Claim Missing Document
Check
Articles

Pembudayaan Ecological Citizenship di Perguruan Tinggi Melalui Pendidikan Pancasila Sebagai Upaya Mewujudkan Sustainable Campus (Studi kasus di Universitas Negeri Surabaya) Irfany, Achmad Faried; Usmi, Rianda; Listyaningsih, Listyaningsih; Rianingsih, Kartika Dwi; Rahmatia, Asysifa Putri
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jcms.v9n1.p48-57

Abstract

As a higher education institution, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) is vital in cultivating ecological citizenship among its academic community. This is to realise one of UNESA's missions to become a sustainable campus. However, the level of environmental citizenship in UNESA to realise a sustainable campus is still low and not optimal. This study analyses the importance of acculturation ecological citizenship through Pancasila education, forms of acculturation ecological citizenship through Pancasila education, and obstacles and challenges of acculturation ecological citizenship through Pancasila education in higher education. This research method uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques are observation, document study and interviews with the coordinator of Pancasila education at UNESA and Pancasila education lecturers. The study results indicate that the urgency of acculturating ecological citizenship in Pancasila education in college is critical to form students' awareness of their environmental responsibility. Then the forms of acculturation of ecological citizenship in college are through Pancasila education material with the method of Project-Based Learning. The obstacles and challenges of acculturation of environmental citizenship in Pancasila Education in higher education university policies are still personal, the role of lecturers is still not optimal, and student awareness is still low.
Respon Guru tentang Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di SMPN 1 Tarik Kabupaten Sidoarjo Zahroh, Nonik Fatimatuz; Listyaningsih, Listyaningsih
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.26833

Abstract

Platform Merdeka Mengajar (PMM) merupakan sebuah inovasi untuk menjalankan Kurikulum Merdeka dan meningkatkan kualitas pembelajaran dalam pengembangan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan respon guru tentang pemanfaatan PMM dalam meningkatkan kualitas pembelajaran guru di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode deskriptif dengan responden penelitian sebanyak 42 guru SMPN 1 Tarik Kabupaten Sidoarjo. Teknik pengumpulan datanya menggunakan kuesioner dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskripsi persentase. Hasil penelitian yang telah diperoleh mengenai respon guru tentang pemanfaatan PMM dalam meningkatkan kualitas pembelajaran guru di SMPN 1 Tarik Kabupaten Sidoarjo menunjukkan respon yang positif, hal ini dibuktikan dengan perolehan persentase sebesar 80% dari angket yang diberikan kepada guru. Dengan adanya PMM, guru lebih termotivasi untuk menerapkan metode pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan teori respon kognitif Albert Bandura tentang keyakinan individu terhadap kemampuannya (self-efficacy) memengaruhi proses belajar dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari.
High Order Thinking Skills (HOTS) Analysis of Grade VIII Junior High School Students on the Subject of Preserving My Nation's Culture Anilawati, Anilawati; Jatiningsih, Oksiana; Listyaningsih, Listyaningsih
International Journal of Emerging Research and Review Vol. 3 No. 4 (2025): December
Publisher : IKIP Widya Darma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective: This study aims to analyze the higher-order thinking skills (HOTS) of students of State Junior High School 15 Surabaya. in understanding and applying the material "Preserving My Nation's Culture" in the Pancasila Education subject. The main focus of this study is to evaluate the extent to which students can analyze, evaluate, and create solutions in the context of preserving local and national culture.  Method: This research uses a descriptive qualitative approach with data collection methods through classroom observations, interviews with teachers and students, and document analysis in the form of worksheets and student assignments. Data analysis techniques are carried out by data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Result: The results of the study show that the majority of students are still at a low level of thinking (LOTS), with a tendency to only be able to mention forms of culture that need to be preserved without being able to link the importance of such preservation to national identity and cultural sustainability. Only a small number of students are able to analyze cultural problems in their surroundings and design creative solutions, such as digital culture campaigns or community projects. The contributing factors include a learning approach that is not yet contextual, minimal use of local culture-based media, and a lack of teacher training in designing HOTS-based learning. Novelty: This study lies in its focus on the integration of HOTS skills in cultural themes that are contextual and relevant to students' daily lives. In addition, this study offers a local cultural project-based learning model that can be replicated to strengthen character and love for the nation's cultural heritage.
Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan dengan Kenaikan Berat Badan pada Wanita Usia Subur di Desa Karangsari Wilayah Kerja Puskesmas Cikelet Kabupaten Garut Arieb Shintami, Rica; Fitriana, Nana; Rachmawati, Laily; Listyaningsih, Listyaningsih; Rosidah, Rosidah; Nengsih, Nengsih
Jurnal Kesehatan Pertiwi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Pertiwi (Vol.7 No.1 - Juli 2025)
Publisher : Poltekes Bhakti Pertiwi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Injectable contraceptives are widely used due to their practicality, effectiveness, and affordability. However, their use is frequently associated with side effects, particularly weight gain, which may affect acceptor compliance. Previous studies suggest that long-term exposure to progestin in three-month injectable contraceptives can stimulate appetite through hypothalamic pathways and increase fat storage. Objective: This study aimed to analyze the relationship between the duration of three-month injectable contraceptive use and weight gain among women of reproductive age in Karangsari Village, under the working area of Cikelet Public Health Center, Garut Regency. Methods: A descriptive-analytic study with a cross-sectional design was conducted in September–October 2024. The population consisted of 349 injectable contraceptive acceptors, with 45 respondents selected through purposive sampling based on inclusion criteria. Data collection involved structured questionnaires, contraceptive cards, and standardized weight measurements. Data were analyzed using univariate analysis for frequency distribution and bivariate analysis with Chi-Square tests at a 95% confidence level. Results: Most respondents were aged 20–35 years (68.9%), had secondary education (51.1%), and were unemployed (51.1%). More than half had used injectable contraceptives for over two years (55.6%). Weight gain was observed in 73.3% of respondents. The Chi-Square test revealed a significant association between duration of contraceptive use and weight gain (p = 0.013). Longer use (>2 years) was linked to a higher likelihood of weight gain. Conclusion: The study confirms a significant relationship between prolonged use of three-month injectable contraceptives and weight gain. Health providers are encouraged to deliver adequate counseling, routine monitoring, and lifestyle modification guidance to minimize long-term side effects.
Responsifitas Gender Pada Fasilitas Umum di Kota Serang Listyaningsih, Listyaningsih; Arenawati, Arenawati; Ismanto, Ismanto
Jurnal Administrasi dan Kebijakan Publik Vol. 3 No. 2 (2018): April
Publisher : Laboratorium Administrasi Publik FISIP Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jakp.3.2.143-157.2018

