Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Guru dalam Membentuk Karakter Peduli Lingkungan pada Siswa di SMP Negeri 8 Surabaya Anggraeni, Vivi Sintia; Listyaningsih, Listyaningsih
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i2.6637

Abstract

Pendidikan memegang peranan sentral dalam kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Di Negara Indonesia saat ini pendidikan harus diintegrasikan dengan pendidikan karakter sebagai tujuan pendidikan nasional. Pendidikan karakter yang baik dapat membantu siswa untuk menerapkan nilai-nilai perilaku yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari dan memahami perilakunya khususnya di kota Surabaya untuk mengurangi permasalahan lingkungan. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kesadaran terhadap masalah lingkungan yang diprakarsai oleh masyarakat dan sekolah. SMP Negeri 8 Surabaya merupakan salah satu sekolah di Kota Surabaya yang telah mempunyai gelar adiwiyata dan visi misi sekolah untuk peduli terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana strategi guru dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa di SMP Negeri 8 Surabaya. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini berdasarkan Miles dan Huberman Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa di SMP Negeri 8 Surabaya dilakukan melalui 3 cara. (1) pengintegrasian karakter peduli lingkungan dalam kurikulum sekolah; (2) pembentukan karakter peduli lingkungan melalui kegiatan SAS (Sekolah Arek Suroboyo yang dilakukan setiap hari senin hingga kamis setelah jam pembelajaran berlangsung; (3) pembiasaan rutin setiap hari jumat yang meliputi jumat bersih, jumat adiwiyata dan jumat sehat yang mencakup kegiatan untuk peduli terhadap lingkungan melalui pembiasaan secara rutin pada siswa.
Pelaksanaan Program Creative and Innovative (Creatin) dalam Membentuk Kecakapan Hidup (Life Skill) Peserta Didik di SMA Semen Gresik Achmad, Nur Lailiyah; Listyaningsih, Listyaningsih
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i2.7718

Abstract

SMA Semen Gresik memiliki program kecakapan hidup yakni program creative and innovative (creatin) dengan tujuan sebagai bekal bertahan hidup peserta didik ketika lulus dari sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program creatin, faktor pendukung, dan faktor penghambat pelaksanaan program creatin dalam membentuk kecakapan hidup (life skill) peserta didik di SMA Semen Gresik. Penelitian ini menggunakan Teori Multiple Intelligences oleh Howard Gardner. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa program creatin dapat membentuk kecakapan hidup peserta didik melalui tujuh bidang yakni, seni, kesehatan remaja, budidaya, konten kreatif, riset, technopreneur, dan bahasa. Jika dilihat dengan teori multiple intelligences menunjukan bahwa saat pelaksanaan program creatin peserta didik menggunakan berbagai kecerdasan yang dimilikinya sesuai bidang-bidang dalam program creatin. Faktor pendukung yakni, program yang menyenangkan dan sarana prasarana memadai. Sedangkan untuk faktor penghambat, terdapat SDM pengajar yang tidak memiliki kompetensi sesuai bidang dan kurangnya sikap disiplin waktu.
Pengaruh Pemanfaatan Media Domino Asyik (Dosyik) terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Memperkuat Komitmen Kebangsaan di SMPN 2 Sekaran Kabupaten Lamongan Novitasari, Dia; Listyaningsih, Listyaningsih
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i2.8724

