Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penilaian Kerusakan Pada Wilayah Permukiman Akibat Ancaman Banjir Di Kabupaten Cirebon Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) (Studi Kasus : Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon) Sartika, Sartika; Nugraha, Arief Laila; Hadi, Firman
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Indonesia sering terjadi fenomena ENSO (El-Nino Southern Oscillation) dan La Nina yang dapat  menjadi penyebab terjadinya bencana alam seperti kekeringan, banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Bencana alam seperti banjir sering terjadi dan menjadi pemicu kerusakan dan kerugian. Kerusakan tersebut dapat di hitung melalui nilai kerusakan. Salah satu studi kasus banjir pada penelitin ini berada pada Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon yang secara geografis berada pada 108o 40’ 58” Bujur Timur dan 6o 54’43” Lintang Selatan memiliki 12 desa dengan luas wilayah 22,7 km2. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung penilaian kerusakan ekonomi kerugian dari luasan wilayah yang terancam banjir menggunakan nilai kerusakan permukiman dengan persamaan berlandaskan Lampiran Peraturan Bupati Tanah Bumbu Nomor 51 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pengkajian Kebutuhan Pasca-Bencana (Jitu-Pasna)  menggunakan metode skoring dan pembobotan pada Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil dari penelitian menghasilkan peta ancaman banjir dengan tingkat kelas ancaman banjir rendah, sedang dan tinggi. Klasifikasi kelas ancaman banjir rendah seluas 3,85 ha, kelas ancaman banjir sedang 1.784,77 ha dan kelas ancaman banjir tinggi 1.279,40 ha. Hasil nilai kerusakan permukiman tingkat tinggi yang terancam banjir dapat diestimasikan biaya kerusakannya sejumlah Rp.4.252.618.155.562,00, nilai kerusakan permukiman tingkat sedang  yang terancam banjir dapat diestimasikan biaya kerusakannya berjumlah Rp.33.152.181.349,00 dan tidak memiliki nilai kerusakan permukiman tingkat rendah di Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon. Kelurahan yang mengalami nilai kerusakan permukiman tingkat tinggi yang terancam banjir terbanyak berada di Desa Cikulak dengan estimasi biaya kerusakan sebesar Rp.499.656.742.620,00, kelurahan yang memiliki nilai kerusakan permukiman tingkat sedang yang terancam banjir terbanyak terletak di Desa Waled Kota dengan estimasi biaya kerusakan sebesar Rp.13.196.883.398,00 dan tidak memiliki nilai kerusakan permukiman di tingkat rendah. Perhitungan estimasi nilai kerusakan tersebut semoga bermanfaat untuk instansi maupun lembaga yang memiliki kepentingan dalam mitigasi bencana.Kata Kunci: Nilai Kerusakan, Banjir, Permukiman, Sistem Informasi Geografis (SIG), Skoring dan Pembobotan, Estimasi Biaya Kerusakan dan Kerugian
Pemetaan Zona Resapan Air Untuk Pengelolaan Genangan Daerah Aliran Sungai Banjir Kanal Timur Menggunakan Sistem Informasi Geografis Rofi'i, Nur Izha Jannah; Awaluddin, Moehammad; Nugraha, Arief Laila
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.37111

