Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pemikiran ‘Abdul Hayy Al-Farmawi Lutfiah, Habibah; Zulheldi, Zulheldi; Sormin, Nurhabibah; Kartika, Fitri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25567

Abstract

Penafsiran al-Qur’an secara tematik (maudhu’i) akhir-akhir ini semakin banyak mendapat perhatian yang lebih luas. Bukan saja karena syaratnya tidak sebesar panafsiran secara runtut (tahlily), tetapi penafsiran secara tematik memebrikan peluang setiap orang yang menggeluti suatu disiplin Ilmu tertentu untuk mendekati al-Qur’an menurut disiplin Ilmunya. Sepanjang sejarah umat Islam memahami isi kandungan Kitab Suci al-Qur’an al-Karim, para mufassir dan generasi telah berusha dan berhasil merumuskan berbagai metode tafsir. Kehadiran Metode Maudhu’i ini tidak hanya sekedar memperkaya khazanah metodologi bagi tafsir, melainkan merupakan perkembangan baru yang menawarkan manfaat tersendiri bagi pemahaman dan penyampaian isi kandungan al-Qur’an. Dengan metode maudhu’i, seorang mufassir akan sampai pada suatu pemahaman tuntas dan utuh terhadap konsep atau pandangan al-Qur’an tentang masalah-masalah tertentu, terutama masalah-masalah aktual yang yang sedang berkembang. Al-Farmawi adalah salah seorang ulama yang menaruh perhatiannya pada metode maudhu‟i dalam melakukan penelitian tafsir. Melalui kitabnya yang berjudul al-Bidayah fi al-Tafsir al-Maudhu’i. Al-Farmawi mengemukakan langkah-langkah terperinci untuk menerapkan metode maudhu‟i. Sehingga kitabnya tersebut banyak dijadikan rujukan oleh mahasiswa Jurusan Tafsir dalam melakukan penelitian dari masa ke masa.
Kontradiksi Makna Simbolik Warna Hitam dan Putih (Refleksi Kajian al-Qur'an dengan Pendekatan Semiotika) Almunawar, Abdul Wahab; Syafruddin, Syafruddin; Zulheldi, Zulheldi; Ilhamni, Ilhamni; Faizin, Faizin
Al-Ashri: Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 9 No 1 (2024): April
Publisher : LP2M STAI Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the contradiction in the symbolic meaning of black and white in the Quran, whose meaning is then studied through a semiotic approach. Semiotics as an approach to studying the Quran attempts to construct the meaning of the language of the Quran using a sign system. The method of interpreting signs is to synergize the signified and the signified so as to give birth to a new meaning representation. The results of this research show that in this research the author focused the research by analyzing the symbolic meaning of black and white in the Quran using a qualitative method that is library research, namely by analyzing the content to get conclusions using the maudhu'i interpretation methodology and assisted by an approach. semiotics. In the results, the author finds symbolic meanings that contradict each other. Data sources are taken from books, books, writings related to the study of the Quran and interpretation. The results of the analysis show that black is found seven times and white 12 times in verses of the Quran which represent many meanings. In the analysis, black and white have five contradictory meanings. The contradictions in symbolic meaning that result from these symbolic meanings are, first, black is a symbol of the state of the residents of hell, while white is a symbol of the state of residents of heaven. Second, black is a symbol of night, while white is a symbol of morning. Third, black is a symbol of weakness, damage and something trivial, while white is a symbol of strength, greatness and miracles. Fourth, black is a symbol of the facial expression of a sinner, while white is a symbol of a pious person's facial expression and fifth, black and white are a symbol of interpreting the phenomenon on the mountain.
PERAN TAREKAT DALAM MEMBANGUN SPIRITUALITAS UMAT ISLAM KONTEMPORER Hasanah, Uswatun; Samad, Duski; Zulheldi, Zulheldi
FIKRAH Vol 8 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v8i1.20612

