Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS SPASIAL HISTORIS PERTUMBUHAN WILAYAH JAKARTA ABAD XVII HINGGA ABAD XXI Zuraidha, Riza Nur; Prasetyo, Yudo; Nugraha, Arief Laila
Jurnal Geodesi Undip Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.524 KB)

Abstract

ABSTRAK Jakarta merupakan ibukota negara Indonesia yang memiliki sejarah penting dari zaman penjajahan Belanda. Perubahan spasial pada Jakarta terjadi baik dari segi luas maupun tutupan lahan yang ada. Sejarah perkembangan wilayah harus diperhatikan dalam membangun suatu wilayah, sehingga perkembangan wilayah dapat dilakukan secara optimal dan dapat mengurangi dampak-dampak yang mungkin terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kajian spasial terhadap historis pertumbuhan wilayah Jakarta serta bagaimana pola perubahan spasial perkembangan wilayah Jakarta dari abad XVII hingga abad XXI. Data yang dipakai yaitu citra SPOT 6 tahun 2018 dan peta analog Jakarta abad XVII hingga abad XX. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kombinasi digitasi, wawancara dan studi literatur untuk mendapatkan data pertumbuhan Kota Jakarta abad XVII hingga XX. Metode klasifikasi supervised dengan menggunakan Maximum Likelihood untuk mendapat peta tutupan lahan Jakarta abad XXI dan metode Standart Devitiational Ellips (SDE) untuk mendapat arah pertumbuhan fisik Jakarta. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis tutupan lahan Jakarta dari abad XVII hingga XXI diketahui bahwa Jakarta mengalami perubahan luas yang pesat dan dinamis terutama pada abad XXI dengan perubahan luas wilayah sebesar 3104,13 ha. Adapun perubahan sumbu rotasi pertumbuhan Jakarta abad XX menuju abad XXI terjadi pada semua arah dengan perubahan sumbu rotasi sebesar 11,288º mendekati sumbu Y. Dimana Jakarta pada abad XX hanya berkisar diwilayah Jakarta Pusat yang sekarang ini Jakarta terbagi menjadi 5 kota yaitu Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat. Kata Kunci : Digitasi on screen, Klasifikasi supervised, Jakarta, Spasial historis.  ABSTRACT Jakarta is the capital city of Indonesia which has an important history from the Dutch colonial era. Spatial changes in Jakarta occur both in terms of area and existing land cover. The history of regional development must be considered in developing an area, so that regional development can be carried out optimally and can reduce the impacts that may occur. This study aims to determine the potential for a spatial study of the historical growth of the Jakarta region and how the pattern of spatial change in the development of the Jakarta region from the 17th century to the 21st century. The data used are SPOT 6 2018 images and analog maps of Jakarta 17th century to 20th century. The method used in this research is a combination of digitize, interviews and literature studies to obtain data on the growth of Jakarta City 17th century to 20th. The supervised classification method uses Maximum Likelihood to get a map of Jakarta's land cover in the 21st century and the Standard Devitional Ellips (SDE) method to make the direction of Jakarta's physical growth. Based on the results of the processing of Jakarta's land cover from the 17th century to 21st century, it is known that Jakarta experienced rapid and dynamic changes in area, especially in the 21st century with changes in the area of 3104.13 ha. The changes in the direction of growth in Jakarta from the 17th to 20th century which are more likely to go south follow the Ciliwung river flow pattern, while the growth of the 21st century spreads in all directions in the 21st century with centers in the Menteng, Tanah Abang, and Setiabudi districts with a rotation direction of 11.288º Y axis. The change in direction of Jakarta's growth rotation is the most striking occurred in the 17th century to 18th century with a change in the direction of rotation of 16.314º away from the Y axis. The direction of rotation of physical growth in Jakarta is also in accordance with the direction of rotation in the growth of buildings in Jakarta.
