Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Di Kecamatan Karangawen Studi Kasus : Pembangunan Karang Awen, Demak Winoto, Hadi; Sudarsono, Bambang; Nugraha, Arief Laila
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.528 KB)

Abstract

Satu keuntungan utama pendekatan digital yaitu mudah mengupdate peta penggunaan lahan suatu wilayah dengan membandingkan dua skene citra satelit diambil dari dua waktu berbeda, pixel per pixel memungkinkan tiga pendekatan: (1) rasioing saluran; (2) penajaman transformasi data multispectral dan (3) deteksi perubahan perbandinganya dengan pascaklasifikasi. Rasioing saluran merupakan metode paling cepat dan paling mudah dari semua metode untuk deteksi perubahan penggunaan lahan. Metode ini meliputi, pertama, seluruh perekaman citra yang cermat dari dua waktu berbeda. Proses perekaman mencakup penggunaan titik control lapangan dan pemecahan serangkaian persamaan linier. Hal ini memungkinkan membuat sample ulang data citra dengan pixel 0.61 m persegi yang dibentuk kembali dengan system grim UTM.Peranan penting dari pengindraan jauh untuk pemetaan penggunaan lahan  dan penutup lahan dan untuk deteksi perubahan telah diberikan dengan tegas. Jelaslah bahwa hal ini merupakan metode paling baik dan paling cepat untuk mendapatkan data penggunaan lahan dan penutup lahan yang dapat dipercayai.Keuntungan utama adalah prospek interpretasi yang cepat dan cermat dari klasifikasi citra satelit pada areal yang luas. Hasil yang berupa peta perubahan penggunaan lahan dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak yang berkepentingan demi kemanfaatan bagi masyarakat setempat.Kata Kunci : ,Deteksi perubahan,Interpretasi, lahan,Citra Satelit
EVALUASI RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP PERTUMBUHAN PENDUDUK BERBASIS SPASIAL DI KABUPATEN KUDUS Mahardika, Sandy Yudistira; Nugraha, Arief Laila; Awaluddin, Moehammad
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.533 KB)

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan Peraturan UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang menetapkan bahwa proporsi RTH pada wilayah perkotaan adalah sebesar minimal 30% dari luas kota. Penyediaan RTH di wilayah perkotaan khususnya untuk wilayah perkotaan Kudus memang sedikit mengalami kesulitan dikarenakan sawah yang lebih mendominasi di perkotaan Kudus itu sendiri. Secara kuantitatif berkurangnya RTH karena perubahan fungsi lahan. Untuk mengetahui perubahan fungsi lahan tersebut dapat melalui beberapa cara pemanfaatan data citra satelit. Untuk melakukan pemrosesan data menggunakan citra satelit, proses rektifikasi citra merupakan proses yang penting, maka dari itu sebelum memulai pengolahan data citra, harus dilakukan rektifikasi terlebih dahulu. Setelah itu dilakukan pemotongan citra sebelum menuju ketahap registrasi peta. Registrasi peta merupakan proses transformasi koordinat, dari data yang awalnya belum memilki koordinat dan masih mengandung kesalahan geometrik menjadi citra yang benar dan akan memiliki koordinat. Berdasarkan pengolahan citra resolusi tinggi atau Google Earth tahun 2013, didapatkan luas Ruang Terbuka Hijau Kabupaten Kudus tahun 2013 sebesar 5.395,953 Ha atau sekitar 12,04% dari total luas wilayah Kabupaten Kudus. Sehingga dapat disimpulkan bahwa luas Ruang Terbuka Hijau belum memenuhi jumlah yang ditentukan dalam RTRW Kabupaten Kudus sebesar 30% dari total luas wilayah Kabupaten Kudus. Sedangkan berdasarkan jumlah penduduk dan sampel prediksi pertumbuhan penduduk mulai tahun 2013 hingga tahun 2023, didapatkan luas Ruang Terbuka Hijau di Kabupaten Kudus belum memenuhi kebutuhan Ruang Terbuka Hijau secara merata setiap kecamatannya. Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau; Citra Resolusi Tinggi; Pertumbuhan Penduduk  ABSTRACTBased on the regulations of LAW number 26 of 2007 concerning Spatial stipulates that the proportion of OGS in urban areas is at least 30% of the town. The provision of OGS in urban areas especially for urban areas is indeed a bit of a Holy experience difficulties due to more rice fields dominate the urban Kudus itself. Quantitatively reduced OGS function changes due to land. To know the land functions can change in several ways the utilization of satellite imagery data. To perform data processing using satellite imagery, image rectification process is the process that is important, so from that before the start of the data processing, image rectification must be made in advance. After it's done cutting image before heading for to step registration map. Registration is the process of transformation of the coordinates of the map, initially from the data have not have coordinates and still contain the correct image into geometric and will have coordinates. Based on the high resolution image processing or Google Earth by 2013, obtained wide open green space Kudus 2013 amounting to 5.395,953 Ha or approximately 12,04% of the total area of the County. So it can be inferred that the wide open green space has not met the amount specified in the Kudus District RTRW amounting to 30% of the total area of the County. And also on the basis of population and sample predictions of population growth starting in 2013 until the year 2023, wide open Green Spaces are obtained in Kudus have yet to meet the needs of open green space evenly every subdistrict. Keyword: Open Green Space; High Resolution Imagery; Population Growth     *) Penulis PenanggungJawab
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN KOMODITAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN DI WILAYAH KABUPATEN BANJARNEGARA DENGAN METODE MATCHING Qomaruddin, Qomaruddin; Sukmono, Abdi; Nugraha, Arief Laila
Jurnal Geodesi Undip Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.936 KB)

