Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penambahan Virgin Coconut Oil, Minyak Ikan dan Minyak Zaitun dalam Pengencer Tris terhadap Kualitas Semen Cair Babi Landrace A. B. Lawa; T. M. Hine; W. M. Nalley
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.2.135-141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kombinasi pengencer dan antioksidan terbaik dalam pengencer tris dalam mempertahankan kualitas semen cair babi landrace. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan: P0 (tris kuning telur), P1 (tris kuning telur + VCO 6%), P2(tris kuning telur + minyak iakan 6%) dan P3(tris kuning telur + minyak zaitun 12%) dengan 5 kali ejakulat dari 3 ekor ternak babi Landrace jantan berumur 3-4 tahun. Semen segar yang ditampung dievaluasi secara makrosopis dan mikroskopis kemuadian diencerkan dan holding time selam 2 jam. Setelah holding time kemudian disimpan pada suhu 18-200C dan dievaluasi setiap 8 jam terhadap motilitas, viabilitas dan membran plasma utuh (MPU) hingga motilitas 40%. Hasil penelitian ini disimulkan bahwa kombinasi pengencer dan antioksidan terbaik dalam pengencer tris untuk mempertahankan kualitas semen babi landrace hingga jam ke-56 adalah P3:tris kuning telur + minyak zaitun 12% (T-KT + MZ) karena memiliki presentasi motilitas (44.00±1.41%), viabilitas (54.78±1.50%) dan MPU (55.66±1.64%) yang tertinggi dibandingkan dengan kombinasi pengencer lainyan.
PELATIHAN PENGOLAHAN PROTEIN BAR BERBAHAN BAKU DAUN KELOR UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN GIZI MASYARAKAT DI DAERAH TERDAMPAK BENCANA SIKLON SEROJA Wilmientje Marlen Nalley; N.G.A Mulyantini S.S; Ulrikus Romsen Lole
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.2.145-150.2021

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh ibu-ibu rumah tangga di pesisir pantai Oesapa Kupang NTT khususnya yang terkena musibah badai siklon seroja pada awal tahun 2021 Salah satu dampak dari bencana alam tersebut yaitu gangguan penyediaan makanan. Masyarakat dituntut untuk dapat memanfaatkan sumber daya lokal yang potensial, diantaranya daun kelor yang kaya nutrisi dan banyak tersedia hampir disemua tempat di kota Kupang. Namun, kelompok mitra kurang memanfaatkan daun kelor sebagai bahan baku pakan lokal yang potensial, dan kurang memahami tentang menyediakan stok makanan darurat yang bergizi dan tahan lama. Maka, dirasakan perlu untuk memberi pelatihan pengolahan daun kelor menjadi camilan sehat kaya manfaat Metode kegiatan pengabdian ini yaitu penyuluhan, konsultasi, difusi iptek, dan pelatihan Hasil dari kegiatan ini yaitu meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan mitra dalam memanfaatkan komoditas unggulan lokal yaitu daun kelor. Kesimpulan, kelompok mitra mampu memanfaatkan daun kelor untuk dijadikan bahan baku membuat protein bar sebagai camilan sehat, praktis, dapat disimpan lama, dan bergizi. Kata kunci : protein bar, daun kelor, camilan, makanan darurat, siklon seroja ABSTRACT This service activity aims to provide solutions to the problems faced by housewives on the coast of Oesapa Kupang, NTT, especially those affected by the Seroja cyclone at the beginning of 2021. One of the impacts of the natural disaster is the disruption of food supply. The community is required to be able to take advantage of potential local resources, including Moringa leaves which are rich in nutrients and are widely available in almost all places in the city of Kupang. However, the partner group does not use Moringa leaves as a potential local feed raw material, and lacks understanding about providing emergency food stocks that are nutritious and can last a long time. Based on the analysis of the problem above, it is felt necessary to provide training in processing Moringa leaves into healthy snacks that are rich in benefits. The methods are counseling, consultation, diffusion of science and technology, and training. The results of this activity are increasing the knowledge and skills of partners in utilizing local superior commodities, namely Moringa leaves. In conclusion, the partner group was able to utilize Moringa leaves to be used as raw materials for making protein bars as healthy, practical, long-storage, and nutritious snacks Keywords: protein bar, moringa leaves, snack, emergency food, seroja cyclon
Fertilitas Spermatozoa Babi Landrace dalam Pengencer Modifikasi Zorlesco dengan Susu Kacang Kedelai J A Tamoes; W M Nalley; T M Hine
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 12, No 1 (2014): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sainspet.v12i1.4772

