Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi SIG Berbasis Desktop Untuk Sebaran Lokasi Usaha Pertambangan di Kabupaten Wonogiri Annisaa Cahyaningsih; Arief Laila Nugraha; Hani'ah .
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.624 KB)

Abstract

An accurate and up-to-date information or data concerning with mining trade in a certain area, is urgently needed by the local government because, based on such information, steps for making decisions about mining trade management policy could be facilitated. In addition, such an information will also be very helpful for businessmen as well practitioners interested or involving actively in the management of mining trade.To get the information of the distribution of mining trade locations GIS mapping is done by using GPS navigation and supported by the attributes data of mining trade such as a kind of mining trade permit, the locations, the type of mineral, the name of the owner, and so on. Next is making database from spatial and attribute data using MapInfo 10.0 software and presented in the form of application using Visual Basic 6.0 software. From the three methods mention above, it can be obtained the complete information about the distribution of mining trade locations.The result obtained from the analysis of mining trade in Wonogiri Regency there are 91 mining trade, 16 Mining Permit (IUP) and 75 Mining Permit for the Society (IPR) which is spread in 14 districts. The final result which is presented is in the form of desktop GIS application that can be used by the user in order to get the complete data of mining trade easily.Keywords:         Mining Trade, GIS (Geographics Information System) , GIS Application 
EVALUASI PENERAPAN SISTEM SATU ARAH DI LINGKAR KEBUN RAYA BOGOR MENGGUNAKAN METODE ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS DAN NETWORK ANALYST Muhammad Hanif Abdurrahman; Arief Laila Nugraha; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPemerintah Kota Bogor menerapkan kebijakan Sistem Satu Arah (SSA) di Lingkar Kebun Raya Bogor (KRB) pada tahun 2016. Tujuan diberlakukannya SSA yaitu untuk kelancaran lalu lintas, mengatasi kemacetan, dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di Kota Bogor. Berdasarkan hal tersebut, dibutuhkan penelitian untuk menilai kemacetan, waktu tempuh, dan titik kecelakaan yang terjadi pasca diterapkannya SSA. Metode AHP (Analitycal Hierachy Process) dapat digunakan untuk melihat ruas jalur SSA dengan kemacetan tertinggi. Analisis jaringan dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat membantu dalam menganalisis waktu tempuh dan rute perjalanan di jalur SSA untuk tahun 2015,2016, 2018, dan 2019. Pemetaan titik kecelakaan dapat mempermudah dalam melihat persebaran titik kecelakaan periode tahun 2017-2020. Hasil pengolahan AHP menunjukkan masih ditemukan titik kemacetan di jalur SSA, yaitu di Jl. Otto Iskandardinata. Waktu tempuh perjalanan menuju Pasar Anyar dan Lapangan Sempur bertambah ditahun 2019. Waktu tempuh menuju Pasar Anyar ditahun 2018 yaitu 4,3-4,8 menit, sedangkan ditahun 2019 menjadi 5,3-5,9 menit. Waktu tempuh menuju Lapangan Sempur ditahun 2018 yaitu 4,1-4,6 menit berubah ditahun 2019 menjadi 5,1-6,2 menit. Berdasarkan data kecelakaan tahun 2017-2020 di Jalur SSA, terjadi  peningkatan jumlah kejadian dan jumlah korban ditahun 2018 dan 2020. Berdasarkan nilai AEK dan BKA, Jl. Jalak Harupat 2 dan Jl. Otto Iskandardinata termasuk kedalam jalan yang rawan kecelakaan lalu lintas dibandingkan dengan ruas jalan SSA lainnya. Rute perjalanan menuju Pasar Anyar dan Lapangan Sempur melewati satu ruas jalan yang rawan, yaitu Jl. Otto Iskandardinata. Kata Kunci : AEK, AHP, BKA, SIG dan SSAABSTRACTThe Bogor City Government implemented a One-Way System (OWS) policy at the Bogor Botanical Gardens ring road in 2016. The aim of implementing the OWS is to accelerate traffic, overcome congestion, and reduce the number of traffic accidents in Bogor City. Based on this, research is needed to assess congestion, travel time, and the point of accidents that occur after the implementation of OWS. The AHP(Analitycal Hierachy Process) method can be used to see the OWS segment with the highest congestion. Network analysis in the Geographical Information System (GIS) can help in analyzing travel times and travel routes on the SSA route for 2015,2016, 2018, and 2019. Mapping of accident points can make it easier to see the distribution of accident points for the 2017-2020 period. The results of AHP processing show that congestion points are still found on the SSA route, namely on Jl. Otto Iskandardinata. The travel time  to Anyar Market and Sempur Field increased in 2019. The travel time to Anyar Market in 2018 was 4.3-4.8 minutes, while in 2019 it was 5.3-5.9 minutes. The travel time to Sempur Field in 2018 is 4.1-4.6 minutes, changing in 2019 to 5.1-6.2 minutes. Based on accident data for 2017-2020 on the SSA road, there has been an increase in the number of incidents and the number of victims in 2018 and 2020. Based on the EAN (Equivalent Accident Number) and UCL (Upper Control Limit) scores, Jl. Jalak Harupat 2 and Jl. Otto Iskandardinata is included in a road that is prone to traffic accidents compared to other SSA roads. The route to Anyar Market and Sempur Field passes through one vulnerable road section, namely Jl. Otto Iskandardinata.