Abstract

ABSTRAK   Banjarnegara dilihat dari kondisi lahannya memiliki potensi komoditas perkebunan dan komoditas kehutan yang sangat variatif sehingga perlu diadakannya penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan hasil komoditas yang memiliki manfaat ekonomis yang cukup tinggi. Untuk memaksimalkan potensi pengembangan Komoditas perkebunan dan komoditas kehutanan perlu diadakan analisis kesesuaian lahan agar dalam pengambilan kebijakan bisa disesuaikan dengan potensi daerah dan bisa lebih tepat sasaran. Komoditas perkebunan yang dianalisi pada penelitian ini adalah kopi arabika, kopi robusta, teh dan tebu. Sedangkan komoditas kehutanan yang dianalisis kesesuaian lahannya pada penelitian ini adalah kayu sengon, kayu mahoni dan kayu eucalyptus. Metode kesesuaian lahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode matching atau pencocokan kriteria tananman dengan keadaan wilayah penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan Kecamatan Batur, Kecamatan Pejawaran, Kecamatan Wanayasa, Kecamatan Kalibening, Kecamatan Karangkobar, Kecamatan Pandanarum, Kecamatan Pangentan, Kecamatan Punggelan, Kecamatan Karangkobar dan Kecamatan Banjarmangu memiliki potensi dalam pengembangan komoditas kopi arabika dengan kelas terbaik yaitu kelas S3 (sesuai marjinal) dengan luas 9.364,758 Ha atau 64,3%, kopi robusta dengan kelas terbaik S1 (sangat sesuai) seluas 3,951 Ha atau 0,02% dan teh dengan kelas terbaik S1 (sangat sesuai) seluas 235 Ha atau 1,6%. Komoditas tebu paling cocok ditanam di Kecamatan Bawang, Kecamatan Rakit, Kecamatan Purwonegoro dan Kecamatan Susukan dengan kelas terbaik S1 (sangat sesuai) seluas 1.547,745 Ha atau 10,6%. Komoditas kehutanan hampir semua daerah cocok untuk tanaman eucalyptus dengan kelas terbaik yaitu S2 (sesuai) seluas 15556,19 Ha atau 27,8%, mohoni dengan kelas terbaik yaitu S1 (sangat sesuai) seluas 448,71 Ha atau 0,8% dan sengon dengan kelas terbaik yaitu S3 (sesuai marjinal) seluas 31.340,19 Ha atau 56%. Kata Kunci: Kesesuaian Lahan, Komoditas Kehutanan, Komoditas Perkebunan, Metode Matching. ABSTRACT                    Banjarnegara seen from the condition of the land has the potential of plantation commodities and forest commodities are very varied so that the need for further research to develop commodity products that have high economic benefits. To maximize the development potential of forest plantation commodities and commodities, it is necessary to conduct land suitability analysis so that the policy can be adjusted to the potential of the region and can be more targeted. Plantation commodities analyzed in this study were arabica coffee, robusta coffee, tea and sugar cane. While the forestry commodities analyzed for land suitability in this study are sengon wood, mahogany wood and eucalyptus wood. The land suitability method used in this research is using matching method or matching of tananman criteria with the condition of research area. The results of this study show that Batur District, Pejawaran Subdistrict, Wanayasa Subdistrict, Kalibening District, Karangkobar Subdistrict, Pandanarum Subdistrict, Pangentan Sub-District, Punggelan Sub-District, Karangkobar Sub-District and Banjarmangu Sub District have potential in developing arabica coffee commodity with best grade of S3 (marginal) with an area of 9,364.758 Ha or 64.3%, robusta coffee with the best grade S1 (very suitable) of 3.951 Ha or 0.02% and tea with the best S1 (very suitable) class of 235 Ha or 1.6%. The most suitable sugarcane commodity is grown in Bawang District, Rakit District, Purwonegoro and Susukan Subdistricts with the best S1 (very suitable) class of 1,547,745 Ha or 10.6%. Forestry commodities of almost all areas suitable for eucalyptus plants with the best grade of S2 (appropriate) of 15556.19 Ha or 27.8%, mohoni with the best class of S1 (very appropriate) area of 448.71 Ha or 0.8% and sengon with the best grade of S3 (marginal fit) of 31,340.19 Ha or 56%. Keywords: Land Suitability, Forestry Commodity, Plantation Commodity, Matching Method.
PEMETAAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN (LP2B) BERBASIS SIG SEBAGAI SALAH SATU SARANA UNTUK MEMPERTAHANKAN KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN BOYOLALI Dewi, Amalia Permata; Nugraha, Arief Laila; Sudarsono, Bambang