PENGEMBANGAN WEBGIS UNTUK INFORMASI KERENTANAN TERHADAP ANCAMAN BANJIR Frizani, Defanny Elsa; Nugraha, Arief Laila; Awwaluddin, Moehammad
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKecamatan Semarang Timur merupakan salah satu kecamatan di Kota Semarang yang termasuk dalam Bagian Wilayah Kota (BWK) I, yaitu wilayah dengan zona/kawasan perdagangan, permukiman, jasa pendidikan serta campuran. Hal ini menjadikan Kecamatan Semarang Timur memiliki pertumbuhan penduduk yang relatif padat. Pada saat musim penghujan, Kecamatan Semarang Timur tidak luput dari ancaman banjir. Karena kondisi wilayah kecamatan yang padat, kerugian dan kerusakan pada saat kejadian sangat rentan terjadi. Penelitian terkait pengembangan webgis untuk informasi kerentanan terhadap ancaman bencana banjir dapat digunakan dalam meminimalisir kerusakan/kerugian yang akan muncul dari bencana banjir. Penelitian ini memanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam menganalisis kajian kerentanan. Hasil analisis klasifikasi kerentanan terhadap bencana banjir di Kecamatan Semarang Timur yang mengacu pada Perka BNPB No.2 Tahun 2012 serta dilakukannya modifikasi pada beberapa parameter kerentanan, telah diperoleh tiga kelas yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Pengembangan aplikasi webgis untuk informasi kerentanan terhadap ancaman banjir ini menggunakan platform ArcGIS Online dan selanjutnya diberi nama Aplikasi Kesiapsiagaan Banjir. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur – fitur yang terdapat pada ArcGIS Online yang berfungsi sebagai penunjang aplikasi agar dapat memberikan informasi terkait kerentanan terhadap ancaman banjir sehingga lebih interaktif dan informatif sebagaimana tujuan dari pengembangan aplikasi ini sendiri. Pada aplikasi ini juga telah dilakukan uji program dan uji kegunaan.
VISUALISASI MODEL 3D KAMPUS DEPARTEMEN TENIK GEODESI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO Tistariawan, Adji Chandra; Nugraha, Arief Laila; Sasmito, Bandi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerkembanngan sistem informasi geografis (SIG) pada saat ini sudah berkembang dengan cepat. Muncul nya visualisasi 3D yang memungkinkan pengguna untuk melihat peta 3D yang dapat memudahkan pengguna dalam melihat menginterpretasikan tempat tersebut. Namun, model 3D berorientasi objek apabila divisualisasikan, maka model 3D hanya berbentuk satu kesatuan yang membatasi fungsi SIG dalam menyampaikan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model 3D Kampus Departemen Teknik Geodesi, rancang bangun 3D GIS. Maka dibutuhkannya metode Full level of Detail (FLoD’s) serta metode objek berorientasi entitas dalam pembuatan model 3D. Metode FLoD yang digunakan adalah kombinasi Outdoor Level of Detail 3 (OLoD3) dan Indoor Level of Detail 1 (ILoD1) untuk membangun model 3D menggunakan perangkat lunak SketchUp dan informasi yang dibangun ke dalam model 3D menggunakan perangkat lunak CityEngine. Hasil penelitian berupa model 3D yang telah dibangun baik luar ataupun dalam dapat divisualisasikan dengan baik dan sesuai metode FLoD dengan spesifikasi OLoD3 dan ILoD1 dan analisis uji geometri pada model 3D dengan hasil ketelitian ±0.016 m. Hasil uji geometri telah memenuhi pada standar akurasi relatif berupa panjang dimensi. Hasil rancang bangun model 3D yang telah dibangun dapat menunjukkan model 3D yang menampilkan informasi kepada pengguna, sehingga model 3D dapat diakses oleh pengguna adalah model 3D yang menampilkan informasi yang telah ditambahkan dengan metode objek berorientasi entitas.
