Claim Missing Document
Check
Articles

KOLABORASI EKSPERIMENTAL FOTOGRAFI DAN PROMPTOGRAPHY MENGENAI MAKNA RUMAH PADA REMAJA LAKI-LAKI Safaat, Rahmat Ayi; Ersyad, Firdaus Azwar; Ramadhan, Axel Ridzky
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkaryaan ini mengeksplorasi makna rumah bagi remaja laki-laki melalui pendekatan kolaborasifotografi eksperimental dan promptography. Promptography merupakan sebuah inovasi terbaru dalammembantu seniman dalam eksplorasi ide untuk membantu menciptakan elemen visual warna dalam estetika.Elemen visual warna tersebut bisa diciptakan dengan membuat prompt atau perintah yang dikembangkandengan skenario dan elemen warna hasil promptography tersebut di edit ulang menggunakan software editinguntuk diselaraskan dan digabungkan menjadi karya hybrid dengan fotografi eksperimental. Melalui fotografieksperimental kebebasan dalam berkarya dapat membantu representasi makna rumah pada remaja laki-laki,sementara promptography dapat merepresentasikan warna sesuai yang merepresentasikan berbagai keadaanemosional laki-laki. Fenomena yang diambil untuk eksplorasi kedua media tersebut merupakan representasimakna rumah pada remaja laki-laki, rumah tersebut memiliki berbagai macam representasi dan makna yangberagam diiringi dengan berbagai kondisi lingkungan, emosional, dan era digital. Namun, di tengah dinamikasosial dan digital, banyak remaja laki-laki mengalami kebingungan dalam memaknai serta merepresentasikanrumah sebagai tempat aman dan nyaman karena faktor maskulinitas yang membatasi cara berekspresi remajalaki-laki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan representasi remaja laki-laki dalammemberikan makna rumah untuk menciptakan karya visual berbasis fotografi eksperimental danpromptography. Kolaborasi kedua pendekatan ini mampu merefleksikan emosi, identitas, dan pengalamanremaja laki-laki terhadap makna rumah.
REPRESENTASI KRISIS IDENTITAS MELALUI ANIMASI MIX MEDIA: “FREQUENCY” Djamas, Naja Aliffiyah; Wiguna, Iqbal Prabawa; Ersyad, Firdaus Azwar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan tugas akhir berjudul "Representasi Krisis Identitas Melalui AnimasiMix Media: “Frequency" membahas proses kreatif dalam penciptaan film animasipendek yang merepresentasikan pencarian jati diri melalui simbol radio analog.Setiap perubahan frekuensi radio mengubah bentuk sang protagonis, merefleksikangejolak identitas yang tidak stabil. Karya ini mengeksplorasi teknik animasi digital 2Ddan stop motion dengan media konvensional untuk menciptakan suasana surealyang mencerminkan kondisi psikologis kompleks. Cerita dalam film merupakaninterpretasi pengalaman pribadi penulis dalam melalui fase “coming of age”,disampaikan melalui narasi simbolik yang ambigu agar penonton dapat menafsirkanmaknanya secara bebas. Pada akhirnya, identitas digambarkan sebagai sesuatu yangdibentuk dan dimaknai oleh individu. Karya ini bersifat reflektif dan kontemplatif,menggambarkan krisis identitas sebagai proses yang cair dan terus berkembang.Kata kunci: Coming of Age, Krisis Identitas, Animasi, Mix Media
KRITIK VISUAL MEROKOK DI RUANG PUBLIK: ANALISIS KARYA INSTALASI FOTOGRAFI “DIALOG DENGAN ASAP” Baehaki, Firman Maulana; Ersyad, Firdaus Azwar; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok di ruang publik merupakan fenomena yang menciptakan risiko kesehatansigniįkan dan ketidaknyamanan sosial, namun kesadaran kritis masyarakat seringkali masihrendah. Penelitian berbasis praktik ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana karya seni instalasifotograį dapat berfungsi sebagai medium kritik visual yang efektif untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak negatif merokok di ruang publik. Menggunakan metode penelitian berbasispraktik (practicebased research), sebuah karya berjudul "dialog dengan asap" diciptakan. Karya ini memadukan fotograį konseptual, desain graįs, dan instalasi dalam wujud prototipe bungkus rokok skala monumental. Analisis karya dilakukan menggunakan pendekatan semiotika visual untuk membongkar lapisan-lapisan makna yang dikonstruksi melalui elemen visualnya. Hasilpenelitian adalah sebuah karya seni yang secara provokatif memvisualisasikan bahaya merokok melalui penggunaan simbol-simbol kuat seperti skala monumental, warna merah dominan, dan kolase foto dokumenter. Karya ini berhasil menjadi sebuah intervensi visual yang kuat dan menunjukkan potensi seni sebagai alat komunikasi kesehatan publik alternatif. Manfaat dari penelitian ini adalah mendorong reňeksi kritis dan perubahan perilaku yang lebih bertanggung jawab dalam masyarakat terkait isu merokok di ruang publik. Kata kunci: fotograį konseptual, instalasi seni, kesehatan masyarakat, kritik sosial, merokok