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan UU No 41 tahun 2009, untuk keperluan Kemandirian, Keamanan dan Ketahanan Pangan maka diperlukan Penyelamatan Lahan Pertanian Pangan. Penyelamatan harus segera dilakukan karena laju konversi lahan sawah atau pertanian pangan lainnya sangat cepat. Untuk menghambat laju konversi maka UU ini memerlukan penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Tujuan dilaksanakannya Kegiatan Identifikasi Dan Pemetaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Kecamatan Ngemplak, Kecamatan Nogosari, Kecamatan Sambi dan Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali adalah untuk melakukan identifikasi dan pemetaan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) guna memberikan masukan/saran kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali dalam rangka mempertahankan ketahanan pangannya.Pemetaan LP2B menggunakan metode skoring dan pembobotan dengan parameter produktivitas, jenis irigasi, ketersediaan air dan pola tanam berbasis SIG. Sedangkan Analisis ketahanan pangan dilakukan dengan menghitung ketersediaan pangan, kebutuhan pangan, dan surplus. Ketersediaan pangan didapat dengan melakukan perkalian luas lahan sawah per kecamatan dengan hasil sawah di kecamatan tersebut. Sedangkan untuk kebutuhan pangan didapat dengan perkalian antara jumlah penduduk per kecamatan dengan ketetapan BPS yaitu pertahunnya 139 kg, setelah keduanya didapat barulah surplus/minus dapat dicari yaitu demgan cara melakukan pengurangan antara ketersediaan pangan dengan kebutuhan pangan.LP2B di wilayah perencanaan memiliki luas sebesar 6.908,18 Ha, sementara sisa lahan sawah sebesar 2.692,95 Ha merupakan lahan yang bukan berupa Lahan pertanian pangan berkelanjutan atau Non LP2B. Kemudian hasil hitungan analisis ketahanan pangan pada lahan sawah LP2B di Kabupaten Boyolali mengalami surplus Untuk Kecamatan Ngemplak mengalami surplus sebesar 99.007,43 kw Kecamatan Nogosari sebesar 108.251,30 kw, Kecamatan Sambi sebesar 127.960,16 kw dan Kecamatan Simo sebesar 25.498,11 kw.Kata Kunci : Kabupaten Boyolali, SIG, LP2B. ABSTRACT                Under law No. 41 in 2009, for the purposes of the independence, security and food security then needed Farm Rescue Programs. Farm Rescue should be immediately done because the conversion rate of paddy fields or other farming food change very quickly. To inhibit the rate of conversion of this ACT then requires the determination of agricultural land sustainable food (LP2B). The purpose of performance of the activities of the identification and mapping of agricultural land sustainable food (LP2B) Sub Ngemplak, Nogosari Subdistrict, district and Sub-district Sambi Simo Boyolali Regency is to perform the identification and mapping of Lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) to provide input/advice to local governments and Boyolali district in order to maintain the durability of the food.                 LP2B mapping method using skoring and weighting with the parameters of productivity, types of water availability and irrigation, cropping patterns based SIG. While the analysis of food security is done by calculating the availability of food, food needs, and surplus. Food availability is obtained by conducting extensive wetland multiplication per subdistrict with the results of the rice fields in the subdistrict. As for the food needs to come by with the multiplication between the number of inhabitants per sub with an annual provision BPS IE 139 kg, after both obtained then surplus/minus can be searched for example with how to perform subtraction between the availability of the food with the food needs.                 LP2B planning in the region has an area of 6.908,18 Ha, while the rest of the paddy fields of 2.692,95 Ha is a land that is not in the form of agricultural land sustainable food or Non LP2B. Then the food security analysis result on wetland planning in the region experiencing a LP2B surplus of 99,007.43 kw Sub-district of Nogosari 108,251.30 kw, Sambi of 127,960.16 kw and Sub Simo of 25,498.11 kwKeywords: Boyolali Regency, GIS, LP2B *)  Penulis, PenanggungJawab
DESAIN APLIKASI MOBILE INFORMASI PEMETAAN JALUR BATIK SOLO TRANS BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN LOCATION BASED SERVICE Rachmawati, Anisa; Nugraha, Arief Laila; Awaluddin, Moehammad
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1356.712 KB)