VISUALISASI SECARA ONLINE RUANG TERBUKA HIJAU KECAMATAN SEMARANG TIMUR Nugrahanto, Prasetyo Odi; Awaluddin, Moehammad; Nugraha, Arief Laila
Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKota Semarang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah dan memiliki pembangunan infrastruktur serta kepadatan penduduk yang tinggi. Untuk mendukung tersediannya lingkungan ruang terbuka hijau Pemerintah Kota Semarang menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2010 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai upaya menjaga kualitas lingkungan kota, dalam pertauran tersebut dirincikan sebaran rencana RTH ditingkat kecamatan. Terdapat 16 kecamatan di Kota Semarang, salah satunya adalah Kecamatan Semarang Timur yang memiliki kepadatan penduduk tergolong tinggi dengan kepadatan penduduk 9,687 jiwa/km2. Sepuluh tahun perda telah berlaku akan tetapi rencana yang ada pada perda belum diketahui perkembangannya. Penelitian ini menggunakan metode digitasi on screen dengan menggunakan citra WorldView-2 untuk mendapatkan luasan RTH di Kecamatan Semarang Timur. Hasil dari peta RTH kemudian divisualisasikan menggunakan webGIS untuk memberikan informasi yang lebih informatif kepada publik.  Visualisasi dari peta RTH Kecamatan Semarang Timur disajikan dalam bentuk ArcGIS webMap Application dengan menggunakan platform ArcGIS Online. Terdapat berbagai widget yang dapat digunakan oleh pengguna untuk berinteraksi dengan peta RTH yang telah dibuat. Terdapat sepuluh widget yang dapat digunakan oleh pengguna yaitu Perbesaran, Default Extent, Lokasi, Peta dasar, Layer, Legenda, Diagram, Pengukuran, Bantuan, Tentang. Untuk menyajikan informasi yang lebih informatif maka hasil dari RTH disajikan dalam bentuk ArcGIS StoryMap. Dalam ArcGIS StoryMap dapat menjelaskan lebih mendetail mengenai hasil dari penelitian. Didalamnya membahas beberapa topik yaitu Latar Belakang, Wilayah Studi Kasus, Ruang Terbuka Hijau, Data Penelitian, Hasil Analisis RTH, Peta Persebaran RTH, Peta Online, Kritik dan Saran. Uji Usability dilakukan untuk menunjukan suatu performa dari sistem webGIS yang telah dibuat. Hasil dari Uji Usability menunjukan bahwa dalam aspek Learnability bernilai 4,32. Dalam Efficiency bernilai 4,34. Dalam aspek Memorability bernilai 4,30. Dalam aspek Errors bernilai 4,26. Dalam aspek Satisfaction bernilai 4,34. Dari lima aspek tersebut didapatkan nilai rata – rata sebesar 4,31 sehingga performa webGIS sangat baik. Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau, Semarang Timur, webGIS ABSTRACTSemarang City is the capital of Central Java Province, has a high development infrastructure and population density. To support the availability of green open space environment, Semarang City Government Regional Regulation (Perda) Number 7 of 2010 concerning Green Open Space Management (RTH) as an effort to maintain the quality of the city environment. The regulation details the distribution of green open space plans at the sub-district level. There are 16 sub-districts in Semarang City, which one is East Semarang sub-District that has a high population density  with a population of 9,687 people / km2. It has been ten years since the perda has been in effect, but the progress of the existing perda is not yet known. This study used an on-screen digitization method using WorldView-2 imagery to obtain green open space area in East Semarang District. The results from the green open space map are visualized using webGIS to provide more informative to the public. The visualization of the green open space map for East Semarang District is presented in the a webMap using the ArcGIS Online platform. There are many widgets that can be used by users to interact with the RTH map that has been created. There are ten widgets that can be used by users, there are Magnification, Default Extent, Location, Base map, Layer, Legend, Diagram, Measurement, Help, and About. In order to provide more informative information, the results of the green open space are presented into ArcGIS StoryMap. In ArcGIS StoryMap can explain in more detail about the results of the research. There are several discussions in the ArcGIS StoryMap feature, there are background, case study areas, green open spaces, research data, green open space analysis results, green open space distribution maps, online maps, criticisms and suggestions. Usability test is conducted to show the performance of the webGIS system that has been created. The results of the Usability Test show that the Learnability aspect is 4.32. In Efficiency is 4.34. In the aspect of Memorability is 4.30. In the Errors aspect is 4.26. In the Satisfaction aspect is 4.34. From these five aspects, the average score is 4.31 so that webGIS performance is very good.
