Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Informasi tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) di Apotek Kimia Farma 188 S.Parman Sindwi Rinanda Sari; Rezka Fajar Ramadhan; Khoirunnisa Muslimawati; Normaidah Normaidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 1, No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v1i4.9121

Abstract

Kalangan masyarakat masih banyak ditemui masalah kesehatan contohnya terkait obat. Salah satu permasalahan obat di kalangan Masyarakat yaitu tentang cara penggunaan obat yang tepat dan benar. program DAGUSIBU (DApatkan, GUnakan, SImpan, BUang) merupakan cara yang tepat untuk menerapkan program tersebut di kalangan masyarakat. DAGUSIBU merupakan promosi kesehatan mengenai DApatkan, GUnakan, SImpan, Buang obat dengan baik dan benar. Tujuan promosi kesehatan ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang menggunakan obat yang benar agar keberhasilan pengobatan dapat tercapai dan menghindari rusaknya lingkungan dikarenakan tidak tepatnya proses pembuangan limbah obat.  Lokasi promosi kesehatan terkait DAGUSIBU ialah Apotek Kimia Farma 188 S. Parman. Metode yang dipilih dalam menyampaikan informasi menggunakan media leaflet. Dari aktivitas dilakukan terhadap 10 pasien yang sangat antusias dalam mendengarkan penerangan dan aktif bertanya terkait penggunaan obat serta penanganannya. Kata Kunci: DAGUSIBU, Promosi Kesehatan, Kimia Farma   Various health problems, particularly related to drugs, are still found in the community. Various problems related to drugs can be caused by misunderstanding about the use and handling of drugs properly. One way to manage drugs properly and correctly is to implement the DAGUSIBU program (Get, Use, Save, Throw Away). DAGUSIBU is a health promotion about Get, Use, Save, Dispose of drugs properly. The purpose of this health promotion activity is to provide information about the correct use of drugs so that treatment goals can be achieved and do not cause environmental damage due to the wrong disposal of medicinal waste at Kimia Farma 188 S. Parman Drugstore. The method chosen in conveying information is using leaflets. The results of the activity were carried out on 10 patients who were very enthusiastic in listening to the explanations and actively asking questions regarding the use of drugs and their treatment
Batas Waktu Penggunaan Obat di Kimia Farma Apotek 61 Veteran Dewi Kartika; Rosiana Aryani; Gema Yulan Dahnis; Normaidah Normaidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 1, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v1i2.9120

Abstract

Batas waktu penggunaan obat merupakan produk yang telah disiapkan atau kemasan primer nya telah di buka. Kemasan primer adalah kemasan yang bersentuhan langsung dengan bahan obat, contohnya botol, ampul, blister, dan vial. BUD berbeda dengan expired date (ED). Tujuan dari kegiatan promosi kesehatan yaitu memberikan edukasi dan informasi tentang pengetahuan batas penggunaan obat di Apotek Kimia Farma 61 Veteran. Metode yang digunakan untuk menyampaikan informasi menggunakan media leaflet. Hasil dari kegiatan ini dilihat dari hasil pretest dan postest. Di laksanakan kegiatan ini pada 10 orang pasien. Hasil dari pretest diperoleh nilai 53,33% dan hasil postest mengalami peningkatan dengan nilai 85%.Kata Kunci: BUD, Edukasi, Pasien, ApotekBeyond use date (BUD) or the time limit for drug use is when the product has been prepared or the primary packaging has been opened. Primary packaging is packaging that comes into direct contact with medicinal ingredients, for example bottles, ampoules, blisters and vials. BUD is different from expired date (ED). The aim of health promotion activities is to provide education and information about knowledge of drug use limits at Kimia Farma 61 Veteran Pharmacy. The method used to convey information uses leaflet media. The results of this activity can be seen from the pretest and posttest results. This activity was carried out on 10 patients. The results of the pretest obtained a score of 53.33% and the results of the posttest increased with a score of 85%.
Edukasi tentang “Bijak Masyarakat Gunakan Antibiotik Untuk Pasien” di Salah Satu Apotek Banjarmasin Tengah Kota Banjarmasin Syifa Auliani; Ricky Desrianto; Normaidah Normaidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 1, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v1i2.8840

