Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Manifestasi Ideologi Sosial dalam Cerita Pendek Majalah Horison Tahun 1988─1998 Nur Hasbi; Wahyudi Siswanto; Dwi Sulistyorini
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.2398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manifestasi ideologi sosial dalam cerita pendek majalah Horison tahun 1998─1988 melalui tindakan rasional instrumental, tindakan rasionalitas nilai, tindakan afektif, dan tindakan tradisional. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa unit teks yang berwujud kalimat dan paragraf cerita dalam cerita pendek. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerita pendek majalah Horison tahun 1988─1998. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menyusun panduan dokumentasi studi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, serta menarik kesimpulan. Manifestasi ideologi sosial yang ditemukan dalam cerita pendek majalah Horison tahun 1988-1998 terbagi menjadi empat, meliputi perwujudan ideologi sosial melalui (1) tindakan rasional instrumental dalam kehidupan bermasyarakat, kehidupan keluarga, dan kehidupan beragama. (2) tindakan rasional nilai yang ditunjukkan dalam bekerja, mengambil keputusan, dan pendidikan. (3) tindakan afektif yang ditunjukkan melalui hubungan seksual, rumah tangga, dan lingkungan masyarakat. (4) tindakan tradisional yang ditunjukkan terhadap anak, orang tua, dan masyarakat.
TOURISM POTENTIAL IN NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK BY AHMAD TOHARI Aftina Aftina; Taufik Dermawan; Wahyudi Siswanto
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2021: PROCEEDING INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERATURE HISKI (NOVEMBER 2021)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v0i0.19

Abstract

The rising income of tourism sector in Belitung since the succeeded Laskar Pelangi novel and film, encourages the researcher to investigate the tourism potential in a literary works that is similar with the novel. A novel entitled Ronggeng Dukuh Paruk was chosen because the novel sets out the unique nature and culture in Banyumas, therefore it has succeeded in attempting Indonesian literary observers, both domestic and foreigners.  The research aimed to explore the potential of natural and craft tourism in Ronggeng Dukuh Paruk. The research used a mimetic approach supported by the theories and concepts of tourism literature.  The data was collected through documentation and textual analysis guided by instruments and data tables according to the research focus, which are (1) nature tourism and (2) craft tourism.
KOMUNITAS SASTRA PINGGIRAN SEBAGAI PENGGERAK DINAMIKA DAN DIALEKTIKA SASTRA DI INDONESIA Antok Risaldi; Taufik Darmawan; Wahyudi Siswanto
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai komunitas sastra pinggiran sebagai penggerak dinamika dan dialektika sastra di Indonesia. Berdasarkan latar belakang munculnya komunitas sastra pinggiran maka banyak hal yang dapat dituai dalam dinamika kesusastraan Indonesia termasuk dalam memberikan pembaharuan dalam segi estetika karya sastra. Munculnya paradigma bahwa tidak adanya hegemoni komunitas dengan komunitas lain sebagai peran komunitas sastra di samping sebagai wadah kreativitas masyarakat, bagaimana basis- basis komunitas sastra pinggiran dalam melakukan regenerasi anggota atau menumbuhkembangankan bakat-bakat muda. Penelitian ini menggunakan metode triangulasi data yang terbagi menjadi tiga langkah yakni: pertama triangulasi sumber data, kedua triangulasi teori, dan ketiga merupakan triangulasi pengumpulan data. Simpulan dari penelitian ini adalah komunitas sastra pinggiran dalam kesusastraan di Indonesia mampu bergerak baik dalam dinamika maupun dialektika. Komunitas sastra pinggiran mampu menjadi basis estetika bagi kesusastraan Indonesia.
Rekonstruksi Cerita Pendek Ikan Asin dan Mah Yong menjadi sebuah Naskah Sinema Pendek Diana Rosita Dewi; Wahyudi Siswanto; Indra Suherjanto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5204

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji proses rekonstruksi cerita pendek Ikan Asin dan Mah Yong karya Rifan Nazhip menjadi sebuah naskah sinema pendek dengan menggunakan teori adaptasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Proses rekonstruksi menggunakan teori adaptasi Hutcheon. Berdasarkan hasil penelitian terdapat unsur cerita pendek berupa tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, dan amanat. Setelah proses adaptasi, hasil penelitian tersebut menunjukkan perubahan yang ditandai dengan adanya pengurangan, penambahan, dan perubahan bervariasi. Pengurangan cerita pendek dikategorikan menjadi dua, yaitu penyederhanaan alur dan pengurangan tokoh. Penambahan dikategorikan menjadi lima, yaitu penambahan karakter atau tokoh, struktur cerita, lokasi, dialog, dan adegan. Perubahan bervariasi cerita pendek terdapat pada nama tokoh, pada cerita pendek menggunakan kata ‘Aku’ berubah menjadi Agus dalam naskah sinema pendek. Dengan demikian, rekonstruksi cerita pendek menjadi naskah sinema pendek merupakan upaya untuk memperkaya dan memperluas pengalaman artistik cerita asli dalam format yang berbeda.
Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi pada Peserta Didik Kelas VIII-6 di SMPN 23 Kota Malang melalui Pendekatan Gamifikasi Bagus Pratomo; Elady’s Wiqhoyah Kusnadi; Wahyudi Siswanto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4870

