Claim Missing Document
Check
Articles

Revitalisasi Pendidikan Seni Film dan Televisi Sebagai upaya Pengembangan Industri kreatif di Era Global Firdaus Azwar Ersyad
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kreatif merupakan aspek penting dalam perekonomian global karena memiliki potensi untuk menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja baru. Oleh karena itu, peran pendidikan seni film dan televisi menjadi semakin penting dalam mengembangkan industri kreatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan langkah-langkah strtagis dalam pengembangan Pendidikan Seni Film dan Televisi di era Global dengan pendekatan multidimensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode systematic literature review. Peneliti mencari data atau bahan literatur dari jurnal atau artikel dan juga referensi dari buku sehingga dapat dijadikan suatu landasan yang kuat dalam isi atau pembahasan. Hasil Penelitian ini memaparkan bahwa strategi revitalisasi Pendidikan Seni Film dan Televisi pada pendidikan tinggi adalah dengan cara mengintegrasi teknologi informasi dan komunikasi ke dalam Pendidikan. Institusi pendidikan tinggi seni film dan televisi dipandang sebagai aktor kunci dalam revitalisasi Kawasan wilayah kreatif sebagai upaya menumbuhkan budaya inovasi sebagai bentuk pengembangan kota. Penelitian memberikan pandangan dalam pengembangan Pendidikan seni melalui kolaborasi dan integrasi teknologi.
Optimizing Instagram Media in Art Education as a Development Effort Community Creative in Kampung Rejomulya Semarang Firdaus Azwar Ersyad; Kharisma Ayu Febriana; Qorinta Sinta
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In today's digital era, social media platforms are used for various purposes, including education and community development. Instagram, a photo and video sharing platform, has gained popularity among individuals and organizations as a tool for promoting arts education and community development. This research aims to explore the potential of Instagram as a tool to improve art education and community development in the Rejomulyo village area of Semarang . This research examines the benefits of using Instagram for arts education and community development area Rejomulyo Semarang. Besides that , research This explore the practice of deep skill inheritance batik through Instagram media . Next, research it will examine strategies that can be used to ensure effective use of Instagram for arts education and community development . significance study This lies in fact empirical that Instagram has become valuable resource _ for generations _ young . With effective and efficient optimization Instagram can increase ability public For Study art education practice through develop skills batik . As for the method research used _ use design study qualitative . Whereas procedure data collection using observation , interview and study document .
Pelatihan Manajemen Produksi Film Lokal Bagi Masyarakat Desa Sinema Kepunduhan Melalui Pendekatan Partisipatif Firdaus, Firdaus Azwar Ersyad; AL Ansory, Muchammad Zaenal; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdikom.v4i1.3632

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah upaya mengembangkan sumber daya manusia untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam memanajemen produksi film bagi Masyarakat Desa Sinema Kepunduhan Kabupatenn Tegal. Adapun kegiatan ini berfungsi untuk mengatasi masalah kurangnya pengetahuan tentang manajemen produksi film lokal. Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat dapat dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran dan pelatihan terkait manajemen produksi film. Kegiatan abdimas ini mencakup penyediaan pelatihan teknis tentang manajemen produksi film, edukasi tentang platform distribusi digital, dan pemahaman tentang strategi pemasaran yang efektif. Kegiatan pelatihan manajemen produksi film lokal dan strategi pendanaan menjadi solusi untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat Desa Sinema. Melalui hasil evaluasi yang telah dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebesar 52%, hal tersebut menandakan keberhasilan pelatihan dalam memberikan solusi bagi tantangan industri film lokal. Dengan memperkuat industri film lokal, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi dan budaya yang signifikan serta memberdayakan kreativitas lokal.   Abstract The aim of this activity is to develop human resources to enhance knowledge and skills in managing film production for the Community of Sinema Kepunduhan Village, Tegal Regency. This activity serves to address the issue of lack of knowledge about local film production management. Through a participatory approach, the community can actively participate in the learning and training process related to film production management. This community service activity includes providing technical training on film production management, educating about digital distribution platforms, and understanding effective marketing strategies. Local film production management and funding strategy training activities serve as a solution to improve the understanding and skills of the Sinema Village community. Evaluation results indicate a 52% increase in participants' understanding, signifying the success of the training in addressing challenges faced by the local film industry. By strengthening the local film industry, communities can gain significant economic and cultural benefits while empowering local creativity.
Inklusi Disabilitas dalam Sinema: Analisis Aspek Sinematik Film Dunia Tanpa Suara Permana, Agus; Belasunda, Riksa; Ersyad, Firdaus Azwar
Jurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi Vol 6 No 2 (2024): SASAK
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/sasak.v6i2.4145