Abstract

A research has been done to study the effectiveness of Zorlesco extender and modified Zorlesco extender with soymilk to maintain sperm fertility of landrace boar preserved at 18˚C. Semen was collected twice a week by hand massage from 2 heads of ± 2.5 years old landrace boar. A Completely Randomized Design with 4 treatments and 5 replications was used to organized the experiment. The fresh evaluated semen were extended with zorlesco P(0), zorlesco + hand made soymilk P(1), zorlesco + MetabolisTM soymilk P(2), and zorlesco + MelileaTM soymilk P(3). Extended semen were preserved at 180C. Analysis of variance and Duncan test were used to analyzed data of motility and viability of sperm. The result showed that the modification of diluent Zorlesco added with 5% soymilk could not defend by sperm motility and viability spermatozoa compared with Zorlesco for 42 hours storage (P<0.05).Keyword: Soymilk, modified zorlesco, sperm motility, sperm viability, landrace boar
SUPEROVULASI PADA INDUK SAPI BALI (SUPEROVULATION ON BALI COWS) Burhanuddin *; W. Marlene Nalley; Thomas Mata Hine; Heri Armadianto
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i1.696

Abstract

Pengaruh superovulasi pada korpus luteum (CL) sapi bali telah diteliti. Ten sapi bali tidak bunting berumur antara lima sampai tujuh tahun dalam kondisi baik, partus normal dan siklus estrus yang teratur digunakan dalam penelitian ini. Injeksi seri Prostaglandin (PGF2ᾳ) diikuti oleh suntikan gonadotropin eksogen yang diberikan kepada sapi sebagai perlakuan. Jumlah korpus luteum dievaluasi dan dikelompokkan menjadi tiga kategori tinggi (> 7), menengah (3-6) dan rendah (0-2). Kegiatan ovarium ditentukan dengan palpasi rektal terutama tentang jumlah korpus luteum setelah program superovulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% dari sapi memiliki rata-rata jumlah 4.00 CL (kategori sedang), 20% dengan rata-rata 7,50 CL (kategori tinggi), dan 30% adalah kategori rendah dengan rata-rata jumlah 1,7 CL.
PERSENTASE NIRA LONTAR (Borassus flabellifer L) DALAM PENGENCER TRIS - KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR KAMBING PERANAKAN ETAWAH YANG DISIMPAN PADA SUHU 3 - 5 °C Aleksander Kaka; W Marlene Nalley; Petrus Kune; Burhanuddin burhanuddin
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i1.701

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh suplementasi nira lontar dalamkuning telur Tris-(TEY) pengencer pada kualitas blasteran kambing peranakan etawah (ECB)semen disimpan pada 3-5oC. Semen dikumpulkan dari dua ECB jantan, menggunakan vaginabuatan dua kali seminggu. Semen dievaluasi makro dan mikroskopis. Sperma menunjukkan >70%sperma motil dibagi menjadi empat alikuot dan masing-masing diperpanjang dengan TEY (T0),90% TEY + 10% nira lontar (T1), 80% TEY + 20% nira lontar (T2) dan 70% TEY + 30% niralontar (T3) dan masing-masing disimpan di 3-50 oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motildan sperma hidup pada T0 (50,83 ± 6.65; 63,04 ± 4,24) dan T1 (44,17 ± 9,17; 54,12 ± 7.85) dicapaipada hari ke-5 secara signifikan lebih tinggi (P <0,05) dibandingkan dengan T2 (44,17 ± 9.17 ;44,68 ± 5,61) dan T3 (50,83 ± 6.65; 37,46 ± 10,92). Disimpulkan bahwa T0 dan T1 adalahextender yang lebih baik untuk mempertahankan motilitas dan sperma hidup blasteran kambingperanakan etawah
SEPARASI SPERMATOZOA X DAN Y MENGGUNAKAN LEVEL ALBUMIN YANG BERBEDA SEBAGAI MEDIA PEMISAH SPERMATOZOA BABI I Made A. Sudarma; W Marlene Nalley; Henderiana L.L. Belli; Aloysius Marawali
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i1.705

