Claim Missing Document
Check
Articles

The Logo Analysis from Faculty of Information Technology and Communication of Universitas Semarang in order to Redesign the Logo and the Corporate Identity Design using Logotype Method Ersyad, Firdaus Azwar; Setya Watie, Errika Dwi; Setyowati, Retno Manuhoro
Jurnal The Messenger Vol. 10 No. 1 (2018): January-June
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/themessenger.v10i1.715

Abstract

The logo analysis from  Faculty  of  Information Technology  and  Communication (FTIK) of Universitas Semarang in order to redesign logo and corporate identity design using logotype method is an effort to stimulate the faculty potentiality, by strengthening the brand image so that faculty is well-known in the future and would convince the society as social partner in organizing education quality. Redesign logo and corporate design is a research and development method which purpose at developing FTIK logo. The research uses Research and Development method. From the entire process of R&D development, eight steps are taken as follow: Potential and Problems of Data Collection, Product Design, Design Validation, Design Revision, Product Trial, Product Revision, Usage Trial, Mass Production. The process of redesigning the logo and faculty identity design refers to the vision and mission of the faculty so it can be implemented in creative concepts, communication strategies and application media.
Warak Ngendhog Commodification as a Kind of Creative Industry in Semarang City Febriana, Kharisma Ayu; Setiawan, Yuliyanto Budi; Ersyad, Firdaus Azwar
Jurnal The Messenger Vol. 11 No. 1 (2019): January-June
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/themessenger.v11i1.925

Abstract

Warak Ngendhog in Semarang City make it a cultural phenomenon. Some forms of commodification are used in the economic, political and cultural sectors. The purpose of this study is to find out the symptoms of the cultural phenomenon which has transformed into various forms. This research use qualitative analysis with descriptive approach. As for the results of this study, Warak Ngendhog which functions has transformed and changed, can be utilized in the cultural and tourism sectors as one of the cultural icons in the city of Semarang. Warak Ngendhog culture has contributed to the government of Semarang City with the emergence of various forms of its transformation into various forms of art and culture. In addition, this study is expected to give contribution in the field of cultural preservation in Semarang City.
Personal Branding Cino Fajrin through Instagram Fitrianti, Ayang; Febriana, Kharisma Ayu; Ersyad, Firdaus Azwar
Jurnal The Messenger Vol. 12 No. 1 (2020): January-June
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/themessenger.v12i1.1641