VISUALISASI FASE KESEHATAN MENTAL SEORANG ANAK YANG MENGALAMI CHILD GROOMING PADA FILM PENDEK “MASKED INTENT” Aqsha, Daffa Muhammad; Ersyad, Firdaus Azwar; Endriawan, Didit
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masked Intent merupakan film pendek naratif yang mengangkat isu child grooming—bentuk kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi secara tersembunyi dan bertahap. Film inimengisahkan Evelynn, seorang remaja yang kehilangan orang tuanya dan tinggal bersamapamannya, Victor. Hubungan yang awalnya terlihat hangat dan penuh perhatian perlahanberubah menjadi manipulatif dan mengancam. Narasi dibagi ke dalam tiga fase: sebelum, saat,dan setelah proses grooming berlangsung, dengan penekanan pada dampak psikologis yangdirasakan oleh korban. Pendekatan visual eksperimental digunakan untuk merepresentasikanperubahan emosi dan dinamika relasi kuasa antara pelaku dan korban. Transisi warna, ekspresikarakter, serta simbolisasi tali menjadi elemen penting yang menggambarkan keterikatan dankehilangan kendali Evelynn atas dirinya. Melalui pendekatan visual dan simbolis ini, Masked Intenttidak hanya berfungsi sebagai medium ekspresi, tetapi juga sebagai sarana edukatif untukmeningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya child grooming yang kerap tidak dikenalidalam kehidupan sehari-hari.Kata kunci: Film pendek, child grooming, kekerasan seksual, trauma psikologis, simbol visual,relasi kuasa, naratif
VISUALISASI GENERASI SANDWICH DALAM FILM EKSPERIMENTAL YANG BERJUDUL : “DI ANTARA DUA BEBAN” Ambari, Muhamad Wildan; Ersyad, Firdaus Azwar; Sadono, Soni
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memasuki fase dewasa, banyak individu muda dihadapkan pada tekanan gandasebagai bagian dari "Generasi Sandwich", yakni tanggung jawab terhadap keluarga dankeinginan untuk mewujudkan ambisi pribadi. Sebagai karya eksperimental VR pertamadi Indonesia yang mengangkat isu ini, film ini tidak hanya berfungsi sebagai media artistik,tetapi juga sebagai ruang diskusi untuk membangun empati dan kesadaran terhadapperjuangan generasi muda dalam menjalani peran ganda yang tidak mudahimbolik danvisual nonkonvensional dengan mengintegrasikan teknologi Virtual Reality (VR),menciptakan pengalaman imersif yang memungkinkan penonton merasakan secaralangsung dilema tokoh utama. Dua dunia kontras tuntutan keluarga dan kebebasanpribadi digambarkan secara visual sebagai bentuk refleksi terhadap tekanan psikologisdan sosial yang dihadapi generasi muda. Sebagai karya eksperimental VR pertama diIndonesia yang mengangkat isu ini, film ini tidak hanya berfungsi sebagai media artistik,tetapi juga sebagai ruang diskusi untuk membangun empati dan kesadaran terhadapperjuangan generasi muda dalam menjalani peran ganda yang tidak mudah.Kata Kunci : Generasi Sandwich, Film Eksperimental, Virtual Reality
VISUALISASI INNER CHILD PADA FILM EKSPERIMENTAL INNER LIGHT Azizah, Fathimah Nur; Ersyad, Firdaus Azwar; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film eksperimental Inner Light memiliki konsep Inner Child denganpengungkapan emosi yang mendalam, penyajian visual berupa transisi masa kanak-kanakhingga dewasa. Inner Light memiliki visualisasi aspek rasio 1:1 dengan paduan filter hitamputih untuk menghadirkan suasana nostalgia yang kuat. Penulis ingin mengajak penontonuntuk mengenang momen-momen kecil yang sering kali terlupakan, serta menyadaraibagaimana pentingnya pola asuh orang tua akan berpengaruh pada perkembanganemosional anak. Karakter pada film eksperimental Inner Light terbagi menjadi dua. Yaitu:perempuan dewasa berusia 21 tahun dan