Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perubahan Penggunaan Lahan dan Arahan Penggunaan Lahan Berbasis Sistem Informasi Geografis (Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang) Yolanda Margaretha Mulder; Arief Laila Nugraha; L M Sabri
Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2022.35754

Abstract

Kecamatan Banyumanik secara geografis terletak pada posisi 110o 23' 49" hingga 110⸰ 27' 15" BT dan 7o 1' 22" hingga 7o 6' 50" LS. Pertambahan penduduk menyebabkan bertambahnya kebutuhan penggunaan lahan guna mencukupi kebutuhan hidup, sehingga mengakibatkan permintaan penggunaan lahan semakin meningkat, peningkatan permintaan kebutuhan penggunaan lahan sering bermasalah pada ketersediaan lahan terutama pada kawasan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perubahan penggunaan lahan tahun 2010 dan 2020, mengidentifikasi dan membandingkan pemanfaatan ruang dengan alokasi ruang, mengkaji tingkat perkembangan wilayah, dan menyusun arahan penggunaan lahan wilayah. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis spasial, identifikasi ketidaksesuaian dengan alokasi ruang, dan analisis skalogram. Analisis spasial untuk menentukan kelas penggunaan lahan dan menghitung luas perubahan penggunaan lahan, analisis ketidaksesuaian pemanfaatan ruang untuk mengetahui penyimpangan penggunaan lahan dengan alokasi ruang, serta analisis skalogram untuk mengetahui tingkat perkembangan wilayah dengan menggunakan variabel fasilitas pendidikan, sosial dan ekonomi. Hasil penelitian ini berupa peta penggunaan lahan tahun 2010 dan 2020, peta perubahan lahan tahun 2010-2020, peta ketidaksesuaian alokasi tata ruang, dan peta tingkat perkembangan wilayah tahun 2010 dan 2020 di Kecamatan Banyumanik. Uji akurasi dilakukan menggunakan matriks konfusi menghasilkan nilai overall accuracy sebesar 97,73% dan nilai koefisien kappa sebesar 96,99%, terjadi pola perubahan penggunaan lahan sebesar 69,179 ha atau 2,63% dari luas total penggunaan lahan dengan peningkatan cukup signifikan terjadi pada lahan perkampungan sebesar 36,701 ha atau 53% dari luas total perubahan yang terjadi. Pada tahun 2020 menunjukkan adanya ketidaksesuaian kondisi eksisting dengan alokasi ruang sebesar 1.141,694 ha. Wilayah yang mengalami kenaikan tingkat perkembangan adalah Kelurahan Srondol Wetan dari hirarki 2 menjadi hirarki 1 dan Kelurahan Sumurboto dengan hirarki 3 menjadi hirarki 2.
Pemetaam Ancaman Bencana Banjir Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus: Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan) Nurmalasari, Cici; Awaluddin, Moehammad; Nugraha, Arief Laila
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.37110

Abstract

Kabupaten Pekalongan adalah salah satu kabupaten yang rawan akan terjadinya bencana banjir. Dilansir dari Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI) BNPB, banjir tersebut terus mengalami peningkatan.  Sepanjang bulan Januari s.d bulan Februari tahun 2022, Kabupaten Pekalongan telah mengalami 21 kejadian banjir. Sesuai dengan buku kajian bencana BPBD Kabupaten Pekalongan dengan unit kajian terkecil hingga tingkat kecamatan, wilayah Kecamatan Siwalan berada pada kelas risiko banjir tinggi. Sehinggi, penelitian ini bertujuan untuk membuat peta ancaman bencana banjir dengan skala yang lebih besar hingga tingkat RW. Adapun metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) terhadap indikator-indikator banjir seperti curah hujan, kemiringan lahan, tutupan lahan, Topographic Wetness Index (TWI), jenis tanah, dan data historis kejadian banjir. Curah hujan dengan bobot pengaruh sebesar 0,487; parameter penggunaan lahan memiliki pengaruh 0,278; jenis tanah 0,07; kemiringan lahan 0,052; Topographic Wetness Index (TWI) dengan bobot 0,054; dan historis kejadian banjir dengan bobot 0,059. Klasifikasi peta ancaman banjir menghasilkan tiga kelas, yaitu kelas ancaman banjir rendah, sedang, dan tinggi. Hasil pemetaan parameter ancaman banjir di Kecamatan Siwalan didominasi oleh kelas sedang dengan luas 16,627 km2 atau 59,777%, kelas rendah memiliki luas 1,260 km2 atau 4,528%, dan kelas tinggi memiliki luas 35,694% atau 9,928 km2.
Analisis Kesesuaian Lahan Peruntukan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Di Kota Pekalongan Berbasis Sistem Informasi Geografis Maharani, Raden Roro Kingkin; Nugraha, Arief Laila; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.41959