Abstract

Bertambahnya kebutuhan konsumsi air saat ini memerlukan pemanfaatan sumber daya air yang direncanakan dan dikelola dengan tepat melalui sistem pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS). Kota Semarang memiliki delapan DAS salah satunya DAS Banjir Kanal Timur yang memiliki panjangnya ±17,8 km dan luas 54,70 km². DAS Banjir Kanal Timur memiliki permasalahan pada musim kemarau air menjadi kering namun ketika musim penghujan air meluap serta memiliki daerah yang rawan banjir dan genangan tinggi dimana hampir setiap hujan turun akan terjadi titik-titik genangan yang dapat mencapai tinggi hingga satu meter, sehingga perlu adanya langkah optimal dalam pengelolaan DAS dan daerah resapan air yang tepat. Pembuatan daerah resapan air pada DAS Banjir Kanal Timur menggunakan metode scoring sesuai jurnal Mardi Wibwo pada tahun 2006 yang telah membahas mengenai cara menentukan bobot dan skor tanpa mengimplementasikan pada suatu wilayah sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan jurnal tersebut dalam suatu daerah untuk mengetahui kesesuannya terhadap suatu kondisi wilayah dengan mengkategorikan kedalam lima kategori yaitu baik, normal alami, mulai kritis, agak kritis, kritis dan sangat kritis. Hasil dari penelitian ini memuat jika daerah DAS Banjir Kanal Timur memiliki daerah dengan kategori tertinggi normal alami dengan persentase 59,01% dengan luas 3.194,0419 Ha, kemudian setelah dilakukan validasi dengan genangan air didapatkan jika daerah genangan terjadi pada daerah dengan kategori normal alami dan baik menjadikan hasil pemetaan ini dirasa tidak sesuai dengan keadaan wilayah penelitian.
Pemetaan Ancaman Bencana Banjir Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarcy Process (Studi Kasus : Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang) Rochim, Vianka -; Nugraha, Arief Laila; Sabri, L.M.
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.41111

Abstract

Salah satu wilayah di Indonesia yang sering terdampak bencana banjir yaitu Kota Semarang. Secara administratif, Kota Semarang terbagi atas 16 wilayah Kecamatan dan 177 Kelurahan. Berdasarkan data rekapitulasi BPBD Kota Semarang, tercatat pada tahun 2019 bencana banjir di Kota Semarang terjadi sebanyak 18 kejadian, sedangkan pada tahun 2020 meningkat menjadi 19 kejadian, dan pada 2021 bencana banjir mengalami peningkatan yang cukup besar yaitu sebanyak 88 kejadian, dengan puncaknya berada pada bulan Februari dimana terjadi 64 kejadian, dengan daerah yang cukup terdampak yaitu Kecamatan Semarang Utara, Gayamsari, Tugu, Semarang Barat, dan Genuk. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang yang merupakan salah satu kecamatan yang sering terdampak bencana banjr. Tujuan penelitian untuk membuat peta ancaman bencana banjir hingga tingkat Kelurahan. Adapun metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) terhadap indikator-indikator banjir seperti curah hujan, sistem lahan, historis kejadian banjir, tutupan lahan, dan kelerengan. Curah hujan dengan bobot pengaruh sebesar 0,479; parameter sistem lahan memiliki pengaruh 0,244; historis kejadian banjir dengan bobot 0,145; tutupan lahan memiliki pengaruh 0,089; dan kelerengan memiliki pengaruh terkecil yaitu 0,043. Hasil pemetaan ancaman banjir di Kecamatan Gayamsari didominasi oleh kelas rendah dengan luas 362,151 ha atau 62,27%. Kemudian untuk kelas sedang memiliki luas 14,351 ha atau 2,47%, dan untuk kelas tinggi memiliki luas 35,26% atau 205,095 ha. Ancaman kelas tinggi didominasi Kelurahan Tambakrejo, Kelurahan Kaligawe, dan Kelurahan Sawah Besar. Sedangkan untuk keempat kelurahan lainnya mendominasi ancaman tingkat rendah yaitu Kelurahan Siwalan, Kelurahan Sambirejo, Kelurahan Pandean Lamper, dan Kelurahan Gayamsari. One of the areas in Indonesia that is often affected by floods is Semarang City. Administratively, Semarang City is divided into 16 sub-districts and 177 villages. Based on the recapitulation data of BPBD Semarang City, it was recorded that in 2019 floods in Semarang City occurred as many as 18 incidents, while in 2020 it increased to 19 incidents, and in 2021 floods experienced a considerable increase of 88 incidents, with a peak in February where 64 incidents occurred, with the most affected areas being North Semarang, Gayamsari, Tugu, West Semarang, North Semarang, Genuk, and Ngaliyan sub-districts. This research was conducted in Gayamsari Sub-district, Semarang City, which is one of the sub-districts that is often affected by flood disasters. The purpose of the research is to create a flood hazard map up to the sub-district level. The method used is Analytical Hierarchy Process (AHP) on flood indicators such as rainfall, land system, historical flood events, land cover, and slope. Rainfall with an influence weight of 0.479; land system parameters have an influence of 0.244; historical flood events with a weight of 0.145; land cover has an influence of 0.089; and slope has the smallest influence of 0.043. The results of flood threat mapping in Gayamsari Sub-district are dominated by the low class with an area of 362.151 ha or 62.27%. Then for the medium class has an area of 14,351 ha or 2.47%, and for the high class has an area of 35.26% or 205,095 ha. The high threat class is dominated by Tambakrejo Village, Kaligawe Village, and Sawah Besar Village. The other four villages dominated by low-level threats are Siwalan, Sambirejo, Pandean Lamper, and Gayamsari.
PEMETAAN TINGKAT RISIKO BENCANA KEBAKARAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS : KECAMATAN SEMARANG BARAT DAN TENGAH ) Wibisana, Alyawan Satrio; Nugraha, Arief Laila; Wijaya, Arwan Putra
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 7, No 1 (2024): Volume 07 Issue 01 Year 2024
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2024.21578

