Articles
PRAKTIK ZIKIR SULUK SEBAGAI PSIKOTERAPI DI ACEH
Iskandar Ibrahim;
Mirza Mirza
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 5, No 2: Juli 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/s-jpu.v5i2.27453
Aceh wilayah yang menerapkan Syariat Islam. Namun, zikir suluk yang telah diperkenalkan oleh Syeikh Abdul Rauf maupun Syeikh Muhammad Muda Waly di Aceh pada masa lampau belum dijadikan modal sosial dalam psikoterapi di kalangan masyarakat Aceh. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan aspek terapi zikir suluk di kalangan masyarakat dari perspektif psikologis. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif partisipatif terhadap tiga responden praktisi utama dari Dayah M, Dayah DT, dan Dayah B. Data diperoleh melalui observasi, wawancara terhadap pimpinan zikir suluk, studi dokumentasi dan partisipatif. Analisa data guna memperlihatkan sejumlah aspek zikir suluk yang sesuai dengan psikoterapi. Teknik analisis data mengunakan domain, taksonomi dan analisis konten. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi untuk melihat relevansi zikir suluk dengan psikoterapi. Tiga temuan utama mencakup praktik zikir suluk, aspek psikoterapi dalam zikir suluk, dan zikir sebagai media psikoterapi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa secara psikologis terdapat kesamaan yang kuat antara zikir suluk dengan psikoterapi. Hal ini memberikan arah baru terhadap pengembangan psikoterapi. Kajian zikir suluk memiliki nilai signifikan karena dapat menggali faedah yang belum sepenuhnya terungkap secara akademis.
Kematangan Vokasional Dan Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja Pada Fresh Graduate
Yuni Kamisa;
Mirza Mirza
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 4, No 1: Januari 2021
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/s-jpu.v4i1.20474
Menghadapi dunia kerja pada era modern sekarang ini semakin sulit sehingga berdampak pada peningkatan jumlah pengangguran setiap tahunnya. Hal ini menyebabkan munculnya kecemasan pada lulusan (fresh graduate) yang akan memasuki dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan vokasional dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada fresh graduate Universitas X. Populasi dalam penelitain ini adalah fresh graduate di salah satu perguruan tinggi di Banda Aceh, sedangkan sampel yang digunakan berjumlah 257 fresh graduate. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik insidental. Pengumpulan data menggunakan Skala Kematangan Vokasional dan Skala Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja yang disusun oleh peneliti. Analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson yang menunjukkan nilai koefisien korelasi r=.705 dengan nilai signifikansi (p)=0.000 (p0.05). Hasil ini menunjukan bahwa terdapat hubungan negatif antara kematangan vokasional dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada fresh graduate Universitas X. Artinya semakin tinggi nilai kematangan vokasional maka semakin rendah kecemasan menghadapi dunia kerja.
Religiusitas dan Pengambilan Keputusan Menikah Pada Mahasiswi
Rizka Tyara;
Mirza Mirza;
Risana Rachmatan;
Eka Dian Aprilia
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 6, No 2: Juli 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/s-jpu.v6i2.28709
Kemampuan memutuskan untuk menikah disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah proses spiritual dan religiusitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan pengambilan keputusan menikah pada mahasiswi di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswi perguruan tinggi yang ada di Kota Banda Aceh sebanyak 60 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data religiusitas menggunakan Muslim Daily Religiosity Assesment Scale (α = 0.806) dan data pengambilan keputusan menikah menggunakan Skala Pengambilan Keputusan Menikah (α = 0.892) yang disusun oleh peneliti. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan nilai signifikansi (p) = 0,007 (p 0,05, r = 0,346). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara religiusitas dengan pengambilan keputusan menikah. Artinya semakin tinggi nilai religiusitasnya maka mahasiswi semakin mampu mengambil keputusan menikah saat kuliah. Individu yang memiliki nilai religiusitas tinggi akan selektif dalam mengambil sebuah keputusan dan tidak bertentangan dengan ajaran agamanya.
ANALISIS KINERJA KARYAWAN MEMPERHATIKAN FAKTOR KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI DAN LINGKUNGAN KERJA (STUDI PADA LEMBAGA RESTORATIVE JUSTICE WORKING GROUP ACEH)
Inayati, Wirda;
Syahriani, Endang;
Mirza, Mirza
IndOmera Vol 5 No 10 (2024): indOmera, September 2024
Publisher : LPPM-UNIKI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55178/idm.v5i10.470
The research aims to descriptively analyze and verify employee performance by considering the direct and indirect impacts of leadership factors, organizational culture or work environment. Study of 47 employees of the Aceh Restorative Justice Working Group (RJWG). Analysis uses quantitative methods and analysis techniques use path analysis models. The results of the research found several conclusions, namely (1) employee performance is influenced both directly and indirectly by hypothesized factors, namely leadership factors of 38.42%, work culture factors in institutions of 41.89% and the contribution of the work environment to performance. employee. 53. .95%, (2) Simultaneously the three factors, namely leadership, organizational culture and work environment, influence the performance of RJWG Aceh employees by 56%.