PENGEMBANGAN APLIKASI SISTEM INFORMASI PERSEBARAN KASUS COVID-19 DI KABUPATEN SUKOHARJO Mustaqim, Alfiyan; Nugraha, Arief Laila; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKCOVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh jenis virus corona yang baru diketahui saat terjadinya wabah di Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019. Indonesia mengumumkan adanya pasien terkonfirmasi pertama pada tanggal 2 Maret 2020 di Depok, Jawa Barat dan meluas hingga ke daerah-daerah lain. Kabupaten Sukoharjo menetapkan status KLB setelah ditetapkannya satu pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 pada tanggal 23 Maret 2020. Penyebaran kasus semakin meluas, hingga pada 01 Juli 2020 mengalami peningkatan menjadi 93 kasus. Informasi persebaran kasus COVID-19 sangat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan diri dan lingkungan. Sebagai upaya penyebarluasan informasi kasus COVID-19, penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan aplikasi sistem informasi persebaran kasus COVID-19 di Kabupaten Sukoharjo. Persebaran kasus COVID-19 ditampilkan hingga tingkat desa/kelurahan dalam peta interaktif. Analisis persebaran kasus menunjukkan Kecamatan Grogol mempunyai kepadatan kasus tertinggi selama bulan Juli hingga September. Pengembangan aplikasi sistem informasi dengan menggunakan ArcGIS Dashboard dan ArcGIS WebApp Builder menghasilkan aplikasi yang menyediakan dua 2 (dua) halaman, yaitu dasbor kasus yang diperbarui setiap hari, dan webGIS yang menampilkan peta analisis persebaran kasus COVID-19 dengan fitur yang cukup lengkap. Uji usability yang telah dilakukan kepada pengguna menghasilkan penilaian yang sangat baik dengan nilai 4,19 dari 5,00. Hasil tersebut menunjukkan bahwa aplikasi ini cukup efisien, efektif dan memuaskan dalam menyampaikan informasi terkait kasus COVID-19 di Kabupaten Sukoharjo.
VISUALISASI PETA FASILITAS PENUNJANG WISATA RELIGI KABUPATEN DEMAK MENGGUNAKAN APLIKASI CARRYMAP (Studi Kasus Masjid Agung Demak Dan Makam Kadilangu) Mohammad Faiz Ilhami; Arief Laila Nugraha; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.194 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu bidang kehidupan manusia yang sangat membutuhkan informasi adalah bidang pariwisata. Berbagai informasi mengenai perkembangan pariwisata, sarana pendukung, objek wisata, pengunjung hingga informasi mengenai penduduk setempat merupakan informasi yang penting untuk diketahui. Informasi yang kredibel mengenai gambaran lokasi wisata sangat dibutuhkan oleh wisatawan untuk merencanakan perjalanan dari tempat tinggal hingga ke tempat tujuan, selama berada di lokasi wisata hingga pulang kembali ke tempat tinggal.Kabupaten Demak merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang dikenal dengan pariwisata keagamaan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata merupakan salah satu pendapatan utama Kabupaten Demak disamping pertanian. Objek wisata yang paling dikenal di Kabupaten Demak adalah Masjid Agung Demak dan Makam Kadilangu. Salah satu pelayanan pariwisata yang perlu ditingkatkan adalah pelayanan informasi. Sampai saat ini pelayanan informasi yang berkaitan dengan pariwisata di Kabupaten Demak masih bersifat konvensional.Pada penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk membuat sebuah aplikasi peta persebaran fasilitas penunjang wisata religi di Kabupaten Demak. Hasil aplikasi yang dibuat pada penelitian ini dapat dijalankan pada platform desktop pc dan smartphone. Ketelitian posisi dari aplikasi adalah 7,824 meter. Kriteria efisiensi dengan nilai 79,333 dan kriteria kepuasan dengan nilai 79 yang diperoleh dari hasil uji usability. Dengan adanya peta pelayanan informasi wisata yang dapat diakses dengan smartphone ini diharapkan dapat mempermudah wisatawan dalam memperoleh berbagai informasi pariwisata serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar objek wisata.
Aplikasi SIG Berbasis Desktop Untuk Sebaran Lokasi Usaha Pertambangan di Kabupaten Wonogiri Annisaa Cahyaningsih; Arief Laila Nugraha; Hani'ah .