Abstract

Kecamatan Semarang Barat dan Semarang Tengah, terdapat angka yang cukup tinggi terjadinya bencana kebakaran. Penyebab dari kebakaran yang terjadi disebabkan oleh lingkungan pemukiman yang padat. Maka, diperlukannya pemetaan risiko bencana kebakaran pada Semarang Barat dan Semarang Tengah sebagai upaya untuk menanggulangi bencana kebakaran. Pemetaan risiko bencana kebakaran dilakukan dengan modifikasi beberapa variabel pada tiap parameter yaitu ancaman, kerentanan, dan kapasitas kebakaran. Pengolahan dilakukan dengan metode AHP untuk mengetahui bobot pada tiap variabel pada parameter bencana kebakaran. Pada penilaian risiko ini digunakan penggabungan dari ketiga parameter dengan menggunakan matriks VCA dan overlay. Berdasarkan hasil analisis penelitian yang dilakukan diperoleh bobot tertinggi pada tiap variabel dari masing-masing parameter, untuk ancaman dengan kepadatan bangunan, kerentanan dengan rasio disabilitas, dan kapasitas dengan jarak damkar sebagai bobot tertinggi. Berdasarkan hasil analisis penelitian yang dilakukan diperoleh bobot tertinggi pada tiap variabel dari masing-masing parameter, untuk ancaman dengan kepadatan bangunan, kerentanan dengan rasio disabilitas, dan kapasitas dengan jarak pemadam kebakaran sebagai bobot tertinggi. Pada penilaian risiko dapat diketahui bahwa  tidak terdapat klasifikasi tinggi untuk risiko Semarang Barat, sedangkan pada Kecamatan Semarang Tengah terdapat Kelurahan Kranggan dengan risiko tertinggi berdasarkan penilaian risiko menggunakan metode overlay pada tiga parameter: ancaman, kerentanan, dan kapasitas.
IDENTIFIKASI ZONA POTENSI AIR TANAH BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (STUDI KASUS : PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA) Nugroho, Jalu Tejo; sari, Cici Nurmalasa; Nugraha, Arief Laila
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 5, No 1 (2022): Volume 05 Issue 01 Year 2022
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2022.16641