Abstract

ABSTRAK                Kota Surakarta merupakan salah satu kota yang menjadi tujuan para wisatawan untuk berwisata, hal itu dikarenakan banyaknya acara adat dari Keraton Surakarta yang menarik perhatian para wisatawan. Akibat banyaknya wisatawan yang datang dan masyarakat yang menetap disana, Pemerintahan Kota Surakarta berinisiatif menggunakan Bus Rapid Trans berlabel Batik Solo Trans (BST) sebagai komoditi dalam mengurangi padatnya arus lalu lintas di beberapa titik di Kota Surakarta karena angkot dan minibus yang tidak memenuhi standar keselamatan dari kendaraan yang digunakan untuk mengangkut penumpang belum bisa menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan.Penelitian ini dilakukan untuk membuat pemetaan jalur BST yang ditampilkan di aplikasi mobile berbasis android menggunakan software Android Studio yang terintegrasi dengan Google Maps API dan Database SQLite untuk pembuatan data halte dan koridor serta rute tiap koridor yang dilalui BST. Fungsi yang dimanfaatkan pada aplikasi ini adalah fungsi Location Based Service sehingga pengguna  aplikasi dapat dengan mudah menemukan halte terdekat dari lokasi pengguna untuk menuju lokasi halte tujuan.Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi  BSTrans yang dapat digunakan pada smartphone berbasis Android. Pada aplikasi ini berisi informasi   mengenai BST dan  peta BST yang dapat menunjukan rute dari halte terdekat ke lokasi halte tujuan. Dengan aplikasi ini diharapkan dapat  memudahkan pengguna BST dan menarik minat para wisatawan dan   masyarakat  untuk beralih menggunakan transportasi umum BST sehingga dapat mengurangi tingkat kemacetan di Kota Surakarta. Kata Kunci:  Android, BST, BSTrans, Surakarta, Android Studio   ABSTRACT Surakarta City is one of the cities that becomes tourist destination for a trip, it is because many traditional events of the Keraton Surakarta which attract tourists. Due to the many tourists who come and the people who live there, the City Government of Surakarta initiative using Bus Rapid Trans labeled Batik Solo Trans (BST) as a commodity in reducing the density of traffic at some point in Surakarta for public transportation and minibuses that do not full fill the safety standards of vehicles used for transporting passengers can not be a solution to overcome bottlenecks.This study was conducted to map the path BST shown in android basically mobile applications using Android Studio software that integrated with Google Maps API and the SQLite database for data generation stop and corridors and routes each corridor that traversed BST. Function which used in this application is a Location Based Service functions, so that users can be easily find the application stops closest to the user's location to the destination bus stop locations.The results of this study are BSTrans application that can be used on an Android-based smartphone. This application contains information about BST and BST map to show the route from the nearest bus stop to the destination bus stop locations. This application is expected to allow users BST and attracts tourists and the public to switch  using public transport BST so as to reduce the level of congestion in Surakarta. Keywords:  Android, BST, BSTrans, Surakarta, Android Studio
PEMODELAN POTENSI BENCANA TANAH LONGSOR MENGGUNAKAN ANALISIS SIG DI KABUPATEN SEMARANG Ramadhan, Taufik Eka; Suprayogi, Andri; Nugraha, Arief Laila
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.483 KB)

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Semarang merupakan salah satu daerah di Indonesia yang termasuk daerah yang rawan terjadi bencana. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, bencana yang sering terjadi di Kabupaten Semarang yakni tanah longsor, kekeringan, puting beliung, dan banjir.Dalam penelitian ini, telah dilakukan pembuatan pemodelan potensi bencana tanah longsor di Kabupaten Semarang dengan menggunakan metode analisis SIG dan metode skoring dan pembobotan dengan mengacu pada Permen PU No. 22/PRT/M/2007 tentang Pedoman Penataan Ruang Kawasan Rawan Bencana Longsor dan metode Analytical Hierarchy Proccess (AHP) dengan narasumber Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Semarang.Dari Penelitian ini didapatkan hasil berupa, terdapat enam faktor penyebab potensi bencana tanah longsor di Kabupaten Semarang, yaitu tata guna lahan dengan bobot 20% untuk Permen PU dan 0,250 untuk AHP, curah hujan dengan bobot 20% untuk Permen PU dan 0,304 untuk AHP, kelerengan dengan bobot 25% untuk Permen PU dan 0,161 untuk AHP, Jenis Tanah dengan bobot 15% untuk Permen PU dan 0,131 untuk AHP, Keberadaan Sesar dengan bobot 10% untuk Permen PU dan 0,102 untuk AHP, dan Infrastruktur dengan bobot 10% untuk Permen PU dan 0,053 untuk AHP. Selanjutnya dari analisis Overlay peta potensi tanah longsor didapatkan tiga kelas potensi yaitu Tinggi dengan luas 18,641% untuk Permen PU dan  6,635% untuk AHP, Sedang dengan luas 51,455% untuk Permen PU dan 47,167% untuk AHP dan Rendah dengan luas 30,084% untuk Permen PU dan 46,199% untuk AHP. Kata Kunci : AHP, Permen PU, Skoring dan Pembobotan, SIG, Tanah Longsor.  ABSTRACT Semarang District is one of region in Indonesia which included in disaster prone-areas. Data from BPBD Semarang District’s mention that the most frequent disaster in Semarang District are Landslides, Droughts, Waterspouts, and Floods.This research has been conducted to create a modeling of potential landslides in Semarang District using GIS analysis method and Scoring and Weighting Method which refers to Permen PU No. 22/PRT/M/2007 on Guidelines Spatial Landslides Prone Areas and Analytical Hierarchy Proccess (AHP) method with the speaker is Section Chief of Prevention and Preparadness BPBD Semarang District.From this research showed there were six potential factors causing Landslides in Semarang District, that were Land Use with a weight of 20% for Permen PU and 0,250 for AHP, Precipitation with a weight of 20% for Permen PU and 0,304 for AHP, Slope with a weight of 25% for Permen PU and 0,161 for AHP, Soil Types with a weight of 15% for Permen PU and 0,131 for AHP, Presence Fault with a weight of 10% for Permen PU and 0,102 for AHP, and Infrastructure with a weight of 10% for Permen PU and 0,053 for AHP. Furthermore, from the Overlay analysis of potential landslides map obtained three classes of potential that were, High Potency with an area of 18,641% for Permen PU and 6,635% for AHP, Medium Potency with an area of 51,455% for Permen PU and 47,167% for AHP, and Low Potency with an area of 30,084% for Permen PU and 46,199% for AHP. Keywords : AHP, Permen PU, Scoring and Weighting, GIS, Landslides
PEMANFAATAN SIG UNTUK MONITORING KEBOCORAN JARINGAN PIPA PDAM DI KABUPATEN DEMAK Herlin A., Rr. Yossia; Nugraha, Arief Laila; Kahar, Sutomo
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.586 KB)