Abstract

Antibiotik adalah senyawa kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang pada konsentrasi rendah memiliki kemampuan untuk menghambat atau membunuh mikroorganisme lain. Dewasa ini, resistensi antibiotik meningkat seiring dengan peningkatan konsumsi antibiotika yang bebas dan keliru serta penyimpanan yang tidak sesuai yang menyebabkan antibiotik tersebut rusak sehingga efektivitasnya hilang. Tujuan kegiatan promosi kesehatan ini adalah untuk memberikan edukasi serta melihat bagaimana tingkat pengetahuan pasien di salah satu apotek Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin tentang penggunaan antibiotik. Metode yang dipilih dalam menyampaikan informasi menggunakan media leaflet dan Video. Hasil kegiatan dievaluasi melalui hasil dari nilai pre-test dan post-test. Kegiatan dilakukan terhadap 15 orang pasien. Berdasarkan hasil pada sesi pre-test diperoleh nilai total sebesar 55,4% dan setelah dilakukan post-test pengetahuan pasien meningkat dengan diperoleh nilai 85%.Kata Kunci: Antibiotik, Edukasi, ResistenAntibiotics are chemical compounds produced by microorganisms which at low concentrations have the ability to inhibit or kill other microorganisms. Today, antibiotic resistance increases along with the increase in consumption of free and erroneous antibiotics and inappropriate storage which causes these antibiotics to be damaged so that their effectiveness is lost. The purpose of this health promotion activity is to provide education and see how the level of knowledge of patients in a pharmacy in the Central Banjarmasin District, Banjarmasin City regarding the use of antibiotics. The chosen method of conveying information is using leaflets and videos as media. The results of the activity are evaluated through the results of the pre-test and post-test scores. The activity was carried out on 15 patients. Based on the results of the pre-test session, a total value of 55.4% was obtained and after the post-test, the patient's knowledge increased with a value of 85%.
Pharmacognostic Study and Antioxidant Activity of Mundar (Garcinia forbesii King.) leaves from Banua Botanical Gardens of South Kalimantan Sutomo Sutomo; Dina Noor Kamali; Arnida Arnida; Normaidah Normaidah; Agung Sriyono
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 4 (2020): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v3i4.1541

Abstract

Mundar (Garcinia forbesii King.) is a plant from South Kalimantan. This plant has chemical contents that have potential as medicine. The purpose of this study is to provide a pharmacognostic picture of a specific, nonspecific and determine the antioxidant activity of G. forbesii leaves. Specific parameters include organoleptic, microscopic testing, thin-layer chromatography profiles, and phytochemical screening. Nonspecific parameters include total ash content, acid insoluble ash content, drying loss, water-soluble extract content, and ethanol-soluble extract content. Antioxidant activity was determined by the DPPH method based on IC50 values. Specific parameter test results are green powder, characteristic odor, and sour taste. Microscopic tests showed stomata, upper epidermis, lower epidermis, cell walls, xylem, phloem, palisade tissue, spongy tissue, and cuticles. Garcinia forbesii leaves contain alkaloids, flavonoids, phenols, tannins, and steroids. The TLC profile showed good separation of polar eluents, and yellow spots appeared after spraying DPPH reagents. The non-specific parameter test is the total ash content of 6.52±0.1%; acid insoluble ash content 1.06±0.08%; drying shrinkage 6.43±0.38%; water-soluble extracts 34.3±0.3%; and ethanol-soluble extracts 23.47±0.35%. Ethanol extract of G. forbesii leaves has antioxidant activity with IC50 of 65.7 ppm. Pharmacognostic study fulfills the requirements, and G. forbesii leaves extract has strong antioxidant activity.
PROMOSI KESEHATAN “WASPADA KOLESTEROL” DI PUSKESMAS MARTAPURA 1 Muhammad Irfan Rosyadi; Qory Rahmat Nazri; Risye Hendry; Normaidah Normaidah
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2022): BUDIMAS : VOL. 04 NO. 02, 2022
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v4i2.6206