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat berdampak terhadap tingkat konsumsi dan membawa permasalahan baru berupa meningkatnya volume sampah. Menurut Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, produksi sampah di Kota Pekalongan mencapai 140 ton per harinya. TPA Degayu merupakan satu-satunya tempat pembuangan akhir yang ada di Kota Pekalongan. Saat ini kapasitas dari TPA Degayu dengan luas 5,8 hektar telah melebihi standar yang ditetapkan. Selain itu, berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup TPA Degayu dinilai sudah tidak memenuhi standar SNI 03-3241-1994 karena berada cukup dekat dengan permukiman yaitu < 500 meter dan badan air sejauh < 100 meter. Berdasarkan permasalah tersebut, perlu dilakukan kajian mengenai kesesuaian lahan peruntukkan TPA. Tujuan utama dari penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian lahan peruntukan TPA di Kota Pekalongan sehingga pemanfaatan lahan dapat lebih optimal. Terdapat 6 kriteria utama yang digunakan adalah fisik, penggunaan lahan, hidrogeologi, lingkungan, ekonomi dan sosial. diperoleh  Kriteria tersebut dibobotkan menggunakan AHP (Analytical Hierarchy Process) dan dianalisis menggunakan weighted overlay. Berdasarkan hasil judgement AHP, kriteria lingkungan dinilai memiliki prioritas utama dalam pemetaan kesesuaian lahan dengan nilai sebesar 36,79%. Hasil pengolahan AHP diperoleh 3 klasifikasi yaitu tidak sesuai seluas 1.967,267 hektar, kurang sesuai seluas 1.875,749 hektar dan sesuai memiliki luas 805,558 hektar.
Analisis Ancaman Bencana Longsor Wilayah Terbangun Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi kasus: Kecamatan Banyumanik dan Kecamatan Gunungpati) Rachmawati, Ekha; Awaluddin, Moehammad; Nugraha, Arief Laila
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.42356

Abstract

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mencatat adanya 432 bencana alam pada tahun 2021 dengan tanah longsor memiliki frekuensi kejadian tertinggi di Semarang yaitu 146 kejadian. Banyaknya kejadian longsor dipengaruhi tidak hanya karena adanya gejala alam, namun juga adanya kegiatan penduduk yang tidak terkendali dalam memanfaatkan sumberdaya alam karena adanya peningkatan kebutuhan lahan sebagai tempat tinggal dan beraktivitas ekonomi sehingga dapat menyebabkan adanya aktivitas permukiman pada wilayah yang tidak sesuai. Diperlukan pemetaan ancaman bencana longsor wilayah terbangun untuk mengurangi jumlah kerugian material dan non-material. Pembuatan peta mengacu pada Permen PU No.22/PRT/M/2007 menggunakan aspek fisik alami dengan tujuh indikator yaitu kemiringan lereng, kondisi tanah, batuan penyusun lereng, curah hujan, tata air lereng, kegempaan, dan vegetasi. Diperoleh hasil pemetaan Tipe C untuk Kecamatan Banyumanik didominasi oleh ancaman tingkat sedang yaitu 1319,6 ha dan Kecamatan Gunungpati didominasi oleh ancaman tingkat sedang yaitu seluas 3173,5 ha. Sedangkan untuk Tipe B, Kecamatan Banyumanik didominasi oleh ancaman tingkat sedang yaitu 304, 8 ha dan Kecamatan Gunungpati didominasi oleh ancaman tingkat sedang yaitu seluas 849,1 ha. Untuk hasil pemetaan wilayah terbangun dengan metode digitasi menghasilkan 1686,1 ha wilayah terbangun di Kecamatan Banyumanik dan 1494,5 ha di Kecamatan Gunungpati. Setelah dilakukan overlay didapatkan Kecamatan Banyumanik ancaman longsor tipe C didominasi oleh tingkat sedang yaitu 776,9 ha dan untuk tipe B didominasi tingkat seluas 96,9 ha. untuk Kecamatan Gunungpati dengan ancaman longsor tipe C didominasi ancaman tingkat sedang seluas 844,2 ha dan tipe B didominasi ancaman tingkat sedang seluas 64,9 ha.
Analisis Kesesuaian Lahan Rumah Sakit Eksisting Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) di Kota Semarang Tristianti, Nova; Nugraha, Arief Laila; Sukmono, Abdi
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.41747

