Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS POTENSI DESA BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus: Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kabupaten Semarang) DEDI SETYAWAN; Arief Laila Nugraha; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi Undip Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.561 KB) | DOI: 10.14710/jgundip.2018.22401

Abstract

Peta secara sederhana diterjemahkan sebagai gambar wilayah dimana informasi diletakkan dalam bentuk simbol-simbol. Peta disajikan untuk memberikan informasi-informasi berupa batas wilayah, sarana prasarana, bangunan, penggunaan lahan dan jalan. Desa atau kelurahan dipandang sebagai titik awal pemberdayaan potensi daerah. Dengan adanya pemetaan potensi desa/kelurahan ini dapat digunakan untuk mengetahui informasi tentang potensi-potensi yang terdapat, serta dapat digunakan sebagai bahan perencanaan pengembangan desa/kelurahan.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data dari pemetaan partisipatif, citra satelit beresolusI tinggi, dan survey lapangan dengan menggunakan GPS navigasi. Pengolahan pemetaan ini dilakukan dengan menggunakan software ArcGIS. Penelitian dilakukan di Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kabupaten Semarang.Dari hasil pengolahan diperoleh batas wilayah, administrasi jalan, dan titik-titik potensi. Potensi di Kelurahan Sumurboto ini didominasi dari sektor ekonomi. Berdasarkan hasil analisis kerapatan tidak tedapat perbedaan yang signifikan dari wilayah satu dengan  yang lainnya.
ANALISIS NILAI EKONOMI KAWASAN CAGAR BUDAYA KERATON DI KOTA CIREBON BERDASARKAN WTP (WILLINGNESS TO PAY) DENGAN PENDEKATAN TCM (TRAVEL COST METHOD) DAN CVM (CONTINGENT VALUATION METHOD) Aditya Dharmawan; Sawitri Subiyanto; arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.583 KB)

Abstract

ABSTRAK Kawasan Cagar Budaya Keraton di Kota Cirebon memiliki potensi sebagai obyek wisata. Lokasi yang strategis  dan saling berdekatan,serta nilai sejarah yang dimiliki, membuat  Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Kaprabonan menjadi salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) Kota Cirebon. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan (ZNEK) pada Kawasan Cagar Budaya Keraton untuk menduga  nilai ekonomi dan manfaat berdasarkan keinginan untuk membayar (Willingness To Pay: WTP) wisatawan dan masyarakat yang memperoleh manfaat dari kawasan tersebut.Metode penarikan sampel (responden) yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah non probability sampling dengan teknik accidental sampling, dimana responden merupakan siapa saja yang secara kebetulan/accidental ditemui di lokasi penelitian dan dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan perhitungan WTP menggunakan perangkat lunak Maple 17.Dalam penelitian tugas akhir ini, diperoleh hasil berupa peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan. Keraton Kasepuhan dengan surplus konsumen sebesar Rp 531.562- dan nilai WTP sebesar Rp 72.276,-. sehingga diperoleh nilai ekonomi total Keraton Kasepuhan sebesar Rp 73.591.185.150,-. Keraton Kanoman dengan surplus konsumen sebesar Rp 427.876,- dan nilai WTP sebesar Rp 39.478,-. sehingga diperoleh nilai ekonomi total Keraton Kanoman sebesar Rp 16.245.179.439,-. Sedangkan untuk Keraton Kacirebonan diperoleh surplus konsumen Rp 432.094,- dan nilai WTP sebesar Rp 81.341,- sehingga diperoleh nilai ekonomi total kawasan Keraton Kacirebonan sebesar Rp 31.406.330.368,-. Selanjutnya untuk Keraton Kaprabonan diperoleh besaran surplus konsumen Rp 0,- dan nilai WTP Rp 85.309,- sehingga diperoleh nilai ekonomi total kawasan Keraton Kaprabonan sebesar Rp 31.509.443.130,-.(nilai surplus konsumen per individu dikalikan dengan jumlah pengunjung tahun 2014). Kata kunci : Keraton, Maple 17, Regresi Linear Berganda, Willingness To Pay, Zona Nilai Ekonomi Kawasan. ABSTRACT The cultural heritage area of the palace in Cirebon has potential as a tourist attraction. The strategic location and close to each other  which have historical value, makes this particular site Kasepuhan Palace, Kanoman Palace, Kacirebonan Palace, and Kaprabonan Palace became one tourist destination areas Cirebon. Based on this, we need a  Zone Map Economic Value Areas (ZNEK) to the cultural heritage area of the palace to estimate the economic value and benefits based on willingness to pay (WTP) tourists and the people who benefit from the region.Sampling method (respondents) were used in this research is non probability sampling with accidental sampling technique, where respondents are those who by chance / accidental encountered in the study area and can be used as a sample, if it is considered that the person who happened to be found suitable as a data source. Data processing method used is multiple linear regression analysis and calculation software WTP using Maple 17.In this research, the results obtained in the form of a Zone Economic Value Area map. The consumer surplus of Kasepuhan Palace is Rp 531.562-, and WTP value of Rp 72.276,- in order to obtain the total economic value of Kasepuhan Palace Rp 73.591.185.150,-. Kanoman Palace with consumer surplus of Rp 427.876,- and WTP value of Rp 39.478,-. in order to obtain the total economic value of Kanoman Palace is Rp 16.245.179.439,-. As for the Kacirebonan Palace consumer surplus obtained Rp 432.094,- and WTP value of Rp 81.341,- in order to obtain the total economic value is Rp 31.406.330.368,-. Further to the Kaprabonan Palace gained massive consumer surplus Rp 0,- and the value of WTP Rp 85.309,- in order to obtain the total economic value of the Kaprabonan Palace area is Rp 31.509.443.130,-. (Consumer surplus value per individual multiplied by the number of visitors in 2014). Keywords : Maple 17, Multiple Linear Regression, Palace,Willingness To Pay, Zone Economic Value Zone.*) Penulis Penanggung Jawab  
ANALISIS POTENSI PERUNTUKAN LAHAN RUMAH SAKIT DINILAI DARI ASPEK FISIK DAN KEBUTUHAN PENDUDUK DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA SEMARANG Stella Purnomo; Sawitri Subiyanto; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.08 KB)