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.624 KB)

Abstract

An accurate and up-to-date information or data concerning with mining trade in a certain area, is urgently needed by the local government because, based on such information, steps for making decisions about mining trade management policy could be facilitated. In addition, such an information will also be very helpful for businessmen as well practitioners interested or involving actively in the management of mining trade.To get the information of the distribution of mining trade locations GIS mapping is done by using GPS navigation and supported by the attributes data of mining trade such as a kind of mining trade permit, the locations, the type of mineral, the name of the owner, and so on. Next is making database from spatial and attribute data using MapInfo 10.0 software and presented in the form of application using Visual Basic 6.0 software. From the three methods mention above, it can be obtained the complete information about the distribution of mining trade locations.The result obtained from the analysis of mining trade in Wonogiri Regency there are 91 mining trade, 16 Mining Permit (IUP) and 75 Mining Permit for the Society (IPR) which is spread in 14 districts. The final result which is presented is in the form of desktop GIS application that can be used by the user in order to get the complete data of mining trade easily.Keywords:         Mining Trade, GIS (Geographics Information System) , GIS Application 
EVALUASI PENERAPAN SISTEM SATU ARAH DI LINGKAR KEBUN RAYA BOGOR MENGGUNAKAN METODE ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS DAN NETWORK ANALYST Muhammad Hanif Abdurrahman; Arief Laila Nugraha; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPemerintah Kota Bogor menerapkan kebijakan Sistem Satu Arah (SSA) di Lingkar Kebun Raya Bogor (KRB) pada tahun 2016. Tujuan diberlakukannya SSA yaitu untuk kelancaran lalu lintas, mengatasi kemacetan, dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di Kota Bogor. Berdasarkan hal tersebut, dibutuhkan penelitian untuk menilai kemacetan, waktu tempuh, dan titik kecelakaan yang terjadi pasca diterapkannya SSA. Metode AHP (Analitycal Hierachy Process) dapat digunakan untuk melihat ruas jalur SSA dengan kemacetan tertinggi. Analisis jaringan dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat membantu dalam menganalisis waktu tempuh dan rute perjalanan di jalur SSA untuk tahun 2015,2016, 2018, dan 2019. Pemetaan titik kecelakaan dapat mempermudah dalam melihat persebaran titik kecelakaan periode tahun 2017-2020. Hasil pengolahan AHP menunjukkan masih ditemukan titik kemacetan di jalur SSA, yaitu di Jl. Otto Iskandardinata. Waktu tempuh perjalanan menuju Pasar Anyar dan Lapangan Sempur bertambah ditahun 2019. Waktu tempuh menuju Pasar Anyar ditahun 2018 yaitu 4,3-4,8 menit, sedangkan ditahun 2019 menjadi 5,3-5,9 menit. Waktu tempuh menuju Lapangan Sempur ditahun 2018 yaitu 4,1-4,6 menit berubah ditahun 2019 menjadi 5,1-6,2 menit. Berdasarkan data kecelakaan tahun 2017-2020 di Jalur SSA, terjadi  peningkatan jumlah kejadian dan jumlah korban ditahun 2018 dan 2020. Berdasarkan nilai AEK dan BKA, Jl. Jalak Harupat 2 dan Jl. Otto Iskandardinata termasuk kedalam jalan yang rawan kecelakaan lalu lintas dibandingkan dengan ruas jalan SSA lainnya. Rute perjalanan menuju Pasar Anyar dan Lapangan Sempur melewati satu ruas jalan yang rawan, yaitu Jl. Otto Iskandardinata. Kata Kunci : AEK, AHP, BKA, SIG dan SSAABSTRACTThe Bogor City Government implemented a One-Way System (OWS) policy at the Bogor Botanical Gardens ring road in 2016. The aim of implementing the OWS is to accelerate traffic, overcome congestion, and reduce the number of traffic accidents in Bogor City. Based on this, research is needed to assess congestion, travel time, and the point of accidents that occur after the implementation of OWS. The AHP(Analitycal Hierachy Process) method can be used to see the OWS segment with the highest congestion. Network analysis in the Geographical Information System (GIS) can help in analyzing travel times and travel routes on the SSA route for 2015,2016, 2018, and 2019. Mapping of accident points can make it easier to see the distribution of accident points for the 2017-2020 period. The results of AHP processing show that congestion points are still found on the SSA route, namely on Jl. Otto Iskandardinata. The travel time  to Anyar Market and Sempur Field increased in 2019. The travel time to Anyar Market in 2018 was 4.3-4.8 minutes, while in 2019 it was 5.3-5.9 minutes. The travel time to Sempur Field in 2018 is 4.1-4.6 minutes, changing in 2019 to 5.1-6.2 minutes. Based on accident data for 2017-2020 on the SSA road, there has been an increase in the number of incidents and the number of victims in 2018 and 2020. Based on the EAN (Equivalent Accident Number) and UCL (Upper Control Limit) scores, Jl. Jalak Harupat 2 and Jl. Otto Iskandardinata is included in a road that is prone to traffic accidents compared to other SSA roads. The route to Anyar Market and Sempur Field passes through one vulnerable road section, namely Jl. Otto Iskandardinata.