Abstract

Fasilitas publik yang disediakan oleh pemerintah harus dapat digunakan oleh pria, wanita, anak-anak, orang tua, dan orang cacat. Namun dalam kenyataannya kita sering menemukan bahwa fasilitas publik tidak dapat digunakan. Di Kota Serang masih ada fasilitas umum yang tidak ramah anak, tidak ramah kepada orang tua, tidak ramah bagi penyandang cacat, bahkan tidak ramah bagi perempuan atau dapat dikatakan responsif gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat respons gender pada fasilitas publik di Kota Serang. Untuk mengukur tingkat responsif gender dari fasilitas publik ini, peneliti mengambil dari pendapat Setiawati (2013), yaitu pemanfaatan universal, keselamatan, keamanan, kenyamanan, kesetaraan gender untuk kebutuhan dasar, ramah lingkungan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian ini adalah masyarakat yang menggunakan fasilitas umum di Kota Serang. Objek penelitian ini adalah Terminal Bus, Trotoar dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), Pasar, Shelter dan Taman Kota. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah kuota dimana setiap objek terdiri dari 30 responden sehingga total responden dalam penelitian ini adalah 180 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat responsif gender fasilitas publik di Kota Serang adalah 2,09 kategori sedang. Berdasarkan objek penelitian, tingkat respons gender di trotoar adalah 2,31 (sedang), terminal 2,13 (sedang), Taman Kota 2,5 (sedang), Pasar 2,19 (sedang) JPO 1,53 (rendah) dan Berhenti di 1,88 (rendah) ). Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa responsif gender fasilitas publik di Kota Serang adalah moderat.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning Dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Dengan Metode Snowball Throwing Di Kelas X-8 SMAN21 Surabaya Syahira, Nabila; Listyaningsih, Listyaningsih; Estuningsih, Kristiwi
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 9 No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v9i2.9348

Abstract

Penelitian ini membahas model pembelajaran berbasis masalah (PBL) dan pentingnya keterampilan berpikir kritis, dengan tujuan menggabungkan metode snowball throwing dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian yang berfokus pada pemahaman siswa tentang konsep kebangsaan, nasionalisme, dan upaya mempertahankan NKRI ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang melibatkan dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, implementasi, pengumpulan data, dan refleksi. Populasi penelitian adalah siswa kelas X-8 di SMA Negeri 21 Surabaya yang dipilih secara acak sebagai sampel, dengan instrumen pengumpulan data berupa tes kemampuan berpikir kritis dan observasi selama proses pembelajaran. Analisis data menggunakan statistik deskriptif menunjukkan bahwa penggunaan model PBL dengan metode snowball throwing berhasil meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, dengan peningkatan signifikan pada semua indikator yang diamati, yakni rata-rata sebesar 20%. Temuan ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang menunjukkan efektivitas PBL dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, dan integrasi metode snowball throwing menambah dimensi kolaboratif yang memperkuat hasil pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan menunjukkan bahwa kombinasi metode snowball throwing dan model PBL dapat secara efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.
Penguatan Capacity Building Berbasis Nilai-Nilai Pancasila di Lembaga Adat Desa Kayu Kebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan Listyaningsih, Listyaningsih; Warsono, Warsono; Setyawati, Raden Roro Nanik; Sari, Maya Mustika Kartika; Habibah, Siti Maizul; Sari, Beti Indah; Suprianto, Edy
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sagfcs88