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pendekatan gamifikasi dipakai untuk membantu siswa kelas VIII–6 SMPN 23 Kota Malang menulis teks Laporan Hasil Observasi (LHO) yang lebih baik. Kemampuan menulis peserta didik di SMPN 23 Kota Malang untuk teks laporan observasi masih kurang. Tidak ada latihan yang mendorong peserta didik untuk mengambil pendekatan yang lebih antusias dalam belajar menulis. Bahkan hingga saat ini, peserta didik masih kesulitan mengartikulasikan apa yang harus ditulis. Selain itu, peserta didik sering kali tidak tahu harus mulai dari mana saat menulis teks Laporan Hasil Observasi . Penelitian ini memakai metodologi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan paradigma Robyn McTaggart dan Stephen Kemmis. Empat tahap utama pendekatan ini adalah perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Siswa kelas VIII–6 SMPN 23 Kota Malang berjumlah 32 orang yang dijadikan sebagai subjek penelitian. Ujian keterampilan menulis teks observasi berfungsi sebagai instrumen penelitian. Penggunaan pendekatan gamifikasi dalam pembelajaran menulis teks laporan observasi di SMPN 23 Kota Malang dilaksanakan dalam dua siklus. Dari siklus 1 hingga siklus 2 siswa SMPN 23 Kota Malang mampu membuat teks Laporan Hasil Observasi setelah diajar memakai teknik gamifikasi. Mereka mencapai ketuntasan belajar 100% dengan kategori sangat baik sekali.
CERITA RAKYAT SULAWESI SELATAN MELALUI MEDIA TIKTOK DALAM PENINGKATAN MORAL SISWA rudyman; Yuni Pratiwi; Wahyudi Siswanto
BISAI: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/bisai.v3i2.482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsian isi cerita rakyat berbasis media sosial Tiktok dalam pendidikan moral siswa. Data dari penelitian ini adalah cerita rakyat yang sering digunakan di Sulawesi Selatan. Penelitian ini memilih menggunakan platform media sosial TikTok sebagai medium, karena platform ini menawarkan fitur audio visual yang menarik untuk menyampaikan konten cerita rakyat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa cerita rakyat Sulawesi Selatan mengandung berbagai nilai, antara lain nilai persatuan, nilai kerjasama, nilai keberanian, nilai keikhlasan, nilai pantang menyerah, nilai kebijakan, nilai pentingnya silaturahmi, dan nilai ketulusan. Tiktok diidentifikasi sebagai media pembelajaran yang potensial untuk cerita rakyat di SMA, terutama kelas X, karena berbagai fitur audio visual yang disediakannya, seperti gambar, narasi suara, video, efek-efek, dan latar belakang suara yang dapat menarik minat belajar siswa.
Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi pada Peserta Didik Kelas VIII-6 di SMPN 23 Kota Malang melalui Pendekatan Gamifikasi Bagus Pratomo; Elady’s Wiqhoyah Kusnadi; Wahyudi Siswanto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4870

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pendekatan gamifikasi dipakai untuk membantu siswa kelas VIII–6 SMPN 23 Kota Malang menulis teks Laporan Hasil Observasi (LHO) yang lebih baik. Kemampuan menulis peserta didik di SMPN 23 Kota Malang untuk teks laporan observasi masih kurang. Tidak ada latihan yang mendorong peserta didik untuk mengambil pendekatan yang lebih antusias dalam belajar menulis. Bahkan hingga saat ini, peserta didik masih kesulitan mengartikulasikan apa yang harus ditulis. Selain itu, peserta didik sering kali tidak tahu harus mulai dari mana saat menulis teks Laporan Hasil Observasi . Penelitian ini memakai metodologi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan paradigma Robyn McTaggart dan Stephen Kemmis. Empat tahap utama pendekatan ini adalah perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Siswa kelas VIII–6 SMPN 23 Kota Malang berjumlah 32 orang yang dijadikan sebagai subjek penelitian. Ujian keterampilan menulis teks observasi berfungsi sebagai instrumen penelitian. Penggunaan pendekatan gamifikasi dalam pembelajaran menulis teks laporan observasi di SMPN 23 Kota Malang dilaksanakan dalam dua siklus. Dari siklus 1 hingga siklus 2 siswa SMPN 23 Kota Malang mampu membuat teks Laporan Hasil Observasi setelah diajar memakai teknik gamifikasi. Mereka mencapai ketuntasan belajar 100% dengan kategori sangat baik sekali.
Rekonstruksi Cerita Pendek Ikan Asin dan Mah Yong menjadi sebuah Naskah Sinema Pendek Diana Rosita Dewi; Wahyudi Siswanto; Indra Suherjanto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5204

