Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR DI KOTA SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN DATA OPEN STREET MAP (OSM) DAN INASAFE Viona Yashinta; Arief Laila Nugraha; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.279 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Semarang termasuk kota besar dengan jumlah penduduk yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Salah satu permasalahan yang sering terjadi setiap tahunnya adalah masalah banjir. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, pada tahun 2018 terdapat 36 kejadian bencana banjir yang jumlahnya meningkat sejak dua tahun terakhir. Pada tahun 2016 terdapat 30 kejadian banjir serta 28 kejadian banjir pada tahun 2017. Bencana banjir tidak hanya berakibat kerusakan fisik bangunan rumah dan sarana prasarana umum, tetapi juga terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.Salah satu upaya untuk mengurangi kerugian adalah mengidentifikasi kawasan rawan banjir dan dampaknya menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini menggunakan perangkat lunak QGIS dengan plugin InaSAFE serta menggunakan data dari Open Street Map (OSM). Pemetaan daerah rawan banjir Kota Semarang menggunakan dua metode yaitu Atlas BMKG dan SNI 8197 tahun 2015. Kedua metode tersebut dibandingkan dan diambil salah satu diantaranya yang merupakan metode terbaik. Metode terbaik didasarkan dari validasi data kejadian banjir tahun 2018 dari BPBD dan data lapangan. Identifikasi bangunan dan infrastruktur jalan terpapar diproses menggunakan plugin InaSAFE.Kesesuaian model rawan banjir Kota Semarang 97,84% untuk model rawan banjir atlas BMKG dan 76,29% untuk model rawan banjir metode SNI. Model rawan banjir Kota Semarang menggunakan metode atlas BMKG menghasilkan tingkat rawan banjir rendah seluas 12.541,1 Ha. Tingkat rawan banjir menengah seluas 16.368,7 Ha. Tingkat rawan banjir tinggi seluas 10.176,1 Ha. Kecamatan dengan daerah terpapar rawan banjir tinggi adalah Kecamatan Pedurungan dengan luas rawan banjir tinggi 1.911,9  Ha yang merupakan 87,234% dari keseluruhan luas Kecamatan tersebut. Jumlah bangunan yang terpapar rawan banjir sebanyak 243.114 bangunan. Jalan utama Kota Semarang yang terpapar rawan banjir sebanyak 30 ruas jalan dan jenis jalan regional sebanyak 44 ruas jalanKata Kunci : Atlas BMKG, Banjir Kota, InaSAFE, Open Street Map, SNI 8197ABSTRACTSemarang is a big city with a fast-growing population that continues to increase every year. One problem that often occurs every year is the problem of flooding. Based on the data from the Semarang City Disaster Management Agency (BPBD), in 2018 there were 36 flood disasters, the number has increased since the last two years. In 2016 there were 30 flood events and 28 flood events in 2017. The flood disaster not only caused physical damage to buildings or structures and public infrastructure but also disrupted social and economic activities of the community.To prevent a big damage from flood disaster is to identify flood hazard areas and their exposure using Geographic Information Systems (GIS). This research will use QGIS InaSAFE plugin and use the data from Open Street Map (OSM). There will be a comparison between the results of flooding hazard mapping using the Atlas BMKG method and SNI 8197 of 2015 method and one of them is taken as the best method. The best method is based on the validation process using 2018 flood disasters data from BPBD and field survey. Furthermore, determining the number of buildings and flood-affected roads will be processed using the InaSAFE plugin.The suitability of Semarang's flood hazard model using the Atlas BMKG method is 97,845%, and 76,293% using the SNI flood hazard models method.The Semarang City flood hazard model using the Atlas BMKG method produced a low flood hazard level of 12.541,1 Ha. The level of medium flood hazard is 16.368,7 Ha. High level of flood hazard area is 10.176,1 Ha. Subdistrict that is most exposed to high level flood hazard is Pedurungan District with 1.911,9 Ha which represents 87,234% of the total area of Pedurungan District. The number of buildings exposed to flood hazards is 243.114 buildings. The roads in Semarang City that are exposed to the flood hazard are 26  primary roads and 44 secondary roads. Key Words: Atlas BMKG, City Flood, InaSAFE, Open Street Map, SNI 8197
KAJIAN PEMETAAN KERENTANAN KOTA SEMARANG TERHADAP MULTI BENCANA BERBASIS PENGINDRAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Dede Handoko; Arief Laila Nugraha; Yudo Prasetyo
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1585.397 KB)

Abstract