Abstract

Air tanah adalah sumber air yang sangat penting untuk keperluan domestik, pertanian, maupun industri. Konsumsi air tanah terus mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan perkotaan. Hal tersebut ditandai dengan pesatnya pertumbuhan penduduk dan peningkatan aktivitas manusia yang membutuhkan sumber daya air. Provinsi DIY merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang wilayahnya memiliki akuifer yang cukup besar dengan sumber daya air tanah yang tinggi. Namun, masih terdapat permasalahan terkait potensi air tanah, yakni adanya penurunan muka air tanah dan pencemaran air tanah. Pemetaan potensi air tanah ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan sumberdaya air tanah di Provinsi DIY. Penelitian ini memanfaatkan bidang kajian Sistem Informasi Geografis dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) menggunakan parameter-parameter air tanah, yaitu curah hujan, litologi, geomorfologi, kelerengan, tutupan lahan, NDVI, dan Topographic Wetness Index (TWI). Hasil pengolahan Analytical Hierachy Process (AHP) pada identifikasi potensi air tanah Provinsi DIY menghasilkan klasifikasi potensi air tanah sangat rendah dengan luas 0,651 km2, rendah seluas 0,783 km2, sedang seluas 0,718 km2, tinggi dengan luas 0,471 km2, dan sangat tinggi dengan luas 0,528 km2.
ANALISIS DEFORMASI SESAR MATANO MENGGUNAKAN DATA UKURAN GNSS TAHUN 2018-2021 Amarrohman, Fauzi Janu; Nugraha, Arief Laila; Hutagalung, Christovel Mangaratua
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 5, No 1 (2022): Volume 05 Issue 01 Year 2022
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2022.16558

Abstract

Indonesia berada antara tiga lempeng kerak utama yang aktif, yaitu lempeng Eurasia, lempeng India-Australia, lempeng Pasifik, dan lempeng mikro Filipina. Wilayah Sulawesi merupakan bagian dari Indonesia bagian timur yang memiliki lempeng tektonik yang kompleks dimana Sesar Matano merupakan salah satu sesar aktif di kawasan tersebut. Aktivitas pergerakan sesar tersebut perlu di pantau setiap tahunnya untuk keperluan mitigasi bencana gempa maupun tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas pergerakan lempeng yang terjadi pada periode tahun 2018 sampai dengan tahun 2021 melalui 20 Titik Pantau Geodinamika (TPG) yang berlokasi di kawasan jalur Sesar Matano. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data pengamatan GNSS di kawasan jalur sesar Matano secara episodik pada bulan Februari tahun 2018 sampai dengan bulan September tahun 2021 yang diperoleh dari Pusat Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamika (PJKGG) Badan Informasi Geospasial (BIG) serta data pengamatan dari International GNSS Service (IGS) sebagai titik referensi. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software GAMIT/GLOBK. Nilai Velocity rate horizontal terbesar terjadi pada titik 4114 dengan nilai pergeseran 80,2000 milimeter/tahun dan nilai rata rata 0,0066 meter/tahun. Nilai Velocity rate vertikal terbesar terjadi pada titik 4114 dengan nilai pergeseran 50,400 milimeter/tahun dan nilai rata rata 12,7000 milimeter/tahun. Arah gerak stasiun GNNS Matano Periode tahun 2018 sampai dengan tahun 2021 menunjukan bagian utara sesar mengalami vektor pergeseran horizontal yang dominan ke arah utara sedangkan bagian selatan sesar mengalami vektor pergeseran horizontal dominan ke arah timur. Pola pergeseran vertikal bagian utara dan selatan sesar mengalami sesar naik (reverse fault/thrust fault).
ANALISIS DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG AIR MENGGUNAKAN PENDEKATAN BERBASIS SIG (Studi Kasus: Kabupaten Batang) Purba, Agantry; Sabri, L.M; Nugraha, Arief Laila
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 5, No 2 (2022): Volume 05 Issue 02 Year 2022
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2022.16701

