Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PEMBELAJARAN MEMBACA AL-QUR’AN PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS IIB PADANG Zulheldi Zulheldi; Reni Hasrin RH
Murabby: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 2 (2021): Murabby Vol. 4 No. 2 September 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/mrb.v4i2.3288

Abstract

Pembelajaran membaca al-Qur’an merupakan sebuah kegiatan keagamaan yang telah rutin dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakat Perempuan Kelas IIB Padang. Aktor utama di balik kegiatan yang sangat penting ini adalah para Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang. Kegiatan ini menjadi aktifitas mingguan dengan durasi sekitar satu jam untuk setiap kali pertemuan. Tulisan ini merupakan hasil penelitian kualitatif deskriptif terhadap kegiatan di atas dengan memfokuskan kajiannya pada bagaimana kegiatan tersebut direncanakan, dilaksanakan, dievaluasi serta bagaimana peluang dan tantangannya. Melalui sebuah kajian mendalam didapatkan bahwa kegiatan pembelajaran membaca al-Qur’an itu telah berlangsung selama lebih kurang lima bulan. Aktifitas yang merupakan hasil kerjasama antara Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Padang dan Kantor Kementerian Agama ini telah dilaksanakan sejak bulan Februari 2021 dan dihentikan untuk sementara waktu sejak pemberlakukan PPKM di Sumatera Barat. Setelah dilakukannya penelitian ini diharapkan hendaknya kegiatan pembelajaran ini dapat direncanakan dengan lebih matang oleh kedua belah pihak, dilaksanakan secara lebih intensif, dan memprioritaskan asas kemanfaatan atau nilai positif bagi para penghuni Lapas Perempuan.
PEMBAHASAN AKIDAH DALAM KITAB AL-JĀMI’ LI AHKĀM AL-QUR’ĀN KARYA AL-QURṬUBI̅ Resya Farasy Fitrah Naffasa; Eka Putra Wirman; Zulheldi Zulheldi
Hadharah: Jurnal Keislaman dan Peradaban Vol 16 No 2 (2022) Hadharah: Jurnal Keislaman dan Peradaban
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/h.v16i2.4844

Abstract

Banyak orang yang keliru dalam memahami kedudukan akal dan wahyu. Mereka bersifat apatis karena merasa kehidupannya sudah ditentukan oleh Allah. Selain itu, mereka mudah menyalahkan orang lain karena memiliki pemahaman yang berbeda dengan dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan penjelasan al-Qurṭubi̅ tentang permasalahan tersebut yang mana topik pembahasan ini adalah topik kedua yang dibahas al-Qurṭubi̅ secara detail di dalam kitab tafsirnya al-Jāmi' li Ahkām al-Qur'ān.Hasil dari penelitian ini, dilihat dari penafsiran al-Qurṭubi̅ pada ayat-ayat yang berhubungan dengan akal dan wahyu, dapat diketahui bahwa pemahaman al-Qurṭubi̅ tentang hal ini adalah pemahaman aliran Asy’ariyah. Al-Qurṭubi̅, menempati wahyu sebagai posisi yang lebih tinggi daripada akal. Wahyu berfungsi sebagai informasi dan pedoman agar akal tidak terjerumus pada pemahaman yang salah. Sedangkan akal berfungsi untuk memahami dan mengetahui semua hal yang diinformasikan oleh wahyu. Saat menafsirkan ayat-ayat yang berhubungan dengan kebabasan manusia dalam berkehendak, al-Qurṭubi̅ menjelaskan bahwa sebenarnya Allah memiliki peran dalam pebuatan manusia. Hal ini tidak seperti apa yang dipahami oleh aliran Mu’tazilah. Al-Qurṭubi̅ menekankan bahwa walaupun ada peran Allah dalam perbuatan manusia, manusia tetap harus mengusahakan apa yang ia kehendaki agar mendapatkan manfaat untuk dirinya dan menghindari kemudharatan. Pemahaman al-Qurṭubi̅ tentang pembahasan ini berasal dari pemahaman Asy’ariyah dalam teori al-kasb. Perbuatan manusia pada hakikatnya berasal dari kemampuan yang Allah berikan. Akan tetapi, manusia tidak kehilangan sifatnya sebagai pembuat. Adapun penjelasan al-Qurṭubi̅ tentang kedudukan orang yang berbuat dosa, al-Qurṭubi̅ memberikan kritik dan bantahan pada aliran Khawarij. Dilihat dari cara al-Qurṭubi̅ menafsirkan ayat, al-Qurṭubi̅ memberikan penjelasan yang sama dengan apa yang dijelaskan oleh al-Asy’ariy. Orang yang berbuat dosa tetapi tidak menyekutukan Allah bukanlah disebut sebagai orang kafir. Mereka adalah orang yang fasik.
Integrasi Agama dan Sains: Penafsiran Peristiwa Hari Kiamat pada Tafsir Salman ITB Dan Tafsir Ilmi Kemenag RI-LIPI Ummul Hikmah; Zulheldi Zulheldi; Widia Fithri
Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam Vol 3 No 1 (2023): Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062//IJPI.2023.v3i1.139/5