ABSTRAK Kota Semarang merupakan salah satu daerah di Indonesia yang termasuk ke dalam daerah yang rawan terjadi bencana. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu kajian mitigasi terhadap multi bencana di Kota Semarang. Aspek terpenting dalam mitigasi bencana adalah penilaian terhadap kerentanan wilayah berpotensi rawan bencana. Dan metode yang dapat digunakan dalam pengkajiannya adalah kombinasi dari metode Pengindraan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG).Acuan yang digunakan dalam penilaian dan pembobotannya adalah Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko. Terdapat empat parameter penilaian yaitu, parameter kerentanan sosial, kerentanan ekonomi, kerentanan fisik dan kerentanan lingkungan. Proses pembuatan peta, tumpang tindih, penilaian dan pembobotan serta analisis SIG diproses menggunakan perangkat lunak ArcMap.Berdasarkan hasil analisis pemetaan kerentanan sosial diketahui bahwa 92,10% dari jumlah kelurahan di Kota Semarang memiliki tingkat kerentanan sosial tinggi, 6,21% berkerentanan sosial sedang dan sisanya 1,69% berkerentanan sosial rendah. Berdasarkan hasil analisis kerentanan ekonomi diketahui sebesar 39,231% dari luas total Kota Semarang berkerentanan ekonomi tinggi, sebesar 0,012% berkerentanan sedang dan sebesar 60,758 berkerentanan ekonomi rendah. Dari hasil analisis kerentanan fisik diketahui bahwa 2,31% dari luas Kota Semarang berkerentanan fisik tinggi, sebesar 38,51% berkerentanan sedang dan sisanya 59% berkerentanan fisik rendah. Berdasarkan hasil analisis kerentanan lingkungan diketahui bahwa 53,35% dari luas parameter lingkungan adalah hutan alam, 0,28% adalah hutan lindung, 46,01% adalah hutan mangrove, 0,35% adalah rawa dan 0,01% adalah semak belukar. Berdasarkan hasil analisis pemetaan kerentanan Kota Semarang terhadap multi bencana diketahui bahwa 32,19% dari luas Kota Semarang berkerentanan tinggi, 64,54% dari luas Kota Semarang berkerentanan sedang dan sisanya 3,27% berkerentanan multi bencana rendah.Kata Kunci : Bencana, Kerentanan, Kota Semarang, Tumpang tindih ABSTRACT Semarang city is one of the most vulnerable cities to natural disaster occurence in Indonesia. Based on the data, there needs to be a mitigation study towards the multi-disaster in Semarang city. The most prominent aspect in disaster mitigation is the assessment to susceptibility of the natural disaster vulnerable region. The methods which could be used in the study are Remote Sensing method and Geographic Information System method (GIS).The reference used in the assessment and the weighting was Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pedoman Umum Pengkajian Resiko. There are four assessment parameters, such as social vulnerability parameter, economic vulnerability, physical vulnerability, and environmental vulnerability. The mapping process, overlapping, assessment, weighting, and GIS analysis were processed using ArcMap software.By the result of mapping analysis to social vulnerability, 92.10% of the total districts in Semarang city has a high social vulnerability level, 6.21% medium social vulnerability, and the rest of 1.69% are the villages with low social vulnerability level. By the result of economic vulnerability analysis, 39.231% of Semarang city’s total area has high economic vulnerability, 0.012% has medium vulnerability, and 60.758% has low economic vulnerability. From the result of physical vulnerability, 2.31% of Semarang city’s total area is highly vulnerable, 38.51% has medium vulnerability, and the rest of 59% has low vulnerability. According to the result of environmental analysis, 53.35% of the total environmental parameter are natural forests, 0.28% are preserved forests, 46.01% are mangrove forests, 0.35% are swamps, and 0.01% are bushes. In regards to the result of Semarang city’s vulnerability mapping analysis to multi-disaster, 32.19% of Semarang city’s total area is highly vulnerable, 64.54% has medium vulnerability level, and 3.27% has low vulnerability level to multi-disaster.Keywords : Disaster, Overlay, Semarang City, Vulnerability
ANALISIS PENGARUH POLA PERUBAHAN LAHAN AKIBAT PERPINDAHAN RUANG PUBLIK TERHADAP ZONA NILAI TANAH DI KECAMATAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG Adi Nur Ikhsan; Bambang Sudarsono; arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Semarang memiliki alun-alun sebagai ruang publik di Kecamatan Ungaran Timur, tepatnya di Kelurahan Sidomulyo. Namun pada tahun 2011 sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Semarang, ruang publik yang semula di Kelurahan Sidomulyo, dipindahkan ke Kelurahan Kalirejo. Hal ini akan berpengaruh terhadap meningkatnya aktifitas masyarakat yang akan mengakibatkan terjadinya perubahan penggunaan lahan. Tentu saja akibat dari perubahan penggunaan lahan tersebut adalah perubahan nilai/harga