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penggunaan albumin dengan tingkatyang berbeda untuk memisahkan spermatozoa X dan Y sebagai media untuk memisahkan spermababi jantan. Sperma dipisahkan menggunakan tingkat yang berbeda dari albumin dengan 4perlakuan: rasio antara fraksi atas dan fraksi bawah: 10 dan 30%, 10 dan 40%, 10 dan 50%, 10 dan60% selama 1 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi terbaik sperma X oleh fraksi disemua pelakuan, dan juga proporsi terbaik dari sperma Y oleh fraksi bawah pada semua lokasi.Proporsi X:Y dari semen segar (51,68: 48,32 ± 2,66) berbeda (P <0,05) dibandingkan dengan setiapperlakuan sampai fraksi atas (T1 – 74,02: 25,98 ± 5 , 65); T2 – 64,14: 35,86 ± 3,41); T3 – 62,29:37,71 ± 3,98), dan T4 – 59,26: 40,74 ± 4,33)) dan juga fraksi bawah (T1 – 38,13: 61,87 ± 7,69); T2– 35,48: 64,52 ± 6,11); T3 – 30,37: 69,63 ± 4,93); dan T4 – 26,41: 73,59 ± 4,54)). Viabilitas dankelainan sperma setelah dipisahkan tidak berbeda dalam setiap perlakuan. Konsentrasi spermasetelah perpisahan di fraksi atas lebih dari fraksi bawah di semua perlakuan. Sperma babi tidakterpisah selama serangkaian perlakuan dari proses pencucian hingga proses pemisahan dalammedia albumin yang mengakibatkan penurunan motilitas sperma dari 73 ± 3% menjadi 6,5 ± 0,58%pada fraksi atas pada perlakuan pertama sampai 3 ± 0,82% di fraksi bawah pada perlakuan keempatdi akhir pemisahan. Disimpulkan bahwa perlakuan terbaik untuk mendapatkan sperma X olehkonsentrat 10 dan 30% sedangkan sperma Y yang oleh konsentrat 10 dan 60%, sperma setelahperpisahan baik fraksi atas maupun fraksi bawah memiliki motilitas yang sangat rendah.
MOTILITAS DAN VIABILITAS SPERMATOZOA BABI LANDRACE DALAM PENGENCER SITRAT KUNING TELUR DENGAN PENAMBAHAN LEVEL SARI BUAH MENGKUDU YANG BERBEDA Arnoldianus Harbin; Henderiana Laura Loiusa Belli; Wilmientje Marlene Nalley
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 3 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v3i2.804

Abstract

The aims of this study were to determine the best level of additional extracts Noni juice in the egg yolk citrate diluent on motility and viability of spermatozoa of landrace pig. The study was conducted following a completely randomized design with 5 treatments (P0 = 0%; P1 = 1%; P2 = 2%; P3 = 3%; P4 = 4%) and 4 times of ejaculated from two different landrace pigs. The treatments were placed on a cool box at a temperature of 17-19oC for further obserrvation of the motility and viability in every 4 hour intervals until the spermatozoa landrace pigs was<40%. Data were analyzed using SPSS software version 17. Additional of extracts noni juice in the egg yolk citrates diluent at level of 3% was significantly different for the average volume (212.50 ± 47.87 ml), motility (78.75 ± 4.79) and viability (84.23 ± 3.90) compared with the other treatments. In addition, a significant different between treatments were also observed for the concentration of spermatozoa (29.44 ± 250) and abnormality (14.99 ± 3.25). Motility of spermatozoa was observed after 32 hours of storage at the level of 3% of additional extracts noni juice in the egg yolk citrate diluent. However, there was no different between treatments on pH values. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level terbaik dari penambahan sari buah mengkudu dalam pengencer sitrat kuning telur terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa babi landrace. Penelitian mengunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dengan 4 kali ejakulat dari 2 ekor babi landrace yang berbeda. Perbedaan perlakuan dari pengencer sari buah mengkudu antara lain P0 (0%), P1 (1%), P2 (2%), P3 (3%), P4 (4%). Simpan perlakuan pada coolboox dengan suhu 17-19oC selanjutnya diamati setiap 4 jam sampai motilitas dan viabilitas spermatozoa babi landrace < 40%. Data dianalisis menggunakan software SPSS versi 17. Hasil penelitian semen segar yang diperoleh menunjukan volume rata-rata 212,50±47,87 ml pH 7,28±0,15 motilitas 78,75±4,79 viabilitas 84,23±3,90 konsentrasi 250±29,44 abnormalitas 14,99±3,25 yang digunakan, pengaruh penambahan sari buah mengkudu terhadap motilitas dan viabilitas nyata berbeda dengan perlakuan lainnya, namun tidak terdapat perbedaan yang nyata terhadap nilai pH. Pada penelitian level terbaik dengan penambahan sari buah mengkudu 3% dalam pengencer sitrat kuning telur dan motilitas dicapai pada jam ke 32 penyimpanan.
PENGUJIAN EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KELOR DALAM PENGENCER SITRAT-KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI LANDRACE Melianus Fafo; Thomas Mata Hine; Wilmientje Marlene Nalley
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 3 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v3i2.805