Abstract

Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan diiringi dengan munculnya perubahan sosial, budaya, dan pertumbuhan ekonomi merupakan bukti bahwa teknologi dan informasi di indonesia mulai tumbuh ke arah positif. Sufisme telah melahirkan berbagai kepribadian yang besar dan mempunyai intelektual serta gagasan yang hebat salah satunya yaitu memberikan penawaran gagasan pembebasan kepada masyarakat. Keagungan sufi seringkali diukur melalui kebenaran yang diterimanya dan memiliki jalan spiritual yang bersumber pada AlQur’an dan sunnah nabi. Terdapat beberapa doktrin yang disusun oleh para sufi diantaranya yaitu doktrin yang mengkonfirmasi dan menjabarkan kebenaran sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah. berkepanjangan ditambah dengan menurunnya bimbingan spiritual sehingga menyebabkan berbagai bentuk perilaku asusila yang meningkat secara drastis. Selain itu juga ditambah dengan berbagai macam situasi perkembangan zaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran tarekat dalam membangun spiritualitas umat islam kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Hasil dari penelitian ini yaitu tarekat memiliki peranan dalam membangun spiritualitas seperti moral, pendidikan, kesabaran, ketaatan, memperbaiki hubungan dengan Allah, memperbaiki hubungan dengan sesama.
Eksplorasi Nuansa Teologis Dalam Tafsīr Al-Baiḍāwī Ahady, Abdurrahman; Zulheldi, Zulheldi
Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam Vol 5 No 1 (2025): Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062/ijpi.v5i1.779

Abstract

The intellectuality of a mufasir influences his tendency in interpreting the Qur'an. Although this tafsir book has various styles, al-Bai??wi seems to have theological tendencies that are manifested in his tafsir. This study aims to examine the theological nuances presented by al-Bai??wi in his tafsir and analyze the characteristics and methodology of his tafsir. This research uses literature with a historical-factual approach model to reveal the philosophical conception of the tafsir figure in his work and the inductive method to see the systematic method used by the mufasir in formulating his work. The results of this study indicate that al-Baidhawi's interpretation methodology in his work Tafs?r Anw?r al-Tanz?l wa Asr?r al-Ta'w?l uses the tahil?li (analytical) approach by combining tafs?r bi al-ra'y and bi al-ma'??r. His interpretation is characterized by linguistic, fiqh, and 'aq?dah (theological). Regarding theological nuances as one of the main points of study in this article, it can be concluded that Tafsir al-Bai??wi, which is influenced by the theological school of ahl al-sunnah wa al-jam?'ah, especially the Asy'?riyyah - al-Bai??wi emphasizes the rejection of literal interpretation (tajs?m) of God's attributes by maintaining a balance between the text of the Qur'an and avoiding anthropomorphism. Although al-Zamakhshari's thoughts are widely used by al-Bai??wi in his tafsir, the Muktazilah ideology in al-Zamakhshari's Tafsir is abandoned by al-Bai??wi, and al-Bai??wi even criticizes the Muktazilah theological school.
Konsep Kepemimpinan Adil Perspektif Buya Hamka Lubis, Resta Hayani; Putri, Windi Aulia; Zulheldi, Zulheldi; Arrofiq, Muhammad
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3091

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pentingnya kepemimpinan yang adil dalam Islam, sebagaimana yang dijelaskan oleh Buya Hamka dalam karya-karyanya. Dalam pandangan Buya Hamka menjelaskan bahwa kepemimpinan yang adil merupakan landasan bagi terciptanya masyarakat yang harmonis dan sejahtera. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali dan menganalisis konsep kepemimpinan adil menurut Buya Hamka dan relevansinya dalam konteks kepemimpinan masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, menganalisis tulisan-tulisan Buya Hamka, terutama yang berkaitan dengan keadilan dalam kepemimpinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Buya Hamka menekankan keadilan sebagai prinsip utama dalam kepemimpinan yang harus diterapkan dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam urusan pribadi, sosial, maupun pemerintahan. Keadilan dalam kepemimpinan menurut Buya Hamka, tidak hanya berhubungan dengan distribusi hak, tetapi juga dengan pemeliharaan amanah dan sikap adil terhadap semua pihak, tanpa memandang status sosial atau hubungan pribadi. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa konsep kepemimpinan adil menurut Buya Hamka sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara saat ini, guna mewujudkan keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Kesetaraaan Gender dalam Al-Qur'an Studi Komparatif Antara Tafsir Ibnu Katsir dan Al-Sya’rawi Putri, Windi Aulia; Lubis, Resta Hayani; Zulheldi, Zulheldi; Mayasari, Mayasari
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3092

