Claim Missing Document
Check
Articles

Sintren as a Traditional Performing Art in Mirat Village Kartika, Nyai; Reiza D. Dienaputra; Susi Machdalena; Awaludin Nugraha; Agus S. Suryadimulya; Susi Yuliawati; Sriwardani, Nani
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 39 No 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v39i2.2551

Abstract

Sintren art is a traditional art that developed in almost all coastal areas of the island of Java. In Majalengka, sintren art developed in Mirat Village, Leuwimunding District. Sintren as a traditional art grew among rural communities that were becoming modern so sintren then survived as a traditional performing art that had an influence on the social life of the community. This research was carried out using qualitative research methods which are believed to be a scalpel in research so as to help explain the research object factually. Data collection techniques were carried out by direct observation and interviewing sources. The results of this research show that sintren in Mirat Village is not only a traditional art that was initially performed in ceremonies or rituals, but also a traditional performing art that can be performed during circumcision celebrations, weddings, and welcoming guests who come to the village. There has been a shift in sintren performances, currently sintren can be performed anytime and anywhere depending on the enthusiasm and demand of the community, because currently the values contained in this sintren performing art are no longer closely tied to a ceremony or ritual alone. Sintren art absorbs the cultural values of the community so Sintren performing arts have become part of the culture of the Mirat community.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI KOMUNITAS MAJELIS TAKLIM AL AMANAH DESA CIMENYAN KABUPATEN BANDUNG MELALUI PENINGKATAN PERAN PEREMPUAN DALAM MEMBANGUN KELUARGA SEHAT Yuliawati, Susi; Machdalena, Susi; Ekawati, Dian
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.43150

Abstract

Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun keluarga yang sehat jasmani dan rohani, terutama dalam menghadapi masa pandemi dan beradaptasi dengan kehidupan normal baru. Dalam bidang kesehatan mikro, anggota keluarga perempuan sangat berperan dalam memenuhi gizi harian keluarga untuk mencegah malnutrisi dan gizi buruk. Kegiatan ini dilaksanakan di Komunitas Majelis Taklim Al-Amanah Desa Cimenyan Kabupaten Bandung dengan mitra para anggota perempuan dari komunitas tersebut, mengingat peran mereka dalam keluarga sebagai pendidik anak-anak, pengurus rumah tangga, dan pemelihara keluarga sehat. Oleh karena itu, peran ibu perlu ditingkatkan melalui berbagai macam kegiatan. Salah satunya adalah kegiatan olah raga body weight training yang masih belum populer di kalangan masyarakat umum. Kegiatan berupa sosialisasi dan praktik tentang body weight training ini dibimbing oleh seorang professional trainer. Body weight training dipilih karena selama ini para perempuan di Komunitas Majelis Taklim Al-Amanah Desa Cimenyan Kabupaten Bandung lebih mengenal olah raga berjenis cardio, seperti senam pagi. Padahal, olah raga body weight training ini sangat cocok untuk mereka yang berusia 40 tahun ke atas dan dapat dipraktikan di rumah. Dari kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini, para perempuan di Komunitas Majelis Taklim Al-Amanah Desa Cimenyan Kabupaten Bandung diharapkan memiliki kebiasaan baru untuk membangun keluarga sehat. Para perempuan yang menjadi sasaran kegiatan ini selanjutnya diharapkan juga untuk menularkan kebiasaan ini kepada anak, suami, dan anggota keluarga lainnya. Dengan demikian, hal ini dapat membantu mengoptimalkan peran perempuan di komunitas tersebut sebagai pembangun keluarga sehat.The implementation of this Community Service activity aims to strengthen women's roles in building physically and mentally healthy families, particularly in the face of the pandemic, and adapting to a new normal life. Female family members play an important role in fulfilling the family's daily nutrition to prevent malnutrition and malnutrition in the field of micro-health. This activity was carried out with partners from the Al-Amanah Taklim Council Community, Cimenyan Village, Bandung Regency, taking into account their role in the family as children's educators, housekeepers, and caregivers of healthy families. As a result, the role of mothers must be expanded through a variety of activities. One of them is bodyweight training, which is still not widely practiced. Activities in the form of socialization and practice of body weight training are guided by a professional trainer. Women in the Al-Amanah Taklim Assembly Community, Cimenyan Village, Bandung Regency are more familiar with cardio-type activities, such as morning workouts, hence body weight training was chosen. In fact, this bodyweight training exercise is ideal for anyone over the age of 40 and may be done at home. Women at the Al-Amanah Taklim Assembly Community in Cimenyan Village, Bandung Regency, are expected to develop new behaviors in order to raise healthy families as a result of this Community Service project. The women who are the object of this practice are then expected to carry on their habits to their children, husbands, and other family members. As a result, this can assist to maximize women's roles in the community as family builders. 
Teknologi Tepat Guna Membangun Kecintaan dan Kebanggaan Pada Kearifan Lokal Bahasa Sunda N. Rinaju Purnomowulan; Samson CMS; Susi Machdalena; Evi Rosyani Dewi; Anggy Endrawan
PANGGUNG Vol 27 No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v27i1.234