Abstract

ABSTRAK Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas umum yang sangat dibutuhkan penduduk. Semakin cepat perkembangan penduduk di suatu daerah menandakan semakin meningkatnya kebutuhan rumah sakit bagi setiap penduduk. Lokasi rumah sakit tersebut juga harus berada pada lokasi yang sesuai agar dapat memenuhi kebutuhan penduduk tersebut. Jenis penelitian yang digunakan ini adalah menganalisis kebutuhan rumah sakit dengan melihat perbandingan antara jumlah penduduk di Kota Semarang  dengan jumlah tempat tidur rawat inap rumah sakit yang telah tersedia. Selain itu juga dilakukan analisis dengan menggunakan metode pembobotan Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam penentuan tingkat kepentingan dari kriteria lokasi rumah sakit yang sesuai. Adapun kriteria yang digunakan yaitu mencakup kriteria tata guna lahan, kemiringan lahan, kelas jalan, daerah potensi banjir, daerah potensi longsor, jarak terhadap TPA dan TPS, tingkat polusi udara dan tingkat kebisingan. Dari analisis dengan menggunakan metode AHP menunjukan besar bobot yang mempengaruhi untuk masing – masing kriteria sebesar 54,820% untuk tata guna lahan, 12,541% untuk potensi longsor, 10,082% untuk kelas jalan, 9,722% untuk daerah potensi banjir, 5,010% untuk jarak TPA dan TPS, 3,509% untuk kemiringan lahan, 2,456% untuk tingkat polusi udara dan 1,859% untuk tingkat kebisingan. Dari hasil overlay peta hasil pembobotan menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan prasyarat lokasi rumah sakit, dipilih tiga alternatif daerah yang sangat sesuai untuk menjadi lokasi rumah sakit di Kota Semarang, yaitu di Kecamatan Pedurungan, Kecamatan Gayamsari dan Kecamatan Semarang Barat. Dan untuk 19 rumah sakit umum yang telah ada di Kota Semarang, ada 14 rumah sakit berada di lokasi yang sangat sesuai, 5 rumah sakit berada pada lokasi yang sesuai dan tidak ada rumah sakit yang terletak di lahan yang tidak sesuai. Sedangkan untuk kebutuhan penduduk terhadap rumah sakit di Kota Semarang pun telah terpenuhi dengan jumlah tempat tidur sebanyak 4.589 untuk 1.602.717 jiwa penduduk di Kota Semarang.
ANALISIS ANCAMAN MULTI BENCANA DI KABUPATEN KENDAL BERBASIS FUZZY ANALYTIC HIERARCHY PROCESS Rahmat Randy Valdika; Arief Laila Nugraha; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.759 KB)