Abstract

Riset kesehatan dasar tahun 2013 menyatakan penduduk Indonesia dengan kisaran umur ≥ 15 tahun memiliki kadar kolesterol total diatas nilai normal sebesar 35,9%, kadar high density lipoprotein (HDL) dibawah normal 22,9%, kadar low density lipoprotein (LDL) diatas nilai normal dengan kategori near optimal dan borderline sebesar 60,3%, serta kategori tinggi dan sangat tinggi 15,9%. Kegiatan promosi kesehatan ini bertema “Waspada Kolesterol” bertujuan untuk memberikan informasi dan agar pasien memahami bahaya penyakit kolesterol, cara untuk mengatur pola hidup dan pola makanan sehat untuk menjaga kolesterol agar tetap normal, serta menegtahui cara pemakaian obat kolesterol. Peserta kegiatan adalah pasien Puskesmas Martapura 1 yang mendapatkan resep yang berisi obat kolesterol dari dokter. Waktu dan Tempat Kegiatan yaitu dilaksanakan mulai dari tanggal 13 Juni – 18 Juni 2022 pada jam pelayanan di Puskesmas Martapura 1. Media yang digunakan yaitu leaflet. Pemateri juga meminta feedback dari peserta promosi kesehatan dengan cara meminta peserta mengulang penjelasan yang telah pemateri jelaskan sebelumnya. Kata kunci: promosi kesehatan, kolesterol, leaflet
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL DAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) FRAKSI EKSTRAK ETANOL DAUN CEMPEDAK (Artocarpus integer): DETERMINATION OF TOTAL FLAVONOID LEVELS AND SUN PROTECTION FACTOR (SPF) VALUE THE ETHANOL EXTRACT FRACTION OF CEMPEDAK LEAF (Artocarpus integer) Anna Khumaira Sari; Muhammad Ikhwan Rizki; Syifa Auliani; Normaidah; Amalia Khirunnisa
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.442

Abstract

Daun Cempedak (Artocarpus integer) merupakan salah satu tumbuhan yang diketahui memiliki kandungan senyawa flavonoid dan berpotensi digunakan sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total dan aktivitas tabir surya fraksi ekstrak etanol daun A. integer dengan menggunakan instrumen spektrofotometer UV-Vis. Daun A. integer segar dilakukan proses ekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 96 %. Ekstrak kering difraksinasi dengan n-heksan dan etil asetat serta fraksi diuapkan hingga kental. Penentuan kadar flavonoid dilakukan dengan metode kolorimetri AlCl3, sedangkan uji Sun Protection Factor (SPF) dilakukan pada konsentrasi 200, 400, 600, 800, dan 1000 ppm menggunakan instrumen spektrofotometer UV-Vis. Hasil menunjukkan kadar flavonoid total fraksi ekstrak etanol daun A.integer yaitu fraksi n-heksan 1,565 ± 0,007 % b/b, fraksi etil asetat 2,443 ± 0,035 % b/b, dan fraksi air 0,560 ± 0,002 % b/b ekivalen kuersetin. Aktivitas tabir surya fraksi ekstrak etanol daun A. integer yang paling baik terdapat pada konsentrasi 1000 ppm yaitu fraksi etil asetat termasuk kategori kuat dengan nilai SPF 8,511; fraksi n-heksan termasuk kategori sedang dengan nilai SPF 4,786; dan  fraksi air termasuk kategori sedang dengan nilai SPF 4,322.
EDUKASI PENGUNAAN OBAT SAAT BERPUASA PADA PASIEN DI SALAH SATU APOTEK KABUPATEN BANJAR Sari, Anna Khumaira; Normaidah; Nurul Huda; Winsa Wira Wijaya
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v8i1.160

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas muslim. Masyarakat muslim setiap tahunnya melaksanakan kegiatan berpuasa hal ini menyebabkan terjadinya perubahan pola makan dan konsumsi obat. Meskipun agama islam mempunyai keringanan bagi yang tidak mampu melaksanakannya, orang sakit dan sedang dalam pengobatan biasanya tetap melaksanakan ibadah wajib tersebut. Pasien dengan penyakit kronis atau degeneratif biasanya mengonsumsi obat secara rutin setiap harinya dan mengonsumsi obat lebih dari dua kali sehari, sehingga diperlukan edukasi penggunaan obat saat berpuasa agar kesehatan pasien tetap terjaga. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di salah satu Apotek di Kabupaten Banjar kepada pasien dengan penyakit kronis, dengan langkah menanyakan terkait tata cara penggunaan obat yang diresepkan, memberikan edukasi terkait tata cara penggunaan obat saat berpuasa, kemudian mengevaluasi hasil edukasi. Hasil yang diperoleh adalah sebelum di pemberian edukasi 90,90% pasien belum dapat menjelaskan tata cara penggunaan obat dengan benar, dan 100% pasien dapat menjelaskan terkait tata cara penggunaan obat setelah dilaksanakan edukasi.
Upaya Pembudidayaan dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura Rizki, Muhammad Ikhwan; Sari, Anna Khumaira; Normaidah, Normaidah; Silviana, Mega
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 1, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v1i3.10271