Abstract

Kepadatan penduduk Kota Semarang yang terus meningkat membuat fasilitas kesehatan semakin penting dalam upaya mendukung kesejahteraan penduduk. Dinas Kesehatan Kota Semarang menyatakan bahwa rumah sakit yang terdapat di Kota Semarang masih belum mencukupi kebutuhan akan pelayanan kesehatan masyarakat. Hal tersebut terlihat dari tingkat keterisian tempat tidur dan waktu tunggu yang panjang. Dalam pembangunannya, rumah sakit harus berada pada lokasi yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2022 dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, efisien, dan sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tingkat kepadatan penduduk, penggunaan lahan, fungsi jalan, daerah rawan banjir, daerah rawan longsor, tingkat polusi, tingkat kebisingan, dan jarak terhadap TPA dan TPS. Pembobotan Analitical Hierarchy Process (AHP) digunakan pada penelitian ini guna menentukan tingkat kepentingan dari tiap-tiap kriteria yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Semarang memiliki lokasi dengan klasifikasi sangat sesuai seluas 7921,271 ha (20,10%), klasifikasi sesuai seluas 22972,628 ha (58,28%), dan klasifikasi tidak sesuai seluas 8519,924 ha (21,62%). Dari hasil klasifikasi tersebut didapatkan empat zona dengan klasifikasi sangat sesuai yang tersebar pada tujuh kecamatan dan didapatkan delapan lokasi alternatif. Dari 26 rumah sakit umum yang ada, 12 rumah sakit berada pada lokasi sangat sesuai, 14 rumah sakit berada pada lokasi sesuai, dan tidak ada rumah sakit yang terdapat pada lokasi tidak sesuai.
Pemetaan Incidence Rate (IR) Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Tembalang Tahun 2018-2022 Ar Rafi, Naufal Hisyam; Nugraha, Arief Laila; Yusuf, Muhammad Adnan
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.42030