Abstract

Instagram is one of the social media that can help an account owner build personal branding, including in the context of this research, namely Cino Fajrin as one of the local celebgram with a very strong Semarangan character, and become one that stands out among other celebgrams in this city. The owner of the @cinofajrin account itself is a celebgram with 115.000 followers. The method used in this research is a case study. For the results of the study found that the formation of personal branding on Instagram as a form of specialization, leadership, personality, distinguishing, becoming visible, unity, determination, and good name. Cino Fajrin looks consistent in building personal branding on his Instagram account, allowing him to increase his 'personal' value and selling power. His success in managing branding on his Instagram account, has also led him to the opportunity to work with various event organizers, brands and companies.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI SINEMATOGRAFI MELALUI PEMBELAJARAN KOLABORATIF: ANALISIS PRODUKSI FILM KOMUNITAS DESA KEPUNDUHAN TEGAL Firdaus Azwar Ersyad
Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif Vol. 6 No. 1 (2025): Sendikraf Jurnal Pendidikan Seni dan Industri
Publisher : BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengembangan kompetensi sinematografi melaluipembelajaran kolaboratif di Desa Kepunduhan, Tegal dalam membangun praktik produksifilm berbasis komunitas. Di tengah arus perkembangan industri film yang didominasi produksiurban, fenomena sinema pedesaan yang berkembang dari inisiatif masyarakat menjadi isupenting untuk dikaji secara mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdengan metode etnografi. Penelitian dilakukan selama 6 bulan dengan melibatkan 9 informankunci. Analisis dilakukan terhadap praktik produksi film Sumirah yang berhasil meraihpenghargaan di Festival Film Tegal 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakatdesa mengembangkan model pembelajaran kolaboratif melalui sistem rembuk yangmengintegrasikan nilai-nilai gotong royong dengan teknik produksi film. Model ini terdiri daritiga komponen utama: struktur organisasi adaptif dengan sistem multiperan, proses kerjakolaboratif melalui praktik rembuk, dan mekanisme pemberdayaan melalui transfer pengetahuan antaranggota komunitas. Melalui model ini, masyarakat berhasilmengembangkan kompetensi sinematografi dengan memanfaatkan potensi lokal, mulai daripenggunaan lokasi alami sebagai setting, optimalisasi pencahayaan natural, hinggapengembangan narasi berbasis kearifan lokal. Keberhasilan model ini membuktikan bahwapembelajaran kolaboratif dapat menjadi strategi efektif dalam pengembangan kompetensisinematografi di tingkat komunitas pedesaan.
LAPORAN TUGAS AKHIR VISUALISASI HUBUNGAN ASMARA LINTAS AGAMA DALAM BENTUK FILM EKSPERIMENTAL Setiawan, Dennis Deanova; Zen, Adrian Permana; Ersyad, Firdaus Azwar
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masing-masing individu sudah pasti memiliki rasa cinta kepada individu lainnya, terkhusus asmara yang saling diberikan satu sama lain antara pria dan wanita sesuai dengan yang sudah diatur oleh agama. Dalam pengkaryaan ini, Penulis ingin mewujudkan sebuah karya dimana hubungan asmara memiliki sebuah tantangan, yaitu perbedaan agama yang dianut. Dalam pengkaryaan berjudul <Tuhan Ku Sembah, Cinta Ku Puja=, fenomena tersebut Penulis sajikan dalam bentuk film eksperimental. Film eksperimental adalah hasil dari eksplorasi sinematik dan mengubah film berbentuk naratif menjadi nonnaratif. Film eksperimental tetap memiliki ide, emosi, dan gagasan, namun sedikit berbeda dari film pada umumnya. Film eksperimental terkesan lebih abstrak sehingga sulit untuk dipahami. Penulis membagi menjadi 3 tahap pengkaryaan yaitu tahap pra-produksi, produksi, dan pasca produksi. Dalam tahap pra-produksi, penulis menyiapkan alat- alat produksi berupa kamera, lighting, tripod, laptop, dan sofware editing. Pada tahap produksi, Penulis akan menerapkan abstract dan associational Form. Dalam tahap pasca produksi, Penulis akan menggunakan efek yang beragam dan banyak teknik editing masking pada objek tertentu. Tujuan dari pengkaryaan ini adalah sebagai visualisasi respon negatif masyarakat terhadap fenomena ini, visualisasi emosi dan perasaan yang dialami oleh pelaku fenomena ini, dan menyampaikan pesan bahwa tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatan cinta dua orang yang saling menyayangi. Kata Kunci: Hubungan Asmara Beda Agama, Film Eksperimental, Tahapan Pengkaryaan, Tujuan Pengkaryaan.
PROSES KREATIF PENCIPTAAN FILM EKSPERIMENTAL HANASTA SANG NAFSI Nugraha, Farhan; Endriawan, Didit; Ersyad, Firdaus Azwar