tanah, sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai perubahan penggunaan lahan dan pengaruhnya terhadap perubahan nilai tanah.Penelitian ini menggunakan citra tahun 2009, citra tahun 2013, dan Peta Tata Guna Lahan Kabupaten Semarang tahun 2011. Data tersebut digunakan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan tahun 2009-2014. Selanjutnya analisis perubahan nilai tanah menggunakan peta zona nilai tanah hasil data transaksi dan penawaran survei lapangan tahun 2009 dan 2014. Dari hasil tersebut, dilakukan analisis perubahan penggunaan lahan terhadap zona nilai tanah yang dikaitkan dengan pengaruh perpindahan alun-alun di Kecamatan Ungaran Timur.Hasil analisis dalam penelitian ini yaitu, terjadi perubahan penggunaan lahan tertinggi yang terdapat pada zona 40 dengan perubahan penggunaan lahan tegalan/ladang menjadi tanah kosong sebesar 11,87 ha. Namun kenaikan harga tanah tertinggi tidak terletak pada zona tersebut melainkan terletak pada zona 28 sebesar Rp. 2.726.000 /m². Hal ini dapat dianalisis karena zona 28 merupakan lokasi perpindahan ruang publik yang baru (alun-alun baru Bung Karno), sehingga wajar jika kenaikan harga tanah tertinggi terletak pada zona tersebut. Kata Kunci : Zona Nilai Tanah, Perubahan Lahan  ABSTRACT Semarang Regency has a plaza or square as a public space in the District of East Ungaran, precisely in the Village Sidomulyo. But in 2011 according to the Medium Term Development Plan (RPJMD) of Semarang Regency, a public space that was originally in the Village Sidomulyo, moved to Village Kalirejo. This will increase the activity of the community that would result in changes in land use. As the result, there will be changes in the value or price of land, so it is necessary to research on land use changes and its effects on the value of land changes.This study used the satellite image of the year 2009 and 2013, and the map of Semarang Regency’s land use in 2011 to analyze its changes in 2009-2014. To analyse the changes in the value of land, the zone map of land values is used resulted from data transactions and field surveys offers in 2009 and 2014. From these result, an analysis of land use changes on land value zone associated with the effect of displacement of the square to East Ungaran District.The result of this these study is the location of maximum changes in land use is zone 40 with changes in land use fields into a wasteland of 11.87 ha. However, the highest increase in the price of land is not located in the same zone. It lies in zone 28 with the change of value by Rp. 2,726,000 /m². It can be concluded that zone 28 is the new location of the public space (Bung Karno New Square), so it is rational that the zone has the highest price of land increase. Keywords : Value of Land Zones, Land Changes *) Penulis, Penanggung Jawab
APLIKASI PERSEBARAN LOKASI PENELITIAN MAHASISWA TEKNIK GEODESI UNDIP BERBASIS WEBGIS Ramadhan Susilo Utomo; Arief Laila Nugraha; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.717 KB)

Abstract

ABSTRAK Setiap mahasiswa yang ingin melaksanakan tugas akhir sehingga mencari sumber-sumber, studi literatur yang ingin dikaji mempunyai peranan penting dalam upaya memberikan informasi mengenai penelitian. Penyediaan informasi mengenai persebaran penelitian dan sistem jurnal penelitian kepada mahasiswa sangat dibutuhkan maka dibuatlah sebuah aplikasi yang dapat mempermudah dalam mencari referensi-referensi penelitian dan mengetahui persebaran lokasi penelitian tersebut. Aplikasi Persebaran Lokasi Penelitian Teknik Geodesi Universitas Diponegoro (selanjutnya akan disebut LPTG yang dapat diakses pada www.lptg.xyz) diharapkan dapat memenuhi semua kebutuhan tersebut. Aplikasi ini dibuat menggunakan framework Laravel, database menggunakan MySQL dan peta dasar CartoDB. Hasil akhir penelitian berupa aplikasi persebaran lokasi penelitian mahasiswa Teknik Geodesi Universitas Diponegoro dan sistem jurnal Geodesi berbasis WebGIS. Persebaran penelitian sebanyak 580 lokasi terdiri dari lingkup ruang lingkup kabupaten persebaran penelitian sebanyak 78 lokasi dengan 251 jumlah penelitian, pada kota persebaran penelitian sebanyak 20 lokasi dengan 288 jumlah penelitian, pada perairan persebaran penelitian sebanyak 11 lokasi dengan 16 jumlah penelitian, kedua ruang lingkup provinsi persebaran penelitian sebanyak 8 lokasi dengan 15 jumlah penelitian, ketiga ruang lingkup pulau persebaran penelitian sebanyak 4 lokasi dengan 6 jumlah penelitian dan keempat ruang lingkup nasional terdapat 4 jumlah penelitian. Hasil uji usability didapatkan dengan hasil penilaian efektivitas sebesar 88,40% dan efisiensi sebesar 88,57% dan hasil uji sistem bahwa aplikasi dapat diakses pada Google Chrome, Mozilla