ANALISIS ANCAMAN TERHADAP BENCANA BANJIR DAN TANAH LONGSOR PADA WILAYAH PERMUKIMAN DI KABUPATEN JEPARA Nella Wakhidatus Sholekhah; Arief Laila Nugraha; Moehammad Awwaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJepara merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi bencana pada rentang waktu bulan Januari 2019, yaitu telah terjadi sebesar 69 kejadian bencana. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara. Salah satu tindakan yang perlu dilakukan yaitu mitigasi bencana untuk mengurangi terjadinya risiko bencana baik dari segi penyadaran, pembangunan fisik, maupun dilakukan peningkatan dalam menghadapi suatu ancaman bencana dengan melakukan analisis mengenai ancaman suatu wilayah terhadap bencana-bencana yang akan terjadi (BNPB, 2012). Metode yang dapat digunakan dalam pengkajian adalah metode Sistem Informasi Geografis (SIG) yaitu dengan dilakukannya scoring, pemboboton, tumpang tindih, dan analisis lain pada SIG. Pada ancaman bencana banjir penilaian dan pembobotn menggunakan acuan metode Atlas BMKG. Sedangkan bencana Tanah Longsor menggunakan acuan metode Permen PU No.22/PRT/M/2007. Proses pembuatan peta dilakukan secara tumpang tindih, penilaian dan pembobotan serta analisis SIG diproses menggunakan perangkat lunak ArcMap. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil pemetaan ancaman bencana dan ancaman bencana terhadap permukiman. Hasil analisis pemetaan ancaman banjir dengan tingkat ancaman aman sebebsar 3,23%, rendah sebesar 52,04%, menengah sebesar 44,37%, dan tinggi sebesar 0,36%. Sedangkan ancaman tanah longsor memiliki tingkat ancaman sangat rendah sebesar 3,2644%, rendah 64,2234%, sedang 31,8579%, dan tinggi sebesar 0,6543%. Berdasarkan hasil analisis pemetaan ancaman bencana banjir pada wilayah permukiman dengan tingkat ancaman rendah sebesar 0,31%, menengah sebesar 98,01%, dan tinggi sebesar 1,68%. Pemetaan ancaman bencana tanah longsor pada wilayah permukiman dengan tingkat ancaman sangat rendah sebesar 0,6%, rendah sebesar 47,5%, sedang sebesar 51,5%, dan tinggi sebesar 0,4%.
