Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ternak Tropika

POTENTIAL TRIGONA BEEKEEPING (Heterotrigona itama and Geniotrigona thoracica) AT SOUTH LABUHANBATU CITY, NORTH SUMATERA PROVINCE, INDONESIA Pinandita, Eggi Pur; Minarti, Sri; Junus, Mochammad; Radiati, Lilik Eka; Besari, Ratna Iffany F; Soen, Jopie Meiske; Simanjuntak, Aurora Ivana Br
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 2 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jtapro.2022.023.02.3

Abstract

Study area this research was conducted on November 12th – 21st, 2021, located in Kota Pinang, South Labuhanbatu, North Sumatra, Indonesia. The results of this study can provide a report on the results of the analytical test carried out in the laboratory of the University of Brawijaya. South Labuhanbatu Regency is geographically located at 1°26'00'' - 2015'55'' North Latitude. 99°40'00'' - 100°26'00'' East Longitude. Generally, South Labuhanbatu Regency is located at an altitude below 100 meters above sea level. The type of research is exploratory research. The result and discussion gave the best replacement of water content in honey at Apis dorsata as an average of 27%. It showed that the higher the water content and acidity of the honey will explain the lower the quality of the honey. The best replacement levels of sucrose in honey at Heterotrigona itama as an average of 68.5%. The percentage level of sucrose showed that honey with a moisture content of more than 17%, with a total sugar content of <83% is susceptible to cosmetological yeast fermentation. The best pH of Honey placed at Apis dorsata is an average of 2.350 (Acid). The data showed that the low pH value and high acidity can increase the shelf life of honey because it does not support the growth of microbes.
Pengaruh Bobot Awal Berbeda Terhadap Bobot Organ Dalam, Organ Luar Dan Kesehatan Kelinci Hycole Nurwahyuni, Eka; Minarti, Sri; Nurfadila, Agista Lutfi; Widyastuti, Wahyu Indah
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2023.024.02.10

Abstract

Kelinci Hycole merupakan kelinci yang memiliki produktivitas yang tinggi dan juga adaptasi yang baik untuk pengembangan di Indonesia. Kelinci dapat dimanfaatkan untuk diambil karkas sebagai daging olahan yang memiliki gizi yang tinggi. Selain karkas, kelinci juga diambil non karkas sebagai konsumsi seperti organ dalam. Pertumbuhan kelinci dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu lingkungan, bobot badan, dan penyakit. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui untuk mengevaluasi bobot organ dalam dan organ luar serta kesehatan pada kelinci Hycole dengan bobot awal yang berbeda. Penelitian ini menggunakan bobot kelinci dibagi dalam 3 kelompok yang berbeda yaitu kelompok besar dengan bobot badan berkisar 2005-2315g, kelompok sedang dengan bobot badan berkisar 1695-1900g dan kelompok kecil dengan bobot badan berkisar 1540-1640g. Hasil penelitian yang didapat adalah bobot badan awal kelinci memberikan pengaruh (P< 0.01) terhadap bobot hati dan saluran pencernaan. Namun bobot hati dan jantung tidak dipengaruhi oleh bobot awal kelinci. Hal ini dapat dipengaruhi oleh fungsi dari organ pencernaan memiliki adaptasi untuk kerja yang lebih berat sehingga organ juga bertambah bobotnya. Bobot organ luar kelinci juga dipengaruhi oleh bobot badan kelinci. Kelinci dengan bobot badan kecil mudah terserang penyakit daripada kelinci besar, hal ini disebabkan kelinci kecil memiliki imun yang lemah dibanding kelinci besar. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bobot organ dalam (hati dan saluran pencernaan) dan organ luar (kepala dan kaki) dapat dipengaruhi oleh bobot badan awal kelinci. Kelinci dengan bobot awal yang besar memberikan bobot organ dalam dan organ luar yang besar. Penyakit kelinci pada umumnya yang terjadi pada bobot kelinci kecil dan sedang adalah diare dan scabies. Hal ini perlu penanganan lebih lanjut agar tidak mempengaruhi produktivitas.Â