seorang anak kecil perempuan berusia 9 tahun.Masing-masing karakter memiliki pengalaman berbeda. Hal ini menunjukkan bagaimanapentingnya masa lalu dalam membentuk identitas dan emosi seseorang. Tujuanpembuatan karya Inner Light adalah penulis ingin memberikan perspektif berbeda terkaitInner Child. Inner Child tidak hanya tentang luka, namun terdapat kebahagiaan kecildidalamnya. Kesadaran terhadap Inner Child merupakan bagian penting dalam prosespenyembuhan diri, hal ini akan membantu seseorang mengatasi trauma masa lalu. InnerLight dapat memberikan wawasan baru tentang dampak pengalaman masa lalu terhadapKesehatan mental dan pengembangan diri.Kata kunci: Inner Child, Film Eksperimental, Emosi, Nostalgia, Pengembangan Diri.
VISUALISASI PUPPET MASTER DENGAN MEDIUM FILM EKSPERIMENTAL Nurseha, Muhamad Rizki; Ersyad, Firdaus Azwar; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puppet Master adalah sebuah film eksperimental yang merepresentasikankondisi manusia dalam kendali kekuatan tak terlihat melalui pendekatan visualsimbolik. Film ini menggambarkan seorang individu yang menjalani hidup dalambayang-bayang manipulasi, digambarkan melalui metafora boneka tali yangdikendalikan oleh entitas tak kasat mata. Inspirasi utama berasal dari pengalamanpribadi orang terdekat penulis yang mengalami kontrol sosial dalam relasi tidaksetara. Melalui teknik sinematografi non-linear, manipulasi suara, warna, danpencahayaan yang ekstrim, film ini berupaya mengganggu persepsi konvensionalpenonton dan membangun suasana surealis. Unsur seperti kostum, tata rias, sertaelemen visual seperti cermin dan glitch ditata sedemikian rupa untuk memperkuatnarasi tentang kehilangan identitas dan krisis eksistensial. Film ini bukan hanyabentuk eksperimen media, melainkan juga ajakan untuk menyadari bagaimanakontrol sosial dapat membentuk perilaku dan cara pandang individu. Pendekatan inidiharapkan membuka ruang reflektif tentang realitas yang sering kali tidak kitasadari telah dikendalikan oleh kekuatan luar.Kata kunci: film eksperimental, Pengalaman Pribadi, boneka tali, visual simbolik,identitas
Representasi kesegaran rasa buah dalam visualisasi TVC Djarum 76 Mangga edisi Juli 2023 Yoga Rarasto Putra; Lyscha Novitasari; Firdaus Azwar Ersyad
Jurnal Desain Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v12i3.28989

Abstract

TVC (Television Commerce) merupakan salah satu media branding produk berbentuk iklan televisi yang populer sejak dulu. Iklan berbasis audio visual kini makin berkembang memanfaatkan berbagai platform media sosial, guna menjangkau audiens yang lebih luas. TVC Djarum 76 Mangga turut memanfaatkan tren media sosial YouTube untuk menyiarkan dan mengkomunikasikan pesan iklannya. Djarum 76 Mangga sebagai produk rokok, memiliki ciri khas yang berbeda dengan TVC-TVC Djarum 76 sebelumnya, dengan mengeksplorasi visual buah mangga ranum serta beragam cara menikmatinya. Pada dasarnya, aturan yang ketat tentang promosi produk tembakau membatasi iklan pada sisi visualisasinya. Hal ini membuat lebih banyak iklan rokok berusaha menonjolkan citra produk melalui penggunaan simbol-simbol yang dekat dengan gaya hidup masyarakat terutama kaum laki-laki. Melalui pendekatan teori representasi Stuart Hall, proses sirkulasi atau pertukaran makna terjadi antara visual iklan dan khalayak sebagai pembaca iklan. Hasil dari proses ini kemudian dianalisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan visualisasi pesan yang dapat dipahami dan diinterpretasikan dalam konteks sosial budaya masyarakat berdasarkan elemen-elemen visual iklan. Dari proses tersebut dapat dilihat bahwa sebagian besar khalayak melihat visualisasi iklan Djarum 76 Mangga tampak lebih segar dengan menghadirkan banyak pemeran anak muda, kostum dan latar yang berwarna-warni, serta kenikmatan dari berbagai cara dalam menikmati buah mangga. Kesegaran buah mangga yang diperlihatkan merupakan upaya simbolik dari produsen untuk mengekspos citra dari rasa yang ditawarkan. Penelitian ini bermaksud untuk melihat bagaimana respon dan persepsi masyarakat terhadap visual TVC Djarum 76 Mangga sebagai gambaran terhadap TVC-TVC lainnya dengan konsep sejenis.