Abstract

Mengatasi hasil belajar rendah pada pembelajaran PPKn dengan menghadirkan media. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemanfaatan media domino asyik terhadap hasil belajar peserta didik di SMPN 2 Sekaran kabupaten Lamongan. Penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Populasi penelitian adalah suluruh peserta didik kelas VIII yang berjumlah 48, sedangkan sampel penelitian jumlah dari populasi dibagi menjadi dua. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Hipotesis alternatif yang diuji yakni terdapat pengaruh pemanfaatan media domino asyik terhadap hasil belajar peserta didik pada materi memperkuat komitmen kebangsaan. Hasil penelitian diperoleh bahwa media domino asyik berpengaruh terhadap hasil belajar dibuktikan dengan nilai rata-rata kelas eksperimen meningkat dari 53 menjadi 77,29 dan dilakukan uji hipotesis Mann-Whitney diperoleh nilai Z sebesar -2,753 dan taraf signifikan (0,006 < 0,05). Maka, Ha diterima dan Ho ditolak artinya terdapat pengaruh hasil belajar peserta didik pada materi memperkuat komitmen kebangsaan di SMPN 2 Sekaran kabupaten Lamongan
Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dengan Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments Peserta Didik Kelas IX G SMPN 36 Surabaya Jaya, Yakiya Al Rizkiya; Listyaningsih, Listyaningsih; Nasichin, Abdullloh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Pancasila merupakan mata pelajaran penting dalam membentuk karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik. Namun, rendahnya hasil belajar dan kurangnya partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila menjadi permasalahan yang perlu diatasi. Tujuan: untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT). Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus. Subjek penelitian adalah 31 peserta didik kelas IX SMP Negeri 36 Surabaya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan wawancara. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil dan pembahasan: Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar peserta didik. Pada siklus I, rata-rata nilai peserta didik meningkat dari 68,5 menjadi 75,8, dengan ketuntasan klasikal 71,9%. Pada siklus II, rata-rata nilai peserta didik mencapai 82,3 dengan ketuntasan klasikal 87,5%. Selain itu, model TGT juga meningkatkan partisipasi aktif, kerjasama, peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar dengan Metode Think Pair and Share di Kelas 8E SMPN 36 Surabaya Rahayu, Yuyun Siti; Listyaningsih, Listyaningsih; Nashichin, Abdulloh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas penerapan kombinasi model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan metode Think Pair and Share (TPS) dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian yang dilakukan merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilakukan dalam dua siklus, di mana data kuantitatif yang dikumpulkan mengenai hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam hasil belajar siswa yang menggunakan kombinasi model PBL dan TPS dibandingkan dengan hanya menggunakan PBL saja. Selain itu, hasil belajar siswa meningkat dari 50% di siklus pertama menjadi 81% pada siklus kedua. Penerapan model pembelajaran PBL yang dipadukan dengan metode TPS juga berhasil membantu siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Kombinasi model PBL dengan metode TPS lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan hanya menggunakan Problem Based Learning.
Implementation Quality Level of Health Public Service Policy in Banten Province Local Hospital (RSUD) Rahayuningsih, Yunia; Anggraini, Yusniah; Listyaningsih, Listyaningsih
Jurnal Bina Praja Vol 10 No 1 (2018)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.10.2018.121-134

Abstract

Public Hospital (RSUD) of Banten Province, as the Province Referral Hospital, is required to always improve the quality of service in every line to achieve excellent service and also to give satisfaction to the public. Public satisfaction is one of the goals that must be considered by Banten Province Public Hospital because one indicator in achieving the success of health services is the achievement of public satisfaction. On this basis, it is important for the Banten Province Public Hospital to make measurements on the public satisfaction. Related to that, this study aims to find out the quality of public services in Banten Province Public Hospital, which is measured through Public Satisfaction Index (IKM), including problems faced in the provision of public health services in Banten Province Public Hospital. The research method used is survey method with a quantitative descriptive approach. The data is obtained through questionnaires, observations, and documentation. The sample size is 100 people, which is determined by quota sampling technique. The results showed that quantitatively, the quality of public service in Banten Province Public Hospital based on Public Satisfaction Index reached 75.71, which is qualitatively categorized as good. Although it has been categorized as good, of the ten elements assessed, there are some elements that need to get serious attention, namely elements of information, complaint handling, the behavior of service personnel, service time, and supporting elements.
PELATIHAN PEMBUATAN MODUL AJAR BERDIFERENSIASI UNTUK MEWUJUDKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA MGMP PPKN SMP SE KABUPATEN MOJOKERTO. Setyowati, Rr Nanik; Warsono, Warsono; Listyaningsih, Listyaningsih; Adi, Agus Satmoko
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.21275

Abstract

Kemampuan guru untuk membuat Modul Ajar yang berdiferensiasi dalam rangka mewujudkan Profil Pelajar Pancasila masih harus ditingkatkan. Sejak diberlakukannya Kurikulum Merdeka maka ada beberapa hal yang harus dipahami oleh guru di lapangan, khususnya guru PPKn SMP se Kabupaten Mojokerto. Untuk itulah perlu dilakukan pengabdian masyarakat dengan memberikan pelatihan pembuatan Modul Ajar dengan tujuan agar guru memiliki kompetensi dalam membuat Modul Ajar yang berdiferensiasi dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian materi, diskusi, FGD, dan penugasan khusus. Hasil dari pelatihan ini adalah pertama, pemahaman para guru PPKn dalam hal pembuatan modul ajar meningkat dari rata-rata skor 62 menjadi 75. Kedua, guru berhasil membuat modul ajar dengan kualitas baik. Dengan demikian, tujuan pelatihan ini berhasil dicapai dengan baik.
Penerapan Model Project Based Learning Untuk Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas XI 9 SMA Negeri 21 Surabaya Novitasari, Lia; Listyaningsih, Listyaningsih; Estuningsih, Kristiwi
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 12 No 2 (2024): July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v12i2.9304