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi inklusi disabilitas dalam film “Dunia Tanpa Suara” melalui analisis sinematik dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Tujuan dari penelitian adalah untuk memahami penggunaan elemen-elemen sinematik seperti mise-en-scene, sinematografi, montase, dan suara dalam menggambarkan pengalaman hidup karakter utama, Arissa, seorang penulis tunarungu wicara sehingga tergambar sejauh mana film ini merepresentasikan prinsip-prinsip inklusi disabilitas. Metode dalam penelitian ini adalah observasi langsung film, tangkapan layar, dan tangkapan audio, kemudian dianalisis menggunakan teori estetika formalis Sergei Eisenstein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Dunia Tanpa Suara memberikan representasi inklusi disabilitas dan kesimpulan penelitian ini adalah bahwa elemen sinematik yang mendukung prinsip inklusi non-diskriminasi, kesadaran, partisipasi, dan aksesibilitas dapat secara efektif memperkuat narasi inklusif di media.
STRATEGI PROGRAM TVRI JAWATENGAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS MELALUI KONTEN BUDAYA PADA TEPOTULODHO Ersyad, Firdaus Azwar; Murfianti, Fitri
Capture : Jurnal Seni Media Rekam Vol. 3 No. 2 (2012)
Publisher : Seni Media Rekam ISI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.374 KB) | DOI: 10.33153/capture.v3i2.1887

Abstract

The background of this research is based on today problems of TVRI station bothintegral and influence quality programs.The aim of the research is to know whatTVRI strategiesto upgrade the quality which has locality content function in the Tepo Tulodho programs.Thisresearch use qualitative descriptive method to dig up the empirical phenomenon in TVRI,Central Java.In addition,there are three sources: informant,document,and book.To completethe data, this research uses observation, interview, and documentation.The research resultsshowed thatTVRI used dynamic pattern in strategy program. Program production was moredominate than acquisition. Supervision and program evaluation applied by Evaluation MeetingPress. Strategy of locality culture in the TepoTulodho program described Javanese culture andone of the supporting of pictured strategy.Keywords:Program strategy, local culture, picturisation, and rtistic design.
Pengarsipan Jejak Film Eksperimental Indonesia melalui Website berbasis Edutech : Studi Kasus Komunitas Ruang Film & Experimental Wiwid Sintowoko, Dyah Ayu; Ersyad, Firdaus Azwar; Azhar, Hanif
Jurnal Pengabdian Seni Vol 6, No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v6i1.14466