Abstract

The Day of Judgment is a very frightening event for all humans. The events that occurred on that day are very much explained in the Qur'an, but this study will examine the events of the Day of Judgment according to the interpretation of Salman ITB and Tafsir Ilmi Kemenag RI-LIPI. The two books of interpretation have a scientific approach, but in terms of their authors, the background is different, the book of interpretation of Salman ITB is the work of ITB alumni in the field of science, while the book of Tafsir Ilmi Kemenag RI-LIPI has a background of scholars. This study will discuss the interpretation of the events of the Day of Judgment according to the interpretations of Salman ITB and Tafsir Ilmi Kemenag RI-LIPI using an integration approach. The results of this study can be concluded, that the doomsday events that occur on earth (Earth, Mountains and Seas) in the book of Tafsir Salman ITB explain more related to science than the interpretation in the book of Tafsir Ilmi Kemenag RI-LIPI. The integration pattern used by Tafsir Salman ITB tends to be a dialogue pattern. While the interpretation of doomsday events that occur in the sky (sky, sun, moon and stars) the two interpretations look balanced, but in their integration, the interpretation of the book of Tafsir Ilmi Kemenag RI-LIPI tends to see the pattern of integration and the interpretation of Salman ITB looks more using the pattern dialog.
Urgensi Hukum Islam dan Maqashid Syari’ah dalam Pendidikan Agama Islam Irmayanti, Azizah Putri; Zulheldi, Zulheldi; Samad, Duski; Syamsi, Syamsi; Maulana, Febrian
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 13, No 1 (2024): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v13i1.13289

Abstract

Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian dan karakter muslim seutuhnya. Hukum Islam tidak terlepas dari tujuan maqashid syari’ah itu sendiri. Penelitian ini bertujuan menguraikan urgensi pemahaman hukum Islam berlandaskan maqashid syari’ah dalam konteks pendidikan agama islam. Melalui lima elemen krusial yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga harta dan menjaga keturunan, diidentifikasi sebagai pilar utama yang harus dilindungi dan ditingkatkan. Metode penelitian adalah studi kepustakaan melalui kajian terhadap literatur terkait hukum Islam dan maqashid syari’ah. Hasil penelusuran pustaka menemukan konsep maqashid syari’ah sejalan dengan visi, misi, dan tujuan pendidikan agama Islam dalam membentuk kepribadian muslim paripurna. Pemahaman hukum Islam yang merefleksikan maqashid syari’ah sangat penting diintegrasikan dalam pendidikan agama Islam agar dapat membekali generasi muslim dengan kesadaran syari’ah yang komprehensif. Dengan memahami hukum islam dan maqashid syari’ah, diharapkan dapat memperkuat pondasi pendidikan agama islam sebagai sarana pembentukan karakter dan moral peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Tafsir Al-Qur’an Relevansinya Terhadap Pendidikan Nurul Hidayah Siregar; Zulheldi Zulheldi; Duski Samad
Jurnal Nakula : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2024): Januari: Jurnal Nakula : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/nakula.v2i1.483

Abstract

This article aims to analyze the interpretation of the Qur'an in its relevance to education. This research uses library research method, with documentation data collection technique. The primary source used in this article is the Qur'an while the secondary sources used in this article are books related to the interpretation of the Qur'an. The results showed that tafsir al-qur'an is a science for a series of explanations about the verse of the Qur'an done by a mufasir to find out the meaning contained in the verse of Al-Qu'an. Its relevance to the education verse is the number of verses of the Qur'an that discuss education, namely there is also a relevance to education in QS. al-alaq: 1-5, QS.Al-hajj: 41 and QS. Al-Maidah: 67.
Karakteristik Pemegang Amânah dalam Al-Qur’an Halim, Abdul; Zulheldi, Zulheldi; Sobhan, Sobhan
Mashdar: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis Vol 1, No 2 (2019): Mashdar: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/mashdar.v1i2.919