Abstract

Permasalahan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis pada siswa sehingga mempengaruhi hasil belajar. Dalam hal ini, solusi yang dapat diberikan adalah dengan menerapkan model project based learning kepada siswa agar dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir.Penelitian tindakan kelas ini bertujuan unntuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan penerapan model pembelajaran berbasis proyek (projectbased learning). Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas XI 9 SMA Negeri 21 Surabaya semester dua tahunpelajaran2023/2024 dengan jumlah siswa 35 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian inimenggunakan wawancara, observasi, dan tes untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa. Pengumpulan data menggunakan lembar wawancara, lembar observasi serta soal tes tertulis. Teknik analisis data yang menggunakan cara kuantitatif deskrptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa selama dilakukan penelitian yang ditunjukan dengan data kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus I dan siklus II. Data hasil kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus I sebesar 37,15% (13 siswa) tuntasdan mengalami peningkatan hasil kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus II sebesar  85,71% (30 siswa) tuntas.Sehingga kesimpulannya, keterampilan berpikir siswa kelas XI 9 SMA Negeri 21 Surabayameningkat setelah dilakukan dengan penerapan model project based learning.
Kinerja Dinas Pemberdayaan Kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tangerang dalam Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Kota Tangerang Sihombing, Debby; Listyaningsih, Listyaningsih; Prafitri, Nikki
Contemporary Public Administration Review Vol. 1 No. 2 (2024): Contemporary Public Administration Review (CoPAR)
Publisher : Department of Public Administration, Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/copar.v1i2.7569.1-18

Abstract

The problem of violence against children in Indonesia has been recognized as a serious problem and is therefore regulated by law regarding child protection and services that handle cases of violence. Banten occupies the last position of reported child violence on the island of Java with a quite drastic increase in the number of cases every year with Tangerang City as the most reported region in Banten of violence against child. Therefore, this research makes the performance of the Women's Empowerment, Child Protection, Population Control and Family Planning Department of Tangerang City in handling cases of violence against children in Tangerang City as the focus of research using descriptive research methods with a qualitative approach. The results of the research show that the performance of the Department of Women's Empowerment, Child Protection, Population Control and Family Planning in Tangerang City in handling cases of violence against children in Tangerang City has been implemented quite well, although not yet optimal. Judging from the aspects of Productivity, Service Quality, Responsiveness in handling cases of violence against children in Tangerang City, the performance of the Women's Empowerment Service for Child Protection, Population Control and Family Planning in Tangerang City is still not being implemented optimally. Despite this, the Tangerang City Department of Women's Empowerment, Child Protection, Population Control and Family Planning continues to evaluate and receive aspirations directly or online as well as holding regular meetings and continues to improve its performance in handling cases of violence against children in Tangerang City in the future.
Integrating Global Citizenship Education into Pancasila Education: Curriculum Review in Indonesia Anggaraini, Rita; Habibah, Siti Maizul; Istianah, Anif; Sari, Beti Indah; Listyaningsih, Listyaningsih; Harmanto, Harmanto
Bhinneka Tunggal Ika: Pancasila Jurnal Internasional Berbahasa Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): VOLUME 2 ISSUE 2, NOV 2025
Publisher : Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52738/bti.v2i2.47

Abstract

This article examines the integration of Global Citizenship Education (GCE) into Indonesia’s civic education curriculum to promote multicultural attitudes among students. Drawing on curriculum reviews, recent policy initiatives, and scholarly analyses, the study highlights how Pancasila Education has increasingly incorporated themes of intercultural dialogue, environmental stewardship, human rights, and collaborative problem-solving. Teachers and school culture emerge as key drivers in translating these values into practice, while regional disparities and limited professional development remain significant challenges. The discussion underscores the pivotal role of Pancasila Indonesia’s national ideology as a moral and philosophical foundation that aligns local wisdom with universal principles of peace, justice, and human dignity. Each of Pancasila’s five principles provides a bridge between national identity and global responsibilities, ensuring that GCE strengthens rather than dilutes cultural heritage. Findings suggest that a Pancasila-based GCE framework fosters tolerant, empathetic, and critically minded learners capable of engaging with complex global issues while maintaining strong national cohesion. The article concludes with recommendations for enhancing teacher training, enriching experiential learning opportunities, and addressing regional implementation gaps to fully realize the transformative potential of Global Citizenship Education in Indonesia