Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PROGRAM TVRI JAWATENGAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS MELALUI KONTEN BUDAYA PADA TEPOTULODHO Ersyad, Firdaus Azwar; Murfianti, Fitri
Capture : Jurnal Seni Media Rekam Vol. 3 No. 2 (2012)
Publisher : Seni Media Rekam ISI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/capture.v3i2.1887

Abstract

The background of this research is based on today problems of TVRI station bothintegral and influence quality programs.The aim of the research is to know whatTVRI strategiesto upgrade the quality which has locality content function in the Tepo Tulodho programs.Thisresearch use qualitative descriptive method to dig up the empirical phenomenon in TVRI,Central Java.In addition,there are three sources: informant,document,and book.To completethe data, this research uses observation, interview, and documentation.The research resultsshowed thatTVRI used dynamic pattern in strategy program. Program production was moredominate than acquisition. Supervision and program evaluation applied by Evaluation MeetingPress. Strategy of locality culture in the TepoTulodho program described Javanese culture andone of the supporting of pictured strategy.Keywords:Program strategy, local culture, picturisation, and rtistic design.
Inklusi Disabilitas dalam Sinema: Analisis Aspek Sinematik Film Dunia Tanpa Suara Permana, Agus; Belasunda, Riksa; Ersyad, Firdaus Azwar
Jurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2024): SASAK
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/sasak.v6i2.4145

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi inklusi disabilitas dalam film “Dunia Tanpa Suara” melalui analisis sinematik dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Tujuan dari penelitian adalah untuk memahami penggunaan elemen-elemen sinematik seperti mise-en-scene, sinematografi, montase, dan suara dalam menggambarkan pengalaman hidup karakter utama, Arissa, seorang penulis tunarungu wicara sehingga tergambar sejauh mana film ini merepresentasikan prinsip-prinsip inklusi disabilitas. Metode dalam penelitian ini adalah observasi langsung film, tangkapan layar, dan tangkapan audio, kemudian dianalisis menggunakan teori estetika formalis Sergei Eisenstein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Dunia Tanpa Suara memberikan representasi inklusi disabilitas dan kesimpulan penelitian ini adalah bahwa elemen sinematik yang mendukung prinsip inklusi non-diskriminasi, kesadaran, partisipasi, dan aksesibilitas dapat secara efektif memperkuat narasi inklusif di media.
Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pembuatan Video Iklan Bagi UMKM Kelurahan Gebangsari Kecamatan Genuk Semarang Ersyad, Firdaus Azwar; Fanani, Fajriannoor; Suhariyanto, Suhariyanto
Abditeknika Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abditeknika.v1i1.269

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan komptensi pelaku UMKM di Kelurahan Gebangsari, Semarang. Era perkembangan teknologi digital yang terus maju tak terbendung ini, aktivitas mempromosikan brand atau melakukan marketing campaign dapat dilakukan dengan berbagai macam cara dan kreativitas sesuai kadar kebutuhan dan kemampuan mereka. Terlebih disaat ini di berbagai media massa bebas tanpa batas sebagai media periklanan, salah satunya adalah media social/Cyber seperti WhatsApp, Facebook, Email, Youtube dan masih banyak aplikasi lain, semua ini sebagai sarana promosi dengan berbagai konten sebagai ajang iklan geratis guna meningkatkan penjualan produk mereka. Dengan demikian, tantangan pemasar saat ini adalah menentukan bentuk konten yang paling efektif berdasarkan sasaran konsumen. Dan salah satu bentuk konten yang kini sedang digemari adalah video iklan singkat dengan komunikasi sederhana dan tak sedikit pula video iklan di media Cyber viral karena sentuhan kreatifitas. UMKM Kelurahan Gebangsari, Kecamatan Genuk Semarang merupakan salah satu wilayah dengan jumlah pelaku usaha yang cukup banyak di kota Semarang. Untuk meningkatkan penjualan maka pelaku usaha membutuhkan strategi pemasaran yang efektif melalui media massa Cyber untuk dapat meningkatkan target penjualan produk mereka.
