Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kepemimpinan, Kompetensi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen Mutia, Laila; Syahriani, Endang; Mirza, Mirza
Singkite Journal Vol 3 No 2 (2024): Singkite Journal, August 2024
Publisher : Aceh Cooperative Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63855/skt.v3i2.49

Abstract

The research aims to test hypotheses about the influence of leadership, competence and work discipline, partially and simultaneously on employee performance.  The study was conducted at the Bireuen Regency Agriculture and Plantation Service. Data collection took the form of a survey through a questionnaire that was prepared and tested for validity and reliability. Carried out using an associative descriptive method with a path analysis approach. The research results prove that (1) there is a significant influence of leadership on the performance of Bireuen Regency Agriculture and Plantation Service employees, namely 43.01%.  The influence of competence is 47.91% and the influence of work discipline is 43.41%. (2) Simultaneously, leadership, competence and work discipline contribute to increased performance by 46,5%. (3) There is a causal relationship between leadership and employee competency of 34.8%. The relationship between competency and employee work discipline is 48.3% and the relationship between work discipline and leadership is 41.4%.
Analisis Kepuasan kerja berdasarkan Aspek Komunikasi, Motivasi dan Lingkungan Kerja (Studi pada Pegawai Bawaslu Kabupaten Pidie Jaya) Hayatun Nufus, Cut; Fauzi, Fauzi; Mirza, Mirza
Singkite Journal Vol 3 No 3 (2024): Singkite Journal, December 2024
Publisher : Aceh Cooperative Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63855/skt.v3i3.54

Abstract

The study aims to analyze employee job satisfaction based on aspects of communication, motivation and work environment conducted with a case study on Bawaslu employees of Pidie Jaya Regency. The study applies an associative method with a quantitative approach by inferencing with path analysis. The sample in this study was all Bawaslu employees totaling 40 people. The results of the study are known, 1) There is an influence of communication, motivation and work environment factors directly on employee job satisfaction, respectively by 38.54%, 58.32% and 33.76%. 2) Simultaneously communication, motivation and work environment affect employee job satisfaction by 54.1%.
Pengaruh Diklat, Komunikasi, dan Promosi Jabatan terhadap Kinerja Pegawai (Studi Kasus di BKPSDM Kabupaten Pidie Jaya) Juliana, Fitria; Fauzi, Fauzi; Mirza, Mirza
Singkite Journal Vol 4 No 1 (2025): Singkite Journal, April 2025
Publisher : Aceh Cooperative Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63855/skt.v4i1.67

Abstract

The study aims to analyze the influence of training, communication and job promotion on employee performance. The study was conducted on a sample of 48 employees of BKPSDM Pidie Jaya Regency. 2) communication has an effect on employee performance. With the type of associative research with a quantitative approach. Problem analysis is proven by the path analysis model. The results found that, 1) there is a causal relationship between training variables, communication and job promotion with a fairly strong category, which gives a positive contribution of 55.5% to employee performance. 2) The provision of training has a significant direct and indirect effect on employee performance of 47.5%, while the communication factor is 50.18% and the influence of job promotion is 47.21%.
Analysis of Waterflood Performance for Enhancing Oil Recovery in the Volve Field Rahmatullah, Idham Kholid; Firdaus, Firdaus; Mirza, Mirza; Kurniawan, Teddy; Pratama, M. Ardian; Lutfi, Mohammad
Indonesian Research Journal on Education Vol. 1 No. 3 (2021): irje 2021
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v1i3.2776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan metode waterflooding dalam meningkatkan recovery factor (RF) di Lapangan Volve. Evaluasi dilakukan melalui analisis kinerja reservoir dan sumur menggunakan data simulasi dan data historis produksi. Beberapa parameter utama yang dianalisis meliputi RF, Voidage Replacement Ratio (VRR), Fluid In Fluid Out (FIFO), dan Log WOR terhadap kumulatif produksi minyak (Np). Selain itu, metode Sobocinski dan Cornelius digunakan untuk memprediksi waktu awal terjadinya water breakthrough. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan waterflooding secara signifikan meningkatkan RF dari hanya 3% (tanpa injeksi) menjadi 54% dari OOIP. Nilai VRR yang mendekati 1 dan grafik FIFO yang menunjukkan peningkatan produksi mengindikasikan keberhasilan injeksi dalam menjaga tekanan reservoir. Analisis sumur injeksi F-4 dan F-5 juga menunjukkan respon positif berupa peningkatan tekanan dasar sumur seiring dengan kenaikan laju injeksi. Hall Plot pada kedua sumur injeksi menunjukkan aliran steady-state dengan nilai mobilitas rasio sebesar 1. Secara keseluruhan, tiga dari lima sumur produksi menunjukkan respon positif terhadap injeksi waterflood. Penelitian ini menyimpulkan bahwa waterflooding merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan produksi minyak di Lapangan Volve.
Electrical Submersible Pump Design for the Optimization of Well “CM” Prada, Charlis Andika; Afifah, Rohima Sera; Jumardi, Andi; Mirza, Mirza; Arintalofa, Vithya; Lutfi, Mohammad
Indonesian Research Journal on Education Vol. 2 No. 3 (2022): irje 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v2i3.2779