Abstract

Pengarsipan film khususnya eksperimental sangat perlu dilakukan untuk jejak sejarah sinema Indonesia. Website ini dirancang untuk mendukung literasi akademisi khususnya pengajar film eksperimental yang saat ini sudah mulai dilakukan sejak tahun 2023 di Bandung. Ruang Film & Experimental melakukan benchamark pengarsipan di Arkipel dan Sinematek untuk melihat jejak arsip sinema Indonesia. Metode yang digunakan adalah observasi partisipatif dengan melihat 2.750 film seluloid dan ribuan film lain dalam format pita analog, pita magnetik, dan format digital dengan genre film baik cerita maupun film noncerita (dokumenter). Kegiatan pemberdayaan ekosistem perfilman juga dilakukan di Arkipel, Forum Lenteng, dan Cinelogue dari Jerman untuk melihat lanskap produksi film alternatif. Hasil kegiatan ini menghasilkan empat pokok untuk pemberdayaan Ruang Film & Experimental khususnya di bidang edukasi, yaitu  (1) international benchmark bersama Cinelogue. Cinelogue merupakan bagian dari jaringan global praktisi dan akademisi film dan seni visual yang menggunakan sinema sebagai promosi budaya dan film eksperimental; (2) benchmark pengarsipan secara digital yang sudah dilakukan dengan Arkipel; (3) benchmark edukasi sejarah sinema Indonesia melalui arsip analog Sinematek; dan (4) diseminasi secara internasional. Kegiatan selanjutnya adalah pengadaan kompetisi festival film eksperimental skala nasional untuk mencapai tujuan sinema inklusif. Archiving films—especially experimental works—is essential to preserving the historical trajectory of Indonesian cinema. This website was developed to support academic literacy, particularly for educators of experimental film, a field emerging in Bandung since 2023. Ruang Film & Experimental conducted benchmarking activities with Arkipel and Sinematek to trace the archival footprint of Indonesian cinema by employing participatory observation to analyze 2,750 celluloid films and thousands more in analog tape, magnetic tape, and digital formats, covering both fiction and non-fiction genres. Film ecosystem development efforts were also carried out at Arkipel, Forum Lenteng, and Germany’s Cinelogue to examine the landscape of alternative film production. These activities resulted in four key strategies to empower Ruang Film & Experimental in education: international benchmarking with Cinelogue, collaboration with Arkipel on digital archiving, educational benchmarking through Sinematek’s analog archives, and international dissemination of experimental film practices. The next phase involves organizing a national experimental film festival competition to advance the goal of fostering inclusive cinema.
VISUALISASI KEDATANGAN SERIBU MALAIKAT DI PERANG BADAR DALAM BENTUK SENI INSTALASI Tistian, Erda Zen; Endriawan, Didit; Ersyad, Firdaus Azwar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Perang suatu dasaran alamiah dalam menyelesaikan suatu masalah dan mmerupakan hal yang penting dilakukan. Apabila salah satu negara gagal dalam diplomasi makauntuk menyelesaikan kontiik perang menjadi jalan penting untuk ditempuh. Perang yang pernah terjadi yaitu perang modern yang menggunakan senjata mesin sedangkan perang tradisional hanya menggunakan pedang, tombak dan mlainnya. Salah satu perang tradisonal yang pernah terjadi yaitu Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan 2 Hijriyah atau 17 Maret 624 Kalender Masehi. Perang ini terjadi di suatu lembah yang berada di antara Kota Mekkah dan Kota Madinah yaitu Lembah Badar. Di dalam perang ini juga terjadinya mukjizat turunnya seribu malaikat yang hadir membantu perang kaum muslim. Bertujuan untuk memberitahukan bahwa ini merupakan salah satu mukjizat dari Baginda Rasulullah SAW yang sangat mendebarkan dan juga untuk memvisualisasikan atau menggambarkan bagaimana takjubnya saat malaikat turun dari langit untuk membantu jalannya perang. Dalam tugas akhir ini akan menggunakan tehnik seni instalasi yaitu adalah seni yang memasang, menyatukan, dan mengkontruksi sejumlah benda yang dianggap bisa merujuk pada suatu konteks kesadaran makna tertentu. Dengan tambahan teori estetika seni yaitu yang bisa artikan sebagai cabang tilsafat yang memperhatikan atau berhubungan dengan gejala yang indah pada alam dan seni. Kesimpulan dari tugas akhirini penulis mengetahui bahwa perang badar merupakan perang pertama yang dilalui oleh Baginda Rasulullah SAW, dikarenakan faktor pertama perang terjadinya perbedaan jumlah antara pasukan muslim dan quraisy, turunnya para malaikat saat perang badar merupakan salah satu mukjizat dari Baginda Rasulullah SAW, seni juga tidak hanya sebagai pajangan tetapi juga bisa sebagai media untuk menyebarkan cerita-cerita atau menyebarkan ajaran untuk memvisualisasikan suatu kejadian. Kata Kunci: malaikat, perang, Perang Badar, instalasi, estetika, mukjizat, Rasulullah SAW
ANALISIS SINEMATOGRAFI INKLUSIF: STUDI KASUS FILM "SEJAUH KUMELANGKAH" UNTUK MEMBENTUK PERSEPSI MASYARAKAT SUKABUMI TERHADAP DISABILITAS Permana, Agus; Belasunda, Riksa; Ersyad, Firdaus Azwar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Disabilitas merupakan salah satu isu sosial yang masih menghadirkantantangan besar bagi masyarakat global, termasuk di Indonesia. Film, sebagai mediakomunikasi yang efektif, memiliki potensi untuk meningkatkan kesadaranmasyarakat terhadap isu disabilitas, terutama melalui penerapan konsepsinematografi inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemensinematik dalam film <Sejauh Kumelangkah= yang digunakan untuk mengkonstruksinarasi inklusi disabilitas, mengidentifikasi persepsi masyarakat Sukabumi terhadaprepresentasi inklusi disabilitas yang dibangun melalui film tersebut, sertamengeksplorasi penerapan konsep sinematografi inklusif dalam proses produksifilm tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain yang mencakup tigaaspek utama dalam pengumpulan data, yaitu: (1) aspek imaji yang diperolehmelalui observasi visual; (2) aspek pembuat yang dikaji melalui wawancara denganpembuat film; dan (3) aspek pemirsa yang diteliti melalui kuesioner dan diskusikelompok terfokus (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini telahberhasil membentuk persepsi positif terhadap inklusi disabilitas melaluipenggunaan teknik narasi visual yang inklusif, serta penerapan fitur aksesibilitasseperti audio description dan closed caption. Konsep sinematografi inklusifdirumuskan melalui relasi antara elemen person, research, filmmaker, production,dan audience dengan memperhatikan aspek humanity, impact, dan accessibility.Penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana sinematografi inklusifdapat dilakukan untuk membentuk persepsi dan meningkatkan kesadaran terhadapisu inklusi disabilitas, serta membuka ruang bagi langkah-langkah lebih lanjut untukmewujudkan inklusi dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: sinematografi inklusif, film Sejauh Kumelangkah, inklusi disabilitas,persepsi masyarakat
Pengarsipan Jejak Film Eksperimental Indonesia melalui Website berbasis Edutech : Studi Kasus Komunitas Ruang Film & Experimental Wiwid Sintowoko, Dyah Ayu; Ersyad, Firdaus Azwar; Azhar, Hanif
Jurnal Pengabdian Seni Vol 6, No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v6i1.14466