Abstract

Kabupaten Kendal merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa tengah yang mengalami tingkat kebencanaan tinggi di tahun 2017. BPBD Kendal pada tahun 2017 mencatat terjadi 154 kejadian bencana yang didominasi oleh Banjir dan Tanah Longsor. Kompas juga melansir terjadi bencana kekeringan yang melanda 20 desa di Kabupaten Kendal pada bulan September 2017. Salah satu cara untuk menanggulangi tingginya ancaman bencana di Kabupaten Kendal adalah dengan pendeteksian ancaman bencana menggunakan pemetaan ancaman multi bencana. Pemetaan multi bencana dapat menunjukkan lokasi kritis dimana salah satu bencana atau lebih mendominasi peristiwa-peristiwa bencana yang terjadi di daerah tersebut. Berdasarkan hasil dari pemetaan multi bencana, pemerintah dapat merencanakan sistem mitigasi bencana dan memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Pemetaan ancaman multi bencana di Kabupaten Kendal yang akan diteliti terdiri dari ancaman bencana banjir, tanah longsor, dan kekeringan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tumpeng tindih (overlay) dan metode penilain dan pembobotan. Parameter setiap kriteria dan penilaian ancaman bencana dipilih mengikuti dan Katalog Methodologi Penyusunan Peta Geo Hazard. Pada metode pembobotan masing-masing kriteria bencana dilakukan variasi menggunakan metode pembobotan Fuzzy Analytic Hierarchy Process dan Katalog Methodologi Penyusunan Peta Geo Hazard. Pembobotan pada peta ancaman multi bencana di Kabupaten Kendal disusun menggunakan metode pembobotan Fuzzy Analytic Hierarchy Process. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah tingkat akurasi dari hasil pemodelan ancaman bencana di Kabupaten Kendal berbasis FAHP untuk ancaman bencana banjir adalah 75%, untuk ancaman bencana tanah longsor 85% dan untuk ancaman bencana kekeringan adalah 82,5%. Sebaran wilayah kelas ancaman multi bencana rendah pada peta ancaman multi bencana di Kabupaten Kendal berbasis FAHP diperoleh luas ancaman sebesar 28773,774 Ha dan tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Kendal. Pada kelas ancaman multi bencana sedang diperoleh luas ancaman sebesar 69112,504 Ha dan tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Kendal . Pada kelas ancaman multi bencana  tinggi, diperoleh luas ancaman sebesar 2846,631 Ha dan tersebar di Kecamatan Kaliwungu Selatan, Limbangan, Patean, Plantungan, Singorejo, dan Sukorejo.
ANALISIS SPASIAL PERUBAHAN BANGUNAN TERHADAP NILAI PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) (STUDI KASUS : KELURAHAN TEMBALANG) Muhammad Sandhi Lazuardi; Arief Laila Nugraha; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.617 KB)