Abstract

Penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) pada daerah perkotaan sangatlah tinggi, Kecamatan Tembalang menjadi kecamatan tertinggi di Kota Semarang dalam jumlah kasus kejadian DBD. Pada tahun 2018-2022, Kecamatan Tembalang mengalami 376 dari 2060 kasus kejadian DBD di Kota Semarang selama lima tahun, penggambaran penyebaran kasus DBD dapat dilakukan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). SIG nantinya dapat mengetahui bagaimana persebaran DBD dan hubungan antara kepadatan penduduk dengan kasus DBD yang terjadi di Kecamatan Tembalang. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari Puskesmas Kedungmundu dan Puskesmas Rowosari untuk mendapatkan data kasus dan alamat kejadian DBD dari tahun 2018- 2022 di Kecamatan Tembalang. Kemudian dengan melakukan perhitungan Incidence Rate (IR) untuk mengetahui tingkatan kasus kejadian DBD di setiap kelurahan, melakukan perhitungan kepadatan penduduk, melakukan digitasi titik kasus kejadian DBD, dan melakukan analisis buffer untuk zona terbang nyamuk sejauh 240 m dan 750 m. melakukan hubungan kepadatan penduduk dengan kasus kejadian DBD untuk mengetahui keterkaitan penduduk dengan kasus DBD dengan menggunakan peta hubungan dan analisis bivariat uji pearson product moment dan dilakukan pemodelan dengan menggunakan SIG. Hasil penelitian menghasilkan bahwa berdasarkan IR DBD Kelurahan Kramas menjadi kelurahan yang paling sering mendapatkan tingkat kejadian berkategori tinggi dengan nilai tertinggi 160/100.000 jiwa. Terdapat hubungan antara kepadatan penduduk dengan kasus DBD berdasarkan uji korelasi pearson product moment dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,341.
Analisis Ruang Terbuka Hijau Di Kampus Universitas Diponegoro Menggunakan Sistem Informasi Geografis Arkham, Ivan Fandilla Aulia Arkham; Nugraha, Arief Laila; Awalludin, Moehammad
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Diponegoro (UNDIP) merupakan salah satu universitas terbesar di Jawa Tengah. Kampus UNDIP terletak di Tembalang dengan luas sekitar 1.352,054 m2 dan di Pleburan dengan luas sekitar 87,522 m2 dan jumlah mahasiswa UNDIP paling banyak diantara universitas lain di jawa tengah yakni berjumlah 53.410 orang. Dalam pengelolaan lahan, harus dapat dibedakan secara seksama antara lahan sebagai sumber daya dan sebagai lingkungan. Sebagai sumber daya, lahan diberdayakan secara optimal (utilitarian dan anthropic). Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/PRT/M/2008 ruang terbuka hijau (RTH) merupakan area memanjang dan mengelompok, yang penggunannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh tanaman secara alamiah maupun yang secara sengaja ditanam. Menurut (Ciftciglu dan Aydin, 2018) ruang terbuka hijau merupakan sebuah area bervegetasi yang ditemukan di suatu wilayah. Terdapat dua jenis uji akurasi dalam penelitian ini yaitu uji akurasi posisi dan uji akurasi tematik. Uji Geometrik posisi deilakukan dengan menyebar titik sampel pada wilayah penelitian dengan hasil RMSE sebanyak 0,964 dan didapatkan hasil CE90 sebesar 1,463 dan dapat dikatakan masuk kedalam kelas 1 ketelitian horisontal. Berdasarkan hasil perhitungan dari kebutuhkan Oksigen di kawasan kampus UNDIP dengan melakukan perhitungan berdasarkan rumus kebutuhan zona RTH mengunakan metode Gerarkis, didapatkan nilai sebanyak (44%) dari keseluruhan civitas akademik. Tahapan digitasi dilakukan pada penelitian ini, kemudian didapati zona RTH aktual UNDIP sebesar 48%. Hal tersebut memenuhi persyaratan untuk rasio yang dibutuhkan pada kawasan UNDIP dengan selisih lebih 4% dari perhitungan Gerarkis dan terdapat selisih lebih 18% berdasarkan nilai ambang batas peraturan yang dimana suatu kawasan harus memiliki 30% zona RTH. 
Perancangan Peta Infrastruktur Universitas Diponegoro Kampus Tembalang Pardjono, Muhammad Maghreza Eka; Awaluddin, Moehammad; Nugraha, Arief Laila
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Diponegoro merupakan universitas yang terletak di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Universitas Diponegoro memiliki berbagai macam program studi yang tersebar di 11 fakultas dan 2 sekolah vokasi. Kendala yang sedang dihadapi yaitu kurangnya informasi peta dan rambu penunjuk arah di kampus menyulitkan bagi mahasiswa yang menjadi hambatan dalam mencari lokasi dan informasi di area kampus. Dengan kebutuhan besar akan peta kampus, diperlukan sistem informasi yang mengintegrasikan data spasial dan non-spatial untuk mempermudah akses informasi tentang lokasi, navigasi, pengelolaan wilayah, dan pengembangan infrastruktur kampus. Pembuatan peta infrastruktur kampus Universitas Diponegoro diharapkan dapat memberikan solusi dari permasalahan tersebut. Alur proses pembuatan peta tersebut terdiri dari wawancara mengenai saran dan masukan, hasil uji geometri, pembuatan peta, pembuatan WebGIS, dan formulir uji usability. Hasil dari penelitian ini berupa peta statis dan dinamis yang lebih terupdate dari sebelumnya. Peta ini nantinya menjadi dasar di dalam pembuatan web aplikasi melalui ArcGIS Online yang akan dikelola oleh pengembang. Untuk uji usability penggunaan Peta Infrastruktur Universitas Diponegoro Kampus Tembalang mendapatkan nilai 4,238 dari 5,0 yang masuk kategori “Sangat Baik” yang telah memenuhi aspek pengujian yaitu learnability, efficiency, memorability, errors, satisfaction.
Analisis Risiko Bencana Kebakaran Permukiman Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (Studi Kasus : Kecamatan Banyumanik Dan Tembalang, Kota Semarang) Ayu Sulistyaningtyas, Sekar; Laila Nugraha, Arief; Hadi, Firman
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.42258