Firefox dan Internet Explorer. Kata Kunci : Tugas Akhir, Jurnal, Lokasi penelitian, WebGIS, CartoDB, LPTG, Uji Usability. ABSTRACT Every college student who wants to carry out the final project looking for sources, the study of literature to be studied has an important role in efforts to provide information about research. Providing information about the distribution of research and the research journal system to college students is needed so an application made that can facilitate the search for research references and find out the distribution of the research location. Application distribution of research location Diponegoro University Geodetic Engineering (hereinafter referred to as LPTG which can be accessed at www.lptg.xyz) is expected to meet all these needs. This application was created using the Laravel framework, a database using MySQL and CartoDB base maps. The final result of the research is the application distribution of research locations Diponegoro University Geodesy Engineering students and the Geodesy journal system based WebGIS. The distribution of research as many as 580 locations, consist from  scope of the Regency distribution of research as many as 78 locations with 251 number of studies, in the City of the research distribution as many as 20 locations with 288 number of studies, in the waters of the research distribution as many as 11 locations with 16 number of studies, secondly the scope Province of the research distribution as many as 8 locations with 15 the number of studies, third the scope Island of the research distribution as many as 4 locations with 6 the number of studies and fourth National scope there are 4 the number of studies. Usability test obtained with result  88.40% effectiveness, 88.57% efficiency and system test results that applications can be accessed on Google Chrome, Mozilla Firefox and Internet Explorer.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS JALUR KONDUSIF BERSEPEDA DI KOTA SEMARANG BERBASIS WEB Dian Triandini Nurcahyo; Arief Laila Nugraha; Haniah Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.354 KB)

Abstract

ABSTRAK                 Bersepeda merupakan salah satu alternatif transportasi yang murah dan ramah lingkungan. Di Kota Semarang sendiri sudah tersedia jalur khusus untuk para pesepeda. Namun sayangnya informasi tersebut belum banyak diketahui orang. Dengan memanfaatkan sistem informasi geografis berbasis web atau yang biasa disebut WebGIS ini masyarakat dapat mengetahui jalur mana saja yang merupakan jalur bersepeda yang kondusif untuk melakukan kegiatan bersepeda tersebut sesuai dengan parameter yang telah ditentukan.Untuk mengklasifikasikan jalur kondusif bersepeda, diperlukan beberapa data seperti data ketinggian, peta jaringan jalan, data pengukuran GPS jalur sepeda, serta data kualitas udara ambien Kota Semarang. Seluruh data tersebut diolah dengan menggunakan pembobotan. Setelah itu baru didapatlah klasifikasi jalur kondusif bersepeda. Untuk informasi tambahan, pada peta ini juga diberikan data fasilitas umum seperti rumah sakit, SPBU, dan minimarket di sepanjang jalur bersepeda. Hasil dari klasifikasi tersebut disajikan dalam bentuk website. Untuk membuat website terlebih dahulu dibuat geodatabase guna menyimpan data-data. Selanjutnya dilakukan pendesainan web dan mulailah perancangan web tersebut. Baru setelah itu web tersebut dapat diupload sehingga bisa dilihat oleh semua orang.Hasil dari penelitian ini adalah sebuah website yang berisikan informasi-informasi mengenai aktivitas bersepeda serta Peta Jalur Kondusif Bersepeda Kota Semarang yang telah diintegrasikan dengan Google Maps API sehingga dapat dilihat oleh semua orang. Adapun alamat dari website tersebut adalah http://gis-bikersemarang.com. Setelah dilakukan pengujian usability terhadap web tersebut, didapatkan hasil untuk komponen efektivitas sebesar 82,22%, komponen efisiensi sebesar 85,83% dan komponen kepuasan sebesar 83,06% Kata Kunci : Google Maps API, WebGIS, Jalur Kondusif Bersepeda ABSTRACT                 Cycling is one of alternative transportation which is cheap and eco friendly. In Semarang itself there is already several bike lane available for cyclists. But unfortunately this information is not widely known. By utilizing a web-based geographic information systems or so-called WebGIS, society can know which paths are the bike lanes. They can tell which lanes are conducive to cycling activities in accordance with predetermined parameters.To classify conducive bike lane, some data was needed, such as height data, map of the road network, GPS measurement data of bike lane, as well as ambient air quality data of Semarang. All data is processed by using scoring. After that we will get