KAJIAN PEMETAAN RISIKO BENCANA BANJIR KOTA SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Arco Triady Ujung; Arief Laila Nugraha; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.142 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Semarang adalah Ibukota Provinsi Jawa Tengah yang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal tersebut tidak hanya memberikan dampak positif, tapi juga memberikan dampak negatif. Salah satu dampak negatifrnya adalah banjir. Selain faktor alam, manusia juga memegang peranan besar sebagai faktor meningkatnya potensi terjadinya banjir. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat mempengaruhi sumberdaya air dan tanah, sehingga membuat suatu kawasan menjadi semakin rawan akan banjir. Berdasarkan data BPBD Kota Semarang, terjadi peningkatan kasus banjir dari tahun 2016 ke tahun 2017, dan dari 16 kecamatan di Kota Semarang, sebanyak 10 kecamatan termasuk daerah yang rawan banjir. Tercatat 2.085 korban yang terkena dampak banjir dan mengungsi, serta 529 unit rumah terendam dimana dua diantaranya rusak terkena dampak banjir sepanjang tahun 2018. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi dampak negatif tersebut adalah dengan melakukan pengkajian tingkat risiko banjir Kota Semarang menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG).Metode yang digunakan dalam menyusun peta risiko bencana banjir adalah dengan overlay peta ancaman banjir, peta kerentanan banjir, dan peta kapasitas banjir yang berpedoman pada SNI dan PERKA BNPB No. 2 Tahun 2012 menggunakan matriks VCA (Vulnerability Capacity Analysis). Kajian risiko bencana dijadikan sebagai dasar untuk menjamin harmonisasi arah dan efektivitas penyelenggaraan penanggulangan bencana pada suatu daerah.Hasil dari pemodelan diperoleh wilayah dengan tingkat risiko rendah seluas 19.535,781 ha atau sebesar 49,98% dari total luas Kota Semarang, tingkat risiko sedang dengan luas 14.358,708 ha atau sebesar 36,74% dari total luas Kota Semarang, dan tingkat risiko tinggi seluas 5.191,383 ha atau 13,28% dari total luas Kota Semarang. Kata kunci: Ancaman, Kapasitas, Kerentanan, Risiko, VCA   ABSTRACTSemarang City is the capital city of Central Java Province which have rapid development not only gave positive impact, but also gave negative impact, like flood. Besides natural factors, humans also play a big role as the factor of floods increases. Increasing population growth affects water and soil resources, thus making an area more prone to flooding. According to BPBD of Semarang City data, there has an increase of flodd cases from 2016 to 2017, and from 16 sub-districts in Semarang City, there are 10 sub-district  including flood-prone areas. There were 2,085 victims affected by flooding and displaced, and 529 houses were submerged, two of which were damaged by the flood throughout 2018. Efforts that made to reduce these negative impacts are assessment of  the level of flood risk in Semarang City using Geographic Information System (GIS). The method used in compiling a flood risk map is by overlaying a flood hazard map, a flood vulnerability map, and a flood capacity map based on SNI and PERKA BNPB No. 2 of 2012 using VCA matrix. Disaster risk assessment is the basis for ensuring the alignment and effectiveness of disaster management in the following area.The results of the model obtained areas with a low risk area is 19,535.781 ha or 49.98% of the total area of Semarang City, a medium level of risk with an area of 14,358.708 ha or 36.74% of the total area of Semarang City, and a high level of risk area is 5,191.383 ha or 13.28% of the total area of Semarang City. Keywords : Capacity, Hazard, Risk, VCA, Vulnerability
ANALISIS 3D MODELLING UNTUK DETEKSI OBSTACLE ZONA KKOP BANDARA ADI SOEMARMO Olivia Sinaga; Andri Suprayogi; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.914 KB)

Abstract

ABSTRAKTransportasi udara menjadi pilihan bagi banyak masyarakat Indonesia untuk melakukan perjalanan karena efisiensi waktu perjalanan dan beberapa maskapai yang saat ini sudah menyediakan harga yang terjangkau. Bandar udara atau bandara adalah salah satu dari beberapa faktor yang mempengaruhi keselamatan dalam aktivitas transportasi udara. Bandara Adi Soemarmo adalah satu dari banyak bandara yang mengalami pembangunan yang sangat pesat, selain itu wilayah Bandara Adi Soemarmo yang berada ditengah pemukiman menjadi alasan pentingnya memperhatikan peraturan tentang Kawasan Keselamatan Operasional Pernerbangan (KKOP). Kementrian Perhubungan mengatur peraturan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan dengan tujuan menjamin keselamatan penumpang dan juga masyarakat yang bermukim pada daerah sekitar bandara yang memiliki tingkat bahaya yang tinggi. Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan Bandara Adi Soemarmo dibuat dalam bentuk 3 dimensi sesuai dengan Keputusan Mentri Perhubungan No. 408 tahun 2017. Model 3D dibangun dengan menggunakan perangkat SketchUp. Obstacle atau halangan adalah bangunan yang memiliki ketinggian diatas ketinggian maksimal bangunan pada peraturan KKOP. Nilai ketinggian maksimal didapatkan dengan proses raster math antara model 3 dimensi zona KKOP dan model 3 dimensi DEM. Bangunan yang memiliki ketinggian diatas ambang batas maksimal dimodelkan menjadi 3 dimensi dengan menggunakan perangkat lunak SketchUp. Penelitian ini menghasilkan peta model 3 dimensi zona KKOP Bandara Adi Soemarmo dan obstacle. Zona dibangun dengan ketinggian yang didasarkan pada titik landasan 26. Zona KKOP mencakup 6 Kabupaten dan 1 Kota diantaranya Kabupaten Boyolali, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Klaten, Kabupaten Semarang, Kabupaten Sragen, Kabupaten Sukoharjo dan Kota Surakarta. Jumlah obstacle yang masuk dalam zona KKOP Bandara Adi Soemarmo berjumlah 51 obstacle.51 obstacle tersebut diantaranya SUTET, tower telekomunikasi dan cerobong. Kata Kunci : Bandara Adi Soemarmo, KKOP, Model 3D, Obstacle ABSTRACTAir transportation has become the choice for many Indonesians to travel because of the efficiency of travel time and several airlines that currently provide affordable prices. Airport is one of several factors that influence safety in air transportation activities. Adi Soemarmo Airport is one of the many airports that have experienced very rapid development, besides that the Adi Soemarmo Airport area, which is in the middle of settlements, is the reason for the importance of paying attention to regulations on the Aviation Operational Safety Area (KKOP). The Ministry of Transportation regulates Aviation Operational Safety Area regulations with the aim of ensuring the safety of passengers and also the people who live in areas around airports that have a high level of danger. The Adi Soemarmo Aviation Airport Operational Safety Area is made in 3 dimensions in accordance with Minister of Transportation Decree No. 408 in 2017. The 3D model was built using the SketchUp tool. Obstacle is a building that has a height above the maximum height of the building in KKOP regulations. The maximum height value is obtained by the raster math process between the 3 dimensional model of the KKOP zone and the 3 dimensional model of DEM. Buildings that have a height above the maximum threshold are modeled into 3 dimensions using SketchUp software. This study produced a 3-dimensional model map of the KKOP zone at Adi Soemarmo Airport and the obstacle. The zone was built with a height based on the runway 26. The KKOP Zone covers 6 Regencies and 1 City including Boyolali Regency, Karanganyar Regency, Klaten Regency, Semarang Regency, Sragen Regency, Sukoharjo Regency and Surakarta City. The number of obstacles included in the KKOP zone at Adi Soemarmo Airport is 51 obstacles. 51 of them are SUTET, telecommunication towers and chimneys.
ANALISIS PENENTUAN LAHAN KRITIS DENGAN METODE FUZZY LOGIC BERBASIS PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Kabupaten Semarang) Andini Riski Oktaviani; Arief Laila Nugraha; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.798 KB)

Abstract

ABSTRAKLahan kritis merupakan lahan yang telah mengalami kerusakan fisik, kimia dan biologi yang pada akhirnya membahayakan fungsi hidrologis, orologis, produksi pertanian, pemukiman dan kehidupan sosial ekonomi. Luas lahan kritis Kabupaten Semarang dari tahun ke tahun semakin menurun dan tercatat pada tahun 2015 sebesar 7.383,50 Ha. Daerah studi yang dianalisis dalam penelitian ini terdiri dari tiga kawasan yaitu kawasan hutan lindung, kawasan budidaya untuk pertanian, dan kawasan lindung di luar kawasan hutan. Pemilihan area studi penelitian didasarkan dari Permenhut No. 32/Menhut-II/2009.Penelitian ini berbasis penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk memetakan dan menganalisis lahan kritis. Metode yang digunakan adalah metode fuzzy logic dan dalam proses pengolahan menggunakan perangkat lunak Matlab. Parameter yang digunakan untuk menganalisis lahan kritis yaitu penutupan lahan (kerapatan vegetasi), erosi, lereng, produktivitas dan manajemen. Parameter penutupan lahan (kerapatan vegetasi) dalam penelitian ini didasarkan dari pengolahan algoritma NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) di citra landsat 8 tahun 2016. Sedangkan untuk mendapatkan derajat kemiringan lereng didasarkan dari pengolahan DEM SRTM.Lahan kritis berdasarkan metode scoring dan pembobotan sesuai Permenhut No. 32/Menhut-II/2009 menunjukkan bahwa kawasan budidaya pertanian didominasi dengan kriteria tingkat potensi kritis seluas 2.747, 720 Ha di Kecamatan Jambu. Hasil pengolahan metode fuzzy logic didapatkan kawasan budidaya pertanian didominasi dengan kriteria tingkat potensi kritis seluas 2.948,205 Ha di Kecamatan Getasan. Kriteria tingkat kritis dari hasil pengolahan metode scoring dan pembobotan sesuai Permenhut serta fuzzy logic terdapat di kawasan hutan lindung seluas 0,909 Ha di Kecamatan Bandungan. Tingkat keakuratan hasil pengolahan divalidasi dengan pengambilan 25 titik sampel acak berdasarkan survei lapangan dan interpretasi di Google Earth. Hasil uji signifikan dengan uji t sample berpasangan menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil metode scoring dan pembobotan dengan nilai validasi lapangan dan hasil fuzzy logic. Presentase kesesuaian metode scoring dan pembobotan dengan hasil validasi lapangan sebesar 56% sedangkan fuzzy logic sebesar 64%.