ANALISIS ANCAMAN TERHADAP BENCANA BANJIR DAN TANAH LONGSOR PADA WILAYAH PERMUKIMAN DI KABUPATEN JEPARA Nella Wakhidatus Sholekhah; Arief Laila Nugraha; Moehammad Awwaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJepara merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi bencana pada rentang waktu bulan Januari 2019, yaitu telah terjadi sebesar 69 kejadian bencana. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara. Salah satu tindakan yang perlu dilakukan yaitu mitigasi bencana untuk mengurangi terjadinya risiko bencana baik dari segi penyadaran, pembangunan fisik, maupun dilakukan peningkatan dalam menghadapi suatu ancaman bencana dengan melakukan analisis mengenai ancaman suatu wilayah terhadap bencana-bencana yang akan terjadi (BNPB, 2012). Metode yang dapat digunakan dalam pengkajian adalah metode Sistem Informasi Geografis (SIG) yaitu dengan dilakukannya scoring, pemboboton, tumpang tindih, dan analisis lain pada SIG. Pada ancaman bencana banjir penilaian dan pembobotn menggunakan acuan metode Atlas BMKG. Sedangkan bencana Tanah Longsor menggunakan acuan metode Permen PU No.22/PRT/M/2007. Proses pembuatan peta dilakukan secara tumpang tindih, penilaian dan pembobotan serta analisis SIG diproses menggunakan perangkat lunak ArcMap. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil pemetaan ancaman bencana dan ancaman bencana terhadap permukiman. Hasil analisis pemetaan ancaman banjir dengan tingkat ancaman aman sebebsar 3,23%, rendah sebesar 52,04%, menengah sebesar 44,37%, dan tinggi sebesar 0,36%. Sedangkan ancaman tanah longsor memiliki tingkat ancaman sangat rendah sebesar 3,2644%, rendah 64,2234%, sedang 31,8579%, dan tinggi sebesar 0,6543%. Berdasarkan hasil analisis pemetaan ancaman bencana banjir pada wilayah permukiman dengan tingkat ancaman rendah sebesar 0,31%, menengah sebesar 98,01%, dan tinggi sebesar 1,68%. Pemetaan ancaman bencana tanah longsor pada wilayah permukiman dengan tingkat ancaman sangat rendah sebesar 0,6%, rendah sebesar 47,5%, sedang sebesar 51,5%, dan tinggi sebesar 0,4%.