Pengaruh Orientasi Bangunan Terhadap Kenyamanan Termal Pada Bangunan Rumah Tinggal (Studi Kasus: Perumahan Gla Deyah, Aceh Besar)
Aulia, Zahra;
Irfandi, Irfandi;
Mirza, Mirza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 3 (2024): Volume 8, No. 3, Agustus 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimap.v8i3.31141
Perumahan Gla Deyah memiliki layout bangunan dengan beragam orientasi sehingga kenyamanan termal pengguna rumah tidak dijadikan pertimbangan yang khusus dalam merancang perumahan. Penelitian ini mengkaji pengaruh orientasi pada suatu bangunan dalam menghadapi permasalahan kenyamanan serta kinerja kenyamanan termal pada rumah yang memiliki tipe yang sama dengan orientasi yang berbeda. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif yaitu mengukur variabel termal seperti suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin pada objek penelitian. Pengukuran yang digunakan pada penelitian ini adalah pengukuran langsung serta hasil pengukuran ini akan memberikan data numerik yang dapat digunakan dalam analisis. Alat yang digunakan dalam pengukuran adalah Anemometer untuk mengukur kecepatan angin dan Termohygrometer untuk mengukur temperatur udara serta kelembaban udara. Jumlah total pengukuran pada 3 sampel dilakukan pada bulan maret, diukur setiap hari selama 7 hari. Pembagian waktu pada pengukuran dibagi menjadi 4 waktu yaitu pagi hari pada pukul 08.00-10.00 WIB, siang hari pukul 12.00-14.00 WIB, sore hari 15.00-17.00 WIB dan malam hari pukul 19.00-21.00 WIB. Pengukuran ditulis setiap 5 menit. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa bangunan orientasi selatan merupakan orientasi paling nyaman disebabkan perolehan suhu rata-rata yang paling rendah dan orientasi timur adalah orientasi paling tidak nyaman dengan rata-rata nilai suhu yang paling tinggi. Hasil pengukuran temperatur pada perumahan Gla Deyah adalah 31C -34C, nilai kelembaban yaitu 63%-70% dan kecepatan angin adalah 0 m/s.
Penerapan Konsep Panopticon pada Perancangan Lembaga Pemasyarakatan
Mirza, Mirza;
Maulana, Rizaldi Arie;
Ariatsyah, Ardian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 3 (2024): Volume 8, No. 3, Agustus 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimap.v8i3.28656
Lembaga Pemasyarakatan dapat diartikan sebagai suatu wadah atau badan yang dibentuk bertujuan untuk menyelenggarakan kegiatan pelatihan bagi narapidana sebelum mereka kembali bermasyarakat. Seiring berjalannya waktu, teknologi juga digunakan dalam sistem pengawasan penjara, termasuk penerapan arsitektur panopticon. Panopticon adalah salah satu jenis bangunan institusi yang dirancang pada akhir abad ke-18 oleh filsuf dan ahli teori sosial Inggris yaitu Jeremy Bentham. Desainnya terdiri dari struktur melingkar dengan pengawasan di tengahnya. Bentham sendiri menggambarkan panopticon sebagai "cara baru untuk melampaui pemikiran dan memperoleh kekuatanpemikiran". Penerapan konsep ini dilakukan dengan memaksimalkan sistem pengawasan namun dengan jumlah pengawas yang seminimal mungkin untuk memantau jumlah narapidana semaksimal mungkin. Penerapan tema ini juga menekankan pada disiplin mental narapidana, fokusnya adalah mengalihkan perhatian narapidana yang sedang berada didalam kamar sel, sehingga narapidana mungkin lupa bahwa mereka sedang diawasi oleh petugas lapas yang berjaga pada menara pengawas di tengah bangunan. Efek utama dari mekanisme panoptikon ini adalah menciptakan perasaan bahwa dia terus-menerus diawasi oleh petugas, sehingga narapidana tidak merencanakan untuk melarikan diri dari lapas. Kesadaran yang mengandung arti bahwa seseorang sedang mengendalikan dan mengawasi setiap tindakan dan gerak seseorang. Tata letak tapak juga menerapkan sistem terpusat, dimana masjid menjadi titik fokus bangunan dengan harapan para narapidana dapat semakin mendekatkan diri pada agama dan mampu bertaubat sebelum mereka berbaur kembali dengan masyarakat luar.