Abstract

Sumur “CM” mengalami penurunan performa produksi akibat berkurangnya tekanan reservoir dan meningkatnya rasio air dalam fluida produksi. Untuk mengoptimalkan kembali performa sumur tersebut, dilakukan perancangan sistem Electrical Submersible Pump (ESP) sebagai metode angkat buatan. Desain sistem ini mempertimbangkan parameter teknis seperti laju alir fluida, tekanan dasar sumur, viskositas, kandungan gas dan air, serta kedalaman sumur. Kurva Inflow Performance Relationship (IPR) tiga fase digunakan untuk memprediksi potensi produksi, sedangkan grafik kehilangan tekanan dan kurva performa pompa digunakan untuk pemilihan komponen ESP. Di samping itu, aspek kelistrikan juga dianalisis secara terintegrasi, meliputi pemilihan jenis kabel berdasarkan arus dan batas penurunan tegangan, transformator berdasarkan daya dan tegangan operasi, serta switchboard berdasarkan kapasitas arus dan daya maksimum. Hasil perancangan menunjukkan bahwa integrasi antara sistem ESP dan sistem kelistrikan yang tepat dapat meningkatkan efisiensi produksi dan meminimalkan risiko gangguan operasional. Dengan demikian,  penerapan  ESP terbukti sebagai  strategi  optimasi  produksi  yang efektif dan layak diterapkan pada sumur “CM”.
Aplikasi Simulator Optimisasi Sistem Reservoir Multifasa dalam Membangun Model Produksi yang Terintegrasi di Lapangan HRD dengan Metode Integrated Production Modelling Lembang, Haris Rio Datu; Karim, Abdul Gafar; Mirza, Mirza; Laby, Dharma Arung; Lutfi, Mohammad; Mamuaya, Arjuna Brifling
Indonesian Research Journal on Education Vol. 1 No. 3 (2021): irje 2021
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v1i3.2782

