Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGELOLAAN SAMPAH DI TPS3R PANDAN BERSIH DESA PUDAK KECAMATAN KUMPEH Hutwan Syarifuddin; Hamzah Hamzah; Jalius Jalius; Afreni Hamidah; Dodi Devitriano; A. Yani
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v4i2.3399

Abstract

Program penanganan sampah merupakan salah satu upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi pencemaran. Kegiatan pelatihan pengelolaan sampah dan budidaya maggot melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) bertujuan untuk menambah pengetahuan, wawasan, dan kepedulian terhadap lingkungan dan kewirausahaan desa melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pandan Bersih. Kegiatan Pengabdian Masyarakat memberikan keterampilan kepada KSM dan masyarakat sekitar untuk mengolah sampah (organik dan anorganik) dan budidaya maggot, sehingga meningkatkan nilai jual dan produk ramah lingkungan. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan terhadap peserta pelatihan, kegiatan ini sangat dibutuhkan terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi bau busuk dari sampah. Peserta merasa bahwa selama ini pengetahuan mereka masih sangat terbatas. Ke depan, diharapkan program-program lain dalam pengolahan sampah anorganik, seperti plastik menjadi eco bricks, paving block dan bahan bakar, serta crafts yang ramah lingkungan.
INTENSITAS PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA PEPAYA DENGAN SISTEM TANAM TUMPANG SARI DAN TUNGGAL DI RANTAU PANJANG, RUMBAI BARAT, PEKANBARU Ibrahim, Roy; Hamzah, Hamzah; Alhaviz, Alhaviz
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2024.v8i1.11048

Abstract

Buah pepaya sangat disukai oleh masyarakat Indonesia karena rasanya yang manis dan memiliki kandungan nutrisinya yang tinggi. Salah satu organisme penganggu tanaman yang menyebabkan kehilangan hasil buah pepaya adalah penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum spp., yang merupakan penyakit penting bagi tanaman pepaya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai penyakit antraknosa pepaya di Kelurahan Rantau Panjang, Kecamatan Rumbai Barat. Pengamatan kondisi lahan dengan sistem tumpang sari dan tunggal, gejala penyakit antraknosa, serta dilakukan pengukuran tingkat insidensi dan keparahan penyakit di lapangan. Hasil pengamatan penyebab busuk buah pada pepaya adalah jamur C. gloeosporioides. Persentase insidensi penyakit busuk buah sistem tanam tumpang sari paling tinggi mencapai 25%, sedangkan sistem tanam tunggal 10%. Keparahan penyakit busuk buah akibat C. gloeosporioides pada sistem tanam tumpang sari berkisar 8-10% sedangkan pada sistem tanam tunggal berkisar 5-6%. Tingginya tingkat serangan insidensi dan keparahan penyakit pada sistem tanam tumpang sari disebabkan tidak adanya sanitasi lahan terhadap buah yang terinfeksi dan kesalahan dalam pemilihan tanaman tumpang sari seperti cabai dan keladi selain itu penggunaan pestisida yang tidak tepat sasaran diduga menyebabkan penyakit ini selalu ada di lahan.
Analisis Atribut Sensitif Keberlanjutan Pengelolaan Hutan Tanaman Rakyat Di Kabupaten Bengkulu Selatan Saipul Yusuf, Fredi; Hamzah, Hamzah; Marwoto, Marwoto
Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpb.v7i1.34572