Abstract

The aims of the present study were to evaluate the effectiveness and the best concentration of moringa leaf extracts (MLE)in Citrate-egg yolk (CEY) diluent on the quality of liquid semen of landrace boar. The semen samples were collected twice weekly from three landrace boars (2-3 years old) in normal reproductive performance following the massage method. The good quality sample was divided into five tubes, each diluted with CEY (P0), CEY + MLE 5% (P1), CEY + MLE 12.5% ​​(P2), CEY + MLE 22.5% (P3) and CEY + MLE 35% (P4)following a completely randomized design consisting of five treatments and four replications. The diluted samples then stored in a styrofoam at a temperature of 18-20˚C and were evaluated for motility, viability, plasma membrane abnormalities as well as the integrity of every 4 hours. The results showed that the spermatozoa kept during 24 hours in a diluent of CEY + MLE 5% (P1) had higher (P <0.05)motility (42 ± 7.58%) and viability (63.62 ± 13.24%) than the other three diluents. However, there were no significant different (P> 0.05) between treatments forthe abnormalities and plasma membrane integrity of spermatozoa. Adding moringa leaf extracts (MLE)intoCitrate-egg yolk (CEY) is effectively maintaining the quality of liquid semen of landrace boarat the best concentration of 5% moringa leaf extract (MLE) ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dan konsentrasi terbaik ekstrak daun kelor (EDK) dalam pengencer Sitrat-Kuning telur (SKT) terhadap kualitas semen cair babi landrace. Semen dikoleksi dua kali seminggu menggunakan metode masase dari tiga ekor babi jantan landrace berumur 3 tahun dengan kodisi organ reproduksi yang normal. Semen yang menunjukkan kualitas yang baik dibagi empat, masing-masing diencerkan dengan SKT (P0), SKT + EDK 5% (P1), SKT + EDK 12,5% (P2), SKT + EKD 22,5% (P3) dan SKT + EDK 35% (P4). Semen yang telah diencerkan disimpan dalam stirofoam pada suhu 18-20oC dan dievaluasi motilitas, viabilitas, abnormalitas serta keutuhan membran plasma sperma setiap 4 jam. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang terdiri atas lima perlakuan dan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spermatozoa yang disimpan selama 24 jam dalam pengencer SKT + EDK 5% (P1) memiliki motilitas 42±7,58% dan viabilitas 63,62±13,24% lebih tinggi (P<0,05) daripada ketiga pengencer lainnya, sedangkan abnormalitas dan keutuhan membran plasma spermatozoa dalam keempat pengencer berbeda tidak nyata (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah EDK yang ditambahkan ke dalam pengencer SKT efektif dalam mempertahankan kualitas semen cair babi landrace dengan konsentrasi ekstrak daun kelor terbaik adalah 5%.
TAMPILAN ESTRUS DAN TINGKAT KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN KAMBING KACANG YANG DIINDUKSI MENGGUNAKAN PROSTAGLANDIN F2α (ESTRONTM BIOVETA) DENGAN DOSIS YANG BERBEDA Soleman Manaze Weiri Sinda; Thomas Mata Hine; Wilmientje Marlene Nalley
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i2.826