Abstract

Kebakaran permukiman merupakan salah satu bencana yang umumnya terjadi di wilayah perkotaan. Sebagai pusat pendidikan, Kecamatan Banyumanik dan Tembalang memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi dan memiliki wilayah dengan aktivitas tinggi. Beragamnya kegiatan penduduk ini dapat menjadikan Kecamatan Tembalang dan Kecamatan Banyumanik berisiko terhadap kebakaran permukiman. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis mengenai risiko kebakaran permukiman pada Kecamatan Banyumanik dan Tembalang sebagai upaya persiapan dan peringatan dini untuk mengurangi risiko terjadinya kebakaran. Analisis risiko kebakaran permukiman tersusun oleh variable ancaman, kerentanan, dan kapasitas. Dalam proses analisis risiko memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan metode overlay antar parameter penyusunnya dengan metode perhitungan skoring dan pembobotan Analytical Hierarchy Process (AHP) yang kemudian dilakukan penilaian risiko menggunakan perhitungan matriks Vulnerability Capacity Analysis (VCA), sehingga didapatkan tiga tingkatan risiko yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penilaian risiko di Kecamatan Banyumanik dan Tembalang didominasi oleh tingkat risiko rendah dengan persentase sebesar 59% atau 43,50 km2 dari luasan total, lalu tingkat risiko sedang dengan persentase 30% atau 21,62 km2 dari luasan total, dan tingkat risiko tinggi dengan persentase 11% atau 7,90 km2 dari luasan total.
PENILAIAN KAPASITAS COVID-19 DI KABUPATEN SUKOHARJO MENGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Lolita, Diaz Amel; Nugraha, Arief Laila; Awaluddin, Moehammad
Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2022.33138