Abstract

ABSTRAKSebagai salah satu dari tujuh unsur budaya versi Koentjaraningrat bahasa merupakan unsur yang melekat pada diri setiap warga masyarakat dan menjadi salah satu pencirikelompoknya. Bahasa Sunda seyogyanya tampil dalam keseharian masyarakat Sunda, khususnya dalam pendidikan nonformal dan informal. Dengan demikian kearifan lokal tersebut akan terlindungi dari ancaman „pemarjinalan“.Penelitian yang dilakukan di kecamatan Pangalengan, Banjaran danCicalengka di kabupaten Bandungmembuahkan hasil yang cukup mengejutkan. Babasan, paribasa dan aksara Sunda (baca: Kaganga) nyaris tidak dikenal di kalangan masyarakatnya. Meskipun bahasa Sunda digunakan sebagai sarana komunikasi, namun nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya tidak tereksplor dengan baik. Melalui teknologi tepat guna berupa kartu „Opat Kalima Pancer“ dan fesyen populer bernuansa kearifan lokal diharapkan kecintaan dan kebanggan warga terhadap nilai-nilai budaya Sunda berbasis bahasa dapat ditumbuhkan.Kata kunci: unsur budaya, penciri kelompok, nyaris hilang, teknologi tepat guna, kecintaan ABSTRACTAs one of seven cultures that according to Koentjaraningrat, language is an element which is inherent for every member of society. It also becomes one of the group identifier. Sundanese should appear in everyday life of Sundanese people, especially in non-formal and informal education. Therefore, the local knowledge will be protected from the threat of “marginality“.The research that located in the dictrict of Pangalengan, Banjaran, and Cicalengka, in Bandung regency obtained results that were quite startling. Babasan, paribasa and Sundanese script (read: Kaganga) are barely known among the people. Although Sundanese used as means of communication, but cultural values that contain in them does not discover properly. Through appropiate technology in the form of kartu opat kalima pancer and popular fashion that nuanced local knowledge are expected people’s devotion and pride towards Sundanese cultural values in the basis of language can be grown.Keywords: cultural element, group identifier, narrowly missing, appropiate technology, devotion
Batik Pasiran: Wujud Kearifan Lokal Batik Kampung Pasir Garut Nyai Kartika; Reiza D. Dienaputra; Susi Machdalena; Awaludin Nugraha
PANGGUNG Vol 30 No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i4.1368

Abstract

Batik Pasiran merupakan wujud seni batik yang dihasilkan oleh masyarakat Kampung Pasir,Desa Cintakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Batik Pasiran tergolong batik yangbaru berkembang dan diperkenalkan oleh masyarakat Kampung Pasir. Batik tersebut memilikikeunikan dan nilai-nilai leluhur Kampung Adat Pasir, bentuk kearifan lokal masyarakatnya.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis budaya yang diharapkanmampu mengungkap dan menjabarkan bagaimana bentuk kearifan lokal yang dikiaskandalam Batik Pasiran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitiankualitatif yang akan membantu mengabstraksikan pertalian antara bentuk seni dalam hal inibatik dengan nilai-nilai kearifan lokal yang hidup di dalam budaya masyarakat KampungPasir. Hasil penelitian menjelaskan bahwa corak motif Pasiran menggambarkan kehidupanmasyarakat yang menyatu dengan alam. Dalam hal ini batik, bukan hanya sekedar hasil budaya,lebih jauh lagi makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya merupakan ungkapan daripengalaman empiris dan keseharian masyarakat yang membentuk satu kesatuan budaya.Kata Kunci: Batik, Pasiran, Kearifan Lokal
Motif Batik Ciwaringin sebagai Identitas Budaya Lokal Cirebon Susi Machdalena; Reiza D. Dienaputra; Agus S. Suryadimulya; Awaludin Nugraha; N. Kartika; Susi Yuliawati
PANGGUNG Vol 33 No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i1.2476