Abstract

ABSTRAKPerubahan bangunan merupakan suatu hal yang terjadi seiring berjalannya waktu pada suatu wilayah guna meningkatkan kesejahteraan hidup penduduk yang mendiami wilayah tersebut. Perubahan bangunan dipengaruhi oleh banyak faktor khususnya pembangunan dan pengembangan infrastruktur suatu wilayah. Kelurahan Tembalang salah satu wilayah administrasi di Kota Semarang, merupakan salah satu daerah yang mengalami perubahan sebagai pengaruh terdapatnya beberapa institusi Pendidikan Tinggi di daerah tersebut. Pembangunan dan pengembangan yang terjadi tentunya memerlukan biaya sehingga berdampak pada meningkatnya harga PBB seiring bertambahnya perubahan bangunan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan teknologi pengindraan jauh dan sistem informasi geografis dengan Citra WorldView-2 tahun 2016 dan Foto Udara tahun 2019. Metode ini menggunakan Koreksi Geometrik dan Digitasi on Screen guna pemetaan lahan bangunan yang ada di Kelurahan Tembalang. Hasil pemetaan digunakan untuk menganalisis perubahan bangunan di Kelurahan Tembalang. Perubahan yang terlihat kemudian dikaji dengan membandingkan NJOP dan PBB pada tahun 2016 dan tahun 2019 untuk mengetahui dampak perubahan bangunan terhadap nilai Pajak Bumi Bangunan di Kelurahan Tembalang. Hasil digitasi bangunan di Kelurahan Tembalang pada tahun 2016 sampai tahun 2019, terjadi peningkatan jumlah bangunan obyek PBB sebesar 126 unit bangunan  dari serta  mengalami perubahan luas sebesar 18303,55 dikarenakan adanya riwayat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan pendatang yang ada di Kelurahan Tembalang. Dampak yang ditimbulkan dari perubahan bangunan yang terjadi pada Kelurahan Tembalang dari tahun 2016 sampai 2019, terjadi perubahan harga PBB max di RW IV sebesar 4 kali lipat dan perubahan harga PBB min di RW I sebesar 15 kali lipat. Hal ini dikarenakan pembangunan beberapa jenis infrastruktur yang ada (grosir, pelayanan jasa, pendidikan seperti sekolah dan sebagainya) dan adanya perubahan penggunaan lahan seperti perubahan penggunaan lahan rumah menjadi kos – kosan maupun toko.Kata kunci: Perubahan Bangunan, PBB, GIS ABSTRACTBuilding changing is something that happens over time in an area to improve the prosperity of the inhabitants living in the area. The changing is influenced by many factors, especially the construction and infrastructure development of a region. Tembalang Village, one of the administrative areas in the city of Semarang, is one of the areas that has changed as a result of the presence of several Higher Education institutions in the area. The building development that occurs certainly require many costs so that the impact on rising Property Tax along with the increase in building changing. This research uses remote sensing technology and Geographic Information Systems with 2016 WorldView-2 Imagery and Aerial Photography in 2019. The method used is Geometric Correction and Digitization on Screen to map building area in the Tembalang Village. The mapping results are used to analyze the changing of buildings in the Tembalang Village. The changes seen were then examined by comparing the Taxable Value and the Property Tax in 2016 and 2019 to find out the impact of building changing on the value of Property Tax in Tembalang Village. The results of building digitization in the Tembalang Village in 2016 to 2019 is an increase in the number of Property Tax Object Buildings amounted to 126 building units from and area changing to 18303.55 due to infrastructure development and increasing of the Arrivals in the Tembalang Village. The impact made by the changes in buildings that occurred in Tembalang Village from 2016 to 2019, there was 4 times change in the price of Maximum Property Tax in RW IV and 15 times change in the price of Minimum Property Tax in RW I. The changing happened due to the development of several types of existing infrastructure such as wholesalers, services, education institution. Then, there are changing in land use such as the land use of houses change into boarding houses and shops.
DESAIN PENGEMBANGAN APLIKASI PELAYANAN AIR BERSIH DESA SARIREJO KECAMATAN GUNTUR KABUPATEN DEMAK BERBASIS GIS DESKTOP Wahyu Adi Yuliyanto; Arief Laila Nugraha; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.17 KB)

Abstract