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk maka kebutuhan air bersih akan meningkat sedangkan ketersediaan air bersih selalu menurun. Penggunaan air bersih dalam rumah tangga mengalami peningkatan dari tahun 2012 sebesar 68,51 menjadi 70,25 tahun 2016. Wilayah Kabupaten Batang akan dibangun kawasan industri seperti KITB dan BIP. Pembangunan dan pengoperasian kawasan industri memerlukan kebutuhan air dalam jumlah yang sangat besar. Berdasarkan RTRW Kabupaten Batang penggunaan air bawah tanah untuk pemenuhan kebutuhan air kawasan industri adalah dilarang. Ketika konsumsi air yang disebabkan oleh aktivitas manusia dan pembangunan ekonomi melebihi daya dukung sumber daya air maka kekurangan air akan muncul. Pemodelan spasial dari daya dukung dan daya tampung air sangat penting untuk memastikan keberlanjutan atas eksploitasi sumber daya lahan dan program pembangunan. Oleh sebab itu, digunakan pendekatan SIG yang dapat mempresentasikan daya dukung dan daya tampung air Kabupaten Batang. Penetapan status daya dukung dan daya tampung air di Kabupaten Batang menggunakan pendekatan keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan. Ketersediaan air di Kabupaten Batang 3.702.297.225 m3/tahun sedangkan kebutuhan air total adalah 1.151.421.659,03 m3/tahun (31,10%) dari ketersediaan air, terdapat perbedaan 2.550.875.565,97 m3/tahun. Kabupaten Batang masih mengalami surplus air. Perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan air adalah 3,2 (>3) maka daya dukung dan daya tampung air Kabupaten Batang adalah belum terlampaui.
PEMETAAN TINGKAT KUALITAS JARINGAN INTERNET MOBILE BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KECAMATAN UNGARAN BARAT, KABUPATEN SEMARANG Septiningdiah, Dara Jati; Nugraha, Arief Laila; Bashit, Nurhadi
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 7, No 2 (2024): Volume 07 Issue 02 Year 2024
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2024.24283

Abstract

Pengguna internet di Indonesia menurut hasil survei oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada periode 2022-2023 meningkat secara signifikan. Salah satu penyebab tingginya pengguna internet adalah kebutuhan akses terhadap berbagai informasi dan jumlah penduduk yang tinggi. Salah satu kecamatan yang memiliki jumlah penduduk tinggi dan menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Semarang adalah Kecamatan Ungaran Barat. Pentingnya kebutuhan akan layanan internet, maka dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi dan memetakan kualitas jaringan internet di Kecamatan Ungaran Barat berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan empat provider. Metode yang digunakan untuk menganalisis kualitas jaringan internet adalah Quality of Service (QoS), sedangkan metode untuk memetakan kualitas jaringan internet adalah interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW) dan Ordinary Kriging (OK). Metode interpolasi terbaik ditentukan menggunakan uji validasi berdasarkan nilai Root Mean Square Error (RMSE) dan Mean Error (ME). Hasil penelitian menunjukkan bahwa provider yang memiliki kualitas jaringan internet paling baik adalah Tri dengan indeks sebesar 3,179, sedangkan provider yang memiliki kualitas jaringan internet kurang baik adalah Telkomsel dengan indeks sebesar 2,759. Sementara metode interpolasi yang paling baik untuk memetakan kualitas jaringan internet Smartfren adalah metode IDW, Telkomsel adalah metode ordinary kriging, Tri adalah metode IDW, dan XL adalah metode IDW.
Analisis Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Ancaman Bencana Longsor Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kabupaten Kebumen) Hanifudin, Faiz; Nugraha, Arief Laila; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.7.1.2024.36-46