Abstract

Kebocoran memang merupakan masalah yang umum dihadapi oleh PDAM. Di Indonesia tingkat kebocoran air pada saluran distribusi PDAM saat ini masih cukup tinggi yaitu diantara 20-30% di tiap daerah. Penanganan kebocoran sangat berkaitan erat dengan informasi jaringan yang kemudian disajikan ke dalam SIG (Sistem Informasi Geografis) sebagai representasi informasi pemetaan jaringan pipa distribusi di PDAM secara geometris.Untuk mendapatkan SIG jaringan pipa distribusi PDAM, dilakukan pemetaan jaringan distribusi pipa menggunakan GPS navigasi dan didukung atribut-atribut informasi perpipaan seperti diameter dan panjang pipa. Selanjutnya untuk menganalisis jaringan distribusi pipa menggunakan software EPANET 2.0, dari kedua metode tersebut dapat dianalisis kondisi jaringan eksisting yang ada untuk mengetahui daerah yang mengalami rawan kebocoran.Hasil yang diperoleh dari analisis EPANET jaringan pipa eksisting (kondisi jam puncak), mengalami pressure tertinggi sebesar 59,91 m, head tertinggi sebesar 89,92 m 2, flow (debit aliran) tertinggi sebesar 8,54 LPS, velocity (kecepatan aliran) tertinggi sebesar 0,92 m/s, Unit headloss (kehilangan tekanan) tertinggi sebesar 35,70 m/km. Hasil simulasi EPANET disajikan pada SIG berupa peta jaringan distribusi dan perhitungan kebocoran dengan membandingkan jumlah air distribusi dan air terjual, yang menunjukkan tingkat kehilangan air/kebocoran tertinggi pada tahun 2012 terdapat pada bulan Desember yaitu sebesar 10785 m3 dan pada tahun 2013 terdapat pada bulan Januari yaitu sebesar 6298 m3.Kata kunci: Kebocoran, PDAM, SIG, EPANET
APLIKASI TERRESTRIAL LASER SCANNER UNTUK PEMANTAUAN DEFORMASI BANGUNAN (STUDI KASUS : TANGKI KLARIFIER PDAM KOTA SEMARANG) Muzaka, Rifqi Najib; Suprayogi, Andri; Nugraha, arief Laila
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1388.144 KB)