Abstract

Sampah rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar sampah yang ada di TPA. Pengelolaan sampah diperlukan untuk mengurangi jumlah timbunan sampah yang dihasilkan. Pengelolaan sampah merupakan suatu upaya untuk melakukan pengurangan dan penanganan sampah. Perilaku rumah tangga dalam pengelolaan sampah seperti membuang sampah dengan mencari lahan kosong dan dibakar atau langsung dibuang ke sungai dapat mengakibatkan berbagai macam masalah terhadap kesehatan lingkungan. Tujuan penelitian menganalisis gambaran perilaku pengelolaan sampah rumah tangga di Kecamatan Batang Hari serta menganalisis pengaruh sosial ekonomi terhadap perilaku pengelolaan sampah rumah tangga. Lokasi penelitian dilakukan di kecamatan Muara Bulian. Data primer didapatkan dengan alat pengumpul data berupa kuesioner. Data diolah menggunakan SPSS dengan uji regresi logistik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei dengan alat pengumpul data berupa kuesioner. Pendekatan penelitian yang digunakan, yaitu pendekatan penelitian kuantitatif. Jumlah sampel sebanyak 99 responden diambil dengan teknik random sampling. Variabel bebas penelitian ini adalah faktor sosial ekonomi (umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan pengetahuan, sedangkan variabel terikat yaitu perilaku pengelolaan sampah rumah tangga). Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data menggunakan regresi logistik maka dapat diperoleh bahwa Perilaku Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kecamatan Muara Bulian masih dalam kategori cukup baik dengan nilai rata-rata 7,25 dari nilai maksimal 10. Sedangkan untuk pengaruh sosial ekonomi terhadap perilaku pengelolaan sampah rumah tangga dengan tingkat signifikansi (0.001 < 0.05) sehingga dapat disimpulkan faktor sosial ekonomi secara simultan berpengaruh terhadap perilaku pengelolaan sampah rumah tangga.
Analisis Keberlanjutan Program Pelepasliaran Orangutan Sumatera (Pongo Abelii L.) Di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh Provinsi Jambi Ambarita, Darmanto; Syarifuddin, Hutwan; Hamzah, Hamzah
Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpb.v7i1.35263

Abstract

Bentang Alam Bukit Tiga Puluh merupakan hutan tropis dataran rendah yang terletak di pusat pulau Sumatera, saat ini merupakan salah satu kawasan yang penting bagi konservasi tumbuhan dan satwa liar salah satunya yaitu Orangutan Sumatera (Pongo abelli L.). Keberadaan Orangutan di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh diawali pada tahun 2000 dimana kawasan ekosistem Bukit Tiga Puluh diusulkan untuk menjadi wilayah reintroduksi orangutan oleh Sumatran Orangutan Conservation Program (SOCP) karena wilayah ini diperkirakan masih merupakan habitat yang sangat potensial bagi orangutan. Saat ini, Bentang Alam Bukit Tiga Puluh sebagai habitat orangutan sumatera mendapat berbagai tekanan yang menimbulkan permasalahan berupa kegiatan illegal logging, jual beli lahan, perambahan dan kebakaran hutan sehingga mengakibatkan terfragmentasinya habitat satwa liar yang ada di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan dan menganalisis atribut-atribut sensitif (leverage analysis) pada keberlanjutan program pelepasliaran orangutan sumatera (Pongo abelii L.) di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh. Analisis dilakukan dengan metode RAPFISH dengan empat dimensi yaitu dimensi ekologi, ekonomi, sosial dan kelembagaan yang selanjutnya divalidasi dengan metode Monte Carlo, penentuan nilai stress dan nilai R2. Untuk penentuan atribut sensitif dilakukan dengan menggunakan analysis leverage. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status keberlanjutan program pelepasliaran Orangutan Sumatera (Pongo Abelii L.) Di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh pada dimensi ekologi dan ekonomi cukup berkelanjutan, namun pada dimensi sosial dan kelembagaan berada pada status kurang berkelanjutan. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa dari total 36 atribut yang digunakan, teridentifikasi 13 atribut sensitif yang mempengaruhi nilai indeks keberlanjutan program pelepasliaran orangutan sumatera.
Studi Karakteristik Kimia Tanah Pada Berbagai Kelerengan di Lahan Agroforestri Berbasis Gaharu (Aquilaria malaccensis) : Study of Soil Chemical Characteristics at Various Slopes in Agarwood-Based Agroforestry Land (Aquilaria malaccensis) Hamzah, Hamzah; Rumondang, Jenny; Dinanty, Fawwaz; Safira, Doani Anggi; Puri, Suci Ratna; Farikhah, Anisatul; Nisya, Dian; Siregar, Helmalia Vareira
Jurnal Silva Tropika Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v8i2.38373