PEMBUATAN APLIKASI PETA RUTE BUS RAPID TRANSIT (BRT) KOTA SEMARANG BERBASIS MOBILE GIS MENGGUNAKAN SMARTPHONE ANDROID Wildan Ryan Irfana; Arief Laila Nugraha; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.15 KB)

Abstract

Kota-kota besar di Indonesia saat ini mengalami pertumbuhan kendaraan pribadi yang sangat tinggi. Hal ini mengakibatkan padatnya arus lalu lintas di dalam kota maupun di luar kota. Pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan yang merupakan dinas terkait dalam bidang transportasi berupaya untuk mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas dengan memberikan fasilitas umum berupa Bus Trans, dengan harapan masyarakat dapat mengurangi penggunaan dari kendaraan pribadi dan beralih kepada kendaraan umum ini. Penelitian ini dilakukan untuk membuat sebuah aplikasi Peta Rute BRT Trans Semarang yang berbasis smartphone android yang dibangun menggunakan software Android Studio yang terintegrasi dengan Google Maps untuk memudahkan dalam penyajian petanya. Basis data yang digunakan pada penelitian ini dibuat menggunakan MySQL PhpMyAdmin pada localhost yang dapat diakses menggunakan software XAMPP, kemudian basis data tersebut dapat disimpan pada hosting/server online. Fungsi yang dimanfaatkan pada aplikasi ini adalah fungsi Location Based Service sehingga pengguna dapat mengetahui shelter terdekat dari lokasi pengguna. Hasil dari penelitian ini berupa aplikasi Peta Rute BRT Trans Semarang yang dapat digunakan pada smartphone android. Aplikasi ini berisi informasi mengenai lokasi shelter dan rute yang dilalui oleh BRT Trans Semarang. Fitur atau menu yang ada pada aplikasi ini dapat memberikan petunjuk dimana lokasi shelter terdekat dan rute yang harus dilalui ketika ingin menuju shelter tujuan tertentu. Aplikasi ini telah dilakukan pengujian kepada pengguna jasa BRT Trans Semarang dan mendapatkan beberapa penilaian, diantaranya penilaian tingkat efektivitas didapatkan nilai rata-rata sebesar 4,458, tingkat kemudahan penggunaan aplikasi diperoleh nilai rata-rata sebesar 4,611, serta pada tingkat kepuasan pengguna diperoleh nilai rata-rata sebesar 4,583, dengan nilai maksimal adalah 5. Berdasarkan penilaian tersebut, aplikasi Peta Rute BRT Trans Semarang dapat berjalan dengan baik dan cukup efektif untuk digunakan dalam mencari informasi mengenai jalur BRT Trans Semarang.