Abstract

ABSTRAK Teknologi Terrestrial Laser Scanner saat ini telah berkembang di bidang pemetaan. Dengan kelebihan yang ditawarkan oleh alat tersebut adalah kecepatan pengambilan data yang tinggi, tingkat akurasi yang tinggi dan ekonomis. Salah satu pemanfaatan teknologi Terrestrial Laser Scanner ini adalah untuk pemantauan terhadap deformasi dari bentuk bangunan. Dengan memanfaatkan data As Built Drawingsebagai data awal dan data Terrestrial Laser Scanner sebagai data terbaru.Pemantauan deformasi bentuk dilakukan dengan mengkaji perbandingan bentuk dari keadaan lampau bangunan dengan kondisi existing bangunan.Pada penelitian ini menggunakan FARO Laser Scanner Focus 3D Dengan dimensi 24x20x10 cm dan berat hanya 5 kg. Alat ini memiliki sudut ukuran horizontal sebesar 305o dan vertikal 360o. Pada penelitian ini scanning dilakukan terhadap salah satu aset dari PDAM Tirta MoedalKotaSemarang yakni tangki klarifier yang dikelola oleh divisi produksi PDAM Tirta MoedalKotaSemarang. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan scanning sebanyak 23 kali scanning terhadap dua tangki yang diberi kode IPA III dan IPA IV. Kemudian setelah data scanning diperoleh,  data tersebut diolah dengan menggunakan software Scene 5.2. Dengan berdasarkan pada gambar desain As Built Drawing yang dimiliki oleh PDAM Tirta MoedalKotaSemarang kemudian dapat dilakukan pengolahan sebagai pembanding mengenai kajian deformasi bangunan.Deformasi bentuk bangunan yang terjadi pada tangki yang di deteksi pada tangki PDAM Tirta MoedalKotaSemarang adalah rata-rata tinggi tangki 0,062m lebih panjang dan memiliki diameter rata-rata 0,092 m lebih panjang daripada gambar rencana As Built Drawing nya pada tangki unit IPA III. Serta, pada tangki unit IPA IV memiliki perbedaan tinggi rata-rata lebih pendek 0,025m diameter rata-rata lebih panjang 0,003 m, Serta pada tabung tangki IPA IV lainnya tinggi rata-rata lebih tinggi 0,054 m dan diameter rata-rata 0,022 m lebih pendek dari desain rencana atau As Built Drawing nya.Kata Kunci : Terrestrial Laser Scanner, As Built Drawing, Deformasi BangunanABSTRACTTerrestrial Laser Scanner technology has developining on mapping sector now. With high speed recording data, high accurate, and economical it was offered the advantage. One of terrestrial laser scanner utilization is for monitoring deformation shape of building. Usage the as built drawing data monitoring of deformation shape can detected. With inspecting past shape building and existing shape building condition. This research was using FARO Laser Scanner Focus 3D with dimension 24x20x10 cm and weight only 5 kg. This instrument has horizontals angle measurement in the around of  305o and 360 o at the vertical angle. At this research scanning process has been done toward one of Tirta Moedal Semarang City Water Company asset, the klarifier water tank has been managed by production division of Tirta Moedal Semarang City Water Company. Collecting research data has been scanning almost 23 times towards both of the tank wich has been coded IPA III and IPA IV. Then after scanning data was obtained, and processed by Scene 5.2 software. And then based on as built drawing design was obtained from Tirta Moedal Semarang City Water Company can do comparison processed related building deformation study. Deformation of building shapes have occurred on klarifier tank and detected on klarifier tank of Tirta Moedal Semarang City Water Company. Building deformation has detected high about 0,062 m longer than as built drawing and has diameter about 0,092 m longer than the as built drawing design of IPA III unit. At IPA IV tank unit has different high 0,025 m shorter than the as built drawing, and about 0,003 m longer than  as built drawing of IPA IV unit. And at the other IPA IV tank has height about 0,054 m and diameter about 0,022 m shorter than the as built drawing design.Keywords : Terrestrial Laser Scanner, As Built Drawing, Building deformation
APLIKASI PERSEBARAN ALUMNI TEKNIK GEODESI UNIVERSITAS DIPONEGORO BERBASIS WEBGIS Anarullah, Rizqie; Yuwono, Bambang Darmo; Nugraha, arief Laila
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.38 KB)

Abstract

ABSTRAKProgram Studi Teknik Geodesi Universitas Diponegoro yang berdiri sejak tahun 2005 telah menghasilkan alumni yang memiliki kemampuan dalam bidang survei dan pemetaan. Alumni tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan bekerja di berbagai instansi pemerintah maupun swasta. Untuk menunjang sistem pendataan alumni Teknik Geodesi Universitas Diponegoro maka dibutuhkan sebuah aplikasi yang dapat mempermudah dalam mendata dan mengetahui persebaran alumni tersebut. Sehingga dapat memberikan informasi tentang lowongan pekerjaan dengan cara berinteraksi secara langsung antar alumni.Aplikasi Persebaran Alumni Teknik Geodesi Universitas Diponegoro (selanjutnya akan disebut PATG) diharapkan dapat mencakup semua kebutuhan tersebut. Dalam pembangunan aplikasi ini dimulai dengan studi literatur dimana mempelajari penelitian dengan kajian yang sama, kemudian mengumpulkan data atribut dari alumni, mengolah data, pembuatan basis data MySQL untuk menampilkan peta persebaran alumni.  Hasil dari penelitian berupa aplikasi persebaran alumni Teknik Geodesi Universitas Diponegoro berbasis webGIS yang menampilkan persebaran alumni Teknik Geodesi yang tersebar di seluruh wilayah. Pengujian aplikasi ini menggunakan dua pengujian yaitu uji program dengan hasil bahwa aplikasi ini berhasil diakses dengan web browser Google Chrome, Mozilla Firefox, dan Internet Explorer. Berikutnya adalah uji usability menggunakan kuisioner dengan hasil bahwa aplikasi ini mendapat penilaian 77,2%  untuk keefektifan, 78,25%  untuk kemudahan, dan 76,5% untuk kepuasan. Dengan demikian aplikasi ini dikategorikan aplikasi yang efektif, mudah dan memuaskan.  Kata Kunci : Alumni Teknik Geodesi Universitas Diponegoro, Uji Usability, Webgis ABSTRACTGeodetic Engineering Diponegoro University established since 2005 has produced graduates who have skills in the field of surveying and mapping. Graduates are spread throughout Indonesia and worked in various government and private agencies. To support the data collection system Geodesy Diponegoro University graduate then needed an application that can simplify the record and determine the distribution of the graduates.  That would give information about a vacancy by means of interact directly betweben graduates.Application Distribution Graduates Geodetic Engineering Diponegoro University (called PATG) is expected to cover all these needs. Development of this application begins with a literature study from research with the same study then collected data an attribute of graduates, process data and manufacturing MySQL database to display a map of the distribution of graduates.Results from this research is an application of alumni spread geodetic engineering based Diponegoro University webGIS that displays the distribution of geodetic engineering graduates are scattered throughout the region. This application was tested using two kind tests. First is a test program with the result that the application is successfully accessed with a web browser Google Chrome, Mozilla Firefox and Internet Explorer. Next is a usability test using a questionnaire with the result that the application is assessed for effectiveness 77,2% , 78,25%  for convenience and 76,5% for satisfaction. Thus this application categorized effective application , easy and satisfying. Keywords : Graduates Geodetic Engineering University Diponegoro, Usability Test, WebGIS  *) Penulis, Penanggungjawab
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS IDENTIFIKASI PERSEBARAN POTENSI DAERAH BERBASIS WEB (Studi Kasus : Kab. Jepara) Sari, Ulya Novita; Kahar, Sutomo; Nugraha, Arief Laila
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1288.817 KB)