Abstract

Tanaman obat keluarga terdiri atas beberapa jenis tanaman obat yang ditanam di halaman atau di lingkungan sekitar rumah. Pemanfaatan tanaman sebagai obat memerlukan informasi agar tidak terjadi kesalahan terkait kandungan, khasiat, dan cara pengolahan.  Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Masyarakat di Desa Tungkaran Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan tentang pemanfaatan tanaman obat keluarga dan memberikan informasi mengenai kandungan dan khasiat dari beberapa jenis tanaman obat keluarga. Metode pengabdian dilakukan dengan metode penyuluhan dengan media buku saku terkait manfaat tanaman obat keluarga serta pembuatan kebun tanaman obat keluarga, sehingga tanaman obat yang sudah ditanam dapat dimanfaatkan oleh warga. Evaluasi yang digunakan berupa pretest, keaktifan peserta, dan posttest. Perolehan hasil pretest yang sudah dilakukan oleh warga Desa Tungkaran didapatkan nilai rata-rata yaitu sebesar 60%, sedangkan untuk perolehan hasil posttest didapatkan nilai rata-rata yaitu sebesar 85%. Angka ini mengalami kenaikan setelah pemberian materi tentang penanaman dan pemanfaatan TOGA. Hal tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan yang menunjukkan bahwa peserta pengabdian dapat menerima dengan baik materi yang telah diberikan.Kata Kunci: Pemanfaatan, Sosialisasi, Tanaman Obat KeluargaFamily medicinal plants consist of several types of medicinal plants grown in the yard or in the neighborhood. The utilization of plants as medicine requires information to avoid errors related to the content, efficacy, and processing methods.  This activity was carried out with the aim of increasing community knowledge in Tungkaran Village, Martapura Sub-district, Banjar Regency, South Kalimantan about the utilization of family medicinal plants and providing information about the content and efficacy of several types of family medicinal plants. The method of service is carried out by counseling methods with pocket book media related to the benefits of family medicinal plants and the creation of a centralized family medicinal plant garden, so that medicinal plants that have been planted can be utilized by residents. The evaluation used is in the form of pretest, participant activeness, and posttest. The pretest results obtained by the residents of Tungkaran Village obtained an average value of 60%, while the posttest results obtained an average value of 85%. This figure has increased after providing material on planting and utilizing TOGA. This shows that there is an increase in knowledge which shows that the service participants can accept the material that has been given well.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR FENOLIK TOTAL DARI EKSTRAK DAUN KACIP FATIMAH (Labisia pumila) MENGGUNAKAN VARIASI PELARUT EKSTRAKSI Rahmatullah, Satrio Wibowo; Rizki, Muhammad Ikhwan; Sari, Anna Khumaira; Triyasmono, Liling; Normaidah, Normaidah; Lingga, Herningtyas Nautika
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 8 No 2 (2024): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/bjp.v8i2.538

Abstract

Secondary metabolite content and extract characterization can be influenced by the solvent used in the extraction process. The content of phenolic compounds and antioxidant activity of Labisia pumila leaves can be influenced by solvents. This research aims to determine three extracts' antioxidant activity and total phenolic content using different solvents. Fresh L. pumila leaf samples were cleaned with running water and then dried using a drying cabinet. The dried leaves are then powdered and extracted using distilled water, 70% ethanol, and 96% ethanol. Extraction with distilled water using the infusion method and ethanol using maceration. Next, the solvent obtained was evaporated using a rotary evaporator and oven until a dry extract was obtained. Total phenolic content was determined using the UV-Vis spectrophorometric method with the Folin-Ciocalteu reagent. The standard used is error-free. Antioxidant activity was determined using the DPPH method with a UV-Vis spectrophotometer, then the IC50 value was calculated. The research showed that the total phenolic content of the distilled water extract was 6.437 ± 0.177 w/w GAE, the 70% ethanol extract was 8.377 ± 0.079 w/w GAE, and the 96% ethanol extract was 17.387 ± 0.621% w/w GAE. Antioxidant activity is known to have an IC50 value of distilled water extract of 59,716 ppm, 70% ethanol extract of 50,543 ppm, and ethanol extract of 43,520 ppm. The conclusion of the research is that of the three extracts, it is known that the antioxidant activity is the strongest, and the total phenolics are the highest in the 96% ethanol extract.
Uji Skrining Fitokimia dan Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Etanol Daun Bangkal (Nauclea subdita (Korth.) Steud.): Phytochemical Screening Test and Sunscreen Activity of Bangkal Leaf Ethanol Extract (Nauclea subdita (Korth.) Steud.) Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah; Rahmat Ramadhani; Normaidah Normaidah; Audya Rahmah; Adinda Dwina Hadiastuti; Amalia Khairunnisa
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i5.2036