PENINGKATAN KOMPETENSI PUBLIC SPEAKING ANGGOTA GERAI KOPIMI SEMARANG SELATAN DALAM MENUNJANG KEGIATAN PEMASARAN Setiawan, Yuliyanto Budi; Watie, Errika Dwi Setya; Ersyad, Firdaus Azwar
Jurnal DIMASTIK Vol. 1 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/dimastik.v1i1.6096

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan serta pengetahuan mitra dalam bidang komunikasi khususnya teknik komunikasi dan Public Speaking serta implementasinya dalam menunjang kegiatan pelaku UMKM. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini rencana akan dilakukan di kecamatan Semarang Selatan. Adapun Tim pelaksanaan pengabdian membuat dua metode, Metode Teoritis yang dituangkan dalam bentuk modul pengabdian yang berisi tentang materi Pengantar Komunikasi dan Public Speaking dan implementasi dalam perancangan pemasaran digital. Metode Praktek yang dilakukan dengan praktek pembuatan materi public speaking, hingga dilanjutkan tanya jawab antara pemateri dengan anggota GERAI KOPIMI Kota Semarang
ILM PENDEK “BEYOND THE CODE” Rinaldy, Adry Nathan; Ersyad, Firdaus Azwar; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film pendek Beyond the Code menggambarkan keterbatasan kecerdasan buatan (AI) dalammenggantikan aspek emosional manusia yang kompleks. Dalam era dimana AI telah menjadi bagiandari kehidupan sehari-hari. Mulai dari asisten virtual hingga sistem interaksi sosial berbasis algoritma.Muncul pertanyaan mendasar mengenai apakah teknologi ini dapat benar-benar menggantikan peranmanusia dalam konteks hubungan emosional. Film ini mengisahkan seorang pria yang kehilangankekasihnya dan mencoba mengatasi rasa duka dengan menghadirkan kembali sosok tersebut dalambentuk robot AI yang dirancang menyerupai perilaku dan suara kekasihnya. Meski pada awalnyakehadiran AI tersebut memberikan kenyamanan semu, perlahan sang tokoh menyadari bahwainteraksi yang tercipta hanyalah tiruan, tanpa makna emosional yang sejati. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis bagaimana Beyond the Code merepresentasikan perbedaan antara kecanggihanAI dan kedalaman perasaan manusia. Fokus utama terletak pada penggunaan narasi, simbolismevisual, dan karakterisasi yang menggambarkan bahwa emosi, empati, dan koneksi batin adalah halyang tidak dapat diprogramkan. Film sebagai medium visual dipilih karena kemampuannyamenyampaikan pesan kompleks secara imajinatif dan menyentuh aspek afektif penonton. Pendekatankualitatif digunakan untuk menelaah bagaimana sinematografi dan alur cerita memperkuat pesantentang pentingnya peran unik manusia dalam dunia yang semakin terdigitalisasi. Dengan demikian,penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami batas-batas teknologi serta pentingnyamenjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam membangun masa depan yang tetap berpusat pada manusia.Kata Kunci: : Kecerdasan Buatan, Artificial Intelligence, AI, Manusia, Rasa, Emosional, Menggantikan,Film
KOLABORASI EKSPERIMENTAL FOTOGRAFI DAN PROMPTOGRAPHY MENGENAI MAKNA RUMAH PADA REMAJA LAKI-LAKI Safaat, Rahmat Ayi; Ersyad, Firdaus Azwar; Ramadhan, Axel Ridzky