Abstract

ABSTRAKKabupaten Jepara memiliki banyak potensi daerah di berbagai bidang yang dapat di unggulkan seperti pantai Kartini dan pantai Bandengan, tenun ikat Troso, kerajinan rotan, kerajinan mainan anak, dan yang paling terkenal dari Kab. Jepara adalah furniture dan ukiran. Untuk memaksimalkan upaya pengelolaan potensi yang dimiliki oleh Kab. Jepara ini, diperlukan sistem informasi potensi daerah, yang memuat data spasial dan non spasial dalam satu sistem yang terpadu.Aplikasi SIG identifikasi persebaran potensi daerah berbasis web ini dirancang dengan memanfaatkan data spasial (koordinat x,y,z) yang diperoleh dari survei lapangan dengan GPS Garmin CSx60  dan data non spasial yang diperoleh dari dinas-dinas yang terkait dengan penelitian. Potensi daerah yang dijadikan sebagai objek kajian dalam penelitian ini adalah potensi daerah Kab. Jepara pada lima sektor yaitu pertambangan, pertanian, perikanan, perindustrian dan pariwisata. Peta digital diolah dengan menggunakan Google Maps API. Basis data disusun menggunakan database MySQL dari perangkat lunak PhpMyAdmin.Hasil dari penelitian berupa aplikasi Sistem informasi Geografis berbasis web yang menampilkan potensi daerah dari kabupaten Jepara dalam lima sektor dengan 14 potensi pada sektor Pertambangan, 8 potensi pada sektor Pertanian, 13 potensi pada sektor Perikanan, 14 potensi pada sektor Perindustrian dan 16 potensi pada sektor Pariwisata yang dapat diakses oleh masyarakat luas melalui internet. Dengan pemanfaatan teknologi internet diharapkan akan mempermudah masyarakat memperoleh informasi hasil potensi daerah di Kab. Jepara.Kata kunci : Potensi Daerah, WebGIS, spasial, non spasial ABSTRACTJepara distric has a lot of potential area such as Kartini beach, Bandengan beach, Troso’s weaving, rattan craft, toys craft, and the most famous regional potency of Jepara district is furnicure an carvings. An information system that presents spatial data and non spatial data of potential area in one integrated system is very needed to maximize the management of potential area effort.Web-based GIS application of identification potential distribution area is was built by utilizing the spatial data (x,y,z coordinat) from field survey with GPS Garmin CSx60 and the non-spatial data  from government offices that assosiated with this research. Regional potency that used as the object of study in this research is the potential area of Jepara district in five sectors, namely mining, agriculture, fisheries, industry and tourism. Digital maps was processed using the Google Maps API. Database were ordered by using database MySQL from PhpMyAdmin software.This research produces an applications of web-based GIS that provide information about identification of potential area distribution from Jepara district. In this application there are 14 potency in mining sector, 8 potency in agricultural sector, 13 potency in fisheries sector, 14 potency in industrial sector, and 16 potency in tourism sector that can be access by publics using internet. Key word : Web-based GIS, potential area, spatial data, non-spatial data