KAJIAN PEMETAAN RISIKO BENCANA BANJIR KOTA SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Arco Triady Ujung; Arief Laila Nugraha; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.142 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Semarang adalah Ibukota Provinsi Jawa Tengah yang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal tersebut tidak hanya memberikan dampak positif, tapi juga memberikan dampak negatif. Salah satu dampak negatifrnya adalah banjir. Selain faktor alam, manusia juga memegang peranan besar sebagai faktor meningkatnya potensi terjadinya banjir. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat mempengaruhi sumberdaya air dan tanah, sehingga membuat suatu kawasan menjadi semakin rawan akan banjir. Berdasarkan data BPBD Kota Semarang, terjadi peningkatan kasus banjir dari tahun 2016 ke tahun 2017, dan dari 16 kecamatan di Kota Semarang, sebanyak 10 kecamatan termasuk daerah yang rawan banjir. Tercatat 2.085 korban yang terkena dampak banjir dan mengungsi, serta 529 unit rumah terendam dimana dua diantaranya rusak terkena dampak banjir sepanjang tahun 2018. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi dampak negatif tersebut adalah dengan melakukan pengkajian tingkat risiko banjir Kota Semarang menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG).Metode yang digunakan dalam menyusun peta risiko bencana banjir adalah dengan overlay peta ancaman banjir, peta kerentanan banjir, dan peta kapasitas banjir yang berpedoman pada SNI dan PERKA BNPB No. 2 Tahun 2012 menggunakan matriks VCA (Vulnerability Capacity Analysis). Kajian risiko bencana dijadikan sebagai dasar untuk menjamin harmonisasi arah dan efektivitas penyelenggaraan penanggulangan bencana pada suatu daerah.Hasil dari pemodelan diperoleh wilayah dengan tingkat risiko rendah seluas 19.535,781 ha atau sebesar 49,98% dari total luas Kota Semarang, tingkat risiko sedang dengan luas 14.358,708 ha atau sebesar 36,74% dari total luas Kota Semarang, dan tingkat risiko tinggi seluas 5.191,383 ha atau 13,28% dari total luas Kota Semarang. Kata kunci: Ancaman, Kapasitas, Kerentanan, Risiko, VCA   ABSTRACTSemarang City is the capital city of Central Java Province which have rapid development not only gave positive impact, but also gave negative impact, like flood. Besides natural factors, humans also play a big role as the factor of floods increases. Increasing population growth affects water and soil resources, thus making an area more prone to flooding. According to BPBD of Semarang City data, there has an increase of flodd cases from 2016 to 2017, and from 16 sub-districts in Semarang City, there are 10 sub-district  including flood-prone areas. There were 2,085 victims affected by flooding and displaced, and 529 houses were submerged, two of which were damaged by the flood throughout 2018. Efforts that made to reduce these negative impacts are assessment of  the level of flood risk in Semarang City using Geographic Information System (GIS). The method used in compiling a flood risk map is by overlaying a flood hazard map, a flood vulnerability map, and a flood capacity map based on SNI and PERKA BNPB No. 2 of 2012 using VCA matrix. Disaster risk assessment is the basis for ensuring the alignment and effectiveness of disaster management in the following area.The results of the model obtained areas with a low risk area is 19,535.781 ha or 49.98% of the total area of Semarang City, a medium level of risk with an area of 14,358.708 ha or 36.74% of the total area of Semarang City, and a high level of risk area is 5,191.383 ha or 13.28% of the total area of Semarang City. Keywords : Capacity, Hazard, Risk, VCA, Vulnerability