ABSTRAKAir sebagai sumber kehidupan utama makhluk hidup. Terkait dengan penggunaan air oleh manusia, memang perlu digunakan dengan bijak. Sumber air diperoleh secara individu maupun kolektif. Pemenuhan air secara kolektif diperlukan pengelolaan yang baik agar air dapat terdistribusi merata dan dapat diatur penggunaannya dengan memperhatikan aspek lingkungan hidup. Seiring perkembangan teknologi informasi dalam pemetaan yang meningkat pesat, maka dapat dimanfaatkan untuk mendesain pengembangan aplikasi berbasis GIS Desktop untuk pelayanan air bersih desa (ABDES) Sarirejo kecamatan Guntur kabupaten Demak.Proses pemetaan pada penelitian ini menggunakan citra satelit resolusi tinggi untuk pemetaan existing desa secara utuh. Pengolahan data citra menjadi data vektor menggunakan software GIS yang kemudian digunakan sebagai peta dasar. Peta dasar tersebut dapat diturunkan menjadi peta pelanggan, pengelola, tower penampung air dan jaringan pipa air ABDES. Desain pengembangan aplikasi menggunakan kontrol DotSpatial dan dibangun menggunakan software Visual Studio dengan bahasa pemrograman Visual Basic, sedangkan pengelolaan data atribut menggunakan software Microsoft Office Excel dan manajemen database menggunakan Microsoft Office Access.Melalui desain pengembangan aplikasi ini dihasilkan sebuah aplikasi berbasis GIS Desktop yang mudah digunakan (­user friendly) dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan ABDES. Kegunaan aplikasi GIS Desktop antara lain memberikan informasi geospasial data pelanggan, pengelola dan infrastruktur ABDES beserta manajemen databasenya. Pengujian aplikasi meliputi uji usability dan running program yaitu untuk menguji aplikasi dapat berjalan pada beberapa versi Windows dan menguji semua fungsi yang dibuat dalam mendukung pengelolaan ABDES. Uji usability dilakukan dengan pengujian aplikasi pada beberapa responden dengan latar belakang dan tingkat kemampuan mengoperasikan komputer yang bervariasi dan diperoleh kesimpulan aplikasi mudah dipahami dengan persentase 88% dari total responden, 44% responden menilai fungsi aplikasi sudah memenuhi, 69% responden menilai desain aplikasi membantu mempelajari dan mengoperasikan aplikasi, sedangkan 81% responden menilai aplikasi dapat membantu menemukan informasi yang dibutuhkan.Kata Kunci : ABDES, GIS Desktop, DotSpatial, Sarirejo. ABSTRACTThe water is main living resources for the creature. Concerned to Water using by human, so can use wisely. Water Resources can get individually or collective. Water supply for collective using need to be manage well so can distributed be spread evenly and can control use of water pay attention with environment. Along with the rapid development of information technology in mapping, so can be used to application development design GIS desktop based for water service in Sarirejo village Guntur sub district Demak Regency.Mapping process in this research use high resolution image to mapping village intact. Processing image to be vector use software GIS and then used as base map. Base map can be generate to customer map, operator map, basin tower map and pipe network map. application development design use Dotspatial as main control and built use Visual Basic on software Visual Studio, whereas attributes data manage use software Microsoft Office Excel and database management use Microsoft Office Access.Application development design produce an application GIS desktop that user friendly to optimize water service in Sarirejo village (ABDES). Utility of application GIS desktop such as give geospatial information about customer data, operator and ABDES infrastructure with this database management. application testing include usability test and running program to test application can be run in many Windows version and test all function in application to support ABDES manage. Usability test do for many responden with various background and level of operating computer ability. Result of usability test is the application user friendly with percentage 88%, 44% rate function of application full filed respondent, 69% respondent rate application can help user to learn and operate the application, meanwhile 81% responden rate the application can help user find information that needed.. Keyword : ABDES, GIS Desktop, DotSpatial, Sarirejo.*) Penulis, PenanggungJawab
Desain dan Visualisasi Kampus Universitas Diponegoro Berbasis WebGIS Tri Adi Hermawan; Arief Laila Nugraha; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.826 KB)