Abstract

The aim of this study was to evaluate the effect of different levels of PGF2α (Estron ™ bioveta) induction on estrus performance and artificial insemination of kacang does. Sixteen parous kacang does (3-4 years) were used in the study. The aniamls were housed in group following a block randomized design of 4 treatments with 4 blocks. The 4 treatments offered were: injection with physiological NaCl (P0); 0.25 mL PGF2α (P1); 0.50 mL PGF2α (P2); and 0.75 mL PGF2α (P3). Variable measured were: estrus intensity, estrus percentage, estrus duration, service per conception, and conception rate. All data collected were descriptively analyzed. Kacang does injected with PGF2α 0.5-0.75 mL resulted in higher estrus (100%) for P2 and P3, respectively than those injected with 0, 25 mL (P1). The higher estrus intensity was recorded for does had treatment P1 and P2 (score 3) than those treated with P0 and P1 (score 1-2). Goats injected P2 and P3 had longer estrus duration (38.75 - 45.50 hours) than P1 and P0 (32.67- 37.33 hours). Furthermore, the higher conception rate were recorded for P1 (66.67% S/C 1.33), followed by P0 (33.33% S/C 1.67), P2 (0.75 S/C 1.75), and P3 (25% S/C 1.75), respectively. Therefore, it can be concluded that does injected with 0.25 mL PGF2α (Estron ™, Bioveta) had highest conception rate. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh induksi PGF2α dengan berbagai dosis yang berbeda terhadap tampilan estrus dan tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) kambing kacang. Penelitian ini menggunakan kambing kacang betina sebanyak 16 ekor dengan umur 3-4 tahun. Ternak dikandangkan secara koloni mengikuti pola rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah injeksi menggunakan NaCl fisiologis (P0), 0,25 mL PGF2α (P1), 0,50 mL PGF2α (P2), dan 0,75 mL PGF2α (P3). Parameter yang diukur adalah intensitas estrus, persentase estrus, lama estrus, service per conception, dan persentase kebuntingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa injeksi PGF2α sebanyak 0,5 mL (P2) dan 0,75 mL (P3) pada kedua perlakuan menghasilkan persentase estrus 100%, lebih tinggi daripada yang dinjeksi 0,25 mL (P1) hanya 75%. Tampilan intensitas estrus lebih tinggi pada perlakuan P1 dan P2 dengan skor 3, sedangkan P0 dan P1 hanya menunjukkan intensitas estrus dengan skor 1-2. Demikian juga dengan lama estrus P2 dan P3 mencapai 38,75 – 45,50 jam pada perlakuan, lebih lama daripada P1 dan P0 dengan lama estrus 32,67 – 37,33 jam. Angka kebuntingan tertinggi ditunjukkan pada perlakuan P1 66,67% dan 1,33 untuk nilai services per conception diikuti dengan P0 yaitu 33,33% dan 1,67; dan angka kebuntingan terendah terdapat pada perlakuan P2 dan P3 dan 0,75 yaitu 25% dan 1,75. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa injeksi PGF2α ( Estron™, Bioveta ) sebanyak 0,25 mL menghasilkan angka kebuntingan tertinggi
EFEKTIVITAS BERBAGAI KONSENTRASI MINYAK ZAITUN EKSTRA VIRGIN (OLEUM OLIVAE) DALAM PENGENCER SITRAT KUNING TELUR (The Effectivity of Various Virgin Extra Oil Concentration (Oleum Olivae) in Citrate Egg-Yolk Diluent on the Quality of Duroc Liquid Semen) Yohanis Umbu Daku Waluwanja; Wilmientje Marlene Nalley; Thomas Mata Hine; Kirenius Uly
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 6 No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v6i2.2101

Abstract

The purpose of this study was to determine the efect of extra virgin olive oil on the quality of duroc pig spermatozoa during preservation. Semen was collected twice a week using the golve hand method of two 3 and 4 years old male duroc boar wiht healthy body and reproductive organs. Good quality semen was diluted with citrate-egg yolk (C-EY) supplemented with extra virgin olive oil (EVOO) at various consentration: 0. 6. 8. 10 and 12 %. Diluted semen is stored at 18-20°C and sperm quality was evaluated every 8 hours. The resulsts showed that the duroc spermatozoa in CEY diluents supplemented with EVOO 12% (P4) showed higher quality (P <0,05) compared to others treatment. with motility 41.50±2.24%. viability 47.53±1.59%. abnormalities 5.27±0.19% and survival 65.6±0.44 hours. The conclusion of this study is that 12% extra virgin olive oil in citric-yolk diluents is more effective in maintaining the quality of liquid sperm duroc pigs. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh penambahan minyak zaitun extra virgin terhadap kualitas spermatozoa babi duroc selama preservasi. Semen ditampung dua kali seminggu menggunakan metode glove hand dari dua ekor babi duroc jantan berumur 3 dan 4 tahun dengan kondisi tubuh dan organ reproduksi yang sehat. Semen yang berkualitas baik diencerkan dengan sitrat-kuning telur (S-KT) yang disuplementasi dengan minyak zaitun extra virgin (MZEV) pada konsentrasi: 0,6,8,10 dan 12%. Semen yang telah diencerkan disimpan pada suhu 18-20 ᶱ C dan kualitas spermatozoa dievaluasi setiap 8 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spermatozoa yang dipreservasi dalam SKT yang disuplementasi oleh (SKT-MZ12) mempunyai kualitas yang lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan keempat perlakuan lainnya. Kualitas spermatozoa yang dipreservasi dalam pengencer SKT+MZEV 12% dan disimpan selama 64 jam menghasilkan motilitas 41,50±2,24%, viabilitas 47,53±1,59%, abnormalitas 5,27±0,19% dan daya tahan hidup 65,6±0,44 jam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan minyak zaitun extra virgin 12% dalam pengencer sitrat- kuning telur lebih efektif dalam mempertahankan kualitas sperma cair babi duroc.