Co-Authors Abdi Sukmono Abdi Sukmono, Abdi Adhelina Rinta Iswari Adi Nur Ikhsan Aditya Dharmawan Afriyanto Afriyanto Afriyanto Afriyanto Agung Setiawan Ahmad Daniyal Ahmad Shofiyul Huda Alfien Rahmenda Amalia Permata Dewi, Amalia Permata Anang Ikhwandito Andini Riski Oktaviani Andri Suprayogi Anisa Rachmawati, Anisa Annisaa Cahyaningsih Ar Rafi, Naufal Hisyam Arco Triady Ujung Arga Fondra Oksaping ARGNES DIONANDA RESZA PRADIPTA Arkham, Ivan Fandilla Aulia Arkham Arliandy Pratama Arwan Putra Wijaya Avianta Anggoro Santoso Awwaluddin, Moehammad Ayu Sulistyaningtyas, Sekar Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bondan Arum Kusumahati Briandana Januar Aji Gunadi Brinton Patuan Sitorus Cahya Wisuda Hukama Chairunisa Afnidya Nanda Dede Handoko DEDI SETYAWAN Dewi Shinta Septifany Dhuha Ginanjar Bayuaji Dian Triandini Nurcahyo Diqja Yudho Nugroho Dyah Widyaningrum Elceria Susanti Extiana, Kiky Fadhilla Shara Denafiar Fajri Ramadhan Fanni Kurniawan Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Fauzi Janu Ammarohman Febrian Pramana Putra Fida Wulan Istiaji Fina Faizana Frizani, Defanny Elsa Ghinaa Rahda Kurnila Habib Azka Ramadhani Hadi Winoto Hadi, Firman Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Handoko Dwi Julian Hani'ah . Haniah Haniah Hani’ah Hani’ah Hanifudin, Faiz HARDIAN ASTIANINGRUM Hartomo Haryo Kuncoro Hayuningsih, Dwi Mastuti Hilman Djalu Sadewo Hutagalung, Christovel Mangaratua Ibrohim Shiddiq Ika Rahayu Wulansari Imam Mudita Inessia Umi Putri INNEKE ASTRID PITALOKA Irfan Tri Anggoro Izzudin Al Qossam Jalu Tejo Nugroho, Jalu Tejo Johan Wisma Anggoro Kemas Abdul Fatah Kevin Dio Maldini Khofifatul Azizah Kindy Ibrahim Hari L M Sabri Laode M Sabri Latifah Rahmadany Lingga Hascarya Prabandaru Lolita, Diaz Amel LUKMAN MAULANA ABDILLAH LUTHFI RAHMANDHANI Maharani, Raden Roro Kingkin Meiska Firstiara Maudi Mia Anggorowati Karomah Mochammad Imron Awalludin Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Mohammad Faiz Ilhami Muhammad Adnan Yusuf, Muhammad Adnan Muhammad Agam Cakra Donya Muhammad Bagus Salim Muhammad Hanif Abdurrahman Muhammad Sandhi Lazuardi Mustaqim, Alfiyan Nanda Dewi Arumsari Naryoko Naryoko Nastiti Asrining Hartri Naufal Humam Manshur Nella Wakhidatus Nella Wakhidatus Sholekhah Nisrina Niwar Hisanah NOVAYA NURUL BASYIROH Nugrahanto, Prasetyo Odi Nur Fajar Nafiah Nurhadi Bashit Nurmalasari, Cici Nurrahmawati Nurrahmawati Nyoman Winda Novitasari Olivia Sinaga Pardjono, P. Pradipta, Carlo Purba, Agantry Putri Auliya Qoaruddin Qomaruddin Rachmawati, Ekha Raditya Wahyu Utomo Rahmat Randy Valdika Ramadhan Susilo Utomo Resi Diansismita Resti Winda Ratriana Rida Hilyati Sauda Ridwan Ageng Ashari Rifqi Najib Muzaka Rintyas Chandra Irawan Rizqi Umi Rahmawati Rizqie Anarullah, Rizqie Rochim, Vianka - Rofi'i, Nur Izha Jannah Rosika Dyah Pratiwi Rr. Yossia Herlin A. Sabda Lestari Sabri, L.M Sabri, L.M. Safira Devi Kirana Sandy Yudistira Mahardika, Sandy Yudistira sari, Cici Nurmalasa Sartika Sartika Sawitri Subiyanto Sendy Brammadi Septiningdiah, Dara Jati Setiaji, Krisna Shindy Mariska Zulkarnain Siti Haeriah Stella Purnomo Sutomo Kahar Sutomo Kahar Syarifah Mayda Az Zahrotun Nisa Taufik Eka Ramadhan, Taufik Eka Tiara Toyyibatul Arofah Tistariawan, Adji Chandra Tri Adi Hermawan Tri Afiebbawa Exactanaya Tristianti, Nova Ulya Novita Sari Uman Kertanegara Vinsensia Hutagaol Viona Yashinta Viradhea Gita R. L. Wahyu Adi Yuliyanto Wakhidatus, Nella Wibisana, Alyawan Satrio Wildan Ryan Irfana Wisnu Wahyu Wijonarko Wiwik Levitasari Yanies Meiyanti Yesi Monika Manik Yoga Kencana Nugraha Yolanda Margaretha Mulder Yose Rinaldy N Yovi Adyuta Isdiantoro Yudo Prasetyo Yuliansyah Rachman Nur Rizky Zuraidha, Riza Nur