conducive classification of bike lane. For additional information, the map also has public facilities data such as locations of hospitals, gas stations, and minimarkets along the bike lane. The results of the classification is presented in the websites. To create a website, first a geodatabase has to be made to store the data. After that, sketch the design of the web and then programming it. Only after that then the web can be uploaded so it can be seen by everyone.The results from this study is a website that contains information about activity of cycling and Conducive Bike Lanes Map in Semarang. The map in this web has been integrated with Google Maps API so it can be seen by everyone. The address of the website is http://gis-bikersemarang.com. After doing usability test to this web, the result for effectiveness component is 82,22%, efficiency component is 85,83%, and satisfaction component is 83,06%. Keywords : Conducive Bike Lane, Google Maps API, WebGIS  *) Penulis Penanggung Jawab
ANALISIS POTENSI PERUNTUKAN LAHAN APARTEMEN MENGGUNAKAN METODE FUZZY ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (STUDI KASUS: BAGIAN WILAYAH KOTA (BWK) I KOTA SEMARANG) Resi Diansismita; Moehammad Awaluddin; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPeningkatan kebutuhan perumahan di Kota Semarang tidak hanya disebabkan oleh aktivitas perdagangan, jasa, perkantoran, dan perindustriannya. Oleh karena itu, salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi kebutuhan perumahan pada lahan yang semakin terbatas yaitu melakukan pembangunan apartemen. Pembangunan apartemen wajib mempertimbangkan dan memilih lokasi dengan tepat agar kegiatan dalam perkotaan dapat berlangsung secara produktif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian potensi lahan apartemen di Bagian Wilayah Kota (BWK) I Kota Semarang menggunakan metode weighted overlay dan pembobotan menggunakan Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP). Adapun kriteria yang digunakan yaitu kemiringan lahan dengan bobot 19%, daerah potensi banjir 16%, harga lahan 14%, jaringan air bersih 12%, jenis tanah 9%, jaringan jalan 8%, ketersediaan angkutan umum 7%, sarana pendidikan 7%, sarana kesehatan 6%, pusat perbelanjaan 2%. Hasil kesesuaian potensi lahan untuk pembangunan apartemen di BWK I Kota Semarang untuk klasifikasi Sesuai (S2) terdapat 85,60% dari total luas wilayah BWK I Kota Semarang yaitu seluas 1.464,86 ha. Sedangkan, klasifikasi Cukup Sesuai (S3) terdapat 14,40% dari total luas wilayah BWK I Kota Semarang yaitu seluas 246,50 ha. Hasil kesesuaian lahan yang telah diperoleh dilakukan intersect dengan tata guna lahan peruntukan kawasan permukiman, perdagangan dan jasa untuk mendapatkan lokasi alternatif apartemen, kemudian dihasilkan lima pilihan lokasi alternatif untuk pengembangan lokasi properti apartemen di BWK I Kota Semarang dengan prioritas lokasi alternatif secara berturut-turut yaitu Lokasi B, Lokasi E, Lokasi A, Lokasi C, dan Lokasi D. Kata Kunci: Apartemen, Fuzzy AHP, Potensi Lahan, SIG, Weighted Overlay ABSTRACTThe increasing demand for housing in the Semarang City is not only caused by trade, services, offices and industrial activities. Therefore, one of the government's efforts to address housing needs on increasingly limited land is to build apartments. Apartment construction must consider and choose the right location so that urban activities can take place productively and efficiently. This study aims to determine the level of land potential suitability for apartments in BWK I Semarang City using the weighted overlay method and weighting using the Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP). The criteria used are the slope of land with a weight of 19%, a potential flood area 16%, land price 14%, 12% clean water network, 9% land type, 8% road network, 7% availability of public transportation, 7% educational facilities, health facilities 6%, shopping centers 2%. The results of the suitability of land potential for apartment development in BWK I Semarang City for the Suitable classification (S2) are 85.60% of the total area of BWK I Semarang City, which is 1,464.86 ha. Meanwhile, the Sufficiently Suitable classification (S3) is 14.40% of the total area of BWK I Semarang City, which is 246.50 ha. The results of the land suitability that have been obtained are carried out intersect with land use designation for residential areas, trade and services to obtain alternative apartment locations, then produced five alternative location options for the development of apartment property locations in BWK I Semarang City with alternative location priorities in succession, namely Location B, Location E, Location A, Location C, and Location D.