Penguatan Kapasitas Publikasi Ilmiah Guru Broadcasting dan Film melalui Pengembangan Platform E-Journal Kolaboratif Firdaus Azwar Ersyad; Dyah Ayu Wiwid Sintowoko; Vega Giri Rohadiat
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2026): Maret
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i2.9400

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi publikasi ilmiah guru SMK bidang broadcasting dan film melalui pengembangan platform E-Journal yang terintegrasi dan kolaboratif bersama PERDIBROFI Jawa Barat. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya tingkat literasi ilmiah, minimnya jurnal khusus bidang film dan penyiaran, serta tantangan dokumentasi karya guru. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan penulisan artikel ilmiah, manajemen jurnal elektronik, serta pendampingan teknis pengelolaan E-Journal. Sebanyak 30 guru dari SMK se-Jawa Barat dilibatkan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman struktur artikel ilmiah hingga 138% dan peningkatan rata-rata 59% pada seluruh indikator evaluasi. Sebagai dampak lanjutan, dibentuk komunitas literasi guru serta rencana pendampingan intensif berbasis praktik pembelajaran. Inisiatif ini menjadi kontribusi nyata dalam mendorong profesionalisme guru dan penguatan ekosistem publikasi ilmiah berbasis komunitas di bidang pendidikan vokasi
Pelatihan Manajemen Produksi Film Lokal Bagi Masyarakat Desa Sinema Kepunduhan Melalui Pendekatan Partisipatif Firdaus Azwar Ersyad Firdaus; Muchammad Zaenal AL Ansory; Dyah Ayu Wiwid Sintowoko
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 4 No. 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdikom.v4i1.3632

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah upaya mengembangkan sumber daya manusia untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam memanajemen produksi film bagi Masyarakat Desa Sinema Kepunduhan Kabupatenn Tegal. Adapun kegiatan ini berfungsi untuk mengatasi masalah kurangnya pengetahuan tentang manajemen produksi film lokal. Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat dapat dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran dan pelatihan terkait manajemen produksi film. Kegiatan abdimas ini mencakup penyediaan pelatihan teknis tentang manajemen produksi film, edukasi tentang platform distribusi digital, dan pemahaman tentang strategi pemasaran yang efektif. Kegiatan pelatihan manajemen produksi film lokal dan strategi pendanaan menjadi solusi untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat Desa Sinema. Melalui hasil evaluasi yang telah dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebesar 52%, hal tersebut menandakan keberhasilan pelatihan dalam memberikan solusi bagi tantangan industri film lokal. Dengan memperkuat industri film lokal, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi dan budaya yang signifikan serta memberdayakan kreativitas lokal.   Abstract The aim of this activity is to develop human resources to enhance knowledge and skills in managing film production for the Community of Sinema Kepunduhan Village, Tegal Regency. This activity serves to address the issue of lack of knowledge about local film production management. Through a participatory approach, the community can actively participate in the learning and training process related to film production management. This community service activity includes providing technical training on film production management, educating about digital distribution platforms, and understanding effective marketing strategies. Local film production management and funding strategy training activities serve as a solution to improve the understanding and skills of the Sinema Village community. Evaluation results indicate a 52% increase in participants' understanding, signifying the success of the training in addressing challenges faced by the local film industry. By strengthening the local film industry, communities can gain significant economic and cultural benefits while empowering local creativity.