Abstract

Diponegoro University is one of the largest university in Central Java and has a wide area location. Because of the large area makes the location of each building study program each faculty dispersed and has a considerable distance to other faculty. The availability of information about the location of each study program on campus of the University of Diponegoro was minimal. The need for information on the campus demanding the availability of information systems that are informative and provide convenience for everyone who needs information about the campus.This research using spatial data coordinates of the position and photos of objects and attribute data in the form of a campus building inventory data. Processing of panoramic images using Pano2VR software while the coordinate data collection using GPS handheld. Maps are used utilizing Google Earth and Google Maps then developed using HTML website framework., MySQL with phpMyAdmin features used as database. Data that has been acquired is then processed using the software and information presented in a campus-based WebGIS.The final result of this research is the application of Diponegoro University campus map-based WebGIS equipped with information of each faculty, studi program, Unit contained in the University of Diponegoro and there are panoramic images to look around the location we were looking for.Keywords: Diponegoro University, campus maps, webGIS
DESAIN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEDAGANG PASAR MENGGUNAKAN VISUAL BASIC DAN DOTSPATIAL (STUDI KASUS: PASAR BINTORO KABUPATEN DEMAK) Ibrohim Shiddiq; Arief Laila Nugraha; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1322.093 KB)

Abstract

Keberadaan pasar mempunyai fungsi yang sangat penting. Bagi konsumen, adanya pasar akan mempermudah memperoleh barang dan jasa kebutuhan sehari-hari. Secara umum, pasar mempunyai tiga fungsi utama yaitu sebagai sarana distribusi, pembentukan harga, dan sebagai tempat promosi. Pasar bintoro sebagai pasar terbesar di Kabupaten Demak menjadi penunjang sektor perekonomian termasuk sektor UMKM, pertanian, dan pariwisata. Lokasi Pasar Bintoro relatif dekat dengan Masjid Agung Demak dan makam Sunan Kalijaga. Seiring berkembangnya teknologi, dapat dibuat sistem informasi berbasis Geographic Information System (GIS) desktop dengan bantuan kontrol dari dotSpatial dan diprogram dengan aplikasi bahasa pemrograman visual basic. Penelitian ini memiliki tiga tahap proses awal, yaitu pengolahan data spasial, pengolahan data aribut, dan pembuatan aplikasi. Pengolahan data spasial diawali dengan observasi lapangan kemudian melakukan proses digitasi pada denah peta dan dihasilkan peta kios pasar. Pada pengolahan data atribut, data yang diolah ialah data informasi pedagang kios dan data pendukung seperti fasilitas umum dan fasilitas tiap kios, kemudian disusun menjadi basis data. Pembuatan aplikasi dengan melakukan desain pada tampilan aplikasi sehingga sudah terlihat bentuk dari Graphical User Interface (GUI). Kemudian dilakukan integrasi antara data atribut dan data spasial ke dalam aplikasi. Penelitian ini menghasilkan aplikasi berbasis GIS desktop yang mudah digunakan (user friendly) yang bertujuan untuk mempermudah dalam pengeolaan informasi pedagang dan pasar. Kegunaan aplikasi ini antara lain menampilkan data spasial yang terdiri dari kios pasar, fasilitas umum, dan akses jalan. Kemudian menampilkan informasi atribut yang berisi informasi pedagang pasar, informasi kios, dan informasi fasilitas umum. Hasil pengujian aplikasi yang dilakukan pada beberapa responden, antara lain pegawai pasar, pedagang pasar, pengunjung pasar, dan masyarakat umum terbilang cukup memuaskan dengan total nilai baik yaitu 70% pada alur kerja aplikasi dan kemudahan dalam pengoperasian aplikasi, kemudian 80% baik pada informasi yang tersedia di aplikasi, 85% untuk tampilan antar muka aplikasi, dan yang terakhir 90% cukup untuk uji kelayakan aplikasi .
PEMBUATAN APLIKASI SEBARAN LOKASI FASILITAS KESEHATAN PENERIMA BPJS KESEHATAN DI KOTA SEMARANG BERBASIS ANDROID Ika Rahayu Wulansari; Andri Suprayogi; arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.917 KB)

Abstract

ABSTRAK Dewasa ini penggunaan Global Positioning System (GPS) dan Google Maps pada perangkat smartphone Android semakin memudahkan masyarakat dalam mencari dan mengakses informasi spasial yang ada di sekitarnya.BPJS Kesehatan adalah jaminan kesehatan yang sekarang ini sangat diminati masyarakat, karena memberikan manfaat dengan premi terjangkau dan masyarakat bisa mendapatkan fasilitas pengobatan yang layak. Terkait informasi persebaran fasilitas kesehatan penerima BPJS Kesehatan  merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting, mengingat kebutuhan informasi yang mendesak dan darurat dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.Pengumpulan data spasial fasilitas kesehatan penerima BPJS Kesehatan dilakukan dengan menggunakan GPS Navigasi tipe handheld.Kemudian, pembuatan peta sebaran fasilitas kesehatan penerima BPJS Kesehatan dengans perangkat lunak ArcGIS. Dengan menggabungkan fungsi dari GPS, LBS, Google Maps, serta data - data fasilitas kesehatan penerima BPJS Kesehatan, maka dapat dihasilkan sebuah aplikasi mengenai sebaran lokasi fasilitas kesehatan penerima BPJS Kesehatan di Kota Semarang yang dibangun dengan bahasa pemrograman MIT App Inventor 2.Hasil dari pembuatan aplikasi mobile GIS lokasi fasilitas kesehatan penerima BPJS Kesehatan di Kota Semarang ini dapat dijadikan panduan karena dilengkapi dengan informasi seperti posisi lokasi fasilitas kesehatan, arah kemudi, dan informasi layanan serta fasilitas pendukung yang tersedia di fasilitas kesehatan yang bersangkutan.Kata kunci: Aplikasi, BPJS Kesehatan, Fasilitas Kesehatan, Mobile GIS. ABSTRACT                                                                       Nowadays,the use of Global Positioning System (GPS) and Google Maps on Android smartphone devices increasingly facilitatespeople to find and access the spatial information that is in the vicinity. BPJS Kesehatan is a health insurance that currently in great demand of society in Indonesiabecause it provides benefits with affordable premiums with proper treatment facilities. Related the distribution of health facilities receiver BPJS Kesehatan, the information are extremely needed and very important, because it gave the urgent information for emergencies situation that  can happen anytime and anywhere. Spatial data collection of health facilities are done by using GPS Navigation type handheld. Then, the making of distributionhealth facilities BPJS Kesehatan receiver maps are done using ArcGIS software. By combined the functions of GPS, LBS, Google Maps, anddata of health facilities then it can be producesa distribution of the location of health facilities receiver BPJS Kesehatan application in Semarang, was built with MIT App Inventor 2.The result of the creation of GIS mobile application is the distribution of health facilities receiver BPJS Kesehatan in Semarang. It can be used as a good and complete guide, cause it not only provide information about the location of health facilities, but also can be use to give  the direction, make a phone call, andother information services and supporting facilities that are available in the health facilities.Keywords: Application, BPJS Kesehatan, Health Facilities, Mobile GIS. *) Penulis, Penanggung Jawab
PEMBUATAN SISTEM INFORMASI GNSS CORS UNDIP BERBASIS WEB Cahya Wisuda Hukama; Bambang Darmo Yuwono; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.018 KB)