Abstract

There are three important components in amâna. Of course amâna itself, giver and receiver or holder. Man is an ultimate receiver in amâna. However, not all can maintain and fulfill amâna but also a competent holder of amâna who have doing this. By using the maudhû’i method and content analysis approach, research on the story of the Prophet Josef, Moses and Thalut produced three classification of characteristics that must be owned by the holder of amâna, that is spiritual characteristics, operational characteristics and emotional characteristics. 
Pemikiran Muhammad Syahrur; Theory of Limit ( Teori Batas) Siagian, Roihatul Jannah; Zulheldi, Zulheldi
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 8 No 1 (2025): 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v8i1.765

Abstract

Muhammad Syahrur, seorang pemikir Islam modern, mendorong untuk memperbaharui dan memeriksa kembali ajaran Islam. Namun, fokusnya hanya pada cara orang saat ini memahami teks-teks suci. Tidak hanya penafsiran dari ulama zaman dahulu, tapi juga penafsiran dari ulama modern berbeda-beda bahkan bertentangan, meskipun merujuk pada ayat-ayat Al-Qur'an yang sama. Tulisan ini membahas tentang teori limit (batas). Muhammad Syahrur menjelaskan bahwa ketika ada hal pencurian, hukumannya dapat berupa pemotongan, baik secara fisik maupun non-fisik, menurut makna kata "qatha‘a". Penelitian ini ingin tahu tentang cara orang di zaman sekarang memandang hukuman pencurian, khususnya potong tangan, yang dianggap sangat kejam karena membuat pelaku menjadi cacat seumur hidup. Penelitian ini menggunakan sumber-sumber seperti buku dan artikel untuk memahami pemikiran Muhammad Syahrur tentang hukum Islam terkait pencurian. Metode penelitian ini adalah membaca dan menganalisis literatur-literatur yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syahrur melihat kata "qata'a" dalam konteks pencurian bisa berarti pemotongan secara fisik maupun non-fisik. Menurut Syahrur, pemotongan fisik adalah hukuman maksimal yang bisa diberikan, sementara pemotongan non-fisik adalah mencabut kekuatan atau kemampuan tangan pencuri dengan mengurungnya di penjara.
PENGARUH METODE ASY-SYAFI’I TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR NEGERI 33 KALUMBUK KOTA PADANG Burhanuddin Rambe; Zulheldi Zulheldi; Khadijah Khadijah
EDU RESEARCH Vol 5 No 3 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i3.454

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik SD Negeri 33 Kalumbuk Kota Padang pada tahap membaca huruf yang sering tertukar misalnya: Alif (ا ) dengan ‘Ain (ع), mad thabii misalnya: ٱلَّذِينَ كَفَرُوا dan huruf Muqatha’ah misalnya صٓ, قٓ , كٓهيعٓصٓ. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik SDN 33 Kalumbuk Kota Padang pada tahap membaca dua huruf yang sering tertukar, mad tabii dan membaca huruf yang tidak ber harakat di awal surat sebelum menggunakan metode Asy-Syafi’i. 2) Untuk mengetahui kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik SDN 33 Kalumbuk Kota Padang pada tahap membaca dua huruf yang sering tertukar, mad tabii dan membaca huruf yang tidak ber harakat di awal surat sesudah menggunakan metode Asy-Syafi’i. 3) Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan metode Asy-Syafi’i terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an pada tahap membaca dua huruf yang sering tertukar, mad thabi’i dan membaca huruf yang tidak berharakat di awal surat. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Quasi Eksperimen, dengan rancangan penelitian Pretest Postetest Control Group Design. Populasinya 38 Peserta Didik. Teknik pengumpulan data melalui tes lisan kemampuan membaca Al-Qur’an. Pengolahan data dengan cara uji prasyarat ilmiah dan uji hipotesis.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: 1) Kemampuan membaca Al-Qur’an sebelum diterapkan metode Asy-Syafi’i sebagai berikut: a) Membaca dua huruf yang sering tertukar memperoleh rata-rata kelas ekperimen 77,65 dan kelas kontrol 65,28., b) mad thabii memperoleh rata-rata kelas eksperimen 67,25 dan kelas kontrol 69,17., c) Membaca huruf yang tidak berharakat di awal surat memperoleh rata-rata kelas eksperimen 68,50 dan kelas kontrol 61.11. Berdasarkan hasil tersebut kemampuan peserta didik masih berada dikategori rendah. 2) Kemampuan membaca Al-Qur’an sesudah diterapkan metode Asy-Syafi’i sebagai berikut: a) Membaca dua huruf yang sering tertukar memperoleh rata-rata kelas ekperimen 77.90 dan kelas kontrol 65,27., b) mad thabii memperoleh rata-rata kelas eksperimen 83,55 dan kelas kontrol 69,16., c) Membaca huruf yang tidak berharakat di awal surat memperoleh rata-rata kelas eksperimen 83,55 dan kelas kontrol 69.11. Berdasarkan hasil tersebut kemampuan peserta didik meningkat setelah menggunakan metode Asy-Syafi’i. 3) Uji hipotesis dengan bantuan SPSS V 20. Setelah dilakukan uji pretest dan posttest dengan Independent Sampel T-test diperoleh sig. (0,000 < 0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa metode Asy-Syafi’i berpengaruh terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik SDN 33 Kalumbuk Kota Padang dengan skor rata-rata sebagai berikut: a) membaca dua huruf yang sering tertukar rata-rata kelas eksperimen 77,90 dan kelas kontrol 65,28., b) membaca mad thabii rata-rata kelas eksperimen 83,55 dan kontrol 69,17., c) membaca huruf yang tidak berharakat di awal surat rata-rata kelas eksperimen 80,40 dan kontrol 65,56.
Manhaj Penafsiran Imam As-Syaukani dalam Kitab Tafsir Fathul Qodir Sormin, Nurhabibah; Zulheldi, Zulheldi; Kartika, Fitri; Lutfiah, Habibah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25565