Abstract

Pengarsipan film khususnya eksperimental sangat perlu dilakukan untuk jejak sejarah sinema Indonesia. Website ini dirancang untuk mendukung literasi akademisi khususnya pengajar film eksperimental yang saat ini sudah mulai dilakukan sejak tahun 2023 di Bandung. Ruang Film & Experimental melakukan benchamark pengarsipan di Arkipel dan Sinematek untuk melihat jejak arsip sinema Indonesia. Metode yang digunakan adalah observasi partisipatif dengan melihat 2.750 film seluloid dan ribuan film lain dalam format pita analog, pita magnetik, dan format digital dengan genre film baik cerita maupun film noncerita (dokumenter). Kegiatan pemberdayaan ekosistem perfilman juga dilakukan di Arkipel, Forum Lenteng, dan Cinelogue dari Jerman untuk melihat lanskap produksi film alternatif. Hasil kegiatan ini menghasilkan empat pokok untuk pemberdayaan Ruang Film & Experimental khususnya di bidang edukasi, yaitu  (1) international benchmark bersama Cinelogue. Cinelogue merupakan bagian dari jaringan global praktisi dan akademisi film dan seni visual yang menggunakan sinema sebagai promosi budaya dan film eksperimental; (2) benchmark pengarsipan secara digital yang sudah dilakukan dengan Arkipel; (3) benchmark edukasi sejarah sinema Indonesia melalui arsip analog Sinematek; dan (4) diseminasi secara internasional. Kegiatan selanjutnya adalah pengadaan kompetisi festival film eksperimental skala nasional untuk mencapai tujuan sinema inklusif. Archiving films—especially experimental works—is essential to preserving the historical trajectory of Indonesian cinema. This website was developed to support academic literacy, particularly for educators of experimental film, a field emerging in Bandung since 2023. Ruang Film & Experimental conducted benchmarking activities with Arkipel and Sinematek to trace the archival footprint of Indonesian cinema by employing participatory observation to analyze 2,750 celluloid films and thousands more in analog tape, magnetic tape, and digital formats, covering both fiction and non-fiction genres. Film ecosystem development efforts were also carried out at Arkipel, Forum Lenteng, and Germany’s Cinelogue to examine the landscape of alternative film production. These activities resulted in four key strategies to empower Ruang Film & Experimental in education: international benchmarking with Cinelogue, collaboration with Arkipel on digital archiving, educational benchmarking through Sinematek’s analog archives, and international dissemination of experimental film practices. The next phase involves organizing a national experimental film festival competition to advance the goal of fostering inclusive cinema.
Iklan Sebagai Media Kritik Sosial (Pesan Simbolik Iklan Kretek Djarum 76 Seri Jin) Ersyad, Firdaus Azwar; Putro, Yoga Rarasto
Jurnal The Messenger Vol. 8 No. 1 (2016): January-June
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/themessenger.v8i1.311

Abstract

The presence of television advertising is a prayer one way to manufacturer for review introduce and selling products for society. Regarding the regulation of advertising especially cigarettes and tobacco products manufacturer in order to encourage creative hearts introducing more on audience their product . As a result , the creativity in the hearts smoking ads aimed lifting product image so not operate direct products display .Singer study originated from the interest against visualization advertisements Djarum 76 series java jin  has its own peculiarities compared to other products . Zoom the one consolation is not revealed that an advertiser is selling products . Views are interpreted by different groups various ad viewers, but the views can be grouped into some basic ideas