Abstract

ABSTRACT The research was conducted on agarwood agroforestry land (Aquilaria malaccensis) in Muaro Pijoan Village, Muaro Jambi Regency, which has an ultisol soil type with a land slope of 3,33% and 7,27%. Agarwood was planted at a distance of 2 x 3 meters on an area of 2 hectares since 2007. Analysis was conducted on various soil chemical properties such as pH, C-Organic, N, P, and K and Cation Exchange Capacity (CEC) in three locations with different slopes. Results showed that soil pH at the study sites ranged from 4-4,05, indicating very high acidity, while C-Organic and CEC contents were low. Nitrogen and phosphorus contents also varied based on slope, potentially affecting agarwood growth. The highest increments in diameter (0,945 cm/year) and height (0,552 m/year) were observed on land with a 7,27% slope. These findings indicate the importance of soil chemistry and slope in supporting agarwood productivity in ultisol agroforestry.   Keywords: agarwood, nutrient elements, organic carbon, pH   ABSTRAK. Penelitian dilakukan pada lahan agroforestry berbasis gaharu (Aquilaria malaccensis) di Desa Muaro Pijoan, Kabupaten Muaro Jambi, yang memiliki jenis tanah ultisol dengan kemiringan lahan 3,33% dan 7,27%. Gaharu ditanam pada jarak 2 x 3 meter di lahan seluas 2 hektar sejak tahun 2007. Analisis dilakukan terhadap berbagai sifat kimia tanah seperti pH, C-Organik, N, P, dan K serta Kapasitas Tukar Kation KTK) di tiga lokasi dengan kemiringan berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH tanah di lokasi penelitian berkisar pada 4-4,05, menunjukkan tingkat keasaman yang sangat tinggi, sementara kandungan C-Organik dan KTK tergolong rendah. Kandungan nitrogen dan fosfor juga bervariasi berdasarkan kemiringan lahan, yang berpotensi mempengaruhi pertumbuhan gaharu. Riap diameter dan tinggi tanaman gaharu tertinggi ditemukan pada lahan dengan kemiringan 7,27%, dengan riap diameter tahunan rata-rata sebesar 0,945 cm/tanaman/tahun dan riap tinggi sebesar 0,552 m/tanaman/tahun. Temuan ini menunjukkan pentingnya sifat kimia tanah dan kemiringan lahan dalam mendukung produktivitas tanaman gaharu di agroforestri ultisol.   Kata kunci: gaharu, unsur hara, karbon organic, pH
Respon Pertumbuhan Semai Tanjung (Mimusops elengi Linn) Terhadap Pemberian Pupuk Kandang Ayam: Response of Seedling Growth of Tanjung (Mimusops elengi Linn.) to Doses of Chicken Manure Fertilizer Puri, Suci Ratna; Hamzah, Hamzah; Handayani, Rajjitha; Rif'atunidaudina, Ria; Rumondang, Jenny; Armada, Galang
Jurnal Silva Tropika Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v8i2.38480

Abstract

ABSTRACT The sufficiency of nutrients in the soil greatly affected the growth and development of plants. The type of plant largely determines its nutritional requirement. Tanjung (Mimusops elengi Linn.) is one of type the forestry plant that has the ability of adapt to air pollution, so that it making it potential to be developed as a protective tree in urban forest development programs. The objective of this research was to determine how the Tanjung seedling growth responds to the dose of chicken manure in the nursery of the Agriculture Faculty, Jambi University. The study used a completely randomized design with a dose of chicken manure as the treatment. The treatments consisted of 5 levels, namely without chicken manure, 500 g/polybag, 750 g/polybag, 1000 g/polybag, and 1250 g/polybag. The research results showed that the dose of chicken manure affected on growth of Tanjung seedlings. The application of 1250 g of chicken manure per polybag had best effect on diameter, number of leaves, shoot dry weight, total dry weight, and root shoot ratio.   Keywords: chicken manure, doses, growth, seedling of Mimusops elengi, ultisol soil   ABSTRAK Kecukupan unsur hara dalam tanah sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman. Kebutuhan akan nutrisi sangat ditentukan oleh jenis tanaman itu sendiri. Tanjung (Mimusops elengi Linn.) merupakan salah satu tanaman kehutanan yang yang memiliki kemampuan adaptasi terhadap polusi udara sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai pohon pelindung pada program pengembangan hutan kota. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan dosis pupuk kandang yang optimal untuk pertumbuhan bibit tanjung. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dosis pupuk kandang ayam sebagai perlakuan yang terdiri atas 5 taraf yaitu tanpa pemberian, 500 g/polibag, 750 g/polybag, 1000 g/polybag, and 1250 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan dosis pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit tanjung. Perlakuan pupuk kandang dengan dosis 1250 g/polybag memberikan respon pertumbuhan terbaik terhadap diameter, jumlah daun, berat berat kering tajuk, berat kering total dan nisbah tajuk akar pada bibit tanjung.   Kata kunci: dosis, pertumbuhan, pupuk kandang ayam, semai tanjung, tanah ultisol
INTENDED CHANGE MASYARAKAT PELAKU INTEGRASI TERNAK HULTIKULTURA DALAM PENANGGULANGAN BENCANA ASAP DI LAHAN GAMBUT KECAMATAN KUMPEH ULU Adriani, Adriani; Andayani, Jul; Hamzah, Hamzah; Armando, Yunta Gombang; Novianti, Sri
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.744 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v1i2.4291