ANALISIS NILAI EKONOMI KAWASAN TAMAN AKTIF KECAMATAN DI KOTA SEMARANG (STUDI KASUS : TAMAN TIRTO AGUNG, TAMAN PARANG KUSUMO, DAN TAMAN SAMPANGAN) Hilman Djalu Sadewo; Arief Laila Nugraha; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKota Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah yang terdiri dari 16 Kecamatan dan 117 Kelurahan dengan perkembangan di sektor pariwisata yang cukup baik. Peningkatan fasilitas umum khususnya taman kota juga menjadi daya tarik bagi masyarakat, dimana hal ini menjadikan taman kota memiliki nilai ekonomi yang didasari atas penilaian responden. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan pendekatan TCM (Travel Cost Method) dan CVM (Contingent Valuation Method) untuk mengukur nilai ekonomi kawasan taman aktif Kota Semarang serta dilakukan analisis perbandingan taman berdasarkan variabel TCM dan CVM. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan penarikan dari responden yaitu non probability sampling dengan teknik yang secara kebetulan ditemui dan melakukan wawancara dengan pengunjung yang datang di taman. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan Nilai Ekonomi Total (TEV) dari perhitungan TCM dan CVM pada ketiga taman yaitu TEV Taman Tirto Agung Rp 111.550.261.883,6; TEV Taman Parang Kusumo Rp 15.074.462.891,2; dan TEV Taman Sampangan Rp 2.368.732.047,6. Kata Kunci: Contingent Valuation Method, Nilai Ekonomi Kawasan, Travel Cost Method, Taman Kota ABSTRACTSemarang City is the capital of Central Java Province which consists of 16 Districts and 117 Sub-Districts with good development in the tourism sector. The increase in public park facilities is also a public attraction, where economic value based on respondents assessment. The method used in this study is TCM (Travel Cost Method) and CVM (Contingent Valuation Method) approach to measure the economic value of the active park area in Semarang City and a comparative analysis of parks based on TCM and CVM variables. Sampling was carried out using non-probability sampling using a technique that happened to be encountered and interviews with visitors who came to the parks. Based on the research conducted, it was obtained the Total Economic Value (TEV) from the TCM and CVM calculations in the three parks, namely TEV of Tirto Agung Park Rp 111.550.261.883,6; TEV of Parang Kusumo Park Rp 15.074.462.891,2; TEV of Sampangan Park Rp 2.368.732.047,6. Keywords: Contingent Valuation Method, Regional Economic Value, Travel Cost Method, Urban Park
Peta Persebaran Industri Batik Di Kota Surakarta Berbasis Website Bondan Arum Kusumahati; Sutomo Kahar; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1482.87 KB)

Abstract

Surakarta atau yang terkenal dengan Solo merupakan salah satu kota di Jawa Tengah. Dilihat dari aspek lalu lintas perhubungan di Pulau Jawa, posisi Kota Surakarta tersebut berada pada jalur strategis yaitu pertemuan atau simpul yang menghubungkan Semarang dengan Yogyakarta (JOGLOSEMAR), dan jalur Surabaya dengan Yogyakarta. Dengan posisi yang strategis ini maka Kota Surakarta menjadi pusat bisnis yang penting bagi daerah kabupaten di sekitarnya.Salah satu bisnis yang paling diminati adalah bisnis industri batik. Batik Surakarta adalah warisan budaya yang menjadi identitas Kota Surakarta. Promosi kebudayaan yang gencar dilakukan oleh pemerintah Kota Surakarta dengan mengadakan beberapa event besar menjadikan industri batik di Kota Surakarta  berkembang pesat dan beberapa diantaranya menjadi objek pariwisata.Penelitian ini menganalisis tentang persebaran industri batik di Kota Surakarta dengan memanfaatkan Google Map dan berbasis Website. Sistem ini dikembangkan dengan menggunakan kerangka website HTML, MySql dengan fitur phpMyAdmin sebagai basis data, dan GPS navigasi sebagai penentuan posisi koordinat.Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa aplikasi persebaran industri batik di Kota Surakarta berbasis website berdasarkan posisi, kemudian dilengkapi dengan peta, produk dan fitur lainnya.Kata kunci : Batik Surakarta, peta persebaran, Web, Google Maps
APLIKASI PEMETAAN MULTI RISIKO BENCANA DI KABUPATEN BANYUMAS MENGGUNAKAN OPEN SOURCE SOFTWARE GIS Briandana Januar Aji Gunadi; Arief Laila Nugraha; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.186 KB)