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkaryaan ini mengeksplorasi makna rumah bagi remaja laki-laki melalui pendekatan kolaborasifotografi eksperimental dan promptography. Promptography merupakan sebuah inovasi terbaru dalammembantu seniman dalam eksplorasi ide untuk membantu menciptakan elemen visual warna dalam estetika.Elemen visual warna tersebut bisa diciptakan dengan membuat prompt atau perintah yang dikembangkandengan skenario dan elemen warna hasil promptography tersebut di edit ulang menggunakan software editinguntuk diselaraskan dan digabungkan menjadi karya hybrid dengan fotografi eksperimental. Melalui fotografieksperimental kebebasan dalam berkarya dapat membantu representasi makna rumah pada remaja laki-laki,sementara promptography dapat merepresentasikan warna sesuai yang merepresentasikan berbagai keadaanemosional laki-laki. Fenomena yang diambil untuk eksplorasi kedua media tersebut merupakan representasimakna rumah pada remaja laki-laki, rumah tersebut memiliki berbagai macam representasi dan makna yangberagam diiringi dengan berbagai kondisi lingkungan, emosional, dan era digital. Namun, di tengah dinamikasosial dan digital, banyak remaja laki-laki mengalami kebingungan dalam memaknai serta merepresentasikanrumah sebagai tempat aman dan nyaman karena faktor maskulinitas yang membatasi cara berekspresi remajalaki-laki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan representasi remaja laki-laki dalammemberikan makna rumah untuk menciptakan karya visual berbasis fotografi eksperimental danpromptography. Kolaborasi kedua pendekatan ini mampu merefleksikan emosi, identitas, dan pengalamanremaja laki-laki terhadap makna rumah.
REPRESENTASI KRISIS IDENTITAS MELALUI ANIMASI MIX MEDIA: “FREQUENCY” Djamas, Naja Aliffiyah; Wiguna, Iqbal Prabawa; Ersyad, Firdaus Azwar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan tugas akhir berjudul "Representasi Krisis Identitas Melalui AnimasiMix Media: “Frequency" membahas proses kreatif dalam penciptaan film animasipendek yang merepresentasikan pencarian jati diri melalui simbol radio analog.Setiap perubahan frekuensi radio mengubah bentuk sang protagonis, merefleksikangejolak identitas yang tidak stabil. Karya ini mengeksplorasi teknik animasi digital 2Ddan stop motion dengan media konvensional untuk menciptakan suasana surealyang mencerminkan kondisi psikologis kompleks. Cerita dalam film merupakaninterpretasi pengalaman pribadi penulis dalam melalui fase “coming of age”,disampaikan melalui narasi simbolik yang ambigu agar penonton dapat menafsirkanmaknanya secara bebas. Pada akhirnya, identitas digambarkan sebagai sesuatu yangdibentuk dan dimaknai oleh individu. Karya ini bersifat reflektif dan kontemplatif,menggambarkan krisis identitas sebagai proses yang cair dan terus berkembang.Kata kunci: Coming of Age, Krisis Identitas, Animasi, Mix Media
KRITIK VISUAL MEROKOK DI RUANG PUBLIK: ANALISIS KARYA INSTALASI FOTOGRAFI “DIALOG DENGAN ASAP” Baehaki, Firman Maulana; Ersyad, Firdaus Azwar; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok di ruang publik merupakan fenomena yang menciptakan risiko kesehatansigniįkan dan ketidaknyamanan sosial, namun kesadaran kritis masyarakat seringkali masihrendah. Penelitian berbasis praktik ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana karya seni instalasifotograį dapat berfungsi sebagai medium kritik visual yang efektif untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak negatif merokok di ruang publik. Menggunakan metode penelitian berbasispraktik (practicebased research), sebuah karya berjudul "dialog dengan asap" diciptakan. Karya ini memadukan fotograį konseptual, desain graįs, dan instalasi dalam wujud prototipe bungkus rokok skala monumental. Analisis karya dilakukan menggunakan pendekatan semiotika visual untuk membongkar lapisan-lapisan makna yang dikonstruksi