Abstract

Bangkal (Nauclea subdita (Korth.) Steud.) is a type of plant originating from South Kalimantan that contains antioxidants so it can protect the skin from sun radiation. This study aims to identify secondary metabolites and sunscreen activity based on the Sun Protecting Factor (SPF) value of the ethanol extract of N. subdita leaves. Identification of secondary metabolite compounds was carried out using a tube test. Testing of sunscreen activity was carried out by determining the SPF value in vitro using a UV-Vis spectrophotometer instrument. The results of phytochemical screening tests on the ethanol extract of N. subdita leaves contain alkaloids, flavonoids, phenolics, saponins, steroids, and tannins. The results of testing the activity of sunscreen from the ethanol extract of N. subdita leaves which had the highest SPF value was at a concentration of 250 ppm with an SPF value of 11.369 which was categorized as maximum protection. Keywords:          Nauclea subdita (Korth.) Steud, Identification, Sunscreen   Abstrak Bangkal (Nauclea subdita (Korth.) Steud.) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang berasal dari Kalimantan Selatan yang memiliki kandungan antioksidan sehingga mampu melindungi kulit dari adanya radiasi sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan fitokimia dan aktivitas tabir surya berdasarkan nilai Sun Protecting Factor (SPF) pada ekstrak etanol daun N. subdita. Kandungan fitokimia dilakukan dengan menggunakan uji tabung dan pengujian terhadap aktivitas tabir surya dilakukan secara in vitro dengan menentukan nilai SPF menggunakan instrumen spektrofotometer uv-vis. Hasil pengujian skrining fitokimia pada ekstrak etanol daun N. subdita mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, steroid, dan tannin sedangkan hasil pengujian aktivitas sebagai tabir surya dari ekstrak etanol daun N. subdita yang memiliki nilai SPF paling tinggi adalah pada konsentrasi 250 ppm dengan nilai SPF sebesar 11,369 yang dikategorikan memiliki proteksi maksimal. Kata Kunci:         Nauclea subdita (Korth.) Steud, Identifikasi, Tabir surya
Co-Authors Adinda Dwina Hadiastuti Agung Sriyono Agustina, Ni Kadek Ayu Akhirullah, Muhammad Maulana Aldiana Astuti Alfisyahr, Nurul Hikmah Amalia Khairunnisa Amalia Khairunnisa Amalia Khairunnisa, Amalia Amalia Khirunnisa Amalia Risna Anna Khumaira Sari Anna Khumaira Sari Arini, Mifthah Dwi Arnida Arnida Arnida Asa, Raudatul Jannah Audya Rahmah Bayu Bakti Angga Santoso Buih, Putri Helena Junjung Chatarina Umbul Wahyuni Dewi Kartika Dewi Kartika Dewi Ramadhani Difa Intannia DINA HARDIYANTI Dina Noor Kamali Edy Meiyanto Elma Stasya Endang Wahyuningsih Erika Nur Aisyah Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah, Fadlilaturrahmah Fhirda Azhari Gema Yulan Dahnis Hayatun Izma Henni Selvina Henny Maryani Herningtyas Nautika Lingga Humairah Humairah Ikhwan Rizki, Muhammad Indah Hairunisa Izma, Hayatun Jauhar Latifah Khairunnisa Khoirunnisa Muslimawati Khumaira Sari, Anna Kurniasari, Winda Tri Laura Sarwo Liling Triyasmono Linda Permata Sari Malahayati, Siti Maslia Rahmah Maulidya Najahidin Melindawati, Vina Mia Fitriana Muhammad Ikhwan Rizki Muhammad Irfan Rosyadi Muhammad Itqan Mazdadi Muthi Ikawati Mutia Mawaddah Normilawati Nur Mahdi Nurramadhani A. Sida Nurul huda Pratiwi, Endah Agustia Qory Rahmat Nazri Rahmah, Indah Noor Rahmah, Maslia Rahmat Ramadhani Rahmatullah, Satrio Wibowo Rahmawati, Nanda Hesti Ramadhani, Muhammad Irfan Ratna Asmah Susidarti Ratnapuri, Prima Happy Rezka Fajar Ramadhan Ricky Desrianto Risye Hendry Ronalisa Ronalisa Rosiana Aryani Rusdiana Rusdiana Samsul Hadi Saputra, Adryan Maulana Sholikhah Deti Andasari Silviana, Mega Sindwi Rinanda Sari Siti Nur Oktavia Sofia Sutomo Sutomo Sutomo Sutomo Syifa Auliani Syifa Auliani Sylvan Septian Ressandy Tangkas, Hansel Hens Viogenta, Pratika Wasilah Winsa Wira Wijaya Yopie Kusuma Kurniawan