VISUALISASI PETA FASILITAS UMUM KELURAHAN SUMURBOTO DENGAN ARCGIS ONLINE Muhammad Agam Cakra Donya; Bandi Sasmito; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSumurboto merupakan kelurahan di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, provinsi Jawa Tengah dengan luas 1.70 km2. Kelurahan Sumurboto merupakan salah satu tempat strategis yang sering dilewati baik mahasiswa dan penduduk sekitar. Untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi fasilitas umum di Kelurahan Sumurboto, maka diperlukan aplikasi web berbasis SIG. Aplikasi SIG berbasis web atau Web GIS merupakan sebuah sistem kompleks yang memiliki akses internet, yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, mengintegrasi, memanipulasi, dan menampilkan data yang mengidentifikasikan lokasi objek tanpa adanya kebutuhan penggunaan software SIG. ArcGIS Online merupaan salah satu  platform teknologi yang kolaboratif dan berbasis cloud yang membantu pengguna dan organisasi penggunanya dalam menciptakan, berbagi, dan mengakses peta, aplikasi, dan data. ArcGIS Online memfasilitasi penerjemahan data statis menjadi peta yang berguna, bernilai, dan pintar. Data hasil survei toponimi kelurahan Sumurboto pada penelitian ini akan dikonversikan menjadi data shp melalui ArcGIS, yang kemudian dikonversikan kembali menjadi data zip file, data zip file tersebut akan di unggah ke ArcGIS Online dimana data yang telah dimasukkan sebagai hosted layer dapat disimpan, diubah, dibagi, dan diperbaharui sesuai dengan meningkatnya kebutuhan akan informasi. Mengkolaborasikan antara ArcGIS Online dengan Cloud Based Web Creator Wix, penelitian ini akan menghasilkan sebuah website yang didalamnya terdapat aplikasi Peta Fasilitias Umum Kelurahan Sumurboto yang dapat diakses melalui halaman website https://agamfpl.wixsite.com/fasumsumurboto. Uji tampilan dan kebergunaan dari aplikasi peta menyimpulkan bahwa penilaian kebergunaan atau fungsi aplikasi peta yang dibuat adalah “Baik”. Uji kebergunaan akan mejadi acuan untuk memperbaharui aplikasi peta berdasarkan saran, kritik, dan komentar yang masuk dari pengguna internet luas. Kata Kunci : ArcGIS, ArcGIS Online, Fasilitas Umum, Sumurboto, WebGIS ABSTRACTSumurboto is a village in the Banyumanik District, Semarang City, Central Java province with an area of 1.70 km2, is one of the strategic places that are often passed by both students and residents around . To make it easier for the public to access information of public facilities in Sumurboto Village, a GIS-based web application is needed. Web-based GIS application or Web GIS is a complex system that has internet access, which is used to collect, store, integrate, manipulate, and display data that identifies the location of objects without the need for GIS software. ArcGIS Online is a collaborative and cloud-based technology platform that helps users and their user organizations create, share and access maps, applications and data. ArcGIS Online facilitates the translation of static data into useful, valuable, and smart maps. Data from the toponimi survey of Sumurboto Village in this study will be converted into shp data through ArcGIS, which is then converted into a zip file data, the zip file data will be uploaded to ArcGIS Online where data will be entered as the hosted layer can be saved, modified, divided, and updated according to the needs for information. With collaborating between ArcGIS Online and Wix's Cloud Based Web Creator, this research will produce a website in which provide an information of an Map Application of the Public Facilities of Sumurboto Village which can be accessed at https://agamfpl.wixsite.com/fasumsumurboto. As for the test display and usability of the map application concludes that the assessment of the usability or function of the map application made is "Good". Usability testing will be a reference for the update of the map application based on suggestions, criticisms, and comments coming from wide internet users. Keywords: ArcGIS, ArcGIS Online, Public Facilities, Sumurboto, WebGIS
PEMETAAN MULTI HAZARDS BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN DEMAK JAWA TENGAH Nyoman Winda Novitasari; Arief Laila Nugraha; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.37 KB)

Abstract