Abstract

Bencana longsor merupakan bencana yang paling sering terjadi di Kabupaten Kebumen. Berdasarkan data BNPB tercatat pada tahun 2014 hingga 2023 terdapat 400 bencana, 193 diantaranya merupakan bencana tanah longsor. Pada penelitian ini dilakukan pemetaan ancaman bencana tanah longsor pada tahun 2016 dan 2022 serta dilakukan analisis terkait perubahan tutupan lahan yang paling mempengaruhi terhadap bencana longsor. Pembuatan peta ancaman mengacu pada Permen PU No.22/PRT/M/2007 dengan enam parameter yaitu kemiringan lereng, curah hujan, kedekatan sesar, jenis tanah, jenis batuan, dan tutupan lahan. Pembobotan parameter menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) serta analisis pengaruh perubahan tutupan lahan menggunakan metode Frequency ratio (FR). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa bencana longsor di Kabupaten Kebumen tahun 2016 dan 2022 tidak memiliki perubahan signifikan, untuk ancaman longsor didominasi oleh kelas rendah berkisar 73%, kelas sedang 24%, kelas 3%, dan yang terakhir kelas sangat tinggi 0%. Untuk analisis pengaruh perubahan terhadap ancaman longsor, perubahan tutupan lahan menjadi lahan kosong merupakan perubahan tutupan lahan yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap ancaman bencana longsor. Sedangkan perubahan tutupan lahan menjadi hutan merupakan perubahan tutupan lahan yang paling kecil pengaruhnya terhadap ancaman tanah longsor, hal ini dibuktikan dengan nilai FR lebih dari 1 dan cenderung lebih besar dari tutupan lahan lainnya.
Pemetaan Dan Penilaian Kerentanan Bencana Alam Di Kabupaten Jepara Berbasis Sistem Informasi Geografis Nugraha, Arief Laila; Awaluddin, Moehammad; Sukmono, Abdi; Wakhidatus, Nella
GEOID Vol. 17 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i2.1738