Abstract

Artikel ini membahas motif-motif Batik Ciwaringin yang mempunyai kekhasan dan keunikan tersendiri. Batik Ciwaringin dibuat tidak menggunakan pola dalam proses membatiknya, dikerjakan para ibu yang sudah berumur lanjut, untuk mewarnai batik digunakan bahan pewarna alam, motif batik kental dengan nilai-nilai Islam, karena awal mulanya terdapat batik di Ciwaringin dibuat oleh para santri di pesantren. Hal-hal tesebut menjadi unggulan Batik Ciwaringin dan menjadi identitas masyarakatnya. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pendekatan ini digunakan untuk memaparkan kearifan lokal dan identitas masyarakat Ciwaringin. Data-data yang berupa motif-motif batik Ciwaringin diperoleh dari sanggar Batik Muhammad Suja’i dan sanggar Batik Risma. Data-data dipilah berdasarkan pola motif batik. Terdapat lima pola motif, yaitu pola geometris, pangkaan, byur, ceplak-ceplok, laseman, dan pola kombinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif-motif batik dengan berbagai ragam hias berasal dari alam di sekitar Desa Ciwaringin. Batik Ciwaringin merupakan hasil ekspresi kultural para perajinnya dengan motif-motif yang tidak keluar dari sosio-kultural Islam karena sejak awal adanya Batik Ciwaringin berpedoman pada ajaran-ajaran Islam. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Batik Ciwaringin menunjukkan identitas budaya Ciwaringin yang kaya akan flora dan fauna. Kata kunci: Motif batik, kearifan lokal, identitas Kata kunci: Motif batik, kearifan lokal, identitas.
PENCEGAHAN ANEMIA PADA PEREMPUAN USIA SUBUR DI KECAMATAN CIMENYAN KABUPATEN BANDUNG Yuliawati, Susi; Ekawati, Dian; Machdalena, Susi; Nafhanda, Alyssa Myrelia
Midang Vol 2, No 3 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58320

Abstract

Menurut data WHO, anemia defisiensi besi diperkirakan menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian pada perempuan usia subur, terutama saat mereka hamil dan melahirkan. Selain itu, perempuan usia subur yang menderita anemia menjadi kurang produktif dan memiliki kemampuan akademik yang kurang. Di Indonesia 30% perempuan berusia antara 15-24 tahun menderita anemia. Sedangkan di Jawa Barat yang berpenduduk lebih dari 47 juta jiwa,  lebih dari 50% perempuan usia SMP menderita anemia (Roche dkk., 2018) Melihat situasi ini, pemerintah Indonesia mengacu kepada WHO memberikan tablet suplemen penambah darah bagi perempuan usia subur di Indonesia. Namun, pemberian tablet ini tidak dimanfaatkan dengan baik, karena banyak faktor yang melatarbelakanginya. Faktor sosial budaya seperti adanya mitos bahwa perempuan yang sedang menstruasi tidak boleh makan ikan atau daging karena dapat mengakibatkan darahnya menjadi bau anyir, menjadi salah satu penyebab banyak perempuan usia subur kekurangan zat besi. Pemahaman yang rancu antara darah rendah dan kurang darah pun masih ada, sehingga perempuan tidak mau diberi tablet tambah darah karena takut membuatnya menderita tekanan darah tinggi (Roche dkk., 2018). Padahal anemia ini dapat dicegah dari awal dengan menerapkan pola hidup sehat serta mengonsumsi makanan dengan nutrisi lengkap. Menyikapi situasi dan kondisi di atas, pengabdian kepada masyarakat ini mengusung tema “Pencegahan Anemia pada Perempuan Usia Subur di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung”. Peserta penyuluhan ini adalah para perempuan berusia subur anggota majelis taklim Al Amanah di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan para perempuan usia subur lebih memperhatikan kondisi kesehatan dirinya, terutama yang berkaitan dengan anemia, sehingga mereka dapat mengoptimalkan dirinya dan juga dapat melahirkan generasi yang sehat.
Unveiling Historical, Religious, And Philosophical Values of the Indonesia’s Panjunan Red Mosque Via Architectural and Visual Narrative Kartika, Nyai; Dienaputra, Reiza D; Machdalena, Susi; Nugraha, Awaludin; Suryadimulya, Agus Suherman; Yuliawati, Susi; Sriwardani, Nani
Journal of Islamic Architecture Vol 8, No 3 (2025): Journal of Islamic Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, UIN Maliki Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jia.v8i3.25686