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerah di wilayah provinsi Jawa Tengah yang masuk dalam kategori rawan bencana, terutama bencana banjir dan tanah longsor.Dengan adanya kondisi tersebut maka dibutuhkan penelitian yang difokuskan pada skala lokal untuk melakukan pemetaan multi risiko bencana banjir dan tanah longsor sebagai upaya mitigasi bencana di Kabupaten Banyumas. Pembuatan peta multi risiko bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Banyumas berbasis sistem informasi geografis (SIG) menggunakan perangkat lunak terbuka Quantum GIS. Metode yang digunakan adalah skoring dan pembobotan, serta tumpang susun (overlay) antar parameter penyusunnya.Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode perkalian matriks VCA diperoleh  nilai kesesuaian sebesar 66,667 % untuk risiko bencana banjir, 77,778 % untuk bencana tanah longsor dan 61,111 % untuk multi risiko bencana banjir dan tanah longsor. Hasil pemodelan multi risiko bencana didapatkan nilai sebesar 51,785 % wilayah Kabupaten Banyumas termasuk kedalam risiko tinggi, 18,960% termasuk kedalam risiko sedang dan 29,255% termasuk kedalam risko rendah terhadap bencana banjir dan tanah longsor. Quantum GIS dapat dijadikan sebagai perangkat alternatif untuk pengolahan SIGwalaupun masih terdapat kekurangan dalam analisis data dengan format vektor yaitu tidak dapat melakukan penggabungan (union) lebih dari dua shape file. Kata kunci: banjir, peta multi risiko bencana,tanah longsor, Quantum GIS,SIG,  ABSTRACT Banyumas regency is one of regions in Central Java province that is categorized as prone disaster, especially floods and landslides. With these sort of conditions, research is needed that focuses on local scale to conduct multi risk mapping of flood and landslide disasters as an effort to mitigate the disaster in Banyumas regency. Multi risk map of flood and landslide disasters in Banyumas regency made based on Geographical Information System (GIS) using open source software called Quantum GIS. The method used are scoring and weighting, along with overlays between the constituent parameters. From a research using the VCA matrix multiplication, congruity value as much as 66,667% risk of flood, 77,778% risk of landslide and 61,111% against multi risk disasters of flood and landslide. The modeling results of multi risk disasters obtained 51,785% of the area in Banyumas regency is highly at risk disasters, 18,960% is moderately at risk and 29,255% is low at risk of flood and landslide disasters. Quantum GIS can be used as an alternative device to process GIS although there may still be some deficiency may occur in data analysis with vector format which could not perform the union of three shape files or more. Keywords: flood, GIS,  landslide , multi map disaster risk,Quantum GIS *) Penulis, Penanggungjawab
ANALISIS TINGKAT DAERAH RAWAN KRIMINALITAS MENGGUNAKAN METODE KERNEL DENSITY DI WILAYAH HUKUM POLRESTABES KOTA SEMARANG Chairunisa Afnidya Nanda; Arief Laila Nugraha; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.164 KB)

Abstract

ABSTRAK Tindak kriminalitas merupakan suatu permasalahan yang terjadi di setiap wilayah termasuk di Kota Semarang, namun di Polrestabes Kota Semarang belum dapat memvisualisasikan kejadian kriminalitas ke dalam bentuk peta sehingga diperlukan suatu metode untuk menganalisis dan menentukan daerah rawan kriminalitas. Pada penelitian ini, dilakukan pemetaan daerah rawan kriminalitas di Kota Semarang. Metode Clustering yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kernel Density. Metode Kernel Density adalah pengelompokan data berdasarkan kerapatan TKP dari tindak kejahatan berdasarkan radius tertentu. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat 1965 kasus kriminalitas selama tahun 2016-2018. Daerah tingkat kerawanan untuk seluruh kasus dan setiap kasus di 16 Kecamatan Kota Semarang  terbagi menjadi 5 kelas, yaitu daerah rawan sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Berdasarkan hasil verifikasi menggunakan metode Kernel Density berdasarkan data kriminalitas tahun 2019, nilai rata-rata yang di peroleh sebesar 49,13%Kata Kunci : Kernel Density, Kriminalitas, Sistem Informasi Geografis.   ABSTRACT Crime is a problem that occurs in every region including in the city of Semarang, but in Polrestabes city of Semarang has not been able to visualize the incidence of crime into the form of map so it is needed a method to Analyzing and determining areas of crime prone. In this research, conducted mapping of crime prone areas criminality in Semarang. The Clustering method used in this study is Kernel Density. The Kernel Density method is a grouping of data based on crime SCENE density from a specific radius. The results of this study showed 1965 cases of criminality during the year 2016-2018. Areas of insecurity for all cases and each case in 16 districts of Semarang is divided into 5 classes, namely the area is very high, high, medium, low and very low. Based on the verification results using Kernel Density method based on the crime data of 2019, the average value gained by 49,13%Keywords : Criminality, Geographic Information Systems, Kernel Density.