Abstract

Isu kesetaraan gender terus menjadi topik penting dalam kajian keislaman, khususnya dalam studi tafsir Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan Al-Qur'an tentang kesetaraan gender melalui analisis perbandingan antara tafsir Ibnu Katsir dan Al-Sya'rawi. Keduanya memiliki metode penafsiran serta latar belakang intelektual yang berlainan, yang turut memengaruhi cara mereka memahami ayat-ayat yang berkaitan dengan persoalan gender. Studi ini termasuk dalam kategori penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Sumber data utama yang digunakan adalah karya tafsir dari Ibnu Katsir dan Al-Sya'rawi, sedangkan sumber data tambahan diperoleh dari berbagai buku, artikel ilmiah, dan penelitian lain yang relevan dengan tema yang dikaji. Analisis terhadap data dilakukan melalui pendekatan deskriptif-analitis. Hasil riset menampilkan kalau tafsir Ibnu Katsir cenderung merefleksikan uraian klasik yang menekankan kedudukan tradisional gender, sedangkan Al-Syarawi membagikan perspektif yang lebih kontekstual dengan memikirkan pertumbuhan sosial pada zaman sekarang ini. Tetapi, keduanya senantiasa berlandaskan pada prinsip keadilan dalam Islam. Penelitian ini menegaskan kalau konsep kesetaraan gender dalam Al-Quran harus dipahami secara holistik dengan memikirkan konteks penafsiran. Riset ini diharapkan bisa membagikan pengetahuan untuk kajian Islam kontemporer dan mendorong dialog yang lebih luas tentang kedudukan perempuan dalam masyarakat Muslim.
Pemikiran Muhammad Syahrur; Theory of Limit ( Teori Batas) Siagian, Roihatul Jannah; Zulheldi, Zulheldi
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 8 No 1 (2025): Januari
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v8i1.765

Abstract

Muhammad Syahrur, seorang pemikir Islam modern, mendorong untuk memperbaharui dan memeriksa kembali ajaran Islam. Namun, fokusnya hanya pada cara orang saat ini memahami teks-teks suci. Tidak hanya penafsiran dari ulama zaman dahulu, tapi juga penafsiran dari ulama modern berbeda-beda bahkan bertentangan, meskipun merujuk pada ayat-ayat Al-Qur'an yang sama. Tulisan ini membahas tentang teori limit (batas). Muhammad Syahrur menjelaskan bahwa ketika ada hal pencurian, hukumannya dapat berupa pemotongan, baik secara fisik maupun non-fisik, menurut makna kata "qatha‘a". Penelitian ini ingin tahu tentang cara orang di zaman sekarang memandang hukuman pencurian, khususnya potong tangan, yang dianggap sangat kejam karena membuat pelaku menjadi cacat seumur hidup. Penelitian ini menggunakan sumber-sumber seperti buku dan artikel untuk memahami pemikiran Muhammad Syahrur tentang hukum Islam terkait pencurian. Metode penelitian ini adalah membaca dan menganalisis literatur-literatur yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syahrur melihat kata "qata'a" dalam konteks pencurian bisa berarti pemotongan secara fisik maupun non-fisik. Menurut Syahrur, pemotongan fisik adalah hukuman maksimal yang bisa diberikan, sementara pemotongan non-fisik adalah mencabut kekuatan atau kemampuan tangan pencuri dengan mengurungnya di penjara.
Integrasi Agama dan Sains: Penafsiran Peristiwa Hari Kiamat pada Tafsir Salman ITB Dan Tafsir Ilmi Kemenag RI-LIPI Hikmah, Ummul; Zulheldi, Zulheldi; Fithri, Widia
Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam Vol 3 No 1 (2023): Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062/ijpi.v3i1.139