Abstract

Al-Qur’an merupakan kitab suci dan pedoman bagi manusia. Maka dari itu untuk mengetahui petunjuk-petunjuk dan hukum-hukum yang ada dalam al-Qur’an maka diperlukan penafsiran terhadap ayat al-Qur’an. Masa Rasulullah al-Qur’an itu ditafsirkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan seiringnya zaman maka muncullah ulama-ulama tafsir yang kita sebut dengan mufassirin, Mufassirin menafsirkan al-Qur’an dengan berbagai macam metode, sumber, dan corak tafsirnya. Salah satu dalam penulisan karya tulis ini, jenis penelitiannya yaitu library research yang artinya penelitian yang bersifat pustaka yang mana penelitian ini memperoleh data atau sumber yang digunakan ialah buku-buku dan jurnal yang telah ada. Hasil penelitian ini ialah salah satu karya imam As-Syaukani yaitu nama kitab tafsirnya Fathul Qadir. Dalam penulisan kitab tafsir ini imam Asy-Syaukani menggunakan metode tahlili yang bersumber dari tafsir bil-matsur dan tafsir bil ra’yi. Sedangkan corak penafsirannya Asy-Syaukani ialah bercorak fiqih (al-Tafsir al-Fiqhi).
Tafsir Al-Manar Karya Muhammad Rasyid Ridha (Biografi, Sumber, Metode, Corak, Contoh Penafsiran) Kartika, Fitri; Zulheldi, Zulheldi; Lutfiah, Habibah; Sormin, Nurhabibah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25566

Abstract

Tulisan ini membahas tentang salah satu ulama terkemuka, yaitu Sayyid Muhammad Rasyid Ridha. Tafsir Al-Manar merupakan salah satu kitab tafsir populer di kalangan para peminat studi Al-Qur’an. Majalah al-Manar, yang memuat tafsir ini secara berkala pada awal abad ke-20 tersebar luas ke sejumlah negara. Pengaruh Muhammad ‘Abduh dan Muhammad Rasyid Ridha terhadap perkembangan pemikiran keagamaan di dunia Islam dipandang penting. Dengan menggunakan studi pustaka (library research) penelitian ini akan mengkaji mengenai biografi, sumber, metode, corak, dan contoh penafsiran tafsir Al-qur’an dari salah satu pemikir Muslim, yaitu Muhammad Rasyid Ridha. Kajian terhadap metode penafsiran dalam tafsir al-Manar adalah mufassir mandiri yang memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas, terkenal, dan serba bisa, memiliki ciri-ciri kepribadian yang mantap, jujur, berani, bersemangat, cerdas, teguh pendirian, dan sejumlah kelebihan lainnya, lauyaknya seorang mufassir terkemuka. Tafsir al-Manar itu sendiri juga memiliki aneka kelebihan, diakui sebagai karya monumental yang telah memberikan kontribusi yang tidak sedikit dalam khazanah pemikiran Islam, khususnya dalam ranah kajian tafsir modern.