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi yang pesat membawa dampak yang signifikan terhadap bidang ilmu geodesi khususnya dalam pekerjaan survei pengukuran dan pemetaan. Pada umumnya survei pengukuran dan pemetaan dilingkungan Teknik Geodesi dilaksanakan secara terestris.  Namum, Teknik Geodesi Universitas Diponegoro memanfaatkan teknologi CORS dalam penelitian dengan berbagai metode. Melihat kebutuhan yang mengharuskan adanya ketersediaan data dan optimalisasi keterbukaan informasi public secara cepat dan mudah melalui jaringan internet maka untuk mendukung perkembangan Teknik Geodesi Universitas Diponegoro dibidang teristris diperlukan sistem informasi GNSS CORS UNDIP.  Penelitian ini menggunakan metode Web sehingga dapat diakses secara cepat oleh pengguna melalui jaringan internet. Hasil penelitian ini adalah Web Server yang berisi tentang ketersediaan data CORS UNDIP dan data penelitian GNSS dengan beberapa studi kasus, sehingga diharapkan penilitian ini dapat mempermudah pengolahan dalam download data bagi mahasiswa Teknik Geodesi Universitas Diponegoro. Kemudian dalam pembuatannya website ini menggunakan struktur website HTML, bahasa pemograman PHP dengan framework codeigniter, MySQL sebagai pembuat database. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi Web yang berisi data CORS UDIP serta data penelitian gps dengan alamat website gnsscorsudip.com yang berisi fitur-fitur berupa data cors udip, data penurunan muka tanah, data bendungan, data deformasi dan data jembatan, data tersebut dapat diunduh dengan persetujuan admin sehingga dapat dilihat oleh semua orang. Setelah dilakukan pengujian usability  menunjukan bahwa efektivitas aplikasi mendapatkan keberhasilan sebanyak 4,02 serta kemudahan mendapatkan keberhasilan sebanyak 4,04 sedangkan untuk kepuasan pengguna mendapatkan nilai 4,027 berada pada skala “Puas”. Kata Kunci : CORS UNDIP, GPS, Sistem Informasi, Teknik Geodesi, Web Server.  ABSTRACT Rapid technological developments have a significant impact on the geodetic sciences especially in measurement and mapping survey work. In general, measurement and mapping surveys in Geodetic Engineering are conducted terrestrially. However, Geodesy Engineering Diponegoro University utilizes CORS technology in research with various methods. Seeing the need for the availability of data and optimization of public information disclosure quickly and easily through the Internet network to support the development of Geodesy Engineering Diponegoro University in the field teristris required GNSS information system CORS UNDIP. This research uses Web method so that can be accessed quickly by user  through internet network. The result of this research is Web Server which contains about the availability of CORS UNDIP data and gps research data with some case study, so it is expected this research can simplify the processing in data download for the students of Geodesy Engineering Diponegoro University. Then in making this website using HTML website structure, PHP programming language with Codeigniter framework, MySQL as the database maker. The result of this research is a Web application that contains CORS UDIP data and gps research data with website address gnsscorsudip.com which contains features such as data cors udip, ground level data, dam data, deformation data and bridge data, the data can downloaded with admin approval so it can be seen by everyone. After usability  testing showed that the effectiveness of application to get success as much as 4.02 and ease of getting success as much as 4.04 while for user  satisfaction get value 4.027 is on the scale of "Satisfied".   Key Words: CORS UNDIP, Web Server, GPS, Information Systems, Geodetic Engineering
