Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Early Adolescent Impulsivity in New Trends and Impact on Psychosocial Development Almuthii'ah, Khadijah; Luthfiyah, Luthfiyah; Nadiya Dewi Syahida
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i1.11350

Abstract

Impulsivity is a personality trait characterized by a lack of careful thought. This trait tends to be dangerous if there are no boundaries, especially in early adolescents who do not yet have a mature prefrontal cortex to think about their actions. This study used a literature review method with data search using the latest scientific journals or articles from PubMed, Google Scholar, and ResearchGate. This review found that impulsivity stems from neurophysiological, neural biological, limbic system, and psychological factors that impact adolescents. Adolescents affected by interpersonal issues may be more likely to engage in risky behaviors and experience increased psychological pressure. Consequently, impulsivity in adolescents has the potential to become an issue if not addressed through preventive measures, such as implementing positive reinforcement, practicing mindfulness, controlling self-control, and Impulsive Decision Reduction Training for Youth (IDRT-Y). It is advisable to prevent impulsivity in early adolescence to promote more mature thinking.
KONSEP KAFA’AH DALAM PRESPEKTIF IMAM MALIK DAN IMAM SYAFI’I: ANALISIS METODOLOGI USHUL FIKIH Maziyati, Nailil; Luthfiyah, Luthfiyah
JURNAL HAKAM Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jhi.v9i2.13284

Abstract

Konsep kafa'ah (kesetaraan dalam pernikahan) merupakan salah satu diskursus penting dalam fiqih munakahat yang mencerminkan perbedaan metodologis antar mazhab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan konsep kafa'ah dalam perspektif Imam Malik dan Imam Syafi'i melalui pendekatan ushul fiqih. Kajian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan sumber primer kitab al-Muwaththa' dan al-Risalah serta sumber sekunder terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif-komparatif untuk mengungkap akar perbedaan metodologis yang mempengaruhi formulasi hukum kafa'ah pada kedua mazhab. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsep kafa'ah antara Imam Malik dan Imam Syafi'i bersumber dari perbedaan paradigma ushuliyah yang mendasar. Imam Malik dengan pendekatan al-maslahah al-mursalah dan 'amal ahl al-Madinah memandang kafa'ah sebagai instrumen sosial yang dinamis, menekankan agama sebagai parameter utama sambil mereduksi signifikansi nasab untuk mencegah fanatisme kesukuan. Sementara Imam Syafi'i dengan komitmen pada sistematisasi hukum yang ketat, membangun konsep kafa'ah di atas fondasi nash dan qiyas yang rigor, menolak otoritas penuh kepada 'urf atau maslahah tanpa sandaran dalil yang jelas. Implikasi penelitian ini mengungkap bahwa dialektika kedua pemikir besar tersebut bukanlah pertentangan yang steril, melainkan kelengkapan yang memperkaya khazanah hukum Islam. Sintesis dari kedua pendekatan ini menjadi sangat relevan dalam konteks kontemporer untuk merumuskan pemahaman kafa'ah yang substantif dan berkeadilan, sekaligus menjaga orientasi pada terwujudnya keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah
PORTOFOLIO SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN SEIMBANG DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR PAI DI LEMBAGA PENDIDIKAN UMUM Salmin, Salmin; Luthfiyah, Luthfiyah; Ilham, Ilham; Syarifuddin, Syarifuddin
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 24 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.5819

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan moral peserta didik agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia. Namun, dalam praktiknya, pelaksanaan PAI sering kali belum mampu menghasilkan generasi yang memiliki moralitas yang baik sebagaimana tujuan idealnya. Banyak ahli pendidikan menilai hal ini disebabkan oleh keterbatasan jam pelajaran, pola pembelajaran yang kurang tepat sasaran, serta kurangnya kesinambungan antara teori dan praktik dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran PAI umumnya lebih menitikberatkan pada ranah kognitif, seperti hafalan dan pemahaman teori keagamaan, sementara ranah afektif dan psikomotor yang berkaitan dengan pembentukan sikap dan perilaku religius sering kali terabaikan. Akibatnya, peserta didik mengetahui ajaran Islam secara teori, tetapi belum mampu menerapkannya secara konsisten dalam tindakan dan sikap hidupnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, model pembelajaran berbasis portofolio dalam Pendidikan Agama Islam dapat menjadi solusi yang efektif. Melalui penerapan portofolio, peserta didik didorong untuk aktif merefleksikan, mengumpulkan, dan menilai hasil belajar mereka secara berkelanjutan. Guru tidak hanya menilai aspek pengetahuan, tetapi juga perkembangan sikap dan perilaku keagamaan peserta didik. Pendekatan ini menumbuhkan tanggung jawab, kesadaran diri, dan pembelajaran yang bermakna, karena melibatkan seluruh ranah pendidikan kognitif, afektif, dan psikomotor. Dengan demikian, pembelajaran berbasis portofolio berpotensi besar dalam meningkatkan moralitas dan religiusitas peserta didik secara utuh dan berimbang.
Asesmen Berbasis Teknologi Dalam Pembelajaran PAI Fitria, Eila Mawar; Nurhayati, Ati; Luthfiyah, Luthfiyah; Ilham, Ilham; Syarifuddin, Syarifuddin
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2234

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pelaksanaan asesmen pembelajaran, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Asesmen tidak lagi terbatas pada tes tertulis konvensional, tetapi berkembang menjadi penilaian berbasis teknologi yang lebih variatif, efisien, dan komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep asesmen berbasis teknologi dalam pembelajaran PAI dan implikasinya terhadap peningkatan kualitas evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber literatur seperti jurnal ilmiah, buku, dan dokumen akademik yang relevan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif dalam konteks digital. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif-kualitatif melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen berbasis teknologi memberikan efektivitas yang signifikan dalam proses penilaian pembelajaran PAI melalui penyediaan data belajar yang lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi secara sistematis. Instrumen digital seperti Google Form, Quizizz, dan platform e-learning terbukti mampu memperkaya variasi penilaian sekaligus memfasilitasi pemantauan capaian belajar secara real time. Selain itu, asesmen digital mendukung pengukuran kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotorik secara lebih komprehensif. Inovasi asesmen digital perlu terus diperkuat melalui peningkatan kompetensi guru dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan era digital.