Abstract

Setiap tahun wilayah kumpeh selalu mengalami kebakaran hutan yang berdapak pada banyaknya asap yang ditimbulkan, ditambah lagi kebiasaan masyarakat dalam pengolah lahan pertanian dengan membakar dengan alasan lebih mudah, murah dan sisa pembakaran bisa menjadi pupuk. Namun sebagian besar wilayahnya terdiri atas lahan gambut yang mudah terbakar jika terjadi kemarau dan api sulit dikendalikan. Tentunya ini menjadi masalah sekaligus tantangan untuk bisa merubah pola pengolahan lahan yang selama ini dilakukan kearah yang lebih baik (Intended-Change). Survei pendahuluan, wawancara dengan masyarakat dan kelompok tani di Kumpeh Ulu bahwa kebiasaan masyarakat sudah turun temurun dilakukan yaitu membakar lahan 1-3 minggu dengan cara menunpuk tanaman semak yang sudah ditebas, kemudian ditutup tanah dibagian atasnya dan dibakar sampai semua sisa tanaman habis. Namun karena lahanya berupa gambut, maka tanah bagian atas juga merupakan bahan yang siap terbakar. Padahal selama proses pebakaran ini terjadi pencemaran udara karena tingginya kandungan asap, sulit mengendalikan api jika sudah melebar. Potensi yang sangat menunjang dalam proses pengolahan lahan yang ramah lingkungan adalah melakukan pengolahan limbah kotoran ternak dan limbah tanaman yang ada menjadi pupuk organik. Karena selama ini petani peternak tidak mengetahui pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk bahkan kotoran ternak yang ada dibuang begitu saja disekitar kandang yang juga mengakibatkan pencemaran udara dan air. Padahal jumlah ternak yang dimiliki kedua kelompok tani (sumber rezeki dan karya tani) tergolong banyak yaitu sapi 37 ekor dan kambing 66 ekor. Potensi kotoran dari ternak ini sekitar 851 kg per hari dalam bentuk basah dari sapi dan sebanyak ± 30 kg per hari dari kambing. Tentunya ini merupakan bahan baku yang bisa dimanfaatkan selain sisa atau limbah tanaman hultikutura yang ada. Kegiatan penyluhan dilakukan di rumah ketua kelompok sumber rezeki yang diikuti sebanyak 22 onggota kelompok tani. Materi yang diberikan pada kegiatan penyuluhan ada 3 yaitu karerateristik lahan gambut, proses pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak dan hijauan serta materi dampak asap pembakaran terhadap kesehatan. Selain penyuluhan juga ada praktek pembuatan pupuk organik sebanyak 1 ton, dengan menggunakan 600 kg kotoran kambing, 400 kg rumput yang sudah dicacah, ditambah dengan 1 liter EM4, 5 kg dedak padi dan 2,5 kg urea. Semua bahan diaduk rata dan disimpan selama 21 hari dengan cara ditutup tarpal. Hasil evaluasi kegiatan pengabdian bahwa pupuk organik yang dihasilkan memperlihatkan bentuk fifik yang baik yaitu berwarna coklat sampai kehiataman, berbauk tanah dan bertektur gembur.
Pemberdayaan Perempuan Dalam Penyediaan Urban Forestry Di Perumahan Kota Wijaya Mendalo Hamzah, Hamzah; Muryunika, Rince; Wulan, Cory
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.125 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v4i1.9831