Abstract

Lapangan HRD adalah lapangan salah satu lapangan minyak dan gas yang paling tua yang terletak di Offshore Delta Mahakam, Indonesia. Semua hidrokarbon terakumulasi pada reservoir kompleks yang terdiri dari banyak lapisan, di mana minyak, gas dan tekanan reservoir yang berbeda setiap saat. Integrated Production Modelling dengan menggunakan simulator GAP menawarkan teknik yang efektif dalam memperkirakan performa sumur yang mana diproduksi dari reservoir multifasa dan tekanan yang bervariasi. Integrated Production Modelling mampu mengelola dengan baik kompleksitas reservoir, skenario produksi yang bermacam - macam bentuknya, dan juga dengan keterbatasan fasilitas produksi di permukaan. Salah satu kelebihan dari GAP adalah dapat membuat produksi dari bermacam – macam reservoir multifasa yang digabungkan dalam satu bentuk Network Simulation tentunya dengan data PVT yang berbeda – beda, yang mana respon dari satu sumur dapat mempengaruhi produksi sumur yang lainnya. Tujuan utama dari penggunaan GAP adalah untuk mendapatkan respon penuh dari Lapangan Hidrokarbon dengan menggunakan sifat fisik dari setiap data yang pastinya dapat mempengaruhi produksi. Melalui proses Integrated Production Modelling ini, Sumur Lapangan HRD di Zona Lower dan Deep berhasil memberikan tambahan produksi sebesar 0.15 MMbo dan memberikan justifikasi kebutuhan Gas Lift Network di Lapangan HRD. Singkatnya, Model ini memberikan optimasi ekonomi dari minyak dan gas yang terproduksi.
Perbedaan Motivasi Kerja Generasi X dan Y di Kantor Pusat PTPN I Langsa Khatib, Muhammad Al Jabbir; Riamanda, Irin; Mirza, Mirza; Khatijatusshalihah, Khatijatusshalihah
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 7, No 1: Januari 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v7i1.33916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan motivasi kerja generasi X dan generasi Y di Kantor Pusat PTPN I Langsa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian komparatif (independent sample t-test) yang diteliti pada 97 sampel karyawan Kantor Pusat PTPN I Langsa. Sampel penelitian dipilih menggunakan metode simple random sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan skala multidimensional work motivation scale yang disusun oleh Gagne dan Deci. Hasil penelitian menyatakan bahwa hipotesis ditolak, dengan nilai sig 0,657 0,05, yang artinya tidak terdapat perbedaan motivasi kerja generasi X dan generasi Y. Berdasarkan hasil juga diketahui bahwa baik generasi X dan generasi Y memiliki motivasi kerja dengan kategori rendah. Selain itu, hasil penelitian menemukan bahwa generasi X tidak termotivasi terhadap aspek intrinsic motivation dan generasi Y mempunyai nilai kategori sedang cukup tinggi terhadap aspek introjected regulation. Hal ini menggambarkan generasi X tidak bekerja untuk dirinya sendiri serta merasa pekerjaan tidak menarik serta memperoleh kepuasan kepada dirinya. Di sisi lain generasi Y merasa biasa saja apabila berhasil menyelesaikan pekerjaannya serta tidak merasa bersalah apabila gagal menyelesaikan pekerjaan tersebut. Penting bagi perusahaan dan peneliti selanjutnya untuk menggali faktor yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan (khususnya Gen X dan gen Y) yang bekerja dengan situasi dan tuntutan kerja yang jauh dari perkotaan.Further study was required to determine how Generation X and Generation Y differ in their motivation for their jobs at the PTPN I Langsa Head Office. Employers at the PTPN I Langsa Head Office include a sample of 97 people who was the subject of this comparative study (independent sample t-test). The research sample was chosen using a straightforward random sampling method. Research data was collected using the multidimensional work motivation scale compiled by Gagne and Deci. The hypothesis of this study was rejected: the value of sig (p) is 0.657 0.05, indicating that there was no significant difference in work motivation between Generation X and Generation Y. Based on the results, it was also known that both generation X and generation Y have low category work motivation. Apart from that, the research results found that generation This illustrates that generation On the other hand, generation Y feels normal if they successfully complete their work and do not feel guilty if they fail to complete the work. It is important for companies and future researchers to explore the factors that influence the work motivation of employees (especially Gen X and Gen Y) who work in work situations and demands that are far from urban areas.
Analisis Disiplin Kerja berdasarkan Faktor Kepemimpinan dan Motivasi Implikasinya terhadap Kinerja Pegawai pada Sekretariat DPRK Bireuen Erlinda, Erlinda; Bariah, Chairul; Mirza, Mirza; Fadhilah, Laina
Singkite Journal Vol 4 No 2 (2025): Singkite Journal, August 2025
Publisher : Aceh Cooperative Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63855/skt.v4i2.72

Abstract

Performance is something expected by an institution. Measurable performance-based work is part of Human Resource Management. Employee performance is influenced by several factors. This study examines aspects of leadership, motivation, and work discipline. The study was conducted on 43 employees of the Bireuen DPRK secretariat. The research method used was an associative approach with a quantitative approach, and the problems were analyzed using path analysis. The results obtained were: (1) Work discipline is directly and indirectly influenced by leadership and work motivation, by 36.51% and 46.12%, respectively. (2) Simultaneously, leadership and work motivation contribute significantly to improving employee work discipline by 77.2%. (3) The implications for performance are 31.75% for leadership and 45.91% for work motivation. (4) Simultaneously, leadership and work motivation increase employee performance by 75.6%.
Profil kesehatan mental mahasiswa psikologi ditinjau dari gender dan tendensi gangguan mental Aidina, Wenny; Riady, Muhammad Antos; Mirza, Mirza
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2025): July Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i2.1171