KOMBINASI ANALISA DATA SUMUR, INVERSI SEISMIK DAN AMPLITUDE VERSUS OFFSET UNTUK KARAKTERISASI RESERVOAR PADA LAPANGAN B-1, SUB CEKUNGAN PALEMBANG SELATAN
Pratama, M Ardian;
Mirza, Mirza
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 6, No 2 (2024): OCTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58267/petrogas.v6i2.173
Daerah penelitian merupakan wilayah kerja PT. Pilona Petro Tanjung Lontar yang terletak di barat daya, sub cekungan palembang selatan. Terdapat lapangan minyak A, B, C dan D yang beroperasi hampir 20 tahun. Keempat lapangan ini berproduksi minyak dari Batu Pasir Formasi Muara Enim dan menjadi fokus reservoar pada penelitian ini. Lokasi penelitian yang dinamakan Lapangan B-1, merupakan area perluasan (“step out”) dari lapangan B. Hasil interpretasi seismik menyatakan bahwa Lapangan B-1 merupakan sayap antiklin dari struktur lapangan B sehingga kecil kemungkinan akumulasi hidrokarbon pada daerah rendahan dan tiada aktivitas lanjut untuk pengembangan. Akan tetapi pada daerah sayap antiklin berpeluang terdapatnya akumulasi hidrokarbon berupa perangkap stratigrafi yang disebabkan perubahan fasies secara bertahap ke arah vertikal yang ditunjukkan oleh indikasi isolated strong amplitude dibeberapa penampang seismik. Analisis inversi seismik dan Amplitude Versus Offset merupakan metode geofisika dengan menganalisis data seismik. Kedua metode ini dilakukan dan divalidasi oleh data sumur produksi agar dapat mengevaluasi indikasi perangkap stratigrafi dan memetakan prospek hidrokarbon pada area ini. Berdasarkan hasil inversi bandlimited, Lapangan B-1 terdapat anomali lokal yang memiliki nilai impedansi akustik dan berat jenis yang relatif lebih besar daripada daerah disekitarnya yang juga berkorelasi dengan hasil analisis AVO yang dicurigai sebagai akumulasi hidrokarbon pada perangkap stratigrafi. Hasil analisis atribut AVO intercept*gradient didapati anomali nya berupa kelas 2p yang berarti batupasir mengandung minyak.
Resistance To Change: A Study On Sharia Bank Post-Merger And Its Correlation With Perceived Organizational Support
Mualif, Dhawy Ammar;
Aprilia, Eka Dian;
Mirza, Mirza;
Riamanda, Irin
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 8, No 1: Januari 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/s-jpu.v8i1.41826
X Bank is the largest sharia bank in Indonesia that was established as a merger between three state-owned sharia banks. This merger presents its own challenges with different characteristics of each bank and causing employees to adapt with the changes that occur in X Bank. These changes also play a role in the emergence of resistance to change. During organizational change, organizational support is one of the important parts that can help employees undergoing changes that occur within the organization.This study aims to examine the relationship between perceived organizational support and resistance to change on sharia bank employees post-merger.This research involved 194 samples using non-probability accidental sampling techniques. Data collection in this research is conducted using the Survey of Perceived Organizational Support (SPOS) and Resistance to Change Scale (RTCS) instruments and analyzed using Jeffreys Amazing Statistics Program (JASP). Results show that there is a negative relationship between perceived organizational support and resistance to change among X Bank employees in Banda Aceh. Results also found that perceived organizational support level for X Bank employees were averaging in the high category with resistance to change level for X Bank employees were averaging in the low category.
ANALISIS KINERJA KARYAWAN MEMPERHATIKAN FAKTOR KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI DAN LINGKUNGAN KERJA (STUDI PADA LEMBAGA RESTORATIVE JUSTICE WORKING GROUP ACEH)
Inayati, Wirda;
Syahriani, Endang;
Mirza, Mirza
IndOmera Vol 5 No 10 (2024): indOmera, September 2024
Publisher : LPPM-UNIKI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55178/idm.v5i10.470
The research aims to descriptively analyze and verify employee performance by considering the direct and indirect impacts of leadership factors, organizational culture or work environment. Study of 47 employees of the Aceh Restorative Justice Working Group (RJWG). Analysis uses quantitative methods and analysis techniques use path analysis models. The results of the research found several conclusions, namely (1) employee performance is influenced both directly and indirectly by hypothesized factors, namely leadership factors of 38.42%, work culture factors in institutions of 41.89% and the contribution of the work environment to performance. employee. 53. .95%, (2) Simultaneously the three factors, namely leadership, organizational culture and work environment, influence the performance of RJWG Aceh employees by 56%.
Knowledge of Physical Education Study Program Students, National Islamic University of Indonesia Regarding Sexual Harassment
Fajrinur, Fajrinur;
Sri Novayanti;
Mirza, Mirza;
Ivvon Septina Bella;
Rizka Sylvia
Jurnal Multidisiplin Sahombu Vol. 5 No. 04 (2025): Jurnal Multidisiplin Sahombu, May - Juny (2025)
Publisher : Sean Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study aims to determine the level of knowledge of Physical Education Study Program Students, Kebangsaan Islamic University of Indonesia about Sexual Harassment. This study uses a quantitative descriptive approach using a questionnaire as its instrument. Participants in this study were 28 students who were studying at the Faculty of Teacher Training and Education, Physical Education Study Program, Kebangsaan Islamic University of Indonesia in the even semester of 2024-2025. Based on the research that has been conducted, most students of Kebangsaan Islamic University of Indonesia understand that sexual harassment can be in the form of touching, verbal, written and visual, but some students misinterpret sexual harassment and sexual violence. Students' answers vary regarding what examples of sexual harassment are influenced by what sexual harassment means to them. The most common answers from students are about sexual harassment that occurs online or digitally. Very few students have ever seen sexual harassment or even experienced it. However, according to the students' answers above, it shows that if they see sexual harassment happening, they will report it or seek help or just tell someone else.