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada kesempatan ini penulis mengangkat Isu mothering relationship, yang seringkali terjadi dalam masyarakat namun sebagain diantaranya terkadang tidak menyadari perilaku ini dalam hubungannya. Melihat dampak yang ditimbulkan isu ini terhadap keberlangsungan hidup dari korban perilaku mothering ini, serta berdasarkan pengalaman pribadi penulis akan isu ini, menggerakan penulis untuk mengangkat isu ini menjadi sebuah karya seni film eksperimental yang berfokus kepada reaksi serta efek negatif rincinya lagi yaitu reaksi sosial soft reaction yang ditimbulkan isu ini tercipta suatu tujuan agar masyarakat dapat mengetahui apa yang dirasakan oleh seseorang ketika mengalami isu ini dalam hubungan atau dirinya. Tidak hanya sekedar menganangkat isu ini,pada kesempatan ini penulis mencoba mengeksplorasi film eksperimental untuk mengintergrasikan elemen seni pertunjukan didalam filmnya. Film ini menggunakan pendekatan sinematografi non-konvensional serta narasi non-linear guna menyampaikan dinamika emosional yang kompleks. Dengan menggunakan simbolisme, manipulasi waktu serta pencahayaan yang ekspresif film ini dapat menciptakan pengalaman mendalam yang memaksa penonto untuk merenungkan kejadian ini. Kata Kunci : Film Eksperimental, Mothering Relationship, Visual Treatment
RECALL MEMORY REPRESENTASI RASA KEHILANGAN PERPISAHAN ORANG TUA DALAM KARYA LUKIS MIX MEDIA Nugrahadi, Muhammad Agam; Yuningsih, Cucu Retno; Ersyad, Firdaus Azwar
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap orang pasti memiliki sebuah kenangan, entah itu kenangan baik atau pun buruk. Tapi bagaimana jadinya ketika seseorang memiliki kenangan buruk yang terus teringat. Terutama jika kenangan buruk itu berasal dari lingkungan yang lebih dekat yaitu keluarga, seperti perpisahan orang tua. Tentu kenangan buruk yang dimiliki akan terus dirasakan semakin dalam dan menjadi sebuah keresahan. Ini lah hal yang menjadi gagasan dari karya lukis tugas akhir <Recall Memory Representasi Rasa Kehilangan Perpisahan Orang Tua Dalam Karya Lukis Mix Media=. Karya ini menjadi salah satu metode mengingat kembali (recall memory) terhadap rasa kehilangan untuk pelampiasan dan pemrosesan emosi ke dalam dua buah kanvas. Dengan adanya karya ini menjadikan media atau wadah sebagai curhat dan lebih menggali lebih dalam mengenai rasa kehilangan yang terjadi terhadap perpisahan orang tua, dengan menuangkan emosi dan pengalaman pribadi ke dalam medium visual dapat memproses duka cita yang terpendam. Karya ini bukan hanya sekadar representasi visual dari pengalaman pribadi, tetapi juga sebuah undangan bagi pembaca untuk merenung dan mungkin menemukan refleksi diri dalam proses pengalaman manusiawi yang kompleks. Kata kunci: recall memory, kenangan, rasa kehilangan, lukis mix media, surealis.
REPRESENTASI FEMINISME PADA KARAKTER PEREMPUAN DALAM FILM THE BIG 4 Nusantari, Alya; Ersyad, Firdaus Azwar; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi feminisme dalam film The Big 4 melalui pendekatan semiotika John Fiske. The Big 4 adalah film aksi komedi yang mengisahkan empat saudara mantan pembunuh bayaran yang kembali beraksi bersama Dina untuk mengungkap pembunuh ayah mereka. Beberapa adegan dalam film ini menampilkan representasi feminisme, dan tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana feminisme diwujudkan dalam narasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data dianalisis berdasarkan teori semiotika John Fiske, serta disertai tangkapan gambar untuk memperkuat analisis yang dilakukan. Kata Kunci: film The Big 4, feminisme, semiotika John Fiske
VISUALISASI DAMPAK POLUSI UDARA TERHADAP KELOMPOK SENSITIF DALAM BENTUK FILM EKSPERIMENTASL "INVISIBLE THREAT" Taqiyuddin, Sayyaf; Ersyad, Firdaus Azwar; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polusi udara menjadi permasalahan global yang semakin ramai dibicarakan. Kualitas udara bersih yang biasanya kita hirup dengan bebas kini mulai tercemar, terutama akibat aktivitas manusia, seperti merokok, pembakaran sampah, penggunaan kendaraan bermotor, serta aktivitas industri yang masih mengandalkan bahan bakar fosil. Jika masalah ini terus diabaikan, manusia akan menghadapi ancaman serius yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan penyakit pernapasan. Terlebih lagi, Ibu kota Jakarta saat ini termasuk dalam 10 besar kota penyumbang polusi udara di dunia. Sebagai tanggapan terhadap isu ini, penulis menciptakan karya audio-visual dalam bentuk film eksperimental yang bertujuan untuk menggambarkan bahaya polusi udara terhadap kelompok sensitif. Melalui karya ini, penulis berharap dapat mengedukasi masyarakat tentang risiko polusi udara dan mendorong kerja sama antara dan pemerintah masyarakat dalam upaya mengurangi polusi tanpa saling menyalahkan. Kata Kunci : polusi udara, kelompok sensitif, film eksperimental
VISUALISASI PHUBBING DALAM FILM EKSPERIMENTAL BERJUDUL : DISCONNECTED Ashila, Muhammad Azka; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid; Ersyad, Firdaus Azwar
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film eksperimental ini awalnya terbentuk dari keresahan penulis terkait fenomena sosial satu dekade terakhir ini yang cukup ramai terjadi namun sedikit orang yang menyadarinya. <Disconnected= mengeksplorasi tema kecanduan teknologi atau bisa disebut sebagai dampak negatif dari phubbing yang mempengaruhi hubungan antar individu, film eksperimental ini mencoba memvisualisasikan dampak negatif dari phubbing tersebut melalui serangkaian visual simbolis dan narasi non-linear. Dalam film ini dikisahkan seorang protagonis yang sudah sedari awal kecanduan terhadap gawai, saking kecanduannya sampai-sampai dia melampiaskannya kepada teman-temannya dengan perilaku phubbing. Seiring alur cerita berjalan, emosi dalam diri protagonis akan terus berjuang melawan konflik batinnya yang sering kali memaksa dirinya untuk terlena terhadap dunia digital. Kata kunci: film eksperimental, kecanduan, emosi, simbolisme.