Abstract

Sesuai dengan peraturan Undang-undang No. 26 tahun 2007 tentang penataan ruang menyebutkan bahwa 30% wilayah kota harus berupa RTH yang terdiri dari 20% publik dan 10% privat, dimana RTH publik adalah RTH yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah daerah kota/kabupaten yang digunakan untuk kepentingan masyarakat secara umum. RTH Privat adalah RTH milik institusi tertentu atau orang perseorangan yang pemanfaatannya untuk kalangan terbatas antara lain berupa kebun atau halaman rumah/gedung milik masyarakat/swasta yang ditanami tumbuhan.Ruang terbuka hijau ini memiliki multi fungsi yaitu sebagai kelestarian lingkungan, sosial, budaya dan olah raga. Permasalahan mitra yang dihadapi yaitu masih kurangnya luasan Ruang Terbuka Hijau Privat di kawasan Kota Wijaya yang dibangun oleh pihak developer PT Zaky Putra Andalas, selanjutnya kondisi lahan yang terbuka dan gersang, ketiadaan tanaman peneduh di jalur jalan sisi perumahan di areal kawasan Perumahan Mendalo Hills dikhawatirkan akan menimbulkan bencana seperti erosi dan juga banjir, terutama pada saat intensitas hujan tinggi. Kegiatan pengabdian PPM LPPM ini melibatkan peran serta perempuan sebagai warga perumahan RT 32 Mendalo Hill melalui penyuluhan tentang fungsi pentingnya Ruang Terbuka Hijau, serta demonstrasi penananaman pohon peneduh. Luaran dari pengabdian ini adalah penerapan Ipteks tentang penanaman pohon, dan tersedianya tempat pembibitan (nursery) di dalam areal Kota Wijaya.
Peningkatan Pendapatan Keluarga melalui Kelompok Usaha Wanita Desa Pada Masa Pandemi Covid-19 Rahayu, Sri; Rainiyati, Rainiyati; Hamzah, Hamzah; Mukhzarudfa, Mukhzarudfa
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkam.v6i2.23908

Abstract

Kelompok usaha Wanita menjadi salah satu bentuk usaha bersama anggota masyarakat di Indonesia yang terus dikembangkan oleh pemerintah dalam rangka untuk meningkatkan ekonomi rakyat. Filosofi gotong royong menjadi dasar bentuk usaha ini yang sesuai dengan jiwa dan karakter masyarakat Indonesia. Kelompok usaha Wanita di Indonesia baik dari sisi jumlah maupun kualitas dan perkembangan usaha terus meningkat, walaupun tidak dapat dipungkiri jumlah yang tutup usaha dan tidak aktif juga tidak sedikit. Salah satu penyebabnya adalah dari sisi lemahnya manajemen usaha dan pengelolaan keuangan, sehingga terkadang terjebak dengan permasalahan pinjaman dengan rentenir. Pengelolaan keuangan keluarga anggota yang masih belum tertib sehingga modal usaha masih sering terpakai untuk kebutuhan keluarga. Manajemen usaha dan pengelolaan keuangan yang tertib sangat diperlukan sehingga keberlangsungan usaha dapat dipantau dan bisa digunakan sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan untuk rencana pengembangan usaha. Pemanfaatan pekarangan rumah juga perlu ditingkatkan untuk tambahan sumber pendapatan keluarga anggota. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PPM) dilakukan dalam bentuk pelatihan manajemen usaha dan pengelolaan keuangan usaha, diskusi strategi pengelolaan keuangan keluarga yang efisien dan efektif dan pemanfaatan informasi keuangan untuk rencana pengembangan usaha serta pelatihan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pendapatan keluarga. Seluruh peserta sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan. Hal ini terbukti dari diskusi dan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh anggota kelompok. Anggota dan calon anggota kelompok sangat berharap kegiatan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan bagi wanita terus dapat dilakukan pada masa yang akan datang.
PELATIHAN PENDATAAN JENIS MANGROVE DALAM UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT PESISIR DI BAGEK KEMBAR, SEKOTONG, LOMBOK BARAT lestariningsih, Wiwid; Himawan, Mahardika Rizqi; Waspodo, Saptono; Paryono, Paryono; Amir, Sadikin; Khaldun, Muhammad Hafidz Ibnu; Hamzah, Hamzah; Dewi, Amalia Sartika; Mahendra, Putra Ivan; Agung, Wahyu
Jurnal Pepadu Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i2.7292