Abstract

This historical research examines the messages conveyed through the architectural art of an ancient mosque, the Cirebon Panjunan Red Mosque, which was built by Arab descendants living in Java in 1480 AD. In Indonesia, the acculturation between Islamic culture and traditional values resulted in the uniqueness of mosques' architectural buildings and ornaments. In addition to being a place of worship, mosques became an art form rich in symbols, representing historical, religious, and philosophical values. This qualitative research with historical methods seeks to investigate the visual narrative in the ancient mosque by implementing a series of historical research stages, including heuristics, criticism, and data interpretation. As pictures convey a narrative as well as words, visual narrative can be used to discover the values of the past. The results of the research have unveiled messages of history and culture regarding Islam's development during the Cirebon sultanate. In addition, the history of the Panjunan Red Mosque was described. Hopefully, this research can contribute to new knowledge on the past Islamic development in Indonesia and the wisdom of peaceful acculturation.
Pengaruh leksika dan gramatika bahasa Rusia terhadap pembentukan karakter penuturnya Machdalena, Susi; Ismail, Nany; Koeshandoyo, Eko Wahyu; Mariamurti, Prima Agustina; Wildan, Rahmi Imanda
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 6 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v6i4.814

Abstract

This study aimed to analyze the influence of Russian vocabulary and grammar on the formation of the personalities of its speakers. In the Russian context, vocabulary and grammar play an important role in establishing communication patterns and the cultural identity of its speakers. This study used the qualitative descriptive method. The data were classified based on cultural data and vocabulary contained in anecdotes, phraseologies, folklore, the pronominal use of vy ‘you' and ty 'you', the formation of atroponyms using suffixes, the use of exclamation marks, and the use of numbers. The results of this study show that stereotypes, phraseologies, folklore, vy ‘you' and ty 'you' pronouns, anthroponic suffixes, interjections, and the use of numbers can shape the character of speakers. All these elements affect how words, grammar, and sentence structure are used in Russian. In addition, it can affect the characteristics of the speaker, including attitudes, values, and thinking patterns. This research can provide a deeper understanding of how language plays an important role in shaping an individual's personality in a Russian linguistic context, as well as its implications for understanding the culture and identity of Russian-speaking peoples.
Pola Perubahan Fonem Vokal dan Konsonan Kata Serapan dari Bahasa Jepang ke dalam Bahasa Indonesia Putri, Mellati Riandi; Fachrullah, Tb. Ace; Machdalena, Susi
Prosodi Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 15, No 2: (2021): prosodi
Publisher : Program Studi Bahasa Inggris Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.966 KB) | DOI: 10.21107/prosodi.v15i2.12183

Abstract

This research is purposed to determine the pattern of phoneme which changed in Indonesian loanwords which derived from Japanese. This research based on descriptive qualitative analysis method. The data source of this research is article from Kompas news online website which uploaded from January until October 2020. There are 67 data which classified to the pattern of phoneme that changed based on theory of vowels and consonant from Marsono and for Japanese vowels and consonant using theory from Sudjianto and Dahidi. There are 3 patterns of phoneme that changed in Indonesian loanwords which derived from Japanese found from this research: the pattern from one vowel change, the pattern from one vowel and one consonant change, and the pattern from one consonant change. The further research through big data such as corpus based research might be needed to find another variations of this pattern.
Analisis Polisemi Adjektiva Warna dalam Bahasa Rusia Yoga Adityo Nugroho; Ani Rachmat; Susi Machdalena
Sintaksis : Publikasi Para ahli Bahasa dan Sastra Inggris Vol. 3 No. 3 (2025): May : Sintaksis : Publikasi Para ahli Bahasa dan Sastra Inggris
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/sintaksis.v3i3.1642

Abstract

This thesis is entitled “Analysis of Color Adjective Polysemy in Russian". The thesis contains research on polysemy analysis of several colors in the Russian language and explains the use of color adjectives polysemy meaning according to context in sentences. This study uses descriptive qualitative methods by taking primary data sources from the Russian-Indonesian dictionary by Victor Pogadaev (2010) and secondary data from ruscorpora.ru and udarenie.ru. The study was conducted by analyzing what meaning is contained in a color and what nouns can give rise to the meaning in question. The author uses the theories put forward by Russian linguists as a Research Foundation, including Valgina (2003), Rozental (2001), Novikov (2003), Bobrova (1993), Rozental’ et al (2010), Kobozeva (2000), dan Pulkina (1975). The purpose and results of this study will show that color adjectives in the Russian language have many meanings and the use of color polysemous meanings in a sentence.