Co-Authors Abdi Sukmono Abdi Sukmono, Abdi Adhelina Rinta Iswari Adi Nur Ikhsan Aditya Dharmawan Afriyanto Afriyanto Afriyanto Afriyanto Agung Setiawan Ahmad Daniyal Ahmad Shofiyul Huda Alfien Rahmenda Amalia Permata Dewi, Amalia Permata Anang Ikhwandito Andini Riski Oktaviani Andri Suprayogi Anisa Rachmawati, Anisa Annisaa Cahyaningsih Ar Rafi, Naufal Hisyam Arco Triady Ujung Arga Fondra Oksaping ARGNES DIONANDA RESZA PRADIPTA Arkham, Ivan Fandilla Aulia Arkham Arliandy Pratama Arwan Putra Wijaya Avianta Anggoro Santoso Awwaluddin, Moehammad Ayu Sulistyaningtyas, Sekar Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bondan Arum Kusumahati Briandana Januar Aji Gunadi Brinton Patuan Sitorus Cahya Wisuda Hukama Chairunisa Afnidya Nanda Dede Handoko DEDI SETYAWAN Dewi Shinta Septifany Dhuha Ginanjar Bayuaji Dian Triandini Nurcahyo Diqja Yudho Nugroho Dyah Widyaningrum Elceria Susanti Extiana, Kiky Fadhilla Shara Denafiar Fajri Ramadhan Fanni Kurniawan Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Fauzi Janu Ammarohman Febrian Pramana Putra Fida Wulan Istiaji Fina Faizana Frizani, Defanny Elsa Ghinaa Rahda Kurnila Habib Azka Ramadhani Hadi Winoto Hadi, Firman Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Handoko Dwi Julian Hani'ah . Haniah Haniah Hani’ah Hani’ah Hanifudin, Faiz Hani’ah Hani’ah HARDIAN ASTIANINGRUM Hartomo Haryo Kuncoro Hilman Djalu Sadewo Hutagalung, Christovel Mangaratua Ibrohim Shiddiq Ika Rahayu Wulansari Imam Mudita Inessia Umi Putri INNEKE ASTRID PITALOKA Irfan Tri Anggoro Izzudin Al Qossam Jalu Tejo Nugroho, Jalu Tejo Johan Wisma Anggoro Kemas Abdul Fatah Kevin Dio Maldini Khofifatul Azizah Kindy Ibrahim Hari L M Sabri Laode M Sabri Latifah Rahmadany Lingga Hascarya Prabandaru Lolita, Diaz Amel LUKMAN MAULANA ABDILLAH LUTHFI RAHMANDHANI Maharani, Raden Roro Kingkin Meiska Firstiara Maudi Mia Anggorowati Karomah Mochammad Imron Awalludin Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Mohammad Faiz Ilhami Muhammad Adnan Yusuf, Muhammad Adnan Muhammad Agam Cakra Donya Muhammad Bagus Salim Muhammad Hanif Abdurrahman Muhammad Sandhi Lazuardi Mustaqim, Alfiyan Nanda Dewi Arumsari Naryoko Naryoko Nastiti Asrining Hartri Naufal Humam Manshur Nella Wakhidatus Nella Wakhidatus Sholekhah Nisrina Niwar Hisanah NOVAYA NURUL BASYIROH Nugrahanto, Prasetyo Odi Nur Fajar Nafiah Nurhadi Bashit Nurmalasari, Cici Nurrahmawati Nurrahmawati Nyoman Winda Novitasari Olivia Sinaga Pardjono, P. Pradipta, Carlo Purba, Agantry Putri Auliya Qoaruddin Qomaruddin Rachmawati, Ekha Raditya Wahyu Utomo Rahmat Randy Valdika Ramadhan Susilo Utomo Resi Diansismita Resti Winda Ratriana Rida Hilyati Sauda Ridwan Ageng Ashari Rifqi Najib Muzaka Rintyas Chandra Irawan Rizqi Umi Rahmawati Rizqie Anarullah, Rizqie Rochim, Vianka - Rofi'i, Nur Izha Jannah Rosika Dyah Pratiwi Rr. Yossia Herlin A. Sabda Lestari Sabri, L.M Sabri, L.M. Safira Devi Kirana Sandy Yudistira Mahardika, Sandy Yudistira sari, Cici Nurmalasa Sartika Sartika Sawitri Subiyanto Sendy Brammadi Septiningdiah, Dara Jati Setiaji, Krisna Shindy Mariska Zulkarnain Siti Haeriah Stella Purnomo Sutomo Kahar Sutomo Kahar Syarifah Mayda Az Zahrotun Nisa Taufik Eka Ramadhan, Taufik Eka Tiara Toyyibatul Arofah Tistariawan, Adji Chandra Tri Adi Hermawan Tri Afiebbawa Exactanaya Tristianti, Nova Ulya Novita Sari Uman Kertanegara Vinsensia Hutagaol Viona Yashinta Viradhea Gita R. L. Wahyu Adi Yuliyanto Wakhidatus, Nella Wibisana, Alyawan Satrio Wildan Ryan Irfana Wisnu Wahyu Wijonarko Wiwik Levitasari Yanies Meiyanti Yesi Monika Manik Yoga Kencana Nugraha Yolanda Margaretha Mulder Yose Rinaldy N Yovi Adyuta Isdiantoro Yudo Prasetyo Yuliansyah Rachman Nur Rizky Zuraidha, Riza Nur