ABSTRAKKabupaten Demak Jawa Tengah rentan dengan 2 bahaya alam yaitu bahaya banjir dan bahaya kekeringan. Penelitian mengenai pemetaan multihazards belum pernah dilakukan di Kabupaten Demak. Pemetaan Multi Hazards adalah pemetaan yang menggabungan berbagai peta bahaya bahaya menjadi suatu kesatuan.Pemetaan Multi Hazards bahaya banjir dan kekeringan berbasis Sistem Informasi Geografis dibuat dengan software ArcGIS. Metode yang digunakan adalah skoring dan pembobotan parameter-parameter penyusun bahaya bahaya yang selanjutnya ditumpang susunkan (overlay). Dari hasil penelitian didapatkan hasil kesesuain pada saat verifikasi lapangan untuk bahaya banjir sebesar 64,28% dan 64,28% hasil kesesuaian terhadap bahaya kekeringan. Dan hasil kesesuaian terhadap multi hazards sebesar 64,28%. Wilayah Kabupaten Demak yang memiliki tingkat bahaya tinggi sebesar 70,961% terhadap bahaya banjir dan kekeringan. Sebesar 24,637% wilayah Kabupaten Demak memiliki tingkat bahaya sedang untuk bahaya banjir dan kekeringan. Sebesar 4,400% dengan tingkat bahaya rendah terhadap bahaya banjir dan kekeringan di Kabupaten Demak. Software ArcGIS dapat digunakan sebagai media pembuatan peta multi hazards dengan metode bobot dan skoring.Kata kunci: Banjir, Kekeringan, Peta Multi Hazards, dan Sistem Informasi Geografis,ABSTRACTDemak regency in Central Java is vulnerable with 2 natural disasters i.e. flood and drought disasters. Research on the multi hazards mapping has never been done . Multi hazards mapping is a mapping activity which combine various geo hazards map into a unity.Multi Hazards Mapping of flood and drought-based on Geographic Information System created with ArcGIS software. The method used is scoring and weighting parameters further constituent disaster threats in overlay. From the results, obtained the results of suitability at the time of field verification to the threat of flooding amounted to 64.28% and 57.14% of suitability to drought. And the results of conformity to the multi hazards of 64.28%. Demak regency which has a high threat level of 70.961% against the threat of flooding and drought. 24,637% of Demak has a medium threat level for the threat of flooding and drought. While the of 4,400% with low threat level against the threat of flood and drought in Demak. ArcGIS software can be used as media of making map multi hazards by the method of weighting and skoring.Keywords : Drought, Flood,  Geographic Information Systems, and Multi Hazards Maps,  *) Penulis, PenanggungJawab
ANALISIS SEBARAN MAHASISWA DEPARTEMEN TEKNIK GEODESI UNIVERSITAS DIPONEGORO MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Irfan Tri Anggoro; Arief Laila Nugraha; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.959 KB)

Abstract

ABSTRAKMenjamin ketersediaan dan akses terhadap Informasi Geospasial yang dapat dipertanggung jawabkan. Undang-undang tentang Informasi Geospasial ini menjadi aturan yang mengikat bagi seluruh pemangku kepentingan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagai pendukung pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya lainnya di negeri ini bagi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, di masa kini dan masa yang akan datang. Dengan disebarluaskannya Informasi Geospasial akhirnya pengetahuan kalangan umum akan berbagai sumber daya yang ada di Indonesia meningkat. Berdasarkan rangkuman UU geospasial itu untuk mendukungnya secara menyeluruh, dibutuhkan banyak tenaga geomatika di seluruh wilayah Indonesia.Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan biodata mahasiswa Geodesi Universitas Diponegoro (UNDIP) periode 2014 sampai dengan 2018 yang kemudian akan dipetakan berdasarkan lokasi alamat tempat tinggal masing-masing mahasiswa pada lingkup Pulau, Provinsi, dan Kabupaten/KotaBerdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa mahasiswa-mahasiswa Geodesi UNDIP periode tahun 2014 sampai dengan 2018 masih sangat terpusat di pulau Jawa dengan persentase sebesar 76%, kamudian untuk tingkat Provinsi juga di dominasi oleh Provinsi Jawa Tengah dengan persentase sebesar 57%, selanjutnya untuk tingkat Kabupaten/Kota , Kota Semarang mendominasi jumlah mahasiswa dengan presentase sebesar 18%, diikuti oleh Kabupaten Demak, Kabupaten Pati dan Kabupaten Semarang dengan persentase sebesar 3%. Dari trend persebaran mahasiswa periode tahun 2014 sampai 2018, yang mengalami trend positif atau penambahan jumlah mahasiswa dari tahun 2016 ke tahun 2018 adalah Provinsi Sumatera Barat, sedangkan yang mengalami trend negatif atau jumlah penurunan mahasiswa dari tahun ke tahun adalah Provinsi Sumatera Utara, sedangkan Provinsi yang stabil jumlah mahasiswanya adalah Provinsi DKI Jakarta dengan rata-rata jumlah mahasiswa sebanyak 4 orang dari tahun ke tahun.