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir, menyediakan habitat bagi biota laut, serta mendukung ekonomi masyarakat lokal. Namun, rendahnya kapasitas masyarakat dalam mengenali dan mendata jenis-jenis mangrove menjadi kendala dalam pelestarian jangka panjang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir, khususnya kelompok Pokmaswas, dalam melakukan identifikasi dan pendataan jenis mangrove secara partisipatif. Kegiatan ini dilaksanakan di Bagek Kembar, Sekotong, Lombok Barat, dengan melibatkan mahasiswa lokal dan asing dalam skema kolaborasi lintas budaya. Metode pelaksanaan mencakup sesi penyampaian materi, praktik lapangan, dan diskusi evaluatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap jenis-jenis mangrove lokal, serta meningkatnya semangat komunitas untuk melakukan pendataan mandiri secara berkala. Kegiatan ini menjadi contoh pendekatan kolaboratif dalam memperkuat peran masyarakat dalam konservasi ekosistem pesisir yang berkelanjutan.
Co-Authors A. Yani Ade Andriani ADRIANI ADRIANI Adriani Adriani Afreni Hamidah Agung, Wahyu Agus Saprodi Sidiq Albayudi Albayudi Albayudi Albayudi Albayudi Albayudi Alhaviz, Alhaviz Andarsih, Christina Novitri Arief Firmansyah Armada, Galang Bambang Irawan Chairil Anwar Siregar Chairil Anwar Siregar Cory Wulan Darmanto Ambarita, Darmanto Desthaniah, Mayhesti Dewi, Amalia Sartika Dinanty, Fawwaz Dodi Devitriano Edison . Elis Kartika Eva Achmad Eva Achmad Eva Achmad Farikhah, Anisatul Fazriyas Fazriyas Fazriyas Fazriyas Ginda Bahari Ginda Bahari Hardiyanti, Rizky Ayu Hutwan Syarifuddin Hutwan Syarifuddin Irfan Adhi Hidayat Ismail Jalius Jalius Jenny Rumondang Jul Andayani Khaldun, Muhammad Hafidz Ibnu Leilea Azizathul Mukhtiya lestariningsih, Wiwid Lizawati Lizawati Mahardika Rizqi Himawan Mahendra, Putra Ivan Marwanto Marwanto Marwoto marwoto marwoto Mohammad Basyuni Muhamad Syafri Muhammad Muhammad Muhammad Safri, Muhammad Mukhzarudfa, Mukhzarudfa Muryunika, Rince Napitupulu, Richard RP Nasution, Annio Indah Lestari Nisya, Dian Nofianti, Zera Olivia Nurmansah, Rahmad Oky Pramudya Paryono Priambodo Priambodo Putra Tamar Jaya Rainiyati Rainiyati Rajjitha Handayani rendi Nofiandi Ria Rif’atunidaudina Riana Anggraini Riana Anggraini Rike Puspitasari Tamin Rosyani Roy Ibrahim Sadikin Amir Safira, Doani Anggi Saipul Yusuf, Fredi Saptono Waspodo Siregar, Helmalia Vareira Sri Novianti Sri Novianti Sri Rahayu SRI RAHAYU Suci Rahayu Suci Ratna Puri Ulfah Juniarti Siregar Utari, Indah Tri Wiwik Tiswiyanti Wulan, Cory Y. G. Armando Yudi Yudi