Abstract

Background: Psychology students are a group that is vulnerable to emotional and psychological stress, both due to academic burden and expectations of future professional roles. More frequent exposure to various mental health issues can contribute to students’ psychological problems. The constant influx of information can overwhelm students and make it difficult for them to cope. Purpose: To identify the mental health profile of psychology students in terms of gender and describe the tendencies of mental disorders that appear in each gender. Method: This comparative quantitative study involved 70 psychology students. Data collection was carried out using Woodworth's Questionnaire instrument. Data were analyzed using an Independent Samples T-Test to examine differences in scores based on gender, along with descriptive statistics. Results: The analysis results showed a significant difference in mental health scores between male and female students (p = 0.045), with women scoring higher. The most prominent tendency of mental disorders in women was tendency of schizophrenia (35.9%), followed by impulsivity, emotional expression, and obsession. Meanwhile, in men, the issues that emerge are impulsivity, emotional instability, and schizophrenic tendencies, although in much lower proportions. Conclusion: There is a statistically significant difference between the mental health scores of male and female students. Keywords: Gender; Mental Health; Psychology Students; Tendency of Mental Disorders.   Pendahuluan: Mahasiswa psikologi merupakan kelompok yang rawan mengalami tekanan emosional dan psikologis, baik karena beban akademik maupun ekspektasi terhadap peran profesional di masa depan. Paparan yang lebih sering pada beragam isu Kesehatan mental dapat berkontribusi pada masalah psikologis mahasiswa. Masuknya informasi yang terus-menerus dapat membuat mahasiswa kewalahan dan kesulitan mengatasinya. Tujuan: Untuk mengidentifikasi profil kesehatan mental mahasiswa psikologi ditinjau dari jenis kelamin serta mendeskripsikan kecenderungan gangguan mental yang muncul pada masing-masing gender. Metode: Penelitian kuantitatif komperatif ini melibatkan 70 mahasiswa psikologi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrument Woodworth’s Quesionnaire. Data dianalisis menggunakan Independent Samples T-Test untuk melihat perbedaan skor berdasarkan gender dan analisis deksriptif. Hasil: Analisis menunjukkan perbedaan signifikan antara skor kesehatan mental mahasiswa laki-laki dan perempuan (p = 0.045), di mana perempuan menunjukkan skor yang lebih tinggi. Tendensi gangguan mental yang paling menonjol pada perempuan adalah tendensi schizophrenia (35.9%), diikuti oleh impulsivitas, ekspresi emosi, dan obsesi. Sementara pada laki-laki, isu yang muncul adalah impulsivitas, ketidakstabilan emosi, dan tendensi schizophrenia, meskipun dalam proporsi yang jauh lebih rendah. Simpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor kesehatan mental mahasiswa laki-laki dan perempuan. Kata Kunci: Gender; Kesehatan Mental; Mahasiswa Psikologi; Tendensi Gangguan Mental.
INTERNET DAN PERILAKU CYBERLOAFING PADA KARYAWAN Mirza, Mirza; AR, Thaybatan; Santoso, Harri
Psikoislamedia: Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 1 (2019): PSIKOISLAMEDIA : JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v4i1.6347

Abstract

The existence of internet facilities has brought good changes in various aspects with the number of users for Indonesia reaching 132.7 million people, where internet users are dominated by Workers / Employees. The internet provides opportunities for employees to more easily improve performance, interact and create inspiration and creativity. But the internet can also have negative effects such as the occurrence of work procrastination behavior on employees that can interfere with productivity caused by the temptation caused by the internet, as a result of distraction at work through the activity of browsing various sites on the internet, who then reducing cognitive resources to work on their obligations. This study was the beginning or preliminary method using descriptive methods that examine cyberloafing of workers, as a new form of problems in the work environment so that they need to be watched and anticipated in order to increase employee and organizational productivity.
Co-Authors Abdul Gafar Karim Abu Bakar Achmad Syaukani Afriani Afriani Aidina, Wenny Andi Jumardi AR, Thaybatan Ardian Ariatsyah Arintalofa, Vithya Aulia, Zahra Chairul Bariah Dani, Chandra Yuar Devy Yurista Diah Pera Munika Eka Dian Aprilia Elida Syahriati Endang Syahriani Erlinda Erlinda Fadhilah, Laina Fahrezi, Muhammad Winnie Danielle Faizal Adriansyah Fajrinur, Fajrinur Fauzi Fauzi Finansa, Dody Firas Mahdani Firdaus Firdaus Hayatun Nufus, Cut Hendra - Kurniawan Ida Rayyani Iin Darmiyati Inayati, Wirda Indah Ayu Pertiwi Intan Dewi Kumala Irfandi Irfandi, Irfandi Iskandar Ibrahim Ivvon Septina Bella Jannati, Al Yildis Juliana, Fitria Khatib, Muhammad Al Jabbir Khatijatusshalihah, Khatijatusshalihah Kiftian Hady Prasetya Kurmasela, Aprilino Alfa Kurniawan, Teddy Laby, Dharma Arung Lembang, Haris Rio Datu Lilis Setiawati Lobo, Jaynal Rante Mamuaya, Arjuna Brifling Marty Mawarpury Maulana, Rizaldi Arie Mohammad Lutfi Mualif, Dhawy Ammar Mutia, Laila Nurul Alifah Jovita Prada, Charlis Andika Pratama, M Ardian Pratama, M. Ardian Putri Puspita sari Rahmatullah, Idham Kholid Raihan Raihan Ramadhana, Zulmi Riady, Muhammad Antos Riamanda, Irin Rina Hartati Risana Rachmatan Rizka Sylvia Rizka Tyara Rohima Sera Afifah Santi Julita Santoso, Harri - Sara Ruhghea Sarah Hafiza Sarah Khairunnisa Sarifa Handayani Soliadi, Indriana Sri Novayanti Sulardi . Sunanda, Sunanda Suprayitno, Abdi syahriani, endang Teuku Riki Azhari, Teuku Riki Wiyono, Joko Yasir, Haura Shafiyyah Binti Yuni Kamisa Zahrani, Zahrani Zaujatul Amna, Zaujatul