Co-Authors Abdi Sukmono Abdi Sukmono, Abdi Adhelina Rinta Iswari Adi Nur Ikhsan Aditya Dharmawan Afriyanto Afriyanto Afriyanto Afriyanto Agung Setiawan Ahmad Daniyal Ahmad Shofiyul Huda Alfien Rahmenda Amalia Permata Dewi, Amalia Permata Anang Ikhwandito Andini Riski Oktaviani Andri Suprayogi Anisa Rachmawati, Anisa Annisaa Cahyaningsih Ar Rafi, Naufal Hisyam Arco Triady Ujung Arga Fondra Oksaping ARGNES DIONANDA RESZA PRADIPTA Arkham, Ivan Fandilla Aulia Arkham Arliandy Pratama Arwan Putra Wijaya Avianta Anggoro Santoso Awwaluddin, Moehammad Ayu Sulistyaningtyas, Sekar Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bondan Arum Kusumahati Briandana Januar Aji Gunadi Brinton Patuan Sitorus Cahya Wisuda Hukama Chairunisa Afnidya Nanda Dede Handoko DEDI SETYAWAN Dewi Shinta Septifany Dhuha Ginanjar Bayuaji Dian Triandini Nurcahyo Diqja Yudho Nugroho Dyah Widyaningrum Elceria Susanti Extiana, Kiky Fadhilla Shara Denafiar Fajri Ramadhan Fanni Kurniawan Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Fauzi Janu Ammarohman Febrian Pramana Putra Fida Wulan Istiaji Fina Faizana Frizani, Defanny Elsa Ghinaa Rahda Kurnila Habib Azka Ramadhani Hadi Winoto Hadi, Firman Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Handoko Dwi Julian Hani'ah . Haniah Haniah Hani’ah Hani’ah Hanifudin, Faiz HARDIAN ASTIANINGRUM Hartomo Haryo Kuncoro Hayuningsih, Dwi Mastuti Hilman Djalu Sadewo Hutagalung, Christovel Mangaratua Ibrohim Shiddiq Ika Rahayu Wulansari Imam Mudita Inessia Umi Putri INNEKE ASTRID PITALOKA Irfan Tri Anggoro Izzudin Al Qossam Jalu Tejo Nugroho, Jalu Tejo Johan Wisma Anggoro Kemas Abdul Fatah Kevin Dio Maldini Khofifatul Azizah Kindy Ibrahim Hari L M Sabri Laode M Sabri Latifah Rahmadany Lingga Hascarya Prabandaru Lolita, Diaz Amel LUKMAN MAULANA ABDILLAH LUTHFI RAHMANDHANI Maharani, Raden Roro Kingkin Meiska Firstiara Maudi Mia Anggorowati Karomah Mochammad Imron Awalludin Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Mohammad Faiz Ilhami Muhammad Adnan Yusuf, Muhammad Adnan Muhammad Agam Cakra Donya Muhammad Bagus Salim Muhammad Hanif Abdurrahman Muhammad Sandhi Lazuardi Mustaqim, Alfiyan Nanda Dewi Arumsari Naryoko Naryoko Nastiti Asrining Hartri Naufal Humam Manshur Nella Wakhidatus Nella Wakhidatus Sholekhah Nisrina Niwar Hisanah NOVAYA NURUL BASYIROH Nugrahanto, Prasetyo Odi Nur Fajar Nafiah Nurhadi Bashit Nurmalasari, Cici Nurrahmawati Nurrahmawati Nyoman Winda Novitasari Olivia Sinaga Pardjono, P. Pradipta, Carlo Purba, Agantry Putri Auliya Qoaruddin Qomaruddin Rachmawati, Ekha Raditya Wahyu Utomo Rahmat Randy Valdika Ramadhan Susilo Utomo Resi Diansismita Resti Winda Ratriana Rida Hilyati Sauda Ridwan Ageng Ashari Rifqi Najib Muzaka Rintyas Chandra Irawan Rizqi Umi Rahmawati Rizqie Anarullah, Rizqie Rochim, Vianka - Rofi'i, Nur Izha Jannah Rosika Dyah Pratiwi Rr. Yossia Herlin A. Sabda Lestari Sabri, L.M Sabri, L.M. Safira Devi Kirana Sandy Yudistira Mahardika, Sandy Yudistira sari, Cici Nurmalasa Sartika Sartika Sawitri Subiyanto Sendy Brammadi Septiningdiah, Dara Jati Setiaji, Krisna Shindy Mariska Zulkarnain Siti Haeriah Stella Purnomo Sutomo Kahar Sutomo Kahar Syarifah Mayda Az Zahrotun Nisa Taufik Eka Ramadhan, Taufik Eka Tiara Toyyibatul Arofah Tistariawan, Adji Chandra Tri Adi Hermawan Tri Afiebbawa Exactanaya Tristianti, Nova Ulya Novita Sari Uman Kertanegara Vinsensia Hutagaol Viona Yashinta Viradhea Gita R. L. Wahyu Adi Yuliyanto Wakhidatus, Nella Wibisana, Alyawan Satrio Wildan Ryan Irfana Wisnu Wahyu Wijonarko Wiwik Levitasari Yanies Meiyanti Yesi Monika Manik Yoga Kencana Nugraha Yolanda Margaretha Mulder Yose Rinaldy N Yovi Adyuta Isdiantoro Yudo Prasetyo Yuliansyah Rachman Nur Rizky Zuraidha, Riza Nur