Co-Authors Abdi Sukmono Abdi Sukmono, Abdi Adhelina Rinta Iswari Adi Nur Ikhsan Aditya Dharmawan Afriyanto Afriyanto Afriyanto Afriyanto Agung Setiawan Ahmad Daniyal Ahmad Shofiyul Huda Alfien Rahmenda Amalia Permata Dewi, Amalia Permata Anang Ikhwandito Andini Riski Oktaviani Andri Suprayogi Anisa Rachmawati, Anisa Annisaa Cahyaningsih Ar Rafi, Naufal Hisyam Arco Triady Ujung Arga Fondra Oksaping ARGNES DIONANDA RESZA PRADIPTA Arkham, Ivan Fandilla Aulia Arkham Arliandy Pratama Arwan Putra Wijaya Avianta Anggoro Santoso Awwaluddin, Moehammad Ayu Sulistyaningtyas, Sekar Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bondan Arum Kusumahati Briandana Januar Aji Gunadi Brinton Patuan Sitorus Cahya Wisuda Hukama Chairunisa Afnidya Nanda Dede Handoko DEDI SETYAWAN Dewi Shinta Septifany Dhuha Ginanjar Bayuaji Dian Triandini Nurcahyo Diqja Yudho Nugroho Dyah Widyaningrum Elceria Susanti Extiana, Kiky Fadhilla Shara Denafiar Fajri Ramadhan Fanni Kurniawan Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Fauzi Janu Ammarohman Febrian Pramana Putra Fida Wulan Istiaji Fina Faizana Frizani, Defanny Elsa Ghinaa Rahda Kurnila Habib Azka Ramadhani Hadi Winoto Hadi, Firman Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Handoko Dwi Julian Hani'ah . Haniah Haniah Hani’ah Hani’ah Hanifudin, Faiz Hani’ah Hani’ah HARDIAN ASTIANINGRUM Hartomo Haryo Kuncoro Hilman Djalu Sadewo Hutagalung, Christovel Mangaratua Ibrohim Shiddiq Ika Rahayu Wulansari Imam Mudita Inessia Umi Putri INNEKE ASTRID PITALOKA Irfan Tri Anggoro Izzudin Al Qossam Jalu Tejo Nugroho, Jalu Tejo Johan Wisma Anggoro Kemas Abdul Fatah Kevin Dio Maldini Khofifatul Azizah Kindy Ibrahim Hari L M Sabri Laode M Sabri Latifah Rahmadany Lingga Hascarya Prabandaru Lolita, Diaz Amel LUKMAN MAULANA ABDILLAH LUTHFI RAHMANDHANI Maharani, Raden Roro Kingkin Meiska Firstiara Maudi Mia Anggorowati Karomah Mochammad Imron Awalludin Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Mohammad Faiz Ilhami Muhammad Adnan Yusuf, Muhammad Adnan Muhammad Agam Cakra Donya Muhammad Bagus Salim Muhammad Hanif Abdurrahman Muhammad Sandhi Lazuardi Mustaqim, Alfiyan Nanda Dewi Arumsari Naryoko Naryoko Nastiti Asrining Hartri Naufal Humam Manshur Nella Wakhidatus Nella Wakhidatus Sholekhah Nisrina Niwar Hisanah NOVAYA NURUL BASYIROH Nugrahanto, Prasetyo Odi Nur Fajar Nafiah Nurhadi Bashit Nurmalasari, Cici Nurrahmawati Nurrahmawati Nyoman Winda Novitasari Olivia Sinaga Pardjono, P. Pradipta, Carlo Purba, Agantry Putri Auliya Qoaruddin Qomaruddin Rachmawati, Ekha Raditya Wahyu Utomo Rahmat Randy Valdika Ramadhan Susilo Utomo Resi Diansismita Resti Winda Ratriana Rida Hilyati Sauda Ridwan Ageng Ashari Rifqi Najib Muzaka Rintyas Chandra Irawan Rizqi Umi Rahmawati Rizqie Anarullah, Rizqie Rochim, Vianka - Rofi'i, Nur Izha Jannah Rosika Dyah Pratiwi Rr. Yossia Herlin A. Sabda Lestari Sabri, L.M Sabri, L.M. Safira Devi Kirana Sandy Yudistira Mahardika, Sandy Yudistira sari, Cici Nurmalasa Sartika Sartika Sawitri Subiyanto Sendy Brammadi Septiningdiah, Dara Jati Setiaji, Krisna Shindy Mariska Zulkarnain Siti Haeriah Stella Purnomo Sutomo Kahar Sutomo Kahar Syarifah Mayda Az Zahrotun Nisa Taufik Eka Ramadhan, Taufik Eka Tiara Toyyibatul Arofah Tistariawan, Adji Chandra Tri Adi Hermawan Tri Afiebbawa Exactanaya Tristianti, Nova Ulya Novita Sari Uman Kertanegara Vinsensia Hutagaol Viona Yashinta Viradhea Gita R. L. Wahyu Adi Yuliyanto Wakhidatus, Nella Wibisana, Alyawan Satrio Wildan Ryan Irfana Wisnu Wahyu Wijonarko Wiwik Levitasari Yanies Meiyanti Yesi Monika Manik Yoga Kencana Nugraha Yolanda Margaretha Mulder Yose Rinaldy N Yovi Adyuta Isdiantoro Yudo Prasetyo Yuliansyah Rachman Nur Rizky Zuraidha, Riza Nur