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji proses rekonstruksi cerita pendek Ikan Asin dan Mah Yong karya Rifan Nazhip menjadi sebuah naskah sinema pendek dengan menggunakan teori adaptasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Proses rekonstruksi menggunakan teori adaptasi Hutcheon. Berdasarkan hasil penelitian terdapat unsur cerita pendek berupa tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, dan amanat. Setelah proses adaptasi, hasil penelitian tersebut menunjukkan perubahan yang ditandai dengan adanya pengurangan, penambahan, dan perubahan bervariasi. Pengurangan cerita pendek dikategorikan menjadi dua, yaitu penyederhanaan alur dan pengurangan tokoh. Penambahan dikategorikan menjadi lima, yaitu penambahan karakter atau tokoh, struktur cerita, lokasi, dialog, dan adegan. Perubahan bervariasi cerita pendek terdapat pada nama tokoh, pada cerita pendek menggunakan kata ‘Aku’ berubah menjadi Agus dalam naskah sinema pendek. Dengan demikian, rekonstruksi cerita pendek menjadi naskah sinema pendek merupakan upaya untuk memperkaya dan memperluas pengalaman artistik cerita asli dalam format yang berbeda.
Assessment of Expressiveness in Poetry Reading Instruction Using the Historical Spice Route as Stimulus Tika Himmatur Rosyidah; Wahyudi Siswanto; Imam Agus Basuki; Titik Harsiati; Karkono
International Journal of Pedagogical Language, Literature, and Cultural Studies (i-Plural) Vol. 2 No. 2 (2025): International Journal of Pedagogical Language, Literature, and Cultural Studies
Publisher : Nexus Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63011/ip.v2i2.47

Abstract

Assessment plays a crucial role in evaluating students' mastery of learning materials and guiding instructional improvements. This paper presents a model of an assessment instrument tailored for poetry reading instruction at the junior high school level, using historical spice-themed poetry as an instructional stimulus. The assessment focuses on three key expressive elements: physical structure of the poem, reading performance, and emotional expression. Drawing on historical narratives about the Spice Route, the instrument provides contextual relevance that engages students both emotionally and intellectually. Findings highlight the importance of performance-based assessment in fostering students' expressive abilities and cultural understanding through poetry. The proposed rubric includes detailed descriptors for each assessment component and aligns with current curricular goals in language and cultural education.
Transformasi Diri Pemelajar BIPA melalui Penulisan Ulang Cerita Rakyat: Pendekatan Hermeneutik terhadap Nilai Budaya dan Karakter Wahyudi Siswanto; Dwi Sulistyorini; Dewi Ariani; Prima Vidya Asteria; Madiawati Binti Mamat
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21598

Abstract

Indonesian folktales, as part of the nation’s cultural heritage, contain local wisdom that reflects the worldview and collective values of Indonesian society. In the context of teaching Indonesian to speakers of other languages (BIPA), folktales serve not only as linguistic input but also as pedagogical tools for introducing cultural values and fostering character development among foreign learners. This study aims to examine the forms of self-transformation experienced by BIPA learners through the activity of rewriting Indonesian folktales. A descriptive qualitative approach was employed, grounded in transformative learning theory and hermeneutic analysis. The participants consisted of five advanced-level BIPA learners from Malaysia, South Korea, and China enrolled in a language program at an Indonesian state university. Data were collected through rewritten narrative texts and in-depth interviews, then analyzed hermeneutically through stages of initial comprehension, theme identification, contextual interpretation, and reflection on transformation. The findings reveal that learners experienced personal growth by interpreting cultural values such as livelihood, cooperation, and deliberation, and internalizing character traits such as honesty, responsibility, and respect for others. The act of rewriting served as a reflective process that fostered cross-cultural understanding and cognitive-affective transformation, thereby enriching BIPA learning experiences. This study recommends the integration of folktales as value-based and culturally grounded learning materials in BIPA instruction.