Abstract

Indigenous institutions have an important position in maintaining social order and local cultural identity in the midst of ongoing social change. This community service aims to strengthen the capacity of customary institutions in Kayu Kebek Village, Tutur District, Pasuruan Regency through a capacity building approach that is integrated with Pancasila values. Activities are carried out through participatory observation, institutional training, workshops on Pancasila values, and assistance in strengthening the organizational structure. The results of this activity show that the integration of Pancasila values in strengthening customary institutions can increase community participation, strengthen institutional identity, and create synergy between local and national values. This strengthening is an important foundation in creating socio-cultural resilience based on local wisdom.
Pelatihan Peningkatan Kemampuan Guru Rumpun Mata Pelajaran Sosial Humaniora Dalam Merancang Dan Menggunakan Pendekatan Deep Learning Di Lab School Unesa Sari, Beti Indah; Habibah, Siti Maizul; Harmanto, Harmanto; Listyaningsih, Listyaningsih; Usmi, Rianda; Santosa, Budi
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/31yjvs15

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru mata pelajaran sosial humaniora dalam merancang dan menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam proses pembelajaran. Pelatihan ini diikuti oleh 55 guru dari berbagai sekolah mitra  yang tergabung dalam Lab School UNESA dan dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2025. Pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sangat relevan dalam pembelajaran sosial humaniora karena mampu mendorong siswa untuk berpikir kritis, reflektif, dan kontekstual. Kegiatan ini menggunakan metode lokakarya dan praktik penyusunan perangkat ajar. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung transformasi pembelajaran sosial humaniora yang lebih bermakna dan berorientasi pada penguatan karakter.
Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing sebagai upaya Meningkatkan Kemandirian Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas XI-9 SMA Negeri 21 Surabaya Sari, Elma Bulan Amilina; Listyaningsih, Listyaningsih; Estuningsih, Kristiwi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1124

Abstract

Pokok permasalahan penelitian ini adalah proses pembelajaran di kelas XI SMA Negeri 21 Surabaya yang menggunakan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) dan metode pembelajaran ceramah pada mata pelajaran pendidikan pancasila. Keadaan ini berpengaruh pada kemandirian belajar peserta didik. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kemandirian belajar menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing. Model penelitian menggunakan model penelitian ini terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek penelitian ini adalah 36 peserta didik kelas XI-9 SMA Negeri 21 Surabaya. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen angket kemandirian belajar. Jenis data yang digunakan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan kemandirian belajar peserta didik. Peningkatan terjadi pada setiap siklus mengalami peningkatan sebesar 35,7% pada siklus I rata-rata 53,7% (Cukup Mandiri) pada dan siklus II 89,4% (Sangat Mandiri). Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan kemandirian belajar di kelas XI-9 SMA Negeri 21 Surabaya.
Peningkatan Aktivitas Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila menggunakan Projek Based Learning Pendekatan Culturally Responsive Teaching di SMA Senega, Dhea Fath Fathan; Listyaningsih, Listyaningsih; Estuningsih, Kristiwi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1147

Abstract

Terdapat banyak tantangan selam proses pembelajaran pada pata pelajaran Pendidikan Pancasila fase f kelas XI-10 SMAN 21 Surabaya. Tantangan- tantangan tersebut diantaranya masih ada peserta didik yang pasif saat diskusi kurangnya interaksi saat berkelompok, peserta didik jarang bertanya dan peserta didik jarang dengan kerelaan hati maju kedepan kelas untuk presentasi tantangan tersebut termasuk dalam aktivitas beajar peserta didik dan harus segera diatasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar pada peserta didik di kelas XI-10 SMAN 21 Surabaya pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Dengan pendelitian Tindakan kelas upaya yang dilakukan menggunakan model Projek based learning dengan pendekatan culturally responsive teaching. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI-10 sman 21 Surabaya dengan JUMLAH 36 peserta didik yang terdiri dari 21 laki-laki dan 15 perempuan. Teknik yang digunakan dalam memperoleh data yaitu observasi aktivitas belajar peserta didik, dokumentas dan angket. Menggunakan analisis ddeskriptif kualitatif. Penelitian ini terdiri dari dua siklus yang masing masing siktus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi jumlah aktivitas belajar peserta didik pada siklus 1 menunjukan rata-rata 58,02%. Kategori aktivitas belajar dengan presentase tinggi yaitu dengan mengembangkan dan mempresentasikan produk mencapai 63,89%. Sedangkan kategori aktivitas belajar dengan presentase rendah adalah menganalisis dan mengevaluasi pemecahan masalah hanya 47,22% rata rata persentase aktivitas belajar peserta didik dalam belajar adalah 86,11%. Hasil ini mengalami peningkatan 30,09% dari siklus 1.