Abstract

Covid-19 (coronavirus disease 2019) merupakan penyakit pernafasan menular yang baru ditemukan pada tahun 2019 di Kota Wuhan, Tiongkok dengan tingkat penyebaran yang sangat cepat dan memiliki tingkat kematian yang tinggi. Kasus Covid-19 menyebar hingga ke Kabupaten Sukoharjo pada tanggal 23 Maret 2020, ditemukan kasus positif Covid-19 pertama dan resmi menetapkan status kejadian luar biasa. Kasus kumulatif Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo pada tanggal 31 Mei 2021 sebanyak 6.212 kasus positif, sedangkan pada bulan Juni mengalami peningkatan yang tinggi sehingga pada tanggal 5 Juli 2021 kasus positif sebesar 7.976 kasus. Peningkatan kasus yang tinggi merupakan salah satu indikator yang menunjukkan kurangnya kesiapan dalam menghadapi pandemi. Peningkatan kapasitas dapat dilakukan dengan penilaian kapasitas sehingga dapat diketahui prioritas wilayah penanganan. Parameter yang digunakan dalam penilaian kapasitas antara lain jangkauan fasilitas kesehatan, rasio tenaga kesehatan, jangkauan fasilitas isolasi terpusat, satuan tugas Covid-19 dan edukasi Covid-19. Penentuan nilai tiap parameter menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk memperoleh bobot dari hasil wawancara narasumber. Kapasitas dalam menangani Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo belum sepenuhnya merata, seperti rumah sakit rujukan dan fasilitas isolasi terpusat yang hanya tersedia di kecamatan-kecamatan yang terdekat dengan area kota seperti Kecamatan Kartasura, Kecamatan Grogol, dan Kecamatan Sukoharjo. Kapasitas perlu dilakukan peningkatan terutama di wilayah prioritas, baik dengan menambah fasilitas kesehatan maupun meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan yang telah ada seperti Kecamatan Weru, Kecamatan Bulu, Kecamatan Tawangsari dan Kecamatan Nguter.
Co-Authors Abdi Sukmono Abdi Sukmono, Abdi Adhelina Rinta Iswari Adi Nur Ikhsan Aditya Dharmawan Afriyanto Afriyanto Afriyanto Afriyanto Agung Setiawan Ahmad Daniyal Ahmad Shofiyul Huda Alfien Rahmenda Amalia Permata Dewi, Amalia Permata Anang Ikhwandito Andini Riski Oktaviani Andri Suprayogi Anisa Rachmawati, Anisa Annisaa Cahyaningsih Ar Rafi, Naufal Hisyam Arco Triady Ujung Arga Fondra Oksaping ARGNES DIONANDA RESZA PRADIPTA Arkham, Ivan Fandilla Aulia Arkham Arliandy Pratama Arwan Putra Wijaya Avianta Anggoro Santoso Awwaluddin, Moehammad Ayu Sulistyaningtyas, Sekar Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bondan Arum Kusumahati Briandana Januar Aji Gunadi Brinton Patuan Sitorus Cahya Wisuda Hukama Chairunisa Afnidya Nanda Dede Handoko DEDI SETYAWAN Dewi Shinta Septifany Dhuha Ginanjar Bayuaji Dian Triandini Nurcahyo Diqja Yudho Nugroho Dyah Widyaningrum Elceria Susanti Extiana, Kiky Fadhilla Shara Denafiar Fajri Ramadhan Fanni Kurniawan Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Fauzi Janu Ammarohman Febrian Pramana Putra Fida Wulan Istiaji Fina Faizana Frizani, Defanny Elsa Ghinaa Rahda Kurnila Habib Azka Ramadhani Hadi Winoto Hadi, Firman Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Handoko Dwi Julian Hani&#039;ah . Haniah Haniah Hani’ah Hani’ah Hanifudin, Faiz Hani’ah Hani’ah HARDIAN ASTIANINGRUM Hartomo Haryo Kuncoro Hilman Djalu Sadewo Hutagalung, Christovel Mangaratua Ibrohim Shiddiq Ika Rahayu Wulansari Imam Mudita Inessia Umi Putri INNEKE ASTRID PITALOKA Irfan Tri Anggoro Izzudin Al Qossam Jalu Tejo Nugroho, Jalu Tejo Johan Wisma Anggoro Kemas Abdul Fatah Kevin Dio Maldini Khofifatul Azizah Kindy Ibrahim Hari L M Sabri Laode M Sabri Latifah Rahmadany Lingga Hascarya Prabandaru Lolita, Diaz Amel LUKMAN MAULANA ABDILLAH LUTHFI RAHMANDHANI Maharani, Raden Roro Kingkin Meiska Firstiara Maudi Mia Anggorowati Karomah Mochammad Imron Awalludin Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Mohammad Faiz Ilhami Muhammad Adnan Yusuf, Muhammad Adnan Muhammad Agam Cakra Donya Muhammad Bagus Salim Muhammad Hanif Abdurrahman Muhammad Sandhi Lazuardi Mustaqim, Alfiyan Nanda Dewi Arumsari Naryoko Naryoko Nastiti Asrining Hartri Naufal Humam Manshur Nella Wakhidatus Nella Wakhidatus Sholekhah Nisrina Niwar Hisanah NOVAYA NURUL BASYIROH Nugrahanto, Prasetyo Odi Nur Fajar Nafiah Nurhadi Bashit Nurmalasari, Cici Nurrahmawati Nurrahmawati Nyoman Winda Novitasari Olivia Sinaga Pardjono, P. Pradipta, Carlo Purba, Agantry Putri Auliya Qoaruddin Qomaruddin Rachmawati, Ekha Raditya Wahyu Utomo Rahmat Randy Valdika Ramadhan Susilo Utomo Resi Diansismita Resti Winda Ratriana Rida Hilyati Sauda Ridwan Ageng Ashari Rifqi Najib Muzaka Rintyas Chandra Irawan Rizqi Umi Rahmawati Rizqie Anarullah, Rizqie Rochim, Vianka - Rofi'i, Nur Izha Jannah Rosika Dyah Pratiwi Rr. Yossia Herlin A. Sabda Lestari Sabri, L.M Sabri, L.M. Safira Devi Kirana Sandy Yudistira Mahardika, Sandy Yudistira sari, Cici Nurmalasa Sartika Sartika Sawitri Subiyanto Sendy Brammadi Septiningdiah, Dara Jati Setiaji, Krisna Shindy Mariska Zulkarnain Siti Haeriah Stella Purnomo Sutomo Kahar Sutomo Kahar Syarifah Mayda Az Zahrotun Nisa Taufik Eka Ramadhan, Taufik Eka Tiara Toyyibatul Arofah Tistariawan, Adji Chandra Tri Adi Hermawan Tri Afiebbawa Exactanaya Tristianti, Nova Ulya Novita Sari Uman Kertanegara Vinsensia Hutagaol Viona Yashinta Viradhea Gita R. L. Wahyu Adi Yuliyanto Wakhidatus, Nella Wibisana, Alyawan Satrio Wildan Ryan Irfana Wisnu Wahyu Wijonarko Wiwik Levitasari Yanies Meiyanti Yesi Monika Manik Yoga Kencana Nugraha Yolanda Margaretha Mulder Yose Rinaldy N Yovi Adyuta Isdiantoro Yudo Prasetyo Yuliansyah Rachman Nur Rizky Zuraidha, Riza Nur