden dalam pengelolaan sampah. Saran : Oleh karena itu, pemberian edukasi secara berkala dan terstruktur disarankan sebagai strategi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kata Kunci: edukasi kesehatan, pemahaman masyarakat, pengelolaan sampah, promosi kesehatan