melalui elemen visualnya. Hasilpenelitian adalah sebuah karya seni yang secara provokatif memvisualisasikan bahaya merokok melalui penggunaan simbol-simbol kuat seperti skala monumental, warna merah dominan, dan kolase foto dokumenter. Karya ini berhasil menjadi sebuah intervensi visual yang kuat dan menunjukkan potensi seni sebagai alat komunikasi kesehatan publik alternatif. Manfaat dari penelitian ini adalah mendorong reňeksi kritis dan perubahan perilaku yang lebih bertanggung jawab dalam masyarakat terkait isu merokok di ruang publik. Kata kunci: fotograį konseptual, instalasi seni, kesehatan masyarakat, kritik sosial, merokok
VISUALISASI FASE KESEHATAN MENTAL SEORANG ANAK YANG MENGALAMI CHILD GROOMING PADA FILM PENDEK “MASKED INTENT” Aqsha, Daffa Muhammad; Ersyad, Firdaus Azwar; Endriawan, Didit
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masked Intent merupakan film pendek naratif yang mengangkat isu child grooming—bentuk kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi secara tersembunyi dan bertahap. Film inimengisahkan Evelynn, seorang remaja yang kehilangan orang tuanya dan tinggal bersamapamannya, Victor. Hubungan yang awalnya terlihat hangat dan penuh perhatian perlahanberubah menjadi manipulatif dan mengancam. Narasi dibagi ke dalam tiga fase: sebelum, saat,dan setelah proses grooming berlangsung, dengan penekanan pada dampak psikologis yangdirasakan oleh korban. Pendekatan visual eksperimental digunakan untuk merepresentasikanperubahan emosi dan dinamika relasi kuasa antara pelaku dan korban. Transisi warna, ekspresikarakter, serta simbolisasi tali menjadi elemen penting yang menggambarkan keterikatan dankehilangan kendali Evelynn atas dirinya. Melalui pendekatan visual dan simbolis ini, Masked Intenttidak hanya berfungsi sebagai medium ekspresi, tetapi juga sebagai sarana edukatif untukmeningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya child grooming yang kerap tidak dikenalidalam kehidupan sehari-hari.Kata kunci: Film pendek, child grooming, kekerasan seksual, trauma psikologis, simbol visual,relasi kuasa, naratif
VISUALISASI GENERASI SANDWICH DALAM FILM EKSPERIMENTAL YANG BERJUDUL : “DI ANTARA DUA BEBAN” Ambari, Muhamad Wildan; Ersyad, Firdaus Azwar; Sadono, Soni
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memasuki fase dewasa, banyak individu muda dihadapkan pada tekanan gandasebagai bagian dari "Generasi Sandwich", yakni tanggung jawab terhadap keluarga dankeinginan untuk mewujudkan ambisi pribadi. Sebagai karya eksperimental VR pertamadi Indonesia yang mengangkat isu ini, film ini tidak hanya berfungsi sebagai media artistik,tetapi juga sebagai ruang diskusi untuk membangun empati dan kesadaran terhadapperjuangan generasi muda dalam menjalani peran ganda yang tidak mudahimbolik danvisual nonkonvensional dengan mengintegrasikan teknologi Virtual Reality (VR),menciptakan pengalaman imersif yang memungkinkan penonton merasakan secaralangsung dilema tokoh utama. Dua dunia kontras tuntutan keluarga dan kebebasanpribadi digambarkan secara visual sebagai bentuk refleksi terhadap tekanan psikologisdan sosial yang dihadapi generasi muda. Sebagai karya eksperimental VR pertama diIndonesia yang mengangkat isu ini, film ini tidak hanya berfungsi sebagai media artistik,tetapi juga sebagai ruang diskusi untuk membangun empati dan kesadaran terhadapperjuangan generasi muda dalam menjalani peran ganda yang tidak mudah.Kata Kunci : Generasi Sandwich, Film Eksperimental, Virtual Reality