Abstract

The Day of Judgment is a very frightening event for all humans. The events that occurred on that day are very much explained in the Qur'an, but this study will examine the events of the Day of Judgment according to the interpretation of Salman ITB and Tafsir Ilmi Kemenag RI-LIPI. The two books of interpretation have a scientific approach, but in terms of their authors, the background is different, the book of interpretation of Salman ITB is the work of ITB alumni in the field of science, while the book of Tafsir Ilmi Kemenag RI-LIPI has a background of scholars. This study will discuss the interpretation of the events of the Day of Judgment according to the interpretations of Salman ITB and Tafsir Ilmi Kemenag RI-LIPI using an integration approach. The results of this study can be concluded, that the doomsday events that occur on earth (Earth, Mountains and Seas) in the book of Tafsir Salman ITB explain more related to science than the interpretation in the book of Tafsir Ilmi Kemenag RI-LIPI. The integration pattern used by Tafsir Salman ITB tends to be a dialogue pattern. While the interpretation of doomsday events that occur in the sky (sky, sun, moon and stars) the two interpretations look balanced, but in their integration, the interpretation of the book of Tafsir Ilmi Kemenag RI-LIPI tends to see the pattern of integration and the interpretation of Salman ITB looks more using the pattern dialog.
PERAN TAREKAT DALAM MEMBANGUN SPIRITUALITAS UMAT ISLAM KONTEMPORER Hasanah, Uswatun; Samad, Duski; Zulheldi, Zulheldi
FIKRAH Vol 8 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v8i1.20612

Abstract

Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan diiringi dengan munculnya perubahan sosial, budaya, dan pertumbuhan ekonomi merupakan bukti bahwa teknologi dan informasi di indonesia mulai tumbuh ke arah positif. Sufisme telah melahirkan berbagai kepribadian yang besar dan mempunyai intelektual serta gagasan yang hebat salah satunya yaitu memberikan penawaran gagasan pembebasan kepada masyarakat. Keagungan sufi seringkali diukur melalui kebenaran yang diterimanya dan memiliki jalan spiritual yang bersumber pada AlQur’an dan sunnah nabi. Terdapat beberapa doktrin yang disusun oleh para sufi diantaranya yaitu doktrin yang mengkonfirmasi dan menjabarkan kebenaran sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah. berkepanjangan ditambah dengan menurunnya bimbingan spiritual sehingga menyebabkan berbagai bentuk perilaku asusila yang meningkat secara drastis. Selain itu juga ditambah dengan berbagai macam situasi perkembangan zaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran tarekat dalam membangun spiritualitas umat islam kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Hasil dari penelitian ini yaitu tarekat memiliki peranan dalam membangun spiritualitas seperti moral, pendidikan, kesabaran, ketaatan, memperbaiki hubungan dengan Allah, memperbaiki hubungan dengan sesama.
Pendidikan Akhlak dalam Al-Qur’an dan Hadits Maharani, Ria; Junaidi, Junaidi; Syafruddin, Syafruddin; Zulheldi, Zulheldi; Rehani, Rehani
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juni-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan akhlak dalam Al-Qur’an dan Hadis melalui studi pustaka terhadap literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an dan Hadis memberikan landasan moral yang kokoh untuk pendidikan akhlak, meliputi nilai kejujuran, tanggung jawab, kesopanan, keadilan, dan kasih sayang. Kedua sumber utama ajaran Islam tersebut menempatkan akhlak sebagai inti dari penyempurnaan iman dan kesuksesan hidup manusia. Selain itu, penelitian ini menegaskan bahwa konsep pendidikan akhlak dalam Al-Qur’an dan Hadis sangat relevan diterapkan dalam konteks pendidikan modern, terutama dalam membangun karakter peserta didik yang berintegritas dan berkepribadian luhur. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan teoritis dalam pengembangan kurikulum pendidikan akhlak berbasis nilai-nilai Islam.