Co-Authors Abdi Sukmono Abdi Sukmono, Abdi Adhelina Rinta Iswari Adi Nur Ikhsan Aditya Dharmawan Afriyanto Afriyanto Afriyanto Afriyanto Agung Setiawan Ahmad Daniyal Ahmad Shofiyul Huda Alfien Rahmenda Amalia Permata Dewi, Amalia Permata Anang Ikhwandito Andini Riski Oktaviani Andri Suprayogi Anisa Rachmawati, Anisa Annisaa Cahyaningsih Ar Rafi, Naufal Hisyam Arco Triady Ujung Arga Fondra Oksaping ARGNES DIONANDA RESZA PRADIPTA Arkham, Ivan Fandilla Aulia Arkham Arliandy Pratama Arwan Putra Wijaya Avianta Anggoro Santoso Awwaluddin, Moehammad Ayu Sulistyaningtyas, Sekar Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bondan Arum Kusumahati Briandana Januar Aji Gunadi Brinton Patuan Sitorus Cahya Wisuda Hukama Chairunisa Afnidya Nanda Dede Handoko DEDI SETYAWAN Dewi Shinta Septifany Dhuha Ginanjar Bayuaji Dian Triandini Nurcahyo Diqja Yudho Nugroho Dyah Widyaningrum Elceria Susanti Extiana, Kiky Fadhilla Shara Denafiar Fajri Ramadhan Fanni Kurniawan Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Fauzi Janu Ammarohman Febrian Pramana Putra Fida Wulan Istiaji Fina Faizana Frizani, Defanny Elsa Ghinaa Rahda Kurnila Habib Azka Ramadhani Hadi Winoto Hadi, Firman Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Handoko Dwi Julian Hani'ah . Haniah Haniah Hani’ah Hani’ah Hanifudin, Faiz Hani’ah Hani’ah HARDIAN ASTIANINGRUM Hartomo Haryo Kuncoro Hilman Djalu Sadewo Hutagalung, Christovel Mangaratua Ibrohim Shiddiq Ika Rahayu Wulansari Imam Mudita Inessia Umi Putri INNEKE ASTRID PITALOKA Irfan Tri Anggoro Izzudin Al Qossam Jalu Tejo Nugroho, Jalu Tejo Johan Wisma Anggoro Kemas Abdul Fatah Kevin Dio Maldini Khofifatul Azizah Kindy Ibrahim Hari L M Sabri Laode M Sabri Latifah Rahmadany Lingga Hascarya Prabandaru Lolita, Diaz Amel LUKMAN MAULANA ABDILLAH LUTHFI RAHMANDHANI Maharani, Raden Roro Kingkin Meiska Firstiara Maudi Mia Anggorowati Karomah Mochammad Imron Awalludin Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Mohammad Faiz Ilhami Muhammad Adnan Yusuf, Muhammad Adnan Muhammad Agam Cakra Donya Muhammad Bagus Salim Muhammad Hanif Abdurrahman Muhammad Sandhi Lazuardi Mustaqim, Alfiyan Nanda Dewi Arumsari Naryoko Naryoko Nastiti Asrining Hartri Naufal Humam Manshur Nella Wakhidatus Nella Wakhidatus Sholekhah Nisrina Niwar Hisanah NOVAYA NURUL BASYIROH Nugrahanto, Prasetyo Odi Nur Fajar Nafiah Nurhadi Bashit Nurmalasari, Cici Nurrahmawati Nurrahmawati Nyoman Winda Novitasari Olivia Sinaga Pardjono, P. Pradipta, Carlo Purba, Agantry Putri Auliya Qoaruddin Qomaruddin Rachmawati, Ekha Raditya Wahyu Utomo Rahmat Randy Valdika Ramadhan Susilo Utomo Resi Diansismita Resti Winda Ratriana Rida Hilyati Sauda Ridwan Ageng Ashari Rifqi Najib Muzaka Rintyas Chandra Irawan Rizqi Umi Rahmawati Rizqie Anarullah, Rizqie Rochim, Vianka - Rofi'i, Nur Izha Jannah Rosika Dyah Pratiwi Rr. Yossia Herlin A. Sabda Lestari Sabri, L.M Sabri, L.M. Safira Devi Kirana Sandy Yudistira Mahardika, Sandy Yudistira sari, Cici Nurmalasa Sartika Sartika Sawitri Subiyanto Sendy Brammadi Septiningdiah, Dara Jati Setiaji, Krisna Shindy Mariska Zulkarnain Siti Haeriah Stella Purnomo Sutomo Kahar Sutomo Kahar Syarifah Mayda Az Zahrotun Nisa Taufik Eka Ramadhan, Taufik Eka Tiara Toyyibatul Arofah Tistariawan, Adji Chandra Tri Adi Hermawan Tri Afiebbawa Exactanaya Tristianti, Nova Ulya Novita Sari Uman Kertanegara Vinsensia Hutagaol Viona Yashinta Viradhea Gita R. L. Wahyu Adi Yuliyanto Wakhidatus, Nella Wibisana, Alyawan Satrio Wildan Ryan Irfana Wisnu Wahyu Wijonarko Wiwik Levitasari Yanies Meiyanti Yesi Monika Manik Yoga Kencana Nugraha Yolanda Margaretha Mulder Yose Rinaldy N Yovi Adyuta Isdiantoro Yudo Prasetyo Yuliansyah Rachman Nur Rizky Zuraidha, Riza Nur