Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Enhancing Creativity of Generation Z Through Project-Based Learning Juanda, Anda; Sudrajat, Anton
International Journal of Social Service and Research Vol. 6 No. 1 (2026): International Journal of Social Service and Research
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/ijssr.v6i1.1353

Abstract

The development of creativity, especially among Generation Z students in high school, must be fostered through entrepreneurship education using an innovative and creative learning model: the Project Based Learning (PJBL) model. The purpose of this study is to test the effectiveness of the PJBL learning model in enhancing the creativity development of Generation Z students. The design of this study is a one-group pretest–posttest design. The sample in this study consisted of 125 State High School students representing four areas: Cirebon, Indramayu, Kuningan, and Majalengka Regencies, West Java Province, Indonesia. This research employed a creativity questionnaire adopted from Lawson. Data analysis included descriptive statistics, validity and reliability tests, normality tests, and hypothesis testing using the Paired Sample T-Test. Based on the research findings, the PJBL learning model effectively developed the creativity of Gen Z students. After the implementation of the PJBL learning model, the average student creativity score increased to 60.99, with the lowest score being 43 and the highest reaching 72, and a standard deviation of 6.237. Therefore, it can be concluded that the PJBL learning model increased students’ creativity by an average of 14.16. The aspects of creativity that improved among Gen Z students include fluency, flexibility, originality, and elaboration.
MERANCANG PENGEMBANGAN KURIKULUM ADAPTIF DI ERA DISRUPSI: STRATEGI TRANSFORMASIONAL UNTUK PENDIDIKAN ABAD–21 Sya’roni, Sya’roni; Jalil, Abdul; Juanda, Anda; Suklani, Suklani
Edum Journal Vol. 8 No. 2 (2025): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/edumjournal.v8i2.549

Abstract

Perubahan sosial, budaya, dan teknologi yang masif di era disrupsi telah menimbulkan tantangan besar terhadap sistem pendidikan konvensional, terutama dalam hal relevansi dan fleksibilitas kurikulum. Kurikulum tradisional yang bersifat statis dinilai tidak lagi mampu mengakomodasi kebutuhan peserta didik abad ke-21 yang dinamis, heterogen, dan berbasis kompetensi global. Oleh karena itu, urgensi perancangan pengembangan kurikulum adaptif menjadi isu strategis yang perlu mendapat perhatian serius dari para pengambil kebijakan dan praktisi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi transformasional dalam merancang pengembangan kurikulum adaptif yang responsif terhadap tuntutan era disrupsi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis dokumen kebijakan nasional serta referensi akademik global. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum adaptif yang efektif harus didasarkan pada prinsip fleksibilitas struktur kurikulum, integrasi teknologi pendidikan, pembelajaran berbasis proyek dan kompetensi, serta pelibatan aktif multistakeholder. Selain itu, strategi transformasional dalam desain kurikulum melibatkan perubahan paradigma dari pengajaran yang berpusat pada guru menuju pembelajaran yang berpusat pada peserta didik secara kontekstual dan personal. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pelatihan guru dalam pedagogi adaptif, penyusunan kebijakan yang memberikan otonomi kurikulum pada satuan pendidikan, serta perlunya evaluasi berkelanjutan terhadap dampak implementasi kurikulum adaptif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi teoritis dan praktis dalam pengembangan kebijakan pendidikan yang progresif dan berkelanjutan
PENETRASI AGAMA DAN ILMU SAINS BERBASIS MODEL KURIKULUM GRASS ROOTS DI PERGURUAN TINGGI Anda Juanda
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i1.977

Abstract

Pada hakikatnya kurikulum terintegrasi atau tidak dikenal istilah dikhotomi (pemisahan) antara agama (Islam) dan Ilmu Alam (sains). Setelah muncul abad renaisans menimbulkan pemisahan terutama agama dan sains. Kewenangan melakukan penetasi (pencegahan) terjadinya dikhotomi di atas terletak pada model kurikulum yang dimplementasikan oleh guru khususnya. Suatu kurikulum sebagai alat penetrasi relasi agama dan sains adalah “model kurikulum grass roots”. Model kurikulum ini memberi kewenagan penuh kepada guru bahwa pembelajaran agama dan sains disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang dikehendaki guru dengan tetap mengembangkan kompetensi peserta didik. 
Levels of Anxiety of High School Students when Learning Biology during the Covid-19 Pandemic Tita Azizah Ghasani; Anda Juanda; Yuyun Maryuningsih
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 10 No. 2 (2021): December 2021
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v10i2.9167

Abstract

Distance learning is a new learning model for students and teachers. Therefore, it requires a long time to adapt. This study aimed to describe students' attitudes towards anxiety. The research population was SMA NU Juntinyuat, and the research sample was 80 students of class ten. The data were collected using the questionnaires of student anxiety levels and student strategies. This study revealed that 44 students had a very anxious category while 36 students had an anxious type. The high school students' strategy to deal with anxiety showed that 50 students were in the anxiety category while 30 students were in the moderate coping category. These findings concluded that most students had a high anxiety level in learning biology. Meanwhile, students' strategies to solve anxiety were classified as a moderate-coping strategy in anxiety.