Abstract

Kabupaten Jepara memliki ancaman bencana alam yang tinggi di seluruh wilayahnya. Dalam perencanaan strategi nasional, tertuang kebijakan Peraturan Kepala BNPB No. 2 tahun 2012 tentang penyusunan risiko bencana, yang menyebutkan bahwa pentingnya pemetaan kerentanan bencana untuk strategi mitigasi bencana. Dengan urgensi tersebut dan dengan ketersediaan data yang ada, perlunya dibangun peta kerentanan bencana di Kabupaten Jepara yang belum dilakukan oleh Badan Penanggulangn Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Jepara. Penelitian ini mencoba melakukan pemetaan dan penilaian kerentanan di kabupaten Jepara yang terdiri dari kerentanan sosial, kerentanan ekonomi, dan kerentanan fisik, berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil yang diperoleh yaitu Kecamatan yang wilayahnya memiliki dominasi kerentanan yang tinggi terdapat di Kecamatan Jepara, Tahunan, dan Kedung. Berdasarkan hasil pemetaan dan penilaian kerentanan tersebut, maka perencanaan mitigasi bencana dengan melakukan tindakan kesiapsiagaan dapat disiapkan sedini mungkin terhadap wilayah dengan kerentanan tinggi.
Co-Authors Abdi Sukmono Abdi Sukmono, Abdi Adhelina Rinta Iswari Adi Nur Ikhsan Aditya Dharmawan Afriyanto Afriyanto Afriyanto Afriyanto Agung Setiawan Ahmad Daniyal Ahmad Shofiyul Huda Alfien Rahmenda Amalia Permata Dewi, Amalia Permata Anang Ikhwandito Andini Riski Oktaviani Andri Suprayogi Anisa Rachmawati, Anisa Annisaa Cahyaningsih Ar Rafi, Naufal Hisyam Arco Triady Ujung Arga Fondra Oksaping ARGNES DIONANDA RESZA PRADIPTA Arkham, Ivan Fandilla Aulia Arkham Arliandy Pratama Arwan Putra Wijaya Avianta Anggoro Santoso Awwaluddin, Moehammad Ayu Sulistyaningtyas, Sekar Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bondan Arum Kusumahati Briandana Januar Aji Gunadi Brinton Patuan Sitorus Cahya Wisuda Hukama Chairunisa Afnidya Nanda Dede Handoko DEDI SETYAWAN Dewi Shinta Septifany Dhuha Ginanjar Bayuaji Dian Triandini Nurcahyo Diqja Yudho Nugroho Dyah Widyaningrum Elceria Susanti Extiana, Kiky Fadhilla Shara Denafiar Fajri Ramadhan Fanni Kurniawan Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Fauzi Janu Ammarohman Febrian Pramana Putra Fida Wulan Istiaji Fina Faizana Frizani, Defanny Elsa Ghinaa Rahda Kurnila Habib Azka Ramadhani Hadi Winoto Hadi, Firman Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Handoko Dwi Julian Hani'ah . Haniah Haniah Hani’ah Hani’ah Hanifudin, Faiz Hani’ah Hani’ah HARDIAN ASTIANINGRUM Hartomo Haryo Kuncoro Hilman Djalu Sadewo Hutagalung, Christovel Mangaratua Ibrohim Shiddiq Ika Rahayu Wulansari Imam Mudita Inessia Umi Putri INNEKE ASTRID PITALOKA Irfan Tri Anggoro Izzudin Al Qossam Jalu Tejo Nugroho, Jalu Tejo Johan Wisma Anggoro Kemas Abdul Fatah Kevin Dio Maldini Khofifatul Azizah Kindy Ibrahim Hari L M Sabri Laode M Sabri Latifah Rahmadany Lingga Hascarya Prabandaru Lolita, Diaz Amel LUKMAN MAULANA ABDILLAH LUTHFI RAHMANDHANI Maharani, Raden Roro Kingkin Meiska Firstiara Maudi Mia Anggorowati Karomah Mochammad Imron Awalludin Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Mohammad Faiz Ilhami Muhammad Adnan Yusuf, Muhammad Adnan Muhammad Agam Cakra Donya Muhammad Bagus Salim Muhammad Hanif Abdurrahman Muhammad Sandhi Lazuardi Mustaqim, Alfiyan Nanda Dewi Arumsari Naryoko Naryoko Nastiti Asrining Hartri Naufal Humam Manshur Nella Wakhidatus Nella Wakhidatus Sholekhah Nisrina Niwar Hisanah NOVAYA NURUL BASYIROH Nugrahanto, Prasetyo Odi Nur Fajar Nafiah Nurhadi Bashit Nurmalasari, Cici Nurrahmawati Nurrahmawati Nyoman Winda Novitasari Olivia Sinaga Pardjono, P. Pradipta, Carlo Purba, Agantry Putri Auliya Qoaruddin Qomaruddin Rachmawati, Ekha Raditya Wahyu Utomo Rahmat Randy Valdika Ramadhan Susilo Utomo Resi Diansismita Resti Winda Ratriana Rida Hilyati Sauda Ridwan Ageng Ashari Rifqi Najib Muzaka Rintyas Chandra Irawan Rizqi Umi Rahmawati Rizqie Anarullah, Rizqie Rochim, Vianka - Rofi'i, Nur Izha Jannah Rosika Dyah Pratiwi Rr. Yossia Herlin A. Sabda Lestari Sabri, L.M Sabri, L.M. Safira Devi Kirana Sandy Yudistira Mahardika, Sandy Yudistira sari, Cici Nurmalasa Sartika Sartika Sawitri Subiyanto Sendy Brammadi Septiningdiah, Dara Jati Setiaji, Krisna Shindy Mariska Zulkarnain Siti Haeriah Stella Purnomo Sutomo Kahar Sutomo Kahar Syarifah Mayda Az Zahrotun Nisa Taufik Eka Ramadhan, Taufik Eka Tiara Toyyibatul Arofah Tistariawan, Adji Chandra Tri Adi Hermawan Tri Afiebbawa Exactanaya Tristianti, Nova Ulya Novita Sari Uman Kertanegara Vinsensia Hutagaol Viona Yashinta Viradhea Gita R. L. Wahyu Adi Yuliyanto Wakhidatus, Nella Wibisana, Alyawan Satrio Wildan Ryan Irfana Wisnu Wahyu Wijonarko Wiwik Levitasari Yanies Meiyanti Yesi Monika Manik Yoga Kencana Nugraha Yolanda Margaretha Mulder Yose Rinaldy N Yovi Adyuta Isdiantoro Yudo Prasetyo Yuliansyah Rachman Nur Rizky Zuraidha, Riza Nur